Anda di halaman 1dari 6

Definisi Lipid

Lipid adalah senyawa biologi yang sebagian besar atau seluruhnya


terdiri dari gugus non polar. Lipid mempunyai sifat mudah larut ke dalam
senyawa non polar dan relative tidak larut dalam air (Nofi Kurniasih, 1989).
2. Klasifikasi Lipid
Sejumlah senyawa kimia dalam makanan dan tubuh digolongkan dalam
lipid. Senyawa tersebut adalah lipid netral, fosfolipid, kolesterol dan senyawasenyawa
lain. Sifat lemak yang tidak larut dalam air maka untuk mengedarkan
lipid ke seluruh tubuh termasuk juga kolesterol dibutuhkan suatu pengangkut
apoprotein, sedangkan kombinasi apoprotein dan zat lemak yang harus
diangkut disebut lipoprotein (Nofi Kurniasih;Suparto, 2000). Pembagian lipid
dalam darah antara lain :
1.1 Lipoprotein
Lipoprotein adalah gabungan molekul lipid dan protein yang disintesis
di dalam hati. Tiap jenis protein berbeda jenis ukuran, densitas, dan
mengangkut berbagai jenis lipid dalam jumlah yang berbeda pula, dan
berfungsi mengangkut lipid di dalam plasma ke jaringan - jaringan yang
menghubungkan sebagai sumber energi dan sebagai komponen membran sel
(Sunita Almatsier, 2002). Partikel partikel lain antara lain :
a. LDL, merupakan lipoprotein yang mengangkut paling banyak kolesterol
di dalam darah. Kadar LDL yang tinggi menyebabkan pengendapan
kolesterol dalam arteri.
b. HDL, merupakan lipoprotein yang mengangkut kolesterol yang lebih sedikit.
c. VLDL, lipoprotein yang membawa sebagian besar trigliserid dalam darah.
d. Trigliserid, merupakan jenis lemak dalam darah yang dapat mempengaruhi
kadar kolesterol dalam darah.
1.2 Kolesterol
Kolesterol adalah steroid alcohol tidak jenuh yang mempunyai berat
molekul tinggi sebuah cincin perhydrocyclopentanhroline dan sebuah rantai
yang mempunyai delapan atom karbon (Sunita Almatsier, 2002).
Kolesterol di dalam tubuh dibawa dalam bentuk partikel partikel.
Partikel yang paling utama adalah lipoprotein yang berdensitas tinggi (HDL)
dan lipoprotein berdensitas rendah (LDL) ( Mason W.Freeman & Cristine
Junge, 2008).

1. Lipid
a. Definisi
Lipid adalah sekolompok senyawa heterogen, meliputi lemak, minyak,
steroid, malam (wax), dan senyawa terkait, yag berkaitan lebih karena sifat
fisikanya daripada sifat kimianya. Lipid memiliki sifat umum berupa relatif
tidak larut air dan larut dalam pelarut non polar (Murray et al., 2009). Lipid
atau lemak penting sekali untuk berfungsinya sel dan digunakan sebagai
sumber energi, pelindung badan, pembentukan air, agar lemak itu dapat
diangkut dalam peradaran darah, maka lemak itu dibuat menjadi larut dengan
mengikatnya kepada protein yang larut dalam air, ikatan itu disebut
lipoprotein yang merupaka suatu ikatan yang larut dalam air dengan berat
molekul yang tinggi, terdiri dari lemak (kolesterol, trigliserida, dan fosfolipid)
dan protein yang khusus dapat mengikat protein (apo-protein). Di dalam
peredaran darah lipoprotein itu merupakan suatu kompleks yang disebut
lipoprotein particle yang terdiri dari 2 bagian yaitu bagian dalam (inti) yang
tidak larut, terdiri dari trigliserida, ester kolesterol, dan bagian luar yang lebih
3
larut, terdiri dari kolesterol bebas, fosfolipid, dan apo-protein (Arjatmo dan
Utama, 2004).
b. Jenis-jenis lipid
Susunan tingkat kadar LPP (lipoprotein) dalam plasma bergantung pada
keseimbangan antara asupan makanan, proses dalam hepar, dan pemanfaatan
dalam jaringan-jaringan. Kolesterol, kolesterol ester, fosfolipid, dan
trigliserida termasuk lipid (Munaf, 1994). Terdapat 5 jenis lipid atau
lipoprotein yang dibawa dalam plasma, yaitu:
1) Kolesterol Lipoprotein densitas rendah (LDL)
Kolesterol LDL adalah kolesterol yang merupakan alat transport
kolesterol yang utama mengangkut sekitar 70-80% dari kolesterol total dari
hepar ke jaringan perifer. Ambilan LDL terjadi karena adanya reseptor LDL.
Pada penyakit dimana reseptor LDL ini kurang, seperti pada
hiperkolesterolemia maka akan terjadi peningkatan dan penumpukan LDL
dalam sirkulasi. Akibatnya akan dideposit di dalam sel makrofag dinding
pembuluh darah yang merupakan awal dari proses ateroklerosis (Munaf,
1994).
2) Kolesterol Lipoprotein densitas tinggi (HDL)
Kolesterol HDL berfungsi sebagai pembawa kolesterol dari jaringan
perifer ke hati untuk metabolisme atau katabolisme yang selanjutnya
dikeluarkan dari tubuh. Peningkatan kadar HDL menurunkan aterosklerosis
(Munaf, 1994). Tingkat kadar kolesterol HDL plasma dianggap rendah bila
kadarnya di bawah 35 mg/dl (Munaf, 2009). Apolipoprotein HDL dieksresi
oleh hati dan usus, sebagian besar lipid di dalam HDL berasal dari permukaan
satu lapis kilomikron dan VLDL selama lipolisis. HDL juga mendapatkan
kolesteroldari jaringan perifer dari suatu jalur yang melindungi homeostasis
kolesterol sel (Katzung, 2002).
3) Kilomikron
Kilomikron (chylomicron) merupakan lipoprotein densitas rendah paling
banyak berisi trigliserid yang berasal dari makanan (lemak eksogen).
Kilomikron yang dihasilkan dalam usus, masuk ke sirkulasi sistemik melalui
4
saluran limfatik, trigliseridnya dihidrolisis oleh lipoprotein lipase, suatu
enzim yang berlokasi di permukaan endotel pembuluh darah kapiler.
Kilomikron remnant (sisa) merupakan produk akhir dari degradasi kilomikron
dalam sirkulasi. Partikel ini mempunyai protein permukaan spesifik
apoprotein B-48 dan E, apoprotein E ditemukan dengan reseptor di membran
plasma hepar. Partikel remnant (sisa) kaya kolesterol yang berasal dari diet,
diikat dan diinternalisasi kemudian didegradasi oleh enzim lisozomal.
Dengan proses ini, kolesterol yang berasal dari diet dibebaskan ke hepar
(Munaf, 2009).
4) Lipoprotein densitas sedang (IDL)
IDL yang terdiri dari kolesterol dan trigliserida, merupakan bentuk antara
yang dalam hepar diubah menjadi LDL disebut juga beta-VLDLL atau beta
lipoprotein (Munaf, 1994).
5) Lipoprotein densitas sangat rendah (VLDL)
VLDL merupakan Trigliserid (TG) endogen (Munaf, 1994) dan golongan
lipoprotein densitas terendah kedua dan sinonim dengan pra--lipoprotein.
VLDL terutama berasal dari hepar dan memiliki fungsi untuk mentranspor
trigliserid yang dibuat dalam jaringan. VLDL juga mentranspor kolesterol
dalam jumlah yang nyata (bermakna) yang diperoleh dari sintesis de novo
(dalam tubuh), dan secara tidak langsung berasal dari diet. Seperti halnya
dengan kilomikron, trigliserid dari VLDL didegradasi oleh lipoprotein lipase.
VLDL remnant (sisa) atau lipoprotein densitas sedang (Intermediet-Density
Lipoprotein, IDL), masih tetap ada setelah banyak trigliseridnya yang
dikeluarkan. Partikel ini kaya akan protein spesifik (apoprotein B-100 dan E).
IDL secara langsung dikeluarkan dari sirkulasi oleh interaksinya dengan
reseptor apoprotein B/E atau dikonversi menjadi LDL. Konversi IDL
menjadi LDL melalui kerja enzim lipase hepatik, disertai dengan pengeluaran
trigliserid dan apoprotein E, dan hal ini terjadi di permukaan hepatosit. Defek
pada apoprotein E dari VLDL manusia mengakibatkan terjadinya akumulasi
aterogenik VLDL remnant (sisa) (b-LDL) sehingga terjadi
5
hipererlipoproteinemia tipe III (Munaf, 2009). Klasifikasi nilai kadar lipid
dalam plasma tersaji dalam tabel 1.
Tabel 1. Klasifikasi Kadar Lipid dalam Plasma (Goodman dan Gilman, 2008)
LIPIDA
Adalah kelompok senyawa heterogen yang berkaitan, baik secara aktual maupun potensial
dengan asam lemak
Lipid mempunyai sifat umum:
o Relatif tidak larut dalam air
o Larut dalam pelarut non polar: eter, kloroform, benzen
Yang termasuk dalam lipid adalah: lemak, minyak, lilin.
Lipid adalah unsur makanan penting karena nilai energinya yang tinggi, tetapi juga karena
vitamin yang larut dalam lemak dan asam lemak esensial yang dikandung dalam lemak
makanan alam.
Dalam tubuh lemak berfungsi sebagai sumber energi efisien, secara langsung dan secara
potensial, bila disimpan dalam jaringan adiposa.
Kombinasi lemak dan protein (lipoprotein) merupakan unsur sel yang penting, terdapat
dalam membran sel dan mitokondria dalam sitoplasma, berfungsi sebagai alat pengangkut
lipid dalam darah.
Klasifikasi lipid dikemukakan oleh Bloor:
A. Lipid sederhana: ester asam lemak dengan bermacam alkohol.
1. Lemak dan minyak

Adalah ester asam lemak dengan gliserol.


2. Lilin (waxes)

Adalah ester asam lemak dengan alkohol mono-OH yang mempunyai berat molekul lebih
besar.
B. Lipid campuran: ester asam lemak yang mengandung gugus tambahan selain alkohol
dan asam lemak.
1. Fosfolipid

Adalah lipid yang mengandung residu asam fosfat sebagai tambahan asam lemak dan
alkohol.
Mempunyai basa yang mengandung nitrogen.
Contoh:
Pada fosfolipid yakni gliserofosfolipid, alkoholnya gliserol.
2. Glikolipid

Adalah campuran asam lemak dengan karbohidrat yang mengandung nitrogen tetapi tidak
mengandung asam fosfat.
Contoh:
Glikosil diasil gliserol ~ terdapat dalam tanaman dan mikroorganisme.
3. Lipid campuran lain

Contoh: sulfolipid, aminolipid, lipoprotein. 11


Asam Lemak
Merupakan senyawa penyusun lipida.
Adalah asam karboksilat yang diperoleh dari hidrolisis ester.
Asam lemak terdapat di alam mengandung atom C genap dan merupakan derivat berantai
lurus, dapat jenuh/tidak jenuh.
Jumlah atom karbon hampir semua genap dan panjang rantai 14-22. Jumlah asam lemak
tak jenuh lebih banyak daripada asam lemak jenuh, dan pada umumnya ikatan ganda
pada atom C ke-9 dan 10 dan ikatan ganda tambahan antara sesudah atom C no. 10 kearah
gugus metil.

CH3 C C COOH no 9 10
Bila ikatan ganda lebih dari 1 biasanya dibatasi 1 gugus metilena.
CH CH2 CH CH CH
Asam lemak jenuh, Cn H2n+2 O2, beberapa yang penting: asam palmitat, stearat, laurat,
miristat.
Asam lemak tak jenuh, Cn H2n O2, beberapa yang penting: asam oleat, asam linoleat, asam
linolenat, arachidonat.

Asam lemak tak jenuh di alam jumlah lebih besar daripada asam lemak jenuh.
Sifat fisik asam lemak:
o Asam lemak dengan atom C > 4 tidak larut dalam air, tapi dalam pelarut non polar.

Asam lemak dengan atom C < 4 dapat larut dalam air. Contohnya asam asetat, butirat.
o Asam lemak dalam suasana basa membentuk garam disebut saponus = sabun. Untuk
Na, K sabun mudah larut di air dan berbusa; untuk alkali tanah, Ca, Mg sabun tidak
mudah larut dalam air dan tidak berbusa.
o Makin pendek atom C, titik cair rendah, makin banyak ikatan ganda, titik cair rendah.
o Seperti asam karboksilat lain maka:
- mudah diesterkan
- mudah direduksi
- reaksi ikatan ganda addisi halogen

hidrogenasi/penjenuhan,
isomerisasi/perubahan konformasi
oksidasi
Halogenisasi dengan I2 sering dipergumakan sebagai analisa kuantitatif menentukan
derajad kejenuhan.
Peristiwa oksidasi dikenal dengan ransiditas = penengikan, adalah peristiwa dimana lemak
mengalami dekomposisi disertai dengan bau tak enak dan merangsang.
Ransiditas juga disebabkan oleh enzym. 12
C C CH2 HC OH CH2 C O Rantai pecah: lebih pendek
Sumber asam Asam asetat Atom C 2 Hasil akhir
lemak jenuh: 1. fermentasi
karbohidrat pada
pemamah biak
2. Asam propionat Atom C 3 Idem no. 1
3. Asam butirat Atom C 4 Dalam jumlah kecil
pada mentega dan
idem no. 1
4. Asam valerat Atom C 5 Idem no. 3
5. Asam kaproat Atom C 6 Idem no. 3
6. Asam kaprilat Atom C 8 Terdapat dalam
mentega - lemak
nabati
7. Asam dekanoat Atom C 10 Idem no. 6
(kaproat)
8. Asam laurat Atom C 12 Pada minyak ikan
paus, kelapa sawit,
minyak kelapa
9. Asam miristat Atom C 14 Pada pala, kelapa
sawit, minyak
kelapa
10. Asam palmitat Atom C 16 Pada semua lemak
hewan dan
tumbuh-tumbuhan
11. Asam stearat Atom C 18 Idem no. 10
12. Asam arakidat Atom C 20 Pada minyak
kacang tanah
13. Asam behenat Atom C 22 Pada biji-bijian
14. Asam lignoserat Atom C 24 Pada minyak
kacang tanah,
serebrosida