Anda di halaman 1dari 5

KELUARGA MUSLIM TELADAN

I. Arti Pernikahan dalam Islam

Pernikahan, bukan sekedar cara untuk melegalkan apa yang awalnya tidak dibolehkan oleh
agama, melainkan juga sebagai salah satu jalan untuk merealisasikan tujuan yang lebih
besar yang meliputi berbagai aspek kemayarakatan berdasarkan Islam yang akan
mempunyai pengaruh mendasar terhadap kaum muslimin dan eksistensi ummat Islam.
Karena melalui pernikahan inilah dibangun landasan masyarakat terkecil, yang menjadi awal
pembentukan masyarakat Islam.

Perhatian istimewa terhadap pembentukan keluarga tercermin dalam beberapa hal, yaitu:

Pertama, Al-Quran menjabarkan cukup terinci tentang pembentukan keluarga ini. Ayat-ayat
tentang pembinaan keluarga termasuk paling banyak jumlahnya dibandingkan dengan ayat-
ayat yang menjelaskan masalah lain. Al-Quran menjelaskan tentang keutamaan menikah,
perintah menikah, pergaulan suami-istri, menyusui anak, dan sebagainya.

Kedua, sejak dini As-Sunah telah mengajarkan takwinul usrah yang shalihah dengan cara
memilih calon mempelai yang shalihah. Rasulullah saw. bersabda, Pilihlah tempat untuk
menanam benihmu karena sesungguhnya tabiat seseorang bisa menurun ke anak.

II. Visi keluarga kita:

Tidak ada satu pun anggota keluarga tersentuh api neraka




III. Misi keluarga kita:

1. (
Mencapai derajat takwa yang sebenarnya )
2. Memperoleh hidup mulia atau mati syahid ) (

IV. Fungsi Keluarga dalam Islam


Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat, perlu diberdayakan fungsinya agar
dapat mensejahterakan ummat secara keseluruhan. Dalam Islam fungsi keluarga meliputi :

A. Penerus Misi Ummat Islam

Nikah-lah kalian, sesungguhnya aku bangga dengan jumlah kalian dari ummat lainnya, dan
janganlah kalian berfaham seperti rahib nashrani HR. Baihaqi dari hadits Abi Amanah RA

B. Perlindungan Terhadap Akhlaq

Wahai pemuda! Siapa di antara kalian berkemampuan maka menikahlah. Karena nikah
lebih melindungi mata dan farji, dan barang siapa yang tidak mampu maka hendaklah
shoum, karena shoum itu baginya adalah penenang ( HR.AL-Khosah dari Abdullah bin
Masud ).

C. Wahana Pembentukan Generasi Islam

D. Memelihara Status Sosial dan Ekonomi


E. Menjaga Kesehatan

F. Memantapkan Spiritual (Ruhiyyah)

V. Ciri-ciri Rumah Tangga Muslim


1. Sendi bangunannya adalah ketakwaan kepada Allah swt. Takwa adalah sendi yang
kuat bangunan keluarga. Memilih suami/istri harus sesuai dengan arahan Rasulullah
saw., yaitu utamakan sisi agamanya.
2. Kebahagiaan rumah tangga bukanlah berdasarkan kesenangan materi saja, sebab
kebahagiaan sejati muncul dari dalam jiwa yang takwa kepada Allah swt. Bila
ketakwaan telah menjadi sendi utama, maka kekurangan materi menjadi ringan.
Ketakwaan yang ada di dalam dada pasangan suami-istri memunculkan tsiqah(rasa
saling percaya) dan akan melahirkan ketentraman serta ketentraman dalam
hubungan suami-istri. Hubungan antara anggota keluarga akan terasa indah karena
semua sadar akan tanggung jawab dan hak-haknya.
3. Rumah yang dibangun untuk keluarga seharusnya sederhana dan mengutamakan
skala prioritas dengan mengurangi hal-hal yang tertier dan berlebihan.
4. Dalam makanan dan berpakaian, seorang muslim amat sederhana, menekankan
aspek kebersihan, dan menghindari dari yang haram, sikap berlebihan (israf), dan
bermewah-mewahan. Semua anggota keluarga dipacu untuk memperbanyak
berinfak dan bersedekah. Hindari syubhat, jauhi yang haram, itu moto mereka.
5. Anggaran rumah tangga dipenuhi dari rezeki yang halal dan baik. Sebab, daging
yang terbentuk dari daging haram akan dibakar oleh api neraka. Secara teknis perlu
ada kesepakatan antara suami-istri dalam menentukan besaran dan alokasi
anggaran rumah tangga. Yang jelas, pengeluaran tidak boleh melebihi penghasilan.
Cukupi diri dengan hal-hal yang dibutuhkan, bukan memperbanyak daftar keinginan.
6. Perhatikan hak-hak Allah swt. Tunaikan zakat, menabung untuk pergi haji, sediakan
kotak khusus untuk sedekah bagi kemaslahatan umat.

VI. Strategi untuk mencapai visi dan misi keluarga kita:


1. Setiap anggota keluarga mengikuti tarbiyah (pendidikan) dalam bentuk tilawah Al-
Quran, ada proses tazkiyah (pembersihan diri), dan taklim.
2. Setiap anggota keluarga menjalankan ibadah sampai derajat ihsan.
3. Setiap anggota keluarga berdakwah dan berjihad fii sabilillah.
4. Ada anggota keluarga yang menjadi pemimpin masyarakat (istikhlafu fiil ardhi).

VII. Arah kebijakan keluarga kita:


1. Semua anggota keluarga kita harus tertarbiyah.
2. Setiap anggota keluarga harus memiliki jadwal ibadah unggulan pribadi, baik secara
ritual maupun sosial.
3. Secara jamai (bersama-sama), keluarga harus punya jadwal ibadah unggulan, baik
ritual maupun sosial.
4. Harus memiliki agenda dakwah di dalam keluarga.
5. Harus memiliki agenda dakwah di untuk masyarakat sekitar.
6. Menghadirkan suasana keluarga yang mendukung tercapainya visi dan misi
keluarga.
7. Mendidik setiap anggota keluarga untuk mencapai kualitas keluarga sebagai
pemimpin umat.
8. Menyediakan sarana dan prasarana pendukung tercapainya visi dan misi keluarga.

Setelah arah dan kebijakan ditetapkan, perincilah ke dalam program dan kegiatan yang
aplikatif.

KISAH SEPASANG SUAMI ISTERI TELADAN

Rasulullah Suami Teladan


Rasulullah saw. sejak masa remaja sudah terkenal sebagai orang yang bersih dan berbudi
mulia. Ketika beliau menginjak usia 25 tahun menikahi Khadijah binti Khuwailid. Sejak saat
itulah beliau mengarungi kehidupan rumah tangga bahagia penuh ketentraman dan
ketenangan.
Rasulullah saw. amat menghormati wanita, lebih-lebih istrinya. Beliau bersabda, Tidaklah
orang yang memuliakan wanita kecuali orang yang mulia; dan tidaklah yang
menghinakannya kecuali orang yang hina.
Menghormati istri adalah kewajiban suami. Al-Quran berkali-kali memerintahkan agar
menghormati dan berbuat baik terhadap istri. Kita tidak mendapatkan kata-kata dalam Al-
Quran yang mengharuskan untuk berbuat baik dalam menggauli istri, baik dalam keadaan
marah atau tidak. Kecuali, ditekankan kewajiban berbuat maruf dan ihsan terhadap istri dan
dilarang menyakiti atau menyiksanya.
Pernah datang seorang wanita mengadu kepada Rasulullah saw. bahwa suaminya telah
memukulnya. Maka beliau berdiri seraya menolak perlakukan tersebut dengan bersabda,
Salah seorang dari kamu memukuli istrinya seperti memukul seorang budang, kemudian
setelah itu memeluknya kembali, apakah dia tidak merasa malu?
Ketika Rasuluallah saw. mengizinkah memukul istri dengan pukulan yang tidak
membahayakan, dan setelah diberi nasihat serta ancaman secukupnya, beliau didatangi 70
wanita dan mengadu bahwa mereka dipukuli suami. Rasulullah saw. berpidato seraya
berkata, Demi Allah, telah banyak wanita berdatangan kepada keluarga Muhammad untuk
mengadukan suaminya yang sering memukulnya. Demi Allah, mereka yang suka memukul
istri tidaklah aku dapatkan sebagai orang-orang yang terbaik di antara kamu sekalian.
Rasulullah saw. merupakan contoh indah dalam kehidupan rumah tangganya. Beliau sering
bercanda dan bergurau dengan istri-istrinya. Dalam satu riwayat beliau balapan lari dengan
Aisyah, terkadang beliau dikalahkan dan pada hari lain beliau menang. Beliau senantiasa
menegaskan pentingnya sikap lemah lembut dan penuh kasih sayang kepada istri. Kita
jumpai banyak hadits yang seirama dengan hadits berikut, Orang mukmin yang paling
sempurna adalah yang paling baik akhlaknya dan paling lembut pada keluarganya. Riwayat
lain, Sebaik-baik di antara kamu adalah yang paling baik pada keluarganya dan aku adalah
yang paling baik terhadap keluargaku.
Di antara yang menunjukkan keteladanan beliau dalam menghormati istri adalah
menampakkan sikap lembut, penuh kasih sayang, tidak mengkritik hal-hal yang tidak
berguna untuk dikritik, memaafkan kekeliruannya, dan memperbaiki kesalahannya dengan
lembut dan sabar. Bila ada waktu senggang beliau ikut membantu istrinya dalam
mengerjakan kwajiban rumah tanggannya.
Aisyah pernah ditanya tentang apa yang pernah dilakukan Rasulullah saw. di rumahnya,
beliau menjawab, Rasulullah mengerjakan tugas-tugas rumah tangga, dan bila datang
waktu shalat, dia pergi shalat.
Rasulullah saw. memiliki kelapangan dada dan sikap toleran terhadap istrinya. Bila istrinya
salah atau marah, beliau memahami betul jiwa seorang wanita yang sering emosional dan
berontak. Beliau memahami betul bahwa rumah tangga adalah tempat yang paling layak
dijadikan contoh bagi seorang muslim adalah rumah tangga yang penuh cinta dan
kebahagiaan. Kehidupan rumah tangga harus dipenuhi gelak tawa, kelapangan hati, dan
kebahagiaan agar tidak membosankan.
Bila terpaksa harus bertindak tegas, Rasulullah saw. melakukannanya dengan disertai
kelembutan dan kerelaan. Sikap keras dan tegas untuk mengobati keburukan dalam diri
wanita, sedangkan kelembutan dan kasih sayang untuk mengobati kelemahan dan
kelembutan dalam dirinya.
Khadijah Istri Teladan
Khadijah binti Khuwailid adalah seorang wanita bangsawan Quraisy yang kaya. Dia diberi
gelar wanita suci di masa jahiliyah, juga di masa Islam. Banyak pembesar Quraisy berupaya
meminangnya, tetapi ia selalu menolak. Ia pedagang yang sering menyuruh orang untuk
menjualkan barang dagangannya keluar kota Mekkah.
Ketika mendengar tentang kejujuran Muhammad saw., ia menyuruh pembantunya
mendatangi dan meminta Muhammad menjualkan barang dagangannya ke Syam bersama
budak lelaki bersama Maisyarah. Nabi Muhammad menerima permohonan itu dan
mendapatkan keuntungan besar dalam perjalanan pertama ini.
Setelah mendengar kejujuran dan kebaikan Muhammad, Khadijah tertarik dan meminta
kawannya, Nafisah binti Maniyyah, untuk meminangkan Muhammad. Beliau menerima
pinangan itu dan terjadilah pernikahan ketika beliau berusia 25 tahun sedangkan Khadijah
berusia 40 tahun.
Khadijah sebagai Ummul Mukminin telah menyiapkan rumah tangga yang nyaman bagi Nabi
Muhammad saw. Sebelum beliau diangkat menjadi Nabi dan membantunya ketika beliau
sering berkhalwat di Gua Hira. Khadijah adalah wanita pertama yang beriman ketika Nabi
mengajaknya masuk Islam. Khadijah adalah sebaik-baiknya wanita yang mendukung
Rasulullah saw. dalam melaksanakan dakwahnya, baik dengan jiwa, harta, maupun
keluarganya. Perikehidupannnya harum semerbak wangi, penuh kebajikan, dan jiwanya
sarat dengan kehalusan.
Rasulullah saw. pernha menyatakan dukungan ini dengan sabdanya, Khadijah beriman
kepadaku ketika orang-orang ingkar. Dia membenarkanku ketika orang-orang
mendustakanku. Dan dia menolongku dengan hartanya ketika orang-orang tidak memberiku
apa-apa. Allah mengaruniai aku anak darinya dan mengharamkan bagku anak dari
selainnya. (Imam Ahmad dalam kitab Musnad-nya)
Khadijah amat setia dan taat kepada suaminya, bergaul dengannya, siap mengorbankan
kesenangannya demi kesenangan suaminya, dan membesarkan hati suaminya di kala
merasa ketakutan setelah mendapatkan tugas kenabian. Ia gunakan jiwa dan semua
hartanya untuk mendukung Rasul dan kaum muslimin. Pantaslah kalau Khadijah dijadikan
sebagai istri teladan pendukung risalah dakwah Islam.
Khadijah mendampingi Rasulullah saw. selama seperempat abad. Berbuat baik di saat
Rasulullah gelisah. Menolong Rasulullah di waktu-waktu sulit. Membantu Rasulullah dalam
menyampaikan risalah dan ikut merasakan penderitaan pahit akibat tekanan dan boikot
orang-orang musyrik Quraisy. Khadijah menolong tugas suaminya sebagai Nabi dengan jiwa
dan hartanya.
Rasulullah saw. senantiasa menyebut-nyebut kebaikan Khadijah selam hidupnya sehingga
membuat Aisyah cemburu. Dengan ketaatan dan pengorbanan yang luar biasa itu,
pantaslah jika Allah swt. menyampaikan salam lewat malaikat Jibril kepada Khadijah. Jibril
datang kepada Nabi, lalu berkata, Wahai Rasulullah, ini Khadiah telah datang membawa
sebuah wadah berisi kuah, makanan dan minuman, apabila datang kepadamu sampaikan
salam dari Tuhannya dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di surga, terbuat
dari mutiara yang tiada suara gaduh di dalamnya dan tiada kepenatan. (Bukhari)
Itulah Khadijah, sosok seorang istri yang layak dijadikan teladan bagi wanita-wanita yang
mendukung keshalehan dan tugas dakwah suaminya.

Sumber:

http://www.dakwatuna.com/2008/11/1432/sepasang-suami-istri-teladan/
http://www.dakwatuna.com/2007/11/310/misi-keluarga-muslim/
http://www.dakwatuna.com/2008/08/903/pernikahan-sebagai-landasan-menuju-keluarga-
sakinah
http://www.dakwatuna.com/2007/11/310/misi-keluarga-muslim/