Anda di halaman 1dari 2

No Dokumen :

PTR/BPU/09/KOBA/2015
PROTAP
Tanggal Terbit : 2-3-2009

No Revisi : 00
DINAS KESEHATAN LUKA LECET
UPTD PUSKESMAS KOTA BANGUN
KAB. KUTAI KARTANEGARA
Halaman : 1/1

Dibuat oleh Disetujui Oleh Disahkan Oleh


Koordinator Management Ka. Puskesmas
BP Umum Representative

Nurul Fadilah, Amd. Kep Drg. Jumiatul Adawiyah Imannuel Robert, SKM, SH
Protap ini memuat langkah-langkah penatalaksanaan antisepsis dan pembersihan
RUANG LINGKUP
luka lecet.

Semua pasien dengan luka lecet ditangani sesuai prosedur agar tidak terjadi infeksi
TUJUAN
pada luka.
Untuk setiap tindakan penatalaksanaan luka terbuka harus menggunakan alat yang
KEBIJAKAN
steril.
PETUGAS Dokter dan Perawat

PERALATAN 1. Larutan garam fisiologis atau air bersih


2. Larutan antiseptik
3. Kassa

PROSEDUR 1. Definisi
Luka lecet atau ekskoriasi atau gores adalah cedera pada permukaan epidermis
akibat bersentuhan dengan benda berpermukaan kasar atau runcing.

2. Anamnesis
2.1. Tanyakan bagaimana, di mana, dan kapan luka terjadi untuk
memperkirakan kemungkinan terjadinya kontaminasi dan menentukan
apakah luka akan ditutup secara primer atau dibiarkan terbuka.
3. Pemeriksaan Fisik
3.1. Lokasi. Penting sebagai petunjuk kemungkinan adanya cedera pada
struktur yang lebih dalam
3.2. Eksplorasi. Dikerjakan untuk
3.2.1. Menyingkirkan kemungkinan cedera pada struktur yang lebih
dalam.
3.2.2. Menemukan benda asing yang mungkin tertinggal di dalam.
3.3. Menentukan adanya jaringan yang sudah mati.

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Management Representative dan Kepala Puskesmas ..........
No Dokumen : PTBPU 09
PROTAP
LOGO Tanggal Terbit : 2-3-2009

PUSKESMAS No Revisi : 00
.......... LUKA LECET
Halaman : 2/2

PROSEDUR 4. Penatalaksanaan
4.1. Tindakan antisepsis
Daerah yang diantisepsis harus lebih luas dari luka. Prinsipnya dimulai dari
tengah ke arah luar dengan pengusapan secara spiral, daerah yang telah
dibersihkan tidak boleh diusap lagi menggunakan kassa yang telah dipakai.
Larutan yang dianjurkan adalah povidorte iodine 10% .
4.2. Pembersihan Luka
4.2.1. Irigasi sebanyak-banyaknya dengan tujuan untuk membuang
jaringan mati dan benda asing (debridement) dengan menggunakan
cairan garam fisiologis atau air bersih. Lakukan secara sistematis
dari lapisan superfisialis ke lapisan yang lebih dalam.
4.2.2. Hilangkan semua benda asing dan eksisi semua jaringan mati.
4.2.3. Berikan antiseptik.

REFERENSI Kapita Selekta Kedokteran, jilid 2, hal 396-400, FKUI, 2000

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Management Representative dan Kepala Puskesmas ..........