Anda di halaman 1dari 18

F 751.WKS1.

7
3/18-07-2017

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )


TAHUN PELAJARAN 2017/2018

Satuan Pendidikan : SMK Maarif NU 1 Ajibarang


Mata Pelajaran : PSPKR
Kelas / Semester : III / V
Pertemuan ke : 1,2,3,4
Waktu : 4 (6 x 45 menit)

A. Kompetensi Inti :
1. KI.3 Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan factual
konseptual, procedural dan meta kognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya
dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan peradaban,
terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk
memecahkan masalah.
2. KI.4 Mengolah, menalar, menyaji dan mencipta dalam ranah konkrit dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri dan mampu
meleksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar :
3.1. Memahami Sistem ABS
4.1. Memelihara Sistem ABS

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


3.1.1 Menjelaskan cara kerja Sistem ABS
3.1.2 Pemeriksaan Sistem ABS
4.1.1. Perawatan system ABS
4.1.2. Perbaikan Sistem ABS

D. Tujuan Pembelajaran
1) Setelah melihat presentasi dari guru dan mendengar paparan tentang cara kerja Sistem
ABS, Siswa mampu Menjelaskan cara kerja Sistem ABS.
2) Setelah melihat presentasi peragaan dari guru dan mendengar paparan tentang
Pemeriksaan system ABS, Siswa mampu Menjelaskan cara memeriksa system ABS sesuai
SOP.
3) Setelah melihat presentasi peragaan dari guru dan mendengar paparan tentang perawatan
system ABS, Siswa mampu melakukan perawatan system ABS sesuai SOP
4) Setelah melihat presentasi peragaan dari guru dan mendengar paparan tentang perbaikan
Sistem ABS, Siswa mampu melakukan cara perbaikan Sistem ABS sesuai SOP

E. Materi Pembelajaran
1) cara kerja Sistem ABS dan fungsinya
2) Pemeriksaan Sistem ABS
3) Perawatan system ABS
4) Perbaikan Sistem ABS

F. Pendekatan, Model Dan Metode


1. Pendekatan : Saintifik (scientific).

1
2. Model : Berbasis masalah (problem-based learning)
3. Metode : ceramah, diskusi dan demonstrasi

G. Kegiatan pembelajaran:
Pertemuan 1

Fase Kegiatan Waktu


Kegiatan Awal :
1) Salam, berdoa dan menyanyikan lagu wajib nasional
A 2) Absensi 20 menit
3) Appersepsi dan motivasi
4) Identifikasi tujuan pembelajaran
5) Pre test

B Kegiatan Inti :
1. Mengamati
Siswa mengamati tayangan pembelajaran atau paparan cara kerja 235 menit
Sistem ABS serta fungsinya
2. Menanya
Guru memberi kesempatan siswa menanyakan terkait tayangan
pembelajaran atau paparan cara kerja Sistem ABS serta fungsinya
3. Mengeksplorasi
Siswa menuliskan cara kerja ABS atau menyebutkan macam-macam
komponen Sistem ABS serta fungsinya
4. Mengasosiasi
Siswa membuat kesimpulan tentang cara kerja Sistem ABS serta
fungsinya
5. Mengkomunikasikan
Masing-masing Siswa memaparkan cara kerja Sistem ABS beserta
fungsi komponen ABS di depan guru atau teman belajar

C Kegiatan Akhir :
1) Refleksi Materi
Dengan bantuan presentasi komputer, guru menayangkan apa 15 menit
yang telah dipelajari dan disimpulkan tentang materi yang di
sampaikan
2) Menyimpulkan Materi
Siswa diminta menyimpulkan tentang materi Sistem ABS yang
telah di sampaikan
3) Pemberian tugas
Guru memberikan tugas belajar materi yang akan datang
Menyanyikan lagu wajib nasional dan doa penutup

2
Pertemuan 2

Fase Kegiatan Waktu


Kegiatan Awal :
1) Salam, berdoa dan menyanyikan lagu wajib nasional
A 2) Absensi 20 menit
3) Appersepsi dan motivasi
4) Identifikasi tujuan pembelajaran
5) Pre test

B Kegiatan Inti :
1. Mengamati
Siswa mengamati tayangan pembelajaran atau paparan tentang 235 menit
Pemeriksaan Sistem ABS sesuai SOP
2. Menanya
Guru memberi kesempatan siswa menanyakan terkait tayangan
pembelajaran atau paparan Pemeriksaan Sistem ABS Sesuai SOP
3. Mengeksplorasi
Siswa menuliskan atau menyebutkan cara pemeriksaan Sistem ABS
Sesuai SOP
4. Mengasosiasi
Siswa membuat kesimpulan tentang Pemerijsaan Sistem ABS Sesuai
SOP
5. Mengkomunikasikan
Masing-masing Siswa memaparkan Cara pemeriksaan Sistem ABS
sesuai SOP di depan guru atau teman belajar.

C Kegiatan Akhir :
1) Refleksi Materi
Dengan bantuan presentasi komputer, guru menayangkan apa 15 menit
yang telah dipelajari dan disimpulkan tentang materi yang di
sampaikan
2) Menyimpulkan Materi
Siswa diminta menyimpulkan tentang materi memperbaiki Sistem
ABS yang telah di sampaikan

3) Pemberian tugas
Guru memberikan tugas belajar materi yang akan datang
Menyanyikan lagu wajib nasional dan doa penutup

3
Pertemuan 3

Fase Kegiatan Waktu


Kegiatan Awal :
1) Salam, berdoa dan menyanyikan lagu wajib nasional
A 2) Absensi 20 menit
3) Appersepsi dan motivasi
4) Identifikasi tujuan pembelajaran
5) Pre test

B Kegiatan Inti :
1. Mengamati
Siswa mengamati tayangan pembelajaran atau paparan tentang 235 menit
perawatan Sistem ABS sesuai SOP
2. Menanya
Guru memberi kesempatan siswa menanyakan terkait tayangan
pembelajaran atau paparan perawatan Sistem ABS sesuai SOP
3. Mengeksplorasi
Siswa menuliskan atau menyebutkan cara perawatan Sistem ABS
sesuai SOP
4. Mengasosiasi
Siswa membuat kesimpulan tentang cara perawatan Sistem ABS
sesuai SOP
5. Mengkomunikasikan
Masing-masing Siswa memaparkan cara perawatan Sistem ABS sesuai
SOP didepan guru atau temen belajar.

C Kegiatan Akhir :
1) Refleksi Materi
Dengan bantuan presentasi komputer, guru menayangkan apa 15 menit
yang telah dipelajari dan disimpulkan tentang materi yang di
sampaikan
2) Menyimpulkan Materi
Siswa diminta menyimpulkan tentang materi memperbaiki Sistem
ABS yang telah di sampaikan

3) Pemberian tugas
Guru memberikan tugas belajar materi yang akan datang
Menyanyikan lagu wajib nasional dan doa penutup

4
Pertemuan 4

Fase Kegiatan Waktu


Kegiatan Awal :
1) Salam, berdoa dan menyanyikan lagu wajib nasional
A 2) Absensi 20 menit
3) Appersepsi dan motivasi
4) Identifikasi tujuan pembelajaran
5) Pre test

B Kegiatan Inti :
1. Mengamati
Siswa mengamati tayangan pembelajaran atau paparan tentang cara 235 menit
melakukan perbaikan Sistem ABS sesuai SOP
2. Menanya
Guru memberi kesempatan siswa menanyakan terkait tayangan
pembelajaran atau paparan cara melakukan perbaikan Sistem ABS
sesuai SOP
3. Mengeksplorasi
Siswa menuliskan atau menyebutkan cara cara melakukan perbaikan
Sistem ABS sesuai SOP
4. Mengasosiasi
Siswa membuat kesimpulan tentang cara melakukan perbaikan Sistem
ABS sesuai SOP
5. Mengkomunikasikan
Masing-masing Siswa memaparkan cara cara melakukan perbaikan
Sistem ABS sesuai SOP didepan guru atau teman belajar.

C Kegiatan Akhir :
1) Refleksi Materi
Dengan bantuan presentasi komputer, guru menayangkan apa 15 menit
yang telah dipelajari dan disimpulkan tentang materi yang di
sampaikan
2) Menyimpulkan Materi
Siswa diminta menyimpulkan tentang materi memperbaiki Sistem
ABS yang telah di sampaikan

3) Pemberian tugas
Guru memberikan tugas belajar materi yang akan datang
Menyanyikan lagu wajib nasional dan doa penutup

5
H. Penilaian Pembelajaran, Remidi dan Pengayaan
1. Teknik Penilaian
a) Tes tertulis
1. ABS adalah singkatan dari
a. Anti Brake Support
b. Anti Brake-lock System
c. Anti-lock Brake Service
d. Anti Brake-lock Service
e. Anti-lock Brake System
2. Pada sistem ABS terdapat komponen yang berfungsi mendeteksi besar
putaran roda merupakan fungsi dari
a. Rotor
b. ECU
c. Actuator
d. Sensor
e. Unit Hidrolis
3. Keuntungan penggunaan rem ABS adalah
a. Kampas Rem awet
b. Memperingan pengereman
c. Ukuran tromol/cakram lebih kecil
d. Tidak memerlukan minyak Rem
e. Mencegah terkuncinya roda saat pengereman
4. ETC merupakan teknik menghindari slip akibat penggunaan
a. Kanvas Rem
b. Differensial
c. Poros Penggerak Belakang
d. Poros Penggerak Depan
e. Ban Tidak Respon
5. Istilah lain dari ETC (Electronic Tracsion Control) adalah
a. TRC (Toyota Tracsion Control)
b. VSC (Vehicle System Control)
c. BTS (Brake Tracsion System)
d. ETS (Electronic Tracsion Support)
e. BSD (Brake Support Differensial )
6. Syarat roda agar tidak terjadi selip adalah
a. Fpenggerak lebih kecil dari Ftraksi
b. Fpenggerak lebih besar dari Ftraksi
c. Fpenggerak sama besar dari Ftraksi
d. Fpenggerak lebih besar dari Fberat
e. Fberat lebih besar dari Ftraksi
7. Saat terjadi selip pada salah satu roda kendaraan dengan penggerak
belakang, sistem ETC berfungsi untuk .
a. Mengalirkan putaran roda ke empat roda
b. Meneruskan putaran roda differensial
c. Mengalirkan daya atau putaran hanya ke roda yang selip
d. Menghentikan putaran mesin
e. Menghentikan putaran roda penggerak
8. Fungsi dari ESP(Electronic Stability Program) adalah
a. Mengatur stabilitas Rem
b. Mengatur aliran minyak rem menuju caliper
c. Memperbaiki stabilitas kendaraan waktu berjalan
d. Mengontrol putaran roda menuju diffensial
e. Mengatur stabilitas rem

6
9. Sensor kemudi pada ESP berfungsi untuk
a. Mendeteksi puntiran
b. Mengontrol stir
c. Mengukur sudut stir seteliti mungkin
d. Mengubah gaya stir kendaraan
e. Menghitung puntiran stir
10. Dialami pada saat mobil berjalan dan posisi berjalannya mobil cenderung
lurus, walau setir sudah dibelokkan adalah gejala dari
a. Powersteering
b. Oversteering
c. Selip
d. Tidak Balancing
e. Understeering

b) Test praktek
Kriteria Penilaian Praktek
Penilaian
No Aspek Yang Dinilai Indikator Keberhasilan YA Tidak
7 8 9
1 2 3 4 5 6 7
1 Melepas ABS * 70 80 % Sesuai standar operasi kerja.
* 81-90 % sesuai standar operasi kerja.
* 91- 100 % sesuai standar operasi kerja.
2 Memasang ABS * 70-80 % sesuai standaroperasi kerja.
* 81-90 % sesuai standaroperasi kerja.
* 91-100 % sesuai standaroperasi kerja.
3 Pemeriksaan ABS * 70-80 % sesuai standaroperasi kerja.
* 81-90 % sesuai standar operasi kerja.
* 91-100 % sesuai standaroperasi kerja.
4 Pemasangan * 70-80 % sesuai standaroperasikerja.
ABS * 81-90 % sesuai standar operasikerja.
* 91-100 % sesuai standar operasikerja.
5 Keselamatan Kerja * 70-80 % sesuai standar operaskerja.
Dalam Melepas ABS * 81-90 % sesuai standar operasikerja.
* 91-100 % sesuai standar operasikerja.
7 K3 dan SOP Menerapkan K3 dan SOP.
JUMLAH :

CATATAN :
1. Nilai 7,50 (lulus baik/ YA), tepat waktu dan 70-80 % memenuhi standar minimal yang
dipersyaratkan.
2. Nilai 8,00 (lulus amat baik / YA), waktu lebih cepat dan 81-90 % memenuhi Standar
minimal yang dipersyaratkan.
3. Nilai 9,00 (lulus istimewa / YA), waktu lebih cepat dan 91-100 % memenuhi standar
minimal yang dipersyaratkan.
4. Nilai Praktik = Jumlah perolehan nilai dibagi tujuh = ..................
Perhitungan nilai praktik (NP) :

7
Prosentase Bobot Komponen Penilaian
Nilai Praktik
(NP)
Persiapan Proses Sikap Hasil Waktu NK
Kerja
1 2 3 4 5 6
Bobot (%) 5 60 10 20 5
Skor
Komponen
NK

Keterangan:
Bobot diisi dengan prosentase setiap komponen. Besarnya prosentase dari setiap komponen
ditetapkan secara proposional sesuai karakteristik program keahlian.
NK = Nilai Komponen, perkalian dari bobot dengan skor komponen
NP = penjumlahan dari hasil perhitungan nilai komponen

2. Instrumen Penilaian :

Kreteria Penilaian Praktek

No. Komponen/Subkomp Indikator Skor


onen
Penilaian
1 2 3 4
I. Persiapan Kerja
1.1. Penggunaan Berpakaian sesuai ketentuan dengan rapih dan 95-100
pakaian kerja lengkap
Berpakaian sesuai ketentuan kurang rapih tetapi 85-94
lengkap
Berpakaian sesuai ketentuan kurang rapih dan tidak 77-84
lengkap
Berpakaian tidak sesuai ketentuan Tidak
1.2. Persiapan tools and Alat/bahan dipersiapkan lengkap dan sesuai 95-100
equipment kebutuhan praktik
Alat/bahan dipersiapkan kurang lengkap tetapi 85-94
sesuai kebutuhan praktik
Alat/bahan dipersiapkan kurang lengkap dan kurang 77-84
sesuai kebutuhan praktik
Alat/bahan dipersiapkan tidak sesuai kebutuhan Tidak
praktik

II Proses (Sistematika dan CaraKerja)


2.1 2.17 Dilakukan sesuai SOP, tanpa kerusakan dilakukan 95-100
Semua pekerjaan dalam secara mandiri tanpa bimbingan
item proses Dilakukan sesuai SOP tanpa kerusakan dan 85-94
dilakukan secara mandiri dengan sedikit bimbingan

8
No. Komponen/Subkomp Indikator Skor
onen
Penilaian
1 2 3 4
Dilakukan sesuai SOP tanpa kerusakan dan 77-84
dilakukan secara mandiri dengan banyak bimbingan
Dilakukan sesuai SOP tanpa kerusakan dan Tidak
dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak
bimbingan
III Hasil Kerja
3.1 Hasil Kerja Sistem Injeksi Mesin Bensin dapat bekerja dengan 95-100
Baik sesuai spesifikasi buku manual
Sistem Injeksi Mesin Bensin dapat bekerja dengan 85-94
Cukup Baik sesuai spesifikasi buku manual
Sistem Injeksi Mesin Bensin dapat bekerja dengan 77-84
Tidak Baik sesuai spesifikasi buku manual
Sistem Injeksi Mesin Bensin Tidak dapat bekerja Tidak
sesuai spesifikasi buku manual

Ketentuan Nilai Ketuntasan :


a. Jika siswa mendapat nilai 77, maka siswa dinyatakan tuntas dan diadakan pengayaan
b. Jika siswa mendapat nilai < 77, maka siswa dinyatakan tidak tuntas dan diadakan
Remidial untuk komponen yang kurang.
Konversi Nilai
< 77 Nilai 1
77 84 Nilai 2
84 94 Nilai 3
95 100 Nilai 4

3. Pembelajaran Remidial Dan Pengayaan

PROGRAM REMIDIAL
Sekolah : SMK Maarif NU 1 Ajibarang
Kelas / Semester : XII TKR/5
Mata Pelajaran : PCSPTKR
Ulangan Harian ke :
Tanggal Ulangan Harian :
Bentuk Soal UH : Uraian
Materi UH (KD/Indikator) : 3.1. Memahamirodadan ban
4.1. Memelihararodadan ban
Rencana Ulangan Rem :
KKM : 75

Nomor Soal
Bentuk
Indikator yang Nilai
Nama Nilai Pelaksanaan
No. yang tidak dikerjakan Tes Ket.
Siswa Ulangan Pembelajaran
dikuasai dalam Rem
Remidial
Tes Remidial
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

9
Diberikan Bimbingan Tuntas
1. Afan 65 2,3 Khusus dan tugas 1,2,3,4 85
Individu
Diberikan Tugas Tuntas
2. Dwi 68 3 3,4 98
khusus
3. Dst...

Ajibarang,...................2017
Guru Mata Pelajaran

Subur Topo Prikhanto, S.T.


Keterangan :
Pada kolom ( 6 ), masing-masing indikator dibuatkan 1 atau 2 nomor soal dengan tingkat
kesukaran berbeda-beda
Misalnya : Indikator 2 menjadi 2 soal yaitu nomor 1,
Indikator 3 menjadi 2 soal yaitu nomor 3, 4
Pada kolom ( 7 ), nilai yang diperoleh hanya digunakan untuk menentukan tuntas atau tidak
tuntasnya dari siswa yang telah ikut remidial, karena nilai yang akan diolah adalah nilai batas
ketuntasan. Artinya bahwa Andi dan Anton memperoleh nilai setelah remidial masing-masing
75 (batas ketuntasan).

Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Remedial


1. Cara yang dapat ditempuh
1) Pemberian bimbingan secara khusus dan perorangan bagi peserta didik yang belum atau
mengalami kesulitan dalam penguasaan KD tertentu.
2) Pemberian tugas-tugas atau perlakuan (treatment) secara khusus, yang sifatnya
penyederhanaan dari pelaksanaan pembelajaran regular.
2. Bentuk penyederhanaan itu dapat dilakukan guru antara lain melalui:
1) Penyederhanaan strategi pembelajaran untuk KD tertentu
2) Penyederhanaan cara penyajian (misalnya: menggunakan gambar, model, skema, grafik,
memberikan rangkuman yang sederhana, dll.)
3) Penyederhanaan soal/pertanyaan yang diberikan.
3. Materi dan waktu pelaksanaan program remedial
1) Program remedial diberikan hanya pada KD atau indikator yang belum tuntas.
2) Program remedial dilaksanakan setelah mengikuti tes/ulangan KD tertentu atau sejumlah
KD dalam satu kesatuan

Teknik pelaksanaan penugasan/pembelajaran remedial:


Penugasan individu diakhiri dengan tes (lisan/tertulis) bila jumlah peserta didik yang
mengikuti remedial maksimal 20%.
Penugasan kelompok diakhiri dengan tes individual (lisan/tertulis) bila jumlah peserta didik
yang mengikuti remedi lebih dari 20% tetapi kurang dari 50%. Pembelajaran ulang diakhiri
dengan tes individual (tertulis) bila jumlah peserta didik yang mengikuti remedi lebih dari 50
%.

PROGRAM PENGAYAAN

10
Sekolah : SMK Maarif NU 1 Ajibarang
Kelas / Semester : XII/5
Mata Pelajaran : PCSPTKR
KKM Mata Pelajaran : 75
Materi (KD/Indikator) : 3.1. Memahami Sistem ABS
4.1. Memelihara Sistem ABS

1) Menggunakan Sistem ABS dalam memecahkan soal yang terkait dengan teknik otomotif.

No. Nama Siswa Nilai Ulangan Bentuk Pengayaan


1. Afan 90 Contoh:
2. Dwi 100 Memberikan soal-soal pemecahan masalah,
Dst .. misalnya soal-soal teknik yang terkait
dengan materi Sistem ABS.
Memanfaatkan Andi dan Anton untuk
menjadi Tutor Sebaya

Ajibarang,.............. 2017
Guru Mata Pelajaran

Subur Topo Prikhanto, ST.


Pelaksanaan Program Pengayaan
1. Cara yang dapat ditempuh:
1) Pemberian bacaan tambahan atau berdiskusi yang bertujuan memperluas wawasan
bagi KD tertentu
2) Pemberian tugas untuk melakukan analisis gambar, model, grafik, bacaan/paragraf,
dll.
3) Memberikan soal-soal latihan tambahan yang bersifat pengayaan
4) Membantu guru dalam membimbing teman-temannya yang belum mencapai
ketuntasan.
2. Materi dan waktu pelaksanaan program pengayaan
1) Materi Program pengayaan diberikan sesuai dengan KD-KD atau indikator yang
dipelajari , bisa berupa penguatan materi yang dipelajari maupun berupa
pengembangan materi
2) Waktu pelaksanaan program pengayaan adalah:
setelah mengikuti tes/ulangan KD tertentu atau kesatuan KD tertentu, dan
atau
pada saat pembelajaran dimana siswa yang lebih cepat tuntas dibanding
dengan teman lainnya maka dilayani dengan program pengayaan

I. Media, Alat/Bahan, dan Sumber Belajar


1. Media :Laptop, LCD Proyektor atau white board
2. Alat :
Tool Box
Trolley
Alat ukur
Jack Stand
Dongkrak
Lap/Majun

11
Minyak pembersih
Tempat mur dan baut
Unit kendaraan
Sistem ABS

3. Bahan : Sistem ABS


4. Sumber Belajar : New Step 1 Toyota Astra Motor Jakarta, Toyota Service Training
PT Toyota Astra Motor- National Service Division Training Center Jakarta

Ajibarang, 18 Juli 2017


WKS 1 K3 TKR Guru Mata Pelajaran

Mugi Heriyadi, S.Pd. Nur Khaerul Iman, S.T. Subur Topo Prikhanto, S.T.

Mengetahui :
Kepala SMK Maarif NU 1 Ajibarang

Zaenudin S.Pd., M.Si

Lampiran
A. Pengertian
Kesalahan persepsi pada fungsi rem menyebabkan rendahnya pemahaman konsumen pada
manfaat rem ABS (Anti-lock Braking system). Sampai detik ini, banyak diantara pengemudi yang
memahami rem sebagai penghenti laju kendaraan. Padahal, fungsi rem hanyalah untuk mengurangi
laju putaran roda. Cobalah anda bayangkan, mengapa mobil yang berlari kencang masih meluncur
saat rem sudah diinjak sedemikian dalamnya. Apalagi dilakukan dalam kondisi lintasan basah atau
berpasir.
Penyebab masih meluncurnya mobil setelah di rem bukan karena roda yang masih berputar, tapi
diakibatkan oleh gaya sentrifugal. Semakin kencangnya pengereman mobil maka semakin besar
potensi gaya sentrifugal yang diterimanya ketika dilakukan pengereman mendadak. Pada mobil tanpa
fitur ABS gaya sentrifugal yang besar bahkan mampu mnyeret ban yang terkunci oleh rem. Efek dari
gaya sentrifugal memang hanya melempar mobil lurus ke depan. Namun bisa dibayangkan,
bagaimana bila ketika gaya sentrifugal diterima mobil posisi roda depan sedang dalam keadaan
miring. Ya, mobil akan meluncur tak terkendali, bahkan paling fatal mengakibatkan mobil terbalik.
Untuk mengurangi gaya sentrifugal itulah maka tercipta rem ABS.

12
Sistem rem anti terkunci atau anti-lock braking sistem (ABS) merupakan sistem pengereman pada
mobil ataupun motor agar tidak terjadi penguncian roda ketika terjadi pengereman mendadak/keras.
ABS akan bekerja menggunakan sensor saat roda mengunci setelah terjadinya pengereman
mendadak. Saat sensor membaca ada roda yang mengunci, sensor akan member perintah kepada
piston rem untuk mengendur dan mengencang kembali saat roda berputar. Proses ini berlangsung
sangat cepat, mencapai 15 kali setiap detik.

B. Aplikasi Rem ABS


Dalam makalah ini saya akan membahas aplikasi rem ABS pada mobil dan motor :
1. Rem ABS pada mobil

Gambar sistem rem ABS mobil

a. Fungsi komponen utama rem ABS pada mobil :


Silinder master
Komponen ini berfungsi untuk membangun tekanan hidraulis sesuai dengan gaya
tekan pengemudi, tekanan hidraulis ini mengalir ke unit tekanan.
Unit control tekanan rem
Berfungsi untuk mengatur tekanan hidraulis rem untuk setiap roda sesuai dengan
perintah computer.
Computer
Komponen ini berfungsi untuk menerima informasi dari sensor putaran roda,
menghitung tekanan ideal untuk setiap roda, mengirimkan perintah pengatur ke unit
control tekanan rem, computer member aliran degan lampu control kepada pengemudi
bila fungsinya salah.
Sensor putaran roda
Berfungsi untuk menghitung putaran roda secara induktif dan mengirim signal ke
computer.
Silinder roda
Berfungsi untuk menggerakan atau menekan sepatu rem. Silinder roda dihubungkan
dengan master silinder dengan menggunakan pipa-pipa.
Lampu control

13
Berfungsi untuk member informasi jika terjadi kerusakan pada sistem ABS,lampu ini
akan menyala.
Sensor putaran aksel belakang
Berfungsi untuk menghitung putaran roda secara induktif dan mengirim signal ke
computer.

b. Cara kerja rem ABS

Saat pengemudi menginjak rem, makakeempat roda akan langsung mengunci.


Namun, saat pengemudi tiba-tiba membelokan setir kekiri dan kekanan, computer akan
secara otomatis melepas roda yang terkunci. Pada saat setir tersebut diputar maka tekanan
oli/minyak rem pada caliper kanvas yang menjepit piringan rem atau teromol berkurang.
Tekanan minyak rem disalurkan secara bertahap, sehingga secara perlahan kendaraan dapat
dihentikan saat pengereman mendadak.

2. Rem ABS pada motor


Tidak semua kendaraan bermotor menggunakan rem dengan fitur ABS. Namun, disini
yang akan dibahas adalah motor dengan menggunakan fitur rem ABS, salah satunya adalah
Honda CBR 250R. CBR 250R ini menggunakan sistem Combined ABS. Berikut adalah
penjelasan sistem rem Combined ABS yang terdapat pada Honda CBR 250R.

Gambar sitem rem ABS CBR 250R

a. Fungsi komponen utama rem ABS pada CBR 250R


Secara umum fungsi dari masing- masing komponen sama dengan sistem ABS yang
terdapat pada mobil. Mungkin perbedaannya hanya pada posisi penempatan dan
kekuatan dari rem itu sendiri. Berikut beberapa komponen utamanya adalah :
ABS Modulator
Berfungsi untuk mengendalikan tekanan hidrolik pada caliper berdasarkan informasi
keadaan ban (mengunci atau tidak) yang dibaca berdasarkan via sensor kecepatan (speed
sensor) yang berbentuk grid.
PCV
Berfungsi untuk meneruskan tekanan dari modulator menuju ke caliper dengan bantuan
delay valve.
Delay valve
Berfungsi untuk membantu PCV untuk m,enruskan tekanan minyak rem ke caliper.
Reservoir tank/ master rem
Berfungsi untuk menampung minyak rem.

b. Cara kerja rem ABS pada CBR 250R

14
Berikut adalah cara kerja ABS pada Honda CBR 250R :
Jika roda belakang mengunci :
Saat pedal rem belakang ditekan pelan, maka minyak rem akan masuk ke ABS Modulator
yang akan diteruskan ke caliper melalui sebuah Pressure Control Valve (PCV) dan Delay
Valve. PCV adalah sebuah katup yang bukaanya dapat dikendalikan sedangkan delay
valve adalah sebuah katup yang akan terbuka bila tekanan sudah mencapai nilai tertentu.
Jika kita menekan pedal rem belakang lebih keras lagi, tekanan minyak rem yang menuju
delay valve akan mencapai nilai tertentu yang menyebabkan sistem interlock pada DV
terbuka dan minyak rem tersalurkan ke satu piston pada caliper rem depan. Rem depan
baru akan berfungsi setelah tekanan rem belakang mencapai tekanan tertentu.

Gambar kerja ABS saat front brake aktif


Sesaat sebelum rem belakang terdeteksi akan mengunci (ngelock) maka sensor
kecepatan akan mengirimkan sinyal peringatan ke ECU yang juga merupakan Otak dari
sistem Injeksi.

Gambar saat ECCU menerima sinyal dari sensor speed


Lalu ECU akan memerintahkan katub selenoid yang mengalirkan minyak rem ke kaliper
belakang di tutup dan membuka katub selenoid yang akan mengalirkan minyak rem sisa
dari kaliper belakang ke semacam master rem (reservoir Tank) sehingga tekanan kaliper
belakang akan berkurang, dan roda belakang tidak jadi mengunci (nge lock).
Ketika ECU menilai bahwa kondisi roda belakang sudah mendekati aman dari penguncian
berdasarkan info dari speed sensor maka ECU akan memerintahkan katub selenoid yang
mengalirkan minyak rem ke kaliper belakang untuk membuka kembali dan menutup aliran
minyak rem dari kaliper belakang ke Master Rem (reservoar Tank) seraya memerintahkan
juga sebuah pompa untuk mengalirkan minyak rem dari Reservoar tank ke kaliper
belakang kembali.
Jika roda depan mengunci :
Bila ECU mendeteksi bahwa roda depan mau mengunci (ngelock) maka ECU akan
memerintahkan katub selenoid yang mengalirkan minyak rem ke DUA piston kaliper
depan di tutup dan membuka katub selenoid yang akan mengalirkan minyak rem sisa dari

15
kaliper depan ke semacam master rem (reservoir Tank) sehingga tekanan kaliper
belakang akan berkurang, dan roda belakang tidak jadi mengunci (nge lock).

Gambar saat roda depan mulai mengunci

Ketika ECU menilai bahwa kondisi roda depan sudah mendekati aman dari penguncian
berdasarkan info dari speed sensor maka ECU akan memerintahkan katub selenoid yang
mengalirkan minyak rem ke caliper depan untuk membuka kembali dan menutup aliran
minyak rem dari kaliper depan ke Master Rem (reservoar Tank) seraya memerintahkan
juga sebuah pompa untuk mengalirkan minyak rem dari Reservoar tank ke kaliper depan
kembali.

C. Kelebihan dan Kelemahan ABS


Sistem pengereman umumnya memiliki suatu kelebihan dan kelemahan, berikut adalah
beberapa kelebihan dan kelemahan dari rem ABS :
1. Kelebihan :
Rem ini berfungsi agar saat pengereman tidak terjadi penguncian pada roda sehingga
kemungkinan terjadinya slip sangat kecil.
Kendaraan tetap bisa terkendali walaupun terjadi pengereman mendadak.
Meminimalkan gaya sentrifugal yang diterima kendaraan. Gaya sentrifugal merupakan
gaya yang akan melempar kendaraan lurus kedepan, bayangkan jika saat kendaraan
berbelok dan kemudian mengerem nah disinalah rem ABS dapat diunggulkan.

2. Kelemahan :
Jika sensor tidak bekerja maka roda akan tetap mengunci dan tidak dapat mengendor
ataupun mngencang kembali, dan memungkinkan roda akan slip.
Memerlukan jarak pengereman yang lebih panjang.
Terlalu seringnya mengocok pedal akan berpengaruh pada kemampuan ABS.
ABS tidak membantu pengereman lebih cepat namun hanya membantu kendaraan
dapat dikendalikan dalam keadan darurat.

1. Analisis Kerja Rem ABS


Dalam analisis kerja ini saya menggunakan data perbandingan antara rem ABS dan non ABS
yang saya peroleh dari bebrapa sumber. Saya menggunakan data ini karena saya sendiri belum
pernah mencoba rem ABS tersebut, maka data yang saya gunakan dalam analisis ini adalah data
dari sumber-sumber yang ada. Berikut adalah data yang saya peroleh :
a. Rem ABS

16
Sistem rem ABS ini terintegrasi dengan computer. Ketika pengemudi menginjak
penuh pedal rem, sensor kecepatan ABS disetiap roda akan membaca apakah ban mengunci
atau tidak. Karena berfungsi untuk mencegah roda terkunci, computer akan mengatur
tekanan hidraulis yang diterima oleh piston dikaliper rem. Itu sebabnya pengendara akan
merasakan perlawanan pada pedal rem saat pengereman mendadak (panic brake) pada
kendaraan ber-ABS.
Kecepatan 50 km/jam di jalan kering, jarak pengereman hingga berhenti total yang
dibutuhkan Vios adalah 9,6 meter dengan waktu 1,36 detik. Sementara jarak pengereman
dari kecepatan 80 km/jam memerlukan 26,7 meter dalam 2,18 detik.
Pada pengereman di jalan basah, Vios membutuhkan jarak 10,5 meter dengan 1,73
detik untuk berhenti total dari kecepatan 50 km/jam. Ini berarti lebih jauh 0,9 meter dari
kondisi kering.
Dengan kecepatan lebih tinggi yaitu 80 km/jam, Small Sedan ini membutuhkan jarak
28,48 meter dan waktu 2,44 detik, atau berselisih 1,78 meter dari kondisi kering. Hasil
lainnya, sistem ABS membuat mobil tidak terindikasi membuang atau melintir baik di lintasan
basah maupun kering.

b. Rem non ABS


Pengereman mendadak pada mobil yang tidak menggunakan ABS lebih
membutuhkan pengendalian dari pengemudi ketimbang rem ber-ABS. Dengan cara
pengereman yang sama, baik pada kondisi kering maupun basah, kami mengerem kuat
sambil menjaga agar roda tidak mengunci. Metode pengereman ini disebut threshold.
Hasil tes kami di lintasan kering menunjukkan jarak pengereman terbaik Yaris yang
kami dapatkan dari kecepatan 50 km/jam adalah 13,4 meter dengan waktu 1,49 detik.
Sedangkan untuk berhenti dari kecepatan 80 km/jam, jarak yang dibutuhkan adalah 28,9 m
dalam 2,33 detik.
Sementara pengereman pada kecepatan 50 km/jam di lintasan basah, Yaris masih
bisa menjaga posisi badan lurus. Jarak pengereman terbaiknya adalah 14,4 meter dalam 1,96
detik atau lebih jauh 1 meter dari pengereman di jalan kering. Namun ketika kecepatan kami
tingkatkan menjadi 80 km/jam, jarak pengereman terbaik Yaris mencapai 31,3 meter dalam
2,64 detik atau lebih jauh 2,4 meter.
Sebagai data pembanding, kami juga melakukan pengereman dari kecepatan 80
km/jam hingga ban mengunci. Ternyata selain gerakan bodi Yaris membuang ke arah kanan,
jarak pengeremannya juga lebih jauh 8,8 meter dengan 40,1 meter.
2. Tips penggunaan ABS
Bagi para pemilik kendaraan yang dilengkapi dengan rem yang menggunakan ABS
(Anti-lock Braking System) selayaknya menguji kinerja rem tersebut. ABS selama ini dianggap
sebagai system rem tercanggih dan teraman. Akan tetapi belakangan ini muncul keraguan,
karena berdasarkan hasil survey penelitian mobil ber-ABS, mempunyai kemungkinan
mengalami kecelakaan fatal 65% ketimbang mobil dengan rem biasa. Untuk lebih aman ada
beberapa tips pemakaian ABS :
a. Pada situasi pengereman darurat, tekan pedal rem sedalam mungkin dan jangan pernah
dikendurkan. Pedal semakin bergetar semakin baik.
b. Bantu pengereman dengan mengendurkan gigi persneling secara bertahap. Contoh dari 4 ke
3 lalu ke 2, karena penurunan drastis berakibat over-rev jika rpm masih tinggi.
c. Jangan mengocok pedal karena mengurangi kemampuan ABS.
d. Tetap jaga jarak aman dengan kendaraan di depan, karena ABS pada dasarnya tidak
membantu mengerem lebih cepat. ABS hanya membantu mobil bisa dikendalikan saat
darurat.

17
e. Pada kondisi darurat, arahkan mobil ke sisi jalan yang tak dipakai mobil lain untuk mendahului
dengan gerakan mantap.
f. Setir tidak perlu terlalu banyak diputar. Hal ini bisa mengakibatkan selip. Pengendalian yang
mantap lebih menjamin keselamatan karena rem ABS dirancang antiselip.
g. Jangan percaya diri berlebihan dengan memacu mobil berkecepatan tinggi atau tidak menjaga
jarak aman mengemudi. Tetaplah mengemudi dengan sikap yang wajar demi keselamatan diri
sendiri dan penumpang di mobil anda.

PENUTUP

A. Kesimpulan
Dengan melihat isi dari makalah ini, maka saya menyimpulkan bahwa dalam penggunaan rem
ABS ada beberapa hal yang dapat dijadikan patokan. Seperti pentingnya mengatur jarak aman
kendaraan didepan, dengan melihat dibutuhkannya jarak pengereman untuk membuat kendaraan
berhenti dari kecepatan tertentu.
selain itu juga tak kalah penting adalah mengetahui sistem rem yang digunakan agar kita bisa
menyesuaikan teknik pengereman sesuai kebutuhan. Masih ada faktor lain yakni reaksi
pengemudi terhadap situasi darurat yang berkisar antara 0,5-1 detik.
Begitu pula dengan pengaturan kecepatan ketika hujan yang lebih rendah ketimbang kondisi
kering. Soalnya jarak pengereman yang dicapai di lintasan basah terbukti lebih jauh dari lintasan
kering. Jadi, pengaturan jarak aman dengan kendaraan di depan di jalan bebas hambatan sekitar
3 detik sudah cukup memadai untuk melakukan pengereman. Sementara ketika hujan, sebaiknya
jarak ini diperlebar menjadi 5 detik.

B. Saran
Agar pertumbuhan dan perkembangan dunia otomotiv semakin maju. Khususnya dalam
masalah rem pada kendaraan, maka bagi para pecinta otomotif harus selalu berfikir kreatif untuk
menciptakan hal-hal baru ataupun penyempurnaan dari hal yang sudah ada. Sebagai contoh rem
ABS, rem ABS walaupun sudah dikatakan mendekati sempurna namun masih banyak kekurangan-
kekurangan yang terdapat didalamnya, untuk itu para pecinta otomotif harus berfikir bagaimana
cara menyempurnakan rem ABS tersebut dan meminimalkan kekurangan yang ada.

18