Anda di halaman 1dari 8

TUGAS TEKNIK RESERVOIR

MAKALAH LINGKUNGAN ESTUARI

Disusun Oleh :

DAMAS MUHARIF

NIM : 410015142

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL
YOGYAKARTA
2017/2018
ESTUARI

Estuari adalah bagian dari lingkungan perairan yang merupakan


percampuran antara air laut dan air tawar yang berasal dari sungai, sumber air
tawar lainnya (saluran air tawar dan genangan air tawar). Lingkungan estuari
merupakan peralihan antara darat dan laut yang sangat di pengaruhi oleh pasang
surut, seperti halnya pantai, namun umumnya terlindung dari pengaruh
gelombang laut. Lingkungan estuari umumnya merupakan pantai tertutup atau
semi terbuka ataupun terlindung oleh pulau-pulau kecil, terumbu karang dan
bahkan gundukan pasir dan tanah liat. Kita mungkin sering melihat hamparan
daratan yang luas pada daerah dekat muara sungai saat surut. Itu adalah salah satu
dari sekian banyak tipe estuari yang ada. Tidak terlalu sulit untuk memilah atau
menetukan batas lingkungan estuari dalam suatu kawasan tertentu. Hanya dengan
melihat sumber air tawar yang ada di sekitar pantai dan juga dengan mengukur
salinitas perairan tersebut. Karena umumnya perairan estuari mempunyai
salinitas yang lebih rendah dari lautan tetapi lebih tinggi dari air tawar.

Gambar 1 Gabungan dari gambar foto udara dan ilustrasi DEM yang memperlihatkan wave-
dominated estuaries sampai flood tidal delta and barries (kanan), deeper central basin (tengah), dan
inner river valley & bay-head delta pada Sungai Karuah, New South Wales.
Estuari yang menutupi lembah sungai (incised valley) ini terbentuk dari
hasil penarikan muka air laut yang cepat pada kala Holosen. Tubuh pasir estuarin
berlokasi dan berbatasan dengan saluran utama (main channel) dan terdiri dari
sedimen yang dibawa ke bawah oleh sungai dan disuplai dari batas marine shelf,
mud flatdan rawa yang juga terbentuk pada estuarin. Tubuh batupasir marin pada
estuarin didominasi oleh gelombang yang juga merupakan gabungan yang terdiri
dari beberapa fasies yang berlainan. Pada fase tansgresi, beberapa atau
semua kompleks bar tererosi di sepanjang perulangan muka pantai (shoreface)
dan ditutupi oleh permukaan ravinement. Lingkungan pengendapan
tersebut berhubungan sampai estuary mouth dan central basin area. Tubuh pasir
marin mungkin terlindungi lebih atau kurang lengkap pada saat progradasi
dengan sedimen muka pantai dan pantai melalui endapan washover, flat tidal dan
tidal inlet. Pada profil vertikal, secara ideal endapan cekungan berbutir
halus memperlihatkan butiran yang simetris. Endapan yang halus terlihat pada
tengah cekungan. Pada estuarin, proses yang dominan adalah pasang-surut, tubuh
pasir seperti erosional truncation atau completely removed oleh migrasi headward
dari saluran pasang-surut (tidal channel) terpisah dari pasir bar (sand bar). Erosi
oleh saluran sepanjang transgresi juga menyebabkan silang siur atau laminasi
sejajar dari sand bar. Pola urutan pengendapan dari fasies sebagai hasil dari
transgresi ini akan menunjukkan kecenderungan menghalus ke atas

Beberapa ahli geologi mengemukakan beberapa pengertian yang


bermacam-macam tentang estuari. Pritchard, 1967 dalam Walker and James, 1992
mengemukakan bahwa estuarin adalah a semi-enclosed coastal body of water
which has a free connection with the open sea and within which sea water is
measurably diluted with fresh water derived from land drainage. Dari pengertian
tersebut kita dapat menarik kesimpulan bahwa dalam lingkugan estuari ini
terdapat pencampuran antara arus ataupun air yang berasal dari lautan terbuka
dengan arus ataupun air yang berasal dari lingkungan darat/sungai. Adanya
pengaruh dari kedua tipe arus tersebut memungkinkan adanya variasi litologi
ataupun endapan pada lingkungan ini, baik di daerah yang dominan terkena
pengaruh dari arus sungai, daerah yang berada pada campuran arus sungai dan
arus laut, dan yang berada pada daerah yang dominan dipengaruhi oleh arus laut.
Ada dua faktor penting yang mengontrol aktivitas di estuarin, yaitu
volume air pada saat pasang surut dan volume air tawar (fresh water) serta bentuk
estuarin. Endapan sedimen pada lingkungan estuarin dibawa dua aktivitas, yaitu
oleh arus sungai dan dari laut terbuka. Transport sedimen dari laut lepas akan
sangat tergantung dari rasio besaran tidal dan disharge sungai. Estuarin
diklasifikasikan menjadi tiga daerah, yaitu :

Marine atau lower estuarin, yaitu estuarine yang secara bebas


berhubungan dengan laut bebas, sehingga karakteristik air laut sangat
terasa pada daerah ini.

Middle estuarin, yaitu daerah dimana terjadi percampuran antara fresh


water dan air asin secara seimbang.

Fluvial atau upper estuarin, yaitu daerah estuarin dimana fresh water lebih
mendominasi, tetapi tidal masih masih berpengaruh (harian)

Marine atau lower estuarin adalah estuarin yang secara bebas


berhubungan dengan laut bebas, sehingga karakteristik air laut sangat terasa pada
daerah ini. Daerah dimana terjadi percampuran antara fresh water dan air asin
secara seimbang disebut middle estuarin. Sedangkan fluvial atau upper estuarin,
yaitu daerah estuarin dimana fresh water lebih mendominasi, tetapi tidal masih
masih berpengaruh (harian). Friendman & Sanders (1978) dalam Reineck
& Singh mengungkapkan bahwa pada fluvial estuarin konsentrasi suspensi yang
terendapkan lebih kecil dibanding pada sungai yang membentuk delta.
Setelah mengetahui bahwa proses pengendapan pada lingkungan estuari
dipengaruhi oleh dua aktifitas yaitu dari aktifitas arus sungai dan arus dari laut
terbuka, maka endapan pada lingkungan estuari umumnya juga akan disusun atas
endapan-endapan hasil pencampuran dari kedua arus tersebut. Pada daerah yang
dekat atau yang dominan terpengaruh oleh arus sungai, maka endapan yang
dominan berupa endapan channel dibagian bawah yang tersusun oleh konglomerat
sampai pasir kasar, kemudian diatasnya diendapkan endapan floodplain yang
umumnya tersusun atas lempung. Pada daerah yang sudah terjadi pencampuran
arus sungai dan pasang surut umumnya pada bagian bawah, endapan channel
sudah mulai berubah menjadi dominan diisi oleh pasir yang cukup tebal yang
sudah melimpah akan lempung yang berstruktur laminasi, sedangkan dibagian
atas diendapkan endapan pasir yang semakin keatas berubah menjadi lempung.
Kemudian pada daerah yang sudah dominan terpengaruh oleh arus pasang surut
pada bagian bawah umumnya endapan kaya akan lempung yang tebal, kemudian
semakin keatas berubah menjadi pasir yang juga semakin menebal, hingga di
endapan paling atas terdapat pasir yang memiliki struktur ripple yang semakin
keatas berubah menjadi lempung.
DAFTAR PUSTAKA

Walker, R.G. and James, N.P. 1992. Facies Models Response to Sea
Level Change: Geological Association of Canada. Love Printing
Service Ltd. Stittsville, Ontario

Posamentier, H.W. and Walker, R.G. 2006. Facies Models Revisited.


SEPM (Society for Sedimentary Geology). Oklahoma, U.S.A