Anda di halaman 1dari 2

3.

Metode Umur Fraksi

Jika laju (r) tergantung pada konsentrasi dari satu reaktan saja untuk suatu usaha, n, hal ini akan
sesuai dengan persamaan 2.27 berikut:
1
1/2 [ 1
0]

Sehingga orde reaksi pertama dan kedua memiliki waktu paruh yang tidak bergantung dan
berbanding terbalik dengan konsentrasi awal [A0], masing-masing. Campuran stoikiometri dari
reaksi dimana sebuah orde reaksi (n) juga dapat didefinisikan memenuhi persamaan 2.28.
sehingga dalam campuran stoikiometri, konsentrasi reatan selalu seperti:
[] [] []
= = etc

Dan, jika hukum laju reaksi diberikan:


= [] [] []
Dengan mengganti [B] dan [C] dengan b[A]/a dan c[A]/a, maka persamaan manjadi:

= []

Sehingga
1
1/2 [ 1
0]

Bila ditulis dalam bentuk logaritma akan menjadi:


log10 1 = (1 ) log 10 [0 ] +
2

Dimana c adalaha konstanta. Sehingga plot dari log10t1/2 versus log10[A0] akan memberi
kemiringan dari (1-n) ketika diaplikasikan pada reaksi yang tergantung pada konsentrasi dari
satu reaktan saja atau untuk reaksi dari campuran stoikiometri.
Seperti sebuah contoh dari metode umur fraksi pada konversi para-hidrogen menuju orto-
hidrogen. Orto dan para-hidrogen merupakan dua bentuk dari moekul diatomik H2 dimana spin
inti pada inti atom hidrogen berada pada posisi masing-masing paralel dan berkebalikan.
Konversi ini terjadi dengan waktu paruh yang diberikan di bawah ini pada tekanan awal dari
para-hidrogen, P0
P0/mmHg 50 100 200 400
t1/2/S 648 450 318 222

Jika tekanan parsial dari para hidrogen terletak tegak lurus dengan konsentrasi, seperti
log10[A0] = log10P0 + J
dimana J konstan, seperti persamaan 2.29 yang diplot dengan log10t1/2 versus log10P0
akan memberi kemiringan dari (1-n). Data percobaan yang diplot pada gambar 7 dan
kemiringan dari garis lurus didapat -0,51. Sehingga orde reaksi adalah 1,51 atau 3/2 dengan
experimental error.
Gambar 7
Pada metode umur fraksi, fraksi lain dari setengah dapat digunakan. Sehingga
persamaan yang didapat adalah t1/y, waktu yang diambil untuk fraksi 1/y untuk mereaksikan
t1/y sama dengan waktu yang diambil pada konsentrasi awal [A0] untuk diturunkan menjadi
[A0](1-1/y). Seperti persamaan 2.26 berikut (n1)
1
1/ [ 1
0]

Sehingga plot dari log10t1/y versus log10[A0] memiliki kemiringan (1-n) terlepas dari
nilai fraksi. Ketika n = 1, dsubstitusikana ke persamaan 2.12 akan menjadi persamaan 2.30:
ln{/(1)}
{1/ = }

Dalam mengukur umur fraksi pada jalan terpisah dengan konsentrasi awal yang
berbeda, memungkinkan untuk mengukur pada jalan tunggal dengan pengambilan waktu untuk
fraksi yang bereaksi. Konsentrasi pada akhir periode waktu dapat dikatakan sebagai
konsentrasi awal untuk interval waktu selanjutnya dan seterusnya. Misalnya hidrolisis sukrosa
C12H22O11 + H2O C6H12O6 + C6H12O6
Hidrolisis sukrosa tersebut dapat diikuti dengan mengobservasi perubahab pada
aktivitas optik dari larutan. Waktu yang diambil untuk konsentrasi sukrosa untuk menurunkan
dengan fraksi berurutan dari 1/s sebagai beriut:
[sukrosa]/mol dm-3 1.00 0.80 0.64 0.512
Waktu/menit 0 63.5 127.0 190.5

Masing-masing fraksi berurutan membutuhkan waktu sebesar 63,5 menit. t1/s


merupakan konsentrasi yang tidak bergantung, dan oleh karena itu reksi merupakan orde 1.
Konstanta laju reaksi dapat dievaluasi dari
5/4
1/ = = 63,5

Maka k = 5,9 X 10-5 s-1