Anda di halaman 1dari 15

BAB I

GAMBARAN UMUM RESORT


A. Letak geografis dan lingkungan sosial tempat kedudukan Resort
Resort GKE Banjarmasin beralamatkan di Jl. D.I. Panjaitan No.23, Antasan Besar,
Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Letak Banjarmasin di sebelah
provinsi Kalimantan Selantan, yaitu:
a. Sebelah Utara dan Barat: bersempadanan dengan Kabupaten Barito Kuala
b. Sebelah Selatan: bersempadanan dengan Kabupaten Tanah Laut
c. Sebelah Timur: bersempadanan dengan Kabupaten Banjar
Secara umum penduduk yang mendiami Kota banjarmasin terdiri dari suku Banjar,
Dayak, Batak, Jawa, Madura, Bakumpai, Ambon dan Cina. Banjarmasin sering disebut sebagai
Kota Seribu Sungai, dan sangat ramai dengan perdagangan. Mata pencaharian penduduk ialah
dagang, tani, industri dan lain sebagainya. Bahasa setiap hari yang digunakan ialah bahasa
Banjar dan juga bahasa Indonesia, namun bisa juga menggunakan bahasa yang lain seperti
bahasa Jawa dan Cina.1

B. Data statistik Resort GKE Banjarmasin


Berbicara mengenai data statistik dalam resort ini, di bawah ini penulis paparkan data-
datanya.
No. Nama Jemaat Grj Pas Ktr B.Jmt KK Sidi Jiwa Pnt Dkn G.
SHM
1. Bagandah 1 - 1 - 7 17 22 1 2 1
2. Banjarbaru 2 3 1 - 510 1360 1885 56 38 17
3. Barambai 1 - - - 32 75 104 5 5 -
4. Batu Hapu 1 - - - 8 18 24 2 1 2
5. Binuang 1 1 - - 22 44 69 3 2 3
6. Eben Ezer 1 3 1 - 319 773 1223 51 46 7
7. Eppata 1 2 1 1 728 1835 2711 127 145 51
8. Hayangin 1 - - - 21 40 67 1 2 1

1https:///www.google.co.id/amp/s/rastafaram.wordpres.com/2008/09/15tentang-banjarmasin/amp, pada hari


Rabu, 16 Agustus 2017, pukul: 15.43 Wita.
1
9. Kandangan 1 1 - - 25 63 26 8 4 -
10. Marabahan ` - 1 - 1 9 17 26 3 2 -
11. Padang Sari 1 1 - - 45 90 152 4 2
12. Pipitak Jaya 1 1 - - 14 30 45 2 1 -
13. Rantau 1 - - - 23 67 82 4 4 -
14. Rantau 1 - - - 18 47 63 3 2 2
Nangka
15. Salam 1 1 - - 30 62 85 3 2 -
Babaris
16. Sei. Ulin 1 - - - 30 80 120 4 5 -
17. Sidomulyo 1 - - - 26 40 67 6 3 -
Jumlah 17 15 4 2 1687 4658 6840 383 266 81
Dalam resort ini juga terdapat 21 orang Pendeta, 1 orang Pemberita, 2 orang Penginjil, 2
orang Vikaris, 7 orang Karyawan/staff, 8 buah Ruko. Kendaraan dinas di resort ini ada 4 buah
mobil dan 9 buah sepeda motor. Selain itu, juga terdapat 6 bidang tanah Kebun, 9 bidang tanah
Kuburan, 4 bidang tanah perwatasan, dan 4 bidang tanah kosong. Ada 4 buah pos PI yang
terdapat di jemaat Bagandah, Batu Hapu, Hayangin, dan Marabahan.

C. Penatalayanan Resort
Data kepengurusan BPH Majelis Resort GKE Banjarmasin :
1. Ketua Resort : Pdt. Besel Jarias S.Th, M.Si
2. Wakil : Hendri Parinussa, Daniel Parinussa, Udur Manusun Siahaan
3. Bendahara : Yetti Nadra
4. Sekretaris : Diantukidang
5. Staff : Yoren Mutang
Data nama-nama Pendeta yang ada di Resort GKE Banjarmasin :
1. Pdt. Besel Jarias, S.Th, M.Si
2. Pdt. Ch. Aris Dewa, S.Th
3. Pdt. Efendi Rajagukguk, M.Th
4. Pdt. Henny Meilina Nahas, S.Th
5. Pdt. Miney Martalela, S.Th
6. Pdt. Restu Dewi Seri
2
7. Pdt. Eva Natalina, S.Th
8. Pdt. Ririn Trisnawati, S.Th
9. Pdt. Sutantio Eka Purwanto, S.Th
10. Pdt. Christopson Tigoi, M.Th
11. Pdt. Kristina, S.Th
12. Pdt. Erniwati, S.Th
13. Pdt. Helni, S.Th
14. Pdt. Oktapianus, S.Th
15. Pdt. Raai Kaayat, S.Th
16. Pdt. Martua Sinaga, S.Th
17. Pdt. Lisa Ariyanti, S.Th
18. Pdt. Nuti Hanayati, S.Th
19. Pdt. Retna Hawini, M.Div
20. Pdt. Mira Andayani, S.Th
21. Pdt. Nino Man Fredy, S.Th2
Secara umum Resort ini memiliki sejumlah pelayanan kategorial, yaitu SPPer, SPB, SPP,
SPR, SPA dan Lansia. Selain itu, di dalam resort ini juga diadakan kunjungan pastoral ke rumah
sakit, penjara dan kunjungan ke rumah-rumah. Dalam pengamatan penulis, tidak semua
pelayanan kategorial dilaksanakan di setiap jemaat.

BAB II

2 Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak Diantukidang, Selasa, 01 Agustus 2017, pukul 10.30 Wita
3
GAMBARAN UMUM JEMAAT BATU HAPU
A. Letak Geografis dan Lingkungan Sosial Tempat Kedudukan Jemaat
Sesuai dengan surat keputusan yang dikeluarkan oleh Badan Pengurus Harian Majelis
Jemaat GKE Binuang pada tanggal 05 Juni 2017 hingga 28 Juli 2017, penulis sendiri ditugaskan
atau di tempatkan selama 2 (dua) bulan di Jemaat GKE Batu Hapu.
Jemaat GKE Batu Hapu berkedudukan di Desa Batu Hapu, Kec. Hatungun, Kab. Tapin,
Prov. Kalimantan Selatan. Secara geografis Desa Batu Hapu dapat digambarkan sebagai berikut :
a. Bagian Utara : berbatasan dengan Desa Banta
b. Bagian Timur : berbatasan dengan Desa Tarungin
c. Bagian Selatan : berbatasan dengan Kec. Hatungun
d. Bagian Barat : berbatasan dengan Kec. Hatungun
Untuk dapat sampai ibukota provinsi atau tepatnya Resort GKE Banjarmasin bisa
ditempuh dengan jalur darat (menggunakan kendaraan bermotor dan transportasi darat lainnya)
mengingat jarak antara Desa Batu Hapu dan Resort Banjarmasin terlampau dekat dan dapat
ditempuh dalam waktu 2,5 jam. Demikian pula waktu yang diperlukan untuk sampai ke jemaat
induk (Jemaat Binuang) adalah 30 menit melalui jalur darat.

1. Luas Wilayah
Total luas wilayah Desa Batu Hapu adalah 40.733 ha dan menurut kondisi tanah dan
peruntukan lahan yang ada di wilayah tersebut dapat uraikan dalam tabel berikut ini.
No. Kondisi dan Peruntukan Lahan Luas Wilayah Keterangan
1. Tanah Kering Total luas keseluruhan
Tegal/lading 1.897,75 ha 42. 788,25 ha
Pemukiman 40.733 ha
Pekarangan 150 ha
2. Tanah Persawahan Total luas keseluruhan
Sawah irigasi teknis 25 ha/m2 100 ha
Sawah tadah hujan 75 ha
4. Tanah Perkebunan 1797,75 ha
5. Luas Kuburan 1 ha/m2
6. Luas Pekarangan 150 ha
Luas Taman 5 ha/m2
4
Perkantoran 0,5 ha/m2
Luas Pekuburan 1 ha/m2
Luas Prasarana umum lainnya 3 ha

2. Penduduk
Data penduduk yang diperoleh dari pemerintah setempat dalam profil desa dapat
dikategorikan dan diuraikan dalam tabel berikut ini.
a. Jumlah dan Keadaan Penduduk
No Kategori Jumlah
.
1. Kepala Keluarga 636 KK

2. Keluarga Pertanian 458 KK


3. Penduduk Laki-laki 901 jiwa
4. Penduduk Perempuan 900 jiwa
Total Penduduk 1801 jiwa

b. Profesi / Pekerjaan / Mata Pencaharian Penduduk


No Jenis Jumlah (org)
.
1. Petani 500
2. Buruh Tani 59
3. Montir 4
4. Pedagang Keliling 4
5. PNS 13
6. Purnawirawan 1
7. TNI 2
8. Pensiunan PNS/TNI/POLRI 2
9. Pengusaha kecil dan menengah 5

c. Agama / Aliran Kepercayaan


No Agama Jumlah (jiwa)
.
1. Islam 1.761 jiwa
2. Kristen Protestan (GKE) 24 jiwa

d. Sarana dan Prasarana (Fasilitas) yang dimiliki


5
No. Jenis Jumlah (unit)
1. Kantor Desa 1
2. Kantor PKK 1
3. Badan Usaha Milik Desa 1
4. Puskesmas 1
5. Sekolah Dasar 2
6. Taman Kanak-kanak 1
7. Paud 1
8. Masjid 2
9. Langgar 11
9. Gereja 1
10. Balai Desa 1
11. Jembatan 5
12. Pasar 1
13. Lapangan Sepak Bola 1

Adapun penduduk di desa ini terdiri dari etnis Sunda 110 orang, Jawa 988 orang, Madura
17 orang, Banjar 86 orang, dan Dayak ada 2 orang.3 Dari data statistik tersebut ada beberapa hal
yang perlu ditekankan, yakni mengenai kondisi sosial budaya masyarakat setempat di mana
mayoritas penduduk Desa Batu Hapu adalah suku Jawa oleh karena itu bahasa sehari-hari atau
bahasa pergaulan yang dipakai di daerah ini adalah bahasa Jawa dan dari segi aliran kepercayaan
atau agama yang mendominasi adalah agama Islam.
Demikian pula dalam hal fasilitas jalan dan penerangan yang benar-benar terlihat secara
nyata sungguh sangat terbatas, di samping itu kondisi dari sebagian jalan dan jembatan yang
sedang rusak juga menyulitkan dan menjadi penghambat aktivitas warga Desa yang ingin
bepergian.
Namun, hal positif yang penulis lihat dan dapatkan ketika berada di sana adalah rasa
kebersamaan yang tinggi antar warga desa di mana mereka masih melestarikan budaya gotong-

3 Berdasarkan data potensi desa dan kelurahan Batu Hapu pada hari Kamis, 27 Juli 2017, pukul 19.30
Wita.
6
royong, saling tolong-menolong tanpa melihat dari sisi agamanya, sehingga tercipta kerukunan
antar warga.4

B. Data Statistik Jemaat GKE Batu Hapu5


Berdasarkan data yang didapat oleh penulis dari hasil penelitian ke setiap rumah jemaat,
di bawah ini penulis sajikan data statistik jemaat tempat pelayanan.
No. Nama Jumlah Keterangan
1. KK 8
2. Sidi 18 Laki-laki: 8 orang; Perempuan: 10 orang
3. Jiwa 24 Laki-laki: 10 orang; Perempuan: 14 orang
4. Penatua 1
5. Diakon 2
6. Guru SHM 2
7. Gereja 1 Alamat: Jl. Samping Goa, RT 12, RW 3
8. Pastori -
9. Kebun 1 Karet

C. Penatalayanan Jemaat Batu Hapu (periode 2016-2021)


BPH Jemaat GKE Batu Hapu
Nama Pendeta yang melayani di jemaat GKE Batu Hapu:
1. Pdt. Sutantio Eka Purwanto, S.Th

Pelindung/Penasihat
1. Soekadi
2. Joko Pitono

Ketua Majelis : Supriadi


Wakil Ketua : -
Sekretaris : Endang Darma Wulan Ningsih
Bendahara : Catur Wituhu

Pengurus Kategorial

4 Berdasarkan hasil wawancara dengan Sekretaris desa pada hari Kamis, 27 Juli 2017, pukul 19.30 Wita
5 Berdasarkan hasil penelitian penulis pada hari Minggu, 23 Juli 2017, pukul 15.30 Wita
7
a. SHM
Guru-guru SHM :
1. Estu Wilujeng
2. Iemelda Marya Anggreaini6
Dalam jemaat ini dilaksanakan ibadah Minggu pada pukul 08.00 Wita. SHM atau SPA
dilaksanakan setiap hari Minggu pada pukul 07.15 Wita di Gereja. Ibadah rumah tangga
diadakan setiap dua minggu sekali atau dua kali dalam sebulan. Tepatnya, pada hari Rabu pukul
19.00 Wita di rumah jemaat sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Adapula pelayanan diakonia
maupun kunjungan pastoral ke rumah-rumah, secara khusus apabila ada anggota jemaat yang
sedang bermasalah. Waktu pelaksanaan tiap ibadah biasanya hanya terlambat sekitar 3-5 menit,
kecuali ibadah Minggu yang bisa mengalami keterlambatan lebih lama, yakni sekitar 5-10 menit.
Jemaat yang berada di batu Hapu ini termasuk jemaat yang cukup disiplin dalam
palaksaan kebaktian rumah tangga dan ibadah Minggu. Jemaat ini aktif juga dalam mengikuti
kegiatan-kegiatan gereja yang ada di tempat lain seperti hadir untuk memenuhi undangan yang
ada. Dalam menambah keuangan atau pemasukan dana jemaat mereka dapatkan dari hasil
perkebunan karet dan juga mereka membuat arisan keluarga. Jemaat yang ada di Batu Hapu ini
tidak hanya jemaat yang ada di sana saja dalam ibadah Minggu namun ada juga jemaat yang
datang dari tempat-tempat lain. Jemaat Batu Hapu ini sangat kuat dalam memegang atau
menjaga GKE di sana sehingga jemaat Kristen dari aliran lain tidak diterima untuk masuk ke
jemaat Batu Hapu ini. Selain itu karena pemuda di Batu Hapu hanya ada 3 orang saja pemuda
remaja dan sekarang hanya tinggal 1 orang pemudi karena pemudi remaja yang 2 orang ini
sekolah di luar desa Batu Hapu. Maka mereka ini biasanya ikut ibadah SPP/R ke Padang Sari.
Padang Sari ini merupakan sebuah desa yang cukup banyak dengan jemaat Kristennya, sehingga
ibadah pemuda terlaksana di Padang Sari. Desa Padang Sari cukup jauh Batu Hapu, perjalanan
ke Padang Sari kira-kira sekitar 25 menit. Padang sari ini juga masuk jemaat resort GKE
Banjrmasin.
Dari pengamatan penulis sejauh ini, jemaat Batu Hapu ini sudah lama berdiri namun
jemaatnya masih biasa belum terlihat kemajuan dalam pelayanan yang mereka lakukan masih
kurang dalam hal pelayanan kategorial dan pelayanan yang lainnya. Jemaat ini masih sangat

6 Hasil Wawancara dengan bapak Supriadi pada hari Selasa, 25 Juli 2017, pukul: 11.15 Wita.
8
bergantung dengan Pendeta yang melayani. Maka jemaat ini masih sangat membutuhkan
pembinaan, agar jemaat bisa semakin berkembang dan lebih mandiri lagi. Dulu jemaat Kristen
yang ada Batu Hapu ini hanya ada dua KK yaitu mbah Sih Fatmo Adi dan Mbah Soekadi,
mereka ini merupakan salah satu jemaat yang mendirikan Gereja yang ada di Batu Hapu ini.
Semakin lama maka bertambahlah jumlah jemaat Kristen yang ada di Batu Hapu ini yang
sekarang berjumlah 24 orang. Jemaat ini merupakan juga keluarga besar di Batu Hapu dimana
jemaat yang ada ini bukanlah orang lain tetapi keturunan dari mbah-mbah yang ada ini.7 Karena
di Batu Hapu mayoritas umat beragama Islam maka ada sebagian dari jemaat Batu Hapu ini yang
menikah dengan umat yang Bergama Islam sehingga terjadi pindah agama dan berkurang dari
Jemaat ini.

BAB III
KEGIATAN-KEGIATAN DAN PELAYANAN
Kegiatan maupun pelayanan yang penulis lakukan selama masa PPL 1 ini, penulis sajikan
sebagai berikut:
Hari/Tanggal Waktu Keterangan
Kamis, 1 Juni 08.30 Wita Konsultasi ke Majelis Resort GKE Banjarmasin
Minggu, 4 Juni 06.00 Wita Berangkat dari Resort GKE Banjarmasin
08.10 Wita Tiba di Pastori Binuang
08.25 Wita Konsultasi dengan bapak Pdt. Sutantio Eka Purwanto, S.Th
10.30 Wita Ibadah Minggu, tugas: Khotbah dan doa Syafaat di gereja
GKE Binuang
12.30 Wita Kunjungan doa ke rumah keluarga bapak Ferry

7
9
14.30 Wita Konsultasi dengan bapak Pdt. Sutantio Eka Purwanto, S.Th
16.20 Wita Berangkat ke jemaat Batu Hapu
16.40 Wita Tiba di rumah bapak Supriadi di Batu Hapu
17.05 Wita Konsultasi dengan Majelis Jemaat
19.10 Wita Latihan persiapan ibadah Minggu
Senin, 5 Juni 14.00 Wita Berkunjung ke rumah ibu Maning
19.00 Wita Latihan bersama di Gereja
Kamis, 8 Juni 19.00 Wita Berkunjung ke rumah mbah Sih Fatmo Adi
20.00 Wita Berkunjung ke rumah ibu Estu Wilujeng
Jumat, 9 Juni 19.15 Wita Berkunjung ke rumah mbah Katimin
19.45 Wita Latihan bersama di Gereja
Sabtu, 10 Juni 19.00 Wita Melayani ibadah SPP/R Padang Sari (tugas: pembawa
metode games+doa syafaat)
Minggu, 11 Juni 07.15 Wita Mengajar SHM di Gereja Batu Hapu
08.00 Wita Ibadah Minggu (tugas: Khotbah+doa Syafaat)
Selasa, 13 Juni 10.15 Wita Membantu persiapan kebaktian rumah tangga
19.00 Wita Ibadah rumah tangga di rumah bapak Catur Wituhu (tugas:
liturgos)
Rabu, 14 Juni 10.20 Wita Konsultasi dengan bapak Pendeta
11.00 Wita Berkunjung sekaligus konseling pastoral ke rumah bapak
Triyono di Binuang bersama bapak Pdt. Sutantio Eka
Purwanto, S.Th
14.00 Wita Berkunjung sekaligus konseling pastoral ke rumah bapak
Karjono di Binuang bersama bapak Pdt. Sutantio Eka
Purwanto, S.Th sekaligus doa bersama
15.30 Wita Berkunjung sekaligus konseling pastoral ke rumah bapak
Saterman di Binuang bersama bapak Pdt. Sutantio Eka
Purwanto, S.Th sekaligus doa bersama
17.30 Wita Berkunjung ke rumah bapak Pdt. Rayen Sien di Salam
Babaris bersama bapak Pdt. Sutantio Eka Purwanto, S.Th
Kamis, 15 Juni 03.30 Wita Berangkat ke Banjarmasin untuk mengantar anak jemaat
mengikuti test masuk STT GKE
06.15 Wita Tiba di Banjarmasin
08.00 Wita Ke kampus STT GKE
Jumat, 16 Juni 09.00 Wita Ke kantor BPH MR Banjarmasin untuk mengambil Surat
sekaligus wawancara dengan bapak Dian
19.00 Wita Berkunjung ke rumah bapak Wusono Adi
Sabtu, 17 Juni 19.00 Wita Mengikuti ibadah SPP/R di Padang sari
Minggu, 18 Juni 07.15 Wita Mengajar anak SHM
10
07.55 Wita Konsultasi dengan Majelis Jemaat
08.15 Wita Ibadah Minggu (tugas: Khotbah + doa Syafaat)
11.00 Wita Mengikuti acara Bina Warga Kesehatan Kristen (BWKK)
di Salam Babaris
19.00 Wita Berkunjung ke rumah bapak Joko Pitono sekaligus berdoa
Selasa, 20 Juni 19.15 Wita Latihan bersama di Gereja
Rabu, 21 Juni 16.15 Wita Bersama membersihkan halaman gereja
Kamis, 22 Juni 19.00 Wita Berkunjung ke rumah mbah Soekadi
20.15 Wita Latihan bersama di Gereja
Minggu, 25 Juni 07.30 Wita Mengajar anak SHM
Konsultasi dengan Majelis Jemaat
08.15 Wita Ibadah Minggu (tugas: Khotbah + doa Syafaat)
Selasa, 27 Juni 10.45 Wita Menjenguk mbah Soekadi yang sedang sakit sekaligus doa
bersama
19.30 Wita Latihan bersama ke Gereja
Rabu, 28 Juli 18.20 Wita Konsultasi dengan Majelis Jemaat
19.00 Wita Ibadah rumah tangga di rumah bapak Rudiyat
Kamis, 29 Juni 10.00 Wita Bapak Milin berkunjung ke rumah Majelis tempat saya
tinggal untuk bertemu dengan saya
Sabtu, 01 Juli 20.00 Wita Ibadah SPP/R di rumah Iemelda di Batu Hapu (tugas:
pembawa games dan doa Syafaat)
Minggu, 02 Juli 07.30 Wita Mengajar anak SHM
08.15 Wita Ibadah Minggu (tugas: Khotbah dan doa Syafaat)
16.00 Wita Mengikuti acara selamatan bayi di Binuang
Rabu, 05 Juli 17.00 Wita Ibadah rumah tangga sekaligus mengenang 40 hari
meninggalnya mbah dari keluarga bapak Triyono di Gereja
GKE Binuang. Tugas: Liturgos
19.00 Wita Konsultasi dengan bapak Pendeta
Kamis, 06 Juli 17.00 Wita Ibadah rumah tangga di rumah bapak Saterman. Tugas:
Khotbah dan doa Syafaat
Jumat, 07 Juli 16.00 Wita Menghadiri pernikahan pemenuhan hukum adat saudara
Yusak Kurniawan dan Riski Dieni bersama jemaat batu
hapu di Epata Banjarmasin
18.30 Wita Menjenguk keluarga jemaat yang sedang sakit dan dirawat
di Rumah Sakit Rantau
Sabtu, 08 Juli 19.30 Wita Ibadah pemuda di Padang sari, tugas: doa Syafaat
Minggu, 09 Juli 07.15 Wita Mengajar anak SHM
Konsultasi dengan mejelis Jemaat
08.10 Wita Ibadah Minggu (tugas: Khotbah dan doa Syafaat)
11
Senin, 08 Juli 16.00 Wita Bersama membersihkan halaman Gereja
Rabu, 12 Juli 10.00 Wita Membantu jemaat mempersiapkan bahan-bahan yang
diperlukan untuk kebaktian rumah tangga
18.20 Konsultasi dengan Majelis Jemaat
19.05 Wita Kebaktian rumah tangga di rumah bapak Joko Pitono.
Tugas: Liturgos
Kamis, 13 Juli 17.05 Wita Kebaktian rumah tangga di rumah ibu Marmi Guslar di
Binuang. Tugas: Khotbah
Jumat, 14 Juli 19.20 Wita Latihan bersama persiapan untuk ibadah Minggu di Gereja
Sabtu, 15 Juli 19.15 Wita Latihan bersama persiapan untuk ibadah Minggu di Gereja
Minggu, 16 Juli 07.15 Wita Mengajar anak SHM
08.15 Wita Ibadah Minggu. Tugas: Liturgos
Selasa, 14 Juli 19.00 Wita Konsultasi dengan pemerintah desa
Rabu, 15 Juli 15:30 Wita Konseling pastoral di rumah ibu Tri Marmi sekaligus doa
bersama
Jumat, 21 Juli 15.45 Wita Konsultasi dengan Majelis Jemaat
Sabtu, 22 Juli 19.45 Wita Ibadah pemuda di Padang sari
Minggu, 23 Juli 07.15 Wita Mengajar anak SHM sekaligus melayani Perjamuan Kudus
anak-anak di Batu hapu
08.10 Wita Ibadah Minggu sekaligus perpisahan dengan jemaat di
Batu Hapu. Tugas: Khotbah
Konsultasi dengan bapak Pendeta
11.30 Wita Mengajar anak SHM sekaligus melayani Perjemuan Kudus
anak-anak di Binuang
15.30 Wita Mendata jemaat Batu Hapu
Rabu, 26 Juli 09.45 Wita Membantu persiapan untuk kebaktian rumah tangga
18.15 Wita Konsultasi dengan bapak Pendeta
19.05 Wita Kebaktian rumah tangga di rumah bapak Sih Fatmo Adi.
Tugas: Khotbah dan doa Syafaat
Kamis, 27 Juli 16.30 Wita Kebaktian di rumah bapak Sormin di Binuang
19.30 Wita Konsultasi dengan Sekretaris desa
Jumat 26 Juli 17.00 Wita Kebaktian di rumah bapak Bambang. Tugas: Liturgos dan
Khotbah
Sabtu, 29 Juli 20.00 Wita Mengikuti PA di rumah bapak Triyono di Binuang. Tugas:
Kesaksian pribadi
Minggu, 30 Juli 10.15 Wita Ibadah Minggu sekaligus perpisahan dengan jemaat
Binuang. Tugas: Khotbah dan doa Syafaat
14.30 Wita Konsultasi dengan bapak Pendeta
Senin, 31 Juli 14.00 Wita Kembali ke Banjarmasin
12
Selasa, 1 Agt 08.30 Wita Konsultasi ke Majelis Resort GKE Banjarmasin

Pelayanan penulis selama dua bulan tidak hanya di batu Hapu saja tetapi pelayanan
rumah tangga di Binuang. Binuang merupakan induk dari jemaat Batu Hapu. Selama penulis
berada di batu Hapu, penulis tinggal dengan keluarga bapak Supriadi selama kurang lebih dua
bulan. Selain itu selama penulis berada di sana, penulis juga menyempatkan diri untuk
berkonsultasi dan meminta informasi dengan pihak pemerintah setempat, selain itu penulis juga
ada wawancara dengan sebagian jemaat. Pada saat pertama kali penulis sampai di Binuang,
penulis langsung ditugaskan oleh BPH GKE Binuang untuk melayani jemaat Binuang dalam
ibadah Minggu sekaligus pembukaan untuk PPL. Kemudian setelah menyelesaikan PPL di Batu
Hapu, maka penulis kembali lagi ke jemaat Binuang untuk pelayanan dalam ibadah Minggu
sekaligus perpisahan dengan jemaat Binuang.

BAB IV
KRITIK DAN SARAN
IV.1. Kritik
Selama penulis PPL kurang lebih dua bulan di jemaat GKE Batu Hapu, ada beberapa hal
yang penulis dapatkan sebagai kritikan penulis bagi jemaat, yakni:
1. Kurangnya kesadaran Ketua Majelis untuk mau belajar dalam pelayanan seperti halnya
dalam berkhotbah, sehingga yang melayani selalu Pendeta. Kurangnya kemandirian dari
jemaat tersebut.
2. Majelis yang kurang berperan aktif dalam kebaktian rumah tangga yang ada dan salah satu
dari diakon lebih memilih kepentingan dalam keluarga daripada ikut terlibat aktif dalam
pelayanan.
3. Kurangnya kesadaran dari jemaat setempat untuk mau ambil bagian dalam mengajar anak
SHM, sehingga menimbulkan keluhan tersendiri bagi guru SHM.
4. Kurangnya pelayanan kategorial dalam jemaat.
13
IV.2. Saran
Dari beberapa bagian yang penulis paparkan di atas, ada beberapa hal yang penulis ingin
kemukakan, yakni:
1. Ketua Majelis dan Majelis perlu meningkatkan rasa kesadaran dan ingin belajar
bersama sehingga seterusnya dapat benar-benar berperan sebagai warga gereja yang utuh
dalam melaksanakan Tri Panggilan Gereja (Bersekutu, Bersaksi dan Melayani).
2. Sebaiknya urusan rumah tangga bisa diurus dengan baik dalam keluarga jemaat
masing-masing sehingga tidak ada terjadinya kesalahpahaman atau masalah lainnya. Agar
urusan rumah tangga tidak mengganggu ke urusan pelayanan yang ada di jemaat.
3. Menumbuhkan kesadaran bagi guru SHM agar mau belajar dan belajar dari guru-
guru SHM yang ada di tempat lain agar bisa berbagi pengalaman dan metode dalam
mengajar anak SHM, dan mengikuti pembinaan guru SHM.
4. Menumbuhkan kesadaran dari Ketua Majelis kemudian baru ke jemaat agar tercipta
pelayanan kategorial dan adanya pembinaan atau pelatihan bagi jemaat yang terlibat
dalam pelayanan seperti Pembinaan Warga Gereja.
PENUTUP
Penulis sungguh merasakan pengalaman yang sangat berharga dari tugas pelayanan yang
diberikan ini, penulis sadar bahwa pelayanan yang dilaksanakan selama dua bulan ini
memberikan banyak hal terutama dalam menambah pengalaman penulis dalam melayani dan
mengetahui bagaimana sebaiknya kelak jika sudah berada untuk melayani dalam jemaat. Penulis
bersyukur sudah dimampukan dalam menjalani PPl 1 ini selama dua bulan yang berada bersama
di tengah-tengah jemaat.
Demikian pula ketika penulis atau mahasiswi PPL diperkenankan oleh pihak Resort
untuk melayani Jemaat GKE Batu Hapu, penulis merasa terharu atas setiap penerimaan,
keterbukaan dan kerjasama jemaat setempat. Pada kesempatan ini penulis selaku penyusun
laporan PPL ini, menyampaikan ucapan terima kasih yang begitu dalam kepada :
1. Pihak Dosen STT GKE yang telah memberikan kesempatan bagi mahasiswa/i STT GKE
untuk dapat melakukan Praktek Pengenalan Lapangan di wilayah pelayanan GKE.

14
2. BPH. Majelis Resort GKE Banjarmasin dan seluruh staff yang telah memberikan
kesempatan bagi penulis untuk melaksanakan PPL 1 di jemaat GKE Batu Hapu dan yang
mengantarkan penulis untuk sampai ke jemaat GKE Binuang.
3. Bapak Pdt. Sutantio Eka Purwanto, S.Th yang telah memberikan kesempatan dan
kepercayaan bagi penulis untuk melayani dan bersaksi kepada anggota-anggota dan
Jemaat di Batu Hapu dan Binuang. Terima kasih juga buat bimbingan, saran, masukan
untuk memperbaiki dan menambah wawasan sera pengetahuan dalam pelayanan penulis
selama PPL.
4. Bapak Supriadi selaku Penetua Diakon dan sekeluarga yang sudah memberikan
kesempatan bagi penulis untuk ikut terlibat dalam pelayanan di Batu Hapu. Terimakasih
pula sudah menerima dengan hangat kehadiran mahasiwi PPL 1 bahkan, menyediakan
rumahnya sebagai rumah tempat penulis tinggal selama kurang lebih dua bulan melayani
jemaat di sana. Terima kasih pula buat makanan yang setiap hari boleh keluarga berikan
bagi penulis. Terima kasih buat waktu dan kebersamaan keluarga serta sudah membawa
penulis jalan-jalan melihat suasana baru.
5. Seluruh jemaat Batu Hapu dan jemaat Binuang yang sudah memberikan pelajaran,
pengalaman baru buat penulis, terima kasih buat kebersamaannya.
6. Terimakasih buat seluruh SPP/R Padang sari yang juga memberikan kesempatan bagi
penulis untuk ikut ambil bagian dalam pelayanan pemuda, terima kasih buat
kebersamaanya.
Sungguh suatu hal yang tidak akan pernah penulis lupakan dan rasa syukur penulis yang
teramat dalam atas kebaikan semua jemaat. Semoga di lain waktu kita bisa bertemu kembali.
Kiranya laporan PPL 1 ini dapat bermanfaat bagi kita yang terlibat dalam pelayanan,
dalam menambah pengalaman dan wawasan kita dalam berjemaat. Percaya dan yakinlah bahwa
Tuhan telah memakai pribadi kita masing-masing untuk melaksanakan pelayanan ini.Tuhan
menolong kita dan memberkati kita sekalian. Amin.

15