Anda di halaman 1dari 9

Makalah Perjuangan Bangsa Indonesia Sebelum dan Sesudah

Kebangkitan Nasional 1908


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Indonesia memperoleh kemerdekaan dalam waktu yang lama. Banyak para pahlawan
yang gugur demi mempertahankan bumi perti tercinta. Mereka mengorbankan seluruh jiwa
dan raga untuk mengejar sebuah kata merdeka. Sebelum tahun 1908, telah banyak bangsa
lain yang ingin menjajah dan menguasai Indonesia. Mereka banyak memeras, menindas, dan
merampas hak-hak rakyat Nusantara. Banyak perlawanan dari pahlawan-pahlawan kita yang
masih bersifat kedaerahan. Muncul banyak tokoh-tokoh yang memegang andil besar dalam
perlawanan terhadap penjajahan yang bangsa lain lakukan.

Kebangkitan Nasional adalah masa dimana bangkitnya rasa dan semangat


persatuan,kesatuan dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan
Indonesia yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan Belanda dan
Jepang. Dalam masa ini muncul sekelompok masyarakat indonesia yang menginginkan
adanya perubahan dari masyarakat indonesia yang selama ini dijajah dan ditindas oleh bangsa
lain seperti belanda,jepang,dll. Kebangkitan nasional Indonesia ditandai dengan berdirinya
organisasi Budi Utomo. Sedangkan kebangkitan pemuda Indonesia ditandai dengan adanya
peristiwa Sumpah Pemuda. Kedua peristiwa itu merupakan bagian dari peristiwa yang
menjadi tonggak sejarah kemerdekaan negara indonesia.

Dan kini,tugas kita sebagai penerus bangsa adalah mempertahankan kemerdekaan ini.
Jadi untuk mengingatkan kembali perjuangan para pahlawan kita terdahulu pada masa
sebelum dan sesudah Kebangkitan Nasional (1908), maka disusunlah makalah ini dengan
judul Perjuangan Bangsa Indonesia melawan sistem penjajah pada masa sebelum dan
sesudah Kebangkitan Nasional 1908 .

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Bagaimana perjuangan bangsa Indonesia melawan system penjajah pada masa sebelum
Kebangkitan Nasional 1908 ?
2. Bagaimana perjuangan bangsa Indonesia melawan system penjajah pada masa sesudah
Kebangkitan Nasional 1908 ?

1.3 TUJUAN
1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah
2. Untuk menambah pengetahuan tentang sejarah perjuangan bangsa melawan
penjajah sebelum Kebangkitan Nasional 1908
3. Untuk menambah pengetahuan tentang sejarah perjuangan bangsa melawan penjajah
sesudah Kebangkitan Nasional 1908

1.4 MANFAAT
1. Untuk menambah pengetahuan mahasiswa tentang sejarah perjuangan bangsa melawan
penjajah sebelum Kebangkitan Nasional 1908
2. Untuk menambah pengetahuan mahasiswa tentang sejarah perjuangan bangsa melawan
penjajah sesudah Kebangkitan Nasional 1908

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PERJUANGAN BANGSA INDONESIA SEBELUM KEBANGKITAN NASIONAL


1908

2.1.1 Perjuangan Melawan Portugis


Perjuangan pertama dlakukan oleh rakyat malaka, Johor, Aceh, Maluku, Demak dan
Sunda Kelapa.
a. Perjuanagn Rakyat Malaka
Pada tahun 1511 dibawah pimpinan Sultan Mahmud Syah I melakukan perlawanan terhadap
Portugis namun Malaka dapat di desak hingga menyingkir ke pulau Bintan. Akhirnya
Malaka jatuh ke portugis pada 1511. Pada 1526 pulau Bintan diserbu oleh Portugis Sultan
Mahmud Syah I lari ke pulau Kampar hingga wafatnya 1528.
b. Perjuangan Rakyat Johor
Dipimpin oleh Alaudin Riayat Syah II mulai tahun 1530 kemudian dilanjutkan Abdul Jalil
Syah I (1580-1597) dapat menangkis serangan Portugis.
c. Perjuangan Rakyat Demak
Dipimpin oleh Dipati Unus. Pada tahun 1512-1523. Melakukan perlawanan terhadap
Portugis, dibantu oleh armada Aceh, Palembang, dan Bintan. Berusaha merebut keembali
Malaka namun tidak berhasil
d. Perjuangan Rakyat Maluku
Berhasil menaklukkan Malaka tahun 1511 kemudian menuju ke Maluku Utara karena sebagai
penghasil rempah-rempah. Tahun 1512 Portugis mengadakan hubungan dagang dengan
Sulatan Harun dari Ternate. Portugis ternyata memonopoli perdagangan, memeras dan
menindas rakyat, penyebaran agama Kristen secara paksa sehingga membuat rakyat
melakukan perlawanan. Tahun 1550 rakyat Ternate dibawah pimpinan Sultan Hairun
melakukan perlawanan. Portugis menipu dan membunuh Sultan Hairun dnegan dalih untuk
mengadakan perundingan. Perjuangan diteruskan oleh Sultan Baabullah, putra Sultan Hairun.
Tahun 1570-1575 Ternate, Tidore, dan Halmahera bersatu padu melawan Portugis. Tanggal
18 Desember 1577 rakyat Ternate berhasil mengusir Portugis dari Ternate.
e. Perjuangan Rakyat Sunda Kelapa
Fatahillah seorang ulama dari Demak yang menyebarkan agama islam di Jawa Barat
memimpin rakyat melakukan perlawanan terhadap Portugis. Tahun 1527 Fatahillah
menyerang orang-orang Portugis di Sunda Kelapa dan berhasil mengalahkannya. Portugis
terusir kembali ke Malaka. Sunda Kelapa diganti menjadi Jayakarta oleh Fatahillah kemudian
berdirilah kerajaan Banten.

2.1.2 Perjuangan Menentang Penjajah Belanda


Perjuangan menentang Belanda menggunakan kekerasan senjata dimulai sejak awal abad
ke tujuh belas sampai abad dua puluh. Pada abad ke-16 penentangan dilakukan oleh:
1. Sultan Agung dari Mataram (1613-1645).
2. Sultan Hasanuddin dari kerajaan Goa Sulawesi Selatan (1667)
3. Sultan Ageng Tirtayasa (1684)
4. Sultan Iskandar Muda dari Aceh (1635)
5. Untung Suropati dan Trunojoyo (1670)
6. Ibnu Iskandar dari Minangkabau (1680)

Yang berjuang pada abad ke-19 antara lain:


1. Pattimura dari Maluku (1817)
2. Pangeran Diponegoro (1825-1830)
3. Imam Bonjol dari Minangkabau (1822-1837)
4. Sultan Badaruddin dari Palembang (1817)
5. Pangeran Antasari dari Kalimantan (1860)
6. Jelantik dari Bali (1850)
7. Anak Agung Made dari Lombok (1895)
8. Teuku Umar, Teuku Cik Di Tiro, Cut Nyak Dien (1873-1904)
9. Si singamangaraja dari Batak (1900)

Perlawanan membawa kerugian besar bagi pihak Belanda. Pengorbanan harta benda dan
jiwa sangat besar juga dari Indonesia. Sampai awal abad ke-20 Belanda tidak dapat terusir
dari tanah air Indonesia.

2.1.3 Kelemahan perjuangan Bangsa Indonesia :


1. Perlawanan secara sporadic dan tidak serentak
2. Perlawanan dipimpin oleh pimpinan kharismatik sehingga tidak ada yang melanjutkan
3. Sebelum masa 1908 perlawanan menggunakan kekerasan senjata
4. Para pejuang di adu domba oleh penjajah (devide et impera politik memecah belah bangsa
Indonesia)

2.2 PERJUANGAN BANGSA INDONESIA SETELAH KEBANGKITAN NASIONAL


1908
2.2.1 Penjajahan Jepang 1942-1945
Kedatangan Jepang semula disambut gembira karena dianggap sebagai tentara pembebas
yang akan melepaskan belenggu rakyat Indonesia dari belenggu penjajahan belanda
propagandanya menyatakan bahwa jepang (Nippon) adalah saudara tua, pemimpin asia,
pelindung asia, dan untuk kemakmuran asia. Pada awalnya memperoleh simpati rakyat
namun pada akhirnya menjajah dan mengeksploitas dengan sangat kejam, masa
penjajahannya hanya 3,5 tahun namun membuat bangsa Indonesia sangat menderita.
Penjajahan Jepang berakhir saat jepang harus menyerah tanpa syarat terhadap sekutu pada
tanggal 14 agustus 1945 setelah secara berturut-turut Hiroshima dan Nagasaki dijatuhi bom
atom oleh amerika serikat tanggal 6 dan 9 agustus 1945.

2.2.2 Penderitaan di Bawah Penjajahan


Selama berabad-abad mendatangkan penderitaan bangsa Indonesia bangsa penjajah
memperlakukan rakyat Indonesia semena-mena tidak lagi ada kemerdekaan, kebebasan, dan
kedaulatan hanya ada pemaksaan, penindasan, eksploitasi tenaga manusia, eksploitasi
kekayaan tanah air yang keuntungannya untuk kepentingan bangsa penjajah. Portugis
pertama kali datang ke Indonesia memonopoli perdagangan di Indonesia selalu memaksakan
keinginannya dengan jalan kekerasan mereka menaklukan kerajaan-kerajaan yang tak mau
tunduk.
Bergantinya penjajahan dari Portugis ke Belanda hasilnya semakin buruk jauh lebih
buruk dan lebih lama dan penjajahan yang dilakukan oleh VOC menerapakan beberapa
kebijakan yang sangat merugikan, antara lain:
1. Sistem monopoli perdagangan ( menguasai seluruh perdagangan)
2. Kerja rodi ( kerja paksa tanpa upah)
3. Pungutan pajak yang sangat memberatkan rakyat
4. Wajib tanam kopi untuk perdagangan VOC
5. Pelayaran Hongi ( mendayung perahu kora-kora di perairan maluku)
6. Ekstripasi ( penebangan tanaman yang melanggar aturan monopoli )
7. Tanam paksa ( menanam tanaman keperluan ekspor VOC ke Eropa)

Rakyat sangat menderita karena harus kerja rodi menyerahkan semua hasil tanamn dan
itu berlangsung lama rakyat akhirnya kelaparan dan akhirnya meninggal dunia. Penyerahan
pajak ke VOC harus dalam bentuk barang yaitu hasil pertanian mereka bukan dalam bentuk
uang seperti sistem pajak tanah. Vandenbosch berpendapat bahwa sistem ini dapat menaikan
tanaman dagangan yang dikirim ke Belanda, menguntungkan rakyat tidak lagi harus
membayar pajak tanah.

Ketentuan tanam paksa sebagai berikut:


a. Menyediakan sebagian dari tanahnya untuk menanam tanaman yang dapat dijual di pasaran
eropa.
b. Bagian dari tanah pertanian untuk tujuan ini tidak boleh melebihi sperlima dari tanah
pertanian.
c. Waktu pengerjaan tanaman wajib tidak boleh melebihi waktu penanaman padi.
d. Bagian dari tanah untuk menanam tanamamn wajib dibebaskan dari pembayaran pajak tanah.
e. Tanaman wajib diserahkan kepada pemerintah hindia belanda jika ditaksir melebihi pajak
tanah yang harus dibayar maka selisih akan dikembalikan.
f. Panen yang gagal akan dibebankan pada pemerintah.
g. Pengerjaan tanah di bawah pengawasan kepala pemerintah.

Dalam prakteknya ketentuan-ketentuan tersebut diselewengkan oleh para pegawai


pemerintah Hindia Belanda dan para pemimpin pribumi yang mencari keuntungan untuk
kepentingan mereka sendiri tanam paksa sangat menyengsarakan rakyat.

2.2.3 Perjuangan Setelah Kebangkitan Nasional


Tanggal 20 Mei 1908 adalah hari lahirnya organisasi social pertama di Indonesia, yaitu
Budi Oetomo. Tangggal kelahiran Budi Oetomo dianggap sebagai dimulainya Kebangkitan
Nasional karena menggunakan strategi perjuangan yang baru dan berbeda dengan perjuangan
sebelumnya.

Ciri-ciri perjuangan bangsa Indonesia setelah tahun 1908:


1. Perjuangan dlakujan dengan menggunakan organisasi, bukan menggunakan kekerasan
2. Para pemimpin berasal dari kaum intelektual, bukan raja atau sultan
3. Rasa persatuan dan kebangsaan sudah mulai tumbuh. Perjuangan tidak bersifat kedaerahan
lagi.
Menurut Ismaun (1986:42), tumbuhnya kesadaran kebangsaan bangsa Indonesia di
percepat oleh faktor:
1. Perlawanan bangsa Filipina terhadap Spanyol pada tahun 1989
2. Kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1885
3. Kegiatan Partai Kongres di India melawan Inggris tahun 1885
4. Bangkitnya Kemal Pasha di Turki pada tahun 1881
5. Keberhasilan dr. Sun Yat Sen dalam mendirikan Republik Cina pada tahun 1911
6. Pecahnya Perang Dunia I
7. Didirikannya Volksraad (DPR) oleh Belanda tahun 1911
Sejak Budi Oetomo berdiri pada tahun 1908, di Indonesia kemudian berdiri beberapa
organisasi yang bercorak budaya, politik, maupun keagamaan.
Budi Oetomo berdiri pada tanggal 20 Mei 1908. Didirikan oleh para mahasiswa STOVIA
di Jakarta. Diprakarsai oleh gerakan dr. Mas Ngabehi Wahidin Sudirohusodo yang
sebelumnya memulai kampanye untuk meningkatakan martabat rakyat dengan cara
membentuk dana pelajar. Ketuanya dipilih Sutomo.
Budi Oetomo tidak pernah mendapat dukungan massa sehingga kedudukannya di politik
kurang penting. Namun Budi Oetomo dipandang sebagai induk Kebangkitan Nasional karena
Budi Oetomo pelopor berdirinya organisasi nasional.

1. Sarekat Islam
Sarekat Islam semula bernama Sarekat Dagang Islam. Berdiri pada tahun 1911 di Solo
oleh Haji Samanhudi. Sarekat Islam didirikan untuk melawan pedagang Cina dan untuk
menentang penghinaan terhadap rakyat Bumiputra. Sarekat Islam juga didirikan untuk
menentang kristenisasi dan melakukan perlawanan terhadap kecurangan para pejabar Eropa
dan Bumiputra.
Gerakan Sarekat Islam berani memperjuangkan kebenaran dan keadilan terhadap
penindasan penjajah kepada pihak Indonesia. Sehingga Sarekat Islam dapat dengan cepat
menarik massa. Sarekat Islam merupakan organisasi massa yang pertama di Indonesia.
Penggerak Sarekat Islam yang terkenal adalah Haji Oemar Said Tjokroaminoto, Haji
Samanhudi, dan Suryopranoto.

2. Indische Partij
Didirikan pada 25 Desember 1912. Pendirinya adalah Douwes Dekker yang terkenal
dengan nama Danudirdja Setyabudi. Tokoh Indische Partij lainnya adalah dr. Tjipto
mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat.
Indische Partij berpijak pada asas nasionalisme yang mencita-citakan Indonesia merdeka,
sehingga menarik banyak massa. Paham nasionalismenya dikenal dengan istilah Indische
Nationalisme. Indische Partij dikenal sebagai partai politik pertama di Indonesia. Organisasi
ini bersifat agak radikal sehingga pemerintah Hindia Belanda bersifat tegas dan dianggap
sebagai organisasi terlarang. Para pemimpin Indische Partij juga dibuang ke Belanda. Setelah
itu Indische Partij diganti namanya menjadi Partai Insulinde, namun tidak berpengaruh lagi
terhadap rakyat.

3. Gerakan Pemuda
Gerakan pemuda sebelumnya oleh Budi Oetomo, namun karena lebih didominasi oleh
golongan tua, maka para golongan muda keluar. Dan gerakan pemuda sebenarnya adalah Tri
Koro Darmo yang berdiri di Jakarta pada tanggal 7 Maret 1915 oleh dr. R. Satiman
Wiryosandjojo, Kadarman, dan Sunardi. Tri Koro Darmo memiliki arti tida tujuan mulai,
yaitu: sakti, budhi, dan bakti. Tujuan perkumpulan ini adalah mencapai Jawa Raya dengan
memperkokoh rasa persatuan anatara pemuda Jawa, Sunda, Madura, Bali, dan Lombok. Azas
Tri Koro Darmo adalah:
1. Menumbuhkan pertalian antara murid-murid Bumiputra pada sekolah menengah, dan kurus-
kursus perguruan kejuruan dan sekolah rakyat.
2. Menambah pengetahuan umu bagi anggota-anggoatanya
3. Membangkitkan dan mempertajam perasaan unutk segala bahasa dan buadaya Indonesia.
Dalam Kongres di Solo, mulai 12 Juni 1918 Tri Koro Darmo berubah nama menjadi
Jong Java. Jong Java bertujuan mendidik para anggotanya agar dapat mebnagun Jawa Raya
dengan cara mempererat persatuan, menambah pengetahuan anggota dan menumbuhkan cinta
pada budaya sendiri.
Organisasi Pemuda Indonesai di luar negeri yang paling terkenal adalah Perhimpunan
Indonesia. Perhimpunan Indonesia berpusat di Belanda dan menyampaikan informasi ke
dunia luar tentang perjuangan rakyat Indonesia. Perhimpunan Indonesia mempunyai arah ke
politik terutama ketika dipimpin oleh Muhammad Hatta dan A. Subardjo.

4. Partai Nasional Indonesia


PNI didirikan pada tanggal 4 Juli 1927 oleh Ir. Soekarno dan kawan-kawan. Partai ini
bersifat radikal. Tujuan dari PNI adalah bekerja untuk kemerdekaan Indonesia yang akan
dicapai dengan asas percaya pada diri sendiri. Dengan asas ini PNI bersikap nonkoperatif,
artinya tidak mau bekerjasama atau iku serta dengan dewan-dewan bentukan Belanda.
Dalam kongres PNI pertama tanggal 27-30 Mei di SurabayaIr. Soekarno terpilih sebagai
ketua Pengurus Besar PNI. Cita-cita PNI untuk menggalang persatuan bukan hanya
mempengruhi pikirn organisasi-organisasi politik lainnya, melainkan juga berpengaruh positif
pada organisasi pemuda yang kemudian mengadakan sumpah pemuda, dan organisasi
persatuan wanita yang kemudian membentuk Perserikatan perempuan Indonesia.
Kemajuan PNI dalam membawa rakyat untuk memperjuangkan kemerdekaan membuat
pemerintah kolonial Belanda merasa cemas. Akhirnya mereka menangkapi para tokoh dan
anggota PNI pada 29 Desember 1929.

5. Fraksi Nasional
Fraksi nasional dalan volksraad didirakan pada 27 Januari 1930 di jakarta yang
beranggotakan 10 orang anggota volksraad dengan ketua Moh. Husni Thamrin.
Fraksi nasional mempunyai tujuan untuk menjamin adanya kemerdekaan nasional yakni:
a. Mengusahakan perubahan-perubahan ketatanegaraan.
b. Berusaha menghapuskan perbedaan-perbedaan politik, ekonomi, dan intelektual sebagai
antithese colonial.
c. Mengusahakan kedua hal tersebut di atas dengan cara-cara yang tidakbertentangan dengan
hukum.

2.2.4 Menjelang Proklamasi Kemerdekaan


Ketika Belanda menyerah kepada jepang pada tanggal 8 Maret 1942, maka berakhirlah
masa pemerintahan kolonial Belanda dan dimulainya pemerintahan Jepang. Kedatangan
Jepang di Indonesia disambut baik oleh rakyat Indonesia karena berharap dapat melepaskan
diri dari penderitaan yang berkepanjangan.
Factor yang mendorong rakyat Indonesia mau bekerjasama dengan Jepang antara lain
karena Jepang yang kuat diharapkan dapat membantu Indonesia yang lemah, selain itu sikap
keras pemerintah koloniah Belanda menjelang akhir masa kekuasaanya yang tidak
memberikan harapan kemerdekaan kepada para pejuang pergerakan nasional.
Keinginan bangsa Indonesia untuk merdeka memuncak pada tahun 1945. Akan tetapi
terjadi perbedaan pendapat antara golongan muda dengan golongan tua. Golongan tua
menginginkan kemerdekaan yang tanpa pertumpahan darah dan tetap bekerjasama dengan
Jepang. Sementara golongan muda menginginkan kemerdekaan yang tanpa campur tangan
dari Jepang.
Akhirnya setelah mendengar berita penyarahan Jepang kepada sekutu, golongan muda
langsung mendesak Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta untuk segera memproklamasikan
kemerdekaan. Akan tetapi , Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta malah menginginkan masalah
itu dibicarakan dulu dalam rapat PPKI. Pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 di Jl.
Pegangsaan Timur No. 56, teks proklamasi kemerdekaan dibacakan oleh Ir. Soekarno dengan
disaksikan oleh para tokoh pejuang Indonesia. Dengan dibacakanya teks proklamasi itu,
maka bangsa Indonesia resmi menjadi bangsa yang merdeka, berdaulat, dan lepas dari
belenggu penjajahan.

BAB III
PENUTUP

3.1. KESIMPULAN
Setelah memperhatikan isi dalam pembahasan di atas maka dapat penulis tarik
kesimpulan sebagai berikut:
Mengenang sejarah tidaklah sesempit memahami gurauan. Namun mempelajari sejarah
adalah jauh lebih mendalam daripada kita memahami realitas saat ini. Karena sejarah adalah
salah satu dari bagian bangunan waktu, yang darinya kita dapat berdiri saat ini dan
mendirikan serangkaian peristiwa baru yang lain. Sejarahlah yang menjadi pondasi waktu,
karena sejarahlah kita ada saat ini. Dan tidak hanya kita, bahkaan bangsa kita serta dunia
sekalipun adalah dibangun oleh sejarah-sejarah luar biasa umat manusia.
Pelajaran apa yang dapat kita ambil dari perjuangan kemerdekaan masa kebangkitan
nasional, pastilah sangat banyak dan beragam tergantung bagimana kita memandangnya. Dan
setidaknya tiga pelajaran penting dari sejarah kebangkitan nasional ini.
Yang pertama adalah bahwa apabila kita menginginkan satu cita-cita bersama, kita
tidak bias meraihnya dengan hanya sekelompok orang atau bahkan sendirian.namun yang kita
perlukan adalah persatuan seluruh kekuatan manusia yang ada guna menuju pencapaian
tujuan bersama tersebut. Seperti perlawanan yang dilakukan bangsa Indonesia ini dulu, ketika
kedaerahan membawa kegagalan, maka jawabannya adalah persatuan yang membawa
keberhasilan.
Kedua, persatuan tidak akan terwujud begitu saja. Persatuan tidak bermakna hanya
sekedar berkumpulnya beberapa atau banyak orang, namun persatuan adalah lebih kepada
tersinergikannya suatu kelompok kekuatan secara rapi. Hal tersebut disebut terkoordinasi
secara baik. Dalam realitasnya, koordinasi tersebut terwujud dalam wadah perjuangan
masyarakat berupa organisasi. Jadi jika kita hendak bertindak pada arah cita-cita, kita harus
berorganisasi. Organisasi pun tidak bermakna hanya sekedar organisasi yang merupakan
wadah bagi beberapa orang yang bervisi sama, namun juga berarti kepada setiap pribadi
setiap orang. Karena organisasi adalah berarti senantiasa mengorganisir segala sesuatu secara
rapi dan teratur, memiliku rencana-rencana dan strategi yang jelas untuk melangkah pada
suatu tujuan. Tanpa adanya suatu organisasi yang baik, langkah kita dalam mencapai suatu
cita-cita adalah sulit. Seperti tujuan kemerdekaan Indonesia ini dulu, bangsa Indonesia telah
menyusun rencananya dalam wadah-wadah organisasi yang rapi berupa partai-partai nasional
sehingga pada akhirnya tercapailah mimpi proklamasi kemerdekaan Indonesia
Kemudian yang ketiga adalah kemauan yang membawa perwujudan. Keinginan yang
tinggi bangsa Indonesia untuk merdeka, sesungguhnya bukanlah sekedar hanya keinginan ,
namun senantiasa di wujudkan dalam perjuangan-perjuangan nyata.
Oleh karena itu dalam mewujudkan suatu impian ,kita harus mau bertindak segera karna
mimpi akan tindakan hanyalah akan berupa mimpi dalam pikiran kita ,jika ingin melihatnya
sebgai kenyataan maka kita harus membangunnya.

3.2. SARAN
Adapun dari penulisan makalah ini kami selaku penulis menyarankan kepada generasi
muda agar tetap mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan cara ikut berpartisipasi
dalam mengisi kemerdekaan Indonesia dan mencontoh semangat para pahlawan terdahulu
dalam kehidupan sehari-hari. Seluruh warga Indonesia wajib menghargai dan menghormati
jasa-jasa para pahlawan Indonesia.

http://gita-risda2.blogspot.co.id/2013/10/makalah-perjuangan-bangsa-indonesia.html