Anda di halaman 1dari 8

I.

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Kelakai merupakan salah satu tanaman yang dapat hidup dilahan
gambut, air tawar, dan juga hutan belukar. Tanaman kelakai cukup mudah tumbuh
dan berkembang dilahan manapun dan bila dibiarkan tanaman akan menutupi area
yang cukup luas. Kelakai tumbuh subur dilahan gambut tanpa dibudidayakan.
Tanaman kelakai mempunyai segudang khasiat atau manfaat yang banyak
dijadikan sebagai bahan makan dan juga sebagai obat tradisional. Di Kalimantan
Tengah masyarakat local mempercayai bahwa kelakai berkhasiat sebagai obat
penambah darah. Dan masih banyak lagi manfaat dari kelakai ini yang dipercayai
oleh masyarakat lokal Kalimantan Tengah. Di Kalimantan Tengah olahan kelakai
sudah banyak dikenal yang diolah sebagai kripik kelakai dan sayur. Kripik kelakai
tersebut sudah dijadikan sebagai oleh-oleh khas Kalimantan Tengah.
Tanaman sirih adalah tanaman menjalar dengan segudang manfaat salah
satunya adalah sebagai obat tradisional seperti obat mata. Daun sirih juga sering
dikaitkan dengan budidaya di Indonesia seperti dimanfaatkan masyarakat
tradisional (suku tertentu) oleh nenek moyang kita yang sering disebut dengan
nyirih. Nyirih tersebut banyak mengandung manfaat seperti memperkuat gigi
dan gusi, mengatasi bau mulut, menyembuhkan sariawan dan lain-lain. Tanaman
sirih dapat tumbuh dengan baik walaupun tidak dirawat secara intensif.dan juga
tanaman ini banyak ditemukan didaerah mana saja. Di Kalimantan Tengah
tanaman sirih ini banyak dijumpai diberbagai lahan. Olahan sirih sebagai bahan
makan hingga saat ini belum ada yang memproduksi.
Melihat kandungan dan manfaat yang di miliki oleh tanaman kelakai dan
daun sirih, maka kelompok kami memutuskan untuk membuat olahan makan
dengan bahan dasar dari kedua tanaman tersebut. Selain itu di Kalimantan Tengah
kedua jenis tanaman tersebut sangat melimpah dan mudah dijumpai. Dan juga
kedua tanaman ini belum banyak yang mengolahnya sebagai olahan makan. Jadi
melalui kegiatan ini kami akan memperkenalkan olahan baru dari tanaman kelakai
dan tanaman sirih yaitu sosis kelakai dan keripikdaun sirih.
1.2. Tujuan
Tujuan dari pratikum Kewirausahaan dengan judul Sosis Kelakai Dan
Kripik Daun Sirih adalah:
a. Untuk memperkenalkan alternatif olahan kelakai dan daun sirih.
b. Untuk memperkenalkan cara pembuatan sosis kelakai dan kripik
daun sirih.
II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Tanaman Kelakai


2.1.1. Morfologi Tanaman Kelakai
Kelakai merupakan tanaman jenis paku-pakuan yang biasa
ditemukan di daerah rawa. Kelakai merupakan paku tanah, yang
memiliki panjang 5-10 m dengan akar rimpang yang memanjat tinggi,
kuat, pipih, persegi, telanjang atau bersisik kerapkali dengan tubas yang
merayap, tumbuhnya secara perlahan atau epifit dengan akar utama
berada di tanah. Daun kelakai menyirip tunggal, dan dimorph. Tangkai
daun tumbuhan kelakai berukuran 10-20 cm, yang cukup kuat. Daunnya
steril, 30-200 x 20-50 cm, kuat, mengkilat, gundul, yang muda kerap kali
berwarna keungu-unguan; anak daunnya banyak, bertangkai pendek,
berbentuk lanset, dengan lebar 1,5-4 cm, meruncing denan kaki lacip
baji atau membulat, kedua sisi tidak sama, diatas kaki begerigi tajam dan
halus, yrat daun berjarak lebar, anak daun fertil lebarnya 2-5 mm
(Hessler et al., 2000).

2.1.2. Kandungan Tanaman Kelakai


Kandungan metabolit sekunder tanaman kelakai yakni hasil
pengukuran sampel daun dan batang yaitu untuk kadar air 8,56% dan
7,28%, kadar abu 10,37% dan 9,19%, kadar serat kasar 1,93% dan
3,19%, kadar protein 11,48% dan 1,89%, kadar lemak 2,63% dan 1,37%.
Hasil analisis mineral Ca lebih tinggi di daun dibandingkan batang yaitu
182,07 mg per 100 g, demikian pula dengan Fe tertinggi 291,32 mg
per100 g. Hasil analisis vitamin C tertinggi terdapat di batang 264 mg
per 10 g dan vitamin A tertinggi terdapat di daun 26976,29 ppm.
Kandungan fitokimia flavonoid, alkaloid dan steroid tertinggi terdapat
pada batang ,sebesar 3,010%, 3,817% dan 2,583%. Senyawa bioaktif
yang paling dominan adalah alkaloid. Berdasarkan hasil analisis, Kalakai
dapat dijadikan pangan fungsional (Maulidya dkk., 2006).
2.1.3. Manfaat Tanaman Kelakai
Tanaman ini memiliki banyak khasiat, seperti anti diare. Selain
itu, juga dipercayai oleh masyarakat Dayak sebagai obat penambah
darah serta obat awet muda. Tidak lupa juga, pucuk muda kelakai ini
adalah bahan masakan yang cukup lezat. Menariknya, tumbuhan yang
kerap dijadikan sayur itu memiliki manfaat unik. Kalakai ternyata dapat
menunda proses penuaan manusia. Berdasarkan studi empirik, diketahui
bahwa kalakai dipergunakan oleh masyarakat suku Dayak Kenyah untuk
mengobati anemia, pereda demam, mengobati sakit kulit, serta sebagai
obat awet muda (Sutomo dkk., 2010).

2.2. Tanaman Sirih


2.2.1. Morfologi Tanaman Sirih
Sirih merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh merambat
atau bersandar pada batang pohon lain. Sebagai budaya daun dan
buahnya biasa dimakan dengan cara mengunyah
bersama gambir, pinang dan kapur. Tanaman merambat ini bisa
mencapai tinggi 15 m. Batang sirih berwarna coklat kehijauan,
berbentuk bulat, beruas dan merupakan tempat keluarnya akar. Daunnya
yang tunggal berbentuk jantung, berujung runcing, tumbuh berselang-
seling, bertangkai, dan mengeluarkan bau yang sedap bila diremas.
Panjangnya sekitar 5 - 8 cm dan lebar 2 - 5 cm. Bunganya majemuk
berbentuk bulir dan terdapat daun pelindung 1 mm berbentuk bulat
panjang. Pada bulir jantan panjangnya sekitar 1,5 - 3 cm dan terdapat
dua benang sari yang pendek sedang pada bulir betina panjangnya
sekitar 1,5 - 6 cm dimana terdapat kepala putik tiga sampai lima buah
berwarna putih dan hijau kekuningan. Buahnya buah buni berbentuk
bulat berwarna hijau keabu-abuan. Akarnya tunggang, bulat dan
berwarna coklat kekuningan.
2.2.2. Kandungan Tanaman Sirih
Kandungan yang terdapat dalam daun sirih hijau sangat banyak.
Beberapa kandungan itu diantaranya adalah: fenil propana, minyak atsiri,
hidroksikavicol, estragol, kavicol, kavibetol, allylpyrokatekol,
caryophyllene, cyneole, cadinene, diastase, tanin, pati, seskuiterpena,
terpennena dan gula. Semua zat itulah yang membuat sirih menjadi
tanaman yang kaya manfaat dan kegunaannya karena dapat menyehatkan
manusia. Kandungan minyak atsiri pada sirih hijau ini dan juga beberapa
di antaranya menjadikan sirih hijau sebagai salah satu antijamur yang
baik.

2.2.3. Manfaat Tanaman Sirih


Sirih berkhasiat menghilangkan bau badan yang ditimbulkan
bakteri dan cendawan. Daun sirih juga bersifat menahan perdarahan,
menyembuhkan luka pada kulit, dan gangguan saluran pencernaan.
Selain itu juga bersifat mengerutkan, mengeluarkan dahak, meluruhkan
ludah, hemostatik, dan menghentikan perdarahan. Biasanya untuk obat
hidung berdarah, dipakai 2 lembar daun segar Piper betle, dicuci,
digulung kemudian dimasukkan ke dalam lubang hidung. Selain itu juga
daun sirih juga bermanfaat untuk mengobati keputihan bagi wanita,
mengobati sakit gigi, mengobati gusi bengkak, mengobati sariawan,
menghilangkan bau mulut tidak sedap, mengobati demam berdarah,
memperlancar haid, menghilangkan bau badan, mengobati eksim dan
penyakit kulit, menghentikan mimisan, membersihkan mata, mengobati
diare, mengibati asma, mengobati radang tenggorokan, mengobati luka
bakar, memperlambat penuaan karena kandungan antioksidan, mengatasi
sembelit, menghilangkan jerawat dan bekas luka. Selain bermanfaat
untuk manusia, tanaman sirih juga memiliki kandungan bahan aktif fenol
dan kavikol daun sirih hutan juga dapat dimanfaatkan
sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama penghisap.
III. BAHAN DAN METODE

3.1. Bahan Dan Alat


3.1.1. Sosis Kelakai
Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat sosis kelakai yaitu:
500 g daun kelakai muda yang berwrna merah, daging ayam 250 g, 2
butir telur, 250 g tepung tapioca, 250 g tepung terigu, 100 gr es serut, 1
sdm bawang putih cincang, garam secukupnya, merica bubuk
secukupnya, ketumbar bubuk dan penyedap rasa secukupnya, dan
bungkus es lilin. Sedangkan alat-alat yang digunakan adalah: blender,
pisau, alat serut es batu, panci, kompor, mixer, sendok goreng, piring,
mangkok/baskom dan alat bantu lainnya.

3.1.2. Keripik Daun Sirih


Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat kripik daun sirih
yaitu: 200 lembar daun sirih, 1 butir telur, 300 g tepung tapioca, 150 g
tepung terigu, es serut secukupnya, 4 sium bawang putih, kunyit 1 ruas,
garam secukupnya, merica bubuk secukupnya, ketumbar bubuk dan
penyedap rasa secukupnya, kapur sirih 1 sdm, dan abon cabe. Sedangkan
alat-alat yang digunakan adalah: kuali, pisau, alat serut es batu, panci,
kompor, mixer, sendok goreng, ulekan, piring, toples, mangkok/baskom
dan alat bantu lainnya.

3.2. Cara Kerja


3.2.1. Sosis Kelakai
Cara membuat sosis kelakai yaitu :
1) Masukan kelakai yang sudah disiapkan dengan daging ayam dan
garam lalu di blender dengan kecepatan sedang sampai semuanya
hancur dan tercampur merata. Setelah merata masukkan es serut,
bahan ini berfungsi sebagai penjaga suhu adonan tetap dingin dan
tidak lembek saat dibuat. Kemudian mix lagi hingga kecepatan
tinggi.
2) Kemudian tuang bahan yang telah diblender kedalaman baskom,
lalu masukkan tepung tapioca, telur, merica bubuk, gula pasir,
bawang putih cincang, ketumbar bubuk, penyedap rasa, serta
sebagian es serut kemudian aduk kembali agar semua bahan
tercampur hingga rata.
3) Ambil adonan sosis kelakai, kemudian masukkan kedalam plastik
segitiga. Lalu masukkan adonan kedalam bungkus es lilin,
kemudian ikat ujung plastik tersebut agar adonan tidak keluar.
4) Kemudian masak dengan air mendidih. Rebus selama 20-25 menit
sampai adonan mengapung yang menandakan bahwa sosis kelakai
telah matang.
5) Setalah matang angkat sosis dan masukkan kedalam air dingin.
6) Setelah dingin masukkan kedalam freezer, supaya sosis dapat
bertahan lama.
7) Sosis yang telah direbus bias langsung di konsumsi atau bisa juga
di goreng sebelum dimakan.
8) Sosis kelakai siap saji.

3.2.2. Keripik Dun Sirih


Cara membuat keripik daun sirih adalah:
a. Siapakan adonan kripik kelakai, haluskan kunyit dan bawang putih
yang telah disiapkan. Kemudian masukkan kedalam mangkok, lalu
tambahkan tepung terigu dan tepung tapioka sesuai dengan
takarannya.
b. Kemudian tambahkan air secukupnya lalu mix semua bahan
dengan kecepatan sedang hingga tercampur merata, kemudian
masukkan ketumabar bubuk, merica bubuk, garam, penyedap rasa
sesuai dengan selera dan untuk menambah rasa seperti rasa penas
ditambahkan abon cabe. Kemudia mix semua bahan hingga
tercampur merata.
c. Setelah adonan keripik selesai, rebus lembaran daun sirih kedalam
air yang telah mendidih kemudian tambahkan kapur sirih. Kapur
sirih berfungsi untuk mengurangi pahit yang dikandug daun sirih.
d. Kemudian tunggu hingga 10-15 menit hingga daun laju. Kemudian
angkat daun sirih kemudian masukkan kedalaman air es.
e. Kemudian masukkan lembaran daun sirih kedalaman adonan yang
telah disiapkan, kemudian masukkan kedalam minyak goreng yang
telah dipanaskan. Kemudian angkat daun setelah daun berwarna
kecoklatan. Pastikan api kompor pada saat menggoreng tidak
terlalu besar.
f. Tiriskan minyak yang dikandung oleh daun sirih, kemudian
letakkan kripik daun sirih kedalam toples agar daun sirih tidak a lot
dan tahan lama.
g. Kripik daun sirih siap disajikan.