Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKONSERVASI (BIO4012)

GENETIC HEAT INDEX

Kelompok 6: Ummi Kurnia Putri (1510422020), Sri Devi (1510422018), Putri Arif Rezda (1510422020), Melita
sari (1510422026), Yolandhea Firdanasari (1510424015), Surya Fajri Abdul Hakim (1510424018)

Laboratorium Teaching 4, Jurusan Biologi, FMIPA Universitas Andalas

PENDAHULUAN
Indonesia menduduki posisi yang penting dalam peta keanekaragaman hayati dunia karena termasuk dalam
sepuluh Negara dengan kekayaan keanekaragaman hayati tertinggi (Primack etal, 1998). Keanekaragaman
hayati Indonesia mengalami erosi yang tinggi, yang apabila tidak segera dihentikan akan merosot terus menerus.
Sekitar 20-70 persen habitat asli telah lenyap (Bappenas, 1993).Walaupun sulit dipastikan, diperkirakan satu
spesies punah setiap harinya (KLH, 1997) Sementara penyusutan keanekaragaman genetik, terutama di spesies
liar, belum terdokumentasi dengan baik padahal sumber daya genetic yang ada belum dimanfaatkan secara
optimal untuk kesejahteraan rakyat.
Kawasan hutan yang memiliki konsentrasi spesies-spesies jarang dan hampir punah yang nyata jelas
menjadi prioritas utama didalampengelolaan dan perlindungan kawasan sensitif dibanding dengan kawasan
hutan ini secara otomatis akan menambah tekanan pada spesies yang terdapat di dalamnya seperti hilangnya
habitat, poaching, dan padat. Spesies endemik adalah spesies yang terbatas pada kawasan geografi tertentu yang
mungkin besar atau kecil. Kawasan hutan Indonesia secara luas dikenal sebagai pusat endemisme. Banyak
spesies endemik terbatas pada kepulauan tertentu atau sekelompok pulau tertentu (Rainforest Alliance dan
ProForest, 2003).
Genetic Heat Index (GHI) merupakan salah satu metoda untuk menentukan indeks berdasarkan
kontribusi relatif pada komunitas dari spesies-spesies yang ada di suatu kawasan (Wilson, 2000). Metoda ini
digunakan untuk manajemen dan menginformasikan kepada publik tentang status perlindungan pada
biodiversitas suatu spesies yang status tersebut digolongkan pada kategori warna yang menyatakan kondisi
perlindungannya.Yaitu warna hitam, emas, biru dan hijau yang masing-masing warna menyatakan status yang
berbeda-beda.Warna hitam menyatakan status spesies sedang terancam punah, hampir punah, atau endemik
lokal.Warna emas menyatakan status regional endemik.Warna biru menyatakan spesies tersebar luas, namun
secara lokal tidak umum. Dan warna hijau menyatakan status spesies tersebut keberadaannya masih bias
ditemukan dimana saja (Menon et al. 2001).
Praktikum Genetic Heat Index (GHI) ini bertujuan untuk menunjukkan nilai konservasi kualitatif suatu
kawasan. Untuk menentukan nilai GHI pada suatu daerah, data dari spesies di daerah tersebut dan telah
ditentukan status perlindungannya akan diolah kedalam rumus GHI. Rumus untuk mencari nilai GHI yakni
27xHitam + 9xEmas + 3xBiru kemudian dibagi dengan jumlah seluruh spesies daerah tersebut.Dengan nilai
GHI tersebut dapat ditentukan apakah daerah tersebut memerlukan perhatian untuk dikonservasi atau harus
diprioritaskan untuk dikonservasi, seberapa ancaman kepunahan didaerah tersebut.

CARA KERJA
Praktikum mengenai Genetic Heat Index ini dilaksanakan pada hari Rabu, 13 September 2017 di Laboratorium
Teaching 1, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas, Padang.
Metoda yang digunakan yaitu GHI dengan mengelompokkan berdasarkan status perlindungannya pada IUCN,
CITES, dan PP. Alat dan bahan yang digunakan adalah alat tulis, data dasar (list spesies suatu daerah dari skripsi
dalam Tugas Akhir mahasiswa biologi terdahulu), dan Data status spesies berdasarkan CITES, IUCN dan
UU/PP Republik Indonesia.
Cara kerja yang dilakukan untuk praktikum ini adalah data dasar tentang kekayaan jenis burung dari
delapan judul skripsi mahasiswa biologi terdahulu. List semua jenis-jenis atau taksa yang telah diidentifikasi
berdasarkan status perlindungannya. Gunakan panduan status yang telah ditetapkan dalam CITES, IUCN serta
UU/PP Republik dan masukkan kedalam tabel yang telah ditentukan aturannya. Jika ada satu jenis yang
mempunyai dua status secara bersamaan, ambil status dengan nilai perlindungan tertinggi. Hitung jumlah
spesies di masing-masing status, lalu masukkan ke dalam rumus perhitungan Genetic Heat Index.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Tabel 1. Tabel Genetic High Index (GHI) di Berbagai Daerah
NAMA DAERAH GHI
Hutan Pendidikan dan Penelitian Biologi, Universitas Andalas 4,8
Gunung Singgalang, Sumatera Barat 7,5
Taman Hutan Raya, Solok 355,6
Rimbo Panti, Pasaman Barat 3,1
Gunung Tandikat, Sumatera Barat 3,24
Gunung Talang, Sumatera Barat 3,2
Gunung Kerinci, Jambi 10
Hutan Desa Sipisang, Pariaman 4,14

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan maka didapatkan hasil seperti tabel diatas yaitu hasil dari
perhitungan mencari nilai GHI (Grenetic Heat Index) dari 8 skripsi mahasiswa biologi terdahulu dengan daerah
yang berbeda dapat dilihat bahwa nilai GHI tertinggi terdapat pada daerah Taman Hutan Raya, Kab. Solok yaitu
355,6 sedangkan nilai GHI terendah terdapat pada daerah Rimbo Panti, Pasaman Barat yaitu 3,1. Daerah yang
mempunyai nilai GHI tertinggi memiliki banyak spesies yag terancam punah dan harus diperhatikan oleh
pemerintah untuk mengelola biodiversitas didaerah tersebut.
Taman Hutan Raya (Tahura) Bung Hatta merupakan suatu kawasan cagar alam hutan primer Sumatera
Barat, seluas 70.000 Ha, yang berfungsi melestarikan plasma nutfah, perlindungan sumber daya alam ,
pendidikan dan penelitian, pembinaan cinta alam, dan sekaligus sebagai tempat rekreasi dan merupakan bagian
dari Taman Nasional Kerinci Seblat. Secara umum kawasan ini merupakan kawasan pegunumgam dan
perbukitan yang berada pada ketinggian 300-700 mdplserta merupakan bagian dari jajaran Bukit Barisan yang
membentang dari utara keselatan. Dari tabel tabel diatas diketahui bahwa Tahura memiliki nilai Genetic Heat
Index (GHI) yang paling tinggi diantara delapan judul skripsi yang diteliti, yaitu sebesar 355,6.
Taman wisata alam Rimbo Panti merupakan salah satu objek wisata yang ada di Kabupaten Pasaman,
Provinsi Sumatera Barat. Kabupaten Pasaman merupakan salah satu kabupaten yang dilalui garis katulistiwa.
Taman wisata alam Rimbo Panti dikelola dengan baik oleh Balai Konservasi Sumberdaya Alam Sumatera Barat
bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman dalam hal ini Dinas Perhubungan dan Pariwisata
Kabupaten Pasaman. Dari tabel diatas didapatkan bahwa nilai Genetic Heat Index (GHI) di Rimbo Panti
Pasaman sanagat Rendah, yaitu sebesar 3,1 dari skripsi yang lainnya.

KESIMPULAN
Dari hasil praktikum yang telah dilakukan maka didapatkanlah kesimpulan bahwa dari perhitungan nilai GHI
yang tertinggi dari delapan judul skripsi biologi pada daerah yang berbeda yaitu di daerah Taman Hutan Raya
(Tahura) Bung Hatta memiliki nilai Genetic Heat Index (GHI) yang paling tinggi. Artinya spesies-spesies
khususnya burung endemik tidak banyak lagi ditemukan di kawasan tersebut. Hal tersebut dikarenakan kondisi
alam yang telah berubah yang menyebabkan banyaknya hewan endemic yang tingkat kepunahannya tinggi.
Sedangkan pada kawasan Taman wisata alam Rimbo Panti memiliki nilai Genetic Heat Index (GHI) yang sangat
Rendah. Artinya tingkat keanekaragaman hayati untuk spesies burung khususnya masih baik dan terjaga.

DAFTAR PUSTAKA
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, 1993, Biodiversity Action Plan for Indonesia. Jakarta:
BAPPENAS.
Kementrian Lingkungan Hidup. 1997. Agenda 21 Indonesia: A National Strategy for Sustainable Development,
Jakarta, KLH dan UNDP.
Menon, S.; Pontius, J.R .R.G.; Rose, J.; Khan, M.L. and Bawa, B.S. 2001. Identifying conservation priority
areas in the tropics;
Primack, R. B. 1998. Biologi Konservasi. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta
Rainforest Alliance dan ProForest. 2003. Mengidentifikasi, Mengelola, dan Memantau Hutan Dengan Nilai
Konservasi Tinggi: Sebuah Toolkit untuk Pengelolaan Hutan dan Pihak-pihak Terkait Lainnya.
http://www.rainforest-alliance.org/foresty/documents/indotoolkit_indo.pdf diakses pada 11 September 2017.
Wilson, E.O. 2000. A global biodiversity map. Science 29: 2279
LAMPIRAN

Tabel index jenis-jenis burung di Gunung Talang, Sumatera Barat

Kelas Bobot Jumlah Index


Hitam 27 1 27
Emas 9 20 180
Biru 3 1 3
Hijau 0 43 0

GHI

GHI