Anda di halaman 1dari 38

Analisa Kelayakan Proyek

Simon Patabang, MT.

Universitas Atma Jaya Makassar


Pendahuluan

Studi kelayakan dan evaluasi proyek


bertujuan menilai kelayakan suatu proyek.
Hasil penilaian digunakan sebagai bahan
pertimbangan bagi pengambil keputusan
untuk menolak atau menerima proyek yang
direncanakan.
Penilaian proyek didasarkan pada aspek
ekonomi, teknis, finansial, pemasaran,
organisasi, dan aspek manajemen.
Metode Analisis Kelayakan Proyek

1. Net Present Value Analysis


2. Net Annual Worth Analysis (EUA)
3. Internal Rate of Return Analysis
4. Incremental Analysis
5. Pay Back Period Analysis

Lakukan analisis kelayakan proyek untuk


kasus berikut :
Kasus
Dengan bertambahnya beban listrik, maka Universitas Atma
Jaya akan membeli sebuah Generator untuk memenuhi
kebutuhan emergensi dan kekurangan Daya Listrik. Ada 5
penawaran yang masuk dari perusahaan A, B, C, D, dan E.
Umur teknis dari semua alternatif 20 tahun tanpa nilai sisa.
Data biaya masing-masing perusahaan seperti pada tabel.
Jika MARR = 6%, Generator dari perusahaan manakah yang
sebaiknya dipilih ?
Biaya A B C D E
Harga ($) 4.000 2.000 6.000 1.000 9.000
Laba/ Tahun ($) 639 410 761 117 785
1. Net Present Value Analysis

Net present value adalah Nilai penghasilan bersih dari


present value aliran kas masuk dikurangi dengan
present value aliran kas keluar.

Rumus : NPV = PVPemasukan PVPengeluaran

Keputusan investasi adalah sebagai berikut ini.


NPV > 0 usulan investasi diterima
NPV < 0 usulan investasi ditolak
Nilai Bersih Sekarang (NPV)

Generator Perusahaan A
NPV = US$ 639 (P/A,6%,20) US$4.000
NPV = US$ 639 (11,4699) US$4.000
NPV = US$ 7.330 US$ 4.000
NPV = $3.330
Generator Perusahaan B
NPV = US$ 410 (P/A,6%,20) US$2,000
NPV = US$ 410 (11,4699) US$2.000
NPV = US$ 4.700 US$2.000
NPV =US$2.700

Generator Perusahaan C :
NPV = US$ 761 (P/A,6%,20) US$6000
NPV = US$ 761 (11,4699) US$6.000
NPV = US$ 8.730 US$6.000
NPV = US$2.730
Generator Perusahaan D :
NPV = US$ 117 (P/A,6%,20) US$1.000
NPV = US$ 117 (11,4699) US$1.000
NPV = US$ 1.340 US$1.000
NPV =US$340

Generator Perusahaan E :
NPV = US$ 785 (P/A,6%,20) US$9.000
NPV = US$ 785 (11,4699) US$9.000
NPV = US$ 9.000 US$9.000
NPV = US$0
Kesimpulan
1. GA NPV = $3.330
2. GB NPV = US$2.700
3. GC NPV = US$2.730
4. GD NPV = US$340
5. GE NPV = US$0

Generator A,B, C, D : NPV > 0 Layak


Generator E : NPV<=0 Tidak layak
2. Net Equvalen Uniform Annual (Net EUA)
Net EUA adalah Nilai penghasilan bersih dari
Annual Worth (Nilai tahunan) dimana aliran kas
masuk dikurangi dengan aliran kas keluar.

Rumus :
Net EUA = EUA Pemasukan EUA Pengeluaran

Kriteria :
Net EUA < 0 (negatif) : Tidak layak
Net EUA > 0 (positif ) : Layak
2. Metode Net EUA (Nilai Bersih Tahunan)

Generator Perusahaan A :

Net EUA = A P(A/P,6%,20)


Net EUA = US$ 639 US$4.000 (0,087185)
Net EUA = US$ 639 US$349
Net EUA = US$ 290

Generator Perusahaan B :
Net EUA = US$ 410 US$2.000 (0,087185)
Net EUA = US$ 410 US$174
Net EUA = US$ 236
Generator Perusahaan C:
Net EUA = US$ 761 US$6.000 (0,087185)
Net EUA = US$ 761 US$523
Net EUA = US$ 238

Generator Perusahaan D :
Net EUA = US$ 117 US$1.000 (0,087185)
Net EUA = US$ 117 US$87
Net EUA = US$ 30

Generator Perusahaan E:
Net EUA = US$ 785 US$9.000(0,087185)
Net EUA = US$ 785 US$785
Net EUA = US$ 0
Kesimpulan
1. GA Net EUA = US$ 290
2. GB Net EUA = US$ 236
3. GC Net EUA = US$ 238
4. GD Net EUA = US$ 30
5. GE Net EUA = US$ 0

Generator A,B, C, D : Net EUA > 0 Layak


Generator E : Net EUA <=0 Tidak layak
3. Internal Rate of Return (IRR)
IRR adalah tingkat diskonto (suku bunga) yang
membuat besarnya aliran kas masuk sama
dengan aliran kas keluar.
Artinya berapakah suku bunga (i%) yang dapat
menyebabkan besarnya aliran kas masuk sama
dengan aliran kas keluar.

Keputusan investasi:
1. IRR MARR , proyek layak
2. IRR < MARR, proyek tidak layak
IRR dengan Metode Nilai Sekarang (Present Value)

Generator Perusahaan A :
US$ 639 (P/A,i%,20) = US$4.000
(P/A,i%,20) = US$4.000 /US$639
(P/A,i%,20) = 6,2598
Jadi IRR 15%

Generator Perusahaan B :
US$ 410 (P/A,i%,20) = US$4.000
(P/A,i%,20) = US$2.000 / US$410
(P/A,i%,20) = 4,8780
Jadi IRR B 20%
Generator Perusahaan C :
US$ 761 (P/A,i%,20) = US$6.000
(P/A,i%,20) = US$6.000 / US$761
(P/A,i%,20) = 7,884
Jadi IRR C 11%

Generator Perusahaan D :
US$ 117(P/A,i%,20) = US$1.000
(P/A,i%,20) = US$1.000 / US$117
(P/A,i%,20) = 8,5470
Jadi IRR 10%
Generator Perusahaan E :
IRR US$ 785 (P/A,i%,20) = US$9.000
(P/A,i%,20) = US$9.000 : US$785
(P/A,i%,20) = 11,4650
Jadi IRR 6 %
Kesimpulan
1. GA IRR 15%
2. GB IRR 20%
3. GC IRR 11%
4. GD IRR 10%
5. GE IRR 6 %

MARR = 6%
Generator A,B, C, D : IRR > MARRLayak
Generator E : IRR <=0 Tidak layak
4. Incremental Analysis
Analisis Inkrimental digunakan dalam mengambil
keputusan untuk menentukan salah satu pilihan
terbaik dari beberapa alternatif proyek.
Dalam hal ini ada hanya satu alternatif yang harus
dipilih yang menyebabkan alternatif lainnya tidak
dipilih.
Masalah pengambilakan keputusan pada Metode
NPV, Net EUA, dan IRR dapat ditasi dengan
menggunakan analisis inkrimental.
Kriteria Pengambilan Keputusan :

IRR > MARR :


Pilih Proyek dengan biaya investasi lebih besar

IRR< MARR :
Pilih Proyek dengan biaya investasi lebih kecil
Analisa Inkrimental
1. Tabelkan hasil analisis NPV, Net EUA, dan IRR
2. Lanjutkan analisis dengan menggunakan
aturan metode Inkrimental.
Kriteria A B C D E
NPV ($) 3.333 2.700 2.730 340 0
NEUA ($) 290 236 238 30 0
IRR
15% 20% 11% 10% 6%
Individu
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa
Perusahaan A memberikan hasil NPV dan
Net EUA yang terbesar, tetapi berdasarkan
perbandingan IRR, maka Perusahaan B
jauh lebih menarik.
Hal ini pengambilan keputusan menjadi
tidak konsisten, apakah memilih A atau B.
Analisis Inkrimental, dengan langkah-langkah sebagai
berikut :
1. Urutkan alternatif berdasarkan nilai investasinya,
dari alternatif yang memiliki investasi terkecil
sampai dengan alternatif dengan investasi terbesar.
Sehingga urutannya menjadi D,B,A,C,E

Kriteria D B A C E
Harga ($) 1.000 2.000 4.000 6.000 9.000
Biaya/ Tahun ($) 117 410 639 761 785
IRR Individu 10% 20% 15% 11% 6%

Alternatif E bisa diabaikan /ditolak karena IRR-nya


paling kecil dan sama dengan MARR
2. Bandingkan antara 2 alternatif terkecil
pertama, kemudian hitunglah IRR
Incremental-nya.
3. Bandingkan IRR Inkremental (IRR) dengan
MARR.
4. Jika IRR > MARR pilih alternatif yang
memiliki nilai investasi lebih besar, dan jika
sebaliknya (IRR < MARR) pilih alternatif
yang memiliki nilai investasi lebih kecil.
5. Ulangi langkah 2 sampai dengan 4,
sehingga dapat diketahui alternatif mana
yang harus dipilih.

Kriteria B-D A-B C-A


Harga ($) 1.000 2.000 2.000
Aliran Kas/
293 229 122
Tahun ($)
Hitung IRR untuk NPV = 0 dengan
interpolasi jika IRR yang dicari tidak ada dalam
tabel.

NPV = Pendapatan - Pengeluaran


NPV = 0 IRR = ?
Bandingkan B dengan D

Untuk B D :
NPV (B-D) = A(P/A,i%,n) P
0 = 293(P/A,i%,20) 1000 IRR = 29% >MARR.

Kesimpulan :

Pilih B karena investasinya lebih besar


Bandingkan A dengan B

Untuk A-B :

NPV (A -B) = A(P/A,i%,n) P


0 = 229(P/A,i%,20) 2000 IRR = 10%>MARR

Kesimpulan :
Pilih A karena investasinya lebih besar
Bandingkan A dengan C

Untuk C A :

NPV (C-A) = A(P/A,i%,n) P


0 = 122(P/A,i%,20) 2000 IRR = 2% <MARR

Kesimpulan :
Pilih A karena investasinya lebih kecil
Kriteria B-D A-B C-A
Harga ($) 1.000 2.000 2.000
Aliran Kas/
293 229 122
Tahun ($)
IRR 29% 10% 2%
Keputusan :
Suku bunga bank MARR = 6%
1. B dan D : IRR = 29% > MARR
Pilih B karena investasinya lebih besar
2. A dan B : IRR = 10 % > MARR
Pilih A karena investasinya lebih besar
3. C dan A : IRR = 2 % < MARR
Pilih A karena investasinya lebih kecil

Berdasarkan analisis inkrimen antara A dan B,


memberikan IRR =10% > MARR. Maka Perusahaan A
yang harus dipilih karena investasinya lebih besar.
6. Pay Back Period Analysis

Payback period digunakan untuk menganalisis


seberapa lama modal investasi akan kembali.
Semakin pendek jangka waktu kembalinya
investasi semakin baik suatu investasi
Kriteria pengambilan keputusan :
1. PBP > Waktu Preferensi : Investasi Tidak
Layak.
2. PBP < Waktu Preferensi : Investasi Layak
Rumus periode pengembalian jika arus kas per
tahun jumlahnya berbeda :
a b
PBP n x1Tahun
c b
n = Tahun terakhir dimana jumlah arus kas masih
belum bisa menutup investasi mula-mula

a = Jumlah investasi mula-mula


b = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke n
c = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke n + 1
Rumus periode pengembalian jika arus kas per
tahun jumlahnya sama :

InvestasiAwal
PBP x1Tahun
ArusKas
Contoh
Suatu usulan proyek investasi senilai Rp. 600 juta
dengan umur ekonomis 5 tahun, Syarat periode
pengembalian 2 tahun, dengan tingkat bunga 12%
per tahun, dan arus kas pertahun adalah :

Tahun 1 RP. 300 juta


Tahun 2 Rp. 250 juta
Tahun 3 Rp. 200 juta
Tahun 4 Rp. 150 juta
Tahun 5 Rp. 100 juta
Penyelesaian
N = 2, a = Rp. 600jt, b= Rp. 550jt, c= Rp. Rp.750jt.
Arus Kas Kumulatif

600 550
PeriodePen gembalian 2 x1tahun
750 550
Payback period = 2,25 tahun atau 2 tahun 3 bulan

Periode pengembalian lebih dari yang


disyaratkan oleh perusahaan maka usulan
proyek investasi ini di tolak
Sekian