Anda di halaman 1dari 25

TANTANGAN BISNIS

Keberlangsungan usaha dan keamanan dalam berusaha merupakan syarat mutlak bagi suatu
organisasi untuk mencapai tujuannya. Karenanya, perusahaan dituntut untuk dapat melakukan
pengamanan secara sisematis agar tetap dapat mendukung terlaksananya kegiatan produksi
secara optimal.

Salah satu aspek penting dalam pelaksanan sistem pengamanan adalah standarisasi infrastruktur
sesuai dengan kondisi ancaman dan gangguan di tempat kerja. Desain infrastruktur yang sesuai
dengan kondisi setempat merupakan prasyarat terciptanya keadaan tempat kerja yang aman.

SOLUSI

Ruang Lingkup Pekerjaan

Dalam upaya pengelolaan sistem pengamanan yang efektif, perlu dilakukan penilaian
komprehensif tentang potensi ancaman dan gangguan terhadap proses bisnis. Penilaian dapat
dilakukan dengan mengkaji Rencana Induk Sistem Manajemen Pengamanan Terpadu, yang
melingkupi aspek manajemen, infrastruktur dan lingkungan.

Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk menghasilkan rencana induk pola pengamanan dalam
kegiatan perusahaan dengan mengacu pada standar pengamanan nasional maupun internasional.

Pelaksanaan

Tahapan dalam kajian Sistem Manajemen Pengamanan:

1. Identifikasi Proses Bisnis


Yaitu mengidentifikasi tingkat kepentingan dari setiap kegiatan yang ada dalam
mendukung keberlangsungan bisnis. Kegiatan ini dilakukan dengan cara melihat proses
kegiatan utama dan pendukung secara keseluruhan, termasuk kegiatan yang melibatkan
subkontraktor dan struktur organisasinya.
2. Penilaian Kerawanan Aset
Yaitu melakukan kalkulasi risiko ancaman terhadap aset-aset penting sesuai fungsi dan
nilainya.
3. Metode penilaiannya meliputi:
1. Identifikasi karakteristik aset
2. Penilaian ancaman
3. Analisa ancaman
4. Penilaian risiko
5. Analisis pengendalian
6. Analisis Dampak Bis

Identifikasi karakteristik aset


Yaitu mengidentifikasi seberapa cepat kegiatan-kegiatan dalam proses bisnis penting bisa
recovery setelah kondisi darurat. Analisis ini akan menggambarkan bagaimana kemampuan
perusahaan untuk tetap menjalankan proses bisnis penting setelah terjadi kondisi darurat.

Penilaian Ancaman Eksternal


Yaitu kegiatan survey untuk mengidentifikasi dan menilai tingkat ancaman dari luar yang
berpotensi menjadi gangguan.

Penilaian Terhadap Sistem Pengelolaan Pengamanan


Kegiatan ini dilakukan untuk menilai kesesuaian dan efektifitas model pengelolaan pengamanan
yang sudah dilakukan terhadap acuan standar Peraturan Kapolri 24/2007 tentang Sistem
Manajemen Pengamanan.

Penilaian Infrastruktur Pengamanan


Kegiatan ini dilakukan untuk menilai untuk melihat memadai tidaknya infrastruktur yang telah
ada sesuai dengan hasil tahapan penilaian sebelumnya.

Kajian Master Plan Pengamanan


Yaitu mengkompilasi dan menganalisa hasil tahapan kegiatan di atas, dan merumusan
rekomendasi model pengelolaan pengamanan terpadu yang sesuai dengan kondisi ancaman dari
bisnis perusahaan.

Manfaat

Mendapatkan gambaran umum mengenai karakteristik aset (objek) pengamanan,


infrastruktur yang telah ada, dan potensi ancamannya berdasarkan laporan kejadian.
Mengidentifikasi risiko dari aset-aset penting yang mempengaruhi proses berlangsungnya
bisnis.
Mendapatkan gap analysis berdasarkan observasi lapangan dan kebutuhan standar terkait
dengan sarana dan prasarana pendukung keamanan sesuai dengan kondisi tempat kerja.
Bila perusahaan telah menerapkan SMP dengan baik, kajian akan memastikan bahwa
perusahaan telah memiliki dan menerapkan infrastruktur baku sesuai dengan kebutuhan
dan budaya organisasi, dapat memberikan perlindungan yang efektif sesuai dengan
potensi ancaman terhadap proses bisnis dan aset perusahaan, sehingga dapat memitigasi
penyediaan infrastruktur yang berlebihan.


Setiap perusahaan pasti memiliki potensi masalah
keamanan yang sewaktu-waktu dapat berubah menjadi nyata. Seberapa besar potensi masalah
tersebut, sangat tergantung kepada jenis usaha yang digeluti, skala bisnis, situasi sosial ekonomi
dan politik dimana perusahaan tersebut berada.

Menghadapi banyaknya variabel yang harus diperhitungkan, Manajemen seringkali tidak tahu
pada titik mana mereka harus berangkat ketika menyusun sistem pengamanan bagi
perusahaannya. Untuk memecahkan masalah tersebut, kami menawarkan paket layanan jasa
Security Risk Management yang terintegrasi, berdasarkan standar internasional berbasis risk
management.

1. Threat Identification, Risk Assessment & Control (TIRAC)

Mengidentifikasi Ancaman adalah langkah paling awal untuk menyusun Perencanaan Sistem
Pengamanan. Setiap perusahaan memiliki ancaman spesifik sendiri-sendiri dan ancaman tersebut
perlu dinilai tingkat risikonya.

Dengan mempergunakan model Threat Identification, Risk Assessment & Control (TIRAC),
assessor-assessor kami yang kompeten dan berpengalaman akan mampu memformulasikan
tipologi ancaman yang dihadapi perusahaan Anda dan tingkat risikonya dengan tepat.

Selain jasa diatas, kami juga menyediakan jasa pembuatan instrumen Security Risk Assessment
dan melatih assessor internal untuk melaksanakannya, sehingga efisien dari sisi biaya dan
sumberdaya.

2. Perencanaan Sistem Pengamanan

Tujuan utama sebuah sistem pengamanan adalah memberikan perlindungan optimal terhadap
sumberdaya perusahaan; yang terdiri dari personil, fasilitas, peralatan, material logistik, sistem
pendukung dan data dari berbagai bentuk ancaman (threat) dan bahaya (hazard) , baik dari
dalam maupun luar perusahaan.
Dalam tataran implementasi, konsep perlin-dungan (protection) yang ideal harus
merepresentasikan empat kemampuan utama, yakni :

Kemampuan menghalangi (detterence)


Kemampuan mendeteksi (detection)
Kemampuan menunda (delay)
Kemampuan merespon (response)

Tampak jelas, bahwa idealnya sebuah sistem pengamanan dibangun sekokoh mungkin baik
fisik maupun psikologis sehingga mampu menghalangi pelaku kriminal untuk beraksi. Dan
jika pelaku kriminal tetap bersikeras melakukan niatnya untuk menerobos perimeter
pengamanan, sebuah sistem pengamanan yang efektif akan mampu mendeteksinya sedini
mungkin sekaligus memperpanjang waktu yang dibutuhkan oleh pelaku untuk menerobos.
Kedua faktor tersebut deteksi dan banyaknya waktu yang dibutuhkan oleh pelaku akan
memberikan ruang waktu dan gerak yang cukup bagi security guard yang bertugas untuk
merespon ancaman.

Dalam operasionalisasinya, konsep diatas diaplikasikan pada tiga unsur utama pengamanan
sebagaimana pada gambar di bawah ini :

Sebagai konsekuensinya, kekuatan ketiga elemen utama tersebut harus diupayakan


kesetaraannya, karena :

Kendati memiliki SOP yang lengkap dan didukung peralatan canggih, namun jika
kualitas personilnya rendah maka hasilnya tidak akan optimal.
Sebaliknya kendati personilnya berkualitas dan didukung peralatan canggih, namun jika
tidak diatur dalam SOP yang bagus, hasilnya pun tidak akan optimal.

Hal yang sama akan potensial terjadi, pada saat SDM yang ada cukup kompeten,
memiliki SOP yang bagus namun tidak didukung peralatan yang memadai.

3.Penyusunan Emergency Preparedness Plan

Setidaknya dari beberapa kali aksi terror bom di Jakarta dapat


disimpulkan, bahwa banyak perusahaan terutama yang berkantor di gedung-gedung tinggi,
belum memiliki Emergency Preparedness Plan untuk mengantisipasi situasi darurat terutama
yang diakibatkan oleh aksi terorisme. Setiap kali sebuah gedung memperoleh ancaman bom,
kepanikan langsung melanda ratusan orang yang bekerja di dalamnya. Padahal, akses untuk
keluar dari gedung relatif terbatas sehingga kepanikan tersebut potensial melukai banyak orang
akibat berebutan keluar.

Disini kami siap untuk membantu Anda menyusun Emergency Preparedness Plan yang
komprehensif; tidak saja berguna pada saat ada aksi terorisme namun juga tatkala terjadi gempa
bumi, kebakaran, banjir atau kerusuhan massa.

4.Penyusunan Pandemic Preparedness Plan

Hanya sedikit perusahaan yang sadar akan besarnya potensi ancaman


pandemi flu mematikan (deadly flu), yang mana besar kemungkinan akan dipicu oleh virus baru
hasil mutasi virus H5N1 (avian flu). Sebagian terbesar perusahaan di Indonesia yang telah
memiliki pandemic preparedness plan adalah PMA, memiliki afiliasi dengan perusahaan di luar
negeri, atau perusahaan swasta nasional berskala besar.

Didukung oleh panel ahli yang berpengalaman, kami siap membantu mengembangkan Pandemic
Preparedness Plan untuk diaplikasikan dalam lingkungan perusahaan Anda.

5. Operasionalisasi Sistem Pengamanan


Secanggih apapun peralatan pengamanan yang digunakan dan selengkap
apapun standard operating procedures yang dibuat; keduanya tidak akan banyak berguna apabila
personil yang mengoperasikannya tidak kompeten.

Aspek sumberdaya manusia dalam system pengamanan memang menjadi isu kritikal dari waktu
ke waktu. Tak jarang karena mengejar target terisinya pos-pos jaga, sebuah perusahaan terkesan
serampangan dalam merekrut personilnya. Guna mengantisipasi permasalahan tersebut, kami
telah mengembangkan sebuah Sistem Manajemen SDM yang kuat, sehingga dapat menjamin
seluruh proses dalam lini SDM pengamanan akan menghasilkan tenaga-tenaga security guard
yang berkualitas.

6. Evaluasi Kinerja Provider Pengamanan/SecGuard Outsource

Berangkat dari pertimbangan strategis dan praktis, dewasa ini banyak perusahaan yang
mengalihkan pengamanan bisnisnya pada pihak ketiga atau perusahaan pe-nyedia jasa
pengamanan. Masalah pun muncul tatkala Manajemen tidak memiliki parameter yang kuat untuk
menilai kinerja petugas Satpam outsource, padahal biaya yang telah dikeluarkan cukup besar.

Untuk memecahkan masalah tersebut, kami siap memberikan layanan jasa berupa konsultansi
penyusunan parameter untuk mengevaluasi Kinerja Satpam Outsource, mengembangkan
instrumen evaluator, melatih team evaluator Anda hingga melaksanakan assessment di lapangan.

7. Security Audit

Sebuah sistem pengamanan perusahaan harus diperiksa secara berkala. Tujuannya untuk
memastikan bahwa sistem tersebut bekerja dengan baik dan masih kompatibel untuk
mengantisipasi ancaman spesifik yang terus berkembang. Team profesional kami siap untuk
melaksanakan tugas Security Audit di perusahaan Anda; yang mana mencakup Audit Personil,
Audit Peralatan dan Audit Manajemen.

8. Training & Workshop

Kami siap memberikan pelatihan khusus berbasis Security Risk Management kepada
penanggungjawab masalah pengamanan di perusahaan Anda. Training dan Workshop tersebut
didisain taylor made, sehingga sesuai dengan kebutuhan Manajemen.

Apa yang membedakan Security Risk Management dengan Safety Risk Management?. Perta-
nyaan ini mungkin pernah Anda lontarkan kepada provider pengamanan perusahaan Anda, dan
jawaban yang diberikannya jauh daripada memuaskan. Hal ini sangat wajar, karena keba-nyakan
provider jasa pengamanan lebih mengutamakan aspek Security Risk ketimbang Safety Risk.
Padahal dalam konteks disiplin ilmu Risk Management, keduanya memiliki bobot yang setara
dan lebih jauh lagi, posisinya ibarat dua sisi mata uang yang sama.

Contoh yang sederhana adalah sebagai berikut. Salah satu fungsi utama security adalah
mencegah intruder, semisal pelaku terorisme, masuk ke dalam gedung dan meledakkan bom di
dalamnya. Namun apabila intruder berhasil menyusup dan meledakkan bomnya, persoalan
security dengan seketika berubah menjadi masalah safety; yakni bagaimana cara menyelamatkan
orang-orang di dalam gedung tersebut dari bahaya jebakan asap, kebakaran, flying glass ataupun
runtuhnya gedung.

KUMPULAN MATERI
PELATIHAN KUALIFIKASI GADA PRATAMA

SECURTIY
TUGAS POKOK, FUNGSI DAN PERANAN SECURITY
1. TUGAS POKOK SECURITY
Tugas pokok security adalah meneyelenggarkan keamanan ketertiban dilingkungan
kawasan kerjanya khusunya pengamana phisik,( physical security), personil informasi dan
pengamanan teknis lainya. Dalam pelaksanan tugas pokok tersebut seorang security harus
berperan sebagai pelindung. Pengayom dan pelayan bagi masyrakat yang berada
dilingkungan kawasan kerjanya.

SEBAGAI PELINDUNG:
Maka setiap anggota security harus memilkin kemampuan memberikan pelindung agar
masyrakat dilingkungan / kawasan kerjanya bebas dari rasa takut, bebas dari
ancaman/bahaya dan selalau bersedia memberikan bantuan tanpa membedakan
setatusnya.

SEBAGAI PENGAYOM:
Setiap anggota security harus memiliki kemampuan memberikan petunjuk, arahan,
bimbingan dan pesan yang bermanfaat bagi masyrakat dilingkungan kawasan kerjanya,
sehingga tercipta suasana yang aman, tertib dan masyarakat merasa tentram dan terayomi.

SEBAGAI PELAYAN:
Anggota security dalam setiap kegiatanya selalu dilandasi rasa pengabdian dengan etika
dan tatakrama serta tutur kata yang santun dan keramahan yang wajar, seorang petugas
security harus selalu memberikan pelayanan kepada masyrakat dilingkungan kawasan
kerjanya secara mudah, cepat tanpa membebani dengan biyaya tidak semestinya.

2. FUNGSI SECURITY
Security adalah salah satu pengemban fungsi kepolisian terbatas dan fungsinya adalah
meliputi segala kegiatan melindungi dan mengamankan lingkungan / kawasan kerjanya
dari setiap gangguan keamanan, ketertiban dan pelanggaran hukum. Security memiliki
kewenanagan terbatas ialah dalam lingkungan kuasa tempat dalam arti di luar tempat
yang di tentukan tidak memiliki kewenangan. Yang ditentukan dalam batas
kewenangannya ialah lingkungan kawasan kerjanya. Dalam undang-undang kepolisian
disebutkan bahwa dalam melaksanakan fungsi kepolisian maka polri dibantu oleh bentuk
pengamanan swakarsa yang mempunyai kewenangan terbatas sesuai tempat ialah;
lingkungan kerja, lingkungan pemukiman dan lingkungan pendidikan ini adalah tugas
security.
Pengamanan swakarsa adalah bentuk pengamanan atas kemauan, kesadran dan
kepentingan masyarakat sendiri yang kemudian mendapat pengukuhan dari polri. Contoh
fungsi kepolisian terbatas yang lain adalah posus ( polisi khusu)

3. PERANAN SECURITY
Dalam melaksanakan tugasnya security mempunyai peranan sebagai :
A. Unsur membantu pimpinan instansi / proyek / badan usaha tempat ia bertugas di bidang
keamanan dan ketertiban di lingkungan / kawasan kerjanya.
B. Unsur pembantu polri dalam pembinaan keamanan dan ketertiban terutama di bidang
penegakan hukum dan security mindedness dalam lingkungan kawasan kerja.
Keamanan dan ketertiban masyarkat adalah tanggung jawab seluruh masyarakat dan polri
adalah selaku Pembina teknisnya. Setiap orang bertanggung jawab atas keamanan dan
ketertiban dalam lingkungan masing-masing baik lingkungan pekerjaan, pemukiman dan
pendidikan dan lain-lain.
4. WEWENANG SECURITY
Anggota security harus memahami wewenang security sehingga tidak ragu-ragu dalam
melaksanakan tugasnya. Secara universal wewenang pengemban kepolisian terbatas
terbagi atas bagian yaitu wewenang bidang preventif dan represif sesuai dengan undang
undang yang mengaturnya.
A. Wewenang security bidang perventif
Menerima laporan, setiap anggota security berkewajiban menerima laporan dari anggota
masyarakat dilingkungan / kawasan kerjanya dan wajib memberikan pelayanan dan
bantuan yang di perlukan.
Tindakan pertama di tempat kejadian. Petugas security harus melakukan tindakan
pertama ditempat kejadian antara lain : penutupan TKP, menangani korban / saksi dan
tersangka, mengatur lalu lintas serta tindakan lain-lain yang di perlukakan dan segera
melaporkan ke polri terdekat.
Meminta identitas, petugas security wajib meminta identitas seseorang di lingkungan /
kawasan kerjanya misalnya KTP, SIM dan lain-lain
Mencari keterangan dan informasi, yang di perlukan bagi kepentingan tugasnya dalam
memelihara keamana dan ketertiban dilingkungan / kawasan kerjanya.
Mencegah dan menangulangi, timbulnya gangguan baik kriminal maupun non kriminal
serta mencegah timbulnya penyakit masyarakat di kawasan kerjanya antara lain :
pelacuran, perjudian, kenakalan remaja dan lain-lain.
Membantu menyelesaikan perselishan warga, kawasan kerjanya yang dapat
mengganggu ketertiban umum.
Memberikan bantuan pengamanan, atas kegiatan- kegiatan yang dilakukan di kawasan
kerjanya, misalnya pengaturan parkir, pengaturan lalu lintas dan lain-lain.
B. WEWENANG SECURITY DALAM HAL TERTANGKAP TANGAN
1. Pengertian tertangkap tangan adalah tertangkapnya seorang pada waktu sedang
melakukan tindak pidana, atau dengan segera sesudah beberapa saat tindak pidana itu di
laksanakan atau sesaat kemudian diserukan oleh khalayak ramai sebagai orang yang
melakukannya, atau apabila saat kemudian padanya ditemukan barang bukti hasil dari
kejahatan, benda yang diduga keras telah dipegunakan untuk melakukan tindak pidana itu,
yang menunjukan bahwa ia adalah pelaku atau membantu melakukan tindak pidana itu.
Untuk kasus tertangkap tangan ini tidak hanya pengemban fungsi kepolisian yang memiliki
kewenangan untuk bertindak namun juga kewajiban setiap warga Negara dengan catatan
segera menyerahkan tersangka berikut barang bukti ke penyidik yang berwenang.
2. Dalam hal tertangkap tangan, pada dasarnya setiap orang yang diperbolehkan
melakukan tindakan tertentu asal segera diserahkan kepada pihak yang berwenang
sesegera mungkin, misalnya dalam hal penangkapan:
a) Dalam hal tetangkap tangan tangan penangkapan dilakukan tanpa surat perintah
penangkapan, dengan ketentuan bahwa penangkap harus segera menyerahkan tertangkap
beserta barang bukti yang ada kepada penyidik / penyidik pembantu yang terdekat ( pasal
18 ayat (2) KUHAP).
b) Dalam hal tertangkap tangan, setiap orang berhak, sedang setiap orang mempunyai
wewenang dalam tugas ketertiban, ketentraman dan keamanan umum wajib menangkap
tersangka guna diserhkan beserta atau barang bukti kepada pihak yang berwenang.

TURJAWALI
PENGATURAN LALU LINTAS
1. Pengertian
a) Pengaturan lalu lintas adalah pemberitauan kepada pemakai jalan, bagaimana dan di mana
mereka dapat bergerak atau berhenti terutama pada waktu ada kemacetan atau keadaan
darurat.
b) Mengatur lalu lintas adalah mengisyartkan dan memberitauhkan kepada pemakai jalan
dengan menggunakan gerakan tangan atau alat lain sebagai isyarat kepada pemakai jalan
yang dapat atau tidak dapat bergerak, berhenti atau berubah arah pada waktu ada
kemacetan atau hambatan serta gangguan lalu lintas lainya.
c) Pengaturan lalu lintas ini merupakan tindakan awal yang harus dilaksanakan sedini
mungkin sebelum situasi lalu lintas berubah atau meningkat menjadi kurang lancar, macet
atau terjadi kecelakaan lalu lintas.
2. Pelaksanakan pengatuaran lalu lintas
a) Cara mengambil posisi
1) Sikap dasar mengatur lalu lintas adalah sikap siap
2) mengambil posisi sedemikan rupa sehingga mudah mengatur gerakan tangan dalam
mengatur lalu lintas
3) berusaha mengambil posisi ditempat yang lebih tinggi agar supaya mudah melihat dan
dilihat oleh pemakai jalan
4) selalu memperhatikan factor keamana yang cukup untuk menjamin keamanan bagi
petugas yang bersangkutan
5) pada waktu mengatur lalu lintas dengan SIKAP ISTIRAHAT, kewaspadaan harus tetap
jaga
b) Cara mengatur lalu lintas
1) Isyarat dengan pluit
a. Bunyi satu kali panjang artinya berhenti
b. Bunyi dua kali pendek artinya jalan
c. Bunyi lebih dari dua kali pendek, berturut-turut minta perhatian
2) Isyarat dengan tangan ( ada 12 gerakan)
Rincian gerakan gerakan tidak digambarkan dengan kalimat, tetap diberikan petunjuk
dengan gambaran peraga terlampir dan dipraktekan dengan model DRIL.
a. Isyarat berhenti / stop
Kendaran dari depan
Kendaran dari belakang
Kendaran dari depan dan belakang
Kendaran dari semua jurusan
Kendaran dari jurusan tertentu
b. Isyarta jalan
Kendaran dari kanan
Kendaran dari kiri
Kendaran dari kanan dan kiri
c) Sarana dan perlengkapan petugas mengatur lalu lintas
1. Pluit
2. Sarung tangan khusus lalu lintas
3. Handset khusus lalu lintas
4. Radio komunikasi ( HT )
5. Megaphone
6. Rambu lalu lintas yang dapat berpindah-pindah
7. Tanda rambu lalu lintas yang dibuat sedemikian rupa yang dapat dipegang dengan tangan
untuk digunakan dalam mengatur lalu lintas pada saat menyebrangkan orang atau
mengatur kendaraan
8. Perlengkapan perorangan lapangan anggota security
d) Tempat tempat khusus pengaturan lalu lintas ( bagi security )
1. Jalan keluar dan masuk kearea perusahaan / kantor
2. Tempat penyebrangan karyawan
3. Persimpangan jalan yang menuju kearea perusahaan / kantor
4. Tempat tempat parkir area perusahan / kantor
5. Tempat-tempat lain seusai dengan kebutuhan

e) Petunjuk khusus bagi anggota security dalam mengatur lalu lintas


1. Penampilan yang baik dengan berpakaian yang rapih
2. Harus berwajah cerah dan bersikap hormat
3. Jangan membuat gerakan-gerakan yang membingungkan pemakai jalan
4. Dalam megatur penyebrangan jalan.harus tanda khusus
5. Singkirkan kendaran mogok yang mengganggu arus lalu lintas baik yang keluar maupun
masuk keperusahaan / kantor
6. Melarang kendaran yang parkir tidak ada tempatnya, terutama dipersimpangan atau
tikungan jalan yang sangat sempit
7. Di larang menerima uang pemberian dari siapapun juga, pada waktu melaksanakan tugas
mengatur lalu lintas
8. Bila terjadi kecelakaan lalu lintas atau pelanggran berat didalam area tugas maka secara
otomatis kasusnya ditangani oleh petugas yang berwenang yaitu kepolisian atau lebih
khususnya lagi polantas setempat.

PENJAGAAN
PENJAGAAN adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh seseorang atau lebih untuk menjaga
agar obyek pengamanan tindak terganggu,hilang atau rusak
1. Bentuk bentuk penjagaan
Untuk berhasilnya tugas pengamanan seperti tersebut diatas maka dibuat pos-pos jaga seperti
berikut ini:
a. Pos utama adalah pos dimana pelaksanaan tugas penjagaan dilaksankan secara terus menerus
ditempat yang tetap dan merupakan posko untuk mengendalikan semua kegiatan penjagaan
b. Pos tambahan adalah pos yang dibentuk berdasarkan kepentingan yang memerlukan kehadiran
secara fisik petugas security ditempat itu, pos ini sebagai pos pengawasan.
c. Pos sementara adalah pos penjagaan yang diadakan dalam rangka menghadapi beban tugas
penjagaan secara insidentil dan bersifat tidak tetap atau sementara dan dalam waktu tertentu
dengan kebutuhan
2. Obyek penjagaan
a. Barang atau seluruh asset perusahaan
Contoh : gedung perkantoran, sarana dan prasarana perusahaan dll
b. Manusia
Contoh :
- Pimpinan
- Karyawan perusahaan
- Tamu
- Buruh harian

c. Kegiatan perusahaan
Contoh : seluruh kegiatan perusahaan yang dilakukan selama 24 jam diarea perusahaan atau
obyek pengamanan dari mulai pagi hari sampai dengan jam pulang kerja atau lembur, bentuk
kegiatan antara lain : kegiatan produksi, administrasi, pengadaan bahan produksi,
pengiriman/distribusi hasil produksi dll.
d. Informasi
Contoh : segala sesuatu yang menjadi rahasia perusahaan apakah berbentuk dokumen tertulis
atau pun bentuk proses kegiatan produksi, harus diamankan jangan sampai diketahui orang lain
yang tidak berkepentingan.
3. Pelaksanaan kegiatan penjagaan
a. Serah terima penjagaan
Tata cara serah terima penjagaan
1) Ka jaga lama beserta anggotanya dan ka jaga baru beserta anggotanya masing masing
membentuk barisan bersaf dan saling berhadapan
2) Coordinator jaga lama beserta anggotanya dan ka jaga baru beserta anggotanya masing masing
membentukbarisan bersaf satu dan saling berhadapan
3) Ka jaga lama memberikan aba aba sebagai berikut : kepada coordinator saptam ,.
Hormat gerak setelah penghormatan dibalas tegak. Gerak,
Catatan : Semua pasukan melaksanakan penghormatan

PENUNTUN SATUAN PENGAMANAN


1. KAMI ANGGOTA SATUAN PENGAMANAN MEMEGANG TEGUH DISIPLIN,PATUH DAN
TAAT PADA PIMPINAN, JUJUR DAN BERTANGGUNG JAWAB
2. KAMI ANGGOTA SATUAN PENGAMANAN SENANTIASA MENJAGA KEHORMATAN DIRI
DAN MENJUNGJUNG TINGGI KEHORMATAN SATUAN PENGAMANAN
3. KAMI ANGGOTA SATUAN PENGAMANAN SENANTIASA WASPADA MELAKSANAKAN,
TUGAS SEBAGAI PENGAMAN DAN PENERTIB DILINGKUNGAN KERJA
4. KAMI ANGGOTA SATUAN PENGAMANAN SENANTIASA BERSIKAP OPEN, TIDAK
MENGANGGAP REMEH SESUATU YANG TERJADI DI LINGKUNGAN KERJA
5. KAMI ANGGOTA SATUAN PENGAMANAN ADALAH PETUGAS YANG TANGGUH DAN
SENANTIASA BERSIKAP ETIS DALAM MENEGAKAN PERATURAN

PELAYANAN PRIMA
PELAYANAN PELANGGAN
1. PELANGGAN
Pada dasarnya dikenal dua pelanggan yaitu :
a. Pelanggan internal
dalam satisfaction dibahas bahwa prosese selanjutnya adalah pelanggan. Jadi seluruh bagian
dari perusahaan yang terkait dalam masalah security adalah pelanggan security Guard
yang berada dalam yunit kerja security harus mampu melayani seluruh bagian yang ada
sesuai tugas dan tanggung jawabnya. Demikian pula sebaiknya bahwa seluruh unit kerja
harus dapat melayani security guard, dengan demikian diperlukan komunikasi dan iklim
kerja sama yang baik dan saling perhatian
b. Pelanggan external
Pelanggan external merupakan pihak luar yang berhubungan dengan perusahaan, baik
pemakai jasa / produk perusahan maupun sekedar tamu. Security guard wajib berperan
ganda dalam memberi pelayanan kepada kedua pelanggan tersebut dan tidak boleh lebih
mementingkan salah satu pihak. Kepuasan pelanggan internal mutlak diperlukan untuk
memenuhi kepuasan pelanggan external yang merupakan tujuan kita, sehingga kedua
pelanggan menjadi sangat penting.

Hal yang perlu ditanamkan dalam diri security guard tentang pelanggan external adalah :

1) Pelanggan bukanlah orang luar bagi usaha kita, ia merupakan bagian diri usaha kita
(mitra)
2) Pelanggan bukan merupakan penghalang bagi pekerjaan kita, ia merupakan sasaran kerja
kita.
3) Pelanggan bukanlah barang mati, ia adalah manusia yang mempunyai perasaan dan emosi
seperti kita.
4) Pelanggan bukalah orang yang harus dibantah atau disaingi, ia berhak memperoleh
perlakuan sopan serta penuh perhatian.
5) Pelanggan tidak bergantung kepada kita, tetapi kitalah yang bergantung kepadanya.
6) Pelanggan mengajukan keinginan kepada kita, tugas kitalah untuk mematuhi keinginan
tersebut sebaik-baiknya dengan harapan diperoleh keuntungan bagi kedua pihak.
7) Pelanggan adalah pencipta CITRA baik buruknya perusahaan kiita.
8) Pelanggan adalah petugas humas terbaik jika ia merasa puas.
9) Pelanggan itu sensitife, tangani secara hati hati, karena mereka dapat mehidupkan atau
mengahancurkan usaha kita.

2. PELAYANAN
Pelayanan merupakan kata kerja yang berarti bahwa setiap orang yang berhubungan dengan
kata pelayanan berarti kita harus melakukan tindakan.

Tindakan melayani adalah :

a. Memberi bantuan kepada orang lain yang mempunyai kebutuhan atau harapan.
b. Dalam memberi pelayanan harus memperhatikan :
1) Siapa mereka dan ingin merka temui
2) Apa yang merka kehendaki
3) Bilamana / kapan mereka mengendaki
4) Dimana merka menginginkan
5) Bagimana mereka menghendaki pelayanan kita
6) Mengapa mereka mengingikan

3. KETRERAMPILAN DASAR DALAM PELAYANAN PELANGGAN

a. Komunikasi adalah suatu proses pemberian pesan, amanat atau perintah yang sinyalnya
bergerak, dan pengirim dan penerima, pada saat bersamaan, umpan balik atau pesan yang
sama sekali berbeda dengan pesan si pengirimdapat disampaikan dari si penerima kepada
pengirim, proses komunikasi ini akan mengalami kesulitan apabila ada gangguan dari
pihak ketiga, suara atau kekuatan dari luar, sebagi security guard sangat mutlak mampu
berkomunikasi dengan baik dan harus memperhatikan bahasa yang di gunakan serta
bahasa tubuh.
b. Penggunaan telpon
Pada umumnya security guard juga dituntut untuk menerima telpon masuk pada saat hari
libur atau jam istirahat kantor
c. Menerima telpon
astra internasional, selamat pagi/siang/malam.. ( permintaan untuk dapat berhubungan
dengan sesorang)
mohon ditunggu sebentar pak/ibu ( langsung dihubungkan ke yang bersangkutan)
Jika yang bersangkutan berhalangan:
:bapak/ibu sedang tidak ada ditempat, apakah ada sesuatu yang dapat kami bantu ?
terima kasih pak/ibu
bapak/ibu. Sedang telpon, apakah bapak/ibu akan menunggu atau nanti akan
menghubungi lagi

ETIKA PROFESI
PENGERTIAN KODE ETIK PROFESI
Yang disebut kode etik adalah kumpulan dari etika, sedangkan etika adalah pernyataan
tentang apa apa yang baik dari prilaku dalam pelaksaan tugas suatu bidang tertentu, kode
etik hakekatnya merupakan kristalisai nilai-niali yang baik diharapakan menjadi
pembibing setiap petugas dalam pengabdianya pada masyarakat dan menjadi pengawas
yang melekat dalam hati nurani agar terhindar dari perbuatan tercela dan penyalahgunaan
wewenang. Setiap profesi selalu mempunyai kode etik sendiri sendiri, demikian pula
keamanan/security yang merupakan profesi dimana security adalah salah satu komponen
perlu memiliki kode etik dan hal ini sudah tercantum dalam peraturan kapolri nomor 24
tahun 2007. Semua kode etik pada intinya merupakan aturan atruan yang di ambil dari
cita-cita terbaik bagaimana pelaksanaan suatu tugas dan contoh kegiatan yang baik dalam
merealisasikan cita-cita tersebut. Karena itu rumusan kode etik security misalnya tersirat
bahwa standar prilaku yang baik dalam pelaksaana tugas security adalah taqwa,
menjungjung tingi pancasila dan UUD 1945, bertanggung jawab, tauladan, waspada dan
pengabdian.

FUNGSI KODE ETIK


Fungsi kode etik :
Semua profesi mengadung hakekat untuk mengembangkan pelaksanaan tugas dan kadar
pengabdian kepada masyarkat. Kode etik berfungsi sebagai pembingbing dan pengawas
dalam dirinya sendiri (hati nuraninya ) untuk selalu berbuat baik. Tanpa adanya kode etik
sebagai pedoman maka pengembangan pelaksanaan tugas akan tidak terarah dan
khususnya berkaitan dengan tugas keamanan security yang berkewajiban melindungi
masyarakat dan meras bahwa pelaksanaan tugas akan tidak terarah dan khususnya
berkaitan dengan tugas keamanan security yang berkewajiban melindungi masyarakat
akan meras bahwa pelaksanaan tugas profesi tersebut tidak ada manfaatnya dan akhirnya
tidak mendapat dukungan dari masyrakat. Dalam pelaksanaan selain ada factor
pengawasan dari luar ( misalnya pimpinan atau dari masyarakat) maka yang jauh lebih
penting adalah pengawasan dari dalam(internal) ialah dari individu petugas itu sendiri
dalam hal ini adalah hati nuraninya, bilamana petugas tersebut akan berbuat yang tidak
baik/tercela maka dengan landasan pemahaman dan penghayatan kode etik maka hati
nuaraninya mengingatkan bahwa dia tidak boleh melakukan hal tersebut, maka kode etik
berfungsi untuk selalu membina pemahaman dan penghayatan kepada petugas dimanapun
dia berada agar hati nuraninya selalu mengingatkan mana perbuatan yang tidak baik perlu
dihindari dan mana yang baik yang harus dilaksanakan.

ETIKA PENGABDIAN
Pasal 1
Anggota security senanntias bertaqwa kepada tuhan yang maha Esa dengan menunjukan sikap
pengabdianya berprilaku :
a. Menjungjung tinggi sebagai anggota security dari dalam hati nuraninya kepada Tuhan
Yang Maha Esa
b. Menjalankan tugas kenegaraan dan kemasyarkatan dengan niat murni karena kehendak
Tuhan Yang Maha Esa sebagai wujud nyata amal ibadahnya.
c. Menghormati acara keagamaan dan bentuk bentuk ibadah yang diselenggarakan
masyarakat dengan menjaga keamanan dan kehikmatan pelaksanaanya.

Pasal 2
Anggota security berbakti nusa dan bangsa sebagai wujud pengabdian tertinggi dengan:
a. Mendahulukan kehormatan bangsa Indonesia dalam kehidupanya
b. Menjungjung tinggi lambang-lambang kehormatan bangsa Indonesia
c. Menampilkan jati diri bangsa Indonesia yang terpuji dalam semua keadaan dan seluruh
waktu
d. Rela berkorban jiwa dan raga untuk bangsa Indonesia

INTER PERSONAL SKILL (IPS)


KETERAMPIAN MENGAMATI
Pengertian yang dimaksud dengan keterampilan mengamati di sini, dapat diartikan sebagai
suatu keterampilan yang dimilki seseorang, untuk mampu melihat dan memperhatikan
suatu obyek tertentu yang dilakukan secara teliti dan seksama, dengan menganalisa.
a. Keterampilan mengamati merupakan salah satu bentuk keterampilan yang mutlak harus
dimiliki oleh seorang anggota security terutama apabila hal ini dikaitkan dengan tugasnya.
Bentuk observasi (pengamatan) obeservasi dengan jalan tidak turut serta. Dalam hal ini
pengamat mengambil sikap/posisi sebagai orang luar dimana kehadiranya tidak
mengganggu kelompok yang sedang diamati.
Observasi dengan jalan turut serta. Dalam hal ini berbagai macam peranan yang dapat
dimainkan oleh penyelidik dalam mengamati situasi situasi social tertentu, dengan
berbagai macam perbedaan derajat partisipasi / turut serta. Dengan perkataan lain
penyelidik tidaklah perlu untuk memainkan peranan atau berpartisipasi secara lengkap.

b. Beberapa keuntungan / keunggulan partisipasi observasi


1) Penyidik dapat merumuskan kembali maslahnya selama observasi berlangsung terus.
2) Hubunganya yang erat dengan situasi yang sebenarnya, memeberikan kemungkinan
baginya untuk menghindari pertanyaan pertanyaan tidak berguna
3) Secara teratur ia dapat merubah kategori-kategori yang di perlukakan bagi penyelidikan
4) Memberikan kemungkinan baginya untuk memeproleh bahan-bahan yang lebih mendalam
5) Dapat mengumpulkan bahan-bahan yang pada saat itu kelihatanya tidak berhubungan
dengan masalah penyelidikanya, akan tetapi mungkin akan berguna dikemudian hari.

PELATIHAN KETERAMPILAN MENGAMATI


a. Kita menyadari bahwa melakukan pengamatan bukanlah merupakan hal yang mudah,
sehingga apabila hal ini tidak dilakukan melaluai latihan latihan yang baik, sangat sulit
bagi seseorang untuk memiliki keterampilan tersebut. Beberapa hal yang perlu mendapat
perhatian dalam melaksanakan pengamatan ini antara lain :
1) Untuk dapat melakukan pengamatan yang baik, harus betul-betul dilaksanakan secara
sistematis, dalam arti dilakukan mulai melihat dari hal-hal yang bersifat umum, kepada hal-
hal yang bersifat khusus.
2) Dalam hal ataupun memeprhatikan suatu obyek, tidak mungkin dilakukan tanpa adanya
konsentrasi yang penuh terhadap obyek tersebut. Harus disadari bahwa pada saat
seseorang melakukan pengamatan akan senantiasa adanya pengaruh yang dapat
mengganggu konsentrasi sipengamat. Untuk itu seorang pengamat yang baik harus
mamapu menangulangi pengaruh yang dapat mengganggu konsentrasi tersebut.
3) Dalam rangka pengamatan kita menyadari bahwa kemampuan seseorang untuk melihat
atau memperhatikan suatu obyek terbatas, sehingga dalam pelaksanaanya harus dapat
menempatkan diri pada posisi yang tepat.

KETERAMPILAN MENJELASKAN
Penjelasan tentang keterampilan menjelaskan :
Yang di maksud dengan keterampilan menggambarkan disni, dapat diartikan sebagai suatu
ketrampilan dari seseorang untuk membanyakan melukiskan, atau menceritakan tentang
suatu obyek, maupun peritiwa (kejadian), yang merupakan hasil dari pengamatanya, yang
disampaikan dalam bahasa lisan, tulisan ataupun symbol-simbol, sehingga orang lain
jelas/mengerti tentang apa yang disampaikan

KETERAMPILAN MENDENGARKAN
Penjelasan tentang keterampilan mendengarkan :
Yang di maksud dengan keterampilan mendengarkan disini, yaitu : suatu keterampilan yang
dimiliki oleh seseorang untuk menangkap atau menyerap suara (bunyi) dengan
menggunakan indra telinga secara teliti dan cermat, sehingga mampu menyampaikan
secara benar

KETERAMPILAN BERTANYA
Penjelasan tentang keterampilan bertanya :
Keterampilan bertanya dapat diartikan sebagai suatu kemampuan yang dimiliki seseorang
untuk meminta keterangan atau penjelasan kepada seseorang untuk mendapat informasi
tentang apa yang belum diketahui ataupun belum dimengerti.

KETERAMPILAN MERINGKAS
Penjelasan tentang keterampilan meringkas :
Yang dimaksud dengan keterampilan meringkas disini dapat diartikan suatu keterampilan
yang dimilki oleh seseorang untuk memendekan cerita pembicaran, berita/informasi,
laporan dan sebagainya dengan cara mengambil intisarinya saja, tanpa mengurangi arti
dan maksud dari pada cerita, pembicaraan, berita/informasi ataupun laporan tersebut.

KETERAMPILAN MEMEBERIKAN UMPAN BALIK


Penjelasan tentang keterampilan memberikan umpan balik :
Yang di maksud dengan keterampilan memberikan umpan balik disini yaitu suatu
kemampuan / keterampilan yang dimilki oleh seseorang untuk menyampaikan sesuatu hal
kepada orang lain, tentang apa yang dilihat atau didengarkan dari tindakan orang tersebut,
sehingga apa yang disampaikan itu dapat dijadikan perangsang atau pendorong bagi orang
tersebut, untuk melakukan tindakan yang lebih baik di waktu yang akan datang.
KAPITA SELEKTA KUHP DAN KUHAP
PENGERTIAN TINDAK PIDANA
Delik atau tindak pidana adalah perbuatan manusia yang bertentangan dengan hukum,
perbuatan dimana dilakukan oleh seseorang yang dapat dipertanggung jawabkan dan
dapat disalahkan kepada si pembuat.

Pengertian ini dapat diperinci sebagai berikut :


a. Harus ada perbuatan yaitu perbuatan manusia
b. Perbuatan manusia itu harus bertentangan dengan hukum
c. Perbuatan itu harus dilarang oleh undang-undang dan di ancam dengan hukuman
d. Harus dilakukan oleh seseorang yang dapat di pertanggung jawabkan
e. Perbuatan itu harus dapat dipersalahkan kepada si pembuat

BEDA KEJAHATAN DENGAN PELANGGARAN

Kejahatan adalah perbuatan-perbuatan yang menurut sifatnya dipandang sebagai sesuatu


ketidak adilan, dan karena itu perbuatan tersebut patut dihukum, jadi andai kata belum
dilarang atau belum diancam dengan tegas oleh undang-undang oleh khalayak ramai
perbuatan itu dirasakan mengadung onrecht oleh karenaya patut di hukum.
Sedangkan pelanggaran adalah perbuatan-perbuatan yang justru karena perbuatan itu
dilarang dan diancam dengan hukuman oleh undang-undang barulah perbuatan itu
dianggap perbuatan melanggar hukum,dan karena itu memepunyai sifat yang patut
dihukum, jika demikian maka oleh khalayak ramai tidak dianggap patut di hukum.
Perbedaan antara kejahatan dan pelanggaran adalah dalam hal perbedaan hukuman yang
diancam, pada umumnya hukuman pada kejahatan lebih berat dari pada hukuman
terhadap pelanggaran.

UNSUR-UNSUR TINDAK PIDANA


1. UNSUR TINDAK PIDANA PENGHINAAN
a. Pasal 310 KUHP
(1) Barang siapa sengaja merusak kehormatan atau nama baik seseorang dengan jalan
menuduh dia melakukan sesuatu perbuatan dengan maksud yang nyata akan tersiarnya
tuduhan itu, di hukum karena menista, dengan hukuman penjara selama lamanya Sembilan
bulan atau denda sebanyak-sebanyak Rp 4.500,-
(2) Kalau hal ini dilakukan dengan tulisan atau gambar yang disiarkan, dipertunjukan pada
umum atau ditempelkan, maka yang berbuat itu dihukum karena menista dengan tulisan
dengan hukuman penjara selama-lamanya satu tahun empat bulan atau denda sebanyak-
banyaknyaRp 4.500,-
(3) Tidak termasuk menista atau menista dengan tulisan, jika ternyata bahwa sipembuat
melakukan hal itu untuk kepentingan umum atau lantaran terpaksa perlu untuk
mempertahankan dirinya sendiri ( KUHP 134 s, 142 s,207, 311 s, 319 s, 483, 488)

UNSUR TINDAK PIDANA PENGANIYAYAN


a. Pasal 351 KUHP
1. Penganiyayan di hukum dengan hukuman penjara selama-lamanya dua tahun delapan
bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp.4.500
2. Jika perbuatan itu membuat luka berat,sitersalah di hukum penjara selama-lamanya lima
tahun (KUHP 90)
3. Jika perbuatan itu menjadi mati orangnya, sitersangka di hukum penjara selama-lamanya
tujuh tahun (KUHP 338)
4. Dengan penganiyayan disamakan merusak kesehatan orang dengan sengaja
5. Percobaan melakukan kejahatan ini tidak dapat dihukum (KUHP 37,53,184 s, 353 s,
356,487)

UNSUR TINDAK PIDANA PENCURIAN


a. Pasal 362 KUHP
Barang siapa mengambil sesuatu barang, yang sama sekali atau sebagai termasuk kepunyaan
lain, dengan maksud akan memiliki barang itu dengan melawan hak,di hukum, karena
pencurian, dengan hukuman penjara selama-lamanya lima tahun atau denda sebanyak-
banyaknya Rp.900,- ( KUHP 35, 364, 366, 486)

UNSUR TINDAK PIDANA PENGGELAPAN


a. Pasal 372 KUHP
Barang siapa dengan sengaja memilki dengan melawan hak sesuatu barang yang sama sekali
atau sebagainya termasuk kepunyaan orang lain dan barang itu ada dalam tanganya bukan
karean kejahatan, dihukum karena penggelapan, dengan hukuman penjara selama-lamanya
empat tahun atau denda sebanyak-banyaknya Rp.900,- (KUHP 34,43,373,376 s, 486)

KEMAMPUAN KEPOLISIAN TERBATAS


FUNGSI KEPOLISIAN TERBATAS DAN PENGGOLONGAN KEMAMPUAN
LINGKUP KUASA TEMPAT
a. Security adalah salah satu pengemban fungsi kepolisian terbatas dan fungsinya adalah
meliputi segala kegiatan melidungi dan mengamankan lingkungan/kawasan kerjanya dari
setiap gangguan keamanan dan ketertiban dan pelanggaran hukum. Saptam memilki
kewenanga terbatas ialah dalam lingkungan kuasa tempat dalam arti diluar tempat yang
ditentukan tidak memilki kewenangan yang ditentukan dalam batas kewenanganya adalah
lingkungan, kawasan kerjanya, dalam undang-undang kepolisian maka disebutkan bahwa
dalam melaksanakan fungsi kepolisian maka polri dibantu oleh bentuk pengamanan
swakarsa yang mempunyai kewenanagan terbatas sesuai tempat ialah meliputi lingkungan
kerja, lingkungan permukiman, lingkungan pendidikan dan inilah adalah security, bentuk
pengamanan swakarsa ini adalah bentuk pengamanan atas kemauan, kesadaran dan
kepentingan masyrakat sendiri yang kemudian mendapat pengukuhan dari polri.
b. CONTOH FUNGSI KEPOLISIAN TERBATAS yang lain adalah :
1. kepolisian khusus ialah instansi atau badan pemerintahan yang oleh untuk
melaksanakan fungsi kepolisian dibidang teknisnya masing-masing wewenang bersifat
khusus dan terbatas dalam lingkungan kuasa soal-soal yang ditentukan oleh peraturan
perundang-undangan yang menjadi dasar hukumnya contoh kepolisian khusus yaitu
balai pengawsan obat dan makanan ( Ditjen POM depkes). Polsus kehutanan, polsus
dilingkungan imigrasi dan lain lain.
2. Penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) : adalah pejabat pegawai negeri sipil tertentu yang di
beri wewenang khusus oleh undang undang yang menjadi dasar hukumnya masing-masing.

KEMAMAPUAN BIDANG PREVENTIV

SECURITY sebagai pengemban fungsi kepolisian terbatas mempunyai wewnang bidang


preventive secara terbatas ialah hanya berwenang dilingkungan kawasan kerjanya. Untuk
dapat melaksanakan wewenang ini dengan baik maka petugas security harus memiliki
kemampuan yang diperlukan ialah kemampuan bidang preventive ini antara lain meliputi :
a. Menerima laporan dari masyarakat. Setiap petugas security berwenang / berkewajiban
menerima laporan dari anggota masyarakat di lingkungan / kawasan kerjanya dan wajib
memberikan pelayanan dan bantuan yang di perlukan
b. Melakukan tindakan pertama ditempat kejadian antara lain : penutupan TKP, menangani
korban / saksi dan tersangka, mengatur lalu lintas serta tindakan lain-lain yang diperlukan
dan segera melaporkan ke polri terdekat
c. Mengambil identitas seseorang dilingkungan / kawasan kerjanya.
d. Mencari keterangan dan informasi tentang sesuatu yang diperlukan dan segera
melaporkan ke polri terdekat.
e. Mencari keterangan dan informasi tentang sesuatu yang diperlukan dalam pelakasanaan
tugas
f. Mencegah dan menangani gangguan- gangguandikawasan kerjanya baik criminal dan non
criminal serta penyakit masyarakat antara perjudian, pelacuran, kenakalan remaja dan lain
lain.
g. Memberikan bantuan pengamanan terhadap kegiatan-kegiatan yang diadakan dikawasan
kerjanya,
h. Menerima dan menyimpan barang-barang temuan untuk sementara waktu sampai jelas
siapa pemilik yang benar.
Kemampuan yang harus dimiliki security untuk dapat terlaksananya wewenang bidang
preventive ( kemempeuan bidang preventive) biasa disebut dengan kemampuan turjawali
( pengaturan, penjagaan pengawalan dan patrol) dan TPTKP (tindakan pertama di tempat
kejadian perrkara)

KEMAMPUAN PELAYANAN
Dalam pelaksanaan tugas pokok security harus mampu melaksanakan peran sebagai
pelindung, pengayom dan pelayanan masyarakt di lingkungan kawasan kerjanya dan untuk
diperlukan penguasan kemampuan pelayanan, dalam setiap kegiatan pelaksanan tugasnya
security harus dilandasi rasa pengabdian, dengan etika dan tatakrama serta tutur kata dan
keramahan, selalu memberikan bimbingan, petunjuk, dorongan dan ajakan kepada
masyarakat dilingkungan /kawasan kerjanya sehingga tercipta suasana perasaan yang
aman dan tentram, selalu meberikan pelindungan sehingga terbebas dari rasa takutdan
bebas dari ancaman atau bahaya. Sebagai dari kemampuan pelayanan adalah kemampuan
untuk memahami harapan dan aspirasi masyarakat, security sebagai petugas keamanan di
suatu lingkungan / kawasan kerjanya perlu memahami aspirasi dan harapan masyarakat di
situ,harapan dan aspirasi masyarakat akan kehadiran petugas pada umumnya sama ialah
bahwa dengan kehadiran petugas disuatu lokasi akan mewujudkan suasana yang aman,
tentram dan tertib, petugas security diharapkan dapat mencegah terjadinya gangguan
terhadap masyarakat, sekiranya masyarakat memerlukan bantuan segera mendapat
respon dari petugas tanpa meminta imbalan apapun. Dengan demikian security mampu
mengetahuai kerawanan-kerawanan dan gangguan apa yang biasanya terjadi di lokasi
tersebut sehingga dapat mencegah terjadinya hal tersebut serta selalu siap sedia
membantu dan melayani masyarakat, masyarakat harus benar benar merasa adanya
manfaaat dengan kehadiran security dan dengan demikian akan terjadi hubungan
harmonis yang akhirnya menimbulkan kerjasama dan saling bantu dengan sukarela
meskipun keamanan dan ketertiban di lokasi lingkungan / kawasan kerja adalah tanggung
jawab petugas keamanan dalam hal ini security. Tetapi adanya pengertian kerjasama dan
bantuan masyarakat setempat hal ini tidak akan terwujud, dengan dimilikinya kemampuan
pelayanan oleh setiap petugas security disuatu lokasi akan menimbulkan situasi yang
kondusif bagi terciptanya saling pengertian, kerjasama dan bantuan dari masyarakat dan
pada giliranya akan memungkinkan terwujudnya keamanan dan ketertiban di lingkungan /
kawasan kerja tersebut.

KEMAMAPUAN PENINDAKAN

Petugas security perlu menguasi kemampuan penindakan ( secara terbatas) oleh karena dalam
tugasnya sering menghadapi keadaan khusus seorang security harus mampu melakukan
penidakan dengan penggunaan kewenangan sesuai ketentuan perundang-undangan dan
bila perlu tindakan keras yang proporsional dengan ancaman yang dihadapi, dalam hal
tertangkap tangan yaitu tertangkapnya seseorang pada waktu sedang melakukan tindakan
pidana atau dengan segera sesudah beberapa saat tindak pidana itu dilakukan, atau sesaat
kemudian diserukan oleh khalayak ramai sebagai orang yang melakukanya, atau apabila
sesaat kemudian padanya ditemukan benda yang diduga keras telah dipergunakan untuk
melakukan tindakan pidana yang menunjukan bahwa ia adalah pelakunya atau turut
melakukan atau membantu melakukan tindak pidana itu, untuk kasus tertangkap tangan
ini tidak hanya pengemban tugas kepolisian yang memiliki kewenangan untuk bertindak
namun juga kewajiban bagi setiap warga Negara, dengan catatatan segera meyerahkan
tersangka berikut barang buktinya kepada penyidik yang berwenang.

TINDAKAN PERTAMA DI TEMPAT KEJADIAN


1. Pengertian
a. TPTKP ADALAH tempat di mana suatu tindakan pidana dilakukan atau terjadi atau akibat
yang ditimbulkan atau tempat-tempat lain yang berhubungan dengan tindak pidana
tersebut dimna barang bukti korban atau bagian tubuh korban ditemukan.
b. Tidakan pertama adalah serangkaian tindakan tersebut sesuai dengan prosedur yang telah
ditentukan.
2. Pelaksanaan TPTKP
Bila terjadi tindak pidana dilingkungan tempat kerjanya security, maka langkah pertama yang
harus dilakukan adalah : SEGERA MELAPORKAN KEJADIAAN TERSEBUT PADA
PIMPINANAN PERUSAHAAN DAN MENGAMANKAN TKP. Langkah selanjutnya segera
melakukan kegiatan tindakan pertama di TKP dengan terencana dan terinci sebagai
berikut:
a. Tahap persiapan
1) Mempersiapkan peralatan TPTKP
2) Membawa catatan dan alat tulis
3) Menyiapkan personil security yang akan bertugas di TKP
4) Meminta petunjuk arahan dari pimpinan security
5) Segera mendatangi TKP
b. Di tempat kejadian
1) Menutup area tempat kejadian
Segera memasang police line, atau tali dari apa saja( rapiah, tambang) sebagai tanda bahwa
semua orang dilarang memasuki area TKP dan menempatkan beberapa anggota security di
tempat yang strategi agar supaya massa menonton tindak mendekati TKP
2) Bila ada korban segera teliti apakah masih hidup atau sudah mati
a) Jika sudah mati biarkan korban ditempatnya dan jangan disentuh
b) Jika masih hidup segera adakan pertolongan pertama atau segera mungkin dikirim
kerumah sakit terdekat, yang belum diangkat beritanda dengan kapur tulis dimana korban
tergeletak.
3) Satu orang atau dua orang anggota security, masuk ke areal TKP dengan cara sebagai
berikut :
a. Beri tanda bekas langkah kaki petugas, pada saat maupun keluar TKP usahkan jalur yang
sama
b. Bawa alat tulis untuk mencatat apa yang dilihat diare TKP dengan ketentuan : DILARANG
MEMEGANG APAPUN JUGA serta DILARANG MEMINDAHKAN / MERUBAH KEDUDUKAN
SETIAP BENDA YANG ADA DI TKP.

TEHNIK PENANGKAPAN & PENGGELEDAHAN


1. PENGANGKAPAN
a. Dasar hukum dan pengertian
Penangkapan adalah suatu tindakan penyidik berupa pengengkahan sementara waktu
kebebasan tersangka / terdakwa apabila terdapat cukup bukti guna kepentingan
penyidikan ( pasal 1 butir 20 KUHP).
Perintah penangkapan dilakukan terhadap seseorang yang diduga melakukan tindak
pidana berdasarkan bukti permulaan yang cukup ( pasal 17 KUHP)
Penjelasan pasal 17 KUHP:

Bukti permulaan yang cukup adalah bukti permulaan untuk menduga adanya tindak pidana
sesuai dengan bunyi pasal 1 butir 14 KUHP.

Yang di maksud cukup bukti ( bukti permulaan) :


Menurut kapori :
Berdasrkan surat keputusan kapolri No.Pol : SKEP/04/II/1982 tanggal 18 februari 1982
bahwa bukti permulaan yang cukup itu adalah bukti yang merupakan keterangan dan data
yang terkandung di dalam 2 diantaranya:
a. Laporan polisi
b. Berita acara pemeriksaan di TKP
c. Laporan hasil penyelidikan
d. Keterangan saksi / saksi ahli
e. Barang bukti
Menurut rapat kerja MAKERHJAPOL tanggal 21 maret 1984
Bukti permulaan yang cukup adalah seyogyaya minimal laporan polisi ditambah satu alat bukti
lainya. Adapun yang dimaksud alat bukti adalah pasal 184 KUHP alat bukti yang sah
adalah :
1. Keterangan saksi
2. Keterangan ahli
3. Surat
4. Petunjuk
5. Keterangan terdakwa
b. YANG BERWENANG MELAKUKAN PENANGKAPAN
1) Penyidik (pasal 1 ayat (1) huruf d KUHP)
2) Penyidik pembantu ( pasal 7 ayat (1) huruf d kecuali penahanan KUHP)
3) Penyidik atas perintah penyidik (pasal 7 ayat (1) HURUF B perintah penyidik butir 1
KUHP)
4) Setiap orang (pasal 111 ayat (1) KUHP) pasal 1 butir 19 KUHP

TERTANGKAP TANGAN adalah tertangkapnya seseorang pada waktu sedang melakukan


tindak pidana atau dengan segera sesudah beberapa saat tindak pidana dilakukan, atau
sesaat kemudian diseruhkan oleh khalayak ramai sebagai orang yang melakukanya, atau
apabila sesaat kemudian padanya ditemukan benda yang diduga keras telah dipergunakan
untuk melakukan tindak pidana itu menunjukan bahwa ia adalah pelakunya atau turut
melakukan tindak pidana itu

Pasal 111 ayat (1) KUHP


dalam hal tertangkap tangan setiap orang berhak, sedangkan setiap orang yang memepunyai
wewenang dalam tugas ketertiban, ketetraman dan keamanan umum wajib menagkap
tersangka guna diserahkan beserta atau tanpa barang bukti kepada bukti kepada penyidik
atau penyidik

c. TATA CARA PENANGKAPAN


PASAL 18 (1)
1) Pelaksananya di lakukan oleh pori
2) Memperlihatkan surat perintah tugas
3) Memberikan surat perintah pengkapan kepada tersangka
4) Surat perintah mencantumkan identitas tersangka
5) Menyebutkan alasan penangkapan
6) Tembusan surat perintah penangkapan diberikan kepada keluarganya segera setelah
penangkapan
7) Buat berita acara penangkapan

Pasal 19 (1) KUHP


penangkapan dapat dilakukan paling lama 1 (satu) hari

PEMBUATAN LAPORAN / INFORMASI


1. PENGERTIAN
a. Laporan adalah pemberitahuan yang disampaikan oleh sesorang karena hak dan
kewajiban berdasarkan undang-undang kepada pejabat yang berwenang tentang atau
sedang atau diduga akan terjadi sesuatu tindak pidana atau peristiwa pidana
b. Pengaduan adalah pemberitahuan yang disertai dengan permintaan oleh pihak yang
berkepentingan kepada pejabat yang berwenang untuk menindak menurut hukum yang
berlaku, seseorang yang telah melakukan tindak pidana aduan yang merugikan
c. Laporan polisi adalah laporan tertulis yang dibuat oleh petugas polri tentang adanya
pemberitahuan yang di sampaikan oleh seseorang karena hak dan kewajiban berdasarkan
undang undang bahwa telah atau sedang terjadi peristiwa pidana
2. Tindak pidana dapat diketahuai dari :
a. Kegiatan atau inisiatif polisi
Polisi tidak hanya boleh menunggu laporan atau pengaduan dari masyarakat saja, tetapi harus
aktif mencari dan mengunkapkan peristiwa-peristiwa tindak pidana

Bentuk kegiatan atau insiatif polisi yang dapat dijalankan antara lain sebagai berikut:
Analisa terhadap isi pemberitaan massa media
Analisa terhadap arsip berkas perkara
Pengamatan petugas polri
b. Laporan atau pengaduan
Pada umumnya sebagai terbesar tindak pidana diketahuai polisi dari laporan atau pengaduan
baik yang tertulis maupun lisan, berdasrkan sifatnya, laporan atau pengaduan dapat
digolongkan sebagai berikut
Laporan biasa
Laporan yang bersifat informasi
Laporan anonym (laporan tanpa nama)
Laporan penyerahan diri
Laporan palsu
Laporan yang di bumbui
c. Keterangan dari masyarakat

Tindak pidana yang diketahuai oleh polri dari sumber yang ada di dalam masyarakat yang
berupa :

1) Pembicaraan dengan orang-orang yang sudah dikenal baik oleh polisi


2) Laporan tentang adanya kehilangan salah satu anggota keluarga

Semoga bermanfaat artikel ini bagi calon anggota security atau yang sudah bekerja sebagai
security guard, mohon maaf apabila dalam materi ini terdapat kekurangan dan kesalahan,
salam hormat anggota security di seluruh Indonesia.