Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH DIAGNOSTIK KLINIK

HEMATOLOGI

OLEH :

Muhammad Rizki 16334742

PROGRAM STUDI FARMASI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL
JAKARTA
2016
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan pada Tuhan atas segala berkat dan anugerahNya
sehingga kami dapat manyelesaikan laporan ini dengan sebaik- baiknya. Adapun laporan ini
kami buat untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Diagnostik Klinik.
Dalam laporan ini akan dibahas mengenai Hematologi Alisis Darah. Kiranya laporan
ini dapat berguna bagi pembaca khususnya mahasiswa Institut Sains dan Teknologi Nasional
dan dapat digunakan untuk pembelajaran guna menambah pengetahuan.
Pada kesempatan ini kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Ibu
Refdanita selaku dosen Mata Kuliah Diagnostik klinik atas segala pengajaran dan
pengarahan yang beliau berikan sehingga laporan ini dapat kami selesaikan. Dan kami juga
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan namanya
satu-persatu atas segala dukungannya, baik berupa pikiran, tenaga, doa, materil, serta moril
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Akhir kata kami menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, untuk itu
kritikan dan saran dan yang membangun sangat kami harapkan. Terimakasih.

Jakarta, 28 September 2016

PENYUSUN

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................... ii


DAFTAR ISI............................................................................................... iii

BAB I : PENDAHULUAN ........................................................................ 1


1.1 Latar Belakang ........................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ...................................................................... 2
1.3 Tujuan ........................................................................................ 2
1.4 Manfaat Penulisan ...................................................................... 2

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA DAN PEMBAHASAN ...................... 3


2.1 Definisi Hematologi ................................................................... 3
2.2 Anatomi Hematologi .................................................................. 3
2.3 Fisiologi Hematologi .................................................................. 9
2.4 Pengertian Darah ........................................................................ 9
2.5 Volume Darah ........................................................................... 10
2.6 Komposisi Darah ....................................................................... 10
2.7 Fungsi Darah ............................................................................. 14
2.8 Fungsi Sel-sel Darah ................................................................. 15

BAB III : PENUTUP ................................................................................. 17


4.1 Kesimpulan dan Saran................................................................ 17

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 18

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Di dalam tubuh manusia, ada alat transportasi yang berguna sebagai pengedar oksigen
dan zat makanan ke seluruh sel-sel tubuh serta mengangkut karbon dioksida dan zat sisa ke
organ pengeluaran. Alat transportasi pada manusia terkoordinasi dalam suatu sistem yang
disebut sistem peredaran darah. Sistem peredaran darah manusia terdiri atas darah, jantung,
dan pembuluh darah.
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup (kecuali tumbuhan)
tingkat tinggi yang berfungsi untuk mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh
jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai
pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah
diawali dengan kata hemo atau hemato yang berasal dari kata Yunani yang berarti haima yang
berarti darah.
Darah manusia berwarna merah, namun dalam hal ini warna darah ada dua jenis warna
merah pada darah manusia. Warna merah terang menandakan bahwa darah tersebut
mengandung banyak oksigen, sedangkan warna merah tua menandakan bahwa darah tersebut
mengandung sedikit oksigen atau dalam arti lain mengandung banyak karbondioksida. Warna
merah pada darah disebabkan oleh adanya hemoglobin. Hemoglobin adalah protein pernafasan
(respiratory protein) yang mengandung besi (Fe) dalam bentuk heme yang merupakan tempat
terikatnya molekul-molekul oksigen.
Darah juga mengangkut bahan-bahan sisa metabolisme, obat-obatan dan bahan kimia
asing ke hati untuk diuraikan dan ke ginjal untuk dibuang sebagai air seni. Manusia dan hewan
mempunyai system untuk mempertahankan diri terhadap penyakit yang dikenal dengan system
imunitas. Ada dua jenis imunitas , yaitu imunitas bawaan dan imunitas adaptif. Kedau imunitas
tersebut merupakan garis pertahanan pertama terhadap semua pengganggu. Bagian utama
tubuh yang berfungsi sebagai imunitas bawaan adalah kulit,air mata dan air liur.
System kekebalan tubuh sangat mendasar perannya bagi kesehatan , tentunya harus
disertai dengan pola makan yang sehat, makan cukup berolahraga, dan terhindar dari masuknya
senyawa yang beracun kedalam tubuh. Sekali senyawa beracun hadir dalam tubuh, maka harus
segera dikeluarkan.tem kekebalan tubuh.
Kondisi system kekebalan tubuh menentukan kualitas hidup. Dalam tubuh yang sehat
terdapat system kekebalan tubuh yang kuat sehingga daya tahan tubuh terhadap penyakit juga
prima. Pada bayi yang baru lahir, pembentukan system kekebalan tubuhnya belum sempurna
dan memerlukan ASI yang membawa system kekebalan tubuh sang ibu untuk membantu daya
tahan tubuh sang bayi . semakin dewasa, sis tem kekebalan tubuh terbentuk sempurna. Namun
pada orang lanjut usia, system kekebalan tubuhnya secara alami menurun. Itulah sebabnya
timbul penyakit degenerative atau penuaan.
Pada pola hidup modern menuntut segala sesuatu dilakukan secara cepat dan instan.
Hal ini berdampak juga pada pola makan. Sarapan didalam kendaraan, makan siang serba
tergesa, dan malam karena kelelahan tidak nafsu makan. Belum lagi kualitas makanan yang

1
dikonsumsi, polusi udara, kurang berolahraga, dan steres. Apabila terus berlanjut, daya tahan
tubuh akan menurun, lesu, cepat lelah, dan mudah terserang penyakit. Karena itu, banyak orang
yang masih muda mengidap penyakit degenerative. Kondisi stress dan pola hidup modern sarat
polusi, diet tidak seimbang, dan kelelahan menurunkan daya tahan tubuh sehingga memerlukan
kecukupan antibody. Gejala menurunnya daya tahan tubuh sering kali terabaikan, sehingga
timbulberbagai penyakit infeksi, penuaan dini pada usia produktif.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang di maksud dengan hematologi ?


2. Bagaimana anatomi hematologi ?
3. Bagaimana fisiologi hematologi ?
4. Apa Yang Dimaksud Dengan Darah?
5. Berapa Volume Normal Darah Pada Manusia?
6. Bagaimana Komposisi Darah Pada Manusia?
7. Apa Fungsi Darah Bagi Manusia?
8. Bagaimana Fungsi Sel-Sel Darah?

1.3 Tujuan Penulisan

Dengan mempelajari teori ini diharapkan mahasiswa dapat memahami tentang hematologi dan
analisis darah.

1.4 Manfaat

1. Dapat mengetahui yang dimaksud dengan hematologi dan darah.

2. Dapat mengetahui anatomi hematologi.

3. Dapat mengetahui fisiologi hematologi.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA DAN PEMBAHASAN

2.1 Definisi Hematologi

Hematologi adalah cairan yang ada pada manusia sebagai alat transportasi berfungsi
untuk mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut
bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau
bakteri.

Pemeriksaan hematologi merupakan bagian kelompok pemeriksaan laboratorium klinik


yang terdiri dari beberapa macam pemeriksaan seperti kadar hemoglobin, hitung jumlah
leukosit, eritrosit, trombosit, laju endap darah (LED), sediaan apus darah tepi, hematokrit,
retikulosit dan pemeriksaan hemostasis. Pada pemeriksaan hitung jenis leukosit dengan cara
otomatis yang menggunakan alat hematology analyzer bekerja berdasarkan beberapa prinsip
diantaranya impedancedan laserbased (optical) flowcytometry. Pada impedance
flowcytometry, jenis-jenis leukosit dibedakan menurut ukurannya saja, sehingga hanya bisa
membedakan 3 (tiga) jenis leukosit yaitu sel yang berukuran kecil dimasukkan dalam
kelompok limfosit, sel yang berukuran besar dimasukkan kelompok granulosit dan sel yang
berukuran sedang dimasukkan dalam kelompok mid-cells. Pada laser-based flowcytometry,
untuk membedakan sel-sel darah putih selain berdasarkan ukuran sel juga berdasarkan granula
yang kompleks dari masing-masing sel sehingga teknik ini dapatmembedakan seluruh jenis
leukosit yang ada pada darah (Ansori Wahid, 2015).

Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Afida (2005) bahwa pemeriksaan
hitung jenis menggunakan apus buffy coat pada penderita leukopenia menggunakan alat
hematology analyzerdan manual, tidak terdapat perbedaan bermakna pada hitung jenis
eosinofil, netrofil, limfosit dan monosit. Sedangkan terdapat perbedaan bermakna pada hitung
jenis basofil dengan menggunakan buffy coatdan metode otomatis.

2.2 Anatomi Hematologi

Sistem hematologi tersusun atas hematologi dan tempat hematologi di produksi,


termasuk sumsum tulang dan nodus limpa. Hematologi adalah organ khusus yang berada
dengan organ lain karena berbentuk cairan. Hematologi merupakan medium transport ubuh,

3
volume hematologi manusia sekitar 7% - 10% berat badan normal dan berjumlah sekitar 5 liter.
Hematologi terdiri dari dua komponen utama, yaitu:

1. Plasma hematologi, bagian cair hematologi yang sebagian besar terdiri dariats
air,elektrolit, dan protein hematologi.

2. Butir butir hematologi (blood corpuscles), yang terdiri atas komponen komponen berikut
ini:

a. Eritrosit (sel hematologi merah)

1) Struktur Eritrosit

Sel hematologi merah merupakan cairan bikonkaf dengan diameter sekitar 7 mikron.
Bikon kavitas memungkinkan gerakan oksigen masuk dan keluar sel secara cepat dengan jarak
yang pendek antara membrane dan inti sel. Warnanya kuning kemerah merahan, karena
didalamnya mengandung suatu zat yang di sebut hemoglobin.

Sel hematologi merah tidak memiliki inti sel , mitokondria, dan ribosom, serta tidak dapat
bergerak. Sel ini tidak dapat melakukan mitosis, fosforilasi sel, atau pembentukan protein.

Komponen eritrosit adalah sebagai berikut:

a) Membrane eritrosit.

b) System enzim: enzim G6PD (glucose 6 phospatedehydrogenase).

c) Globin : bagian protein yang terdiri atas 2 rantai alfa dan 2 rantai beta. (eritosit
normal dengan pembesaran mikroskop electron 3000 kali).

2) Produksi Sel Hematologi Merah

Dalam keadaan normal, eritropoesisi pada orang deawsa terutama terjadi dalam sumsum
tulang, dimana system eritrosit menempati 20%-30% bagian jaringan sumsum tulang yang
aktif membentuk sel hematologi. Sel eritrosit berinti berasal dari sel induk multipotensial
menjadi sel hematologi system eritrosit, myeloid, dan mengakariosibila yang di ransang
oleh eritropoetin. Sel induk multipotensial akan berdeferensiasi menjadi sel induk
unipotensial.

Sel induk unipotensial tidak mampu berdiferensiasi lebih lanjut, sehingga sel induk
unipotensial seri eritrosit hanya akan berdeferesiasi menjadi sel pronormoblas. Sel
pronomorblas akan membentuk DNA yang diperlukan untuk tiga sampai empat kali fase

4
mitosis. Melalu empat kali mitosis dari setiap kali pronormoblas akan terbentuk 16 eritrosit .
eritrosit matang kemudian dilepaskan dalam sirkulasi. Pada produksi eritosit normal sumsum
tulang memerlukan besi, Vitamin B12, asam folat, piridoksin (vit B6), kobal, asam amino, dan tembaga.

Secara garis besar dapat di simpulkan bahwa perubahan morpologi sel yang terjadi
selama proses deferesiensi sel pronormoblas sampai eritrosit matang dapat di kelompokan
kedalam tiga kelompok:

a) Ukuran sel semakin kecil akibat mengecilnya inti sel.

b) Inti sel manjadi makin padat dan akhirnya dikeluarkan pada tingkatan eritroblas
asidosis.

c) Dalam sitoplasma di bentuk hemoglobin yang diikuti dengan hilangnya RNA dalam
sitoplsma sel.

3) Lama Hidup

Eritrosit hidup selama 74-154 hari. Pada usia ini system enzim mereka gagal, membrane
sel berhenti berfungsi dengan adekuat, dan sel ini di hancurkan oleh sel system retikulo
endothelial.

4) Jumlah Eritrosit

Jumlah normal pada orang dewasa kira kira 11,5-15 gram dalam 100 cc hematologi.
Normal HB wanita 11,5 mg% dan HB laki-laki 13,0 mg%.

5) Sifat-sifat Sel Hematologi Merah

Sel hematologi merah biasanya digambarkan berdasarkan ukuran dan jumlah hemoglobin yang
terdapat didalam sel seperti berikut:

a) Normositik : sel yang ukurannya normal

b) Normokromik : sel dengan jumlah hemoglobin yang normal

c) Mikrositik : sel yang ukurannya terlalu kecil

d) Makrositik : sel yang ukurannya terlalu besar

e) Hipokromik : sel yang jumlah hemoglobinnya terlalu sedikit

f) Hiperkromik : sel yang hemoglobinnya terlalu banyak

5
6) Antigen Sel Hematologi Merah

Sel hematologi merah memiliki bermacam macam antigen spesifik yang terdapat di
membrane selnya dan tidak ditemukan di sel lain. Antigen-antigen itu adalah A,B,O, dan Rh.

b. Sel Hematologi Putih

1) Struktur Leokosit

Bentuknya dapat berubah-rubah dan dapat bergerak dengan perantaraan kaki palsu
(pseudopodia), mempunya bermacam-macam inti sel, sehingga ia dapat di bedakan menurut
inti selnya serta warnanya bening (tidak berwarna). Sel hematologi putih dibentuk disumsum
tulang dari sel-sel bakal. Jenis jenis dari golongan sel ini adalah golongan yang tidak
bergranula, yaitu limposit T dan B, monosit dan makrofag, serta golongan yang bergranula
yaiu : eosinofil, basofil, dan neutrofil.

2) Fungsi Sel Hematologi Putih

a) Sebagai serdadu tubuh, yaitu membunuh dan memakan bibit penyakit/ bakteri yang
masuk kedalam tubuh jaringan RES (system retikulo endotel).

b) Sebagai pengangkut, yaitu mengangkut/membawa zat lemak dari dinding usus


melalu limpa terus kepembuluh hematologi.

3) Jenis-jenis Sel Drah Putih

a) Agranulosit, yang terdiri dari neutrofil, Eosinofil, dan Basofil.

b) Granulosit , tang terdiri dari limposit (limposit T dan Limposit B) dan monosit.

4) Jumlah Sel Hematologi Putih

Pada orang dewasa jumlah sel hematologi putih total 4,0-11,0 x 109/l yang terbagi sebagai
berikut:

a. Granulosit
b. Neutopil 2,5-7,5 x 109
c. Eosinfil 0.04-0,44 x 109
d. Basofil 0-0,10 x 109
e. Limposit 1,5-3,5 x 109
f. Bsofil 0,2-0,8 x 109

6
c. Keping Hematologi ( Trombosit )

1) Struktur Trombosit

Trombosit adalah bagian dari beberapa sel besar dlam sumsum tulang yang berbentuk
cakram bulat, oval,bikonveks, tidak berinti, dan hidup sekitar 10 hari.

2) Jumlah Trombosit

Jumlah trombosit antara 150 dan 400 x 109/liter (150.000-400.000/milliliter), sekitar 30-
40% terkosentrasi didalam limpa dan sisanya bersirkulasi dalam hematologi.

3) Fungsi Trombosit

Trombosit berperan penting dalam pembentukan bekuan hematologi. Trombosit dalam


keadaan normal bersirkulasi ke seluruh tubuh melalui aliran hematologi.

4) Plasma Hematologi

Plasma adalah bagian hematologi yang encer tanpa sel-sel hematologi, warnanya bening
kekuning-kuningan. Hamper 90% dari plasma hematologi terdiri atas air. Zat-zat yang terdapat
dalam plasma hematologi adala sebagai berikut:

a) Fibrinogen yang beguna dalam peristiwa pembekuan hematologi.

b) Garam-garam mineral, yang berguna dalam metabolism dan juga mengadakan


osmotic.

c) Protein hematologi (albumin, globulin) meningkatan viskositas hematologi juga


menimbulkan tekanan osmotik untuk memelihara keseimbangan cairan dalam tubuh.

d) Zat makanan (asam amino, gukosa, lemak, mineral, dan vitamin).

e) Hormone, yaitu suatu zat yang dihasilkan dari kelenjar tubuh.

f) Antibody.

d. Limpa

1) Struktur Limpa

Merupakan organ ungu lunak kurang lebih berukuran satu kepalan tangan. Limpa
terletak pada sebelah kiri atas abdomen dibawah kostae. Limpa memiliki permukaan luar

7
konveks yang berhadapan dengan diafragma dan permukaan medial yang konkaf serta
berhadapan dengan lambung, fleksura linealis kolon, dan ginjal kiri.

Limpa terdiri atas kapsula jaringan fibroelastin, folikel limpa (masa jaringan limpa),
dan pulpa merah (jaringan ikat, sel eritrosit, sel leokosit).

2) Fungsi Limpa

a) Pembentukan sel eritrosit (hanya pada janin).

b) Destruksi sel eritrosit tua.

c) Penyimpanan zat besi dari sel-sel yang di hancurkan.

d) Produksi bilirubin dari eritrosit.

e) Pembentukan limposit dalam folikel limpa.

f) Pembentukan imunoglobin.

g) Pembuangan partikel asing dari hematologi.

2. Hematopoiesis

Hematopoiesis merupakan proses pembentukan hematologi. Tempat hematopoiesis


pada manusia berpindah-pindah, sesuai dengan usianya.

a. Yolk sac : usia 0-3 bulan intrauteri

b. Hati dan lien : usia 3-6 bulan intrauteri

c. Sumsum tulang : usia 4 bulan intrauterine sampai dewasa

4. Hemostasis

Adapun prinsif dari hemostasis adalah Mengurangi aliran hematologi yang menuju daerah
trauma. Cara mengurangi hematologi menuju daerah trauma yaitu:

a. Vasokontriksi

b. Penekanan oleh edema

c. Mengadakan sumbatan/menutup lubang perhematologian

5. Pembekuan Hematologi

8
Pembekuan hematologi adalah proses dimana komponen cairan hematologi
ditransformasi menjadi material semisolid yang dinamakan bekuan hematologi. Menurut
howell proses pembekuan hematologi dibagi menjadi tiga stadium yaitu:

a. Stadium I : pembentukan tromboplastin.

b. Stadium II : perubahan dari protrombin menjadi thrombin.

c. Stadium III : perubahan dari fibrinogen menjadi fibrin.

2.3 Fisiologi Hematologi

Dalam keadaan fisiologis, hematologi selalu berada dalam pembuluh hematologi,


sehingga dapat menjalankan fungsinya sebagai berikut.

1. Sebagai alat pengangkut.

2. Mengatur keseimbangan cairan tubuh.

3. Mengatur panas tubuh.

4. Berperan penting dalam mengatur pH cairan tubuh

5. Mempertahankan tubuh dari serangan penyakit infeksi

6. Mencegah perhematologian.

2.4 Pengertian Darah

Darah merupakan bagian dari tubuh yang jumlahnya 6-8% dari berat badan total. Darah
berbentuk cairan yang berwarna merah dan agak kental. Darah adalah cairan yang ada pada
manusia sebagai alat transportasi berfungsi untuk mengirimkan zat-zat dan oksigen yang
dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga
sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Warna merah itu keadaannya tidak tetap
tergantung pada banyaknya oksigen dan karbondioksida didalamnya. Adanya oksigen dalam
darah diambil dengan jalan bernafas dan zat ini sangat berguna pada peristiwa pembakaran
atau metabolisme di dalam tubuh.

9
Tekanan darah adalah tekanan dari darah yang dipompa oleh jantung terhadap dinding
arteri. Pada manusia, darah dipompa melalui dua sistem sirkulasi terpisah dalam jantung yaitu
sirkulasi pulmonal dan sirkulasi sistemik. Ventrikel kanan jantung memompa darah yang
kurang O2 ke paru-paru melalui sirkulasi pulmonal di mana CO2 dilepaskan dan O2 masuk
ke darah. Darah yang mengandung O2 kembali ke sisi kiri jantung dan dipompa keluar dari
ventrikel kiri menuju aorta melalui sirkulasi sistemik di mana O2 akan dipasok ke seluruh
tubuh. Darah mengandung O2 akan melewati arteri menuju jaringan tubuh, sementara darah
kurang O2 akan melewati vena dari jaringan tubuh menuju ke jantung. Tekanan darah diukur
dalam milimeter air raksa (mmHg), dan dicatat sebagai dua nilai yang berbeda yaitu tekanan
darah sistolik dan tekanan darah diastolik. Tekanan darah sistolik terjadi ketika ventrikel
berkontraksi dan mengeluarkan darah ke arteri sedangkan tekanan darah diastolik terjadi ketika
ventrikel berelaksasi dan terisi dengan darah dari atrium. Tekanan darah rata-rata orang dewasa
muda yang sehat (sekitar 20 tahun) adalah 120/80 mmHg. Nilai pertama (120) merupakan
sistolik dan nilai kedua (80) merupakan tekanan darah diastolik. Untuk mengukur tekanan
darah, dapat menggunakan sfigmomanometer yang ditempatkan di atas arteri brakialis pada
lengan.

2.5 Volume Darah

Volume darah di dalam tubuh manusia kurang lebih 1/14 atau 8% dari berat badan.
55% dari jumlah/volume darah merupakan plasma darah. Volume plasma darah terdiri dari
90% berupa air dan 10% berupa larutan protein, glukosa, faktor koagulasi, ion mineral, hormon
dan karbon dioksida.

2.6 Komposisi Darah

Darah terdiri dari 55% Plasma Darah (bagian cair darah) dan 45% Korpuskuler (bagian padat
darah).

1. Plasma Darah (Bagian Cair Darah)

Plasma darah adalah salah satu penyusun darah yang berwujud cair serta mempengaruhi sekitar
5% dari berat badan manusia. Plasma darah memiliki warana kekuning-kuningan yang
didalamnya terdiri dari 90% air, 8% protein, dan 0,9% mineral, oksigen, enzim, dan antigen.
Sisanya berisi bahan organik, seperti lemak, kolestrol, urea, asam amino, dan glukosa.

10
Plasma darah merupakan cairan darah yang berfungsi untuk mengangkut dan mengedarkan
sari-sari makanan ke seluruh bagian tubuh manusia, dan mengangkut zat sisa metabolisme dari
sel-sel tubuh atau dari seluruh jaringan tubuh ke organ pengeluaran.

Di dalam plasma darah terdapat beberapa protein terlarut yaitu:

a) Albumin berfungsi untuk memelihara tekanan osmotic

b) Globulin berfungsi untuk membentuk zat antibody

c) Fibrinogen adalah sumber fibrin yang berfungsi dalam proses pembekuan darah.

2. Korpuskuler (Bagian Padat Darah)

Korpuskuler terdiri dari tiga bagian:

1) Sel Darah Merah (Eritrosit)

Sel darah merah atau yang juga disebut eritrosit berasal dari bahasa Yunani yaitu,
erythos yang berarti merah dan kytos yang berarti selubung/sel. Eritrosit merupakan bagian sel
darah yang mengandung hemoglobin (Hb). Hemoglobin adalah biomolekul yang mengikat
oksigen. Sedangkan darah yang berwarna merah cerah dipengaruhi oleh oksigen yang diserap
dari paru-paru. Pada saat darah mengalir ke seluruh tubuh, hemoglobin melepaskan oksigen ke
sel dan mengikat karbondioksida. Jumlah hemoglobin pada orang dewasa kira-kira 11,5-15
gram dalam 100 cc darah. Normal Hb wanita 11,5 mg% dan laki-laki 13,0 mg%. Sel darah
merah memerlukan protein karena strukturnya terdiri dari asam amino dan memerlukan pula
zat besi, sehinnga diperlukan diet seimbang zat besi. Di dalam tubuh banyaknya sel darah
merah ini bisa berkurang, demikian juga banyaknya hemoglobin dalam sel darah merah.
Apabila kedua-duanya berkurang maka keadaan ini disebut animea, yang biasanya disebabkan
oleh pendarahan hebat, penyakit yang melisis eritrosit, dan tempat pembuatan eritrosit
terganggu.

Bentuk sel darah merah pada manusia adalah bikonkaf atau berbentuk piringan pipih
seperti donat. Kepingan eritrosit manusia memiliki diameter sekitar 6-8 m dan tebalnya
sekitar 2 m, eritrosit termasuk sel paling kecil daripada sel-sel lainnya yang terdapat pada
tubuh manusia. Jumlah sel darah merah adalah jumlah yang paling banyak dibandingkan
jumlah sel darah lainnya. Secara normal, di dalam darah seorang laki-laki dewasa terdapat 25
trilliun sel darah merah atau setiap satu milimeter kubik (1 mm3) darah trdapat 5 juta sel darah

11
merah. Pada perempuan dewasa, jumlah sel darah merah per milimeter kubiknya sebanyak 4,5
juta.

Sel darah merah hanya mampu bertahan selama 120 hari. Proses dimana eritrosit
diproduksi dimaksud eritropoiesies. Sel darah merah yang rusak akhirnya akan pecah menjadi
partikel-partikel kecil di dalam hati dan limpa. Sebagian besar sel yang rusak dihancurkan oleh
limpa dan yang lolos akan dihancurkan oleh hati. Hati menyimpan kandungan zat besi dari
hemoglobin yang kemudian diangkut oleh darah ke sumsum merah tulang untuk membentuk
sel darah merah yang baru. Sumsum merah tulang memproduksi eritrosit, dengan laju produksi
sekitar 2 juta eritrosit per detik. Produksi dapat distimulasi oleh hormon eritoprotein (EPO)
yang disintesa ginjal. Hormon ini sering digunakan para atlet dalam suatu pertandingan sebagai
doping. Saat sebelum dan sesudah meninggalkan sumsum tulang belakang, sel yang
berkembang ini dinamakan retikulosit dan jumlahnya sekitar 1% dari semua darah yang
beredar.

2) Sel Darah Putih (Leukosit)

Sel darah putih (leukosit) jauh lebih besar daripada sel darah merah. Namun jumlah sel
darah putih jauh lebih sedikit daripada sel darah merah. Pada orang dewasa setiap 1 mm3 darah
terdapat 6.000-9.000 sel darah putih. Tidak seperti sel darah merah, sel darah putih memiliki
inti (nukleus). Sebagian besar sel darah putih bisa bergerak seperti Amoeba dan dapat
menembus dinding kapiler. Sel darah putih dibuat di dalam sumsum merah, kelenjar limfa, dan
limpa (kura).

gambar leukosit

Sel darah putih memiliki ciri-ciri, antara lain tidak berwarna (bening), bentuk tidak tetap
(ameboid), berinti, dan ukurannya lebih besar daripada sel darah merah.

Berdasarkan ada tidaknya granula di dalam plasma, leukosit dibagi:

a. Leukosit Bergranula (Granulosit)

Neutrofil adalah sel darah putih yang paling banyak yaitu sekitar 60%. Plasmanya bersifat
netral, inti selnya banyak dengan bentuk yang bermacam-macam dan berwarna merah
kebiruan. Neutrofil bertugas untuk memerangi bakteri pembawa penyakit yang memasuki
tubuh. Mula mula bakteri dikepung, lalu butir-butir di dalam sel segera melepaskan zat kimia
untuk mencegah bakteri berkembang biak serta menghancurkannya.

12
Eosinofil adalah leukosit bergranula dan bersifat fagosit. Jumlahnya sekitar 5%. Eosinofil
akan bertambah jumlahnya apabila terjadi infeksi yang disebabkan oleh cacing. Plasmanya
bersifat asam. Itulah sebabnya eosinofil akan menjadi merah tua apabila ditetesi dengan eosin.
Eosinofil memiliki granula kemerahan. Fungsi dari eosinofil adalah untuk memerangi bakteri,
mengatur pelepasan zat kimia, dan membuang sisa-sisa sel yang rusak.

Basofil adalah leukosit bergranula yang berwarna kebiruan. Jumlahnya hanya sekitar 1%.
Plasmanya bersikap basa, itulah sebabnya apabila basofil ditetesi dengan larutan basa, maka
akan berwarna biru. Sel darah putih ini juga bersifat fagositosis. Selain itu, basofil mengandung
zat kimia anti penggumpalan yang disebut heparin.

b. Leukosit Tidak Bergranula (Agranulosit)

Limfosit adalah leukosit yang tidak memiliki bergranula. Intiselnya hampir bundar dan
terdapat dua macam limfosit kecil dan limfosit besar. 20% sampai 30% penyusun sel darah
putih adalah limfosit. Limfosit tidak dapat bergerak dan berinti satu. Berfungsi sebagai
pembentuk antibodi.

Monosit adalah leukosit tidak bergranula. Inti selnya besar dan berbentuk bulat atau bulat
panjang. Diproduksi oleh jaringan limfa dan bersifat fagosit.

Antigen adalah apabila ada benda asing ataupun mikroba masuk ke dalam tubuh, maka tubuh
akan menganggap benda yang masuk tersebut adalah benda asing. Akibatnya tubuh
memproduksi zat antibodi melalu sel darah putih untuk menghancurkan antigen. Glikoprotein
yang terdapat pada hati kita, dapat menjadi antigen bagi orang lain apabila glikoprotein tersebut
disuntikkan kepada orang lain. Hal ini membuktikan bahwa suatu bahan dapat dianggap
sebagai antigen untuk orang lain tetapi belum tentu sebagai antigen untuk diri kita sendiri. Hal
tersebut juga berlaku sebaliknya.

Leukosit yang berperan penting terhadap kekebalan tubuh ada dua macam:

a) Sel Fagosit

Sel fagosit akan menghancurkan benda asing dengan cara menelan (fagositosis).
Fagosit terdiri dari dua macam:

1) Neutrofil, terdapat dalam darah

2) Makrofag, dapat meninggalkan peredaran darah untuk masuk kedalam jaringan atau rongga
tubuh

13
b) Sel Limfosit Limfosit terdiri dari:

1) T Limfosit (T sel), yang bergerak ke kelenjar timus (kelenjar limfa di dasar leher)

2) B Limfosit (B Sel)

Keduanya dihasilkan oleh sumsum tulang dan diedarkan ke seluruh tubuh melalui
pembuluh darah, menghasilkan antibodi yang disesuaikan dengan antigen yang masuk ke
dalam tubuh. Seringkali virus memasuki tubuh tidak melalui pembuluh darah tetapi melalui
kulit dan selaput lendir agar terhindar dari lukosit. Namun sel-sel tubuh tersebut tidak berdiam
diri. Sel-sel tersebut akan menghasilkan interferon suatu protein yang dapat memproduksi zat
penghalang terbentuknya virus baru (replikasi). Adanya kemampuan ini dapat mencengah
terjadinya serangan virus.

3.Trombosit (Keping Darah)

Dibandingkan dengan sel darah lainnya, keping darah memiliki ukuran yang paling
kecil, bentuknya tidak teratur, dan tidak memiliki inti sel. Keping darah dibuat di dalam
sumsum merah yang terdapat pada tulang pipih dan tulang pendek. Setiap 1 mm3 darah
terdapat 200.000 300.000 butir keping darah. Trombosit yang lebih dari 300.000 disebut
trombositosis, sedangkan apabila kurang dari 200.000 disebut trombositopenia. Trombosit
hanya mampu bertahan 8 hari. Meskipun demikian trombosit mempunyai peranan yang sangat
penting dalam proses pembekuan darah.

Pada saat kita mengalami luka, permukaan luka tersebut akan menjadi kasar. Jika
trombosit menyentuh permukaan luka yang kasar, maka trombosit akan pecah. Pecahnya
trombosit akan menyebabkan keluarnya enzim trombokinase yang terkandung di dalamnya.
Enzim trombokinase dengan bantuan mineral kalsium (Ca) dan vitamin K yang terdapat di
dalam tubuh dapat mengubah protombin menjadi trombin. Selanjutnya, trombin merangsang
fibrinogen untuk membuat fibrin atau benang-benag. Benang-benang fibrin segera membentuk
anyaman untuk menutup luka sehingga darah tidak keluar lagi.

2.7 Fungsi Darah

Darah memiliki bagian yang cair (plasma darah) dan bagian yang padat (sel darah). Bagian
bagian tersebut memiliki fungsi tertentu dalam tubuh. Secara garis besar, fungsi utama darah
adalah sebagai berikut:

14
1. Sebagai alat Pengangkut

Fungsi darah sebagai alat pengangkut adalah mengedarkan sari-sari makanan ke seluruh sel
tubuh, mengedarkan hormon, serta mengangkut sisa-sisa pembakaran dari sel-sel tubuh ke alat
pengeluaran. Hormon adalah suatu zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar tak bersaluran atau
kelenjar buntu (endokrin). Sari makanan dan hormon diedarkan oleh plasma darah, sedangkan
oksigen diangkut oleh sel-sel darah merah.

2. Sebagai Alat Pertahanan Tubuh

Bagian darah yang berfngsi sebagai alat pertahanan tubuh, yaitu sel-sel darah putih dan
keping-keping darah. Sel-sel darah putih berfungsi membunuh kuman yang masuk ke tubuh,
sedangkan keping-keping darah berfungsi menutup luka.

3. Sebagai Pengatur Suhu Tubuh

Darah beredar mengangkut oksigen untuk keperluan oksidasi. Melalui peristiwa oksidasi,
dihasilkan energi lain dalam bentuk panas. Panas sebagai hasil oksidasi dalam tubuh, terutama
digunakan untuk mempertahankan suhu tubuh manusia, yaitu lebih kurang 37C. Pada waktu
suhu udara panas, darah dan pembuluh darah di kulit akan memindahkan panas ke udara di
sekitamya sehingga suhu tubuh tidak akan terus meningkat.

2.8 Fungsi Sel-Sel Darah

Darah memiliki beberapa sel yang memiliki fungsi sebagai berikut:

1. Plasma Darah

Plasma darah berfungsi untuk mengangkut sari-sari makanan ke seluruh sel-sel tubuh dan
mengangkut zat-zat sisa metabolisme ke alat pengeluaran

2. Sel Darah Merah


Fungsi utama dari sel darah merah adalah mengikat oksigen dan karbon dioksida. Bagian sel
darah merah yang sangat berperan dalam mengikat oksigen adalah hemoglobin.

3. Sel Darah Putih

Sel darah putih berfungsi sebagai antibody. Sel darah putih memiliki sifat fagosit, yaitu dapat
mematikan kuman penyakit dengan cara memakan kuman tersebut. Untuk menghancurkan
kuman penyakit, sel darah putih dapat menembus dinding pembuluh darah.

15
4. Keping-keping Darah

Berfungsi dalam proses pembekuan darah. Pada saat terjadi luka pada permukaan tubuh,
komponen darah, yaitu trombosit akan segera berkumpul mengerumuni bagian yang terluka
dan akan menggumpal sehingga dapat menyumbat dan menutupi luka.

16
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN

Darah adalah cairan yang ada pada manusia sebagai alat transportasi berfungsi untuk
mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-
bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri.

Darah terdiri dari 55% Plasma Darah (bagian cair darah) dan 45% Korpuskuler (bagian padat
darah).

Plasma Darah (bagian cair darah) terdiri dari plasma.

Korpuskuler (bagian padat darah) terdiri dari :

1. Sel Darah Merah (Eritrosit)

2. Sel Darah Putih (Leukosit)

3. Keping Darah (Trombosit)

Darah didalam tubuh kita mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut :

1. Alat pengangkut zat-zat dalam tubuh, seperti sari-sari makanan, oksigen, zat-zat sisa
metabolisme, hormon, dan air.

2. Menjaga suhu tubuh dengan cara memindahkan panas dari organ tubuh yang aktif ke
organ tubuh yang kurang aktif sehingga suhu tubuh tetap stabil, yaitu berkisar antara
36 37oC.

3. Membunuh bibit penyakit atau zat asing yang terdapat dalam tubuh oleh sel darah putih.

4. Pembekuan darah yang dilakukan oleh keping darah (trombosit)

SARAN
1. Diperlukan suatu penelitian lanjut pengukuran tekanan darah pada berbagai posisi dan
perbedaan waktu istirahat sebelum melakukan pengukuran tekanan darah dari penelitian ini.

2. Dalam penelitian ini, pengukuran tekanan darah dilakukan pada mahasiswa sehat, sehingga
diperlukan.

17
DAFTAR PUSTAKA

Arif M. Penuntun praktikum hematologi. [serial online] 2015 [cited 24 juni 2015]; Available
From: URL: http://med.unhas.ac.id/kedokteran/wp-content/uploads/2015/04/MANUALCSL-
1-HEMATOLOGI-2.pdf

Helmi Arifin ,Welli Nofiza, dan Elisma, 2012. Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFARM).
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi, Vol. 17, No.2. padang.

http://nuzulwahyudi10.blogspot.co.id/2013/11/makalah-sistemhematologi.html ( 11/10/2016,
jam 10:10 ).

Vennetia R. Danes. 2015. Analisa Hasil Pengukuran Tekanan Darah Antara Posisi Duduk Dan
Posisi Berdiri Pada Mahasiswa. Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi
Jurnal e-Biomedik (eBm), Volume 3, Nomor 1.

18