Anda di halaman 1dari 5

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Masalah dalam keluarga akan timbul bila status kesehatan salah satu anggota keluarga
terganggu. Pengetahuan keluarga tentang informasi mengenal suatu penyakit yang diderita oleh
pihak keluarga sangatlah penting diketahui demi tindakan pertama yang akan diambil oleh pihak
keluarga yaitu orang tua. Dalam mengambil keputusan yang tepat menangani suatu penyakit
tersebut. Oleh karena itu status kesehatan keluarga sangat penting dijaga oleh setiap anggota
keluarga, untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat pada umumnya, dan keluarga pada
khususnya.
Salah satu penyakit yang sering diderita oleh keluarga ekonomi menengah kebawah adalah
Gastritis, menunjukan kurangnya pengetahuan pihak keluarga mengenai pengaturan kesehatan
dalam hal ini pola makan yang tidak teratur dan ketidakmampuan pihak keluarga dalam
menyediakan makanan yang bergizi, oleh karena status ekonomi keluarga yang tidak mampu
menjangkau harga harga bahan pokok makanan.

Gastritis merupakan inflamasi dari mukosa lambung. Helicobacter pylori, obat-obatan,


alkohol merupakan penyebab dari gastritis. Perjalanan penyakit gastritis ini terjadi akibat terdapat
gangguan keseimbangan faktor agresif dan difensif yang berperan dalam menimbulkan lesi pada
mukosa lambung..
Menurut data dari World Health Organization (WHO) bahwa Indonesia mendapat urutan
yang ke empat banyaknya jumlah penderita gastritis setelah Negara Amerika, Inggris dan
Bangladesh yaitu berjumlah 430 juta penderita gastritis (Depkes RI, 2004). Di negara- negara Asia,
Indonesia mendapat urutan ke tiga setelah Negara India dan Thailand yaitu berjumlah 123 ribu
penderita. Sedangkan di Indonesia sendiri kota yang penduduknya paling banyak menderita
penyakit gastritis adalah Kota Jakarta yaitu 25 ribu penduduk. Pemicu dari penyakit gastritis di
Ibu Kota Jakarta yaitu dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang padat dan berpotensi gila kerja
sehingga mengakibatkan makan menjadi tidak teratur dan banyak menderita penyakit gastritis ini
(Profil Dinkes, 2004).
Gastritis tidak dapat kita anggap remeh, karena gastritis yang tidak diobati dapat
mengakibatkan tukak lambung, pendarahan lambung, bahkan kanker lambung, seperti dituturkan
oleh Prof.Majumdar, (2011). Dan wanita hendaknya lebih waspada, karena 60% dari penderita
maag adalah wanita. Penyebabnya antara lain wanita lebih tertutup dan mudah mengalami stress,
memiliki kebiasaan makan tidak teratur, dan sering melakukan diet. (Syam 2011)
Sedangkan di Indonesia sendiri kota yang penduduknya paling banyak menderita penyakit
gastritis adalah Kota Jakarta yaitu 25 ribu penduduk. Pemicu dari penyakit gastritis di Ibu Kota
Jakarta yaitu dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang padat dan berpotensi gila kerja sehingga
mengakibatkan makan menjadi tidak teratur dan banyak menderita penyakit gastritis ini (Profil
Dinkes, 2004).

Penanganan secara tepat penyakit gastritis harus di waspadai lebih dini dengan hidup sehat dengan
cara : Makan secara benar, Hindari alkohol, Jangan merokok, Lakukan olah raga secara teratur,
Kendalikan stress, Ganti obat penghilang nyeri, Ikuti rekomendasi dokter. Bila langkah - langkah
diatas telah dilakukan penyakit gastritis maagakan jauh dari anggota keluarga anda. Dengan
menerapkan Asuhan Keperawatan pada keluarga dengan tujuan terjadi peningkatan pengetahuan
kesehatan keluarga NyS di harapkan peningkatan ststus kesehatan keluarga bertambah.

Karena banyaknya kunjungan penderita gastritis di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Karang dari
tahun ke tahun sehingga penulis tertarik untuk melakukan studi kasus tentang Asuhan
Keperawatan Keluarga NySDengan Salah Satu Anggota Keluarga Menderita Penyakit Gastritis.

1.2 Rumusan Masalah

Penanganan secara tepat penyakit gastritis harus di waspadai lebih dini dengan hidup sehat
dengan cara : Makan secara benar, Hindari alkohol, Jangan merokok, Lakukan olah raga secara
teratur, Kendalikan stress, Ganti obat penghilang nyeri, Ikuti rekomendasi dokter. Bila langkah -
langkah diatas telah dilakukan penyakit gastritis maagakan jauh dari anggota keluarga anda.
Dengan menerapkan Asuhan Keperawatan pada keluarga dengan tujuan terjadi peningkatan
pengetahuan kesehatan keluarga NY S di harapkan peningkatan ststus kesehatan keluarga
bertambah.
Karena banyaknya kunjungan penderita gastritis di wilayah kerja Puskesmas Kalanganyar
dari tahun ke tahun sehingga penulis tertarik untuk melakukan studi kasus tentang Asuhan
Keperawatan Keluarga NY S Dengan Salah Satu Anggota Keluarga Menderita Penyakit
Gastritis.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian tersebut diatas maka permasalahan yang dapat dirumuskan adalah
sebagai berikut Bagaimana Asuhan Keperawatan Keluarga NY S Dengan Salah Satu Anggota
Keluarga Menderita Gastritis diwilayah kerja Puskesmas Tanjung Karang?.
1. Tujuan Penulisan

a. Tujuan Umum
Diharapkan penulis mampu melaksanakan asuhan keperawatan keluarga
dengan salah satu anggota keluarga menderita penyakit Gastritis dengan penerapan
langsung praktek keperawatan sebagai metode pemecahan masalah.

b. Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus dari penulisan proposal tersebut agar penulis mampu :
1. Melakukan pengkajian pada keluarga dengan salah satu anggota
keluarga menderita Gastritis.
2. Merumuskan diagnosa keperawatan pada keluarga dengan salah satu
anggota keluarga menderita Gastritis.
3. Menyusun rencana tindakan pada keluarga dengan salah satu anggota
keluarga menderita Gastritis.
4. Melaksanakan tindakan keperawatan pada keluarga dengan salah satu
anggotra keluarga menderita Gastritis.
5. Melaksanakan evaluasi keperawatan pada keluarga dengan salah satu
anggota keluarga menderita Gastritis.
6. Melakukan dokumentasi asuhan keperawatan keluarga dengan salah satu
anggota keluarga menderita Gastritis.

c. Manfaat Penulisan
1. Teoritis
Dapat dijadikan sebagai bahan pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan
dengan faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit Gastritis.
2. Praktis
Dapat menambah pengetahuan dan wawasan dalam memberikan asuhan
keperawatan pada keluarga dengan diagnosa medis Gastritis.
3. Rumah Sakit
Dapat meningkatan Mutu Asuhan Keperawatan keluarga pada klien terutama
untuk mencapai derajaat kesehatan masyarakat yang optimal.
4. Keluarga
Dapat menjadikan keluarga yang sadar gizi seimbang dengan pentingnya
berprilaku sehat dan menjaga ststus kesehatan semua anggota keluarga dan
mengetahui guna menggunakan fasilitas kesehatan dan sarana kesehatan yang
ada
5. Masyarakat
Dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi masyarakat dalam upaya
meningkatkan prilaku hidup sehat yang bertanggung jawab bagi masyarakat
dengan tujuan untuk mengetahui masalah kesehatan melalui informasi yang
didapat dari studi kasus.
6. Insistusi Kesehatan
Memberikan masukan kapada instansi terkait bagaimana keadaan dan kejadian
penyakit gastritis di Rumah Sakit.
7. Penulis
Dapat menambah wawasan terhadap penulis tentang bagaimana memberikan
Asuhan Keperawatan keluarga pada klien dengan gangguan gstroentitinal
dengan kasus gastritis.

d. Metode pengumpulan data


Teknik pengumpulan data yang akan digunakan adalah sebagai berikut:
1. Wawancara
Mengumpulkan data dengan cara melakukan anamnesa langsung
kepada klien (auto anamnesa) dan wawancara dengan keluarga atau orang
lain yang mengetahui informasi informasi tentang klien (allo anamnesa).
2. Observasi
Observasi dilakukan dengan pemeriksaan fisik dan pengamatan
langsung pada keadaan umum klien. Pemeriksaan fisik dilakukan dengan
melalui semua panca indra yaitu inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi.
3. Studi dokumentasi
Studi dokumentasi dilakukan dengan cara mempelajari
status klien dokumen perawatan medic.
4. Studi kepustakaan
Dalam studi kepustakaan penulis menggunakan literatur atau
sumber buku yang ada kaitannya dengan permasalahan yag di bahas.

e. Sistematika penulisan
Proposal ini terdiri dari 2(dua) bab. Untuk mempermudah pembahasan ini,
maka penulisan pemberian gambaran singkat dari keseluruhan isi proposal ini yaitu:
BAB 1 : PENDAHULUAN
1.1 latar belakang
1.2 Rumusan masalah
1.3 Tujuan penelitian
1.4 Manfaat penelitian
1.5 Metode pengumpulan data
1.6 Sistematika penulisan
BAB 2: TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Konsep Dasar Teori
2.2 Konsep asuhan keperaatan