Anda di halaman 1dari 5

RMK

TEORI PASAR MODAL

Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian

Dosen Pengempu : Dr. Gerianta Wirawan Yasa SE., M.Si..

Oleh

PUTU VIO NARAKUSUMA ARDAYANI


1515351012

Program Ekstensi Jurusan Akuntansi


Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Udayana
2017
LEMBAGA PENYIMPANAN DAN PENYELESAIAN

LPP adalah pihak yang menyelenggarakan kegiatan Kustodian sentral bagi Bank
Kustodian, Perusahaan Efek, dan pihak lain. Saat ini, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
(KSEI) merupakan pihak yang telah mendapatkan izin sebagai LPP untuk menjalankan fungsi
Penyimpanan dan Penyelesaian Efek di pasar modal Indonesia. Kustodian adalah pihak yang
memberikan jasa penitipan kolektif atas Efek dan Jasa administrasi berupa: menerima dividen,
bunga, dan hak- hak lain, menyelesaikan transaksi Efek, dan mewakili Pemegang Rekening
yang menjadi nasabahnya. Adapun ketentuan menjadi Kustodian yaitu hanya Perusahaan Efek,
Bank umum yang telah memperoleh persetujuan dari Bapepam-LK, dan Lembaga
Penyimpanan dan Penyelesaian (Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 45/1995). Sistem
Kustodian sentral mengacu kepada konsep penitipan kolektif dalam UUPM No.8/1995.
Adapaun kosep penitipan kolektif yang dimaksud yaitu Penitipan efek yang dimiliki bersama
oleh lebih dari satu pihak, yang kepentingannya diwakili oleh KSEI, Perusahaan Efek dan
Bank Kustodian dan Efek dicatat dalam DPS emiten atas nama KSEI untuk kepentingan
pemegang rekening KSEI. Peraturan yang mengatur tentang LPP yaitu peraturan KSEI selaku
LPP dan peraturan Jasa Kustodian Sentral.
KSEI Sebagai salah satu SRO dalam kelembagaan pasar modal Indonesia, berbentuk PT,
non profit. KSEI Didirikan pada tanggal 23 Desember 1997 dengan berlandaskan Dasar
Hukum UUPM No. 8/1995, Pasal 14, dengan Izin Operasional Keputusan Bapepam No. Kep.
54/PM/1998 tanggal11 November 1998). KSEI berfungsi untuk melakukan penyimpanan dan
penyelesaian Efek yang ditransaksikan yang teratur, wajar, dan efisien di Bursa Efek. Adapun
peran KSEI adalah sebagai penyimpan efek tanpa warkat dan penyelesaian transaksi efek baik
di bursa maupun diluar bursa (OTC). Pemakai jasa KSEI adalah emiten dan pemegang efek
yang dalam hal ini adalah perusahaan efek dan bank kustodian. Layanan jasa yang dilayani
KSEI meliputi administrasi rekening efek, penyimpanan efek, penyelesaian transaksi efek,
distribusi hasil corporat action, dan jasa-jasa terkait seperti PTP dan penyediaan laporan-
laporan jasa kustodian sentral. Bursa Efek - KPEI - KSEI juga mengimplementasikan scripless
trading mulai Juli 2000. Manfaat Scipless Trading adalah untuk meninkatkan factor kemanan,
menguangi beban penyelesaian transaksi, pembagian corporate action lebih mudah dan cepat,
dan mengurangi biaya-biaya lain seperti biaya registrasi.

Kustodian wajib membukakan Rekening Efek/Sub Rekening Efek untuk setiap investor.
Rekening efek berguna untuk mencatat penyimpanan Efek dan dana investor di pasar modal
yang dikelola oleh Perusahaan Efek atau Bank Kustodian selaku Pemegang Rekening, yang
dicatat di KSEI. KSEI terikat untuk menjaga kerahasian data rekening Efek termasuk Sub
Rekening Efek berdasarkan ketentuan UUPM (Pasal 47). Bukti kepemilikan manfaat atas Efek
berupa konfirmasi tertulis & Laporan Rekening Efek dari KSEI/Kustodian. Pembukaan
rekening Efek wajib diikuti dengan pembukaan Sub Rekening Efek pada Kustodian dan
pembukaan rekening dana atas nama nasabah (RDN) pada bank untuk masing-masing
nasabah.
Sub rekening efek adalah rekening untuk mencatat kepemilikan Efek milik setiap
investor yang dikelola oleh Perusahaan Efek atau Bank Kustodian. Rekening ini berisi Efek
dan atau dana milik nasabah Pemegang Rekening. Investor dapat memiliki lebih dari satu Sub
Rekening Efek. Perusahaan Efek/Bank Kustodian dapat mengelola 1 (satu) atau lebih Sub
Rekening Efek milik nasabah. Sub rekening efek ini mempermudah distribusi tindakan
korporasi.
RDN adalah Rekening atas nama nasabah yang disimpan di Bank yang terpisah dari
rekening Perusahaan Efek. Bagi Investor yang belum dibukakan RDN tidak dapat melakukan
transaksi Efek (baik di Bursa maupun diluar bursa) dan MKBD akan dikurangi nilainya
sejumlah dana nasabah yang belum dibuka rekening dana investor (QQ PE atau di SRE C-
BEST). Setiap investor (yang mempunyai beberapa SRE dalam satu PE) sekurang-kurangnya
harus mempunyai 1 RDN. Investor tidak dapat langsung menarik dan memindahbukukan
dana yang terdapat di RDN. Untuk melakukan hal tersebut investor harus memberikan
instruksi ke PE (on request atau Standing Instruction). RDN harus dibuka di Bank
Administrator RDN yang bekerjasama dengan KSEI, karena KSEI tidak dapat melakukan
proses pemindahbukuan dana. Bank Administrator RDN hanya dapat melakukan
pembukaan/administrasi RDN, dan tidak dapat melakukan pemindahbukuan dana atas
penyelesaian transaksi di pasar modal seperti halnya Bank Pembayaran.
KSEI sebagai lembaga penyimpanan dan penyelesaian juga menerbitkan SID (Single
Investor Identification) yaitu nomor identitas tunggal untuk investor pasar modal atas Sub
Rekening Efek yang dikelola Pemegang Rekening KSEI (Perusahaan Efek/Bank Kustodian).
SID bersifat tunggal sesuai data pembukaan Sub Rekening Efek di KSEI. SID dapat
menghubungkan aset investor di beberapa Sub Rekening Efek pada Pemegang Rekening KSEI
yang berbeda (Cross Link).
KSEI juga menyediakan fasilitas gratis untuk memberikan informasi dan laporan yang
terkait posisi Efek dalam Sub Rekening Efek atau dana pada RDN milik investor yaitu fasilitas
AKSes. Persyaratan menggunakan Fasilitas AKSes: Investor harus memiliki Sub Rekening
Efek di KSEI yang dibukakan melalui Perusahaan Efek atau Bank Kustodian. Akses ke
Fasilitas AKSes melalui jaringan internet atau mobile devices. Manfaat fasilitas AKSes bagi
pasar modal yaitu: Meningkatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi di Pasar Modal
Indonesia, Memberikan transparansi kepada investor untuk membangun lingkungan
berinvestasi yang nyaman dan aman, Mendukung dan memperkuat fungsi dan mekanisme
pengawasan oleh otoritas pasar modal terhadap pelaku pasar dengan memungkinkan investor
secara langsung memonitor kepemilikan Efeknya, Menjadi sistem pencegahan dan sistem
peringatan dini terjadinya pelanggaran di Pasar Modal Indonesia, Sebagai fondasi
pengembangan Straight Through Processing Pasar Modal Indonesia. Manfaat bagi perusahaan
efek atau kustodian yaitu: Meningkatkan relasi PE/BK dengan nasabah dan Efisiensi pelaporan
PE/BK. Adapun manfaat fasilitas ini bagi investor yaitu dimana Investor dapat mengakses
secara real time data kepemilikan Efek serta mutasinya dalam Sub Rekening Efek yang
disimpan di sistem C-BEST, Memberikan kemudahan untuk melakukan konsolidasi laporan
portofolio yang tersebar di beberapa Perusahaan Efek atau Bank Kustodian, dan Portofolio
investasi dapat dimonitor secara langsung oleh investor itu sendiri. Untuk dapat menggunakan
Fasilitas AKSes, investor harus mengetahui nomor SID dan PIN Mailer yang akan digunakan
untuk first time login.
Dalam menjalankan fungsi sebagai LPP, KSEI didukung oleh The Central Depository-
Book Entry Settlement System (C-BEST) untuk melakukan pencatatan dan pemindahbukuan
Efek secara elektronik. C-BEST memiliki sistem cadangan Disaster Recovery Center (DRC)
yang berfungsi untuk mengamankan penyediaan layanan Kustodian sentral saat terjadi
gangguan pada sistem utama. Sejak tahun 2013, KSEI tengah mengembangan C-BEST
menjadi C-BEST Next-G. Fungsi C-BEST antara lain: Pengelolaan Aset, Jasa Kustodian,
Penyelesaian Transaksi, Post Trade Processing, Corporate Action, Laporan dan jasa terkait
lainnya.
Corporate action adalah Tindakan Emiten yang memberikan hak kepada pemegang
Efek, untuk memperoleh dividen, bunga, saham bonus, HMETD, waran, menghadiri
RUPS/RUPO. KSEI memasukkan jadwal aktivitas Corporate Action ke C-BEST berdasarkan
pemberitahuan Emiten. Adapun proses distribusi Corporate Action diawali dengan
Pengumuman: KSEI memberitahukan rencana kegiatan CA kepada Pemegang Rekening (e-
mail, website KSEI, C-BEST dll), lalu pada Record Date (akhir hari), C-BEST akan mencatat
seluruh kepemilikan Efek pada Sub Rekening Efek yang berhak atas CA. Efek yang diagunkan
tidak perlu ditarik keluar sistem,tetapi cukup dicatat sebagai agunan oleh KSEI/Kustodian.
Pencatatan Agunan Efek dilakukan dengan pemberitahuan secara tertulis kepada
KSEI/Kustodian tempat membuka rekening. KSEI akan memblokir Efek yang diagunkan
berdasarkan permintaan Kustodian/Pemegang Rekening KSEI.
KSEI juga sebagai Sub Registry berdasarkan persetujuan Bank Indonesia No.
8/140/DPM tanggal 19 Mei 2006 perihal Penunjukan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
sebagai Sub Registry. Untuk memperlancar fungsi KSEI sebagai Sub Registry maka KSEI juga
membuka rekening giro di Bank Indonesia Real Time Gross Settlement.