Anda di halaman 1dari 13

Bahan Belajar Siswa

Pkn
kelas XI

Bab I
BUDAYA POLITIK DI INDONESIA

Satandar kompetensi :
1. Menganalisis Budaya politik di Indonesia

Kompetensi dasar :
1.1 Mendeskripsikan budaya politik di Indonesia
1.2 Menganalisis tipe-tipe budaya politik yang berkembang dalam masyarakat Indonesia
1.3 Mendeskripsikan pentingnya sosialisasi pengembangan budaya politik
1.4 Menampilkan peran serta budaya politik partisipan

A. Pendahuluan
Kehidupan budaya politik merupakan bagian dari keseharian dalam interaksi antar warga negara
dengan pemerintah dan institusi-institusi diluar pemerintah (non-formal) telah menghasilkan dan
membentuk variasi pendapat, pandangan dan pengetahuan tentang praktik-praktik prilaku politik dalam
semua sistem politik.
Istilah budaya politik meliputi masalah legitimasi, pengaturan kekuasaan, proses pembuatan kebijakan
pemerintah, kegiatan-kegiatan partai politik, prilaku aparat negara serta gejolak masyarakat terhadap
kekuasaan masyarakat yang memerintah
B. Pengertian budaya politik
1. Pengertian budaya politik secara umum adalah
Budaya politik merupakan sistem nilai dan keyakinan yang dimiliki bersama oleh masyarakat
2. Manfaat mempelajari budaya politik
Dengan memahami pengertian budaya politik, kita akan memperoleh paling tidak dua manfaat, yakni :
a. Sikap warga negara terhadap sistem politik akan mempengaruhi tuntutan, tanggapan, dukungan.
Serta orientasi terhadap sistem politik;
b. Hubungan antara budaya politik dengan sistem politik atau faktor-faktor apa yang menyebabkan
terjadinya pergeseran politik dapat dimengerti
3. Komponen-komponen budaya politik
Gabriel Almond dan Sidney Verba tiga komponen budaya politik
Orientasi Kognitif : berupa pengetahuan terhadap sistem politik
Orientasi afektif : berupa perasaan terhadap sistem politik
Orientasi evaluatif : berupa keputusan terhadap sistem politik
Ketiga komponen budaya politik ini dapat kita lihat nyata yang diterapkan dalam pelaksanaan
PEMILU, dimulai dari pengenalan partai politik, simbol-simbol politik, tokoh/figur politik (kognitif),
penentuan pilihan partai dan tokoh/figur politik dengan hati nurani (afektif), kemudian pengambilan
keputusan dengan menetapkan partai mana atau tokoh/figur politik yang akan dipilih
C. Tipe-tipe budaya politik
Tipe-tipe budaya politik dibagi menjadi dua ;
1. Berdasarkan sikap yang dituinjukan cenderung bersifat :
a. Budaya politik Militan :
budaya politik yang tidak memandang perbedaan sebagai usaha mencari alternatif yang terbaik
tetapi melihatnya sebagai usaha ynag jahat dan menantang
Contoh : para pelaku bom (teroris) yang mengatas namakan Agama Islam bahwa mereka
melakukan perjuangan melawan kelaliman/jihad dan kemudian mati :sahih
b. Budaya politik Toleransi :
budaya politik yang pemikirannya berpusat pada masalah atau ide yamg harus dinilai. Budaya
politik ini selalu membuka pintu untuk bekerja sama
Contoh : toleransi antara umat beragama
Dari pernyataan budaya politik yang militan selalu menimbulkan konflik sedangkan budaya politik yang
toleransi selalu mengundang kerja sama maka lahirlah :
a. Budaya politik yang memliki sikap mental absolut
Budaya politik yang memliki sikap mental absolut memiliki nilai-nilai keprcayaan yang dianggap
selalu sempurna dan tidak dapat diubah lagi. Budaya politik yang memliki sikap mental absolut
biasa tumbuh dalam tradisi.
Contoh :
1. pembayaran sejumlah uang dan binatang sebagai belis
2. pemakaman hidup-hidup hamba yang karena Tuannya/Rajanya meninggal dan
dimakamkan secara bersama-sama menurut adat orang sumba
b. Budaya politik yang memliki sikap mental akomodatif
Budaya politik yang memliki sikap mental akomodatif biasanya terbuka dan bersedia m,enerima
apa saja yang dianggap berharga
Contoh : penggunaan internet tuntuk mencari data/informasi yang dibutuhkan, facebook untuk
mencari pertemanan melalui situs jejaring sosial
2. Berdasarkan orientasi politiknya
Dari realitas budaya politik yang berkembang dalam masyarakat Gabriel Almond mengklasifikasikan
budaya politik sebagai berikut :
a. Budaya politik Parokial (parochial political culture) yaitu tingkat partisipasi politik yang
rendah dipengaruhi oleh faktor kognitif
b. Budaya politik kaula (subject political culture) yaitu masyarakat bersangkutan sudah
relatif maju (baik sosial maupun ekonominya) tetapi masih bersifat pasif
c. Budaya politik Partisipan (participant political culture) yaitu budaya politik yang ditandai
dengan tingkat kesadaran politik yang tinggi
Namun dalam kenyataanya tidak ada satupun negara yang memiliki budaya politik yang murni
parokial, kaula dan partisipan, ada variasi antara ketiga tipe tersebut; diantarnya
a. Budaya politik subyek parokial
b. Budaya politik subyek partisipan
c. Budaya politik parokial partisipan

4. Model-model kebudayaan politik

Demokratik Industrial Sistem otoriter Demokratis pra-industrial

Sistem ini menjamin Dalam sistem ini meskipun Dalam sistem ini jumlah
adanya kompetisi- terdapat organisasi politik dan partisipan dan keterlibatan
kompetisi partai partisipan politik seperti dalam pemerintahan sangat kecil
politik dan kehadiran mahasiswa , kaum intelektual
pemberian suara yang tetapi sebagian rakyatnya hanya
besar sebagai subyek yang pasif

D. Sosialisasi pengembangan budaya politik


1. pengertian sosialisasi politik
Sosialisasi politik adalah proses dengan mana individu-individu dapat memperoleh pengetahuan, nilai-
nilai dan sikap-sikap terhadap sistem politik masyarakatnya
2. proses sosialisasi politik
Dalam proses sosialisasi politik, metode yang kerap digunakan dapat berupa :
Pendidikan politik
Pendidikan politik terjadi melalui suatu proses dialog sehingga masyarakat mengenal nilai, norma
dan simbol politik
Indoktrinasi politik
Indoktrinasi politik ialah proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga
masyarakat untuk menerima nilai-nilai, norma, dan simbol yang dianggap oleh pihak yang
berkuasa ideal dan baik
E. Peran serta budaya politik partisipan
1. Pengertian partisipasi politik
Partisipasi politik adalah :
Kegiatan seseorang atau sekelompok orang untuk ikut serta secara actif dalam kehidupan politik, seperti
memilih pimpinan negara atau upaya-upaya mempengaruhi kebijakan pemerintah

2. Konsep partisipasi politik


Dalam ilmu politik, dikenal adanya konsep partisipasi politik untuk memberi gambaran apa dan bagaimana
partisipasi politik
Dalam ilmu politik sebenarnya apa yang dimaksudkan dengan;
Konsep partisipasi politik?
Siapa saja yang terlibat dalam partisipasi politik?
Apa implikasinya / penerapan nyata dalam partisipasi politik?
Bagaimana bentuk praktik-praktik partisipasi politik ?
Apakah ada tingkatan-tingkatan dalam partisipasi politik?

3. Praktik partisipasi politik


Partisipasi politik bisa muncul dalam beberapa bentuk. Bentuk-bentuk partisipasi politik tidak hanya
dapat dilakukan oleh sekelompok orang tetapi bisa juga satu orang
Berdasarkan riset-riset tentang partisipasi politik yang dilakukan beberapa negara Hutington dan
Nelson menemukan lima bentuk kegiatan utama yang dipraktikkan dalam partisipasi politik. Bentuk-
bentuk partisipasi politik diantaranya adalah ;
Kegiatan pemilihan mencakup memberikan suara, sumbangan-sumbangan
untuk kampanye, mencari dukungan bagi seorang calon dan semua tindakan yang bertujuan
mempengaruhi hasil proses pemilihan
Lobbying mencakup upaya perorangan atau kelompok untuk menghubungi
pejabat pemerintah dan pimpinan politik dengan maksud mempengaruhi keputusan-keputusan
mereka tentang persoalan yang menyangkut kepentingan banyak orang
Kegiatan organisasi menyangkut partisipasi politik sebagai anggota dan
pejabat dalam suatu organisasi yang bertujuan mempengaruhi kebijakan pemerintah
Mencari koneksi (contacting) merupakan tindakan perorangan yang ditujukan
terhadap pejabat-pejabat pemerintah dengan maksud memperoleh manfaat bagi perorangan atau
segelintir orang
Tindakan kekerasan (violence) sebagai upaya mempengaruhi keputusan
pemerintah dengan jalan menimbulkan kerugian fisik terhadap orang-orang dan harta benda
(pemberontakan, kudeta, pembunuhan dll)
4. Tingkatan partisipasi politik
Tingkatan partisipasi politik secara umum adalah
Aktivis (pejabat partai sepenuh waktu, pemimpin partai/kelompok kepentingan)
Partisipan (petugas kampanye, anggota aktif partai/kelompok kepentingan dalam proyek
sosial)
Pengamat politik (ahli-ahli dalam bidang politik, hukun, sosial kemasyarakatan) yang
mengamati proses atau jalannya sistem demokrasi

Tugas
1. Jelaskan tentang komponen-komponen budaya politik
2. Jelaskan tentang budaya politik yang militan dan budaya politik yang bersifat absolut disertai
contoh
3. Jelaskan pengertian Sosialisasi politik
4. jelaskan m,enurut pendapat anda; negara Indonesia masuk dalam model-model kebudayaan
politik yang mana?
5. jelaskan secara singkat tentang bentuk-bentuk partisipasi politik
Bab 2
Budaya Demokrasi menuju masyarakat madani

Standar kompetensi :
2. menganalisis budaya demokrasi menuju masyrakat madani

Kompetensi dasar :
2.1 mendeskripsikan pengertian dan prinsip-prinsip budaya demokrasi
2.2 mengidentifikasi ciri-ciri masyarakat madani
2.3 menganalisis pelaksanaan demokrasi di Indonesia sejak orde lama, orde baru, dan reformasi
2.4 menampilkan prilaku budaya demokrasi dalam kehidupan sehari-hari

A. pendahuluan
Dewasa ini hampir semua negara didunia menamakan sistem politiknya dengan sistem demokrasi.
Namun demikian tidak semua negara mampu menerjemahkan kata demokrasi yang sejalan dengan
perlindungan terhadap Hak asasi manusia, menjunjung tinggi hukum, tunduk terhadap kemauan orang
banyak tanpa mengabaikan hak golongan kecil.
Yang menjadi pertanyaan mengapa setiap warga negara ingin agar sistem politik dalam negaranya
mengarah pada sistem Demokrasi. Hal ini semata-mata dikarenakan rakyat hanya dijadikan obyek
pelaksanaan kekuasaan yang pada akhirnya mendatangkan penderitaan dan kesengsaraan bagi rakyat
banyak.
B. pengertian dan prinsip-prinsip Demokrasi
1. pengertian demokrasi
Secara etimologis demokrasi berasal darti bahasa Yunani demokratiayang terdiri dari dua kata
Demos=rakyat, kratia/kratein yaitu pemerintahan atau kekuasaan
Demokrasi secara sederhana berarti pemerintahan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat
(Abraham Lincoln presiden Amerika yang ke 16)
Dalam sistem demokrasi posisi rakyat sederajat dihadapan hukum dan pemerintahan . Rakyat memiliki
kedaulatan yang sama, baik itu kesempatan untuk memilih dan dipilih.
2. ciri-ciri demokrasi
Ciri-ciri utama sistem demokrasi adalah :
a. Tegaknya hukum dimasyarakat
b. Diakuinya hak asasi manusia
Ciri-ciri empiris sistem demokrasi adalah bahwa demokrasi senantiasa berkaitan erat
dengan pertanggungjawaban (accountability), kompetisi, keterlibatan dan tinggi
rendahnya kadar untuk menikmati hak-hak dasar seperti hak untuk berekspresi, berserikat
dan berkumpul

3. Tujuan demokrasi adalah :


Untuk memanusiakan dan memasyarakatkan manusia secara fungsional dan bertanggung
jawab
4. gagasan mengenai perlunya pembatasan kekuasaan dalam pola demokrasi dengan
istilah rule of law meliputi empat unsur, yaitu :
c. Pengakuan HAM (pasal 28, 28A 28 J UUD 1945)
d. Pemisahan atau pembagian kekuasaan ( Trias Politika; legislatif, eksekutif dan yudikatif)
e. Pemerintahan menurut Hukum (pasal 1 ayat 3 UUD 1945)
f. Peradilan administrasi dan perselisihan
Dalam bidang hukum ketentuan rule of law mencakup :
a. supremasi hukum
b. kedudukan yang sama didalam Hukum
5. Prinsip-prinsip Demokrasi
Mewujudkan sistem politik yang demokrates dalam suatu negara bukanlah sesuatu hal yang
mudah. Setiap bangsa dalam satu kesatuan sistem politik negara harus mampu menata
pemerintahan yang berpijak pada sejarah dan kebudayaan sendiri dengan berpedoman pada
prinsip-prinsip dasar demokrasi yang diakui secara universal.
Prinsip-prinsip dasar demokrasi yang diakui secara universal memberi ketegasan bahwa yang
disebut pemerintahan yang demokratis adalah pemerintahan yang menempatkan
kewenangan tertinggi berada ditangan rakyat, , kekuasaanj pemerintah harus dibatasi, dan
hak-hak individu harus dilindungi

6. Demokratisasi
Demokratisasi dapat menjadi jalan untuk keluar dari otoritarianisme karena proses ini akan
mengembalikan hak-hak rakyat untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi, sosial,
kebudayaan dan sebagainya.
Demokratisasi sendiri mempunyai pengertian proses menuju kondisi demokrasi

C. ciri-ciri masyarakat madani


Konsep masyarakat madani Karakteristik masyarakat madani Menuju masyarakat madani
masyarakat madani dikenal ruang publik yang bebas Bentuk nyata masyarakat madani
dengan istilalah Demokratis secara sederhana dapat kita lihat
masyarakat berbudaya/ Toleransi dengan berkembangnya budaya
masyarakat beradab. Pluralisme gotong-royong musyawarah dan
Masyarakat madani adalah : Keadilan sosial toleransi
Masyarakat yang
menghargai keragaman
(pluralisme), kritis,
partisipatif, dalam berbagai
persoalan sosial dan mampu
mandiri

D. pelaksanaan demokrasi di Indonesia sejak orde lama, orde baru, dan reformasi
langkah awal demokratisasi di Indonesia dillakukan melaui penerbitan maklumat wakil presiden no X
tanggal 3 November 1945 tentang anjuran untuk membentuk partai politik. Kemudian langkah
berikutnya adalah segera dilaksanakan Pemilu untuk memilih anggota DPR pada tahun 1946. namun
karena belum siapnya perangkat perundang-undangan yang mengatur tentang pemilu, keadaan negara
yang tidak aman, karena masih sering terjadi pemberontakan didalam negara; akhirnya Pemilu baru
dapat dilaksanakan pertama kali pada tahun 1955
berikut ini adalah perkembangan Demokrasi yang pernah dilaksanakan di Indonesia
a. Demokrasi Liberal ( 17 Agustus 1950 5 Juli 1959)
Negara indonesia adalah salah satu negara merdeka setelah Perang Dunia II (17 agustus
1945). Saat itu, kita sudah memiliki UUD 1945 sebagai konstitusi negara, Pancasila
sebagai dasar negara, Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan, bahasa Indonesia sebagai
bahasa persatuan, Bendera Merah Putih sebagai bendera nasional, Presiden, Wakil
Presiden Soekarno-Hatta. Perangkat ini kemudian dilengkapi pula dengan adanya Komite
Nasional Indonesia Pusat (KNPI) pada tanggal 29 agustus 1945.
Semula fungsi KNPI adalah sebagai pembantu presiden, selanjutnya kemudian beralih
menjadi DPR /MPR. Pada November 1945 kabinet presidensial yang dipimpin presiden
diganti oleh kabinet parlementer yang dipimpin oleh seorang perdana menteri. Sultan
Syahrir diangkat sebagai pardana dalam kabinet perlementer ini. Dengan demikian,
kabinet presidensil berlaku dari Agustus-November 1945, sedangkan kabinet parlementer
dari November 1945-Desember 1948.
b. Demokrasi Terpimpin (5 Juli 1959 1965)
Negara Kesatuan Republik Indonesia hampir sembilan tahun menjalani sistem politik
demokrasi Liberal, rakyat indonesia sadar bahwa sistem demokrasi tersebut tidak efektif.
Ketidakcocokan sistem demokrasi liberal dengan sistem politik indonesia ini bisa dilihat
dari dua hal.
Pertama: Sistem demokrasi liberal bertentangan dengan nilai Dasar pancasila,
khususnya sila ketiga dan keempat tentang persatuan Indonesia dan
permusyawaratan yang dilandasi nilai hikmah kebijiksanaan.
Kedua: Adanya ketidakmampuan konstituante untuk menyelesaikan masalah-masalah
kenegaraan, khususnya tentang pengambilan keputusan mengenai UUD 1945.
konflik-konflik yang berkepanjangan ini sangat tidak menguntungkan bagi
negara Indonesia.
Dangan adanya Dekrti Presiden 5 Juli 1959, UUD 1945 dinyatakan berlaku lagi dan
UUDS 1950, dinyatakan berakhir.
Dekrit Presiden memuat ketentuan pokok yang meliputi :
Menetapkan pembubaran konstituante
Menetapkan UUD 1945 berlaku kembali bagi segenap bangsa Indonesia
Pembentukan MPRS dan DPAS dalam waktu singkat.
Presiden Soekarno mengatakan bahwa kata terpimpin itu artinya dipimpin oleh
seorang pemimpin atau panglima besar revolusi. Praktik sistem politik demokrasi
terpimpin diwujudkan dalam kedudukan politik lembaga-lembaga negara. Menurut UUD
1945 kedudukan presiden ada di bawah MPR, namun dalam kenyataan tunduk pada
presiden. Presiden menentukan apa yang harus diputuskan oleh MPR. Hal ini
menggambarkan bahwa presiden bisa berbuat apa saja terhadap lembaga tinggi negara
tersebut.
Bukti lain tentang adanya demokrasi terpimpin yang berpusat pada presiden adalah
pengangkatan presiden Soekarno menjadi presiden seumur hidup dalam sidang umum
MPRS tahun 1963. presiden juga mengusulkan adanya prinsip Nasakom (nasionalis,
agama dan komunis)
c. Demokrasi Pancasila pada masa Orde Baru (1966 1998)
Demokrasi konstitusional atau Demokrasi Pancasila yang berdasarkan Pancasila dan
UUD 1945; ini ditandai dengan memperbaiki kondisi rakyat Indonesia. Pemerintahan
orde baru mengedepankan ekonomi sebagai alat komunikasi dengan rakyat
merencanakan, dan melakukan program pembangunan ekonomi segala di bidang untuk
memperbaiki keadaan bangsa Indonesia.
Sampai dengan tahun 1970-an, proses pembangunan di Indonesia masih berada dibawah
koridor Pancasila dan UUD 1945. Namun, era 1980-an dan 1990-an terjadi kesenjangan
ekonomi antara pusat dan daerah sehingga tingkat kesejahteraan tidak merata serta
semakin meraja lelanya budaya Korupsi, Kolusi dan Nepotiseme (KKN) dalam tubuh
pemerintahan. Posisi MPR menyerupai pada jaman demokrasi Terpimpin yang berada di
bawah kendali presiden Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun. Puncak kekuasaan
ORBA berakhir tepatnya pada waktu Presiden Soeharto mengundurkan diri tanggal 21
Mei 1998
d. Demokrasi Era reformasi
Presiden Soeharto mengundurkan diri karena tidak adanya lagi kepercayaan dalam
masyarakat serta menghadapi krisis Moneter dan ekonomi yang berkepanjangan. Setelah itu
untuk pertama kalinya Negara Indonesia mengadakan Pemilu pertama kali setelah memasuki
era Reformasi yaitu pada tanggal 7 Juni 1999 yang diikuti oleh 48 partai yang kemudian
melahirkan 5 partai politik besar diantarnya adalah; PDIP, GOLKAR, PKB, PAN, PBB. Pada
saat itu yang menjadi presiden adalah K. H. abdurahman Wahid dan wakilnya adalah
Megawati Soekarno Putri. Rakyat Indonesia menginginkan supaya dilaksanakan Reformasi
total di segala bidang.
Agenda utama adalah ;
a) pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme
b) kebebasan menyampaikan pendapat
c) penegakan Hukum dan jaminan pelaksanaan HAM
Akibat tindakan presiden pada masa itu yang kontraproduktif terthadap agenda Reformasi
akhirnya Gus Dur pun harus turun dari kepresidenannya karena di guncang isu Buloggate.
MPR dan DPR pun bersidang lagi untuk mengadakan pemilihan Presiden dan Wakil presiden
pada 23 Juli 2001, hasilnya Megawati sebagai presiden dan wakilnya Hamzah Haz periode
2001-2004

E. Prilaku budaya demokrasi dalam kehidupan sehari-hari


Perilaku demokrasi yang perlu dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari adalah hal-hal sebagai
beriukut:
1. Menjunjung tinggi persamaann
Menjujung tinggi persamaan mengandung makna bahwa kita mau berbagi dan terbuka
menerima perbedaan pendapat, kritik dan saran dari orang lain.
2. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban
Setiap manusia menerima fitra hak asasi dari Tuhan Yang Maha Esa berupa hak hidup,hak
kebebasan, dan hak untuk memiliki sesuatu. Dalam kehidupan barmasyrakat, ada batas-batas
yang harus dihormati bersama berupa hak-hak yang dimiliki orang lain sebagai batasan norma
yang berlaku dan dipatuhi.
3. Membudayakan sikap bijik dan adil
Bijak dan adil adalah perbuatan yang benar-benar dilakukan dengan penuh perhitungan,
mawas diri, mau memahami apa yang dilaklukan orang lain dan proporsional (tidak berat
sebelah). Masyrakat kita perlu mengembangkan budaya bijak dan adil.
4. Membiasakan musywarah dan mufakat dalam mengambil keputusan
Musyawara mufakat merupakan salah satu nilai dasar budaya bangsa indonesia. Keputusan
denagan musywarah mufakat dan akan menghasikan keputusan yang mampu memuaskan
banyak pihak, sehingga dapat terhindar dari konflik-konflik vertikal maupun horizintal.
5. mengutamakan persatuan dan kesatuan nasional
Dalam kehidupan bermasyrakat, berbangsa, dan bernegara, sikap hidup untuk lebih
mengutamakan kepentingan orang lain / umum dari kepentingan pribadi sangat penting untuk
ditumbuhkan. Kesadaran setiap warga negara untuk mengutamakan persatuan dan kesatauan
dan wujud rasa cinta dan bangga terhadap bangsa dan negara.
Bab 3
Keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
Standar kompetensi

3. Sikap Keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara


a. Pengertian Keterbukaan dan Keadilan
1. Keterbukaan
Keterbukaan merupakan perwujudan sikap jujur, renda hati adil, serta mau menerima
pendapat dan kritikm dari orang lain.Yang dimaksud dengan keterbukaan adalah suatu sikap
dan perilaku terbuka dari individu dalam beraktivitas.
2. Keadilan
adil ,mempunyai arti kejujuran, kelurusan, dan keikhalasan yang tidak berat sebelah.
1) Aristoteles
Keadlan adalah kelayakan dalam tindakan manusia.
2) Plato
3) Thomas Hobbes

kompetensi dasar
3.1 mendeskripsikan pengertian dan pentingnya Keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara
3.2 menganalisis dampak pemerintahan yang tidak transparan
3.3 menunjukkan Keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

A. pendahuluan
Dewasa ini hampir semua negara di dunia menamakan sistem politiknya dengan siostem politik
Demokrasi .
B. pentingnya Keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
C. dampak pemerintahan yang tidak transparan
D. sikap Keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara