Anda di halaman 1dari 3

MAKALAH

ETIKOLEGAL DALAM PRAKTEK PELAYANAN KEBIDANAN


1. Konsep etika moral dalam memberikan pelayanan kebidanan
a. Pengertian etika, etiket, moral dan hokum
b. Sistematika etika
1) Etika umum
2) Etika social/ profesi
c. Fungsi etika dan moralitas dalam pelayanan kebidanan
1) Sumber etika
2) Hak dan kewenangan dan tanggung jawab
2. Kode etik profesi bidan
3. Aspek hukum, disiplin hukum dan peristilahan hokum
a. Pengertian hukum keterkaitannya dengan moral dan etika
b. Disiplin hukum
c. Macam-macam hukum

Oleh :
1. JUNAYA
2. LELY SURIANI
3. SUSTI HARNELI
4. VITA ROSMITA
5. DESMA NENGSI

DOSEN : SERILAILA, SKM, MPH

POLTEKKES KEMENKES BENGKULU


TAHUN AKADEMIK 2017-2018

0
TUGAS HUMANIORA
Coba Anda jelaskan hubungan humaniora dengan paradigma Anda sebagai
seorang bidan.

Jawab
Humaniora merupakan ilmu yang bersentuhan dengan nilai-nilai kemanusian,
memperlakukan manusia secara manusiawi. Humaniora mempelajari tentang perasaan
dan perilaku manusia sebagai orang yang berbudi luhur dan sifat-sifat luhur yang
melekat dengannya.
Ilmu kebidanan dan humaniora merupakan 2 ilmu berbeda namun memiliki
hubungan yang saling melengkapi. Pelayanan kebidanan tanpa dilandasi konsep
humaniora bisa dikategorikan tindak kriminal karena baik secara langsung maupun
tidak langsung, tindakan tidak manusiawi tersebut akan merampas hak klien sebagai
pengguna layanaan kebidanan. Hal ini tentunya merugikan bagi pengguna jasa maupun
pelaksana pelayanan dalam hal ini adalah bidan. Bagi bidan yang tidak menerapkan
ilmu humaniora bisa dikatakan telah melanggar kode etiknya dan kepadanya diberikan
sanksi yang tegas atas kelalaian yang dibuat baik sengaja maupun tidak disengaja.
Dalam melaksanakan pelayanan kebidanan kepada masyarakat bidan harus
melandasinya dengan sifat humaniora, dimana klien diperlakukan secara manusiawi
dengan memperhatikan hak-hak pasien serta kebutuhannya. Hal ini berlaku dalam
pelayanan kebidanan normal maupun dalam keadaan darurat. Bidan harus mampu
menolong pasien yang dalam kondisi darurat. Beberapa alasannya adalah karena bidan
merupakan ujung tombak pelayanan kesehatn di masyarakat yang mana berhadapan
langsung dengan masyarakat itu sendiri. Bidan seringkali dianggap sebagai seseorang
yang tau segala hal, mampu mengobati banyak penyakit baik yang berhubungan dengan
kebidanan maupun masalah kesehatan secara umum. Selain itu, kontak pertama antara
pasien dengan tenaga kesehatan seringkali melibatkan bidan terlebih dahulu, baik itu
dalam kondisi darurat maupun tidak. Beragam kasus yang mungkin sekali ditemui
dalam kondisi kedaruratan tersebut, sementara cakupan wewenang bidan terbatas pada
diagnosa tertentu saja. Hal ini bukan berarti bidan lepas tangan saja bila menjumpai
kasus yang tidak sesuai wewenangnya karena dialah yang paling dekat dnegan
masyarakat. Oleh karena itu, hendaknya bidan meningkatkan pengetahuan dan

1
keterampilannya, supaya mampu menangani kedaruratan yang kemungkinan dapat
ditemui, setidaknya pertolongan pertama sebelum mencapai pelayanan kesehatan yang
memadai.

Contoh Kasus
Pasien tidak mau dirujuk, padahal bidan tidak mampu melakukan pelayanan
tersebut.
Maka sikap humanis yang harus dibangun adalah sebagai berikut : Kepercayaan
adalah modal utama seorang petugas kesehatan bisa diterima ditengah masyarakat.
Kerja sama yang baik antara petugas kesehatan dlam hal ini bidan dengan masyarakat
sebagai klien terlahir dari kepercayaan yang kuat antara klien terhadap bidan. Untuk itu
perlu upaya yang harus dilakukan bidan dalam rangka meningkatkan kepercayaan
masyarakat terhadapnya.
Salah satunya adalah menjalin komunikasi yang baik. Ada banyak faktor yang
menyebabkan pasien tidak mau dirujuk, namun kebanyakan masalhanya terletak pada
pengetahuan dan sudut pandang mereka yang kurang mendukung terhadap pengambilan
keputusan yang tepat. Sudah menjadi tugas seorang bidan untuk mengkomunikasikan
sebaik mungkin tentang informasi-informasi yang perlu klien dan keluarganya tahu,
supaya pandangan mereka terbuka.berikan penjelasan kepada pasien bahwa kondisinya
kini memerlukan penanganan yang lebih lanjut dan kita sebagai bidan tidak dapat/tidak
berwenang melakukan tindakan tersebut. Jelaskan kepada pasien tentang faktor resiko
yang dapat terjadi bila pasien tidak segera dirujuk.
Bukan hanya meningkatkan pengetahuan mereka, bidan sebagai komponen sosial
di masyarakat juga harus bisa menunjukkan empatinya di hadapan anggota keluarga,
sehingga tercermin bahwa keputusan yang dia ambil semata-mata memang untu
kepentinggan klien. Perlunya menjalin kerja sama yang baik dengan tokoh masyarakat
ataupun pejabat desa memang kerap membantu apalagi pada kasus pasien yang tidak
mau dirujuk. Ketika bidan sudah benar-benar tidak sanggup untuk meyakinkan kliennya
untuk dirujuk, mungkin pilihan yang paling mungkin adalah meminta bantuan tokoh
masyarakat untuk membantu mengkomunikasikan kepada keluarga.
Jika semua upaya sudah dilakukan, namun keputusan tetap tidak mau dirujuk,
sesuai prosedur bidan harus menyiapkan informed consent berupa penolakan dilakukan
tindakan.