Anda di halaman 1dari 20

Kas dan Setara Kas

Dalam PSAK No. 2 paragraf 43, mengharuskan perusahaan untuk mengungkapkan


komponen kas dan setara kas serta harus menyajikan rekonsiliasi jumlah tersebut dalam
laporan arus kas dengan pos yang sama dengan pos yang ada di neraca. Oleh karena itu
penting untuk memahami secara jelas tentang definisi kas yang dimaksud dalam laporan ini.

Dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 2, kas didefinisikan


sebagai berikut: Kas terdiri dari saldo kas (cash on hand) dan rekening giro. (1995:2.2).
Dalam Statement Of Financial Accounting Standard No. 95, FASB menyatakan bahwa suatu
laporan arus kas harus menjelaskan selisih yang terjadi antara saldo awal dan saldo akhir
serta setara kas (cash equivalent). Hal ini berarti dalam laporan kas, kas memiliki pengertian
yang lebih luas yang tidak hanya terbatas pada saldo kas yang tersedia di perusahaan (cash
on hand) dan kas di bank, tetapi juga termasuk perkiraan-perkiraan yang dikenal sebagai
setara kas (cash equivalent).

Definisi setara kas (cash equivalent) dalam PSAK No. 2 adalah: Investasi yang
sifatnya sangat likuid, berjangka pendek dan dapat segera dijadikan kas dalam jumlah tanpa
menghadapi perubahan nilai yang berarti. (1995:2.3)

PSAK No. 2, paragraf 6 menjelaskan setara kas sebagai berikut:

Setara kas dimiliki untuk memenuhi komitmen kas jangka pendek, bukan untuk
investasi atau tujuan lain. Untuk memenuhi persyaratan setara kas, investasi harus dapat
segera diubah menjadi kas dalam jumlah yang diketahui tanpa menghadapi resiko perubahan
nilai yang signifikan. Karenanya, suatu investasi baru dapat memenuhi syarat sebagau setara
kas hanya segera akan jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal
perolehannya.

Contoh setara kas yang disamakan dengan kas, menurut Harrison (1995:731) adalah treasury
bills, commercial paper jangka pendek, money market serta surat-surat berharga lain yang
mempunyai syarat-syarat:

1. Setiap saat dapat ditukar dengan kas.

2. Tanggal jatuh temponya sangat singkat, dalam waktu tiga bulan atau kurang.

3. Resiko perubahan nilai yang kecil atau kurang berarti.


Jadi tidak semua investasi jangka pendek dikelompokkan sebagai setara kas. Hal ini
tergantung pada kebijakan keuangan yang ditetapkan oleh masing-masing perusahaan. Suatu
perusahaan harus memiliki kebijakan yang jelas dalam menentukan perkiraaan-perkiraan apa
saja yang termasuk dan tidak termasuk adalam katagori sebagai setara kas, dan kebijakan ini
harus diungkapkan dalan catatan atas laporan keuangan perusahaan serta harus dijalankan
secara konsisten dari waktu ke waktu.

Dalam laporan arus kas, kas dan setara kas diperlakukan sebagai suatu kesatuan. Dengan kata
lain, laporan arus kas menyatakan perubahan dalam kas dan setara kas. Oleh karena itu,
pengeluran kas untuk memperoleh setara kas dan penerimaan kas dari penjualan setara kas
tidak dimasukkan dalam laporan arus kas. (Larson dan Miler)
INVESTASI
Investasi pada pada entitas asosiasi dan ventura Bersama diatur dalam PSAK 15.

a. Sekurtitas hutang (debt securities)

Sekurtitas hutang (debt securities) adalah instrument yang menunjukkan


hubungan kreditor dengan suatu perusahaan. Investasi dalam sekuritas hutang
dikelompokkan menjadi 3 kategori terpisah untuk tujuan akuntansi dan pelaporan:

1. Dimiliki sampai jatuh tempo (held to maturity)

2. Perdagangan (trading)

3. Tersedia untuk dijual (available for sale)

Ilustrasi yang mengidentifikasi kategori-kategori ini, beserta perlakuan akuntansi dan


pelaporan yang diisyaratkan untuk masing-masingnya.

Kategori Penilaian Keuntungan atauPengaruh lainnya terhadap laba


kerugian kepemilikan
yang belum direalisasi
Dimiliki sampai jatuh Biaya yang diamortisasi Tidak diakui Bunga pada saat dihasilkan,
tempo keuntungan atau kerugian dari
penjualan
Sekuritas perdagangan Nilai wajar Diakui dalam labaBunga pada saat dihasilkan,
bersih keuntungan atau kerugian dari
penjualan
Tersedia untuk dijual Nilai wajar Diakui sebagai labaBunga pada saat dihasilkan,
komprehensif lainnyakeuntungan atau kerugian dari
dan sebagai komponenpenjualan
yang terpisah dari
ekuitas pemegang saham

Biaya yang diamortisasi adalah biaya perolehan/akuisisi yang disesuaikan untuk


memperhitungkan amortisasi diskonto atau premi, jika dianggap tepat.
b. Investasi Dalam Sekuritas Ekuitas

Sekuritas Ekuitas digambarkan sebagai sekuritas yang menunjukkan bagian


kepemilikan seperti saham biasa, saham preferen atau modal saham lainnya. Investasi
oleh suatu perusahaan dalam saham biasa perusahaan lain dapat diklasifikasikan
menurut persentase saham dengan hak suara investee yang dimiliki imvestor :

1. Kepemilikan Kurang Dari 20%

Apabila seorang investor memiliki hak suara kurang dari 20%, maka
diasumsikan bahwa investor itu mempunyai pengaruh yang kecil atau tidak
mempunyai oengaruh terhadap investee. Dalam hal ini jika harga pasar tersedia,
maka investasi itu dinilai dan dilaporkan setelah akuisisi dengan menggunakan
metode nilai wajar. Metode nilai wajar mengharuskan perusahaan
mengklasifikasikan sekuritas ekuitas pada saat akuisisi sebagai sekuritas yang
tersedia untuk dijual atau sekuritas perdagangan. Karena sekuritas ekuitas tidak
mempunyai tanggal jatuh tempo, maka sekuritas ini tidak dapat diklasifikasikan
sebagai sekuritas yang dimiliki sampai jatuh tempo.

Seperti sekuritas hutang yang tersedia untuk dijual, keuntungan dan kerugian
bersih yang belum direalisasi yang berkaitan dengan perubahan nilai wajar
sekuritas ekuitas yang tersedia untuk dijual dicatat dalam akun keuntungan atau
kerugian kepemilikian yang belum direalisasi. Ekuitas dilaporkan sebagai bagian
dari laba komprehensif lainnya dan sebagai komponen akumulasi laba
komprehensif lainnya sampai direalisasi.

2. Kepemilikan Antara 20% dan 50%

Perusahaan investor dapat memiliki hak kurang dari 50% dalam perusahaan
investee dan karenanya tidak memiliki kendali hukum. Akan tetapi, seperti ysng
diperlihatkan dalam cerita pembuka Coca Cola, investasi dalam saham dengan
hak suara kurang dari 50% masih dapat member Coke (investor) kemampuan
untuk menerapkan pengaruh yang signifikan terhadap kebijakan operasi dan
keuangan pembatalannya. Pengaruh yang signifikan dapat ditunjukkan dalam
beberapa cara, contohnya adalah: perwakilan dalam dewan direksi, partisipasi
dalam proses pembuatan kebijakan, transaksi antarperusahaan yang material,
pertykaran personil manajerial, atau ketergantungan teknologi.
3. Kepemilikan Lebih Dari 50%

Jika suatu perusahaan memperoleh hak suara lebih dari 50% yaitu hak
mengendalikan dalam perusahaan lain, maka perusahaan investor disebut sebagai
perusahaan induk dan perusahaan investee disebut sebagai perusahaan anak.
Investasi dalam saham biasa perusahaan anak disajikan sebagai investais jangka
panjang dalam laporan keuangan tersendiri yang dibuat oleh perusahaan induk.

Apabila perusaahaan induk memperlakukan perusahaan anak sebagai suatu


investasi, maka biasanya dibuat Laporan Keuangan Konsolidasi. Laporan
Keuangan Konsolidasi memperlakukan perusahaan induk dan anak sebagai satu
kesatuan entitas ekonomi.

MASALAH PELAPORAN LAINNYA

Masalah-masalah berikut yang berkaitan dengan sekuritas hutang dan ekuitas :

1. Penyajian Investasi dalam Laporan Keuangan

Kategori Investasi Penilaian Klasifikasi


Sekuritas perdagangan Nilai wajar Aktiva lancar
(hutang dan ekuitas)
Dimiliki hingga jatuh Biaya yang diamortisasi Lancar atau tidak lancar
tempo (hutang) bergantung pada tanggal
jatuh tempo sekuritas
individual
Hutang yang tersedia Nilai wajar Bergantung pada situasi.
untuk dijual Lancar atau tidak lancar
bergantung pada jatuh tempo
serta ekspektasi penjualan
dan penebusan tahun
beriktunya
Ekuitas yang tersedia Nilai wajar Bergantung pada situasi.
untuk dijual Lancar atau tidak lancar
bergantung pada ekspektasi
penjualan pada tahun
berikutnya

Pengungkapan yang Diperlukan menurut Metode Ekuitas

Nama setiap investee dan persentase kepemilikan saham biasa

Kebijakan akuntansi investor berkaitan dengan investasi saham biasa

Selisih, jika ada, antara jumlah dalam akun investasi dan jumlah ekuitas yang
mendasarinya dalam aktiva bersih perusahaan investee

Nilai aggregate dari setiap investasi yang diklasifikasikan berdasarkan harga pasar

Ketika investasi yang dihitung dengan metode ekuitas itu material secara keseluruhan,
maka perusahaan mungkin perlu menyajikan ikhtisar informasi yang berhubungan
dengan aktiva, kewajiban dan hasil operasi perusahaan investee.

2. Penurunan Nilai

Setiap investasi harus dievaluasi pada setiap tanggal pelaporan untuk


menentukan apakah investasi itu mengalami penurunan nilai yang bersifat tidak
temporer. Kepailitan atau krisis likuiditas yang signifikan yang dialami investee
adalah contoh-contoh situasi yang menunjukkan hilangna nilai itu bagi investor
mungkin bersifat permanen. Jika permanen itu dianggap tidak temporer, maka dasar
dari setiap sekuritas diturunkan sampai ke dasar biaya yang baru. Jumlah penurunan
itu diperhitungkan sebagai kerugian yang direalisasi dan karenanya, dimasukkan
dalam laba bersih.

Untuk sekuritas hutang, pengujian penurunan nilai ditujukan untuk


menentukan apakah kemungkinan besar bahwa investor tidak akan bisa menagih
seluruh jumlah yang terhutang menurut persyaratan kontrakturl

Untuk sekuritas ekuitas, pedomannya tidak sepert itu. Setiap kali nilai yang
dapat direalisasi jumlahnya lebih rendah daripada jumlah tercatat investasi, maka
harus dipertimbangkan bahwa telah tejadi penurunan nilai.

3. Transfer Di Antara Kategori

Jenis Transfer Dasar pengukuran Dampak transferDampak transfer terhadap


terhadap ekuitas
pemegang saham laba bersih
Transfer dari Sekuritas ditransferKeuntungan atauKeuntungan atau
perdagangan ke tersedia sebesar nilai wajarkerugian yang belumkerugian yang belum
untuk dijual pada tanggal transfer,direalisasi padadirealisasi pada tanggal
yang merupakan dasartanggal transfertransfer diakui dalam laba
biaya untuk sekuritasmenambah atau
itu mengurangi ekuitas
pemegang saham
Transfer dari tersedia Sekuritas ditransferKeuntungan atauKeuntungan atau
untuk dijual ke sebesar nilai wajarkerugian yang belumkerugian yang belum
perdagangan pada tanggal transferdirealisasi padadirealisasi pada tanggal
yang merupakan dasartanggal transfertransfer diakui dalam laba
biaya untuk sekuritasmenambah atau
itu mengurangi ekuitas
pemegang saham
Transfer dari dimiliki Sekuritas ditransferKomponen terpisahTidak ada
sampai jatuh tempo ke sebesar nilai wajardari ekuitas pemegang
tersedia untuk dijual pada tanggal transfer saham bertambah atau
berkurang sebesar
keuntungan atau
kerugian yang belum
direalisasi pada
tanggal transfer
Transfer dari tersedia Sekuritas ditransferKeuntungan atauTidak ada
untuk dijual ke dimiliki sebesar nilai wajarkerugian yang belum
sampai jatuh tempo pada tanggal transfer direalisasi pada
tanggal transfer yang
dicatat sebagai
komponen terpisah
dari ekuitas pemegang
saham diamortisasi
sepanjang umur
ekuitas
4. Kontroversi Nilai Wajar

Sejumlah masalah besar yang belum terpecahkan dalam subbab ini adalah :

Pengukuran berdasarkan niat

Perdagangan Keuntungan

Kewajiban tidak dinilai secara wajar

Subjektivitas Nilai Wajar

IKHTISAR PERLAKUAN PELAPORAN EKUITAS

Kategori Neraca Laporan Laba Rugi


Perdagangan (sekuritas hutang Investasi diperlihatkan pada nilaiBunga dan dividen diakui sebagai
dan ekuitas wajar. Aktiva lancar pendapatan. Keuntungan dan kerugian
kepemilikan yang belum direalisasi
dimasukkan dalam laba bersih
Tersedia untuk dijual (hutang dan Investasi diperlihatkan pada nilaiBunga dan dividen diakui sebagai
ekuitas) wajar. Aktiva lancar atau jangkapendapatam. Keuntungan atau kerugian
panjang kepemilikan belumyang belu direalisasi tidak
direalisasi merupakan komponendimasukkan dalam laba bersih tetapi
terpisah dari ekuitas pemegangdalam laba komprehensif lainnya
saham
Dimiliki sampai jatuh tempo Investasi diperlihatkan padaBunga diakui sebagai pendapatan
(hutang) biaya yang diamortisasi. Aktiva
lancar atau jangka panjang
Metode ekuitas atau konsolidasi Investasi pada awalnya dicatatpendapatan diakui sebesar laba rugi
(ekuitas) sebagai biaya, secara periodikinvestee yang dilaporkan sesudah
disesuaikan dengan bagiantanggal investasi
investor atas laba rugi investee,
dan dikurangi semua dividen
yang diterima. Jangka panjang
PIUTANG
Menurut Zaki Baridwan, piutang adalah Tagihan pada pihak lain (debitur) atau
langganan sebagai akibat dari penjualan barang barang atau jasa jasa yang dilakukan
secara kredit atau memberikan pinjaman kepada karyawan, member uang muka pada anak
perusahaan atau penjualan aktiva tetap.

Klasifikasi Piutang menurut IAI dalam PSAK no.09 Paragraf 07e: a. Piutang dagang
b. Piutang wesel c. Piutang lain lain Piutang dagang: Piutang dagang menunjukkan piutang
yang timbul dari penjualan barang - barang atau jasa jasa yang dihasilkan oleh perusahaan
secara kredit. Piutang dicatat dengan mendebit akun piutang dagang. Piutang dagang
semacam ini normalnya diperkirakan akan tertagih dalam periode waktu yang relatif pendek,
seperti 30 atau 60 hari sehingga dikelompokkan dalam aktiva lancar.

Weygandt, Kimmel, dan Kieso (2010) memberikan definisi atau pengertian piutang
adalah jumlah yang dapat ditagih/diklaim dari seseorang atau perusahaan lain yang
diharapkan akan dilunasi dengan kas.

Standar akuntansi, baik SAK maupun IFRS, memperlakukan piutang sebagai instrumen
keuangan, yaitu aset keuangan, yang pengakuan dan pengukurannya diatur dalam PSAK
55/IAS 39, sedangkan penyajiannya diatur dalam PSAK 50/IAS 32 dan PSAK 1/IAS 1.

Piutang umumnya mencakup:

Piutang usaha, adalah jumlah yang akan dibayar oleh kustomer sebagai akibat dari
penjualan barang dan jasa. Piutang usaha umumnya diselesaikan dalam jangka pendek
(kurang dari satu tahun atau dalam siklus operasi normal).

Perlakuan piutang tak tertagih bisa dilakukan dengan salah satu dari dua metode berikut:

1. Metode penghapusan langsung. Metode penghapusan langsung secara teoretis


lemah dengan alasan:
o Tidak mempertemukan beban dengan pendapatan/penghasilan.

o Piutang tidak dilaporkan dengan nilai realisasi neto.

o Tidak diterima dalam praktik pelaporan keuangan (tidak sesuai dengan standar
akuntansi keuangan).

2. Metode cadangan. Metode dadangan melibatkan estimasi kerugian piutang.


o Lebih baik dalam hal mempertemukan beban dengan pendapatan/penghasilan.

o Piutang dinyatakan dengan nilai realisasi neto.

o Sesuai dengan standar akuntansi keuangan.

Piutang wesel atau pinjaman yang diberikan, adalah klaim yang didasari oleh
instrumen kredit yang secara resmi diterbitkan sebagai bukti utang. Pinjaman yang
diberikan bisa berupa kontrak pinjaman jangka panjang atau jangka pendek (lancar).

Piutang lain, adalah piutang non-dagang (misalnya, piutang bunga, pinjaman


kepada pejabat perushaan, uang muka kepada karyawan, dan pengembalian PPh).
PERSEDIAAN
Persediaan diatur dalam PSAK 14.

A. TUJUAN

Untuk mengatur perlakuan akuntansi untuk persediaan. Permasalahan pokok dalam


akkuntansi peresediaan adalah penetuan jumlah biaya yang diakui sebagai aset dan
perlakuan akuntansi selanjutnya atas aset tersebut sampai pendapatan diakui. Pernyataan
ini menyediakan dalam menentukan biaya, pengakuan biaya, nilai realisasi neto dan
rumus biaya.

B. RUANG LINGKUP

1. Pernyataan ini diterapkan untuk sema persediaan kecuali:

a) Pekerjaan yang timbul dalam kontrak konstruksi, termasuk dalam kontrak jasa
yang terkait langsung (PSAK 34: Kontrak Konstruksi)
b) Instrumen Keuangan (PSAK 50: Instrumen Keuangan: Penyajian, PSAK 55:
Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran)
2. Pernyataan ini tidak diterapkan untuk pengukuran persediaan yang dimiliki oleh:
a) Produsen produk agrikultur dan kehutanan, hasil agrikultur setelah panen, dan
mineral produk mineral, sepanjang persediaan tersebut diukur pada nilai realisasi
neto sesuai dengan praktik dalam industri tersebut. Jika persediaan diukur dalam
nilai realisasi neto, maka perubahan nilai tersebut diakui dalam laba rugi dalam
periode terjadinya.
b) Pialang pedagang komoditi yang mengukur persediannya pada nilai wajar
dikurangi biaya untuk menjual. Jika persediaan tersebut diukur pada nilai wajar
dikurangi biaya untuk menjual, maka perubahan nilai wajar dikurangi biaya
untuk menjual diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya.
3. Berikut adalah pengertian istilah yang digunakan dalam pernyataan ini:
a) Persediaan adalah aset:
- Tersedia untuk dijual dalam kegiatan biasa
- Dalam proses produksi untuk proses penjualan tersebut
- Dalam bentuk bahan atau perlengkapan untuk digunakan dalam proses
produksi atau pemberian jasa
b) Nilai realisasi neto
Adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya
penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat penjualan.

c) Nilai wajar
Adalah jumlah suatu aset dipertukarkan, atau liabilitas diselesaikan, antara
pihak-pihak yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan memadai dalam suatu
transaksi yang wajar.
C. PENGUKURAN PERSEDIAAN
Persediaan diukur berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi neto, mana yang lebih
rendah.
1. Biaya Persediaan
Meliputi semua biaya pembelian, biaya konversi, dan biaya lain yang timbul sampai
persediaan dalam kondisi dan lokasi saat ini.
2. Biaya Pembelian
Meliputi harga bel, bea impor, pajak lainnya, biaya pengangkutan, biaya penanganan, dan
biaya lainnya yang secara langsung dapat diatribusikan pada perolehan barang jadi,
bahan, dan jasa. Diskon dagang, rabat, dan hal lain yang serupa sikurangkan dalam
menentukan biaya pembelian.
3. Biaya Konversi
Meliputi biaya yang secara langsung terkait dengan unit yang diproduksi, misalnya biaya
tenaga kerja langsung. Termasuk juga alokasi sistematis overhead produksi tetap dan
variable. Overhead produksi tetap adalah biaya produksi tidak langsung yang relatif
konstan tanpa memperhatikan volume produksi yang dihasilkan. Overhead produksi
variable adalah biaya produksi tidak langsung yang berubah secara langsung mengikuti
perubahan volume produksi. Pengalokasian overhead produksi tetap ke biaya konversi
didasarkan pada kapasitas fasilitas produksi normal.
Overhead produksi variable dialokasikan pada unit produksi atas dasar penggunaan aktual
fasilitas produksi.

4. Biaya Lain
Hanya dimasukkan agar persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini. Contoh
biaya-biaya yang dikeluarkan dari biaya persediaan dan diakui sebagai beban dalam
periode terjadinya adalah:
o Jumlah pemborosan bahan, tenaga kerja, atau biaya produksi lainnya yang tidak
normal
o Biaya penyimpanan, kecuali biaya tersebut diperlukan dalam proses produksi sebelum
dilanjutkan pada tahap produksi berikutnya
o Biaya administrasi dan umum yang tidak memberikan kontribusi untuk membuat
persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini
o Biaya penjualan

5. Biaya Persediaan Pemberi Jasa


Pemberi jasa mengukur persediaannya tersebut pada biaya produksinya, yang meliputi
biaya tenaga kerja dan biaya personalia lainnya yang secara langsung menangani
pemberian jasa. Biaya yang terkait dengan penjualan dan administrasi tidak termasuk
sebagai biaya persediaan tetapi diakui sebagai beban pada periode terjadinya.

6. Teknik Pengukuran Biaya


Metode biaya standar atau metode eceran, demi kemudahan dapat digunakan jika hasilnya
mendekati biaya. Biaya standar memperhitungkat tingkat normal penggunaan bahan dan
perlengkapan, tenaga kerja, efisiensi dan utilitas kapasitas. Metode eceran seringkali
digunakan dalam industri eceran untuk mengukur persediaan yang variasinya demikian
banyak dan cepat berubah, serta memiliki marjin yang sehingga tidak praktis
menggunakan metode penetapan biaya lainnya.

7. Rumus Biaya
Biaya persediaan yang secara umum tidak dapat ditukar dengan persediaan lain dan
barang atau jasa yang dihasilkan dan dipisahkan untuk proyek tertentu diperhitungkan
berdasarkan identifikasi khusus terhadap biayanya masing-masing. Biaya persediaan,
kecuali yang ditulis dalam paragraf sebelumnya, harus dihitung dengan menggunakan
rumus biaya masuk pertama keluar pertama (MPKP) atau rata-rata tertimbang. Entitas
menggunakan rumus biaya yang sama terhadap semua persediaan yang memiliki sifat dan
kegunaan yang sama. Untuk persediaan yang memiliki sifat dan kegunaan yang berbeda,
rumus biaya yang berbeda diperkenankan. Formula MPKP mengasumsikan unit
persediaan yang pertama dibeli akan dijual atau digunakan terlebih dahulu sehingga unit
yang tertinggal dalam persediaan akhir adalah yang dibeli atau diproduksi kemudian.
Dalam rumus biaya rata-rata tertimbang, biaya setiap unit ditentukan berdasarkan biaya
rata-rata tertimbang dari unit yang serupa pada awal periode dan biaya unit yang serupa
yang dibeli atau diproduksi selama suatu periode.

8. Nilai Realisasi Neto


Praktik penurunan nilai persediaan dibawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi neto
konsisten dengan pandangan bahwa aset seharusnya tidak dinyatakan melebihi perkiraan
jumlah yang dapat direalisasi dari penjualan atau penggunaanya. Nilai persediaan
biasanya diturunkan ke nilai realisasi neto secara terpisah untuk setiap unit dalam
persediaan, namun ada yang dalam kelompok unit yang serupa atau berkaitan. Estimasi
nilai realisasi neto mempertimbangkan fluktuasi haega atau biaya yang langsung terkait
dengan peristiwa yang terjadi setelah akhir periode sepanjang peristiwa tersebut
menegaskan kondisi yang ada pada akhir periode, dan juga mempertimbangkan tujuan
pengadaan persediaan yang dimiliki. Suatu penilaian baru dilakukan atas nilai realisasi
neto pada setiap periode berikutnya. Ketika terdapat bukti yang jelas terhadap
peningkatan nilai realisasi neto karena perubahan keadaan ekonomi, maka jumlah
penurunan nilai harus dibalik sehingga jumlah tercatan yang baru dari persediaan adalah
yang terendah dari persediaan yang dicatat sebesar nilai realisasi neto yang telah direvisi.

D. ENGAKUAN SEBAGAI BEBAN


Jika persediaan dijual, maka jumlah tercatat prsediaan tersebut diakui sebagai beban
pada periode diakuinya pendapatan atas penjualan tersebut. Setiap penurunan nilai
persediaan dibawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi neto dan seluruh kerugian
persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian
tersebut. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan
kembali nilai realisasi neto. Diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban
persediaan pada periode terjadinya pemulihan tersebut. Beberapa persediaan dapat
dialokasikan ke pos aset lainnya.
E. PENGUNGKAPAN
Laporan keuangan mengungkapkan:
1. Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam pengukuran persediaan, termasuk rumus
biaya yang digunakan
2. Total jumlah tercatat persediaan dan jumlah tercatat menurut klasifikasi yang sesuai
bagi entitas
3. Jumlah tercatat persediaan dan jumlah dicatat dengan nilai wajar dikurangi biaya
untuk menjual
4. Jumlah persediaan yang diakui sebagai beban selama periode berjalan
5. Jumlah setiap penurunan nilai yang diakui sebagai pengurang jumlah persediaan yang
diakui sebagai beban dalam periode berjalan
6. Jumlah dari setiap pemulihan dari setiap penurunan nilai yang diakui sebagai
pengurang jumlah persediaan yang diakui sebagai beban dalam periode berjalan
7. Kondisi atau peristiwa penyebab terjadinya pemulihan nilai persediaan yang
diturunkan
8. Jumlah tercatat persediaan yang diperuntukkan sebagai jaminan liabilitas
Beberapa entitas mengadopsi suatu format laba rugi yang mengakibatkan
jumlah yang diungkapkan adalah selain biaya persediaan yang diakui sebagai beban
selama periode yang bersangkutan. Dalam kasus ini, entitas mengungkapkan biaya
yang diakui sebgai beban untuk bahan baku dan bahan habis pakai, biaya tenaga
kerja, dan biaya lainnya bersama-sama dengan perubahan jumlah neto persediaan
pada periode tersebut.
PPE (PLANT, PROPERTY, EQUIPMENT)
PPE diatur dalam PSAK 16 tentang asset tetap, berikut isi ringkasan PSAK 16
A. TUJUAN
Untuk mengatur perlakuan akuntansi untuk persediaan. Permasalahan pokok dalam
akkuntansi peresediaan adalah penetuan jumlah biaya yang diakui sebagai aset dan perlakuan
akuntansi selanjutnya atas aset tersebut sampai pendapatan diakui. Pernyataan ini
menyediakan dalam menentukan biaya, pengakuan biaya, nilai realisasi neto dan rumus
biaya.
B. RUANG LINGKUP
1. Pernyataan ini diterapkan untuk sema persediaan kecuali:
a) Pekerjaan yang timbul dalam kontrak konstruksi, termasuk dalam kontrak jasa yang
terkait langsung (PSAK 34: Kontrak Konstruksi)
b) Instrumen Keuangan (PSAK 50: Instrumen Keuangan: Penyajian, PSAK 55:
Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran)
2. Pernyataan ini tidak diterapkan untuk pengukuran persediaan yang dimiliki oleh:
a) Produsen produk agrikultur dan kehutanan, hasil agrikultur setelah panen, dan mineral
produk mineral, sepanjang persediaan tersebut diukur pada nilai realisasi neto sesuai
dengan praktik dalam industri tersebut. Jika persediaan diukur dalam nilai realisasi
neto, maka perubahan nilai tersebut diakui dalam laba rugi dalam periode terjadinya.
b) Pialang pedagang komoditi yang mengukur persediannya pada nilai wajar dikurangi
biaya untuk menjual. Jika persediaan tersebut diukur pada nilai wajar dikurangi biaya
untuk menjual, maka perubahan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual diakui
dalam laba rugi pada periode terjadinya.
3. Berikut adalah pengertian istilah yang digunakan dalam pernyataan ini:
a) Persediaan adalah aset:
- Tersedia untuk dijual dalam kegiatan biasa
- Dalam proses produksi untuk proses penjualan tersebut
- Dalam bentuk bahan atau perlengkapan untuk digunakan dalam proses
produksi atau pemberian jasa
b) Nilai realisasi neto
Adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya
penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat penjualan.
c) Nilai wajar
Adalah jumlah suatu aset dipertukarkan, atau liabilitas diselesaikan, antara pihak-
pihak yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan memadai dalam suatu
transaksi yang wajar.
C. PENGUKURAN PERSEDIAAN
Persediaan diukur berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi neto, mana yang lebih
rendah.
1. Biaya Persediaan
Meliputi semua biaya pembelian, biaya konversi, dan biaya lain yang timbul sampai
persediaan dalam kondisi dan lokasi saat ini.
2. Biaya Pembelian
Meliputi harga bel, bea impor, pajak lainnya, biaya pengangkutan, biaya penanganan,
dan biaya lainnya yang secara langsung dapat diatribusikan pada perolehan barang
jadi, bahan, dan jasa. Diskon dagang, rabat, dan hal lain yang serupa sikurangkan
dalam menentukan biaya pembelian.
3. Biaya Konversi
Meliputi biaya yang secara langsung terkait dengan unit yang diproduksi, misalnya
biaya tenaga kerja langsung. Termasuk juga alokasi sistematis overhead produksi
tetap dan variable. Overhead produksi tetap adalah biaya produksi tidak langsung
yang relatif konstan tanpa memperhatikan volume produksi yang dihasilkan.
Overhead produksi variable adalah biaya produksi tidak langsung yang berubah
secara langsung mengikuti perubahan volume produksi. Pengalokasian overhead
produksi tetap ke biaya konversi didasarkan pada kapasitas fasilitas produksi normal.
Overhead produksi variable dialokasikan pada unit produksi atas dasar penggunaan
aktual fasilitas produksi.
4. Biaya Lain
Hanya dimasukkan agar persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini. Contoh
biaya-biaya yang dikeluarkan dari biaya persediaan dan diakui sebagai beban dalam
periode terjadinya adalah:
a) Jumlah pemborosan bahan, tenaga kerja, atau biaya produksi lainnya yang tidak
normal
b) Biaya penyimpanan, kecuali biaya tersebut diperlukan dalam proses produksi
sebelum dilanjutkan pada tahap produksi berikutnya
c) Biaya administrasi dan umum yang tidak memberikan kontribusi untuk membuat
persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini
d) Biaya penjualan

5. Biaya Persediaan Pemberi Jasa


Pemberi jasa mengukur persediaannya tersebut pada biaya produksinya, yang meliputi
biaya tenaga kerja dan biaya personalia lainnya yang secara langsung menangani
pemberian jasa. Biaya yang terkait dengan penjualan dan administrasi tidak termasuk
sebagai biaya persediaan tetapi diakui sebagai beban pada periode terjadinya.
6. Teknik Pengukuran Biaya
Metode biaya standar atau metode eceran, demi kemudahan dapat digunakan jika
hasilnya mendekati biaya. Biaya standar memperhitungkat tingkat normal
penggunaan bahan dan perlengkapan, tenaga kerja, efisiensi dan utilitas kapasitas.
Metode eceran seringkali digunakan dalam industri eceran untuk mengukur
persediaan yang variasinya demikian banyak dan cepat berubah, serta memiliki marjin
yang sehingga tidak praktis menggunakan metode penetapan biaya lainnya.
7. Rumus Biaya
Biaya persediaan yang secara umum tidak dapat ditukar dengan persediaan lain dan
barang atau jasa yang dihasilkan dan dipisahkan untuk proyek tertentu diperhitungkan
berdasarkan identifikasi khusus terhadap biayanya masing-masing. Biaya persediaan,
kecuali yang ditulis dalam paragraf sebelumnya, harus dihitung dengan menggunakan
rumus biaya masuk pertama keluar pertama (MPKP) atau rata-rata tertimbang. Entitas
menggunakan rumus biaya yang sama terhadap semua persediaan yang memiliki sifat
dan kegunaan yang sama. Untuk persediaan yang memiliki sifat dan kegunaan yang
berbeda, rumus biaya yang berbeda diperkenankan. Formula MPKP mengasumsikan
unit persediaan yang pertama dibeli akan dijual atau digunakan terlebih dahulu
sehingga unit yang tertinggal dalam persediaan akhir adalah yang dibeli atau
diproduksi kemudian. Dalam rumus biaya rata-rata tertimbang, biaya setiap unit
ditentukan berdasarkan biaya rata-rata tertimbang dari unit yang serupa pada awal
periode dan biaya unit yang serupa yang dibeli atau diproduksi selama suatu periode.
8. Nilai Realisasi Neto
Praktik penurunan nilai persediaan dibawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi
neto konsisten dengan pandangan bahwa aset seharusnya tidak dinyatakan melebihi
perkiraan jumlah yang dapat direalisasi dari penjualan atau penggunaanya. Nilai
persediaan biasanya diturunkan ke nilai realisasi neto secara terpisah untuk setiap unit
dalam persediaan, namun ada yang dalam kelompok unit yang serupa atau berkaitan.
Estimasi nilai realisasi neto mempertimbangkan fluktuasi haega atau biaya yang
langsung terkait dengan peristiwa yang terjadi setelah akhir periode sepanjang
peristiwa tersebut menegaskan kondisi yang ada pada akhir periode, dan juga
mempertimbangkan tujuan pengadaan persediaan yang dimiliki. Suatu penilaian baru
dilakukan atas nilai realisasi neto pada setiap periode berikutnya. Ketika terdapat
bukti yang jelas terhadap peningkatan nilai realisasi neto karena perubahan keadaan
ekonomi, maka jumlah penurunan nilai harus dibalik sehingga jumlah tercatan yang
baru dari persediaan adalah yang terendah dari persediaan yang dicatat sebesar nilai
realisasi neto yang telah direvisi.

D. PENGAKUAN SEBAGAI BEBAN


Jika persediaan dijual, maka jumlah tercatat prsediaan tersebut diakui sebagai beban
pada periode diakuinya pendapatan atas penjualan tersebut. Setiap penurunan nilai
persediaan dibawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi neto dan seluruh kerugian
persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian
tersebut. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan
kembali nilai realisasi neto. Diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban
persediaan pada periode terjadinya pemulihan tersebut. Beberapa persediaan dapat
dialokasikan ke pos aset lainnya.

E. PENGUNGKAPAN
Laporan keuangan mengungkapkan:
1. Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam pengukuran persediaan, termasuk rumus
biaya yang digunakan
2. Total jumlah tercatat persediaan dan jumlah tercatat menurut klasifikasi yang sesuai
bagi entitas
3. Jumlah tercatat persediaan dan jumlah dicatat dengan nilai wajar dikurangi biaya
untuk menjual
4. Jumlah persediaan yang diakui sebagai beban selama periode berjalan
5. Jumlah setiap penurunan nilai yang diakui sebagai pengurang jumlah persediaan yang
diakui sebagai beban dalam periode berjalan
6. Jumlah dari setiap pemulihan dari setiap penurunan nilai yang diakui sebagai
pengurang jumlah persediaan yang diakui sebagai beban dalam periode berjalan
7. Kondisi atau peristiwa penyebab terjadinya pemulihan nilai persediaan yang
diturunkan
8. Jumlah tercatat persediaan yang diperuntukkan sebagai jaminan liabilitas
Beberapa entitas mengadopsi suatu format laba rugi yang mengakibatkan jumlah yang
diungkapkan adalah selain biaya persediaan yang diakui sebagai beban selama periode yang
bersangkutan. Dalam kasus ini, entitas mengungkapkan biaya yang diakui sebgai beban untuk
bahan baku dan bahan habis pakai, biaya tenaga kerja, dan biaya lainnya bersama-sama
dengan perubahan jumlah neto persediaan pada periode tersebut.

Anda mungkin juga menyukai