Anda di halaman 1dari 3

Morfologi Salmonella enterica

1. Dibagi menjadi dua jenis, enterica S. dan bongori S.


2. Berbentuk batang, tidak berspora, bersifat negatif
pada pewarnaan Gram.
3. Ukuran Salmonella bervariasi 13,5 m x 0,50,8 m.
4. Besar koloni rata-rata 24 mm.
5. Sebagian besar isolat motil dengan flagel peritrik.
6. Tumbuh pada suasana aerob dan fakultatif anaerob
pada suhu 1541oC (suhu pertumbuhan optimal
37,5oC) dan pH pertumbuhan 68.
7. Mudah tumbuh pada medium sederhana, misalnya
garam empedu.
8. Sangat umum ditemukan pada daging mentah, ayam,
dan kulit telur.
9. Tidak dapat tumbuh dalam larutan KCN.
10.Membentuk asam dan kadang-kadang gas dari
glukosa dan manosa.
11.Menghasikan H2S.
12.Antigen O: bagian terluar dari lipopolisakarida dinding
sel dan terdiri dari unit polisakarida yang berulang.
Beberapa polisakarida O-spesifik mengandung gula
yang unik. Antigan O resisten terhadap panas dan
alkohol dan biasanya terdeteksi oleh aglutinasi
bakteri. Antibodi terhadap antigen O terutama adalah
IgM.
13.Antigen Vi atau K: terletak di luar antigen O,
merupakan polisakarida dan yang lainnya merupakan
protein. Antigen K dapat mengganggu aglutinasi
dengan antiserum O, dan dapat berhubungan dengan
virulensi. Dapat diidentifikasi dengan uji
pembengkakan kapsul dengan antiserum spesifik.
14.Antigen H: terdapat di flagel dan didenaturasi atau
dirusak oleh panas dan alkohol. Antigen
dipertahankan dengan memberikan formalin pada
beberapa bakteri yang motil. Antigen H beraglutinasi
dengan anti-H dan IgG. Penentu dalam antigen H
adalah fungsi sekuens asam amino pada protein
flagel (flagelin). Antigen H pada permukaan bakteri
dapat mengganggu aglutinasi dengan antibodi
antigen O.
15.Organisme dapat kehilangan antigen H dan menjadi
tidak motil.
16.Kehilangan antigen O dapat menimbulkan perubahan
bentuk koloni yang halus menjadi kasar.
17.Antigen Vi atau K dapat hilang sebagian atau
seluruhnya dalam proses transduksi.

Klasifikasi Salmonella enterica


Terdapat serotipe-serotipe yang bemakna secara klinis
yang secara rutin diidentifikasi. Serotipe tersebut adalah
sebagai berikut :
1. Salmonella paratyphi A (serogrup A)
Menyebabkan demam paratifoid ringan pada manusia
2. Salmonella paratyphi B (serogrup B)
Penyebab paling umum demam paratifoid di Amerika
Utara
3. Salmonella choleasuis (serogrup C1)
Penyebab hogcholera pada babi dan penyebab
demam paratifoid
4. Salmonella typhi (serogrup D)
Merupakan parasit khusus manusia yang
penyebarannya melalui air atau makanan
terkontaminasi oleh feses manusia dan dapat
menyebabkan demam tifoid
Daur Hidup Salmonella
Infeksi terjadi dari memakan makanan yang
terkontaminasi dengan feses yang terdapat bakteri
Sal. typhimurium dari organisme pembawa (hosts).
Setelah masuk dalam saluran pencernaan maka Sal.
typhimurium menyerang dinding usus yang
menyebabkan kerusakan dan peradangan.
Infeksi dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui
aliran darah karena dapat menembus dinding usus
tadi ke organ-organ lain seperti hati, paru-paru, limpa,
tulang-tulang sendi, plasenta dan dapat
menembusnya sehingga menyerang fetus pada
wanita atau hewan betina yang hamil, dan ke
membran yang menyelubungi otak.
Subtansi racun diproduksi oleh bakteri ini dan dapat
dilepaskan dan mempengaruhi keseimbangan tubuh.
Di dalam hewan atau manusia yang terinfeksi Sal.
typhimurium, pada fesesnya terdapat kumpulan
Salmonella typhimurium yang bisa bertahan sampai
bermingguminggu atau berbulan-bulan.
Bakteri ini tahan terhadap range yang lebar dari
temperature sehingga dapat bertahan hidup
berbulan-bulan di dalam tanah maupun air.

Patogenesis dan gambaran klinis Salmonella enterica


Organisme ini hampir selalu masuk melalui rute
oral, biasanya bersama makanan atau minuman
yang telah terkontaminasi. Dosis infektif rata-rata
untuk menimbulkan infeksi klinis atau subklinis
pada manusia adalah 105-108 salmonella.
Beberapa faktor pejamu yang menimbulkan
resistansi terhadap infeki salmonella adalah
keasaman lambung, flora mikroba normal usus,
dan kekebalan usu setempat.