Anda di halaman 1dari 15

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

KESEBANGUNAN DAN KEKONGRUENAN

OLEH:

Muhammad Nurfauzan (14301241015)


Adelina Diah Rahmawati (14301241029)
Desinta Armiani (14301241041)
Irsyad Fikri (14301244003)
Pendidikan Matematika A 2014

FAKTULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2016
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Satuan Pendidikan : SMP

Mata Pelajaran : Matematika

Kelas/Semester : IX/ 5

Materi Pokok : Kesebangunan dan Kekongruenan

Alokasi Waktu : 8 x 40 Menit ( 4 x pertemuan )

A. Kompetensi Inti
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (factual, konseptual, dan procedural)
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya
terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah
dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang / teori.

B. Kompetensi Dasar
3.6 Menjelaskan dan menentukan kesebangunan dan kekongruenan antar bangun datar .
4.6 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kesebangunan dan kekongruenan
antar bangun datar.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


3.6.1 Menyebutkan syarat-syarat kesebangunan bangun datar.
3.6.2 Menentukan dua bangun datar yang sebangun
3.6.3 Menghitung panjang sisi dan besar sudut dari dua bangun datar yang sebangun
3.6.4 Menyebutkan syarat-syarat kesebangunan segitiga.
3.6.5 Menghitung panjang sisi dan besar sudut dua segitiga yang sebangun
3.6.6 Menyebutkan syarat-syarat kekongruenan pada bangun datar..
3.6.7 Menentukan dua bangun datar yang kongruen.
3.6.8 Menghitung panjang sisi dan besar sudut dari dua bangun datar yang kongruen.
3.6.9 Menyebutkan syarat-syarat kekongruenan segitiga.
3.6.10 Menghitung panjang sisi dan besar sudut segitiga-segitiga yang kongruen.
4.6.1 Memberikan contoh yang berkaitan dengan penerapan kesebangunan atau
kekongruenan dalam kehidupan sehari hari.
4.6.2 Menyelsesaikan masalah yang berkaitan dengan kesebangunan atau
kekongruenan.

D. Tujuan Pembelajaran
1. Mengindetifikasi syarat-syarat kesebangunan pada bangun datar.
2. Mengidentifikasi syarat-syarat kekongruenan pada bangun datar
3. Mengidentifikasi syarat-syarat kesebangunan pada segitiga
4. Mengidentifikasi syarat-syarat kekongruenan pada segitiga.
5. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan penerapan kekongruenan dan
kesebangunan dalam kehidupan sehari-hari.

E. Materi pembelajaran
Pertemuan I
Kesebangunan pada bangun datar
Pertemuan II
Kekongruenan pada bangun datar
Pertemuan III
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan penerapan kesebangunan dan
kekongruenan dalam kehidupan sehari-hari.

F. Pendekatan dan Metode Pembelajaran


Pendekatan : Saintifik
Metode : Diskusi kelompok

G. Sumber Belajar dan Media Belajar


Sumber :
Subhan, winarni, dkk.2015.Matematika SMP/ MTS kelas IX Semester I.
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Politeknik Negeri Media
Kreatif.
Buku guru

Media :

LKS
Power Point
Alat Peraga

H. Kegiatan Pembelajarn
1. Pertemuan Pertama
a. Kegiatan Pendahuluan ( 10 menit )
Guru mengajak peserta didik berdoa dan mengecek kehadiran;
Guru melakukan apersepsi
Guru menyajikan indikator pencapaian tengang kesebangunan
Guru Menyampaiakan tujuan pembelajaran
b. Kegiatan Inti ( 60 menit )
Kesebangunan pada Bangun Datar
MENGAMATI
Secara berkelompok peserta didik mengamati Lembar Kegiatan Siswa
tentang kesebangunan pada bangun datar yang telah disediakan.
Peserta didik menuliskan hal-hal penting yang ingin diketahui dari hasil
pengamatan.

MENANYA

Melalui bimbingan guru peserta didik mengajukan pertanyaan-


pertanyaan yang berhubungan dengan kesebangunan pada bangun datar.
Misalnya sebagai berikut:
Apakah kesebangunan pada dua bangun datar memiliki
perbandingan yang sama?
Bagaimana cara kita menentukan bahwa kedua bangun datar
tersebut sebangun?

MENGUMPULKAN INFORMASI

Peserta didik mengumpulkan informasi atau data tentang kesebangunan


pada bangun datar dengan membaca buku siswa halaman 220 225,
untuk menjawab pertanyaan pertanyaan yang diajukan sebelumnya.
Melalui bimbingan guru peserta didik mengumpulkan informasi
menggunakan sumber belajar lain. Misalnya : buku perpustakaan yang
berkaitan dengan kesebangunan pada bangun datar.
Melalui bimbingan guru peserta didik melakukan diskusi kelompok
untuk mengumpulkan informasi dan memperkuat pemahaman tentang
syarat syarat kesebangunan pada bangun datar.

MENALAR / MENGASOSIASI

Peserta didik secara berkelompok mengolah informasi yang telah


terkumpul untuk menentukan sifat-sifat pada dua bangun yang
sebangun. (kegiatan LKS
Peserta didik menulis tentang syarat syarat kesebangunan bangun
datar .

MENGOMUNIKASIKAN

Melalui bimbingan guru, perwakilan kelompok mempresentasikan hasil


diskusi tentang kesebangunan bangun datar.
Peserta didik lain dan guru memberikan tanggapan terhadap presentasi
untuk melengkapi informasi dan memperkuat pemahaman konsep
tentang kesebangunan bangun datar.
Kesebangunan pada Segitiga
MENGAMATI
Melalui bimbingan guru peserta didik secara berkelompok mengamati
Lembar Kegiatan Siswa tentang kesebangunan pada segitiga.
Peserta didik melakukan perintah perintah yang tertera pada Lembar
Keja Siswa yang telah disediakan untuk kemudian mengamati dan
mengajukan pertanyaan- pertanyaan penting yang ingin diketahui dari
pengamatan tersebut.

MENANYA

Melalui bimbingan guru peserta didik mengajukan pertanyaan-


pertanyaan yang berhubungan dengan kesebangunan pada segitiga.
Misalnya:
1. Bagaimana cara menetukan kesebangunan pada segitiga?
2. Syarat apa sajakah yang harus dipenuhi agar dua segitiga dapat
diakatakan sebangun ?

MENGUMPULKAN INFORMASI

Peserta didik mengumpulkan informasi atau data tentang kesebangunan


pada segitiga dengan membaca buku siswa halaman 220 225, untuk
menjawab pertanyaan pertanyaan yang diajukan sebelumnya.
Melalui bimbingan guru peserta didik saling bertukar informasi untuk
menguatkan pemhahaman tentang konsep kesebangunan pada bangun
datar.

MENALAR / MENGASOSIASI

Peserta didik mengolah informasi yang telah terkumpul untuk


menentukan sifat-sifat pada dua bangun yang sebangun. (kegiatan LKS
Peserta didik menulis berbagai kesimpulan tentang Kesebangunan
bangun datar dan dua segitiga yang sebangun.

MENGOMUNIKASIKAN

Melalui bimbingan guru, perwakilan kelompok mempresentasikan hasil


diskusi tentang kesebangunan bangun datar.
Peserta didik lain dan guru memberikan tanggapan terhadap presentasi
untuk melengkapi informasi dan memperkuat penanaman konsep tenatng
kesebangunan bangun datar.
c. Kegiatan Penutup (10 menit)
Dengan bantuan guru, peserta didik membuat kesimpulan tentang
kesebangunan pada bangun datar dan kesebangunan pada segitiga.
Peserta didik dan guru melakukan refleksi tentang kegiatan pembelajaran
sebagai umpan balik.
Guru melakukan evaluasi selama proses pembelajaran berlangsung.
Guru memberikan tugas-tugas yang berkaitan dengan kesebangunan pada
bangun datar dan kesebangunan pada dua segitiga.
Guru menginformasikan materi pembelajaran yang akan dipelajari pada
pertemuan berikutnya yaitu tentang kekongruenan pada bangun datar dan
kekongruenan pada segituga. .
2. Pertemuan Kedua
a. Kegiatan Pendahuluan ( 10 menit )
Guru mengajak peserta didik berdoa dan mengecek kehadiran;
Guru melakukan apersepsi
Guru menyajikan indikator pencapaian tentang kekongruenan.
Guru Menyampaiakan tujuan pembelajaran
b. Kegiatan Inti ( 60 menit )
Kekongruenan pada Bangun Datar
MENGAMATI
Secara berkelompok peserta didik mengamati Lembar Kegiatan Siswa
tentang kekongruenan pada bangun datar yang telah disediakan.
Peserta didik menuliskan hal-hal penting yang ingin diketahui dari hasil
pengamatan.

MENANYA

Melalui bimbingan guru peserta didik mengajukan pertanyaan-


pertanyaan yang berhubungan dengan kekongruenan pada bangun datar.

MENGUMPULKAN INFORMASI

Peserta didik mengumpulkan informasi atau data tentang kekongruenan


pada bangun datar dengan membaca buku siswa halaman 120-133 ,
untuk menjawab pertanyaan pertanyaan yang diajukan sebelumnya.
Melalui bimbingan guru peserta didik saling bertukar informasi tentang
kekongruenan pada bangun datar.

MENALAR / MENGASOSIASI

Peserta didik mengolah informasi yang telah terkumpul untuk


menentukan sifat-sifat pada dua bangun datar yang kongruen. (kegiatan
LKS
Peserta didik menulis berbagai kesimpulan tenatng Kekongruenan
bangun datar.

MENGOMUNIKASIKAN

Melalui bimbingan guru, perwakilan kelompok mempresentasikan hasil


diskusi tentang kekongruenan pada bangun datar.
Peserta didik lain dan guru memberikan tanggapan terhadapa presentasi
untuk melengkapi informasi dan memperkuat penanaman konsep tenatng
kekongruenan pada bangun datar.
Kekongruenan pada Segitiga
MENGAMATI
Secara berkelompok peserta didik mengamati Lembar Kegiatan Siswa
tentang kekongruenan pada segitiga yang telah disediakan.
Peserta didik menuliskan hal-hal penting yang ingin diketahui dari hasil
pengamatan.

MENANYA

Melalui bimbingan guru peserta didik mengajukan pertanyaan-


pertanyaan yang berhubungan dengan kekongruenan pada segitiga.

MENGUMPULKAN INFORMASI

Peserta didik mengumpulkan informasi atau data tentang kekongruenan


pada segitga dengan membaca buku siswa halaman , untuk menjawab
pertanyaan pertanyaan yang diajukan sebelumnya.

MENALAR / MENGASOSIASI
Peserta didik mengolah informasi yang telah terkumpul untuk
menentukan sifat-sifat pada dua bangun datar yang kongruen. (kegiatan
LKS
Peserta didik menulis berbagai kesimpulan tenatng Kekongruenan
bangun datar .

MENGOMUNIKASIKAN

Melalui bimbingan guru, perwakilan kelompok mempresentasikan hasil


diskusi tentang kekongruenan pada bangun datar.
Peserta didik lain dan guru memberikan tanggapan terhadapa presentasi
untuk melengkapi informasi dan memperkuat penanaman konsep tenatng
kekongruenan pada bangun datar.
c. Kegiatan Penutup (10 menit)
Dengan bantuan guru, peserta didik membuat kesimpulan tentang
kekongruenan pada bangun datar dan kekongruenan pada segitiga.
Peserta didik dan guru melakukan refleksi tentang kegiatan pembelajaran
sebagai umpan balik.
Guru melakukan evaluasi pembelajaran
Guru memberikan tugas-tugas yang berkaitan dengan kekongruenan pada
bangun datar dan kekongruenan pada segitiga.
Guru menginformasikan materi pembelajaran yang akan dipelajarai pada
pertemuan berikutnya yaitu tentang menentukan panjang sisi dan besar sudut
dua bangun yang sebangun dan kongruen, serta penerapan kesebangunan dan
kekongruenan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Pertemuan Ketiga
a. Kegiatan Pendahuluan ( 10 menit )
Guru mengajak peserta didik berdoa dan mengecek kehadiran;
Guru melakukan apersepsi
Guru menyajikan indikator pencapaian
Guru Menyampaiakan tujuan pembelajaran
b. Kegiatan Inti ( 60 menit )
Menentukan panjang sisi dan besar sudut dua bangun yang sebangun dan dua
bangun yang kongruen.
MENGAMATI
Peserta didik mengamati contoh menghitung panjang dan besar sudut
dari dua bangun datar yang sebangun yang terdapat pada buku siswa
halaman 150 -152.
Peserta didik mengamati contoh menghitung panjang dan besar sudut
dari dua bangun datar yang kongruen yang terdapat pada buku siswa
halaman 127 - 129
Peserta didik menuliskan hal-hal penting yang ingin diketahui dari hasil
pengamatan.

MENANYA

Melalui bimbingan guru peserta didik mengajukan pertanyaan-


pertanyaan yang berhubungan dengan menghitung panjang sisi dan besar
sudut dua bangun yang sebangun dan dua bangun yang kongruen.

MENGUMPULKAN INFORMASI

Peserta didik mengumpulkan informasi atau data yang berhubungan


dengan menghitung panjang sisi dan besar sudut dua bangun yang
sebangun dan dua bangun yang kongruen dengan membaca buku siswa
halaman , untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan
sebelumnya.

MENALAR / MENGASOSIASI

Peserta didik mengolah informasi yang telah terkumpul untuk


menentukan panjang sisi dan besar sudut dua bangun yang kongruen dan
dua bangun yang sebangun.
Melalui bimbingan guru peserta didik saling bertukar iformasi yang
didapatkan tentang menentukan panjang dn besar sudut dua bangun datar
yang kongruen dan dua bangun datar yang sebangun
Peserta didik menulis berbagai kesimpulan tentang Kekongruenan
bangun datar .

MENGOMUNIKASIKAN
Melalui bimbingan guru, salah satu peserta didik mempresentasikan
hasil diskusi tentang menentukan panjang sisi dan besar sudut dua
bangun yang kongruen dan dua bangun yang sebangun.
Peserta didik lain dan guru memberikan tanggapan terhadap presentasi
untuk melengkapi informasi dan memperkuat pemahaman sisiwa tentang
konsep untuk menentukan panjang sisi dan besar sudut dua bangun yang
kongruen dan dua bangun yang sebangun.
Penerapan kesebangunan dalam kehidupan sehari-hari
MENGAMATI
Peserta didik mengamati contoh soal yang terdapat pada buku siswa
halaman 167-168 tentang penerapan kesebangunan.
Peserta didik menuliskan hal-hal penting yang ingin diketahui dari hasil
pengamatan.

MENANYA

Melalui bimbingan guru peserta didik mengajukan pertanyaan-


pertanyaan yang berhubungan dengan kekongruenan pada segitiga.

MENGUMPULKAN INFORMASI

Peserta didik mengumpulkan informasi atau data tentang kekongruenan


pada segitga dengan membaca buku siswa halaman , untuk menjawab
pertanyaan pertanyaan yang diajukan sebelumnya.

MENALAR / MENGASOSIASI

Dengan bimbingan guru peserta didik diarahkan untuk mencoba


alternative lain dalam menyelesaikan permasalahan yang serupa pada
contoh 4.9 halaman 167.

MENGOMUNIKASIKAN

Melalui bimbingan guru, salah satu peserta didik mempresentasikan


alternative lain dalam menyelesaikan masalah serupa pada contoh 4.9 .
Peserta didik lain dan guru memberikan tanggapan terhadap presentasi
untuk melengkapi informasi dan memperkuat penanaman konsep.
c. Kegiatan Penutup (10 menit)
Dengan bantuan guru, peserta didik membuat kesimpulan
Peserta didik dan guru melakukan refleksi tentang kegiatan pembelajaran
sebagai umpan balik.
Guru melakukan evaluasi pembelajaran
Guru memberikan tugas-tugas yang berkaitan dengan menentukan panjang
sisi dan besar sudut pada dua bangun yang sebangun dan kongruen serta
penerapan kesebangunan dalah kehidupan sehari-hari.
Guru menginformasikan materi pembelajaran yang akan dipelajarai pada
pertemuan berikutnya yaitu tentang kekongruenan.

I. Penilaian
1. Teknik penilaian
Sikap spiritual : Observasi
Sikap sosial : Observasi
Pengetahuan : Tes Tertulis
Keterampilan :-

2. Instrumen penilaian
a. Pertemuan Pertama
Sikap spiritual : Lembar Observasi
Sikap Sosial : Lembar Observasi
Pengetahuan : Soal uraian
Keterampilan : Produk
b. Pertemuan Kedua
Sikap spiritual : Lembar Observasi
Sikap sosial : Lembar Observasi
Pengetahuan : Soal Uraian
Pengetahuan :-
c. Pertemuan Ketiga
Sikap spiritual : Lembar Observasi
Sikap sosial : Lembar Observasi
Pengetahuan : Tes tertulis, soal uaraian,
Keterampilan :-

..., .............................. 2015


Mengetahui

Kepala SMP Guru Mata Pelajaran

________________________ _________________________

NIP. ... NIP. ...

s
LAMPIRAN

LEMBAR OBSERVASI SIKAP SPIRITUAL

Mata Pelajaran :

Hari/Tanggal :

Indikator :

A. Menghargai ajaran agama yang dianutnya dan agama yang dianut orang lain.

B. Menghayati ajaran agama yang dianutnya.


Skor Indikator Kate-
Nama Total
No A B Nilai gori
Peserta Didik Skor
4 3 2 1 4 3 2 1

dst
LEMBAR OBSERVASI SIKAP SOSIAL

Mata Pelajaran :

Hari/Tanggal :

Indikator :

A. Menyelesaikan tugas sesuai ketentuan


B. Terus berusaha sampai dapat menyelesaikan masalah/tugas
C. Bertanya kepada teman/guru atau membaca sumber belajar apabila mengalami
kesulitan dalam menyelesaikan masalah atau untuk memperoleh pengetahuan baru,
terutama terkait Kesebangunan dan Kekongruenan.

Nama Indikator Sikap


Total Nilai &
No Peserta A B C
Skor Kategori
Didik 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

dst

Anda mungkin juga menyukai