Anda di halaman 1dari 14

MATRIKS

LAPORAN PRAKTIKUM

Oleh:

Nuril Laili Mujidah


151810301029

LABORATORIUM MATEMATIKA DASAR


JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS JEMBER
2015
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam ilmu matematika ada beberapa hal yang harus dipelajari salah
satunya adalah matriks. Matriks adalah bagian dari ilmu matematika yang
membahas mengenai himpunan skalar. Konsep-konsep mengenai matriks,
operasi matriks, dan juga jenis jenis matriks harus dipahami karena sangat
penting manfaatnya dalam pengoperasian matematika.
Matriks dalam matlab, dipelajari dengan menggunakan syntag-syntag
untuk menuliskan perintah-perintah, dimana pengoperasian matriks pada
matlab akan lebih mudah dibandingkan dengan perhitungan matriks biasa.
Dengan menggunakan aplikasi Matlab ini permasalahan tersebut dapat
diatasi. Menggunakan program aplikasi Matlab perhitungan matriks dapat
dilakukan dengan lebih mudah dan dalam waktu yang relatif lebih cepat dari
pada menggunakan cara manual. Namun, praktikan juga harus menguasai
program aplikasi Matlab agar lebih mudah lagi dalam pemecahan masalahnya.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah pada praktikum ini adalah:
1. Apa pengertian Matriks?
2. Bagaimana pengoperasiaan matriks pada program matlab?
3. Bagaimana cara penulisan syntag-syntag perintah matriks pada matlab?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah:
1. Mengetahui pengertian matriks.
2. Mengetahui cara pengoperasian matriks pada matlab?
3. Mengetahui cara penulisan syntag pada matriks.
1.4 Manfaat
Adapun manfaat dari praktikum matriks ini, dapat menyelesaikan operasi-
operasi matriks menggunakan matlab, dapat menguasai progam matlab dengan
materi matriks dan juga dapat menyelesaikan masalah sehari hari yang
berhubungan dengan matriks dengan muadah dan cepat menggunakan aplikasi
matlab.
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

Matriks adalah susunan kumpulan bilangan yang diatur dalam baris dan
kolom berbentuk persegi panjang. Matriks dicirikan dengan elemen-elemen
penyusun yang diapit oleh tanda kurung siku [ ] atau tanda kurung biasa ( ).
Ukuran sebuah matriks dinyatakan dalam satuan ordo, yaitu banyaknya baris dan
kolom dalam matriks tersebut. Ordo merupakan karakteristik suatu matriks yang
menjadi patokan dalam operasi-operasi antar matriks (Andi,2005).
Matriks terdiri atas berbagai jenis antara lain, matriks nol, matriks baris,
matriks kolom, matriks persegi, matriks segitiga atas, matriks segitiga bawah,
matriks diagonal, dan matriks identitas(Ayres,1984).
a. Matriks Nol
Matriks nol adalah matriks yang semua elemennya bernilai nol, contohnya

Semua unsur pada matriks A, B, dan C adalah angka 0, sehingga disebut sebagai
matriks nol.

b. Matriks Baris
Matriks baris adalah matriks yang hanya terdiri atas satu baris saja, contohnya

Matriks P berordo 1 3, Q berordo 1 2, dan R berordo 1 4. Matriks P, Q, dan


R di atas hanya memiliki satu baris saja sehingga disebut sebagai matriks baris.

c. Matriks Kolom
Matriks kolom adalah matriks yang terdiri atas satu kolom, contohnya
Matriks K berordo 2 1, matriks L beordo 3 1, dan matriks M berordo 4 1.
Matriks K, L, dan M di atas hanya memiliki satu kolom saja sehingga disebut
sebagai matriks kolom.

d. Matriks Persegi
Matriks persegi adalah matriks yang banyak baris dan banyak kolomnya sama,
contohnya

Matriks N berordo 2 2 dan matriks M berordo 3 3. Karena banyaknya baris


sama dengan banyaknya kolom, maka matriks N dan M disebut sebagai matriks
persegi.

e. Matriks Segitiga Atas


Matriks segitiga atas adalah matriks persegi yang elemen di bawah diagonal
utamanya bernilai nol, sebagai contohnya

diagonal utama

f. Matriks Segitiga Bawah


Matriks segitiga bawah adalah matriks persegi yang elemen di atas diagonal
utamanya bernilai nol, contohnya
diagonal utama
g. Matriks Diagonal
Matriks diagonal adalah matriks persegi yang elemen-elemennya bernilai nol,
kecuali pada diagonal utamanya tidak selalu nol, sebagai contoh

h. Matriks Identitas
Matriks identitas adalah matriks skalar yang elemen-elemen pada diagonal
utamanya bernilai 1,

(Widiarsono,2005).
BAB 3.METODOLOGI

3.1 Alat
Alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah:
1. Komputer

3.2 Bahan
Bahan yang digunakan pada praktikum kali adalah:
1. Program MATLAB
BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

Hasil praktikum matriks kali ini adalah sebagai berikut

4.1.1 Penulisan Skalar pada MATLAB

4.1.2 Penulisan Vektor pada MATLAB

4.1.3 Penulisan Matriks pada MATLAB

4.1.4 Mengambil Anggota dari Matriks


4.1.5 Menggabungkan Matriks dengan Vektor

4.1.6 Mengetahui Jumlah Anggota Vektor dan Matriks

4.1.7 Mengambil Anggota Vektor


4.1.8 Mengganti Anggota Vektor

4.1.9 Mengambil dan Mengganti Anggota Matriks

4.1.10 Memvektorkan Matriks

4.1.11 Rumus Tambahan Matriks


Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3

Gambar 4
Gambar 5

4.2 Pembahasan

Matriks meliputi skalar dan vector. Matriks skalar adalah suatu matriks yang
memiliki nilai namun tidak memiliki arah sedangkan matriks vector adalah suatu matriks
yang memiliki nilai dan arah. Skalar pada praktikum kali ini menggunakan skalar
1=3.1415 dan vector menggunakan vector=[2 3 4].

Matriks merupakan susunan kumpulan bilangan yang diatur dalam baris dan
kolom berbentuk persegi panjang. Matriks dicirikan dengan elemen-elemen
penyusun yang diapit oleh tanda kurung siku [ ] atau tanda kurung biasa ( ).
Ukuran sebuah matriks dinyatakan dalam satuan ordo, yaitu banyaknya baris dan
kolom dalam matriks tersebut. Ordo merupakan karakteristik suatu matriks yang
menjadi patokan dalam operasi-operasi antar matriks.

Pada matlab baik matriks, vector, maupun skalar menggunakan aturan aturan
penulisan. Pada vector misalnya penulisannya harus menggunakan atau diawali dengan
tanda kurung siku [ ] dan perkomponennya harus diberi pemisah spasi, misalnya
vektor1=[1 2 3]. Penulisan skalar tanpa diawali tanda kurung siku langsung menuliskan
skalar bilangannya. Contoh skalar1=3.1415

Pada penulisan matriks diawali dengan tanda kurung (), dan tiap komponennya di
pisahkan dengan tanda ;. Misalnya matriks(1;2;3;). Selain itu masih terdapat rumus
tambahan lainnya untuk matriks pada matlab. Misalnya untuk mengabungkan matriks
dengan vector, matriks dengan skalar, untuk mengganti salah satu komponen matriks,
mengganti komponen matriks dengan anggota vector, mengetahui ukuran matriks, dan
menjumlahkan matriks.

BAB 5. PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Matriks merupakan susunan kumpulan bilangan yang diatur dalam baris dan
kolom berbentuk persegi panjang. Matriks dicirikan dengan elemen-elemen
penyusun yang diapit oleh tanda kurung siku [ ] atau tanda kurung biasa ( ).
Ukuran sebuah matriks dinyatakan dalam satuan ordo, yaitu banyaknya baris dan
kolom dalam matriks tersebut. Ordo merupakan karakteristik suatu matriks yang
menjadi patokan dalam operasi-operasi antar matriks.

Dari hasil praktikum matriks dalam MATLAB dapat diketahui bahwa operasi
matriks dapat dioperasikan menggunakan MATLAB. Operasi matriks dalam
matlab menggunakan rumus rumus dan juga symbol symbol atau syntax, setiap
sintax memiliki fungsi masing masing.

5.2 Saran

Sebaiknya praktikan lebih teliti dan hati hati dalam pengerjaan matlab, apalagi
ketika penulisan syntax syntax. Kebanyakan para praktikan salah saat penulisan
syntax sehingga system tidak bias membaca perintah dan akhirnya hasilnyaadalah
error. Praktikan juga harus lebih berlatih untuk pengopeasian matlab agar dapta
mengoperasikan matriks dengan aplikasi matlab dengan benar.
DAFTAR PUSTAKA

Andi, Ir. Muhamad.2005. Modul Pratikum Pemograman Komputer. Universitas


Islam: Yogyakarta.
Ayres, Franks.1984. Matriks. Jakarta: Erlangga.

Widiarsono, Teguh.2005.Tutorial Praktis Belajar Matlab. Widya ilmu:Jakarta