Anda di halaman 1dari 5

PERATURAN KEANGGOTAAN

I. PERIZINAN KEANGGOTAAN BURSA


Perusahaan Efek yang telah memeperoleh izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
tidak serta merta dapat langsung melakukan perdagangan efek di Bursa Efek Indonesia
(Bursa), melainkan harus menjadi Anggota Bursa Efek Indonesia (AB) dan Anggota
Kliring KPEI (AK) serta Partisipan KSEI (Partisipan) terlebih dahulu. Bursa Efek
Indonesia telah mengatur persyaratan dan prosedur untuk dapat menjadi AB melalui
Peraturan Bursa nomor III-A tentang Keanggotaan Bursa.
Prosedur untuk menjadi AB dimulai dengan penyampaian permohonan AB kepada
Bursa disertai dengan dokumen pendukung (persyaratan) dan selanjutnya Bursa melakukan
evaluasi dan pemeriksaan atas kelengkapan dan isi dokumen sesuai dengan persyaratan
yang ditetapkan Bursa dan kesiapan operasional AB (termasuk sistem Remote Trading,
BOFIS dan BCP). Jangka waktu yang diperlukan Bursa untuk melakukan pemeriksaan
adalah paling lama 10 Hari Bursa. Apabila berdasarkan hasil evaluasi dan pemeriksaan
Bursa dinyatakan bahwa calon AB tersebut telah memenuhi persyaratan dan siap
operasional maka dalam waktu maksimum 10 Hari Bursa, Bursa akan menerbitkan Surat
Persetujuan Anggota Bursa (SPAB). Namun apabila calon AB tidak memenuhi persyaratan
dan atau belum siap operasional maka Bursa akan memberikan surat penolakan disertai
dengan alasannya. Calon AB dapat mengajukan kembali permohonan menjadi AB. Selama
proses permohonan menjadi AB maka AB tersebut wajib mengajukan permohonan menjadi
Anggota Kliring untuk mendapatkan layanan jasa kliring dan penjaminan penyelesaian
transaksi di KPEI dan mengajukan permohonan menjadi Partisipan di KSEI.

II. IT OFFICER REMOTE TRADING (RT) AB


Bursa Efek Indonesia menetapkan agar setiap AB memiliki IT Officer RT yang
didaftarkan di Bursa sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa nomor III-A tentang
Keanggotaan Bursa. Hal ini antara lain untuk memudahkan koordinasi AB dengan Bursa
apabila terdapat hal-hal yang memerlukan tindak lanjut atas sistem Remote Trading, BCP
maupun BOFIS AB. IT Officer RT bertanggung jawab untuk menjaga kesiapan dan
kelancaran operasional Perangkat Remote Trading Anggota Bursa Efek.
Dalam hal IT Officer RT tidak lagi bertugas atau berhenti bekerja pada Anggota Bursa
Efek, maka Anggota Bursa Efek tersebut wajib melaporkan ke Bursa sekurang-kurangnya
5 (lima) Hari Bursa sebelum tanggal efektif IT Officer RT tersebut tidak lagi bertugas atau
sejak IT Officer RT berhenti bekerja pada Anggota Bursa Efek, dan Anggota Bursa Efek
wajib menunjuk penggantinya. Apabila IT Officer RT berhalangan tetap atau berhalangan
sementara dengan alasan apapun, maka Direksi AB bertanggungjawab atas fungsi dan
tugas dari IT Officer RT tersebut selama proses penunjukan IT Officer RT pengganti atau
selama IT Officer RT berhalangan sementara dan AB tersebut wajib melaporkan ke Bursa
selambat-lambatnya 3 (tiga) Hari Bursa sejak IT Officer RT berhalangan tetap atau
berhalangan sementara.
Prosedur untuk pendaftaran IT Officer RT dimulai dengan penyampaian permohonan
AB kepada Bursa disertai dengan dokumen pendukung (persyaratan) selanjutnya Bursa
akan melakukan penelaahan dokumen dan dalam waktu paling lambat 3 Hari Bursa sejak
diterimanya dokumen secara lengkap dan calon IT Officer yang didaftarkan memenuhi
persyaratan maka Bursa akan menerbitkan surat persetujuan pendaftaran IT Officer RT.

III. PERIZINAN FASILITAS ONLINE ANGGOTA BURSA


AB yang akan mengembangkan dan memberikan fasilitas penyampaian pesanan secara
langsung (online) untuk nasabahnya, wajib memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari
Bursa sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa nomor III-A tentang Keanggotaan Bursa.
Prosedur untuk menjadi AB yang menyediakan fasilitas online bagi nasabah dimulai
dengan penyampaian permohonan AB kepada Bursa disertai dengan dokumen pendukung
(persyaratan) selanjutnya Bursa akan melakukan penelaahan dokumen selama paling lama
5 Hari Bursa dan dalam waktu paling lambat 5 Hari Bursa sejak diterimanya dokumen
secara lengkap maka apabila AB memenuhi persyaratan Bursa akan menyampaikan jadwal
pengujian teknis (sistem) online AB. Independent Reviewer yang ditunjuk oleh AB wajib
menyampaikan laporan hasil review mengenai kesiapan operasional sistem AB termasuk
sistem pengamanan (security system) sesuai ruang lingkup yang ditetapkan oleh Bursa.
Berdasarkan laporan Independent Reviewer, Bursa memberikan pernyataan bahwa AB
tersebut dapat atau tidak dapat memberlakukan fasilitas online bagi Nasabah.
Dalam rangka manajemen risiko dan pengawasan terhadap pesanan online nasabah, AB
dapat melakukan intervensi terhadap pesanan nasabah tersebut, apabila pesanan nasabah
tersebut dapat mengakibatkan:
a. terlampauinya batas transaksi (trading limit) nasabah;
b. sistem perdagangan Efek di Bursa dan atau Anggota Bursa Efek tidak berfungsi
sebagaimana mestinya.
Untuk dapat melakukan intervensi sebagaimana diatas, AB harus memiliki prosedur
intervensi dan parameter trading limit.

IV. PERIJINAN ANGGOTA BURSA KONTRAK BERJANGKA DAN OPSI


Produk yang diperdagangkan di Bursa Efek, selain Efek berifat ekuitas juga turunan
(derivative) dari Efek berupa produk Kontrak Berjangka dan Opsi. Saat ini hanya produk
Kontrak Berjangka yang telah diperdagangkan di Bursa, sedangkan Opsi masih dalam
proses pengembangan produk oleh Bursa. Untuk dapat memperdagangkan Kontrak
Berjangka dan atau Opsi, AB diwajibkan terlebih dahulu memperoleh persetujuan dari
Bursa sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa Nomor III-B tentang Anggota Bursa
Yang Dapat Memperdagangkan Kontrak Berjangka dan Opsi.
Prosedur untuk menjadi AB yang dapat memperdagngkan Kontrak Berjangka dan Opsi
dimulai dengan penyampaian permohonan AB kepada Bursa disertai dengan dokumen
pendukung (persyaratan) selanjutnya Bursa akan melakukan evaluasi dokumen dan
pemeriksaan kesiapan operasional dalam waktu paling lama 10 Hari Bursa dan dalam
waktu paling lambat 5 Hari Bursa sejak selesainya pemeriksaan, apabila AB memenuhi
persyaratan maka Bursa akan menerbitkan surat persetujuan memperdagangkan Kontrak
Berjangka dan Opsi. Apabila AB tidak memenuhi persyaratan maka Bursa menyampaikan
surat penolakan disertai dengan alasannya.
Selama permohonan menjadi Anggota Bursa Efek yang dapat memperdagangkan
Kontrak Berjangka dan Opsi diproses oleh Bursa, Anggota Bursa Efek wajib mengajukan
permohonan menjadi Anggota Kliring untuk mendapatkan layanan jasa kliring dan
penjaminan penyelesaian transaksi Kontrak Berjangka dan Opsi di KPEI. Anggota Bursa
yang telah memperoleh surat persetujuan memperdagangkan Kontrak Berjangka dan Opsi
dapat bertindak sebagai Liquidity Provider. Persyaratan dan prosedur serta kewajiban
Liquidity Provider diatur dalam peraturan Bursa.

V. KEWAJIBAN PELAPORAN ANGGOTA BURSA


Untuk menjaga keteraturan dan keamanan perdagangan Efek, Bursa mewajibkan AB
untuk menyampaikan laporan berkala maupun sewaktu-waktu kepada Bursa sesuai dengan
Peraturan Bursa nomor III-D tentang Kewajiban Pelaporan Anggota Bursa Efek dan Dealer
Partisipan.
Dalam hal AB melakukan perubahan Anggaran Dasar perusahaan, maka AB yang
bersangkutan wajib menyampaikan laporan ke Bursa selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari
terhitung sejak diperolehnya bukti persetujuan atau bukti penerimaan pemberitahuan
perubahan Anggaran Dasar dari instansi yang berwenang sesuai dengan Undang-Undang
Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, sesuai dengan format yang ditentukan
Bursa.
Pelaporan kepada Bursa juga diwajibkan apabila AB mengalami permasalahan yang
mengakibatkan salah satu atau beberapa fungsi AB tidak dapat beroperasi sebagaimana
mestinya. AB wajib menyampaikan laporan kepada Bursa dengan tembusan ke OJK
dengan batas waktu penyampaian dan isi laporan sesuai dengan Peraturan Bapepam dan
LK Nomor V.D.3 tentang Pengendalian Internal Perusahaan Efek yang Melakukan
Kegiatan Usaha sebagai Perantara Pedagang Efek.
Laporan oleh AB wajib disampaikan kepada Bursa dalam bentuk dokumen tercetak dan
atau dokumen elektronik (softcopy) sesuai dengan ketentuan Bursa. Apabila batas waktu
penyampaian laporan jatuh pada hari libur maka AB wajib menyampaikan laporan
dimaksud selambat-lambatnya pada Hari Bursa terakhir sebelum hari libur tersebut.

VI. PEMERIKSAAN ANGGOTA BURSA


Dalam menyelenggarakan perdagangan Efek yang teratur, wajar dan efisien, Bursa
berwenang melakukan pengawasan terhadap AB yang dapat dilakukan dengan cara
Pemeriksaan terhadap AB sesuai dengan Peraturan Bursa nomor III-E tentang Pemeriksaan
Anggota Bursa Efek. Jenis Pemeriksaan terhadap AB berupa pemeriksaan berkala maupun
sewaktu-waktu.
Adapun pelaksanaan Pemeriksaan dapat dilakukan di Bursa atau di lokasi Anggota
Bursa Efek. Bursa melaporkan hasil pemeriksaan atas masalah-masalah material yang
ditemui dalam proses pemeriksaan untuk disampaikan kepada OJK, Dewan Komisaris dan
Direksi Bursa serta dapat memberikan hasil pemeriksaan berkala kepada AB yang
diperiksa.

VII. SANKSI
Bursa berwenang melakukan tindakan yang diperlukan terhadap AB dalam rangka
mewujudkan perdagangan yang teratur, wajar dan efisien. AB yang melakukan
pelanggaran terhadap Peraturan Bursa dan atau melakukan perbuatan yang dapat merusak
citra Bursa Efek pada khususnya dan Pasar Modal pada umumnya, dan atau yang dapat
menghambat perdagangan di Bursa, dapat dikenakan sanksi oleh Bursa sesuai dengan
Peraturan Bursa Nomor III-F tentang Sanksi.
Bursa dapat mengenakan sanksi terhadap AB apabila AB melanggar peraturan Bursa.
Jenis sanksi yang dikenakan oleh Bursa terhadap pelanggaran Peraturan Bursa adalah
sebagai berikut: teguran tertulis; peringatan tertulis; denda sebanyak-banyaknya
Rp500.000.000,- (lima ratus juta rupiah); larangan sementara melakukan aktivitas
perdagangan di Bursa (Suspensi) bagi Anggota Bursa Efek; pencabutan persetujuan
memperdagangkan Efek tertentu; pencabutan Persetujuan Keanggotaan Bursa Efek.
Dalam hal AB dikenakan sanksi denda oleh Bursa, maka pembayaran denda tersebut harus
telah efektif di rekening Bursa selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari kalender terhitung
sejak sanksi tersebut dijatuhkan oleh Bursa. Apabila AB tidak membayar denda dalam
jangka waktu tersebut di atas, maka AB yang bersangkutan dapat dikenakan sanksi
suspensi. Setiap pengenaan sanksi diumumkan di Bursa.
AB dapat mengajukan keberatan kepada Bursa atas sanksi yang dikenakan oleh Bursa
dalam jangka waktu paling lambat 10 (sepuluh) Hari Bursa setelah Bursa mengenakan
sanksi. Pengajuan keberatan oleh AB tidak mengakibatkan penundaan pengenaan sanksi
oleh Bursa kepada AB yang bersangkutan dan AB tetap memenuhi kewajibannya kepada
Bursa termasuk kewajiban pembayaran denda. Dalam hal AB dikenakan sanksi
pembekuan kegiatan usaha sebagai Perantara Pedagang Efek oleh OJK maka Bursa
sesegera mungkin melakukan suspensi terhadap AB tersebut dan AB yang bersangkutan
tidak dapat melakukan pesanan titipan jual dan atau beli.

VIII. SUSPENSI ANGGOTA BURSA


Dalam rangka menjaga terselenggaranya perdagangan Efek yang teratur, wajar dan
efisien, Bursa dapat Bursa dapat melakukan Suspensi terhadap AB berdasarkan:
a. permintaan Anggota Bursa Efek yang bersangkutan dengan ketentuan yang telah
ditetapkan
b. sanksi yang dikenakan oleh Bursa apabila AB dalam kondisi tertentu
c. adanya perintah dari OJK untuk melakukan Suspensi atau OJK mengenakan sanksi
pembekuan kegiatan usaha sebagai Perantara Pedagang Efek terhadap AB atau
mengenakan pembatasan kegiatan usaha sebagai Perantara Pedagang Efek terhadap
AB; atau menghentikan sementara kegiatan usaha Perantara Pedagang Efek terhadap
AB.
Selain hal diatas Bursa dapat mengenakan suspensi kepada AB apabila AB
dinyatakan gagal bayar oleh KPEI atau AB diajukan pailit oleh OJK. Sanksi Suspensi
dilakukan oleh Bursa selambat-lambatnya 1 (satu) Hari Bursa setelah Bursa mengetahui
terjadinya kondisi yang menyebabkan suspensi dan berlaku sesuai waktu yang ditetapkan
oleh Bursa.
Apabila Bursa mengenakan sanksi Suspensi atau pencabutan atas Surat Persetujuan
Keanggotaan Bursa (SPAB), maka AB yang bersangkutan tidak dapat memperdagangkan
seluruh Efek di Bursa; Apabila Bursa mengenakan sanksi Suspensi atau pencabutan atas
Persetujuan Memperdagangkan Efek Derivatif dan atau Efek Bersifat Utang, Sukuk dan
Efek Beragun Aset Arus Kas Tetap, maka AB yang bersangkutan dapat
memperdagangkan Efek lain yang tidak dikenakan sanksi Suspensi atau pencabutan.
AB yang dikenakan Suspensi wajib memberitahukan kepada seluruh nasabahnya
mengenai Suspensi yang dilakukan oleh Bursa dan dapat membuktikannya kepada Bursa
jika diperlukan. Bursa mengumumkan melalui Pengumuman Bursa mengenai Suspensi
dan AB yang bersangkutan wajib menyelesaikan Transaksi Bursa yang telah
dilakukannya sebelum Suspensi dimaksud dan tetap harus memenuhi kewajibannya
sesuai dengan Peraturan Bursa. Dalam rangka menyelesaikan kewajibannya atas
Transaksi Bursa yang dilakukan sebelum dikenakan Suspensi, AB yang bersangkutan
dapat melakukan transaksi melalui Anggota Bursa Efek lain sebagaimana diatur dalam
Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Untuk dapat mencabut
Suspensi tersebut, Bursa dapat terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kepada Anggota
Bursa Efek yang bersangkutan dan Bursa dapat mencabut sanksi Suspensi apabila AB
yang bersangkutan telah memperbaiki kondisi yang menyebabkan AB tersebut dikenakan
sanksi Suspensi.

IX. PENCABUTAN PERSETUJUAN KEANGGOTAAN BURSA


Pencabutan Persetujuan Keanggotaan Bursa dapat dilakukan karena permintaan AB
yang bersangkutan atau sanksi yang dikenakan oleh Bursa. Bursa dapat mengenakan sanksi
pencabuatan persetujuan keanggotaan Bursa apabila AB mengalami salah satu atau lebih
kondisi yang telah ditentukan oleh Bursa.
Bursa melarang Perusahaan Efek yang tidak menjadi Anggota Bursa Efek untuk
mencantumkan kata-kata Anggota Bursa Efek Indonesia atau Member of Indonesia
Stock Exchange pada petunjuk identitas perusahaan dan kegiatan usaha termasuk namun
tidak terbatas pada kop surat, papan nama dan kartu nama Perusahaan Efek.
X. KEANGGOTAAN MARJIN DAN SHORT SELLING
Yang dapat melakukan Transaksi Marjin dan atau Transaksi Short Selling adalah AB
yang telah memperoleh persetujuan melakukan Transaksi Marjin dan atau Transaksi Short
Selling dari Bursa. AB dapat memperoleh persetujuan dari Bursa untuk melakukan
Transaksi Marjin dan atau Transaksi Short Selling apabila memenuhi persyaratan
yang telah ditentukan.
Prosedur untuk menjadi AB yang dapat melakukan transaksi marjin dan atau transaksi
short selling dimulai dengan penyampaian permohonan AB kepada Bursa disertai dengan
dokumen pendukung (persyaratan) Bursa melakukan review dan pemeriksaan ke lokasi
untuk memastikan bahwa Anggota Bursa Efek yang bersangkutan telah memiliki kesiapan
sistem operasional terutama terkait dengan sistem manajemen risiko atas pembiayaan
penyelesaian transaksi Efek bagi nasabah. Bursa mengeluarkan Surat Persetujuan
melakukan Transaksi Marjin dan atau Transaksi Short Selling. Bursa mengumumkan nama-
nama AB yang telah diberikan persetujuan melakukan Transaksi Marjin dan atau
Transaksi Short Selling. AB yang telah memperoleh persetujuan untuk melakukan
Transaksi Marjin dan atau Transaksi Short Selling wajib menyampaikan laporan harian
atas kegiatan Transaksi Marjin dan atau Transaksi Short Selling paling lambat pada hari
Bursa berikutnya sesuai dengan format yang ditentukan Bursa. Apabila terjadi masalah
dengan sistem manajemen risikonya AB wajib melaporkan ke Bursa selambat
lambatnya pada Hari Bursa berikutnya setelah diketahuinya permasalahan tersebut.