Anda di halaman 1dari 8

PROFIL INDIKATOR IBS

Prosedur bedah

Informed consent tindakan terisi sesuai prosedur

Judul Indikator Informed consent tindakan terisi sesuai prosedur


Tujuan Untuk mendapatkan kepastian hukum atas persetujuan tindakan
kedokteran yang akan dilakukan
Dasar Pemikiran Berdasarkan akreditasi KARS 2012
Definisi operasional Suatu kesepakatan / persetujuan pasien atas usaha medis yang akan
dilakukan oleh dokter terhadap dirinya, setelah pasien mendapatkan
informasi dari dokter mengenai upaya medis yang dapat dilakukan
untuk menolong dirinya, disertai informasi mengenai segala resiko
yang mungkin terjadi.
Kriteria Eksklusif
Numerator Jumlah kumulatif informed consent tindakan operasi dari seluruh
pasien yang dioperasi dalam satu bulan
Denominator Jumlah pasien yang dioperasi selama 1 bulan
Sumber Data Rekam Medis
Type Indikator Proses
Jenis Indikator Prosentase
Capaian Indikator Informed consent terisi lengkap oleh pasien yang akan dilakukan
tindakan operasi
Cara pengukuran/formula Jumlah total pasien yang dilakukan tindakan operasi terisi informed
consent dalam waktu maksimal 24 jam sebelum tindakan operasi
Nilai ambang/standar 100%
Area monitoring Rumah Sakit Ananda Purwokerto
Metode pengumpulan data Dokumentasi
Target sampel Semua pasien yang akan dilakukan tindakan operasi
Frekuensi pengumpulan Bulanan
data/pelaporan
Frekuensi analisis data Setiap tiga bulan sekali dilakukan rekapitulasi data
Metode analisis Prosentase, trend capaian dan dibandingkan
Penanggung jawab Kepala keperawatan IBS
Kepala Instalasi rawat inap
Kepala Instalasi rawat jalan
Kepala Instalasi Gawat Darurat
Tidak adanya kejadian salah tindakan

Judul Indikator Tidak adanya kejadian salah tindakan


Tujuan Semua tindakan operasi sesuai dengan prosedur dan diagnose ,
sehingga tidak ada kesalahan tindakan operasi
Dasar Pemikiran Berdasarkan akreditasi KARS 2012
Definisi operasional Suatu kegagalan tindakan operasi yang telah direncanakan untuk
diselesaikan tidak seperti yang diharapkan
Kriteria Eksklusif
Numerator Jumlah kumulatif kejadian salah tindakan operasi dari seluruh pasien
yang dioperasi dalam satu bulan
Denominator Jumlah pasien yang dioperasi selama 1 bulan
Sumber Data Rekam Medis
Type Indikator Proses
Jenis Indikator Prosentase
Capaian Indikator Tidak adanya kegagalan salah tindakan operasi
Cara pengukuran/formula Observasi jumlah kejadian salah tindakan operasi
Pelaporan dan analisa dilaksanakan oleh perawat IBS
Nilai ambang/standar 100%
Area monitoring Rumah Sakit Ananda Purwokerto
Metode pengumpulan data Dokumentasi
Target sampel Semua pasien yang akan dilakukan tindakan operasi
Frekuensi pengumpulan Bulanan
data/pelaporan
Frekuensi analisis data Setiap tiga bulan sekali dilakukan rekapitulasi data
Metode analisis Prosentase, trend capaian dan dibandingkan
Penanggung jawab Kepala Instalasi Bedah Sentral
Waktu tunggu operasi elektif

Judul Indikator Waktu tunggu operasi elektif


Tujuan Tergambarnya kecepatan penanganan antrian pelayanan bedah
Dasar Pemikiran Berdasarkan akreditasi KARS 2012
Definisi operasional Tenggang waktu mulai dokter memutuskan untuk operasi yang
terencana sampai dengan operasi mulai dilaksanakan
Kriteria Eksklusif
Numerator Jumlah kumulatif tindakan operasi elektif dari seluruh pasien yang
dioperasi dalam satu bulan
Denominator Jumlah pasien yang dioperasi selama 1 bulan
Sumber Data Rekam Medis
Type Indikator Proses
Jenis Indikator Prosentase
Capaian Indikator Tidak adanya waktu tunggu operasi elektif yang terlalu lama melebihi
24 jam
Cara pengukuran/formula Observasi jumlah kejadian watu tunggu operasi elektif
Pelaporan dan analisa dilaksanakan oleh perawat IBS
Nilai ambang/standar 2 hari
Area monitoring Rumah Sakit Ananda Purwokerto
Metode pengumpulan data Dokumentasi
Target sampel Semua pasien yang akan dilakukan tindakan operasi
Frekuensi pengumpulan Bulanan
data/pelaporan
Frekuensi analisis data Setiap tiga bulan sekali dilakukan rekapitulasi data
Metode analisis Prosentase, trend capaian dan dibandingkan
Penanggung jawab Kepala Instalasi Bedah Sentral
Kejadian kematian dimeja operasi

Judul Indikator Kejadian kematian di meja operasi


Tujuan Tergambarnya efektifitas pelayanan bedah sentral dan anestesi dan
kepedulian terhadap keselamatan pasien
Dasar Pemikiran Berdasarkan akreditasi KARS 2012
Definisi operasional Kematian yang terjadi di atas meja operasi pada saat operasi
berlangsung yang diakibatkan oleh tindakan anestesi maupun tindakan
pembedahan
Kriteria Eksklusif

Numerator Jumlah pasien yang meninggal di meja operasi dalam satu bulan
Denominator Jumlah pasien yang dioperasi selama 1 bulan
Sumber Data Rekam Medis, laporan keselamatan pasien
Type Indikator Proses
Jenis Indikator Prosentase
Capaian Indikator Tidak adanya kejadian kematian di meja opearasi
Cara pengukuran/formula Observasi jumlah kejadian kematian di meja operasi
Pelaporan dan analisa dilaksanakan oleh perawat IBS
Nilai ambang/standar 1%
Area monitoring Rumah Sakit Ananda Purwokerto
Metode pengumpulan data Dokumentasi
Target sampel Semua pasien yang dilakukan tindakan operasi
Frekuensi pengumpulan Tiap bulan dan sentinel event
data/pelaporan
Frekuensi analisis data 1 bulan dan sentinel event
Metode analisis Prosentase, trend capaian dan dibandingkan
Penanggung jawab Kepala Instalasi Bedah Sentral
Tidak adanya kejadian salah sisi

Judul Indikator Tidak adanya kejadian salah sisi


Tujuan Tergambarnya kepedulian dan ketelitian instalasi bedah sentral
terhadap keselamatan pasien
Dasar Pemikiran Berdasarkan akreditasi KARS 2012
Definisi operasional Kejadian dimana pasien dioperasi pada sisi yang salah, misalnya yang
semestinya dioperasi pada sisi kanan, ternyata yang dilakukan
dioperasi adalah pada sisi kiri atau sebaliknya
Kriteria Eksklusif

Numerator Jumlah pasien yang dioperasi dalam 1 bulan dikurangi jumlah pasien
yang dioperasi salah sisi dalam waktu 1 bulan
Denominator Jumlah pasien yang dioperasi selama 1 bulan
Sumber Data Rekam Medis, laporan keselamatan pasien
Type Indikator Proses
Jenis Indikator Prosentase
Capaian Indikator Tidak adanya kejadian operasi salah sisi
Cara pengukuran/formula Observasi jumlah kejadian operasi salah sisi
Pelaporan dan analisa dilaksanakan oleh perawat IBS
Nilai ambang/standar 1%
Area monitoring Rumah Sakit Ananda Purwokerto
Metode pengumpulan data Dokumentasi
Target sampel Semua pasien yang dilakukan tindakan operasi
Frekuensi pengumpulan 1 bulan dan sentinel event
data/pelaporan
Frekuensi analisis data 1 bulan dan sentinel event
Metode analisis Prosentase, trend capaian dan dibandingkan
Penanggung jawab Kepala Instalasi Bedah Sentral
Komite medis
Tidak adanya kejadian operasi salah orang

Judul Indikator Tidak adanya kejadian operasi salah orang


Tujuan Tergambarnya kepedulian dan ketelitian instalasi bedah sentral
terhadap keselamatan pasien
Dasar Pemikiran Berdasarkan akreditasi KARS 2012
Definisi operasional Kejadian dimana pasien dioperasi pada orang yang salah
Kriteria Eksklusif

Numerator Jumlah pasien yang dioperasi dalam 1 bulan dikurangi jumlah operasi
salah orang dalam waktu 1 bulan
Denominator Jumlah pasien yang dioperasi selama 1 bulan
Sumber Data Rekam Medis, laporan keselamatan pasien
Type Indikator Proses
Jenis Indikator Prosentase
Capaian Indikator Tidak adanya kejadian operasi salah orang
Cara pengukuran/formula Observasi jumlah kejadian operasi salah orang
Pelaporan dan analisa dilaksanakan oleh perawat IBS
Nilai ambang/standar 1%
Area monitoring Rumah Sakit Ananda Purwokerto
Metode pengumpulan data Dokumentasi
Target sampel Semua pasien yang dilakukan tindakan operasi
Frekuensi pengumpulan 1 bulan dan sentinel event
data/pelaporan
Frekuensi analisis data 1 bulan dan sentinel event
Metode analisis Prosentase, trend capaian dan dibandingkan
Penanggung jawab Kepala Instalasi Bedah Sentral
Komite medis
Tidak adanya kejadian tertinggalnya benda asing pada tubuh pasien setelah operasi

Judul Indikator Tidak adanya kejadian tertinggalnya benda asing pada tubuh pasien
setelah operasi
Tujuan Tergambarnya kepedulian dan keteliatian instalasi bedah sentral
terhadap eselamatan pasien
Dasar Pemikiran Berdasarkan akreditasi KARS 2012
Definisi operasional Kejadian dimana tertinggalnya benda asing seperti kapas, kassa ,
gunting, peralatan operasi dalam tubuh pasien akibat tindakan suatu
pembedahan
Kriteria Eksklusif

Numerator Jumlah pasien yang dioperasi dalam 1 bulan dikurangi jumlah pasien
yang mengalami tertinggalnya benda asing dalam tubuh akibat operasi
dalam 1 bulan
Denominator Jumlah pasien yang dioperasi selama 1 bulan
Sumber Data Rekam Medis, laporan keselamatan pasien
Type Indikator Proses
Jenis Indikator Prosentase
Capaian Indikator Tidak adanya kejadian tertinggalnya benda asing pada tubuh pasien
setelah operasi
Cara pengukuran/formula Observasi jumlah kejadian tertinggalnya benda asing pada tubuh
pasien setelah operasi
Pelaporan dan analisa dilaksanakan oleh perawat IBS
Nilai ambang/standar 100 %
Area monitoring Rumah Sakit Ananda Purwokerto
Metode pengumpulan data Dokumentasi
Target sampel Semua pasien yang dilakukan tindakan operasi
Frekuensi pengumpulan 1 bulan dan sentinel event
data/pelaporan
Frekuensi analisis data 1 bulan dan sentinel event
Metode analisis Prosentase, trend capaian dan dibandingkan
Penanggung jawab Kepala Instalasi Bedah Sentral
Komite medis
Komplikasi anestesi karena over dosis, reaksi anestesi, dan salah penempatan endotracheal tube

Judul Indikator Komplikasi anestesi karena over dosis, reaksi anestesi, dan salah
penempatan endotracheal tube
Tujuan Tergambarnya kecermatan tindakan anestesi dan monitoring pasien
selama proses operasi berlangsung
Dasar Pemikiran Berdasarkan akreditasi KARS 2012
Definisi operasional Kejadian yang tidak diharapkan sebagai akibat komplikasi anestesi
antara lain karena over dosis, reaksi anestesi, dan salah penempatan
endotracheal tube
Kriteria Eksklusif

Numerator Jumlah pasien yang mengalami komplikasi dalam 1 bulan


Denominator Jumlah pasien yang dioperasi selama 1 bulan
Sumber Data Rekam Medis, laporan keselamatan pasien
Type Indikator Proses
Jenis Indikator Prosentase
Capaian Indikator Tidak adanya kejadian komplikasi tindakan anestesi dan salah
penempatan endotracheal tube
Cara pengukuran/formula Observasi jumlah kejadian komplikasi anestesi dan salah penempatan
endotracheal tube
Pelaporan dan analisa dilaksanakan oleh perawat IBS
Nilai ambang/standar 6%
Area monitoring Rumah Sakit Ananda Purwokerto
Metode pengumpulan data Dokumentasi
Target sampel Semua pasien yang dilakukan tindakan operasi
Frekuensi pengumpulan 1 bulan dan sentinel event
data/pelaporan
Frekuensi analisis data 1 bulan dan sentinel event
Metode analisis Prosentase, trend capaian dan dibandingkan
Penanggung jawab Kepala Instalasi Bedah Sentral
Komite medis