Anda di halaman 1dari 20

F 751.WKS1.

7
3/18-07-2017

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )


TAHUN PELAJARAN 2017/2018

Satuan Pendidikan : SMK Maarif NU 1 Ajibarang


Mata Pelajaran : PSPKR
Kelas / Semester : III / V
Pertemuan ke : 1,2,3,4
Waktu : 4 (6 x 45 menit)

A. Kompetensi Inti :
1. KI.3 Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan factual
konseptual, procedural dan meta kognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya
dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan peradaban,
terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk
memecahkan masalah.
2. KI.4 Mengolah, menalar, menyaji dan mencipta dalam ranah konkrit dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri dan mampu
meleksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar :
3.1. Memahami Roda dan Ban
4.1. Memelihara Roda dan Ban

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


3.1.1 Menjelaskan jenis-Jenis roda dan ban serta sistem pemasangan
3.1.2 Pemeriksaan roda
3.1.3 Pemeriksaan ban
4.1.1. Pemasangan ulang roda
4.1.2. Pemasangan ulang ban
4.1.3. Balans roda dan ban

D. Tujuan Pembelajaran
1) Setelah melihat presentasi dari guru dan mendengar paparan tentang jenis-Jenis roda dan
ban, Siswa mampu Menjelaskan jenis-Jenis roda dan ban serta sistem pemasangan.
2) Setelah melihat presentasi peragaan dari guru dan mendengar paparan tentang
Pemeriksaan roda, Siswa mampu Menjelaskan cara memeriksa roda sesuai SOP.
3) Setelah melihat presentasi peragaan dari guru dan mendengar paparan tentang
Pemeriksaan ban, Siswa mampu menjelaskan cara Pemeriksaan ban sesuai SOP
4) Setelah melihat presentasi peragaan dari guru dan mendengar paparan tentang
Pemasangan ulang roda, Siswa mampu melakukan pemasangan ulang roda sesuai SOP
5) Setelah melihat presentasi peragaan dari guru dan mendengar paparan tentang
Pemasangan ulang ban, Siswa mampu melakukan pemasangan ulang ban sesuai SOP
6) Setelah melihat presentasi peragaan dari guru dan mendengar paparan tentang membalans
roda dan ban, Siswa mampu melakukan cara membalans roda dan ban sesuai SOP

E. Materi Pembelajaran
1. Jenis-Jenis roda dan ban
a) Ban bias
b) Ban radial
2. Cara Pemeriksaan roda
3. Cara Pemeriksaan ban
4. Pemasangan ulang roda
5. Pemasangan ulang ban
6. Balans roda dan ban

1
F. Pendekatan, Model Dan Metode
1. Pendekatan : Saintifik (scientific).
2. Model : Berbasis masalah (problem-based learning)
3. Metode : ceramah, diskusi dan demonstrasi
G. Kegiatan pembelajaran:

Pertemuan 1

Fase Kegiatan Waktu


Kegiatan Awal :
1) Salam, berdoa dan menyanyikan lagu wajib nasional
A 2) Absensi
20 menit
3) Appersepsi dan motivasi
4) Identifikasi tujuan pembelajaran
5) Pre test

B Kegiatan Inti :
1. Mengamati
235 menit
Siswa mengamati tayangan pembelajaran atau paparan tentang jenis-
Jenis roda dan ban serta sistem pemasangan
2. Menanya
Guru memberi kesempatan siswa menanyakan terkait tayangan
pembelajaran atau paparan jenis-Jenis roda dan ban serta sistem
pemasangan
3. Mengeksplorasi
Siswa menuliskan atau menyebutkan macam-macam komponen jenis-
Jenis roda dan ban serta sistem pemasangan
4. Mengasosiasi
Siswa membuat kesimpulan tentang Jenis jenis roda dan ban serta
sistem pemasangan
5. Mengkomunikasikan
Masing-masing Siswa memaparkan definisi macam-macam roda dan
ban.

C Kegiatan Akhir :
1) Refleksi Materi
Dengan bantuan presentasi komputer, guru menayangkan apa 15 menit
yang telah dipelajari dan disimpulkan tentang materi yang di
sampaikan
2) Menyimpulkan Materi
Siswa diminta menyimpulkan tentang materi roda dan ban yang
telah di sampaikan

3) Pemberian tugas
Guru memberikan tugas belajar materi yang akan datang
Menyanyikan lagu wajib nasional dan doa penutup

2
Pertemuan 2

Fase Kegiatan Waktu


Kegiatan Awal :
1) Salam, berdoa dan menyanyikan lagu wajib nasional
A 2) Absensi
20 menit
3) Appersepsi dan motivasi
4) Identifikasi tujuan pembelajaran
5) Pre test

B Kegiatan Inti :
1. Mengamati
235 menit
Siswa mengamati tayangan pembelajaran atau paparan tentang
Pemeriksaan roda dan ban sesuai SOP
2. Menanya
Guru memberi kesempatan siswa menanyakan terkait tayangan
pembelajaran atau paparan Pemeriksaan roda dan ban Sesuai SOP
3. Mengeksplorasi
Siswa menuliskan atau menyebutkan cara pemeriksaan roda dan ban
Sesuai SOP
4. Mengasosiasi
Siswa membuat kesimpulan tentang Pemerijsaan roda dan ban Sesuai
SOP
5. Mengkomunikasikan
Masing-masing Siswa memaparkan Cara pemeriksaan roda dan ban
sesuai SOP di depan guru atau teman belajar.

C Kegiatan Akhir :
1) Refleksi Materi
Dengan bantuan presentasi komputer, guru menayangkan apa 15 menit
yang telah dipelajari dan disimpulkan tentang materi yang di
sampaikan
2) Menyimpulkan Materi
Siswa diminta menyimpulkan tentang materi memperbaiki roda
dan ban yang telah di sampaikan

3) Pemberian tugas
Guru memberikan tugas belajar materi yang akan datang
Menyanyikan lagu wajib nasional dan doa penutup

3
Pertemuan 3

Fase Kegiatan Waktu


Kegiatan Awal :
1) Salam, berdoa dan menyanyikan lagu wajib nasional
A 2) Absensi
20 menit
3) Appersepsi dan motivasi
4) Identifikasi tujuan pembelajaran
5) Pre test

B Kegiatan Inti :
1. Mengamati
235 menit
Siswa mengamati tayangan pembelajaran atau paparan tentang
pemasangan roda dan ban sesuai SOP
2. Menanya
Guru memberi kesempatan siswa menanyakan terkait tayangan
pembelajaran atau paparan pemasangan roda dan ban sesuai SOP
3. Mengeksplorasi
Siswa menuliskan atau menyebutkan cara pemasangan roda dan ban
sesuai SOP
4. Mengasosiasi
Siswa membuat kesimpulan tentang cara pemasangan roda dan ban
sesuai SOP
5. Mengkomunikasikan
Masing-masing Siswa memaparkan cara pemasangan roda dan ban
sesuai SOP didepan guru atau temen belajar.

C Kegiatan Akhir :
1) Refleksi Materi
Dengan bantuan presentasi komputer, guru menayangkan apa 15 menit
yang telah dipelajari dan disimpulkan tentang materi yang di
sampaikan
2) Menyimpulkan Materi
Siswa diminta menyimpulkan tentang materi memperbaiki roda
dan ban yang telah di sampaikan

3) Pemberian tugas
Guru memberikan tugas belajar materi yang akan datang
Menyanyikan lagu wajib nasional dan doa penutup

4
Pertemuan 4

Fase Kegiatan Waktu


Kegiatan Awal :
1) Salam, berdoa dan menyanyikan lagu wajib nasional
A 2) Absensi
20 menit
3) Appersepsi dan motivasi
4) Identifikasi tujuan pembelajaran
5) Pre test

B Kegiatan Inti :
1. Mengamati
235 menit
Siswa mengamati tayangan pembelajaran atau paparan tentang cara
melakukan Balans roda dan ban sesuai SOP
2. Menanya
Guru memberi kesempatan siswa menanyakan terkait tayangan
pembelajaran atau paparan cara melakukan Balans roda dan ban
sesuai SOP
3. Mengeksplorasi
Siswa menuliskan atau menyebutkan cara cara melakukan Balans roda
dan ban sesuai SOP
4. Mengasosiasi
Siswa membuat kesimpulan tentang cara melakukan Balans roda dan
ban sesuai SOP
5. Mengkomunikasikan
Masing-masing Siswa memaparkan cara cara melakukan Balans roda
dan ban sesuai SOP didepan guru atau temen belajar.

C Kegiatan Akhir :
1) Refleksi Materi
Dengan bantuan presentasi komputer, guru menayangkan apa 15 menit
yang telah dipelajari dan disimpulkan tentang materi yang di
sampaikan
2) Menyimpulkan Materi
Siswa diminta menyimpulkan tentang materi memperbaiki roda
dan ban yang telah di sampaikan

3) Pemberian tugas
Guru memberikan tugas belajar materi yang akan datang
Menyanyikan lagu wajib nasional dan doa penutup

5
H. Penilaian Pembelajaran, Remidi dan Pengayaan
1. Teknik Penilaian
a) Tes tertulis
Tes Formatif
1). Jelaskan secara singkat tentang pelek baja press dan campuran besi tuang? (Skor 2)
2). Terangkan tentang pelek Semi Drop Center Rim? (Skor 2)
3). Jelaskan tentang jenis ban bias, radial dan tubeless? (Skor 2)
4). Jelaskan fungsi ban? (Skor 2)
5). Jelaskan kode pelek berikut ini? 5.00 S x 20 F.B. (Skor 2)

Kunci Jawaban Formatif


1). Pelek tipe (pressed-steel disc wheel) ini terdiri dari rim yang dilas. Disc dibuat dari
lembaran baja yang dipres. Konstruksi seperti ini mudah untuk diproduksi dalam
jumlah yang banyak. Pada umumnya mobil menggunakan tipe ini karena tahan lama
dan kualitasnya merata. Sedangkan pelek ( cast light-alloy disc wheel ) ini terbuat dari
bahan campuran terutama dari aluminium atau magnesium. Pada umumnya
digunakan untuk mengurangi berat dan menambah penampilan kendaraan.
2). Semi Drop Center Rim
Semi Drop Center Rim digunakan terutama untuk ban truk kecil. Bentuk bagian
tengah yang sedikit cekung memudahkan penggantian ban. Kontak antara ban dan
pelek diperbesar dengan adanya taper. Hasilnya lebih baik daripada yang diberikan
oleh jenis Flat Base biasa. Semi Drop Center Rim terdiri dari 3 bagian untuk
memudahkan penggantian ban. Cincin yang dipasang diantara flens dan pelek induk
disebut Cincin Pengunci (Lock Ring).Tetapi dewasa ini, pelek dengan 2 bagian (tanpa
cincin pengunci) lebih sering digunakan, bagian yang dapat dilepas disebut Cincin
Samping (Side Ring).
3). Ban kendaraan dapat dibagi menjadi:
a). Ban Bias
Ban ini dibuat dengan lapisan serat arah miring. Memiliki tapak ( tread) dengan
daya serap benturan yang baik sehingga memberikan kenyamanan
berkendaraan.
b). Ban Radial
Lapisan serat pada ban ini menyilang lingkar ban, ditambah lapisan sabuk
searah lingkar ban. Tipe ban ini sabuk terbuat dari serat baja disebut ban
radial baja. Tapaknya lebih kaku, lebih tahan terhadap guncangan dan keausan
daripada tipe bias, namun kurang nyaman pada jalan tidak rata.
c). Ban Tubeless
Tipe ini dirancang untuk menahan udara langsung didalamnya tanpa
menggunakan ban dalam. Dilengkapi dengan lapisan dalam untuk menghindari
kebocoran udara serta berfungsi untuk menghambat udara bocor dengan cepat
saat ban tertusuk, sehingga tingkat keamanannya cukup baik. Keuntungan Ban
Tubeles yaitu saat ban terkena paku atau benda tajam lainnya, tread dan liner
mencengkeram kuat pada paku, sehingga dapat mencegah kebocoran udara
sehingga ban tidak cepat kempis. Karena udara dalam ban berhubungan
langsung dengan rim, transfer radiasi panas akan lebih baik. Dengan
dihilangkannya ban dalam, flap dan side ring ban menjadi lebih ringan.
4). Ban berfungsi untuk menahan seluruh berat kendaraan, memindahkan gaya gerak
dan gaya pengereman kendaraan ke jalan, dan juga mengontrol start, akselerasi,
deselerasi, pengereman dan berbelok, juga mengurangi kejutan yang disebabkan oleh
permukaan jalan yang tidak beraturan.
5). 5.00 S x 20 F.B.
Keterangan :
5.0 = Lebar pelek (=lebar dasar ban) dalam inchi.
S = bentuk flens dari pelek.
Ada 20 macam,dari A sampai V.
20 = Diameter pelek dalam inchi.
F.B. = Flat Base Rim.

6
b) Test praktek
Lembar Penilaian

Kompetensi :Mengidentifikasi roda dan ban serta sistem pemasangan


Hari, Tanggal :...........
Nama : .........................................................
Kelas :...........

Pencapaian Kompetensi
No Komponen/Sub komponen Penilaian Ya
Tidak
77-84 85-94 95-100
1 2 3 4 5 6
I Persiapan Kerja

1.1. Penggunaan pakaian kerja


1.2. Persiapan tools and equipment
Skor Komponen :
II Proses (Sistematika & Cara
Kerja)Pemeriksaan roda dan ban
2.1 Identifikasi Komponen

2.2 Mengidentifikasi jenis ban


2.3 Mengidentifikasi tipe pelek roda
2.4 Memasang ban pada alat pelepas roda
2.5 Mengoperasikan alat pelepas ban
2.6 Melepas ban luar dari pelek
2.7 Melepas ban dalam
2.8 Memeriksa ban dalam
2.9 Memasang ban dalam
2.10 Memasang ban luar dengan pelek

Skor Komponen :
III Hasil Kerja
3.1. Pengidentifikasian roda dan ban,
memasang ulang roda ban
Skor Komponen :
IV Waktu
5.1. Waktu penyelesaian praktik
Skor Komponen :
Keterangan :

Skor masing-masing komponen penilaian ditetapkan berdasarkan perolehan skor Rata-rata dari sub
komponen penilaian
Perhitungan nilai praktik (NP) :

Prosentase Bobot Komponen Penilaian


Nilai Praktik
(NP)
Sikap
Persiapan Proses Hasil Waktu NK
Kerja
1 2 3 4 5 6
5 60 10 20 5
Bobot (%)

7
Skor
Komponen
NK

Keterangan:
Bobot diisi dengan prosentase setiap komponen. Besarnya prosentase dari setiap komponen
ditetapkan secara proposional sesuai karakteristik program keahlian.
NK = Nilai Komponen, perkalian dari bobot dengan skor komponen
NP = penjumlahan dari hasil perhitungan nilai komponen

2. Instrumen Penilaian :

Kreteria Penilaian Praktek

No. Komponen/Subkomp Indikator Skor


onen
Penilaian
1 2 3 4
I. Persiapan Kerja
Berpakaian sesuai ketentuan dengan rapih dan 95-100
1.1. Penggunaan lengkap
pakaian kerja Berpakaian sesuai ketentuan kurang rapih tetapi 85-94
lengkap
Berpakaian sesuai ketentuan kurang rapih dan tidak 77-84
lengkap
Berpakaian tidak sesuai ketentuan Tidak
1.2. Persiapan tools and Alat/bahan dipersiapkan lengkap dan sesuai 95-100
equipment kebutuhan praktik
Alat/bahan dipersiapkan kurang lengkap tetapi 85-94
sesuai kebutuhan praktik
Alat/bahan dipersiapkan kurang lengkap dan kurang 77-84
sesuai kebutuhan praktik
Alat/bahan dipersiapkan tidak sesuai kebutuhan Tidak
praktik

II Proses (Sistematika dan CaraKerja)


2.1 2.17 Dilakukan sesuai SOP, tanpa kerusakan dilakukan 95-100
Semua pekerjaan dalam secara mandiri tanpa bimbingan
item proses Dilakukan sesuai SOP tanpa kerusakan dan 85-94
dilakukan secara mandiri dengan sedikit bimbingan
Dilakukan sesuai SOP tanpa kerusakan dan 77-84
dilakukan secara mandiri dengan banyak bimbingan
Dilakukan sesuai SOP tanpa kerusakan dan Tidak
dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak
bimbingan
III Hasil Kerja
3.1 Hasil Kerja Sistem Injeksi Mesin Bensin dapat bekerja dengan 95-100
Baik sesuai spesifikasi buku manual
Sistem Injeksi Mesin Bensin dapat bekerja dengan 85-94
Cukup Baik sesuai spesifikasi buku manual

8
No. Komponen/Subkomp Indikator Skor
onen
Penilaian
1 2 3 4
Sistem Injeksi Mesin Bensin dapat bekerja dengan 77-84
Tidak Baik sesuai spesifikasi buku manual
Sistem Injeksi Mesin Bensin Tidak dapat bekerja Tidak
sesuai spesifikasi buku manual

Ketentuan Nilai Ketuntasan :


a. Jika siswa mendapat nilai 77, maka siswa dinyatakan tuntas dan diadakan pengayaan
b. Jika siswa mendapat nilai < 77, maka siswa dinyatakan tidak tuntas dan diadakan
Remidial untuk komponen yang kurang.
Konversi Nilai
< 77 Nilai 1
77 84 Nilai 2
84 94 Nilai 3
95 100 Nilai 4

3. Pembelajaran Remidial Dan Pengayaan

PROGRAM REMIDIAL
Sekolah : SMK Maarif NU 1 Ajibarang
Kelas / Semester : XII TKR/5
Mata Pelajaran : PCSPTKR
Ulangan Harian ke :
Tanggal Ulangan Harian :
Bentuk Soal UH : Uraian
Materi UH (KD/Indikator) : 3.1. Memahamirodadan ban
4.1. Memelihararodadan ban
Rencana Ulangan Rem :
KKM : 75

Nomor Soal
Bentuk
Indikator yang Nilai
Nama Nilai Pelaksanaan
No. yang tidak dikerjakan Tes Ket.
Siswa Ulangan Pembelajaran
dikuasai dalam Rem
Remidial
Tes Remidial
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
Diberikan Bimbingan Tuntas
1. Afan 65 2,3 Khusus dan tugas 1,2,3,4 85
Individu
Diberikan Tugas Tuntas
2. Dwi 68 3 3,4 98
khusus
3. Dst...

Ajibarang,...................2017
Guru Mata Pelajaran

9
Subur Topo Prikhanto, S.T.

Keterangan :
Pada kolom ( 6 ), masing-masing indikator dibuatkan 1 atau 2 nomor soal dengan tingkat
kesukaran berbeda-beda
Misalnya : Indikator 2 menjadi 2 soal yaitu nomor 1,
Indikator 3 menjadi 2 soal yaitu nomor 3, 4
Pada kolom ( 7 ), nilai yang diperoleh hanya digunakan untuk menentukan tuntas atau tidak
tuntasnya dari siswa yang telah ikut remidial, karena nilai yang akan diolah adalah nilai batas
ketuntasan. Artinya bahwa Andi dan Anton memperoleh nilai setelah remidial masing-masing
75 (batas ketuntasan).

Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Remedial


1. Cara yang dapat ditempuh
1) Pemberian bimbingan secara khusus dan perorangan bagi peserta didik yang belum atau
mengalami kesulitan dalam penguasaan KD tertentu.
2) Pemberian tugas-tugas atau perlakuan (treatment) secara khusus, yang sifatnya
penyederhanaan dari pelaksanaan pembelajaran regular.
2. Bentuk penyederhanaan itu dapat dilakukan guru antara lain melalui:
1) Penyederhanaan strategi pembelajaran untuk KD tertentu
2) Penyederhanaan cara penyajian (misalnya: menggunakan gambar, model, skema, grafik,
memberikan rangkuman yang sederhana, dll.)
3) Penyederhanaan soal/pertanyaan yang diberikan.
3. Materi dan waktu pelaksanaan program remedial
1) Program remedial diberikan hanya pada KD atau indikator yang belum tuntas.
2) Program remedial dilaksanakan setelah mengikuti tes/ulangan KD tertentu atau sejumlah
KD dalam satu kesatuan

Teknik pelaksanaan penugasan/pembelajaran remedial:


Penugasan individu diakhiri dengan tes (lisan/tertulis) bila jumlah peserta didik yang
mengikuti remedial maksimal 20%.
Penugasan kelompok diakhiri dengan tes individual (lisan/tertulis) bila jumlah peserta didik
yang mengikuti remedi lebih dari 20% tetapi kurang dari 50%. Pembelajaran ulang diakhiri
dengan tes individual (tertulis) bila jumlah peserta didik yang mengikuti remedi lebih dari 50
%.

10
PROGRAM PENGAYAAN
Sekolah : SMK Maarif NU 1 Ajibarang
Kelas / Semester : XII/5
Mata Pelajaran : PCSPTKR
KKM Mata Pelajaran : 75
Materi (KD/Indikator) : 3.1. Memahami roda dan ban
4.1. Memelihara roda dan ban

1) Menggunakan roda dan ban dalam memecahkan soal yang terkait dengan teknik otomotif.

No. Nama Siswa Nilai Ulangan Bentuk Pengayaan


1. Afan 90 Contoh:
2. Dwi 100 Memberikan soal-soal pemecahan masalah,
Dst .. misalnya soal-soal teknik yang terkait
dengan materi roda dan ban.
Memanfaatkan Andi dan Anton untuk
menjadi Tutor Sebaya

Ajibarang,.............. 2017
Guru Mata Pelajaran

Subur Topo Prikhanto, ST.

Pelaksanaan Program Pengayaan

1. Cara yang dapat ditempuh:


1) Pemberian bacaan tambahan atau berdiskusi yang bertujuan memperluas wawasan
bagi KD tertentu
2) Pemberian tugas untuk melakukan analisis gambar, model, grafik, bacaan/paragraf,
dll.
3) Memberikan soal-soal latihan tambahan yang bersifat pengayaan
4) Membantu guru dalam membimbing teman-temannya yang belum mencapai
ketuntasan.
2. Materi dan waktu pelaksanaan program pengayaan
1) Materi Program pengayaan diberikan sesuai dengan KD-KD atau indikator yang
dipelajari , bisa berupa penguatan materi yang dipelajari maupun berupa
pengembangan materi
2) Waktu pelaksanaan program pengayaan adalah:
setelah mengikuti tes/ulangan KD tertentu atau kesatuan KD tertentu, dan
atau
pada saat pembelajaran dimana siswa yang lebih cepat tuntas dibanding
dengan teman lainnya maka dilayani dengan program pengayaan

I. Media, Alat/Bahan, dan Sumber Belajar


1. Media :Laptop, LCD Proyektor atau white board
2. Alat :
Tool Box
Trolley
Alat ukur
Jack Stand
Dongkrak
Lap/Majun

11
Minyak pembersih
Tempat mur dan baut
Unit kendaraan
Balancing roda dan ban

3. Bahan : Roda dan ban


4. Sumber Belajar : New Step 1 Toyota Astra Motor Jakarta, Toyota Service Training
PT Toyota Astra Motor- National Service Division Training Center Jakarta

Ajibarang, 18 Juli 2017


WKS 1 K3 TKR Guru Mata Pelajaran

Mugi Heriyadi, S.Pd. Nur Khaerul Iman, S.T. Subur Topo Prikhanto, S.T.

Mengetahui :
Kepala SMK Maarif NU 1 Ajibarang

Zaenudin S.Pd., M.Si

Lampiran

12
Klasififikasi jenis roda
Pada umumnya roda yang digunakan pada mobil dibagi menjadi pelek dan ban.
1. Pelek Roda (Disc Wheel)
pelek berfungsi Sebagai tulang tempat berpijaknya atau dipasangnya ban.
2. Ban
a. Ban Berfungsi Untuk :
Menopang seluruh berat kendaraan
Menyerap kejutan yang diterima dari permukaan jalan yang tidak rata
Memberikan daya cengkram pada saat pengereman
b. Ban Kendaraan Dibagi Menjadi 2 Tipe :
Ban Bias
Ban ini disusun dari lapisan-lapisan benang (carcass) yang membentuk sudut
30o 40o terhadap garis tengah ban.
Ban Radial
Carcass ban terdiri dari lapisan benang yang tegak lurus dengan garis tengah
ban.
Type ban dalam dan luar
1. Jenis Jenis Ban :
Ban Biasa dengan Ban Dalam.
jenis ban ini di dalamnya terdapat ban dalam untuk menampung udara yang di
pompakan ke dalam ban. Katup atau pentil yang menonjol keluar melalui lubang
pada pelek menjadi satu dengan ban dalam.
Ban Tubeless
jenis ban ini tidak menggunakan ban dalam. Tekanan udara hanya ditahan oleh
lapisan dalam ban, yaitu lapisan karet yang kedap udara. Karena ban tubeless tidak
menggunakan ban dalam maka pentil langsung dipasang pada pelek.
2. Konstruksi Ban :

Telapak ban (Tread)


bagian karet yang tertebal dari ban luar yang bersinggungan langsung dengan
permukaan jalan. Tread merupakan bagian ban yang menggunakan bahan
karet paling banyak. Ketebalannya sekitar 6 mm. Bahan karet untuk tread
merupakan kombinasi antara karet alam dan sintesis. Natural Rubber
memberikan daya lengket ke aspal, sedang Synthesis Rubber berguna
menambah daya tahan ban karena gesekan. Tread dibuat banyak pola
(kembangan) yang disebut Pattern.
Carcass
Merupakan rangka dari ban luar mempunyai daya tahan terhadap tekanan yang
tinggi dan deformasi di sebabkan perubahan beban dan tumbukan. Carcass
terbuat dari lapisan sutra atau nilon yang silang menyilang dan membentuk
selimut.
Breaker

13
Adalah karet yang lembut yang dilengkapi di bagian dalam tread, fungsinya
untuk meredam kejutan-kejutan dari luar.
Sidewall
Sidewall adalah sisi samping kiri dan kanan ban. Berfungsi sebagai
penopang/dinding ban
Bead
Bead adalah bundelan kawat yang disatukan oleh karet yang keras dan
berfungsi seperti angkur yang melekat pada Pelek (velg).
Rimline
Rimline adalah garis yang menandakan posisi bibir pelek. Dapat juga dipakai
sebagai pedoman lurusnya ban mendekap pelek.
Katup udara
Adalah lubang untuk memasukan udara ke dalam ban. Tutup Pentil harus selalu
terpasang agar tekanan angin tetap stabil. dan menjaga agar kotoran/air tidak
masuk ke dalam pentil untuk menjamin kelancaran kerja sistim pegas di dalam
pentil sehingga klep dapat bekerja dengan sempurna
Prosedur melepas roda yang aman
hal-hal yang perlu diperhatikan pada lokasi pemasangan dongkrak dan jack stand adalah
sebagai berikut :
Garage Jack ( dongkrak buaya )
Fungsi untuk mengangkat kendaraan
Bila mengangkat kendaraanbagian depan maka roda belakang harus diganjal begitu pula
sebaliknya
Safety Stand ( Jack Stand )
Fungsi untuk menunjang kendaraan yang sedang diangkat

Posisi Pemasangan Dongkrak :


Untuk kendaraan yang gandar belakang menggunakan beam tidak dibenarkan diangkat
pada bagian beam
Posisi Pemasangan jack stand :
o Untuk kendaraan yang menggunakan Monocoq body pemasangan dialkukan tempat
jackstand pada ke empat posisi
o Untuk kendaraan yang menggunakan frame dipasang pada frame

14
Prosedur penggunaan kunci-kunci, peralatan dan perlengkapan yang sesuai
1. Gunakan lah perlatan sesuai dengan funngsinya, untuk pemasangan roda gunakanlah
kunci roda untuk mengencangkan mur pada roda. Kemudian gunakanlah kunci
momen untuk mengukur kekerasan momen yang diizinkan sesuai buku sepesifikasi
kendaraan.
2. Perhatikan keselamatan kerja. Jangan mengencangkan mur roda kendaraan pada
saat kndaraan masih dalam keadaan terangkat atau tersangga oleh jack stand.
Kencangkan lah mur roda ketika kendaraan dalam keadaan tidak tersangga oleh jack
stand.
3. Kencangkan mur roda dengan posisi silang.

Prosedur pemasangan roda


1. Perhatikan keselamatan kerja. Jangan mengencangkan mur roda kendaraan pada saat
kndaraan masih dalam keadaan terangkat atau tersangga oleh jack stand.
Kencangkan lah mur roda ketika kendaraan dalam keadaan tidak tersangga oleh jack
stand.
2. Kencangkan mur roda dengan posisi silang
Prosedur pemeriksaan roda
Hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan ban
Pemeliharaan Tekanan Angin
Pencegahan pecah ban secara tiba-tiba. Kondisi ban dengan tekanan angin yang
kurang, menyebabkan defleksi dengan cepat dan berlangsung cukup lama, sehingga
menyebabkan : pembangkitan panas pada ban dipercepat dan lebih tinggi
mengakibatkan pemisahan pada lapisan ban, sehingga ban bisa pecah secara tiba-
tiba.

Tekanan angin kurang akan mengakibatkan keausan telapak ban terjadi lebih cepat
pada bagian ujung telapak ban, sehingga umur ban menjadi lebih pendek dari yang
seharusnya
Tekanan angin lebih akan menyebabkan gesekan telapak ban dengan permukaan
jalan hanya terjadi pada bagian tengah telapak ban, sehingga umur ban menjadi lebih

15
pendek dari yang seharusnya. Kontak Area permukaan ban pada tekanan angin
kurang
Tekanan angin yang sesuai dengan beban akan menyebabkan telapak ban yang
bergesek dengan permukaan jalan menjadi lebih merata pada semua bagian,
sehingga memaximalkan umur pemakaian ban

Yang perlu dilakukan pemeriksaan berkala, diantaranya


Pemeriksaan Tekanan Angin
o Sesuaikan tekanan angin dengan berat muatan, atau naikkan tekanan ke
standard maximum.
o Periksa tekanan angin paling sedikit sekali dalam satu bulan.
o Pemeriksaan tekanan angin hanya dilakukan pada saat ban dalam keadaan
dingin.
o Untuk ban cadangan, tekanan angin harus di atas tekanan standard
Pemeriksaan benda-benda asing.
Buanglah benda-benda yang menempel pada alur ban, seperti batu kerikil, paku, besi
dan sebagainya karena akan merusak alur ban
Periksalah kerusakan luar dari ban.
Gantilah ban apabila terdapat kerusakan sobek, retak dan sebagainya karena bisa
pecah secara tiba-tiba
Periksa tanda keausan pada ban.
Bila ban telah aus sehingga dalamnya alur ban menjadi 1,6 mm atau kurang, tanda
ini muncul dan memperingatkan agar ban sudah harus diganti.

16
Prosedur penggunaan kunci-kunci, peralatan dan perlengkapan yang sesuai
1. Gunakan lah perlatan sesuai dengan funngsinya, untuk pemasangan roda gunakanlah
kunci roda untuk mengencangkan mur pada roda. Kemudian gunakanlah kunci momen
untuk mengukur kekerasan momen yang diizinkan sesuai buku sepesifikasi kendaraan.
2. Perhatikan keselamatan kerja. Jangan mengencangkan mur roda kendaraan pada saat
kndaraan masih dalam keadaan terangkat atau tersangga oleh jack stand. Kencangkan
lah mur roda ketika kendaraan dalam keadaan tidak tersangga oleh jack stand.
3. Kencangkan mur roda dengan posisi silang.

Prosedur pemasangan roda


Pada saat pemasangan roda perlu memperhatikan lokasi pemasangan dongkrak dan jack
stand pada saat awal pelepasan roda agar dapat memenuhi keselamatan kerja. Adapun hal-
hal yang perlu diperhatikan pada lokasi pemasangan dongkrak dan jack stand adalah
sebagai berikut :
Garage Jack ( dongkrak buaya )
Fungsi untuk mengangkat kendaraan
Bila mengangkat kendaraanbagian depan maka roda belakang harus diganjal begitu pula
sebaliknya
Safety Stand ( Jack Stand )
Fungsi untuk menunjang kendaraan yang sedang diangkat

Posisi Pemasangan Dongkrak :


Untuk kendaraan yang gandar belakang menggunakan beam tidak dibenarkan diangkat
pada bagian beam
Posisi Pemasangan jack stand :
o Untuk kendaraan yang menggunakan Monocoq body pemasangan dialkukan tempat
jackstand pada ke empat posisi
o Untuk kendaraan yang menggunakan frame dipasang pada frame

17
1.Prosedur pengoperasian pembalans roda
Pengukuran Geometri Roda Dengan Alat Ukur Sederhana

Pengukuran toe in :

Letakkan roda di atas meja putar yang telah disusun


Perhatikan, balok rangka harus sejajar dengan sumbu roda ( gambar : A )

Gambar A
Pasang alat ukur toe in, pilih yang rata untuk pengukuran
Untuk mengukur harga toe in, putar baut pengukur sampai menyetel pelek, baca
hasil pengukuran pada skala ( gambar : B )

Catatan : Harga toe - in = Angka sebelah dalam nol


Harga toe - out = Angka sebelah luar nol

Gambar B

Kalibrasi dan pengukuran camber

Pasang rangka ukur beserta alat ukur ( gambar : C )


Alat ukur dipasang menghadap ke depan

Gambar C

18

Setel jarum penunjuk sampai tegak lurus ( waterpas normal )

Lepas unit jarum penunjuk / alat ukur

Putar roda beserta rangka ukur 1800

Pasang kembali unit alat ukur ( gambar : D )

Gambar D

Pada saat kedudukan seperti gambar tersebut waterpas harus normal seperti semula
Turunkan mobil dan setel waterpas normal, baca hasil penunjukan jarum
( gambar : E )
Besarnya angka yang ditunjukkan jarum adalah besarnya sudut camber

Gambar E

Catatan : Bila jarum menunjukkan angka sebelah dalam nol = Camber positif
Bila jarum menunjukkan angka sebelah luar nol = Camber negatif

Pengukuran caster :

Untuk pengukuran caster dan sudut king pin mobil harus direm
Pasang skala caster seperti gambar : F
Alat ukur tetap terpasang di depan

19
Ganbar
F
Belokkan roda 200 ( bingkai rangka ukur sejajar dengan batang ukur, lihat gambar : G
)
Untuk pengukuran roda kanan belokkan roda ke kanan lebih dulu, roda kiri belokkan
ke kiri lebih dulu
Pada posisi belok 200 setel waterpas normal dan geser skala caster agar jarum
menunjuk nol ( 0 )
Putar balik 400 ( 200 melewati posisi lurus, lihat gambar : H )
Setel waterpas normal, baca penunjukan jarum pada skala penunjukan tersebut
adalah harga sudut caster

Catatan :
Angka sebelah luar nol = Harga sudut caster positif
Angka sebelah dalam nol = Harga sudut caster negatif

Pengukuran sudut king pin

Lepas unit alat ukur / jarum penunjuk


Pasang kembali pada posisi menyamping roda ( gambar : I )

Lakukan langkah langkah seperti pengukuran sudut caster


Hasil penunjukan jarum merupakan harga sudut king pin

20