Anda di halaman 1dari 19

KONTRIBUSI PRAKSIS MAHASISWA DALAM MENGEMBANGKAN SIKAP

POSITIF TERHADAP NKRI

MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Pendidikan Kewarganegaraan
Yang dibina oleh Bapak Hanafi

oleh
Aris Sandy Setya Ananda

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS TEKNIK MESIN
JURUSAN S1 TEKNIK MESIN
6 MARET 2015

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah tugas
PKN ini sebatas pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki. Dan juga kami berterima
kasih pada Bapak Hanafi selaku Dosen mata kuliah PKN yang telah memberikan tugas
ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan kita mengenai pengertian, peranan mahasiswa, kontribusi
terhadap NKRI dan agen of change .Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam
tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang kami harapkan.
Untuk itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa
yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang
membangun.

Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun
orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan
kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang
membangun demi perbaikan di masa depan.

Malang, 6 Maret 2015

Penyusun,

2
Daftar isi

Kata pengantar ................................................................................................i


Daftar isi ............................................................................................................ii
Bab I pendahuluan ........................................................................................3
1.1 Latar belakang .........................................................................................3
1.2 Rumusan masalah ..................................................................................3
1.3 Tujuan penelitian ...................................................................................4

Bab II Pembahasan......................................... 5
2.1 Tri dharma perguruan tinggi........................................................... 5
2.2 Mahasiswa agen of change..................................................................6
2.3 Pedoman mahasiswa..............................................................................8
2.4 Kontribusi mahasiswa...........................................................................12

Bab IV Kesimpulan dan Saran ....................................................................17


A. Kesimpulan ..................................................................................................17
B. Saran ...............................................................................................................17
Daftar pustaka ..................................................................................................18

3
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Kaum muda Indonesia adalah masa depan bangsa. Oleh karena itu, setiap pemuda
Indonesia, baik yang masih berstatus sebagai pelajar, mahasiswa, ataupun yang sudah
menyelesaikan pendidikannya adalah aktor-aktor penting yang sangat diandalkan untuk
mewujudkan cita-cita pencerahan kehidupan bangsa kita di masa yang akan datang. The
founding leaders Indonesia telah meletakkan dasar-dasar dan tujuan kebangsaan
sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 1945.

Kita mendirikan negara Republik Indonesia untuk maksud melindungi segenap


bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa, dan untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Untuk mencapai cita-cita
tersebut, bangsa kita telah pula bersepakat membangun kemerdekaan kebangsaan dalam
susunan organisasi Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Negara Hukum yang bersifat
demokratis (democratische rechtsstaat) dan sebagai Negara Demokrasi konstitutional
(constitutional democracy) berdasarkan Pancasila.

Dalam upaya mewujudkan cita-cita itu, tentu banyak permasalahan, tantangan,


hambatan, rintangan, dan bahkan ancaman yang harus dihadapi. Masalah-masalah yang
harus kita hadapi itu beraneka ragam corak dan dimensinya. Banyak masalah yang timbul
sebagai warisan masa lalu, banyak pula masalah-masalah baru yang terjadi sekarang ataupun
yang akan datang dari masa depan kita.

Dalam makalah Kontribusi Praksis Pelajar (Mahasiswa) dalam Mengembangkan Sikap


Positif terhadap NKRI ini, pada dasarnya pengertian praksis adalah proses di mana suatu
teori, pelajaran, atau keterampilan yang berlaku atau dipraktekkan, diwujudkan dan disadari.
Atau dengan kata lain, kita melakukan suatu tindakan yang kemudian direfleksikan dan
setelah itu kita melakukan tindakan tersebut secara berulang-ulang. Praksis juga dapat
mengacu pada tindakan menarik, penerapan, latihan, menyadari, atau berlatih ide. Praksis
merupakan pengetahuan praktis dan dapat diterapkan pada perbuatan seseorang.

Maka dari itu, kita sebagai mahasiswa harus pandai mereformasi keadaan Bangsa dan
Negara menjadi lebih baik lagi dengan menentukan sikap dan perbuatan yang arif dan
bijaksana dan tepat mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

1.2 RUMUSAN MASALAH


Berdasarkan latar belakang di atas, dapat diperoleh rumusan masalah sebagai
berikut,
1. Apakah yang dimaksud dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi?
2. Bagaimana peranan Mahasiswa sebagai Agent of Change?
3. Apa pedoman mahasiswa dalam melakukan kontribusi praksis dalam
mengembangkan sikap positif terhadap NKRI?

4
4. Apa saja kontribusi yang telah diberikan pelajar atau mahasiswa sebagai
kontribusi penerus bangsa terhadap NKRI?

1.3 TUJUAN
Berdasarkan rumusan masalah di atas dapat diperoleh tujuan penulisan
makalah ini adalah sebagai berikut,
1. Untuk mengetahui arti dari Tri Dharma Perguruan Tinggi
2. Untuk mengetahui peranan Mahasiswa sebagai Agent of Change
3. Untuk mengetahui pedoman mahasiswa dalam melakukan kontribusi praksis
dalam mengembangkan sikap positif terhadap NKRI
4. Untuk mengetahui kontribusi yang telah diberikan pelajar atau mahasiswa
sebagai kontribusi penerus bangsa terhadap NKRI.

BAB 2

PEMBAHASAN

2.1 Tri Dharma Perguruan Tinggi

Salah satu visi dan misi perguruan tinggi Indonesia (kedinasan maupun
bukan) adalah mewujudkan TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI. Hakikat pembangunan
nasional adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan
masyarakat indonesia. Dengan memperhatikan perkembangan dunia yang begitu pesat,
maka pembentukan masyarakat Indonesia yang modernmenjadi tujuan utama dari
pembangunan nasional Indonesia. Pembangunan masyarakat modern ini akan
menyangkut perubahan-perubahan nilai-nilai Pancasila.

Manusia modern tersebut mempunyai ciri-ciri antara lain: lebih mudah


meneriam dan menyesuaikan diri kepada perubahan-perubahan, lebih ahli dalam
menyatakn pendapatnya, memiliki rasa tanggungb jawab, lebih berorientasi kemasa
depan, lebih mepunyai kesadaran mengenai waktu,organisasi, teknologi, dan ilmu
pengetahuan. Dalam kaitan pembentukan manusia modern itulah kita melihat betapa
pentingnya peranan perguruan tinggi sebagai jenjang tertinggi dalam system
pendidikan formal dinegara kita yang hendaknya dapat mengahsilkan tenag-tenaga ahli
dan dapat pula mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurut PP. No. 60 Th. 1999, tugas pokok perguruan tinggi yaitu,
1. Pendidikan
2. Penelitian
3. Pengabdian

Pendidikan merupakan sarana untuk meningkatkan kualitas intelektual


kita sebagai insan akademis, pendidikan tidaklah hanya duduk di kelas, absensi,
mendengarkan dosen, mengerjakan tugas-pulang, dan begitu seterusnya, kupu-kupu
5
alias kuliah pulang-kuliah pulang, mahasiswa haruslah menjadi (memiliki) pemikiran
selaiknya maha-nya Siswa, bukanlah dosen sentris, melainkan kita harus bergerak
sendiri menurut peraturan-peraturan yang ada tentunya, pendidikan pulalah yang
membentuk karakter kita, kualitas kita kelak berada di masyarakat tidak sedikit yang
dipengaruhi oleh cara kita dalam menempuh pendidikan, skill, attitude, character,
moral adalah add value dalam menempuh pendidikan, maka bersiaplah wahai
Mahasiswa untuk perbenturan kualitas bangsa dunia

Penelitian adalah kegiatan telaah akan suatu hal, baik teknologi, sains, art
dan bersifat objektif. Dalam melakukan penelitian dibutuhkan keaktifan, skill, dan
intelektualitas terutama dalam menyusun teori, hipotesis maupun metode untuk
penelitian tersebut. Wawasan, penetahuan, aktualisai dalam bentuk proposal penelitian
juga tidak sederhana, butuh waktu dan juga pemikiran yang bagus. Seorang peneliti
harus bersikap jujur dan berpegang teguh pada moral dan sikap ketuhanan mereka, jika
tidak, hasil penelitian tersebut dapat di jadikan sebagai ajang kontes percobaan yang
dapat berakibat buruk untuk umat.

Menurut mahatma gandhi ada 7 dosa solial, sains tanpa humanity


(penyalahguaan fungsi utama ex atom/nuklir), kaya raya tanpa kerja keras (korupsi),
peribadatan tanpa pengorbanan (hanya ritual) perniagaan tanpa moralitas (curang),
politik tanpa prinsip (berdasar kepentingan sejati), dan pendidikan tanpa karakter
(essensi pendidikan terabaikan).

Pengabdian kepada masyarakat merupakan tridarma akhir dari perguruan


tinggi, setelah kita belajar dan mengerti essensi pendidikan, kita harus menjadikan
ilmu yang kita miliki berguna bagi masyarakat sekitar terutama bangsa dan negara, kita
sebagai mahasiswa haru mengembangkan kemampuan kita berdasar karakteristik ilmu
pengetahuan yang kita pelajari, kita mesti kembangkan, karena ketika kita berbicara
sistem, inovasi dan gagasan-gagasan kreatif akan selalu bisa dimunculkan

2.2 Mahasiswa sebagai Agent of Change

Definisi mahasiswa diambil dari suku kata pembentuknya. Maha dan Siswa,
atau pelajar yang paling tinggi levelnya. Sebagai seorang pelajar tertinggi, tentu
mahasiswa sudah terpelajar, sebab mereka tinggal menyempurnakan pembelajarannya
hingga menjadi manusia terpelajar yang paripurna.

Apakah yang diharapkan dari seorang mahasiswa? Memang harapan ini


terbagi pada stratanya, yaitu untuk strata S1, seorang mahasiswa diharapkan mampu
memahami suatu konsep, dapat memetakan permasalahan dan memilih solusi terbaik
untuk permasalahan tersebut sesuai pemahaman mendalam konsep yang telah
dipelajari. Untuk strata S2, mahasiswa diharapkan mampu merumuskan sesuatu yang
berguna atau bernilai lebih untuk bidangnya. Sedangkan S3 diharapkan mampu
menyumbang ilmu baru bagi bidangnya.

Dari semua strata ada hal yang harus terus secara konsisten diperlihatkan
oleh mahasiswa, yaitu dalam menghadapi permasalahan, seorang mahasiswa harus
6
melakukan analisa terhadap masalah itu. Mencari bahan pendukung untuk lebih
memahami permasalahan tersebut. Kemudian memunculkan alternatif solusi dan
memilih satu solusi dengan pertimbangan yang matang. Dan pada akhirnya harus
mampu mempresentasikan solusi yang dipilih kepada orang lain untuk
mempertanggungjawabkan pemilihan solusi tersebut.

Mahasiswa adalah agen of chance dan agen of control, jelasnya, Mahasiswa


adalah ujung tombak masyarakat, sekaligus pemuda yang seharusnya memiliki
karakter dan idealisme yang bagus, kita belumlah masuk ke dalam lingkaraan birokrasi
pemerintah, kita masih bisa mengkritisi pemerintah sekaligus memberi solusi yang
menurut kita benar, dan bisa di pertanggung jawabkan.

Pemuda dan mahasiswa sama-sama diidentikkan dengan agent of change.


Kata-kata perubahan selalu menempel sebagai identitas para mahasiswa yang juga
dikenal sebagai kaum intelektualitas muda. Dari mahasiswalah ditumpukan besarnya
harapan, harapan untuk perubahan dan pembaharuan dalam berbagai bidang yang ada
di negeri ini. Tugasnya melaksanakan dan merealisasikan perubahan positif, sehingga
kemajuan di dalam sebuah negeri bisa tercapai dengan membanggakan.

Peran sentral perjuanganya sebagai kaum intelektualitas muda memberi


secercah sinar harapan untuk bisa memperbaiki dan memberi perubahan-perubahan
positif di negeri ini. Tidak dipungkiri, bahwa perubahan memang tidak bisa dipisahkan
dan telah menjadi sinkronisasi yang mendarah daging dari tubuh dan jiwa para
mahasiswa.

Dari mahasiswa dan pemudalah selaku pewaris peradaban munculnya


berbagai gerakan-gerakan perubahan positif yang luar biasa dalam lembar sejarah
kemajuan sebuah bangsa dan negara.

Sejarah telah menorehkan dengan tinta emas, bahwa pemuda khususnya


mahasiswa selalu berperan dalam perubahan di negeri kita, berbagai peristiwa besar di
dunia selalu identik dengan peran mahasiswa didalamnya.

Berawal dari gerakan organisasi mahasiswa Indonesia di tahun 1908, Boedi


Oetomo. Gerakan yang telah menetapkan tujuannya yaitu kemajuan yang selaras buat
negeri dan bangsa ini telah lahir dan mampu memberikan warna perubahan yang luar
biasa positif terhadap perkembangan gerakan kemahasiswaan untuk kemajuan bangsa
Indonesia.Gerakan kemahasiswaan lainnya pun terbentuk, Mohammad Hatta
mempelopori terbentuknya organisasi kemahasiwaan yang beranggotakan mahasiswa-
mahasiswa yang sedang belajar di Belanda yaitu Indische Vereeninging (yang
selanjutnya berubah menjadi Perhimpunan Indonesia). Kelahiran organisasi tersebut
membuka lembaran sejarah baru kaum terpelajar dan mahasiswa di garda depan
sebuah bangsa dengan misi utamanya menumbuhkan kesadaran kebangsaan dan hak-
hak kemanusiaan dikalangan rakyat Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan.

Gerakan mahasiswa tidak berhenti sampai disitu, gerakannya berkembang


semakin subur, angkatan 1928 yang dimotori oleh beberapa tokoh mahasiswa
diantaranya Soetomo (Indonesische Studie-club),Soekarno (Algemeene Studie-club),
hingga terbentuknya juga Persatuan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) yang merupakan

7
prototipe organisasi telah menghimpun seluruh gerakan mahasiswa ditahun 1928,
gerakan mahasiswa angkatan 1928 memunculkan sebuah idieologi dan semangat
persatuan dan kesatuan diseluruh pelosok Indonesia untuk meneriakkan dengan
lantang dan menyimpannya didalam jiwa seluruh komponen bangsa, kami putra putri
Indonesia mengaku bertumpah darah satu yaitu tumpah darah Indonesia, berbangsa
satu yaitu bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa satu yaitu bahasa Indonesia dan
hingga kini kita kenal sebagai sumpah pemuda.

Gerakan perjuangan mahasiswa sebagai kontrol pemerintahan dan kontrol


sosial terus tumbuh dan berkembang, hingga gerakan perjuangan mahasiswa sampai
pada terjadinya peristiwa 10 tahun yang lalu yaitu tragedi trisakti mei 1998.

Lagi-lagi mahasiswa menjadi garda terdepan didalam perubahan terhadap


negeri ini, gerakan perjuangan ini menuntut reformasi perubahan untuk mengganti
rezim orde baru yang korupsi, kolusi, dan nepotisme serta tidak berpihak kepada
rakyat dan memaksa turun presiden soeharto dari kursi kekuasaannya yang telah
digenggamnya selama hampir 32 tahun.

Gerakan perjuangan mahasiswa tidak semudah yang kita bayangkan,


perubahan ini harus dibayar mahal dengan meninggalnya empat mahasiswa universitas
trisakti oleh timah petugas aparat yang tidak mengharapkan perubahan itu terjadi.

Sejarah panjang gerakan mahasiswa merupakan salah satu bukti,


kontribusinya, eksistensinya, dan peran serta tanggung jawabnya mahasiswa dalam
memberikan perubahan dan memperjuangkan kepentingan rakyat.

Peran mahasiswa terhadap bangsa dan negeri ini bukan hanya duduk di
depan meja dan dengarkan dosen berbicara, akan tetapi mahasiswa juga mempunyai
berbagai perannya dalam melaksanakan perubahan untuk bangsa Indonesia, peran
tersebut adalah sebagai generasi penerus yang melanjutkan dan menyampaikan nilai-
nilai kebaikan pada suatu kaum, sebagai generasi pengganti yang menggantikan kaum
yang sudah rusak moral dan perilakunya, dan juga sebagai generasi pembaharu yang
memperbaiki dan memperbaharui kerusakan dan penyimpangan negatif yang ada pada
suatu kaum.

Peran ini senantiasa harus terus terjaga dan terpartri di dalam dada
mahasiswa Indonesia baik yang ada di dalam negeri maupun mahasiswa yang sedang
belajar di luar negeri. Apabila peran ini bisa dijadikan sebagai pegangan bagi seluruh
mahasiswa Indonesia, ruh perubahan itu tetap akan bisa terus bersemayam dalam
diri seluruh mahasiswa Indonesia.

Gerakan perjuangan Mahasiswa Indonesia tidak boleh berhenti sampai


kapanpun, gerakan perjuangan mahasiswa saat ini tidak hanya dengan bergerak
bersama-sama untuk berdemonstrasi dan berorasi dijalan-jalan saja, akan tetapi wahai
para agent of change, cobalah untuk bertindak bijak dengan intelektualisme,
idealisme, dan keberanian mu untuk bisa senantiasa menanamkan ruh perubahan yang
ada dalam dirimu untuk bisa memberi kebaikan dan berperan besar serta bertanggung
jawab untuk memberikan kemajuan bangsa dan Negara Indonesia, sehingga seperti
Hasan al Banna katakan goreskanlah catatan membanggakan bagi umat manusia.
8
2.3 Pedoman Mahasiswa dalam Melakukan Kontribusi Praksis dalam Mengembangkan
Sikap Positif terhadap NKRI

Mahasiswa merupakan generasi kelas menengah yang selalu hadir dalam


garda terdepan setiap perubahan penting dan mendasar di negeri ini. Mulai tahun
1908, lahirnya Boedi Oetomo telah melahirkan semangat perjuangan melawan
kolonialisme dengan cara yang cerdas. Lahirnya Sumpah Pemuda 1928 juga tidak lepas
dari peran penting mahasiswa, berlanjut pada Proklamasi Kemerdekaan 1945. Hingga
berturut-turut sejak tahun 1965 dengan aksi Tritura (tiga tuntutan rakyat) yang
meruntuhkan kekuasaan Orde Lama. Pada tahun 1997 dengan gerakan reformasinya,
mahasiswa telah mendobrak ketidakadilan sistem politik dan ekonomi. Kesemua hal
tersebut, membuktikan bahwa terdapat gerakan penting yang sesunggungnya dimotori
oleh peran penting mahasiswa.

Belajar dari rentetan sejarah ini, tentunya menjadi suatu fakta bahwa peran
penting mahasiswa tidak pernah bisa dipandang sebelah mata. Mahasiswa jelas
merupakan generasi terdepan yang mendapatkan pendidikan (tingi) secara baik
dibandingkan dengan kelompok generasi muda lainnya. Karena mendapat tempaan
pendidikan inilah maka kita senyatanya banyak berharap bahwa stok sumberdaya masa
depan yang berkarakter baik (good character) dan kuat banyak diisi oleh kaum muda
ini. Di samping yang tidak boleh dilupakan adalah juga hight competency harus
dikuasai.

Masa depan kebangsaan Indonesia sangatlah ditentukan oleh generasi


muda terdidik ini, apalagi mereka adalah generasi yang banyak mendapatkan berbagai
pengetahuan teoritik maupun praktis di Perguruan Tinggi tentang tema-tema
pembangunan bangsa sesuai pada kompetensinya masing-masing. Sebagai generasi
masa depan, kiranya penting pula mempersiapkan mereka dengan berbagai pola
pendidikan yang mampu membangun karakter bangsa positif di kalangan mahasiswa,
apalagi di era globalisasi ini. Di tengah percaturan global, maka fungsi karakter menjadi
elan vital (daya hidup) bagi kemampuan kita berkompetesi dengan negara lain. Tanpa
karakter, niscaya generasi masa depan bangsa ini tidak hanya akan terpuruk dalam
persaingan global, melainkan akan kian melemahkan masa depan kebangsaan
Indonesia.

2.4 Kontribusi yang Telah Diberikan Pelajar (Mahasiswa) sebagai Generasi Penerus
Bangsa terhadap NKRI

Hal-hal yang menjadikan Mahasiswa partisipan Aktif untuk Bangsa dan Negara antara
lain,

1. Pemberantasan Korupsi

Untuk memerangi Korupsi bukanlah hal yang mudah seperti yang hanya
kita lihat di televisi, dengan gampangnya satu per satu pejabat yang korupsi
tertangkap. Dari pengalaman Negara-negara lain yang dinilai sukses memerangi
9
korupsi, segenap elemen Bangsa dan Masyarakat harus dilibatkan dalam upaya
memerangi korupsi melalui cara-cara yang simultan. Tapi ada pihak-pihak dari
Mahasiswa yang turut campur tangan untuk mengembalikan kesejahteraan
seluruh warga Negara. Seperti kita lihat di zaman era SOEHARTO, Alm. Soeharto
melakukan korupsi yang bahkan menjadi bahan guncingan hingga 7 Keturunan
tak akan habis, yang menjadi pertanyaannya apakah itu benar?. Aktivis Mahasiswa
hampir diseluruh pelosok Negeri memaksa Alm. Soeharto untuk Mundur dari kursi
Kepresidenan. Disini sudah jelas bahwa Mahasiswa mempunyai Kewajiban dan
Tanggung Jawab dalam hal menyeimbangkan kestabilan Negara. Mahasiswa
merupakan bagian dari Masyarakat yang merupakan faktor pendorong dan
pemberi semangat sekaligus memberikan contoh dalam menerapkan perilaku
terpuji. Untuk dapat berperan secara optimal dalam pemberantasan korupsi
adalah pembenahan diri dan kampusnya. Dengan kata lain, Mahasiswa harus
mendemonstrasikan bahwa diri dan kampusnya harus bersih dan jauh dari
perbuatan korupsi.

Sebagai pengontrol sosial, Mahasiswa dapat melakukan peran Preventif


terhadap korupsi dengan membantu masyarakat dalam mewujudkan ketentuan
dan peraturan yang adil dan berpihak pada rakyat banyak, sekaligus mengkritisi
peraturan yang tidak adil dan tidak berpihak pada masyarakat. Kontrol terhadap
kebijakan pemerintah tersebut perlu dilakukan karena banyak sekali peraturan
yang dikeluarkan oleh pemerintah yang hanya berpihak pada golongan tertentu
saja, kontrol tersebut bisa berupa tekanan berupa demonstrasi ataupun dialog
dengan pemerintah maupun pihak legislatif. Mahasiswa juga dapat berperan
edukatif dengan memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat baik
pada saat melakukan kuliah kerja lapangan atau kesempatan yang lain mengenai
masalah korupsi dan mendorong masyarakat berani melaporkan adanya korupsi
yang ditemuinya pada pihak yang berwenang.

2. Perubahan Sistem Pemerintahan yang diprakarsai Mahasiswa


Dalam Sejarah Orde Baru lahir sebagai sumbangan protes Mahasiswa pada
tahun 1966 namun berakhir tumbang oleh Mahasiswa pada tahun 1998. Kekuatan
gerakan Mahasiswa Soeharto sebagai presiden yang fobiyah terhadap gerakan
(aksi) Mahasiswa. Ketakutan soeharto menghadapi gerakan Mahasiswa ketika
gerakan memprotes pembangunan Taman Mini Indonesia Indah, sehingga
Soeharto memerintahkan kepada Pangkopkamtib jenderal Soemitro untuk
mengambil langkah keras untuk menghentikan gerakan deminstrasi Mahasiswa.
Namun Istri soeharto tidak tinggal diam melihat suaminya yang dirundung
demonstrasi sehingga Ibu Tien Soeharto sebagai penggagas proyek TMII
mengadakan pertemuan dengan beberapa pengusaha, pemuda, dan Mahasiswa di
gedung Kartika Chandra, dijalan Gatot Subroto. Mahasiswa yang hadir pada
pertemuan tersebut yaitu Surdjadi dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia
(GMNI) dan Akbar Tanjung dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Ibu Tien yang
memanfaatkan pertemuan tersebut dan mengeluarkan statemen bahwa
pembangunan Taman Miniature Indonesia adalah tidak ada yang ditutup-tutupi.

10
Gerakan protes Mahasiswa tahun 1977-1978 bisa disebut sebagai gerakan
protes Mahasiswa Indonesia yang paling lengkap mengkritik atas berbagai
penyimpangan selama pemerintahan Orde Baru. Gerakan Mahasiswa yang
dipelopori oleh organisasi intra kampus yang illegal, Dewan Mahasiswa yang
mampu merumuskan berbagai penyimpangan pemerintahan Orde Baru dengan
sistematis dan lengkap.

Lagi-lagi sejarah memiliki hukum besi sendiri ketika kritik Mahasiswa


dibungkam, Oposisi dilarang, memenjarakan lawan-lawan politik menjadi
kebiasaan.

Kelemahan gerakan Mahasiswa: kekuasaan begitu lama dapat


menyingkirkan kekuatan anak muda (lebih 20 tahun) antara periode 1977-1978
tumbangnya Soeharto. Hal ini dapat terjadi karna kelemahan kelemahan yang ada
dalam garakan Mahasiswa itu sendiri. Gerakan 1970-an suatu periode dimana
Mahasiswa begitu dekat dengan mitos gerakan moral sehingga tidak lagi
memikirkan imbas politik dari tekanan yang mereka lakukan. Hal ini
mengidentikasikan pola garakan moral kepada kecedrungan garakan politik
disinilah aparat keamanan lihai memanfaatkan internal Mahasiswa.

Sumbangan gerakan Mahasiswa 1977-1978 itu perlunya lembaga


legislative yang kuat untuk mengontrol eksekutif ; pemisahan ketua MPR dan DPR
karena keduanya lembaga yang berbeda (MPR lembaga tertinggi Negara sedangkan
DPR lembaga tinggi setara dengan presiden) perlu pelaksanaan pemiliham umum
yang benar-benar mencerminkan asas langsung, umum, bebas dan rahasia
Sumbangan pemikiran Mahasiswa masih sangat relevan dengan kondisi reformasi
saat ini.

3. Peranan Mahasiswa Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara


Seseorang dapat dikatakan sebagai seorang mahasiswa apabila ia tercatat
sebagai mahasiswa secara administrasi sebuah perguruan tinggi yang tentunya
mengikuti kegiatan belajar dan mengajar serta kegiatan lainnya. Status ini menjadi
mutlak apabila kita berbicara dalam konteks pendidikan formal. Ternyata dbalik
statusnya itu, masih banyak sekali peranan seorang yang menyandang status
mahasiswa untuk menunjukkan peranannya pada kehidupan masyarakat terlebih
lagi pada tingkat kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sejarah membuktikan bagaimana kekuatan mahasiswa dalam pergantian


rezim yang diktator menuju perubahan kearah lebih baik, sebagai contoh gerakan
mahasiswa bersama komponen bangsa lainnya yang ketika itu masyarakat, parpol
dan ABRI dalam menyuarakan TriTura (Tiga Tuntutan Rakyat) yang berhasil
menggantikan rezim kekuasaan saat itu yang dinilai cenderung terlau berpihak
pada haluan kiri. Kemudian bagaimana peristiwa Malari (Petaka Lima Belas
Januari) yang dimotori oleh Hariman Siregar yang notabene sebagai mahasiswa
kedokteran Universitas Indonesia, dan masih membekas diingatan kita ketika
kekuatan mahasiswa untuk menggulingkan rezim orde baru yang otoriter yang
telah berkuasa selama 32 tahun. Itu merupakan bukti-bukti nyata dimana

11
mahasiswa menunjukkan peranannya dikancah perpolitikan nasional yang
tentunya untuk menciptakan keselarasan menuju masyarakat yang makmur
sentosa, meskipun sampai sekarang buah tangan dari perjuangan mahsiswa
tersebut masih jauh panggang dari api. Sehinnga dapat disimpulkan bahwa
kekuatan mahasiswa dalam kancah perpolitikan nasional menjadi patut
diperhitungkan sebagai gerakan yang murni membela kepentingan rakyat semata.

Sekarang mari kita tengok aktivitas mahasiswa zaman sekarang, Amien


Rais pernah mengutarakan intensitas dan kualitas dari gerakan kemahasiswaan
cenderung mengalami penurunan seiring datangya era globalisasi ke negeri kita
tercinta ini, kebanyakan dari mahasiswa lebih banyak menghabiskan waktunya
dengan kegiatan yang kurang jelas manfaatnya, forum-forum diskusi mengenai hal-
hal yang berhubungan dengan kenegaraan tidak pernah dijejali oleh mahasiswa
sebaliknya tempat-tempat hiburan malah disesaki para mahasiswa. Penulis tidak
melarang tentunya sebatas itu tidak melanggar syariat, karena sebagai manusia
tentunya kita juga butuh yang namanya hiburan. Tetapi hal itu juga harus disaring
dengan kekuatan iman kita. Kembali kepada kualitas gerakan kemahsiswaan masa
sekarang yang cenderung menurun, maka sadar atupun tidak itu merupakan efek
dari masuknya era globalisasi ke indonesia tanpa diharmonisasi dengan
manajemen waktu dan diri yang baik. Untuk membangun citra mahasiswa sebagai
agen pembaharu ataupun kaum intelektual yang mana dipundaknya ada masa
depan bangsa ini yang akan dilabuhkan dimana, maka kita harus memupuk rasa
persaudaraan dan senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita. Selain
itu tentunya kita perlu membangun konsep intelektual dalam gerakan yang sinergi
dan terarah menuju masyarakat yang adil dan makmur. Sehingga kedepan
mahasiswa tidak hanya dikenal lewat aktivitasnya ketika menjalani perkuliahan
saja,tetapi sebagai elemen bangsa yang peka terhadap kondisi permasalahan
disekitarnya .Semoga.

4. Peranan Dan Fungsi Mahasiswa Dalam Era Reformasi


Pemikiran kritis, demokratis, dan konstruktif selalu lahir dari pola pikir
para mahasiswa. Suara-suara mahasiswa kerap kali merepresentasikan dan
mengangkat realita sosial yang terjadi di masyarakat. Sikap idealisme mendorong
mahasiswa untuk memperjuangkan sebuah aspirasi pada penguasa, dengan cara
mereka sendiri.
Dalam hal ini, secara umum mahasiswa menyandang tiga fungsi strategis,
yaitu :
sebagai penyampai kebenaran (agent of social control)
sebagai agen perubahan (agent of change)
sebagai generasi penerus masa depan (iron stock)

Mahasiswa dituntut untuk berperan lebih, tidak hanya bertanggung jawab


sebagai kaum akademis, tetapi diluar itu wajib memikirkan dan mengembang
tujuan bangsa. Dalam hal ini keterpaduan nilai-nilai moralitas dan intelektualitas
sangat diperlukan demi berjalannya peran mahasiswa dalam dunia kampusnya
untuk dapat menciptakan sebuah kondisi kehidupan kampus yang harmonis serta
juga kehidupan diluar kampus.
12
Peran dan fungsi mahasiswa dapat ditunjukkan :
Secara santun tanpa mengurangi esensi dan agenda yang diperjuangkan.
Semangat mengawal dan mengawasi jalannya reformasi, harus tetap tertanam
dalam jiwa setiap mahasiswa.
Sikap kritis harus tetap ada dalam diri mahasiswa, sebagai agen pengendali
untuk mencegah berbagai penyelewengan yang terjadi terhadap perubahan
yang telah mereka perjuangkan.

Dengan begitu, mahasiswa tetap menebarkan bau harum keadilan sosial


dan solidaritas kerakyatan.

Menurut Arbi Sanit ada empat faktor pendorong bagi peningkatan peranan
mahasiswa dalam kehidupan politik.
1. sebagai kelompok masyarakat yang memperoleh pendidikan terbaik, mahasiswa
mempunyai horison yang luas diantara masyarakat.
2. sebagai kelompok masyarakat yang paling lama menduduki bangku sekolah,
sampai di universitas mahasiswa telah mengalami proses sosialisasi politik
yang terpanjang diantara angkatan muda.
3. kehidupan kampus membentuk gaya hidup yang unik di kalangan mahasiswa.
Di Universitas, mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah, suku, bahasa
dan agama terjalin dalam kegiatan kampus sehari-hari.
4. mahasiswa sebagai kelompok yang akan memasuki lapisan atas dari susunan
kekuasaan, struktur perekonomian dan prestise dalam masyarakat dengan
sendirinya merupakan elit di dalam kalangan angkatan muda.

Pada saat generasi yang memipin bangsa ini sudah mulai berguguran pada
saat itulah kita yang akan melanjutkan tongkat estafet perjuangan bangsa ini.
Namun apabila hari ini ternyata kita tidak berusaha mambangun diri kita sendiri
apakah mungkin kita akan membangun bangsa ini suatu saat nanti

5. Peranan Mahasiswa mempertahankan Posisi Bangsa dan Negara

Dunia memasuki abad ke-21 atau Milenium III ditandai dengan perubahan
fundamental pada berbagai sisi kehidupan manusia, terlebih kemajuan di bidang
transportasi, telekomunikasi, ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat
hubungan antar-manusia menjadi lebih dekat.

Mahasiswa berperan aktif dalam memperkuat posisi Negara baik dalam


Hukum, Ketahanan Negara, Budaya, dan sebagainya. Ketahanan Nasional adalah
tergantung dari bagaimana keadaan sebuah sistem militer Negara tersebut. Hal itu
juga berlaku di Indonesia ini. Pada pasal 31 UUD 45 berbunyi bahwa pembelaan
Negara adalah hak dan kewajiban setiap warga Negara. Tetapi jika kita lihat selama
ini, sudah jelas militer dan kepolisian yang menjadi poros utamanya. Saat Negara
berada dalam gangguan atau ancaman dari pihak lain, kekuatan militer adalah
jalan untuk melindungi diri suatu Negara. Ambil saja contoh, ketika kasus
penggrebegan M. Noordin Top, para warga justru tidak disarankan untuk
mendekat, apalagi membantu, karena hal tersebut justru akan menjadikan
gangguan bagi pihak militer dan kepolisian dalam menjalankan aksinya.

13
Dalam UUD bahwa setiap warga Negara mempunyai hak dan kewajiban
untuk melindungi NKRI. Tetapi, untuk kelas Mahasiswa, bukan lalu menjadi
seorang tentara untuk melindungi Negara ini. Tidak dapat disangkal, bahwa
Ketahanan militer akan semakin baik seiring dengan semakin canggih-nya sistem
dan persenjataannya. Disinilah peran Mahasiswa dibutuhkan, terutama Mahasiswa
teknik. Seorang ahli teknik yang handal dalam pengembangan dan perawatan
sistem pertahanan Negara akan sangat dibutuhkan demi Ketahanan militer yang
baik.Dengan didasarkan pada moral yang baik dan tujuan yang benar-benar untuk
melindungi NKRI, maka Ketahanan militer yang kuat akan terecapai. Sehingga
Indonesia dapat terbebas dari ancaman dan gangguan dari pihak-pihak yang inign
mengganggu ketentraman Republik Indonesia.

Mahasiswa dituntut untuk selalu siaga dan terus mengembangkan diri guna
menjawab tantangan Bangsa dan era globalisasi, demi terciptanya kehidupan yang
lebih baik untuk Indonesia di masa yang akan datang. Ketahanan Nasional adalah
suatu kondisi dinamis suatu Bangsa yang terdiri atas ketangguhan serta keuletan
dan kemampuan untuk mengembangkan kekuatan Nasional dalam menghadapi
segala macam dan bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan baik yang
datang dari dalam maupun luar, secara langsung maupun yang tidak langsung yang
mengancam dan membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup Bangsa
dan Negara serta perjuangan dalam mewujudkan tujuan perjuangan Nasional:

1. Ancaman di dalam negeri, misalnya pemberontakan dan subversi yang berasal


atau terbentuk dari masyarakat Indonesia.
2. Ancaman dari luar negeri, seperti infiltrasi, subversi dan intervensi dari
kekuatan kolonialisme dan imperialisme serta invasi dari darat, udara dan laut
oleh musuh dari luar negeri.

Melihat berbagai tantangan tersebut, seluruh elemen Bangsa seperti


pemerintah, masyarakat, generasi tua, wanita, pemuda dan sebagainya, memiliki
peranan vital di masing-masing bidangnya. Namun, pemuda yang memiliki batasan
produktif dalam berkarya, memiliki posisi yang penting. Dalam konstruksi
pemuda, posisi generasi muda lebih sebagai subjek dibanding sebagai obyek dan
pada tingkat tertentu berperan secara lebih aktif, produktif dalam membangun jati
diri secara bertanggung jawab dan efektif. Kemampuan menyelesaikan problem
obyektif yang ada diharapkan mampu mengantarkan pemuda untuk tampil
menghadapi tantangan yang lebih luas lagi.

Potensi yang dimiliki oleh generasi muda diharapkan mampu


meningkatkan peran dan memberikan kontribusi dalam mengatasi persoalan
Bangsa. Berbagai gejala sosial dengan mudah dapat dilihat, mulai dari rapuhnya
sendi-sendi kehidupan masyarakat, rendahnya sensitivitas sosial, memudarnya
etika, lemahnya penghargaan nilai-nilai kemanusiaan, kedudukan dan jabatan
bukan lagi sebagai amanah penederitaan rakyat, tak ada lagi jaminan rasa aman,
mahalnya menegakan keadilan dan masih banyak lagi problem sosial yang kita
harus selesaikan.

14
Hal ini harus menjadi catatan agar pemuda lebih memiliki daya sensitivitas,
karena Bangsa ini sesungguhnya sedang menghadapi problem multidimensi yang
serius, dan harus dituntaskan secara simultan tidak fragmentasi. Oleh karena itu,
rekonstruksi nilai-nilai dasar Bangsa ke depan perlu bberapa langkah strategis
dalam mengatasi persoalan Bangsa ;

1. Meningkatkan kemandirian dan martabat Bangsa. Terpompanya harga diri


Bangsa. Seluruh aktivitas pembangunan sejauh mungkin dijalankan berdasar
kemampuan sendiri, misalnya dengan menegakkan semangat berdikari.
2. Harmonisasi kehidupan dan meningkatkan ekspektasi masyarakat sehingga
berkembang mutual social trust yang berawal dari komitmen seluruh
komponen Bangsa.
3. Penyelenggara Negara dan segenap elemen Bangsa harus terjalin dalam satu
kesatuan jiwa Kata kucinya adalah segera terwujudnya sistem kepemimpinan
Nasional yang kuat dan berwibawa di mata rakyat yang memiliki integritas
tinggi (terpercaya, jujur dan adil), adanya kejelasan visi pemimpin yang jelas
dan implementatif, pemimpin yang mampu memberi inspirasi dan
mengarahkan semangat rakyat secara kolektif, komunikatif terhadap rakyat,
mampu membangkitkan semangat solidaritas. Dan untuk pemuda, mereka
harus mempu memperjuangkan sistem nilai-nilai yang merepresentasikan
aspirasi, sensitivitas dan integritas para generasi muda terhadap gejala
ketidakadilan yang terjadi di masyarakat.

Peranan Mahasiswa Dalam Penegakan Hukum, terbagi menjadi 2 (dua)


bagian, yaitu peran Mahasiswa dalam lingkungan kampus dan lingkungan
masyarakat.

Di dalam lingkungan kampus, Mahasiswa dapat melakukan, seperti jujur


dalam setiap proses perkuliahan, melakukan kajian kritis terhadap setiap laporan
pertanggung jawaban kegiatan, kontrol terhadap pelaksanaan proyek kegiatan
kampus, dan lain sebagainya. Sejak Indonesia mengandalkan peranan hukum
dalam menunjang pembangunan, maka kaitan antara hukum dan politik juga
menjadi relevan. Dalam GBHN terbaru bahkan kedudukan pembangunan hukum
telah dinaikkan dari subsektor menjadi sector yang dengan demikian menjadi
berdiri sendiri. Mengaitkan secara otomatis antara hukum dan pembangunan
berarti meningkatkan pula intensitas pertukaran antara hukum dan politik. Posisi
hukum sebagai sarana untuk melakukan rekayasa sosial menjadi makin besar.
Dalam keadaan demikian, maka hubungan ketegangan antara kemandirian asas,
doktrin, dan institusi hukum berhadapan dengan politik menjadi lebih intensif.

Hukum dan rekayasa sosial sebenarnya merupakan Politik Sosial yakni hal
yang harus dirubah oleh Mahasiswa. Politik sosial adalah keadaan yang ingin
dicapai dalam kehidupan bersama sebagai suatu masyarakat, Bangsa, dan Negara.

Bagi Bangsa dan Negara Indonesia, keadaan yang ingin dicapai dalam
kehidupan bersama sebagai suatu masyarakat, Bangsa, dan Negara ini tertuang di
dalam alinea keempat pembukaan UUD 1945; yaitu suatu keadaan terlindunginya

15
segenap Bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, keadaan termajukannya
kesejahteraan umum, keadaan tercedaskannya kehidupan Bangsa, serta
terwujudnya perdamaian abadi. Singkatnya adalah keadaan terwujudnya keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Politik dan hukum harus bekerja sama dan
saling menguatkan. Hukum tanpa kekuasaan angan-angan, kekuasaan tanpa
hukum kelaliman.

Sedangkan mengenai hubungan antara hukum dan politik dapat dilihat dari
3 asumsi di bawah ini:
a. Hukum determinasi atas politik, hukum sebagai das sollen.
b. Politik determinasi atas hukum, hukum sebagai das sein.
c. Politik dan hukum dalam hubungan seimbang.

6. Peranan Mahasiswa dalam Hal Peningkatan Budaya Bangsa dan Negara.


Apabila hukum dilihat sebagai suatu proses, maka ia tak mungkin berjalan
bagaikan menarik garis dari satu titik ke titik yang lain. Kebudayaan, aspirasi, cita-
cita, dan nilai-nilai tetap merupakan variable bebas yang turut menentukan
penampilan akhir dari hukum. Itu berarti hukum itu tidak berdiri sendiri, dan tidak
sepenuhnya absolut. Pemahaman yang tidak lengkap itu pulalah yang membuat
orang pernah berpolemik mempersoalkan rekomendasi kongres kebudayaan
tahun 1991 tentang perlunya pendekatan budaya dalam penyelenggaraan hukum.
Rumusan rekomendasi yang demikian dipersoalkan, karena dinilai bakal merusak
usaha penegakkan hukum, terutama dalam usaha menumbuhkan kepastian
hukum. Dalam hal ini harus dipahami sungguh-sungguh bahwa budaya itu adalah
perilaku substantif dan ia muncul dalam sekalian sektor kehidupan, termasuk
kehidupan Mahasiswa. Hukum dan kebudayaan itu sama-sama melakukan kontrol
terhadap Mahasiswa dalam kehidupan bermasyarakat kendatipun kekuatannya
berbeda. Hukum modern itu memiliki kualitas yang kuat untuk disebut sebagai
teknologi dan mesin, sementara kebudayaan adalah jauh lebih lanjut karena ia
bekerja dengan persuasi atau melalui sosialisasi. Oleh karena itu, Mahasiswa harus
bisa memahami kalau terjadi benturan antara keduanya, maka budayalah yang
akan banyak mengalami kekalahan. Tapi itu tidak berarti bahwa dalam jangka
panjang kebudayaan sebagai perilaku substantif tidak akan melakukan
pembalasan.
Dalam kerangka pemahaman yang demikian itu dapatlah kita mengatakan bahwa
undang-undang itu bukan hanya barisan pasal-pasal, melainkan mempunyai spirit
atau semangat juga. Namun dimensi semangat tersebut hampir selalu terbenam
dalam setiap diskusi dan debat mengenai hukum langsung oleh Mahasiswa.

Mahasiswa memiliki kedudukan dan peranan penting dalam pelestarian


seni dan budaya daerah. Hal ini didasari oleh asumsi bahwa Mahasiswa merupakan
anak bangsa yang menjadi penerus kelangsungan kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara Indonesia. Sebagai intelektual muda yang kelak menjadi
pemimpin-pemimpin bangsa, pada mereka harus bersemayam suatu kesadaran
kultural sehingga keberlanjutan negara bangsa Indonesia dapat dipertahankan.
Pembentukan kesadaran kultural Mahasiswa antara lain dapat dilakukan dengan
pengoptimalan peran mereka dalam pelestarian seni dan budaya daerah.
16
Optimalisasi peran Mahasiswa dalam pelestarian seni dan budaya daerah
dapat dilakukan melalui dua jalur, yaitu intrakurikuler dan ekstrakulikuler. Jalur
Intrakurikuler dilakukan dengan menjadikan seni dan budaya daerah sebagai
substansi mata kuliah; sedangkan jalur ekstrakurikuler dapat dilakukan melalui
pemanfaatan unit kegiatan Mahasiswa (UKM) kesenian dan keikutsertaan
Mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan seni dan budaya yang diselenggarakan oleh
berbagai pihak untuk pelestarian seni dan budaya daerah.
Mahasiswa dapat melakukan membantu masyarakat untuk mewujudkan
ketentuan aturan yang diperlukan masyarakat, membimbing dan membantu
masyarakat mengkritisi aturan yang ada dan lain sebagainya. Politik, Ketahanan
Nasional, Hukum, dan Budaya merupakan hal yang patut di pertimbangkan dalam
meningkatkan posisi Negara dan hal ini dilakukan oleh Mahasiswa.

BAB 3
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Peran mahasiswa terhadap bangsa dan negeri ini bukan hanya duduk di depan
meja dan dengarkan dosen berbicara, akan tetapi mahasiswa juga mempunyai berbagai
perannya dalam melaksanakan perubahan untuk bangsa Indonesia, peran tersebut
adalah sebagai generasi penerus yang melanjutkan dan menyampaikan nilai-nilai
kebaikan pada suatu kaum, sebagai generasi pengganti yang menggantikan kaum yang
sudah rusak moral dan perilakunya, dan juga sebagai generasi pembaharu yang
memperbaiki dan memperbaharui kerusakan dan penyimpangan negatif yang ada pada
suatu kaum.
Peran ini senantiasa harus terus terjaga dan terpartri di dalam dada
mahasiswa Indonesia baik yang ada di dalam negeri maupun mahasiswa yang sedang
belajar di luar negeri. Apabila peran ini bisa dijadikan sebagai pegangan bagi seluruh

17
mahasiswa Indonesia, ruh perubahan itu tetap akan bisa terus bersemayam dalam
diri seluruh mahasiswa Indonesia.

3.2 Saran
Pada bagian ini kami ingin mengajak yang dalam hal ini ditujukan kepada para
generasi muda pelajar dan mahasiswa, para Dosen dan Guru, seluruh elemen
pemerintah baik yang ada di daerah maupun yang ada di pusat serta seluruh lapisan
masyarakt Indonesia secara luas agar tetap bersatu demi mempertahankan keutuhan
NKRI. Terkadang masalah sepele akan menjadi kompleks jika tidak ada solidaritas di
antara sesama kita. Kami berharap tak akan ada lagi perselisihan di negeri kita tercinta
sehingga cita-cita bangsa Indonesia akan tercapai.
Pepatah dalam bahasa Inggris mengatakan Student Today, Leader Tomorrow.
Kami meyakini bahwa kunci tercapainya cita-cita itu ada di tangan para generasi muda.
Oleh karena itu, tetaplah semangat dalam meraih apa yang telah menjadi tujuan hidup
kita

DAFTAR PUSTAKA

_______,2012. Peranan Mahasiswa dalam kehidupan, (Online), (http://ojan-


jan.blogspot.com/2012/10/peranan-mahasiswa-dalam-kehidupan.html), diakses
14 Maret 2012.

_______,2011. Peranan mahasiswa Mempertahankan negara, (Online),


(http://hansseba.blogspot.com/2011/09/peranan-mahasiswa-mempertahankan-
negara.html)

_______,2011. Definisi Tridharma perguruan Tinggi, (Online),


(http://www.alchemyst.co.cc/2011/06/definisi-tri-dharma-perguruan-
tinggi.html#ixzz1sXjzKQBS)

18
_______,2010. Peran Penting Mahasiswa Indonesia, (Online),
(http://madib.blog.unair.ac.id/jatidiri-and-characters/peran-penting-mahasiswa-
indonesia)

19