Anda di halaman 1dari 8

SISTEM DC 220V PLTU PACITAN 2x315 MW

Muhammad Iklil1, Ir. Agung Warsito, DHET2


1 2
Mahasiswa dan Dosen Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Jl. Prof. Sudharto, Tembalang, Semarang, Indonesia
Email : micvodcas.man@gmail.com

Abstrak
Sistem DC pada suatu pembangkit memiliki peranan sangat penting dalam kelancaran operasi Pembangkit
itu sendiri dalam melayani kebutuhan listrik bagi para konsumen. Sistem DC pada Pembangkit disuplai oleh
rectifier dan baterai yang mana keduanya dihubungkan paralel dengan beban. dalam keadaan normal Sistem DC
akan disuplai oleh rectifier secara langsung, namun pada saat terjadi Blackout dari sistem AC maka baterai akan
bekerja secara otomatis mensuplai beban dengan range waktu tertentu.
Sistem DC pada Pembangkit berfungsi sebagaipenerangan lampu darurat, pompa BFP turbin memompa
oli yang digunakan untuk pelumas poros turbin, dan peralatan elektronik ruang I & C. Perlatan ini sangat penting
bagi sebuah Pembangkit bilamana sistem DC tidakberfungsi sebagaimana mestinya maka dapat membahayakan
peralatan itu sendiri.
Pada Laporan kerja praktek ini, penulis bertujuanuntuk mengetahuidan memahami prinsip kerja sistem
DC, bagian-bagian dan fungsinya pada Pembangkit PLTU Pacitan. Dengan laporan ini diharapkan para pembaca
dapat belajar mengenai sistem DC di Pembangkit dan mengetahui fungsi kerja sistem DC Power pada Pembangkit.
Kata kunci: Sistem DC, Baterai, Rectifier

I. PENDAHULUAN charger, baterai, dan peralatan lainnya seperti


1.1 Latar Belakang panel-panel kontrol pembangkit PLTU Pacitan.
Sumber daya DC pada suatu pembangkit
memiliki peran sangat penting dalam kelancaran
II. DASAR TEORI
operasi Pembangkit itu sendiri dalam melayani
2.1 Sistem DC
kebutuhan listrik bagi para konsumen.Sumber
Sistem DC adalah alat bantu utama yang
daya DC pada pembangkit biasanya disuplai dari sangat diperlukan sebagai suplai arus searah
beberapa baterai yang disusun seri. Baterai ini (direct current ) yang digunakan untuk
berfungsi untuk memberikan daya DC bagi peralatan-peralatan kontrol, peralatan proteksi
lampu penerangan darurat, peralatan kontrol I & dan peralatan lainnya yang menggunakan
C, pompa BFP oil turbin. sumber arus DC, baik untuk unit pembangkit
dalam keadaan normal maupun dalam keadaan
darurat (emergency).
1.2 Tujuan
Dalam instalasi sumber tegangan/arus
Adapun tujuan dari Kerja Praktek ini searah (direct current, DC) meliputi charger,
adalah meliputi beberapa hal diantaranya baterai dan perlengkapan lainnya seperti: panel-
a. Mengetahui prinsip kerja sistem DC panel kontrol, instalasi/pengawatan listrik,
pada Pembangkit PLTU Pacitan 2 x 315 meter-meter, dan indikator.
MW. Pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap
b. Mengetahui bagian-bagian dari sistem (PLTU) Pacitan dengan kapasitas 2x315 MW,
sumber DC Power digunakan menyuplai beban
DC beserta fungsinya.
dan peralatan penting. Sumber Instalasi DC
c. Mengetahui instalasi Sistem DC 220V. Power dipasok oleh rectifier atau charger.
Peralatan Sistem DC dari sumber 3 phase yang
1.3 Pembatasan Masalah dihubungkan battery charger mengisi baterai
Laporan Kerja Praktek ini membahas dengan kapasitas tertentu sesuai kebutuhan dan
mengenai prinsip kerja Sistem DC dan bagian- tingkat kepentingannya. Kapasitas baterai
bagiannya yang meliputi rectifier/battery biasanya disesuaikan dengan kebutuhan yang

1
ada pada unit pembangkit itu sendiri baik DC 1 & 2 Power for Mechanical Electronic
sebagai back up power ataupun start up unit. Hydraulic (MEH) in I & C equipment room
DC 1 & 2 Power for I & C electronic
2.1.1 Pinsip kerja Sistem DC equipment room
Sumber tegangan dari emergency bus
section A menyuplai Tegangan 3 fasa 380V AC
ke battery charger. Kemudian battery charger
menyearahkan tegangan AC menjadi tegangan
DC. Baterai diparalel dengan battery
charger.Battery charger digunakan untuk
mengisi baterai dan juga menyuplai tegangan ke
beban. Berikut gambar dari penjelasan diatas:

Gambar 1.2 Tampilan depan DC Distribution


panel 1
Tampilan beban DC yang disuplai pada
DC distribution panel 1. Lampu indikator
menyala, menandakan MCB dalam kondisi close
Gambar 1.1 PrinsipkerjaSistem DC

2.1.2 Tujuan Sistem DC


Adapun tujuan dari Sistem DC ini adalah
Meyuplai tegangan DC ke beban agar
tetap beroperasi
Apabila unit pembangkit black out
beban masih beroperasi
Sebagai cadangan daya listrik ke
beban
Supaya Unit pembangkit memiliki
keandalan yang tinggi.
Gambar 1.3 Tampilan belakang DC
2.1.3 Beban Sistem DC Distribution panel 1
Sistem suplai daya DC pada unit
pembangkit digunakan untuk menyuplai tenaga III. PERALATAN SISTEM DC 220V
listrik ke beban dan peralatan-peralatan yang 3.1 Baterai
menggunakan tegangan DC. Berikut beban Baterai adalah sebuah sel listrik dimana
Sistem DC Tegangan 220 V DC : didalamnya berlangsung proses elektrokimia
DC 1 Power for emergency lighting yang reversibel (dapat berbalikan) dengan
inverter efisiensinya yang tinggi. Yang dimaksud dengan
Seal oil pump proses elektrokimia reversibel, adalah didalam
Boiler Feed Pump (BFP) turbin DC lube oil baterai dapat berlangsung proses perubahan
pump kimia menjadi tenaga listrik (proses
I & C auto lab pengosongan), dan sebaliknya dari tenaga listrik
DC 1 Power for I & C maintenance room menjadi tenaga kimia, pengisian kembali dengan
cara regenerasi dari elektroda-elektroda yang
DC 1 power for emergency lighting in
dipakai, yaitu dengan melewatkan arus listrik
Diesel Generator Room (DSG)
dalam arah (polaritas ) yang berlawanan didalam
DC 1 Power for constant lighting in
sel.
Control Center Room (CCR)
Pada PLTU pacitan menggunakan
DC 1 & 2 Power for Digital Electronic SUPER FM GFM Sealed Valve-Control Lead-
Hydraulic (DEH) in I & C equipment room Acid Storage Battery. Jenis sel baterai ini

2
disebut juga Storage Battery, adalah suatu ada. Sebagai contoh kebutuhan tegangan baterai
baterai yang dapat digunakan berulang kali pada pada suatu unit pembangkit adalah 220 Volt,
keadaan sumber listrik arus bolak balik (AC) maka akan dibutuhkan baterai dengan kapasitas
terganggu. Tiap sel baterai ini terdiri dari dua 2 Volt sebanyak 104 sel baterai dengan
macam elektroda yang berlainan, yaitu elektroda dihubungkan secara seri.
positif dan elektroda negatif yang dicelupkan
dalam suatu larutan kimia.

3.2.1 Prinsip Kerja Baterai

Gambar 1.5 Baterai dihubung seri


(a) (b) 3.2.3 Karakteristik charging
Terdapat 3 pengisian baterai baterai :
Gambar 1.4 (a) Proses discharging
3.2.3.1 Karakteristik Floating charge
(b) Proses charging
Floating charge adalah jenis pengisian
a) Proses discharge pada sel berlangsung
untuk menjaga baterai dalam keadaan full
menurut skema Gambar 1.4 (a). Bila sel
charge dan baterai tidak mengeluarkan atau
dihubungkan dengan beban maka,
menerima arus listrik saat mencapai tegangan
elektron mengalir dari anoda melalui
floating dan baterai tetap tersambung ke charger
beban ke katoda, kemudian ion-ion
dan beban.
negatif mengalir ke anoda dan ion-ion
Tegangan float charge 2.24V
positif mengalir ke katoda.
Batas arus standard 0,08C-0,1C
b) Pada proses pengisian menurut skema
3.2.3.2 Karakteristik charging cycled
Gambar 1.4 (b). Dibawah ini adalah bila
Pengisian dengan cara charging cycled
sel dihubungkan dengan power supply
adalah mengisi (charging) kembali baterai
maka elektroda positif menjadi anoda dan
setelah pengosongan (discharge) sebagian atau
elektroda negatif menjadi katoda dan
pengosongan secara normal.
proses kimia yang terjadi adalah sebagai
Tegangan cycle charge 2.40V
berikut:
Batas arus standard 0,08C-0,1C
1). Aliran elektron menjadi terbalik,
3.2.3.3 Karakteristik equalizing charge
mengalir dari anoda melalui power suplai
Equalizing charge adalah jenis
ke katoda.
pengisian baterai untuk menyamakan/ meratakan
2). Ion-ion negatif rnengalir dari katoda
tegangan karena terjadi perbedaan tegangan tiap
ke anoda
sel.
3). Ion-ion positif mengalir dari anoda ke
Tegangan cycle charge 2.35V
katoda
Batas arus standard 0,08C-0,1C
Jadi reaksi kimia pada saat pengisian
(charging) adalah kebalikan dari saat
3.2.4 Pemasangan baterai
pengosongan (discharging).
Baterai dapat dipasang pada berbagai arah
(dengan pengecualian tidak terbalik)
3.2.2 Baterai Hubung Seri
koneksi harus sesuai dengan rangkaian seri
Koneksi baterai dengan hubungan seri ini
/ paralel. Hal ini pemasangan kutub koneksi
dimaksudkan untuk dapat menaikkan tegangan
tidak boleh terbalik.
baterai sesuai dengan tegangan kerja yang
dibutuhkan atau sesuai tegangan peralatan yang

3
Oksida dan permukaan kontak terminal Peralatan Sistem DC pada PLTU pacitan
baterai kotor harus dihilangkan dengan menggunakan Modul JZ 22020B high frequency
amplas atau sikat besi untuk mengurangi switch power supply. Arus input modul dengan
resistensi penghubung dan mencegah menyeimbangkan tegangan saluran 3 fasa 380V
produksi panas. Lapisan minyak vaselinum AC. Arus input melewati penyearah full bridge
harus dilapisi sebelum instalasi. Periksa yang difilter yang mana mengubah tegangan AC
tegangan umum dan kutub positif negatif menjadi pulsa tegangan DC. tegangan stabil dan
sebelum daya menyuplai pada pemasangan arus dialirkan.
baterai yang benar.
Menghububng singkat kabel jika mungkin.
Drop tegangan yang dihasilkan harus
dipertimbangkan untuk pemilihan kabel dan
untuk spesifikasi kabel.
Baterai dapat dioptimalkan untuk mencapai
kapasitansi yang diperlukan. Untuk
mengurangi tegangan drop, kabel
penghubung shunted dipilih yang pendek. Gambar 1.6 Sumber tegangan dari charger
Baterai harus dihindari didalam perangkat 220V DC dihubungkan ke busbar. Busbar merah
tertutup. Ventilasi udara yang baik penghantar positif, busbar biru penghantar
diperlukan. Jangan diletakkan didekat negatif
peralatan yang menghasilkan panas. Contoh
transformer
nilai torsi untuk menghubungkan baterai
harus 11,3 N / M.
saklar rangkaian harus dalam posisi " off "
dan positif / negatif kutub baterai harus Gambar 1.7 Battery Charger atau rectifier
dihubungankan charger ( beban ) kutub
positif / negatif

3.2.5Verifikasi Kapasitas
Kapasitas suatu baterai adalah
menyatakan besar arus listrik (Ampere)
baterai yang disuplai/dialirkan ke suatu
beban dalam jangka waktu (jam) tertentu,
untuk memberikan tegangan tertentu.
Kapasitas baterai (Ah) dinyatakan sebagai
berikut :
C=Ixt
Dimana : C = kapasitas baterai (Ah) Gambar 1.8 Tampilan susunan chargerpada
I = besar arus yang mengalir (A) panel charger 1
t = waktu (jam)

3.3 Rectifier/battery charger


Rectifier/Rectifier adalah alat yang
digunakan untuk mengubah sumber arus bolak-
balik (AC) menjadi sumber arus searah (DC)
yang berfungsi untuk pasokan DC Power baik ke
beban yang menggunakan sumber DC maupun
mengisi baterai agar kapasitas baterai tetap
terjaga penuh sehingga keandalan unit
pembangkit terjamin. Gambar 1.9 CB di close ke charger

4
Dari gambar diatas : Pada bagian belakang 3.4 Modul JZ - MC - Intelligence Monitor
battery charger terdapat CB dari input tegangan Equipments ( V4.01 )
380 V AC. Apabila CB diclose, maka tegangan Pada PLTU Pacitan untuk memonitor
380 V AC akan masuk ke battery charger untuk baterai digunakan JZ - MC - Intelligence
disearahkan. Monitor Equipments ( V4.01 ). Peralatan ini
digunakan untuk monitor dan parameter sistem
catu daya, dan menunjukkan pada layar LCD.
Pada saat yang sama, ia akan mengirimkan
informasi ini data ke control remote akhir dan
menerima data / parameter kerja dan laporan
yang dikirim oleh operator atau komputer
sebelumnya melalui antarmuka komunikasi RS -
232 dan RS422/485 sehingga membuat sistem
pasokan listrik berjalan dalam keadaan tertentu
dan melakukan tugas mengukur, berkomunikasi,
Gambar 1.10 Tampilan charger dari belakang mengendalikan dan modulasi jarak jauh.
Peralatan ini terutama digunakan untuk
3.3.1 Prinsip kerja battery charger memonitor modul rectifier dan produk baterai
Gambar 2.11 merupakan rangkaian melalui perubahan program kontrol sesuai
konverter gelombang penuh 3 fasa dengan dengan kebutuhan konsumen.
beban resistif dan bentuk gelombang hasil
penyearahan. Dalam rangkaian ini terdapat dua
grup/kelompok SCR, yaitu: grup positif dan
grup negatif. SCRT1 ,T3 ,dan T5 merupakan
grup positif, sedangkan SCRT4, T6, T2
merupakan grup negatif. Grup SCR positif akan
ON ketika tegangan sumber berpolarita spositif
Gambar 1.12 Modul JZ - MC - Intelligence
dan Grup SCR negatif akan ON ketika tegangan
Monitor Equipments ( V4.01 )
sumber berpolaritas negatif.
Rangkaian ini dikenal sebagai jembatan
tiga fasa. Thyristor dinyalakan pada interval 0- 3.5 Modul JZ - IPD - Intelligence Itinerant
Ground-Inspection meter
/3.
Untuk memastikan sistem tenaga listrik
Jika thyristor diberi nomor seperti pada
yang berjalan aman, kontrol dan loop proteksi
Gambar 1.11, barisan penyalaan akan 12, 23,
pembangkit listrik, dipasok oleh listrik arus
34, 45, 56 dan 61.
searah. Kabel listrik isolator ke tanah. Sistem
bahkan masih dapat berjalan normal ketika
kawat feed DC digroundkan pada satu titik.
Tapi kontak harus menemukan dan
menghilangkan gangguan. Atau gangguan serius
dapat terjadi ketika terhubung ujung positif dan
negatif.
Peralatan dapat mendeteksi Resistansi
isolasi cabang ke tanah terdeteksi dengan
perbedaan arus, dan nilai-nilai resistansi dari
Gambar 1.11 Rangkaian penyearah 3 fasa ujung positif dan negatif dari masing-masing
gelombang penuh terkontrol cabang ke tanah. Bila nilai kurang dari nilai
yang diberikan, alarm peralatan menyala.
Peralatan ini dapat mendeteksi tegangan. Alarm
menunjukkan saluran utama over limit atau

5
below limit ketika tegangan melampaui yang akan menyuplai tegangan DC ke beban
diberikan. sesuai dengan kapasitas dari battery.
Setelah genset sudah siap beroperasi,
battery bank digantikan oleh genset.
o Kondisi normal artinya Sistem DC unit 1
dan Sistem DC unit 2 menyuplai ke beban
Unit 1 dan unit 2 :
Gambar 1.13 Modul JZ - IPD - Intelligence Pada Sistem DC unit 1
Itinerant Ground-Inspection meter MCB sumber daya AC untuk charger unit 1
diclose sehingga arus akan mengalir ke
3.6 Modul JZ - BPD - Intelligence itinerant battery charger untuk disearahkan. Setelah
Baterai-Inspection meter itu, MCB DC battery charger output 1 dan
JZ - BPD - Intelligence itinerant MCB DC battery bank output 1 diclose,
Baterai-Inspection meter termasuk di dalam maka battery charger akan mengisi baterai
industri inteligence inspection instrument yang dan juga menyuplai beban.
bagian utama adalah mikrokomputer single chip. Pada Sistem DC unit 2
Dengan teknik kecerdasan buatan, IIBI MCB sumber daya AC untuk charger unit 2
mengumpulkan parameter tegangan satu baterai, diclose sehingga arus akan mengalir ke
jumlah tegangan, arus dari kelompok baterai dan battery charger untuk disearahkan. Setelah
suhu dan menunjukkan pada layar LCD yang itu, MCB DC battery charger output 2 dan
besar. Pada saat yang sama, IIBI akan MCB DC battery bank output 2 diclose,
mengirimkan data informasi ke terminal remote maka battery charger akan mengisi baterai
control melalui komunikasi interface RS - 232 dan juga menyuplai beban.
dan RS422/485. o Kondisi battery charger unit 1
pemeliharaan:
MCB DC output battery charger back up
unit 1 side di close sehingga battery
charger back up menyuplai tegangan DC
dan juga mengisi battery bank unit 1.
Battery charger back up menggantikan
battery charger unit 1. Kemudian, MCB
Gambar 1.14 Modul JZ - BPD - Intelligence DC output battery charger unit 1 diopen.
itinerant Baterai-Inspection meter o Kondisi battery bank unit 1 pemeliharaan :
MCB tie bus unit 1 diclose sehingga battery
3.7 Analisa Instalasi Sistem DC bank unit 2 menyuplai tegangan DC ke
Instalasi Sistem DC di PLTU Pacitan beban unit 1 bersama dengan battery
memiliki keandalan yang tinggi dengan charger unit 1. Sedangkan battery bank unit
pengoperasian yang tinggi, karena untuk 2 menyuplai tegangan DC ke beban unit 2
menjaga beban harus tetap beroperasi. Misalnya dan beban unit 1. Kemudian, MCB DC
peralatan pompa BFP turbin memompa oli yang battery bank output unit 1 diopen.
digunakan untuk pelumas poros turbin. Jika
peralatan ini tidak beroperasi mengakibatkan IV. PENUTUP
poros turbin akan hancur. 4.1 Kesimpulan
Pola operasi Sistem DC menyuplai tegangan Kesimpulan yang didapat setelah melaksanakan
220V DC ke beban sebagai berikut : kerja praktek mengenai pembangkit secara
o Pembangkit dalam kondisi black out artinya keseluruhan maupun spesifikasi pembahasan
unit 1 dan 2 pembangkit tidak Sistem DC adalah :
menghasilkan daya dan daya dari luar 1. Sistem DC pada pembangkit sangat
pembangkit tidak menyuplai : penting, karena beban yang digunakan di
Karena genset membutuhkan start up time pembangkit menggunakan sumber DC
10 detik, maka Battery bank sistem 1 dan 2 untuk kerja peralatan

6
2. Instalasi Sistem DC pembangkit berfungsi 3. Bagi mahasiswa, sebelum kerja praktek
untuk menyalurkan suplai DC yang dipersiapkan bahan-bahan kuliah dan
dipasok dari battery charger atau rectifier pembahasan yang ingin dibuat.
3 fasa dengan sumber 3 fasa keluaran 220
VDC
3. Pola operasi pada Sistem DC220V
terdapat 4 pola operasi yaitu :
Pembangkit dalam kondisi black out
artinya unit 1 dan 2 pembangkit tidak
menghasilkan daya dan daya dari luar
pembangkit tidak menyuplai, Kondisi
normal artinyaSistem DC unit 1 dan
Sistem DC unit 2 menyuplai ke beban
Unit 1 dan unit 2, Kondisi battery charger
unit 1 pemeliharaan, serta Kondisi battery
bank unit 1 pemeliharaan.
4. Proses charging baterai terdapat 3 mode
yaitu floating charge jenis pengisian
untuk menjaga baterai dalam keadaan full
charge dan baterai tidak mengeluarkan
atau menerima arus listrik saat mencapai
tegangan floating dan baterai tetap
tersambung ke charger dan beban, cycle
charge adalah mengisi (charging)
kembali baterai setelah pengosongan
(discharge) sebagian atau pengosongan
secara normal., dan equalizing charge
jenis pengisian baterai untuk
menyamakan/ meratakan tegangan karena
terjadi perbedaan tegangan tiap sel.
5. Baterai dihubung seri agar dapat mecapai
tegangan 220 VDC sesuai dengan
kebutuhan beban

4.2 Saran
Setelah melakukan pengamatan dan studi
lapangan di PT. PJB UB JOM PLTU
PACITAN, maka penulis memberikan
beberapa saran yang dapat mungkin
memberikan manfaat bagi semua pihak
yang membaca laporan ini, antara lain:
1. Pengambilan data saat kerja praktek perlu
dilakukan untuk lebih memahami Sistem
DC secara kesuluruhan di pembangkit.
2. Pemeliharaan secara berkala perlu
ditingkatkan pada peralatan Sistem DC
agar dapat menjaga suplai sumber DC ke
beban.

7
DAFTAR PUSTAKA
[1] Wildi, Theodore. 2002. Electrical
machines, drives, and power system 5th
edition. Ohio: Prentice Hall Columbus.
[2] Materi Pelatihan Pemeliharaan Listrik,
Dasar OPS PLTU - PJBS pacitan
[3] Manual Book JZ-BPD- Intelligence
Itinerant Battery-Inspection Meter
Instruction
[4] Manual Book JZ-IPD- Intelligence
Itinerant Ground-Inspection Meter
Instruction
[5] Manual Book JZ-MC- Intelligence
Monitor Equipments (V4.01) Instruction
[6] Manual book SUPER FM GFM Sealed
Valve-Control Lead-Acid Storage Battery
Technical manual

BIODATA PENULIS
MuhammadIklil
dilahirkandi Pekalongan,10
September 1991.Menempuh
pendidikan dasar di MI 02
Surobayan. Melanjutkan ke
SMP N 1 Kedungwuni dan
pendidikan tingkat atas di
SMA N 1 Kedungwuni
dansekarangsedang
melanjutkan studiS1 di
jurusanTeknikElektroUniversitasDiponegoro
Semarang, konsentrasi Ketenagaan Listrik.
Semarang, Januari 2014
Mengetahui,
DosenPembimbing

Ir. Agung Warsito, DHET


NIP 195806171987031002