Anda di halaman 1dari 27

Desy Kurniawati_SKN LBM 2 30101407162

1. Jelaskan mengenai SDGs dan MDGs?


Desy Kurniawati_SKN LBM 2 30101407162

2. Apa definisi dari administrasi kesehatan?

Batasan :

Luther gulick dalam bukunya menyebutkan bahwa administrasi berkaitan dengan


pelaksanaan kerja untuk pencapaian tujuan yang telah ditentukan
Wiiliam h. newman dalam bukunya menyebutkan bahwa administrasi adalah pembimbingan,
kepemimpinan, dan pengawasan usaha2 suatu kelompok orang2 kearah pencapaian tujuan
bersama
John m. pfiffner dalam bukunya menyebutkan administrasi dapat didefinisikan sebagai
pengorganisasian dan pengarahan sumber daya manusia dan materi untuk mencapai tujuan
yang diinginkan
Leonard d. white dalam bukunya menyebutkan bahwa administrasi adalah suatu proses yang
umum dalam semua usaha umum atau pribadi, sipil, maupun militer, dalam skala besar atau
kecil
(Budioro B, 2002, Pengantar Administrasi Kesehatan Masyarakat, Semarang: Badan
Penerbit Universitas Diponegoro)

Pengertian administrasi :

Administrasi ialah kegiatan kerjasama secara rasional yang tercermin pada pengelompokan
kegiatan menurut fungsi yang dilakukan (Dwight Waldo)
Desy Kurniawati_SKN LBM 2 30101407162

Administrasi ialah kombinasi antara pengambil keputusan dengan pelaksanaan dari


keputusan tsb untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Robert D. Calkins)
Administrasi ialah upaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan mempergunakan
orang lain (George R. Terry)
Administrasi ialah upaya mencapai tujuan yang diinginkan dengan menciptakan lingkungan
kerja yang menguntungkan (Koontz O` Donnell)
Administrasi ialah suatu proses dengan mana upaya untuk mencapai tujuan tertentu dapat
dilaksanakan dan diawasi (Social Science Encyclopedia)
Pengertian kesehatan :

Sehat ialah suatu keadaan seimbang yang dinamis antara bentuk dan fungsi tubuh dengan
pelbagai faktor yang berusaha mempengaruhinya (Perkin)
Sehat ialah suatu keadaan sejahtera sempurna dari fisik, mental dan sosial yang tidak hanya
terbatas pada bebas dari penyakit / kelemahan saja (WHO 1947 dan UU Pokok Kesehatan
No. 9 tahun 1960)
Sehat ialah suatu keadaan dan kualitas dari organ tubuh yang berfungsi secara wajar
dengan segala faktor keturunan dan lingkungan yang dipunyainya (WHO 1957)
Sehat ialah keadaan dimana seseorang pada waktu diperiksa oleh ahlinya tidak mempunyai
keluhan ataupun tidak terdapat tanda-tanda penyakit / kelainan (White)
Maka dari kedua pengertian diatas, administrasi kesehatan merupakan suatu proses yang
menyangkut perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan, pengkoordinasian dan
penilaian terhadap sumber, tata cara dan kesanggupan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan
dan tuntutan akan kesehatan, perawatan kedokteran serta lingkungan yang sehat dengan jalan
menyediakan dan menyelenggarakan berbagai upaya kesehatan yang ditujukan kepada perseorangan
, kelompok atau masyarakat (Komisi Pendidikan Administrasi Kesehatan Amerika Serikat, 1974)

(buku Pengantar Administrasi Kesehatan : Dr. Azrul Azwar, M.P.H.)

3. Apa tujuan dari administrasi kesehatan?

Tujuan utamanya adalah agar kebutuhan dan tuntutan masyarakat terhadap kesehatan,
perawatan kedokteran dan lingkungan yang sehat dapat terpenuhi dengan sebaik-baiknya.

Kebutuhan kesehatan adalah sesuatu yang secara obyektif diperlukan oleh seseorang
untuk meningkatkan kesehatannya, dan terpenuhi / tidaknya kebutuhan tersebut amat
menentukan berhasil / tidaknya suatu upaya kesehatan.
Tuntutan kesehatan adalah sesuatu yang secara subyektif diperlukan oleh seseorang
untuk meningkatkan kesehatannya, terpenuhi / tidaknya tuntutan tersebut tidak
menentukan keberhasilan suatu upaya kesehatan.
Sehingga kebutuhan kesehatan dan tuntutan kesehatan tidaklah sama. Didalam kehidupan
sehari-hari sering terdapat perbedaan antara kebutuhan dengan tuntutan kesehatan yang
dimiliki seseorang, dan ini kewajiban dari petugas kesehatan untuk menyamakannya, meskipun
tidak mudah.
Desy Kurniawati_SKN LBM 2 30101407162

(Pengantar Administrasi Kesehatan, Azrul Azwar)

4. Apa fungsi dan dari administrasi kesehatan?

P1 fungsi perencanaan, yang pada hakekatnya mencakup unsur-unsur fungsi administrasi


lainnya yang melengkapi proses perencanaan yang sebenarnya, seperti fungsi-fungsi
pengambilan keputusan, pemahaman masalah, penetapan prioritas, peramalan, penganggaran, dll.

P2 penggerakan pelaksanaan. Fungsi-fungsi lainnya dapat dimasukkan dalam kelompok P2


antara lain pengorganisasian, staffing, pengkoordinasian, panggajian, komunikasi, kepemimpinan,
dll.

P3 pengarahan, pengendalian, dan penilaian. Fungsi-fungsi lainnya dapat dimasukkan dalam


kelompok P3 antara lain pengawasan, pencatatan-pelaporan, supervisi, dan mungkin ada
beberapa hak lagi lainnya, yang intinya bermaksud sebagai pemantauan pelaksanan upaya yang
sedang dikerjakan agar tidak menyimpang dari tujuan yang telah ditetapkan.

(Pengantar Administrasi Kesehatan, Dr.Azrul Azwar M.P.H.)

Manfaat:

a. Dapat dikelolanya sumber, tata cara dan kesanggupan yang dimiliki secara efektif
dan efisien
Sumber, tata cara dan kesanggupan yang tersedia pada dasarnya bersifat terbatas dan karena
itulah perlu dikelola dengan sebaik-baiknya, untuk itu dengan administrasi kesehatan unsur itu
dapat dikelola secara efektif dan efisien.

b. Dapat dipenuhinya kebutuhan dan tuntutan akan kesehatan secara tepat dan sesuai.
Dengan administrasi kesehatan dapat diketahui dan dipenuhinya kebutuhan dan tuntutan
kesehatan pada masyarakat.

c. Dapat disediakan dan diselenggarakan pelayanan kesehatan yang sebaik-baiknya.


Karena administrasi kesehatan dapat mengatur pemanfaatan sumber, tata cara dan
kesanggupan yang dimiliki dengan baik, serta dapat menentukan kebutuhan dan tuntutan dengan
tepat, maka dapatlah diharapkan tersedia dan terselenggaranya pelayanan kesehatan yang
sebaik-bainya.

(Pengantar Administrasi Kesehatan, Azrul Azwar)

5. Apa saja batasan dan ruang lingkup admistrasi kesehatan?

Ruang lingkup administrasi kesehatan mencakup bidang yang amat luas, yang jika
disederhanakan dapat dibedakan atas dua macam yakni :

Kegiatan Administrasi
Kegiatan utama yang dilakukan pada administrasi tidak lain adalah melaksanakan
fungsi administrasi itu sendiri, mulai dari fungsi perencanaan, pengorganisasian,
pelaksanaan sampai dengan fungsi pengawasan (Terry). Jadi jelas pula bahwa
Desy Kurniawati_SKN LBM 2 30101407162

tidak sama dengan melaksanakan pekerjaan tata usaha. Seseorang yang


mengerjakan administrasi berarti adalah seorang administrator atau manajer,
karena dalam mengerjakan administrasi, ia melakukan perenacanaan, pelaksanaan,
penilaian untuk kemudian perencanaan berikutnya.

Objek dan Subjek Administrasi


Objek dan subyek administrasi kesehatan adalah sistem kesehatan. Batasan
sistem kesehatan WHO (1984) adalah suatu kumpulan dari berbagai faktor yang
komplek dan saling berhubungan yang terdapat pada suatu negara dan yang
diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan kesehatan perorangan,
keluarga, kelompok serta pada masyarakat pada setiap saat yang dibutuhkan

Azrul Azwar. 1988, Pengantar Administrasi Kesehatan. Binarupa Aksara. Jakarta

6. Apa saja unsur pokok dari administrasi kesehatan?

Masukan (INPUT)
Yang dimaksud dengan masukan (input) dalam administrasi adalah segala sesuatu yang
dibutuhkan untuk dapat melaksanakan pekerjaan administrasi. Masukan dan atau perangkat
administrasi tersebut banyak macamnya. Pembagian yang banyak dikenal di masyarakat ialah
yang disebut 4 M, yakni manusia (man), uang (money), sarana (material), metode (method),
untuk organisasi yang tidak mencari keuntungan, serta 6M yakni manusia (man), uang
(money), sarana (material), metode (method), pasar (market) serta mesin (machinery) untuk
organisasi yang mencari keuntungan.

Proses (PROCESS)
Yang dimaksud dengan proses (process) dalam administrasi adalah langkah-langkah yang
harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dikenal pla dengan nama fungsi
administrasi. Pada umunya proses dan ataupun fungsi administrasi ini merupakan tanggung
jawab pimpinan.

Dalam praktek sehari-hari, untuk memudahkan pelaksanaannya, berbagai fungsi administrasi


disederhanakan menjadi 4 macam yakni :

1. perencanaan (planning) yang didalamnya termasuk penyusunan anggaran


belanja
2. pengorganisasian (organizing) yang didalamnya termasuk penyusunan
staff.
3. pelaksanaan (implementing) yang didalamnya termasuk pengarahan,
pengkoordinasiaan, bimbingan, penggerakan dan pengawasan.
Keluaran (OUTPUT)
Yang dimaksud dengan keluaran (output) adalah hasil dari suatu pekerjaan administrasi.
Untuk administrasi kesehatan, keluaran tersebut dikenal dengan nama pelayanan kesehatan
(health service). Pada saat ini pelayanan kesehatan tersebut banyak macamnya. Secara
Desy Kurniawati_SKN LBM 2 30101407162

umum dapat dibedakan atas dua macam. Pertama, pelayanan kedokteran (medical services).
Kedua, pelayanan kesehatan masyarakat (public health services).

Sasaran (TARGET)
Yang dimaksud dengan sasaran (target group) kepada siap keluaran yang dihasilkan, yakni
upaya kesehatan tersebut, ditujukkan. Untuk administrasi kesehatan sasaran yang dimaksud
disini dibedakan atas empat macam yakni perseorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat.
Dapat bersifat langsung (direct target group), ataupun bersifat tidak langsung (indirect
target group).

Dampak (IMPACT)
Yang dimaksud dengan dampak (impact) adalah akibat yang ditimbulkan oleh keluaran. Untuk
administrasi kesehatan, dampak yang diharapkan adalah makin meningkatnya derajat
kesehatan (Pengantar Administrasi Kesehatan, Azrul Azwar)

7. Apa perbedaan administrasi kesehatan dengan manajemen kesehatan?


Desy Kurniawati_SKN LBM 2 30101407162

8. Bagaimana sistem ( input, proses, output, dampak)dari manajeman kesehatan dan


berkaitan dengan AKI? Kedudukan administrasi dan manajeman
Desy Kurniawati_SKN LBM 2 30101407162
Desy Kurniawati_SKN LBM 2 30101407162

9. Bagaimana langkah langkah dalam perencanaan yang meliputi definisi, batasan,


unsur-unsur, batasan ,prinsipkesehatan untuk mengatasi angka kematian ibu?

PERENCANAAN PROGRAM KEGIATAN (PLANNING)


Batasan
Desy Kurniawati_SKN LBM 2 30101407162

Perencanaan adalah kemampuan untuk memilih satu kemungkinan dari berbagai


kemungkinan yang tersedia dan yang dipandang paling tepat untuk mencapai tujuan (Billy E.
Goetz)
Perencanaan adalah pekerjaan yang menyangkut penyusunan konsep serta kegiatan
yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan demi masa masa depan yang
lebih baik (Le breton)
Perencanaan adalah upaya menyusun berbagai keputusan yang bersifat pokok yang
dipandang paling penting dan yang akan dilaksanakan menurut urutannya guna mencapai tujuan yang
telah ditetapkan (Maloch dan Deacon)
Perencanaan adalah proses menetapkan pengarahan yang resmi dan menetapkan
berbagai hambatan yang diperkirakan ada dalam menjalankan suatu program guna dipakai sebagai
pedoman dalam suatu organisasi (Ansoff dan Brendenburg)
(Pengantar Administrasi kesehatan, Azrul Azwar)
Langkah-langkah / proses
Proses perencanaan kesehatan secara garis besar adalah sbb:

Analisa keadaan dan masalah


Penentuan prioritas dan penyebab masalah
Perumusan tujuan dan sasaran
Perumusan arah, kebijaksanaan dan langkah2 kegiatan
Penyusunan kebutuhan sumber daya
Penyusunan rencana operasional
Dasar-dasar rencana penilaian
(Pengantar Administrasi Kesehatan Masyarakat, Budioro)

Jenis-jenis
1. ditinjau dari jangka waktu berlakunya rencana
a. perencanaan jangka penjang
Masa berlakunya rencana tersebut antara 12-20 tahun.

b. perencanaan jangka menengah


Masa berlakunya rencana tersebut antara 5-7 tahun

c. perencanaan jangka pendek


Masa berlakunya rencana tersebut hanya untuk jangka waktu 1
tahun saja

2. ditinjau dari frekuensi penggunaan


a. digunakan satu kali
Disebut penggunaan satu kali (single-use planning), apabila rencana
yang dihasilkan hanya dapat dipergunakan satu kali. Perencanaan
yang seperti ini dapat secara sengaja dilakukan, atau karena
memang telah tidak dapat digunakan lagi. Antara lain karena
keadaan lingkungan yang telah berubah.

b. digunakan berulang kali


Desy Kurniawati_SKN LBM 2 30101407162

Disebut penggunaan berulang kali (repeat-use planning), apabila


rencana yang dihasilkan dapat dipergunakan lebih dari satu kali

3. ditinjau dari tingkatan rencana


a. perencanaan induk
Disebut perencanaan induk (master planning), apabila rencana yang
dihasilkan lebih menitikberatkann pada aspek kebijaka, mempunyai
ruang lingkup yang amat luas serta berlaku untuk jangka waktu
yang panjang

b. perencanaan operasional
Disebut perencanaan operasional (operational planning), apabila
rencana yang dihasilkan lebih menitik beratkan pada aspek
pedoman pelaksanaan yang akan dipakai sebagai petunjuk pada
waktu melaksanakan kegiatan.

c. perencanaan harian
Disebut sebagai perencanaan harian (day-to-day planning), apabila
rencana yang dihasilkan telah disusun secara rinci.

4. ditinjau dari filosofi perencanaan


a. perencanaan memuaskan
Disebut sebagai perencanaan memuaskan (satisfying planning),
apabila fiosofi yang dianut pada waktu melakukan perencanaan
tidak terlalu mementingkan keuntungan golongan, melainkan
kepuasaan semua pihak yang terlibat.

b. perencanaan optimal
Disebut sebagai perencanaan optimal (optimizing planning), apabila
filosofi yang dianut pada waktu melakukan perencanaan sangat
mementingkan pencapaian tujuan.

c. perencanaan adaptasi
Disebut sebagai perencanaan adaptasi (adaptivizer planning),
apabila filosofi yang dianut pada waktu melakukan perencanaan
cenderung berupaya untuk selalu menyesuaikan diri dengan situasi
dan kondisi yang dihadapi

5. ditinjau dari orientasi waktu


a. perencanaan berorientasi masa lalu kini
b. perencanaan berorientasi masa depan
i. perencanaan redistribusi
Pada perencanaan redistributif, sekalipun orientasinya
adalah masa depan, tetapi rencana yang disusun tidak atas
kajian masa depan yang terlalu mendalam

ii. perencanaan spekulatif


Desy Kurniawati_SKN LBM 2 30101407162

Pada perencanaan spekulatif, sifat spekulatif sangat


dirasakan. Kajian tentang masa depan, sekalipun mungkin
dilakukan dengan mempergunakan data, tetapi terlalu
berani.

iii. perencanaan kebijakan


Adalah perencanaan yang sangat berorientasi pada masa
depan, serta disusun atas kajian yang seksama dan
mendalam terhadap berbagai data yang seksama dan
mendalam terhadap berbagai data yang tersedia

6. ditinjau dari ruang lingkup


a. perencanaan strategik
Disebut perencanaan strategik, apabila rencana yang dihasilkan
menguraikan dengan lengkap kebijakan jangka panjang yang ingin
diterapkan, tujuan jangka panjang yang ingin dicapai serta
rangkaian dan pentahapan kegiatan yang akan dilakukan.
Perencanaan strategi umumnya sulit diubah.

b. perencanaan taktis
Disebut perencanaan taktis, apabila rencana yang dihasilkan hanya
mengandung uraian tentang kebijakan, tujuan serta kegiatan jangka
pendek saja. Perencanaan taktis mudah menyesuaikan diri dengan
perkembangan situasi dan kondisi.

c. perencanaan menyeluruh
Disebut perencanaan menyeluruh, apabila rencan yang dihasilkan
mengandung uraian yang bersifat menyeluruh

d. perencanaan terpadu
Disebut perencanaan terpadu, apabila rencan yang dihasilkan jelas
menggambarkan keterpaduan antar kegiatan yang akan dilakukan,
dan atau dengan kegiatan lain yang telah ada.

(Pengantar Administrasi Kesehatan, Azrul Azwar)

Unsur-unsur dalam perencanaan


1. hasil dari pekerjaan perencanaan (outcome of planning). Misalnya pada bidang kesehatan
rencana kesehatan
2. perangkat perencanaan (mechanic of planning) satuan organisasi yg ditugaskan dan atau
bertanggung jawab menyelenggrakan pekerjaan perencanaan
3. proses perencanaan (process of planning) langkah yang harus dilaksanakan pada pekerjaan
perencanaan

Ciri-ciri
1. bagian dari system administrasi
2. dilaksanakan secara terus menerus dan berkesinambungan
Desy Kurniawati_SKN LBM 2 30101407162

3. berorientasi pada masa depan


4. mampu menyelesaikan masalah
5. mempunyai tujuan
6. bersifat mampu kelola
(Pengantar Administrasi Kesehatan, Azrul Azwar)

10. Bagaimana definisi, batasan, ciri, prinsip, macam, tujuan dari perorganisasian dalam
mengatasi AKI?

PENGORGANISASIAN PROGRAM KEGIATAN (ORGANIZING)


Batasan
pengorganisasian adalah pengelompokan berbagai kegiatan untuk melaksanakan rencana
sedemikian rupa sehingga tujuan memuaskan
pengorganisasian adalah pengaturan sejumlah personil yang dimiliki untuk memungkinkan
tercapainya suatu tujuan yang telah disepakati dengan jalan mengalokasikan masing-masing
fungsi dan tanggung jawabnya
pengorganisasian adalah pengkoordinasian rasional kegiatan dari sejumlah orang tertentu
untuk tujuan bersama melalui pengaturan pembagian kerja dan fungsi secara tanggung
jawab
(Pengantar Administrasi Kesehatan, Azrul Azwar)

Tujuan
Proses engorganisasian terutama yang dibudayakan dan direkayasa oleh manusia mempunyai
tujuan2 yang bila kita renungkan antara lain mencangkup hal2 berikut:

Dengan mengelompokan dan membagi2 berbagai jenis tugas yang telah


direncanakan,maka pelaksanaannya diharapkan menjadi lebih mudah dan lancer
Pengorganisasian juga mengatur wadah atau organisasi sedemikian rupa sehingga
pimpinan/atasan dapat membimbing, membina, mengawasi dan mengendaikan bawahannya
dengan lebih mudah
Dengan mengelompokan berbagai jenis tugas den membagikannya kepada anggota
organisasi sesuai dengan kedudukan dan kemampuan atau kapasitasnya masing2
diharapkan berfungsinya the right man on the right place
Dapat mengarahkan upaya organisasi secara keseluruhan untuk secara terkoordinasi
berupaya mencaai tujuan organisasi yang telah direncanakan secara efektif dan efisien
sebagaimana yang diinginkan dengan adanya proses pengadministrasian yang baik
(Pengantar Administrasi Kesehatan Masyarakat, Budioro, 2002)

Manfaat
a. langkah untuk menetapkan, menggolong-golongkan dan mengatur berbagai macam
kegiatan, menetapkan tugas2 pokok dan wewenang, dan pendelegasian wewenang oleh
pimpinan kepada staf dalam rangka mencapai tujuan organisasi.
Desy Kurniawati_SKN LBM 2 30101407162

b. Merupakan alat untuk memadukan dan mengatur semua kegiatan yang ada kaitannya
dengan personil,finansial, material dan tata cara unutk mencapai tujuan organisasi yang
telah disepakati bersama
c. Sebagai wadah kerjasama sekelompok orang organisasi bersifat statis
d. Organisasi juga dapat dikaji dari sisi proses kerjasama. Dalam hal ini organisasi dilihat
dari kerjasama staf yanbg berisi uraian tugas untuk mencapai tujuan-oranisasi bersifat
dimanmis.
(Gde Muninjaya, Manajemen Kesehatan)

Prinsip
o Adanya tujuan yang jelas. Meskipun tujuan tersebut bila harus dijabarkan menurut jenjang
maupun unit atau departemen yang ada dalam organisasi mungkin menjadi seolah2 sangat
beraneka ragam, tapi dengan didukung oleh fungsi administrasi pendukung lain seperti
koordinasi, pengawasan, pengendalian dll diharpakan tujuan organisasi yang sesungguhnya akan
dapat tercapai sebagaimana yang telah direncakan
o Pembagian tugas pekerjaan (division of work) tergantung dalam pengertian pengorganisasian
adalah fungsi departemen yang membagi tugas dan kewajiban kepada para anggota organisasi
sesuai dengan kedudukan dan kemampuan atau keahlian
o Pendelegasian kekuasaan (delegation of authority) yang dibagikan kepada para anggota
organisasi bukan tugas dan kewajiban saja tetai sebagai pelengkap dan pendukungnya juga
diserahi sebagian kewenangan atau kekuasaan yang harus diterapkan secara bertanggung jawab
o Rentangan pengendalian (span of control) prinsip ini menyangkut jumlah bawahan seorang
manajer yang harus dibimbing, dibina, dikendalian atau diawasi secara efektif.
o Jenjang pengawasan (hierarchy of control) . Tingkat2 kepemimpinan yang biasanya mengikuti
jenjang organisasi harus dibuat seoptimal mungkin.bila terlalu banyak tingkat atau
jenjangnya,maka jalur komunikasi antara pemimpin atau atasan dengan bawahannya menjadi
terlalu panjang dan proses pengawasan menjadi kurang efektif dan kurang efisien
(Pengantar Administrasi Kesehatan Masyarakat, Budioro, 2002)

Langkah-langkah
a. Tujuan organisasi harus dipahami oleh staf.
b. Membagi habis pekerjaan dalam bentuk kegiatan2 pokok untuk mencapai tujuan. Dalam
hal ini, pimpinan yang mengemban tugas pokok organisasi sesuai dengan visi dam misi
oranisasi.
c. Menggolongkan kegiatan pokok kedalam suatu kegiatan yang praktis. Pembagian tugas
kelompok ke dalam elemen kegiatan harus mencerminkan apa yang harus dikerjakan oleh
staf
d. Menetapkan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh staf dan menyediakan fasilitas
pendukung yang dioperlukan untuk melaksanakan tugasnya.
e. Penugasan personel yang cakap yaitu memilih dan menempatkan staf yang dipandang
mampu melaksanakan tugas
f. Mendelegasikan wewenang
(Gde Muninjaya, Manajemen Kesehatan)
Desy Kurniawati_SKN LBM 2 30101407162

Jenis-jenis
Organisasi garis (line organization),
Dikenal juga dengan 'organisasi militer' karena dijaman dahulu banyak diterapkan
dikalanagna militer. Bentuk ini juga dianggap 'klasik' dan hanya digunakan dalam
organisasi yang masih sederhana, jumlah karyawan sedikit, perangkat organisasi terbatas,
kegiatan dan tujuan organisasi sederhana serta pemimpin organisasi sekaligus adalah
pemilik organisasi. Pada organisasi ini peran pemimpin sangat dominan, segala kendali
berada di tangan pemimpin.

Keuntungan dari organisasi ini ialah pengambilan keputusan cepat, kesatuan arah
dan perintah lebih terjamin serta pengawasan dan koordinasi lebih mudah. Sdangkan
kerugiannya iaah karena keputusan diambil oleh satu orang makan keputusan tersebut
sering kurang sempurna serta dibutuhkan pemimpin yang berwibawa dan berpengetahuan
luas, yang tidak mudah ditemukan. Karena pada organisasi ini yang dipentingkan ialah
pelaksanaan perintah, maka unsur manusiawi sering terabaikan. Pada hal tersebut amat
penting dalam menciptakan suasanan kerja yang menggairahkan.

Organisasi staf
Disebut juga sebagai bentuk 'fungsional'. Keberadaan staf adalah untuk
memberikan nasehat kepada pejabat yang lebih tinggi atau atasannya tanpa tanggung
jawab operasionalnya, sedangkan keputusan dan pelaksanaan dari keputusan tersebut
tetap berada di tangan pimpinan. Pada umumnya orang yang duduk dalam satu organisasi ini
ialah mereka yang ahli dan berasal dari berbagai spesialisasi sesuai denga kebutuhan.
Bentuk organisasi ini merupakan perkembangan dari organisasi lini.

Keuntungan dari organisasi ini ialah keputusan dapat lebih baik, karena telah
dipikirkan oleh sekelompok kalangan ahli. Sedangkan kerugiannya ialah pengambilan
keputusan lebih lama dari pada organisasi lini dan karena itu dapat menghambat
kelancaran program.
Desy Kurniawati_SKN LBM 2 30101407162

Organisasi garis dan staf


Disebut sebagai organisasi lini dan staf (line and staff organization) jika dalam
organisasi di samping tetap ditemukan satuan organisasi pimpinan juga dikembangkan
satuan organisasi staf. Pada bentuk organisasi ini peranan staf tidak hanya terbatas pada
pemberian nasehat tetapi juga diberikan tanggung jawab melaksanakan kegiatan tertentu.
Pada dasrnya bentuk organisasi ini merupakan perkembangan lebih lanjut dari organisasi
staf. Sebagi akiabt makin kompleksnya suatu organisasi maka bentuan yang diharapkan
dari staf tidak hanya berupa pemikiran saja, tetapi juga menyangkut pelaksanaan.
Keuntungan dari organisasi ini ialah keputusan yang diambil lebih baik karena telah
dipikirkan oleh sejumlah orang, tanggung jawab pimpinan berkurang dan itu dapat lebih
mudah memusatkan perhatian pada masalah yang lebih penting, pengembangan bakat dapat
dilakukan sehingga mendorong disiplin dan tanggung jawab kerja yang tinggi. Sedangkan
kekurangnnya ialah pengambilan keputusan lebih lama serta jika staf tidak mengetahui
batas-batas wewenangnya dapat menimbulkan kebingungan pelaksana.

Unsur-unsur dalam pengorganisasian


hal yang diorganisasikan yaitu
1. kegiatan : pengaturan yang bersatu padu
Desy Kurniawati_SKN LBM 2 30101407162

2. tenaga pelaksanaan : pagaturan struktur organisasi, susunan personalia, hak dan


wewenang tenaga pelaksanaan
proses pengorganisasian
menyangkut pelaksaan langkah2 semua kegiatan dan tenaga pelaksanaan mendapat
pengaturan sebaik-baiknya.

hasil pengorganisasian
1. terbentuk wadah (entity) merupakan perpaduan kegiatan yang akan dilaksanakan dengan
tenaga pelaksanaan
2. hasil bervariasi

11. Bagaimana definisi, batasan , ciri, prinsip, macam, tujuan dari pelaksanaan dalam
mengatasi AKI?

PELAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN (ACTION)

1. Batasan dan ruang lingkup


Setelah perencanaan (planning) dan pengorganisasian selesai dilakukan, maka selanjutnya
yang perlu ditempuh dalam pekerjaan administrasi adalah mewujudkan rencana tersebut dengan
mempergunakan organisasi yang terbentuk menjadi kenyataan. Ini berarti rencana tersebut
dilaksanakan dan atau diaktuasikan.

Pekerjaan pelaksanaan dan atau aktuasi tersebut bukanlah merupakan pekerjaan yang
mudah, karena dalam melaksanakan suatu rencana terkandung berbagai aktifitas yang bukan
saja satu sama lain saling berhubungan, tetapi juga bersifat kompleks dan majemuk kesemuanya
aktifitas ini harus dipadukan sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat
dicapai dengan memuaskan.

Memadukan berbagai aktifitas yang seperti ini dan apalagi menugaskan semua orang
yang terlibat dalam organisasi untuk melaksanakan aktifitas yang dimaksud, memerlukan suatu
ketrampilan khusus. Tugas seorang administrator dan ataupun manager, pada dasarnya adalah
melakukan upaya sedemikian rupa sehingga dapat memotivasi bawahan untuk secara
bertabggung jawab melaksanakan berbagai aktivitas yang telah disusun. Agar pekerjaan
motivasi ini dapat terlaksana dengan baik, seorang administrator dan ataupun manager harus
mampu mengkomunikasikan ide dan ataupun gagasan yang ada padanya kepada bawahan. Untuk
kemudian dengan kepemimpinan yang dimilikinya mampu mengarahkan, mengawasi dan
mensupervisi bawaha sedemikian rupa sehingga semua aktivitas yang telah disusun dapat
dilaksanakan dengan baik.

Dari uraian yang seperti ini jelaslah untuk dapat melaksanakan suatu rencana, seorang
administrator dan atupun manager, perlu menguasai berbagai pengetahuan dan ketrampilan,
yang jika disederhanakan dapat dibedakan atas 6 macam :

Pengetahuan dan ketrampilan motivasi


Pengetahuan dan ketrampilan komunikasi
Desy Kurniawati_SKN LBM 2 30101407162

Pengetahuan dan ketrampilan kepemimpinan


Pengetahuan dan ketrampilan pengarahan
Pengetahuan dan ketrampilan pengawasan
Pengetahuan dan ketrampilan supervisi
Untuk mengetahui program kesehatan, pengetahuan dan ketrampilan yang seperti ini
juga amat diperlukan. Apalagi jika yang ingin dilaksanakan tersebut adalah program kesehatan
masyarakat. Mudah dipahami karena memanglah ruang lingkup program kesehatan masyarakat,
tidak hanya menyangkut pengaturan bawahan yang dimiliki, tetapi juga masyarakat banyak,
kepada siapa program kesehatan masyarakat tersebut ditujukan.

Seorang administrator atau manager, perlu menguasai berbagai pengetahuan dan keterampilan
yang jika disederhanakan dapat dibedakan atas 6 macam yaitu:
pengetahuan dan keterampilan motivasi (motivation)
pengetahuan dan keterampilan komunikasi (communication)
pengetahuan dan keterampilan kepemimpinan (leadership)
pengetahuan dan keterampilan pengarahan (directing)
pengetahuan dan keterampilan pengawasan (controlling)
pengetahuan dan keterampilan supervisor (supervison)

Motivasi
Batasan
Secara teoritis motiv atau motivasi adalah dorongan yang dapat menggerakan seseorang
untuk berperilaku teretentu yang muncul pada diri seseorang dalam upaya memenuhi
kebeutuhan hidupnya. Seseorang akan mudah digerakan untuk berperilaku (misalnya
melakuakan pekerjaan ) tertentu bila itu sesuai dengan upayanya untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya. Secara teoritis dikenal banyak (puluhan) jenis kebutuhan hidup manusia,
disamping utuk upaya pemenuhannya, kebutuhan tersebut dibuat berjenjang. Menurut
A.H.Maslow jenjang (herarki) kebutuhan tersebut adalah sbb:

Kebutuhan dasar yang faaliah (physiological needs) seperti makan, minum, tidur,
istirahat, menghindari rasa sakit, dorngan seks dll
Kebutuhan rasa aman (safety needs) seperti rasa bebas dari ketakutan, bebas dari
ancaman, jaminan akan selalu terpenuhi kebutuhan hidupnya dll
Kebutuhan sosisal (social needs) seperti diakui dan diterima oleh anggota kelompoknya,
serta dicintai dan disayangi(be loging and love needs)
Kebutuhan untuk dihargai dan dihormati (esteem needs) yaitu kebutuhan akan status
,kehormatan dan gengsi dalam kehidupan bermasyarakat
Kebutuhan penampilan diri (self-actualization needs)
Yaitu kebutuhan untuk dapatmenampilkan sesuatu (ide atau gagasan) yang sesuai dengan
bakatnya

(Pengantar Administrasi Kesehatan Masyarakat, Budioro, 2002)

Batasan dan ruang lingkup


Motivasi berasal dari perkataan motif (motive ) yang artinya adalah rangsangan dorongan
dan ataupun pembangkit tenaga yang dimiliki seseorang sehingga orang tersebut
Desy Kurniawati_SKN LBM 2 30101407162

memperlihatkan perilaku tertentu. Sedangkan yang dimaksud dengan motivasi ialah upaya
untuk menimbulkan rangsangan, dorongan dan ataupun pembangkit tenaga pada seseorang
dan atupun sekelompok masyarakat tersebut mau berbuat dan bekerja sama secara optimal
melaksanakan sesuatu yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.

Dari batasan yang seperti ini segeralah mudah dipahami bahwa pekerjaan motivasi hanya
akan berhasil dengan sempurna jika dapat :

a. Diusahakan agar tujuan organisasi yang telah ditetapkan adalah juga


menjadi tujuan perorangan dan ataupun kelompok masyarakat yang akan
melaksanakan kegiatan
b. Diusahakan agar perbuatan yang diharapkan untuk dilakukan tersebut
adalah sesuai dengan kemampuan yang dimiliki seseorang dan ataupun
sekelompok masyarakat.
(Pengantar Administrasi Kesehatan, Azrul Azwar)

Kepemimpinan
Batasan
Batasan tentang kepemimpinan banyak macamnnya, antara lain adalah:

a. Kepemimpinan adalah perpaduan berbagai perilaku yang dimiliki seseorang sehingga


orang tersebut memiliki kemampuan untuk mendorong orang lain bersedia dan dapat
menyelesaikan tugas2 tertentu yang dipercayakan kepadanya (ordway tead)
b. Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktivitas seseorang atau
sekelompok orang untuk mau berbuat dan mencapai tujuan tertentu yang telah di
terapkan (stogdill)
c. Kepemimpinan adalah hubungan yang tercipta dari adanya pengaruh yang dimiliki oleh
seseorang terhadap orang2 lain sehingga orang lain tersebut secara sukarela mau
dan bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan (George R. Teryy)
d. Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktivitas seseorang atau
sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan dalam suatu
situasi (Paul Hersay, Ken Blanchard)
(Pengantar Administrasi Kesehatan, Azrul Azwar)

Unsur
Dari uraian tentang kepemimpinan, pemimpin serta pengikutnya sebagaimana
dikemukakan diatas, segeralah dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan hanya akan
muncul jika ditemukan sekurang-kurangnya unsur pokok, keempat unsur pokok tersebut
adalah:

1. adanya pemimpin
2. adanya pengikut
3. adanya sifat dan ataupun perilaku tertentu
4. adanya situasi dan kondisi tertentu
(Pengantar Administrasi Kesehatan, Azrul Azwar)
Desy Kurniawati_SKN LBM 2 30101407162

Sifat
Karena pentingnya sifat dan perilaku tertentu yang dimiliki seseorang untuk dapat
menjadi pemimpin yang baik, maka banyak pihak telah menguraikan bebagai sifat seorang
pemimpin yang baik. Sifat2 yang dimaksud secara sederhana dapat dilihat

(Pengantar Administrasi Kesehatan, Azrul Azwar)

Teori
Beberapa teori yang pernah diajukan adalah:

1. teori orang besar atau teori bakat


teori orang besar (the great men theory) atau teori bakat (trait theory) ini adalah
teori klasik dari kepemimpinan. Disini disebutkan bahwa seseorang pemimpin
dilahirkan. Artinya bakat2 tertentu yang diperlakukan seseorang untuk menjadi
pemimpin dilahirkan diperolehnya sejak lahir. Disebutkan pula bahwa pada orang
tersebut terdapat gen tertentu yang memiliki sifat2 kepemimpinanyang diturunkan
oleh orang tuanya yang juga seorang pemimpin.

2. teori situasi
bertolak belakang dari teori orang besar atau teori bakat ini adalah teori situasi.
Teori ini muncul sebagai hasil dari pengamatan, dimana seseorang sekalipun bukan
keturunan pemimpin, ternyata dapat pula menjadi pemimpin yang baik. Hasil
pengamatan tersebut menyimpulkan bahwa orang biasa yang jadi pemimpan tersebut
adalah karena adanya situasi yang menguntungkan dirinya, sehingga ia memiliki
kesempatan untuk muncul sebagai pemimpin.

3. teori ekologi
teori ekologi ini menyebutkan bahwa seseorang memang dapat dibentuk untuk
menjadi pemimpin, tetapi untuk menjadi pemimpin yang baik memanng ada bakat2
tertentu yang terdapat pada seseorang yang diperolehnya dari alam.

(Pengantar Administrasi Kesehatan, Azrul Azwar)

Gaya
Tergantung dari sifat dan perilaku yang dihadapi dalam suatu organisasi dan atau dimiliki
oleh pemimpinan, maka gaya kepemimpinan yang diperlihatkan seorang pemimpin dapat
berbeda antara satu pemimpin dengan pemimpin lainnya. Bebagai gaya kepemimpinan
tersebut jika disederhanakn dapat dibedakan atas empat macam yakni:

1. gaya kepemimpinan diktator


2. gaya kepemimpinan autokratis
3. gaya kepemimpinan demokratis
4. gaya kepemimpinan santai
bahwa penerapan gaya kepemimpinan tersebut sangat ditentukan oleh situasi dan kondisi
yang dihadapi. Situasi dan kondisi yang dimaksud dibedakannya atas ditentukan oleh tiga
unsur utam yakni:
Desy Kurniawati_SKN LBM 2 30101407162

1. hubungan kepemimpinan dengan bawahan


2. struktur tugas
3. derajat kekuasaan yang dimiliki pimpinan
(Pengantar Administrasi Kesehatan, Azrul Azwar)

Pengarahan
Batasan
Pengarahan adalah upaya pengambilan keputusan secara berkesinambungan dan terus
menerus yang terwujud dalam bentuk adanya perintah ataupun petunjuk guna dipakai
sebagai pedoman dalam organisasi ( luther gullick )
Pengarahan adalah upaya mewujudkan keputusan, rencana dan program dalam bentuk
kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Joseph L. Massie)
Pengarahan adalah memberikan bimbingan serta mengendalikan para pekerja dalam
melakuakan tugas guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Tujuan

Untuk mencegah agar karyawan jangan sampai melakukan penyimpangan2 yang tidak
sesuai dengan rencana.

Manfaat
Para pekerja mendapatkan informasi yang tepat tentang segala sesuatu yang akan
dikerjakannya
Para pekerja akan terhindar dari kemungkinan berbuat salah dan dengan demikian tujuan
akan lebih mudah dicapai
Para pekerja akan selalu berhadapan dengan proses belajar mengajar sehingga
pemgetahuan, keterampilan dan keaktivitasan akan meningkat
Para pekerja akan berada dalam suasana yang menguntungkan yakni terciptanya
hubungan pimpinan dan bawahan yang baik
(Pengantar Administrasi Kesehatan, Azrul Azwar)

Syarat syarat
Kesatuan perintah
Perintah yang simpang siur akan dapat membingungkan karyawan.

Informasi yang lengkap


Pada waktu memberikan perintah atau petunjuk tersebut lengkapilah dengan segala
keterangan yang diperlukan (comprehensive information). Keterangan yang
dimaksudkan ini sering disusun dalam suatu uraian khusus yang disebut dengan nama
petunjuk pelaksanaan.

Hubungan langsung dengan karyawan


Akan membantu kelancaran pengarahan program.

Suasana informasi
Ciptakanlah suasana informal tersebut sehingga perintah atau petunjuk yang
diberikan tidak dirasakan sebagai beban yang terlalu berat.
Desy Kurniawati_SKN LBM 2 30101407162

(Pengantar Administrasi Kesehatan, Azrul Azwar)

Tehnik
Teknik konsultasi
Pelaksanaan pengarahan dalam bentuk konsultasi misalnya melalui suatu pertemuan
atau rapat yang khusus diselenggarakan untuk itu. Pada teknik konsultasi ini
pemimpin menyampaikan pengarahannya untuk kemudian dibahas secara bersama.
Keuntungan dari teknik ini ialah mengundang peran serta dari karyawan. Kerugiannya
ialah jika terlalu sering diselenggarakan dapat menambah beban kerja serta dapat
timbul kesan dari karyawan bahwa pimpinan tidak mengetahui apa2.

Teknik demokratis
Pelaksanaan pengarahan menurut teknik demokrasi ialah dengan memberikan
kesempatan seluas2nya kepada karyawan untuk mengajukan pendapat dan saran.
Keuntungan dari teknik ini dapat menimbulakan inisiatif karyawan. Kerugiannya dapat
menyulitkan pimpinan, terutama jika pendapat atau saran tersebut sulit dilaksanakan
dan bertentangan dengan kebijakan organisasi.

Teknik otokratis
Pelaksanaan pengarahan dilaksanakan secara satu arah yakni dari pimpinan kepada
bawahan. Pimpinan menetapkan segalanya, sedangkan karyawan hanya melaksanakan
saja. Keuntungan dari teknik ini ialah proses pengarahan berjalan cepat. Kerugiannya
ialah dapat timbul kesalahan dalam pengarahan. Teknik ini hanya baik jika diterapkan
dalam suatu organisasi yang memiliki kepemimpinan kuat serta pendidikan karyawan
masih terbatas.

Teknik bebas teratur


Disini pengarahan dilaksanakan tidak terlalu berat. Biasnya jika berhadapan dengan
karyawan yang memiliki pengetahuan, keterampilan serta pengalaman yang cukup
dalam melaksanakan tugas yang akan dilaksanakan.

(Pengantar Administrasi Kesehatan, Azrul Azwar)

Proses
Menyusun perintah dan ataupun petunjuk
Perintah dan petunjuk ini harus jelas, lengkap dan dalam batas2 kemampuan pekerja.
Agar perintah atau petunjuk tersebut sesuai dengan kebutuhan, maka seorang
administrator perlu memahami dengan baik segala hal yang ada dalam organisasi dan
rencana kerja. Apabila pemahaman ini tidak dimiliki, tentu mudah diperkirakan bahwa
dapat lahir perintah atau petunjuk yang kurang tepat.

Melaksanakan pelatihan
Melaksanakan pelatihan secara terus menerus kepada karyawan sehingga dapat
melaksanakan perintah atau petunjuk dengan baik sesuai dengan situasi dan kondisi
yang dihadapi.

Melakukan motivasi
Desy Kurniawati_SKN LBM 2 30101407162

Sehingga pekerja mau dan bersedia melaksanakan segala perintah atau petunjuk
dengan baik

Memelihara ketertiban dan kepatuhan


Sehingga tidak terjadi penyimpangan. Pemberian hadiah bagi yang baik ataupun hukuman
bagi yang bersalah perlu dilaksanakan

(Pengantar Administrasi Kesehatan, Azrul Azwar)

12. Bagaimana definisi, batasan , ciri, prinsip, macam, tujuan dari penilaian dalam
mengatasi AKI?

PENILAIAN PROGRAM KEGIATAN (EVALUATION)


Batasan
Batasan penilaian banyak banyak macamnya. Beberapa diantaranya yang dianggap cukup
penting adalah :

Penilaian adalah suatu cara belajar yang sistematis dari pengalaman yang dimiliki
untuk meningkatkan pencapaian, pelaksanaan, dan perencanaan suatu program melalui
pemilihan secara seksama berbagai kemungkinan yang tersedia guna penerapan
selanjutnya. (The World Health Organization)
Penilaian adalah suatu proses untuk menentukan nikai atau jumlah keberhasilan dari
pelaksanaan suatu program dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan (The
American Publik Association)
Penilaian adalah suatu proses yang teratur dan sistematis dalam membandingkan
hasil yang dicapai dengan tolok ukur atau kriteria yang telah ditetapkan, dilanjutkan
dengan pengambilan kesimpulan serta penyusunan saran-saran, yang dapat dilakukan
pada setiap tahap dari pelaksanaan program (The International Clearing House on
Adolescent Fertility Conrol for Population Option)
Penialian adalah pengukuran terhadap akibat yang ditimbulkan dari dilaksanakannya
suatu program dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Riecken)

Ruang lingkup

Sesuai dengan luasnya pengertian kesehatan, maka ruang lingkuo penilaian yakni
hal-hal yang akan dinilai dari suatu program kesehatan adalah amat luas sekali. Beberapa
sarjana memberikan pedoman sebagai berikut, yakni :

1. Deniston
Deniston menyebutkan bahwa hal-hal yang dapat dinilai dari suatu program
kesehatan dibedakan ke dalam empat jenis yakni :

a. Kelayakan program
b. Kecukupan program
c. Efektivitas program
Desy Kurniawati_SKN LBM 2 30101407162

d. efisiensi
2. george James
a. upaya program
b. penampilan program
c. ketepatan penampilan program
d. efisiensi program
3. milton R. Roemer
membedakan ruang lingkup penilaian suatu program kesehatan atas enam jenis :

a. sataus kesehatan yang dihasilkan


b. kualitas pelayanan yang diselenggarakan
c. kuantitas pelayanan yang dihasilkan
d. sikap masyarakat terhadap program kesehatan
e. sumber daya yang tersedia
f. biaya yang dipergunakan
4. Blum
Sama halnya dengan roemer. Blum juga membedakan ruang lingkup penilaian atas
enam macam. Hanya saja perinciannya agak berbeda, yakni :

a. Pelaksanaan program
b. Pemenuhan kriteria yang telah diterapkan
c. Efektivitas program
d. Efisiensi program
e. Keabsahan hasil yang dicapai oleh program
f. Sistem yang dipergunakan untuk melaksanakan program
Untuk kepentingan praktis, ruang lingkup penilaian tersebut secara sederhana dapat
dibedakan atas empat kelompok saja yakni :

a. Penilaian terhadap masukan


b. Penilaian terhadap proses
c. Penilaian terhadap keluaran
d. Penilaian terhadap dampak
Keempat ruang lingkup yang seperti ini, secara sederhana dapat digambarkan
dalam bagan :

Ruang Lingkup Penilaian


Desy Kurniawati_SKN LBM 2 30101407162

Program Kesehatan

Masukan Proses Keluaran Dampak

Penilaian Program
Kesehatan

(Pengantar Administrasi Kesehatan, Azrul Azwar)

Tehnik
Teknik penilaian banyak macamnya, karena kesemuanya tergantung dari program yang akan
dinilai. Dalam praktek sehari-hari yang sering dipergunakan adalah teknik Ragpie Program
Matrix (RPM). Adapun prinsip dari RPM tersebut sbb :

Sederhanakanlah dan kelompokkanlah program kedalam tiga penahapan yakni tahap


perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap penilaian (akhir) program.
Sederhanakan dan kelompokkanlah program kedalam tiga komponen yakni komponen
sumber, komponen kegiatan dan komponen tujuan.
Isislah kotak yang terbentuk dengan keterangan yang sesuai, dan lakukan
perbandingan. Setelah itu tarik kesimpulan dan susunlah saran.
(Pengantar Administrasi Kesehatan, Azrul Azwar)

Unsur
Kelayakan (appropriateness) program, yaitu apakah keseluruhan upaya program yang
bersangkutan sudah layak dengan situasi dan kondisi yang akan ditanggulanginya
Kecukupan (adequasi) program, yaitu apakah untuk program ini telah tersedia secukupnya
segala sesuatu yang memang tujuannya
Penamilan (performance) program yaitu bentuk2 kegiatan rogram yang teramati sehari2nya
sudah sebagaimana yang diharakan
Efektivitas program, yaitu apakah semua upaya yang berkaitan dengan pengelolaan program
sudah cukup berhasil untuk mencapai tujuan yang telah digariskan
Efisiensi program yaitu apakah semua upaya yang dikerjakan untuk pengelolaan program
hingga berhasil mencapai tujuannya telah mendaat dukungan atau pengerahan SD yang layak,
tidak berlebihan dan cukup hemat
Penilaian pada unsur2 tsb diatas lebih menekankan ada bagaimana jalannya proses
administrasi atau manajemennya,dengan harapan bahwa bila hal2 tsb dierhatikan dengan
sendirinya tujuan dan sasarannya pasti akan data tercapai

Hasil penilaian sebagai umpan balik


Desy Kurniawati_SKN LBM 2 30101407162

Diatas disebutkan bahwa penilaian ada hakekatnya adalah fungsi utama para administrator dan
manajer tingkat atas dalam mendukung fungsi2 administrasi lainnya seperti penentuan
kebijaksanaan, pengambilan keputusan, pengarahan, pengawasan dll. Disamping itu kesimpulan
dari hasil penilaian tsb harus dijadikan mekanisme uman balik untuk daur proses penyusunan
perencanaan kurun waktu berikutnya.

(Pengantar Administrasi Kesehatan Masyarakat, Budioro, 2002)

13. Bagaimana program dari pemerintah untuk menurunkan AKI?


Desy Kurniawati_SKN LBM 2 30101407162

14. Bagaimana umpan balik yang didapatkan drai program penurunan AKI?