Anda di halaman 1dari 12

POLIMER DAN KOMPOSIT

MAKALAH
PROSES BLOW MOLDING

Disusun oleh:

1. Achmad Zaynurin
2. Achrizal Naufal
3. Alief Muhammad
4. Bagus Hidayatullah
5. David Revangga
6. Dendi Ansifa
7. Fajri Faizal Ainul Yaqin
8. Kevin Kurniawan

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


MALANG
2014
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................................ i

DAFTAR ISI ............................................................................................................ ii

PENDAHULUAN .................................................................................................... 1

Latar Belakang .............................................................................................. 1

Permasalahan ................................................................................................. 1

Tujuan ........................................................................................................... 2

KAJIAN TEORI ...................................................................................................... 2

Pengertian...................................................................................................... 2

Klasifikasi dan Penggolongan ....................................................................... 3

Proses Pembuatan Blow molding .................................................................. 4

PENUTUP................................................................................................................. 9

Kesimpulan ................................................................................................... 9

Saran. ............................................................................................. 9

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 10

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kebutuhan masyarakat akan plastik semakin meningkat.Sebagai kemasan,
plastik memiliki banyak keunggulan. Plastik cenderung lebihringan dibanding
dengan bahan lain, tidak berkarat, mudah dibentuk, murah dantidak mudah
pecah. Hampir semua pusat perbelanjaan masih menggunakankantong plastik
bagi konsumen. Sebagai contoh, kantong belanja di hipermarket,supermarket,
dan minimarket masih berupa kantong plastik. Demikian pula ditoko-toko
lain, seperti toko buku, bahkan di pasar tradisional. Menurut Prasetyo(2008)
plastik yang dikonsumsi masyarakat Indonesia mencapai 1,5 juta ton atau
tujuh kilogram per kapita.Plastik-plastik tersebut kemudian hanya dibuang
setelah sekali dipakai.Bahkan, sebagian plastik tersebut dibuang di tanah
begitu saja. Plastik yang beredar di pasaran pada umumnya berasal dari
polimer sintetis yang tidak dapatdiuraikan. Menumpuknya sampah plastik di
permukaan tanah menyebabkantertutupnya pori-pori tanah sehingga air tidak
dapat diserap ke dalam tanah.Dengan tidak terserapnya air ke dalam tanah,
dalam jangka panjang dapatmenyebabkan banjir. Bukan hanya di darat, di laut
pun, sampah plastik menyebabkan matinya ribuan hewan laut.Untuk
mengatasi hal itu, hingga kini plastik diolah dengan cara daurulang., plastik
hasil daur ulang tersebut memiliki kualitas yang tidak terlalu bagus.

1.2 Permasalahan
Dalam pengetahuan bahan plastik ini terdapat beberapa permasalahan yaitu
sebagai berikut :
1. Pengetahuan tentang Plastik
2. Klasifikasi Plastik dan Paduannya
3. Proses Blow Molding

1
1.3 Tujuan
Dalam penyusunan makalah tentang pengetahuan polimer dan komposit,
plastik ini terdapat beberapa tujuan yaitu sebagai berikut :
1. Mengetahui Sifat bahan dari Plastik
2. Memahami cara pembuatan Plastik
3. Mengetahui aplikasi atau kegunaan bahan plastik di dunia teknik

BAB II
KAJIAN TEORI

2.1. Pengertian
Plastik adalah polimer rantai-panjang dari atom yang mengikat satu samalain.
Rantai ini membentuk banyak unit molekul berulang, atau "monomer".Istilah
plastik mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik, namunada
beberapa polimer alami yang termasuk plastik. Plastik terbentuk dari
kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat
lainuntuk meningkatkan performa atau ekonomi. Plastik berisi beberapa aditif
yangdiperlukan untuk memperbaiki sifat-sifat fisiko kimia plastik itu sendiri.
Bahanaditif yang sengaja ditambahkan itu disebut komponen non plastik,
diantaranyaberfungsi sebagai pewarna, antioksidan, penyerap cahaya
ultraviolet, penstabilpanas, penurun viskositas, penyerap asam, pengurai
peroksida, pelumas, peliat,dan lain-lain (Crompton, 1979). Komponen utama
plastik sebelum membentuk polimer adalah monomer,yakni rantai yang paling
pendek.
Sejarah Plastik
Plastik merupakan salah satu produk polimer. Industri plastik
mulaiberkembang pada tahun 1968. Seorang Amerika yang bernama John
WesleyHyatt menemukancellulose nitrate yang terbentuk dari reaksi asam
nitrat padatemperatur dan tekanan tertentu. Percobaan ini menghasilkan zat
yang dapatdicetak untuk dibentuk. Ia menyebutnya dengancelluloid .
Selanjutnya, seorangwarganegara Jerman, Adolph Spitteler, menemukan
plastik dengan mencampursusu asam dengan formaldehydesehingga

2
dihasilkancasein plastic . Pada tahun1909, seorang Amerika yang bernama Dr.
Leo Baekeland mencoba untuk memproduksi resin sintetik dengan
mencampur phenol dengan formaldehyde padakondisi tertentu sehingga
dihasilkan resin sintetik untuk pertama kalinya. Plastik baru ini dikenal
dengan nama Bakelite. Industri plastik baru berkembang denganpesat sejak
ditemukannya Bakelite.

2.2. Klasifikasi dan Penggolongan


Secara umum plastik dikategorikan menjadi dua kelompok yaitu :
1. Thermo Halus Thermo halus adalah plastik yang mempunyai sifat apabila
dipanaskan ia akan menjadi halus. Jenis plastik ini sering kita gunakan
karena sifat plastik ini mudah dibentuk sesuai keinginan kita.
2. Thermo Kasar Thermo kasar adalah plastik yamg mempunyai sifat apabila
dipanaskan ia akan menjadi keras dan tidak akan menjadi lunak. Jenis
plastik ini sering digunakan pada industri-industri besar dan juga
digunakan pada pesawat ruang angkasa. Selain pengelompokan plastik
seperti di atas, plastik secara komersial dikenal dengan berbagai macam
nama. Penamaan ini dibuat berdasarkan bahan penyusunnya.
Jenis-jenis plastik tersebut adalah :
a. Polyetheen (PE).
b. Poly Vinyl Chlorida (PVC).
c. Poly Propylen (PP)
d. Poly Methil Meth Acrylaat (PMMA)
e. Acrylonitrit butadieen Styreen (ABS).
f. Poly Amide (PA).
g. Polyester (Cairan pengeras dan perapat).
h. Poly Ethen Three (PET).

3
Masing-masing jenis plastik di atas mempunyai karakteristik yang berbeda-
beda. Berikut ini beberapa karakteristik jenis-jenis plastik.
1. Polyetheen lunak, Bersifat mengambang di air, mudah dibentuk, kalau
dibakar terjadi tetesan api, asap warna hitam dan bau seperti lilin.
2. Poly Methil Meth Acrylaat (PMMA), Bersifat tenggelam di air, mudah
terbakar, kalau dibakar terjadi percikan api, bau sedikit manis, dan nyala
api kuning kebiru-biruan.
3. Polystreen (PS), Bersifat tenggelam di air, mudah terbakar, asap tebal, dan
nyala api oranye kekuningan
4. Poly Vynil Chlorida (PVC) lunak, Bersifat tenggelam di air, relatif sulit
dibakar, bau menyengat dan menusuk (keasam-asaman), dan mudah
dibentuk.
5. Poly Vynil Chlorida (PVC) keras, Bersifat tenggelam di air, relatif sulit
dibakar, bau menyengat dan menusuk (keasam-asaman), dan susah
dibentuk

2.3. Proses Pembuatan Blow Molding


Blow molding adalah proses manufaktur plastik untuk membuat produk-
produk berongga (botol) dimana parison yang dihasilkan dari proses ekstrusi
dikembangkan dalam cetakan oleh tekanan gas.
Metode Blow Molding memiliki 3 jenis yaitu:
1. Injection Blow Mold
Proses pembentukan produk berbahan plastik dengan cara
diinjeksikan terlebih dahulu untuk bakalan plastik yang akan di blow
Terdiri dari komponen Injeksi dan Blow
Secara umum digunakan untuk kontainer dengan ukuran yang relatif
kecil dan yang sama sekali tidak ada handle
Sering digunakan untuk kontainer yang terdapat bentukan ulir pada
bagian leher pada botol

4
1 2 3 4

Gambar 2.3.1
Gambar proses injection blow molding
Tahapan Proses :
1. Plastik dalam keadaan melting diinjeksikan kedalam kaviti dalam
bentuk bakalan
2. Plastik dipindah ke cetakan blowing
3. Kemudian cetakan ditutup rapat
4. Udara di tiupkan sehingga plastik mengembang dan menempel
sesuai bentuk mold

Gambar 2.3.2
Gambar mesin injection BM

5
2. Extrusion Blow Mold :
Proses pembentukan material plastik dengan cara diteteskan dari
extruder
Metode yang paling sederhana dari blow mold terdiri dari extruder dan
blow
Bisa digunakan untuk kontainer yang bervariasi dari bentuknya,
ukurannya, bukaan leher pada botol, maupun bentukan handle

Jenis plastik yang digunakan adalah HDPE, PVC, PC, PP, and PETG

Gambar 2.3.3
Gambar proses extrusion blow molding

Tahapan Proses :
1. Plastik dikeluarkan dari extruder masuk ke cetakan blow dengan
pengarah lubang
2. Cetakan tertutup dan memotong bagian bawah
3. Pengarah lubang mengalirkan fluida (udara) kedalam plastik yang
dalam keadaan melting sehingga menekan ke cetakan
4. Cetakan terbuka untuk pengeluaran produk serta pemotongan pada
bagian atas yg kurang rapi

6
Gambar 2.3.4
Gambar mesin extrusion BM

3. Stretch Blow Mold (khusus PET)


Proses pembentukan plastik dengan cara di rentangkan (stretch)
sampai tercapai ukuran yang diinginkan dengan mempertimbangkan
ketebalan bakalan plastik
Sangat baik digunakan untuk plastik dengan jenis PET
Terdiri dari komponen Injeksi, Stretcher dan Blow

1 2 3 4 5 6

Gambar 2.3.5
Gambar proses stretch blow molding

7
Tahapan Proses
1. Plastic yang belum terbentuk di panaskan agar sedikit lunak
2. Cetakan merapat dalam plastic
3. Setelah semua tertutup rapat maka bersiap untuk ditiupkan
udara
4. Udara di tiupkan sehingga plastik mengembang
5. Plastic akan menempel sesuai bentuk mold
6. Cetakan membuka untuk pengeluaran produk

Gambar 2.3.6
Gambar mesin stretch BM

8
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Plastic merupkan bahan teknik yang banyak digunakan dalam
kehidupan sehari-hari atau dalam dunia teknik. Bahan ini sangat familiar
karena bahan ini banyak sekali di perjual belikan. Yang paling penting
bahan ini ringan kuat dan tahan lama serta dapat di daur ulang kembali.
Bahan ini juga mudah di bentuk, contohnya faiber glas yang dapat dicetak
dengan serat faiber.
3.2. Saran
Jangan membuang plastic disembarang tempat, dan jangan
mengunakan plastic untuk membukus atau menaruh makan panas kedalam
plastik karena senyawa plastic dapat berpindah ke makan tersebut. Plastic
juga bahan yang membutuhkan waktu lama terurainya maka dari tu
buanglah sampah plastic pada tempat yang disesuaikan agar tidak
menyebabkan pencemaran lingkungan dan banjir.

9
Daftar Pustaka

Ariffin, Rabi, 2013, Blow Molding, sumber :


(http://www.slideshare.net/raadawiyah4/slide-presentation-blow-molding),
diakses pada tanggal 22 Januari 2015.
Otniel, 2011, Proses pembuatan botol blow mold technology, sumber :
(https://orangstrezz.wordpress.com/2011/02/26/proses-pembuatan-botol-blow-
mold-technology/), diakses pada tanggal 22 Januati 2015.
Zatriou, Sabutomo, 2012, Jenis Plastik, sumber :
(http://satriopage.blogspot.com), diakses pada tanggal 22 Januari 2015.

10