Anda di halaman 1dari 5

PENGGUNAAN ASESMEN BK TES

PENGGUNAAN ASESMEN BK TES BAGI KEPALA SEKOLAH.


Kepala sekolah adalah orang yang memiliki andil dan tanggung jawab yang besar
dalam menggambil setiap keputusandalam sekolah. Misalnya kepala sekolah harus
menentuka apakah salah satu siswannya yang nakal harus dikeluarkan dari sekolah atau tidak.
Untuk mengambil keputusan maka diperlukan data-data yang cukup, akurat dan relevan.
Untuk itu dapat digunakan instrumentasi BK tes.

Manfaat penggunaan asesmen BK tes bagi kepala sekolah:

o memudahkan kepala sekolah untuk menyeleksi siswa jika ada perlombaan.


o mempermudah penyeleksian untuk penerimaan beasiswa.
o mempermudah penyeleksian penerimaan siswa baru.
o memperbarui program dan penyusunan program untuk pengembangan program.

PENGGUNAAN ASESMEN BK TES BAGI GURU MATA PELAJARAN.

Fungsi tes bagi guru mata pelajaran adalah membantu guru mata pelajaran dalam
merencanakan dan mengelola pengajaran. Guru perlu mengetahui mana siswa yang
mempunyai kemampuan tinggi, mana siswa yang lemah.

Guru mata pelajaran dapat merencanakan dan mengelola proses belajar mengajar
dengan tepat. Antara lain guru dapat menetapkan metode dan cara belajar, mengelompokkan
siswa, terutama siswa mana yang memerlukan banyak bantuan.

Adapun guru mata pelajaran dapat menggunakan hasil instrumentasi BK tes dengan
tujuan agar guru tersebut dapat memahami masing-masing siswanya, memahami bahwa anak
adalah unik, berbeda satu dengan yang lainya, memiliki tingkkat pemahaman yang berbeda-
beda.
PENGGUNAAN ASESMEN BK TES BAGI GURU PEMBIMBING ATAU GURU BK.

kegunaan asesmen BK tes bagi guru pembimbing atau guru BK adalah untuk
keperluan bahan diagnostic, baik diagnostik belajar, maupun kesulitan dalam belajar,bahan
informasi dalam pelayanan, penempatan, pemilihan program khusus, pemilihan kelanjutan,
studi lapangan kerja, dan penempatan lainya.
Penggunaan untuk layanan BK
1. Layanan orientasi
2. Layanan informasi
3. Layanan penempatan, penyaluran.
4. Layanan penguasaan kontens.
5. Layanan konseling perorangan.
6. Layanan bimbingan kelompok.
7. Layanan konseling kelompok.
8. Layanan konsultasi.
9. Layanan mediasi.

Hasil tes bagi guru pembimbing sangat diperlukan untuk mendapatkan informasi
tentang siswa yang pada akhirnya digunakan sebagai landasan untuk memberikan bimbingan
dan pelayanan yang setepat-tepatnya kepada siswa.
Penggunaan hasil tes bagi guru pembimbing dalam jenis layanan:
Dengan tes, guru pembimbing dapat menyesuaikan cara pemberian layanan kepada siswa.
Dengan tes , guru pembimbing dapat lebih mengetahui karakteristik siswanya.
Dengan tes, guru pembimbing dapat menyesuaikan jenis layanan apa yang akan diberikan
kepada siswanya.

PENGGUNAAN ASESMEN BK TES BAGI WALI KELAS.

Tugas wali kelas antara lain yaitu, bertanggung jawab dalam mendidik, menjaga, dan
membantu berkembangnya potensi siswa di kelas. Agar terorganisir maka setiap kelas, dapat
menggunakan instrumentasi seperti inventori, dan observasi.
Meningkatkan motivasi belajar siswa kelasnya.Sebagai dasar untuk merancang dan
membuat pertimbangan dalam mengembangkan potensi bakat siswa.
Agar dapat mengetahui dan memahami keadaan siswanya.
Agar terjadi hubungan yang baik di dalam kelas.
Agar terjadi hubungan yang baik antara wali kelas dengan muridnya.

PENGGUNAAN ASESMEN BK TES BAGI ORANG TUA.

Dengan mengetahui hasil instrument seperti tes intelegensi maka orang tua akan
mememahami anaknya, kelemahan anaknya, dan kelebihan anaknya. Sehingga orang tua
dapat membimbing secara baik dan untuk mengarahkan dan memotivasi anak-anaknya dalam
kegiatan belajar.

PENGGUNAAN ASESMEN BK TES BAGI SISWA.

Manfaat dari penggunaan asesmen BK tes bagi siswa yaitu siswa akan lebih mengenal
dirinya, mengetahui kemampuannya, menyadari kelemahan dan kekurangannya,
memudahkan penempatan karir dan cara menanggapi permasalahan yang dihadapi.
Misalanya dengan menggunakan tes bakat, tes intelegensi, tes psikologis, dan sebagainya.
DAFTAR PUSTAKA

Dewa Ketut Sukardi dan Desak P.E. Nila Kusmawati. 2008. Proses Bimbingan dan
Konseling di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.
Dewa Ketut Sukardi. 2008. Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta:
Rineka Cipta.
Prayitno dan Erman Amti. 2009. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka
Cipta.
Prayitno. 2012. Seri Panduan Layanan dan Kegiatan Pendukung Konseling. Padang:
Program Pendidikan Profesi Konselor FIP UNP.
Tohirin. 2007. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah Berbasis Integrasi.
Jakarta: Rajawali Pers
TEKNIK TES DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING
Dalam pelayanan bimbingan dan konseling, pada umumnya tes yang digunakan untuk memperoleh
data klien adalah tes inteligensi, tes bakat, tes kepribadian (minat, kecenderungan kepribadian), dan
tes prestasi belajar.
Hasil tes akan mempunyai makna sebagai informasi bagi klien jika tes tersebut dianalisis dan
dinterpretasi, dalam arti tidak hanya berhenti pada penyajian sekor yang diperoleh seorang klien.
Untuk kepentingan konseling, hasil tes dapat digunakan sebelum konseling, pada saat proses
konseling, dan setelah konseling sebagaimana dikatakan oleh Super dan Bordin (dalam Goldman
1971:23). Pada tahap sebelum konseling hasil informasi tes digunakan konselor sebagai bahan
pertimbangan (a) menentukan jenis layanan apakah yang akan diberikan konselor kepada klien, (b)
untuk menentukan fokus masalah yang dialami klien, (c) sebagai salah satu bahan diagnosis dari
proses yang berkesinambungan dan dipadukan dengan hasil analisis yang lain --- misalnya informasi
dari teknik non testing : observasi, wawancara, sosiometri, kuesioner, biografi. Pada tahap proses
konseling informasi hasil tes digunakan untuk menafsirkan prognosis dengan memberikan alternatif-
alternatif tindakan tentang pendekatan, metode, teknik, dan alat mana yang digunakan dalam upaya
membantu pemecahan masalah yang dialami klien. Berdasarkan hasil tes konselor mendapatkan
pelengkap data khususnya mengenai sifat-sifat kepribadian klien yang selama ini belum dapat
terungkap melalui teknik non tes, sehingga diharapkan hasil informasi tes tersebut dapat membantu
kerangka berpikir konselor di dalam merefleksi perasaan klien. Di samping itu informasi hasil tes
disampaikan kepada klien dengan harapan klien lebih mengenali dirinya sendiri sehingga klien
mampu mengembangkan harapan-harapan yang realistis dalam proses konseling. Pada tahap akhir
konseling informasi hasil tes digunakan untuk memberikan bantuan dalam membuat keputusan-
keputusan dan rencana-rencana untuk masa depan dengan alternatif-alternatif tindakan secara
realistis. Selain itu juga merupakan sumbangan yang berarti bagi klien untuk proses perencanaan
dan pilihan tindak lanjut, berkaitan tentang dirinya sendiri dalam hubungannya dengan fakta
sekarang yang ada.

Anda mungkin juga menyukai