Anda di halaman 1dari 5

PEMBERDAYAAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA

(PKK)
TIM PENGGERAK KABUPATEN SRAGEN
Sekretariat : Jl. Raya Sukowati No. 373 A
Tlp. (0271) 891019 Sragen

PROPOSAL
KEBUTUHAN BIBIT KABUPATEN SRAGEN

TIM PENGGERAK PKK KABUPATEN SRAGEN


2017
PEMBERDAYAAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA
(PKK)
TIM PENGGERAK KABUPATEN SRAGEN
Sekretariat : Jl. Raya Sukowati No. 373 A
Tlp. (0271) 891019 Sragen

Nomor : 05/TPPKKSRA/II/2016
Lampiran : 1 (satu) Berkas
Perihal : Permohanan Bantuan Tanaman

Sragen, 17 Maret 2017

Kepada
Yth. Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP)
Jawa Tengah
Jl. Soekarno Hatta KM. 26 No.10 Kotak Pos 124,
Bergas, Kabupaten Sragen
50552
Di tempat

Berkenan pengadaan bibit cabai dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian


(BPTP) Tahun 2017. Maka kami bermaksud mengajukan Permohonan Bantuan
Bibit tanaman berupa tanaman cabai.

Berkaitan dengan hal tersebut, kami mohon dukungan serta bantuan dari Bapak
Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) guna terlaksananya
kegiatan tersebut.

Demikian surat ini kami ajukan. Atas perhatian dan bantuannya kami ucapkan
terima kasih.

Ketua TP PKK Kab. Sragen

Tembusan : Ny. RETNA SUSANTI DEDY INDRIYATNO, S.Pd


1. Bupati Sragen
2. ARSIP
PEMBERDAYAAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA
(PKK)
TIM PENGGERAK KABUPATEN SRAGEN
Sekretariat : Jl. Raya Sukowati No. 373 A
Tlp. (0271) 891019 Sragen

PROPOSAL KEBUTUHAN BIBIT KABUPATEN SRAGEN

I. PENDAHULUAN
Cabe atau lombok merupakan tanaman sayuran buah semusim dan
termasuk jenis tanaman hortikultura (Rismunandar, 1984), yang diperlukan
oleh seluruh lapisan masyarakat sebagai penyedap masakan dan
penghangat badan. Dari hal tersebut lebih dikenal sebagai sayuran rempah
atau bumbu dapur.
Produksi nasional cabe rata rata setiap tahunnya adalah 217.351 ton
(Hendro, 2002). Oleh karena kebutuhan atau konsumsi yang semakin
meningkat dan persebaran produksinya tidak merata sepanjang tahun di
seluruh daerah, maka menyebabkan harga cabe tidak stabil dan tidak
merata. Di suatu daerah harga cabe dapat mencapai harga yang sangat
tinggi dan di daerah lain sangat murah. Stabilitas harga cabe di pasar sangat
dirasa sulit, terutama bagi para petani. Misalnya pada hari hari besar (hari
raya) dan pada saat tanam (paceklik), harga cabe melonjak sampai
beberapa kali harga pada hari biasa. Tetapi sebalinya, pada hari hari panen
harganya merosot jauh dibawah rata rata harga pasar.
Pada bulan oktober-desember dan februari-april harga cabe di
beberapa kota besar pada umumnya meningkat. Hal ini sesuai dengan
kenyataan, pada bulan bulan tersebut adalah musim hujan lebat. Sehingga
tidak banyak orang bertanam cabe, akibatnya hasil panen (persediaan)
cabe rendah (paceklik), sedangkan permintaan bertambah.
Penanaman cabe merah pada musim hujan merupakan
penanaman diluar musim (off season) yang penuh resiko, karena tanaman
cabe merah tidak tahan terhadap hujan lebat terus menerus. Akan tetapi
cabe merah keriting cukup tahan menghadapi pukulan air hujan tersebut.
Cabe merupakan tanaman perdu dari famili terong-terongan yang
memiliki nama ilmiah Capsicum sp. Cabe berasal dari benua Amerika
tepatnya daerah Peru dan menyebar ke negara-negara benua Amerika,
Eropa dan Asia termasuk Negara Indonesia.
Tanaman cabe banyak ragam tipe pertumbuhan dan bentuk
buahnya. Diperkirakan terdapat 20 spesies yang sebagian besar hidup di
Negara asalnya. Masyarakat pada umumnya hanya mengenal beberapa
jenis saja, yakni Cabe besar, cabe keriting, cabe rawit dan paprika.
Secara umum cabe memiliki banyak kandungan gizi dan vitamin.
Diantaranya Kalori, Protein, Lemak, Kabohidarat, Kalsium, Vitamin A, B1
dan Vitamin C. Selain digunakan untuk keperluan rumah tangga, cabe juga
dapat digunakan untuk keperluan industri diantaranya, Industri bumbu
masakan, industri makanan dan industri obat-obatan atau jamu.
Cabai dapat ditanam di dataran tinggi maupun rendah, pH 5-6.
Bertanam cabai dihadapkan dengan berbagai masalah (resiko),
diantaranya, teknis budidaya, kekurangan unsur, serangan hama dan
penyakit, dll.

II. TUJUAN
1. Memulihkan keberdayaan masyarakat/anggota sasaran.
2. Menciptakan lapangan kerja baru yang berbasis potensi lokal.
3. Meningkatkan pendapatan / penghasilan Anggota.
4. Menggerakkan roda perekonomian daerah.
5. Mengelola pemanfaatan lahan secara berkelanjutan

III. PELAKSANA
Tim Penggerak PKK Kabupaten Sragen yang nanti akan disalurkan di
Kelompok Wanita Tani (KWT) yang kegiatannya berjalan dengan baik.

IV. JADWAL PELAKSANA


Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Maret s.d Mei 2017.

V. JENIS DAN JUMLAH TANAMAN


Jenis : Tanaman Cabai
Jumlah : 7000 bibit cabai

VI. TEMPAT PELAKSANAAN


Kegiatan ini sementara di laksanakan di Lahan Kantor Tim Penggerak PKK
Kabupaten Sragen.
VII. PENUTUP
Demikian proposal kegiatan ini kami ajukan dengan harapan mendapat
dukungan dan bantuan dari semua pihak. Semoga rencana ini dapat
terlaksana dengan baik dan memberi manfaat bagi kita semua.