Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

Case 3.2 Howard Street Jewelers, Inc

Tugas Mata Kuliah :


Seminar Auditing

Dosen Pengampu :
Drs. Hanny Wurangian, M.Si., Ak., CA., CPA.

Kelompok :
Ahmad Sugianto 041524253028
Mochamad Ali Mansur 041524253037

MAGISTER AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2017
Case 3.2
Howard Street Jewelers, Inc.

Lore Levi dan Julius adalah sepasang suami istri yang memiliki sebuah usaha kecil
bernama Howard Street Jewelers. Howard Street Jewelers telah dibuka sejak Perang Dunia II.
Selama itu, bisnis ini mengalami kemajuan dan kemunduran. Beberapa kali juga ketika
penjualan telalu rendah, Lore harus memotong biaya di beberapa lini, namun saat ini
meskipun telah menekan biaya serendah mungkin, posisi kas bisnis mereka terlihat cukup
mengkhawatirkan hingga terancam untuk menutup bisnis mereka ini.
Untuk permasalahan ini, Lore mencurigai karyawan mereka sendiri yaitu Betty.
Selama ini, Betty tidak memiliki batasan akses penerimaan kas. Betty juga mengembangkan
lebih banyak pakaian pakaian mahal dan seringkali mengadakan liburan berbiaya tinggi.
Suatu hari Lore bertemu dengan akuntan mereka untuk membicarakan beberapa masalah,
terutama untuk masalah perpajakan. Akuntan mereka mengatakan bahwa ia menemukan
kejanggalan pada penerimaan kas yang dianggap terlalu besar untuk bisnis kecil mereka.
Akuntan mereka akhirnya menyarankan untuk mengawasi kinerja Betty. Hingga pembicaraan
dengan akuntan ini, Julius dan anak mereka Alvin masih tidak percaya dengan kecurigaan
Lore terhadap Betty.
Hingga pada suatu hari ketika Alvin bekerja menggantikan Betty yang sedang libur,
datang seorang pelanggan yang ingin membayar layaway item. Untuk melakukan transaksi
tersebut maka Alvin mencari data Layaways Sales Tickets dan catatan penjualan harian
namun Alvin tidak menemukannya. Esok harinya ketika Betty masuk, Alvin menanyakan
perihal data data tersebut. Betty terlihat kaget namun berkata akan mencari data data
tersebut sendiri dan tidak lama kemudian Betty menunjukkan data data yang dicari Alvin
hari kemarin. Kecurigaan Alvin setelah kejadian ini adalah bahwa sebelumnya data dan
catatan layaway item tersebut memang tidak ada atau tidak tercatat dan baru saja dibuat oleh
Betty. Alvin langsung berpendapat sama dengan Lore bahwa Betty lah yang mencuri atau
menggelapkan beberapa penjualan dan estimasi kerugian Howard Street Jewelers yang
disebabkan oleh Betty adalah $350.000.

=1=
Pertanyaan dan Jawaban

1. Identify the internal control concepts that the Levis overlooked or ignored.
Jawaban:
Defenisi internal kontrol menurut COSO adalah suatu proses yang dijalankan oleh dewan
direksi, manajemen, dan staff untuk membuat reasonable assurance mengenai; efektifitas
dan efisiensi operasional, reliabilitas laporan keuangan, dan kepatuhan atas hukum dan
peraturan yang berlaku.
Menurut ISA 315
Internal control The process designed, implemented and maintained by those
charged with governance, management and other personnel to provide reasonable
assurance about the achievement of an entitys objectives with regard to reliability of
financial reporting, effectiveness and efficiency of operations, and compliance with
applicable laws and regulations. The term controls refers to any aspects of one or more
of the components of internal control.
Dalam penerapan pengendalian internal, terdapat empat buah konsep yang sering
digunakan, yaitu:
1. Proper authorization
Konsep ini menjelaskan bahwa setiap kegiatan yang signifikan dalam perusahaan
harus dilakukan otorisasi oleh pihak manajemen. Hal ini dilakukan agar pihak
karyawan yang tidak memiliki wewenang tidak melakukan tindakan-tindakan
yang tidak sesuai dengan seharusnya.
2. Segregation of duties
Dalam konsep ini, harus dipastikan bahwa seseorang tidak memiliki tanggung
jawab dan wewenang yang terlalu berlebihan. Secara umum, terdapat tiga kategori
dari segregation of duties, yaitu: (1) fungsi otorisasi, (2) fungsi pencatatan, dan (3)
penjaga aset.
3. Adequate documentation and record
Dalam melakukan dokumentasi dan pencatatan, harus dilakukan dengan memadai,
lengkap dan terstruktur sehingga dapat dengan mudah ditelusuri apabila
dikemudian hari ada terjadi kesalahan dapat dengan mudah diperbaiki dan dicari
solusinya.

=2=
4. Independent checks on performance
Konsep ini menjelaskan bahwa secara berkala kinerja perusahaan harus di audit
oleh pihak independen untuk mengetahui apakah operasional dan aktivitas
perusahaan sudah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dari keempat konsep yang sering digunakan dalam penerapan pengendalian
intenal, hanya konsep independen check on performance yang diterapkan oleh Levi.
Dalam hal ini dia menggunakan jasa independen CPA untuk mengaudit keuangan,
memberikan saran dalam hal akuntansi dan bisnis dan juga mengenai hal perpajakan.
Dengan hanya menjalankan satu konsep saja tidak dapat menolong perusahaan ini
dari kegagalan dalam pengendalian internal. Jadi, keempat konsep ini harus
diterapkan secara bersama-sama untuk mendapatkan pengendalian internal yang solid
sehingga dapat menekan tindakan-tindakan yang dapat mempengaruhi / menggangu
going concern perusahaan. Dalam hal ini ada dua konsep yang memiliki dampak yang
besar terhadap gagalnya pengendalian pada Howard Street Jewelers, yaitu proper
authorization dan segregation of duties.
Dari segi proper authorization, seperti halnya banyak usaha kecil. diamana
hanya empat orang menjalankan operasional perusahaan, pengendalian internal
bukanlah perioritas dalam menjalankan usaha. Permasalahan yang terjadi adalah
ketika Betty seorang karyawan yang dipercaya dan dapat diandalkan yang sudah
berkerja puluhan tahun dicurigai telah menyalahgunakan wewenangnya. Dimana
betty dapat menerima pembayaran tunai dari pelanggan dan tidak pernah mencatat
penjualan tanpa diketahui. Hal ini dikarenakan tidak adanya keharusan otorisasi untuk
melakukan transaksi, pencatatan transaksi, pemeliharaan fisik aset, dan rekonsiliasi
yang dilakukan secara periodik terhadap aset fisik.
Dari segi segregation of duties, Tidak ada satu orang harus bertanggung jawab
atas semua transaksi dari awal sampai akhir. Betty memiliki terlalu banyak tanggung
jawab dan seharusnya dilakukan oleh lebih dari satu orang. Dia menangani uang tunai
yang masuk, penerimaan kas dan pencatatan penjualan. Bahwa tidak ada individu
yang harus melakukan lebih dari satu dari berikut ini, pencatatan transaksi, otorisasi
transaksi dan pemeliharaan aset. Betty mampu melakukan semuanya, menjual
perhiasan, menempatkan item dalam angsuran, penjualan rekaman, menjaga
penerimaan kas dan menerima uang tunai. Betty diizinkan untuk memiliki tugas yang
tidak kompatibel yang memungkinkan dia untuk melakukan penipuan sebesar $
350.000.

=3=
2. When Lore informed the CPA of her suspicious regarding Betty, what responsibilies, if
any, did the CPA ave to pursue this matter? Alternatifly, assume that, ind addition to
preparing tax returns for Howard Street Jewelers, the CPA (a) audited the businesss
annual financial statements, (b) reviewed the annual financial statements, and (c)
compiled the annual financial statements.
Jawaban:
Untuk menjawab hal ini kita perlu mengetahui lebih dulu perbedaan dari audited, review,
dan compile terhadap laporan keuangan tahunannya, bagaimana tingkat kemungkinan
CPA dapat memberikan keyakinan terhadap kecurigaan Levi terhadap Betty. Kita
merujuk pada SAR seksi 100 mengenai hal ini.
Kompilasi laporan keuangan adalah penyajian dalam bentuk laporan keuangan,
informasi yang merupakan pernyataan manajemen (pemilik) tanpa usaha untuk
memberikan pernyataan suatu keyakinan apa pun terhadap laporan tersebut. (akuntan
mungkin memandang perlu untuk melakukan jasa akuntansi lainnya agar memungkinkan
ia melakukan kompilasi laporan keuangan).
Review atas laporan keuangan adalah pelaksanaan prosedur permintaan keterangan
dan analisis yang menghasilkan dasar memadai bagi akuntan untuk memberikan
keyakinan terbatas, bahwa tidak terdapat modifikasi material yang harus dilakukan atas
laporan keuangan agar laporan tersebut sesuai dengan standar akuntansi keuangan di
Indonesia, atau sesuai dengan basis akuntansi komprehensif yang lain. (akuntan mungkin
memandang perlu untuk melakukan kompilasi laporan keuangan atau melakukan jasa
akuntansi lain agar memungkinkan ia melakukan suatu review).
Audit atas laporan keuangan adalah untuk memberikan dasar memadai untuk
menyatakan suatu pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan. review tidak
memberikan dasar untuk menyatakan pendapat seperti itu, karena review tidak mencakup
pemerolehan suatu pemahaman atas pengendalian intern, penetapan risiko pengendalian,
pengujian catatan akuntansi dan pengujian atas respon terhadap permintaan keterangan
dengan cara pemerolehan bahan bukti yang menguatkan melalui inspeksi, pengamatan,
atau konfirmasi, dan prosedur tertentu lainnya yang biasa dilaksanakan dalam suatu
audit.
Jadi, dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa untuk membantu Levi
menemukan bukti bahwa Betty melakukan kecurangan adalah sebaiknya Levi meminta
auditor / CPA untuk melakukan audit. Hal ini dikarenakan scope audit yang menyeluruh
dan memberikan suatu pemahaman atas pengendalian intern, penetapan risiko

=4=
pengendalian, pengujian catatan akuntansi dan pengujian atas respon terhadap
permintaan keterangan dengan cara pemerolehan bahan bukti yang menguatkan melalui
inspeksi, pengamatan, atau konfirmasi, dan prosedur tertentu lainnya yang biasa
dilaksanakan dalam suatu audit. Jika dibandingkan dengan review dimana Scope nya yg
lebih spesifik dan memberikan keyakinan yang mendasar bahwa kemungkinan untuk
menemukan kecurangan yang dilakukan oleh Betty lebih kecil. Apalagi jika permintaan
untuk melakukan review kepada auditor atas suatu hal yang spesifik misalnya dalam hal
arus kas saja dan ternyata Betty melakukan kecurangan dalam fisik persediaan makan hal
ini tidak dapat ditemukan. Begitu juga dengan kompile yang benar-benar tidak
memberikan keyakinan terhadap laporan keuangan maka kompile tidak bisa diandalkan
untuk menemukan bukti kecurangan Betty.

3. Assume that you have a small CPA firm and have been contacted by a husband and wife,
John and Myrna Trubey, who are in the final stages of negotiating to purchase a local
jewelry store. John will prepare jewelry settings, size jewelry for customers, and perform
related tasks, while Myrna will be the head salesclerk. The trubeys intend to retain four
of the current employees of the jewelry store two salesclerks, a cashier, and a college
student who cleans the store, runds errands, and does various other odd jobs. They
inform you that the average 30 percent of which occur in the six weeks prior to
Christmas.
The Trubeys are interested in retaining you as their accountant should they purchase the
store. They know little about accounting and have no prior experience as business
owners. They would require assistance in establishing an accounting system, monthly
financial statements for internal use, annual financial statements to be submitted to their
banker, and all necessary tax returns. John and Myrna are particularly concerned about
control issues given the dollar value of inventory that will be on hand in the store and
the significant amount of cash that will be processed daily.
You see this as an excellent opportunity to acquire a good client. However, you have not
had a chance to prepare for your meeting with the Trubeys because they came in without
an appointment. You do not want to ask them to come back later, since that may
encourage them to check out your competitor across the street.
Required: Provide the Trubeys with an overview of the key internal control issues the
will face in operating a jewelry store. In your overview, identify at least five control
activities you believe they should implement if they acquire the store. You have never

=5=
had a jewelry store as a client but you have several small retail clients. Attempt to
impress the Trubeys with your understanding of internal control issues for small retail
business.
Jawaban:
Perusahaan yang akan diakuisisi oleh John dan Myrna Trubey merupakan perusahaan
yang menjual perhiasan. Perusahaan perhiasan memiliki karakteristik utama yang
membedakan perusahaan perhiasan dengan perusahaan lain, yaitu inventory yang
disimpan memiliki nilai yang sangat tinggi dengan kuantitatif yang tidak terlalu banyak,
sehingga nilai penjualan satu buah perhiasan sangat tinggi. Oleh karena itu, dalam
perusahaan ini, harus terdapat internal control yang baik, terutama dalam menjaga
persediaan dan penerimaan kas.
Dalam implementasi internal control, terdapat tiga proses pengendalian, yaitu
prevention, detection dan correction. Ketiga proses tersebut memang diperlukan, tetapi
pengendalian yang paling dibutuhkan adalah prevention, agar risiko-risiko dapat dicegah
sebelum terjadi dan tidak menimbulkan kerugian. Namun, detection dan correction juga
perlu diimplementasikan, terutama untuk membangun pengendalian yang lebih baik.

Internal Control dalam Penjagaan Persediaan


Penjagaan persediaan diperlukan dalam perusahaan perhiasan, terutama karena
mudah hilangnya perhiasan dan nilai yang sangat tinggi pada setiap perhiasan. Apabila
tidak terdapat internal control yang tepat, maka risiko kehilangan atas perhiasan dapat
sering terjadi, baik karena tindakan yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Oleh
karena itu, pengendalian dalam penjagaan persediaan merupakan internal control yang
paling diutamakan.

Radio Frequency Identifier


Dalam menjaga persediaan, dapat dilakukan implementasi key control, yaitu
pemasangan RFID pada setiap perhiasan. Radio frequency identifier merupakan
teknologi yang sangat membantu dalam memanajemen persediaan. Dengan adanya
RFID, proses pengendalian dapat sangat terbantu. Namun, yang perlu diperhatikan dalam
mengimplementasi RFID adalah harganya. Untuk perusahaan kecil, implementasi RFID
diperlukan sekitar Rp100juta, dimana setiap tag nya dapat serendah Rp2.000 saja.
Apabila dibandingkan persedian di perusahaan ini, risiko terhadap kehilangan persediaan
lebih besar dibandingkan biaya tersebut. Namun, perlu dilakukan pendalaman lebih
lanjut atas cost and benefit dari penerapan RFID dan reliability analysis.

=6=
RFID mempunyai kelebihan-kelebihan yang determinatif, yaitu:
a. RFID reader dapat mengumpulkan data dengan sangat cepat dan akurat perhiasan-
perhiasan yang ditempeli dengan RFID,
b. RFID reader dapat mencari RFID tertentu yang hilang pada radius tertentu,
c. Apabila perhiasan yang masih ditempeli RFID keluar dari toko melalui portal RFID,
alarm akan berbunyi dan program dapat langsung mengirimkan sebuah email berisi
perhiasan-perhiasan yang keluar dari toko,
d. Selain itu, software dari RFID mampu untuk memberikan notifikasi setiap barang
yang RFIDnya hendak dilepas paksa, menonaktifkan RFID atau bahkan apabila
barang dipindahkan,
e. RFID hanya dapat dilepas dari perhiasan jika barang terjual dan karyawan
menonaktifkan RFID tersebut setelah memasukkan data-data di software.
Dengan kelebihan-kelebihan RFID tersebut, dapat dilakukan pengendalian-
pengendalian sebagai berikut:
a. Melakukan cycle count setiap hari untuk mendeteksi indikasi ketidaksesuaian antara
catatan dengan persediaan aktual,
b. Sebuah perhiasan kecil memiliki risiko terselip atau hilang. Sistem RFID dapat
memitigasi risiko tersebut, dengan cara mencari RFID perhiasan dengan RFID reader,
apabila perhiasan masih dalam jangkauan RFID reader. Jika RFID reader tidak
menemukannya, maka masih ditemukan jejak terakhir perhiasan tersebut hilang,
walaupun sebenarnya apabila sebuah perhiasan tidak terdeteksi oleh RFID, pemilik
langsung diberikan notifikasi,
c. Tidak jarang risiko bahwa seorang konsumen atau karyawan berniat untuk mengambil
perhiasan. Risiko tersebut dapat dideteksi dengan sangat cepat sehingga dapat
dilakukan pengendalian-pengendalian preventif, seperti memanggil satpam dan
lainnya,
d. Setiap perhiasan yang dapat keluar dari toko, hanyalah perhiasan yang sudah dijual
dan dimasukkan ke dalam sistem. Selain itu, dapat juga dilakukan pengendalian
dimana untuk melepas RFID dari perhiasan, dibutuhkan otorisasi dari pemilik.
Pengendalian ini memitigasi risiko bahwa RFID dapat dilepas, baik oleh karyawan
maupun konsumen.

=7=
Physical Control
Pengendalian ini merupakan pengendalian yang paling penting dalam penjagaan
persediaan. Pada umumnya, persediaan dengan nilai yang tinggi, sebaiknya disimpan di
tempat khusus yang terkunci dan hanya orang yang mempunyai otorisasi saja yang
mampu mengambilnya. Namun, hal tersebut berbeda pada toko perhiasan. Terdapat
masalah yang cukup pelik, dimana perhiasan harus terpajang dan terlihat oleh konsumen,
namun harus memiliki penjagaan yang ketat. Oleh karena itu, selain perhiasan dipasangi
dengan RFID, perlu dipasang CCTV dan satpam yang mengawasi. Kedua pengendalian
tersebut sebenarnya merupakan pengendalian preventif, dimana orang akan kehilangan
kesempatan dan takut untuk melakukan pencurian.

Perolehan Persediaan (Segregation duties, Information process, authorization)


Dalam perolehan persediaan, harus dilakukan pengendalian internal yang baik,
mulai dari proses pemesanan, penerimaan persediaan, pencatatan persediaan. Pada proses
pemesanan, diberitakan bahwa pemilik sendiri yang akan melakukan proses tersebut.
Dalam proses penerimaan persediaan, karyawan wajib mengonfirmasikan datangnya
persediaan dan tidak boleh menerima barang tersebut tanpa adanya pemilik. Sedangkan
persediaan harus dicatat oleh karyawan ke dalam system, dan harus direview kembali
oleh pemilik. Apabila pengendalian internal ini tidak dilakukan, dapat menimbulkan
risiko pencurian barang oleh karyawan.
Untuk melakukan manajemen yang baik dalam toko, diperlukan adanya system IT.
Pada system IT tersebut, berbagai pengendalian data berjalan, seperti pengendalian
dalam implementasi RFID. Namun, pengendalian-pengendalian tersebut akan percuma
apabila tidak terdapat pengendalian pada system itu sendiri.
Sistem sebaiknya mempunyai pengendalian pada identification, authentication dan
authorization. Selain itu juga terdapat access level yang berbeda-beda pada masing-
masing karyawan dan pemilik. Pemilik mempunyai tingkat otorisasi penuh, dimana kasir
dapat melakukan penjualan dan sales clerk hanya mampu melihat daftar inventory.

Internal Control dalam Penerimaan Kas


Penjualan dalam toko perhiasan memiliki peran yang penting. Jika dibandingkan
dengan toko-toko lain, toko perhiasan memiliki tingkat penjualan yang cukup rendah,
namun setiap penjualannya mempunyai nilai yang sangat tinggi. Oleh karena itu,
pengendalian dalam penerimaan kas ini perlu menjadi perhatian utama setelah penjagaan
persediaan.

=8=
Penerimaan Kas
Pada umumnya, orang yang melakukan pembelian yang bernilai tinggi, tidak
membayar dengan kas. Pembayaran biasanya dilakukan dengan kartu debit atau kartu
kredit. Oleh karena itu, pengendalian internal dalam penerimaan kas dapat diatasi.
Namun, apabila terdapat konsumen yang ingin melakukan pembayaran dengan kas,
sebaiknya dilakukan pengendalian khusus, dimana hanya pemilik saja yang dapat
melakukan penerimaan kas oleh konsumen. Apabila pemilik sedang tidak berada di
lokasi, kasir harus memasukkan kas tersebut kedalam amplop dan dituliskan jenis, harga
dan jumlah barang yang terjual. Kemudian, amplop tersebut dimasukkan kedalam
deposit box dan dikunci.

Internal Control for Small Business


- Transaction Cycle
- Little knowledge
- Weak internal control
- Structure to infomal
- Weak budget

=9=