Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN KEGIATAN

Nama Peserta Amajida Fadia Ratnasari Tanda Tangan

Nama Pendamping dr. Miraz Hedi Kusuma Tanda Tangan

Nama Wahana Puskesmas Kecamatan Sungai Kakap


Tema Kegiatan Gizi buruk
Tujuan Kegiatan Meningkatan pengetahuan peserta posyandu mengenai gizi buruk
Hari/Tanggal Senin, 13 Maret 2017
Waktu Pukul 09.00-11.00
Tempat Posyandu Tunas Harapan Desa Sungai Kakap
Jumlah Peserta 34 peserta
LAPORAN KEGIATAN

PENYULUHAN GIZI BURUK DESA SUNGAI KAKAP

Disusun Oleh
Dr. Amajida Fadia Ratnasari

Pendamping
Dr. Miraz Hedi Kusuma

PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA


PUSKESMAS KECAMATAN SUNGAI KAKAP
LAPORAN KEGIATAN PENYULUHAN GIZI BURUK
DI DESA SUNGAI KAKAP
KECAMATAN SUNGAI KAKAP

I. LATAR BELAKANG

Kegiatan promotif dan preventif merupakan fokus utama kegiatan puskesmas sebagai
layanan kesehatan primer. Berdasarkan Permenkes RI Nomor 39 Tahun 2016, pilar
pertama Program Indonesia Sehat adalah penerapan paradigma sehat yang salah
satunya diwujudkan melalui penyuluhan sebagai bagian dari penguatan upaya promotif
dan preventif.

Gizi merupakan salah satu masalah utama kesehatan di Indonesia dan diperkirakan
masih terdapat 1,7 juta balita terancam gizi buruk. Di Desa Sungai Kakap yang
termasuk dalam wilayah binaan Puskesmas Kecamatan Sungai Kakap sendiri, masih
terdapat temuan kasus gizi buruk pada tahun 2016. Kasus gizi buruk ini terutama Commented [vp11]: Tanya PKM persen angka gizi buruk
ditemukan pada periode penyapihan ASI, padahal 1000 hari pertama kehidupan
merupakan periode emas tumbuh kembang anak.

Beberapa literatur mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama gizi buruk pada
balita adalah kurangnya pengetahuan orang tua mengenai bahan makanan yang bergizi
serta cara pemberian makanan yang benar sehingga asupan gizi anak pun kurang. Oleh
karena itu, perlu dilaksanakan kegiatan untuk meningkatkan kesadaran dan
pengetahuan masyakat Desa Sungai Kakap, khususnya peserta Posyandu Tunas
Harapan, mengenai gizi buruk dan pencegahannya, sebagai bagian dari rangkaian
kegitan Mencegah Lebih Baik dari Mengobati: Menuju 1000 Hari Pertama yang
Bahagia.

II. TUJUAN

1. Tujuan Umum
Meningkatkan pengetahuan peserta Posyandu Tunas Harapan Desa Sungai Kakap
mengenai gizi buruk dan cara pencegahannya.

2. Tujuan Khusus
Pasca mengikuti penyuluhan ini, peserta Posyandu Tunas Harapan Desa Sungai
Kakap diharapan dapat:
a. Mengetahui definisi dan gejala gizi buruk pada anak
b. Mengetahui dampak gizi buruk pada anak
c. Mengetahui kebutuhan gizi pada anak
d. Mengetahui perilaku keluarga SADAR GIZI sebagai bagian dari upaya
pencegahan gizi buruk pada anak
III. PELAKSANAAN KEGIATAN

1. Topik
Penyuluhan tentang Gizi Buruk pada Anak

2. Sasaran dan target


Sasaran : peserta Posyandu Tunas Harapan Desa Sungai Kakap
Target : anggota keluarga yang menghadiri penyuluhan di Posyandu Tunas
Harapan Desa Sungai Kakap

3. Metode
a. Kuesioner pretest
b. Penyampaian materi oleh pembawa materi
c. Tanya jawab dan diskusi
d. Kuesioner posttest

4. Media dan alat


a. Laptop
b. Proyektor

5. Waktu dan tempat


Hari/tanggal : Senin, 13 Maret 2017
Jam : Pukul 09.00-11.00
Tempat : Posyandu Tunas Harapan Desa Sungai Kakap

6. Pengorganisasian
a. Pemateri : Amajida Fadia Ratnasari
b. Moderator : XXXXXXXX

7. Setting tempat

Layar

Proyektor

Moderator Pemateri

Peserta penyuluhan
IV. KEGIATAN PENYULUHAN
No Waktu Kegiatan Metode
1 5 menit Pembukaan Ceramah
2 10 menit Pre-test Kuesioner
3 20 menit Penyuluhan gizi buruk Ceramah
4 10 menit Tanya jawab Diskusi
5 10 menit Post-test Kuesioner

V. URAIAN TUGAS

1. Moderator
Membuka acara
Menjelaskan rundown kegiatan penyuluhan
Menutup acara
2. Pemateri
Memberikan materi penyuluhan
Melakukan sesi tanya jawab dan diskusi dengan peserta penyuluhan
Memandu sesi pre-test dan post-test

VI. EVALUASI

1. Evaluasi Struktur
a. Peserta menghadiri penyuluhan
b. Lokasi serta media penyuluhan tersedia sesuai rencana kegiatan
c. Peran dan tugas sesuai perencanaan

2. Evaluasi Proses
a. Waktu pelaksaan kegiatan sesuai perencanaan
b. Peserta berperan aktif dalam kegiatan penyuluhan dengan bertanya, menjawab
pertanyaan, dan mengemukakan pendapat
c. Peserta tidak meninggalkan ruangan selama penyuluhan berlangsung

3. Evaluasi Hasil
Setelah dilakukan penyuluhan peserta mampu:
a. Mengetahui definisi dan gejala gizi buruk pada anak
b. Mengetahui dampak gizi buruk pada anak
c. Mengetahui kebutuhan gizi pada anak
d. Mengetahui perilaku keluarga SADAR GIZI sebagai bagian dari upaya
pencegahan gizi buruk pada anak
LAMPIRAN MATERI

1. Pengertian, Gejala dan Dampak Gizi Buruk pada Anak

Pemantauan dan pencatatan berat badan anak diperlukan untuk menentukan status gizi
buruk pada anak, yakni apabila pada berat badan anak yang diplot di Kartu Menuju Sehat
(KMS) berada pada zona merah. Gejala klinis gizi buruk meliputi rambut tipis dan
kemerahan (rambut jagung) yang mudah dicabut tanpa rasa sakit dan rontok; bengkak
(edema) pada kedua punggung kaki atau seluruh tubuh); pandangan mata sayu; sering
mengalami infeksi (diare, ISPA), dan otot mengecil (hipotrofi). Gizi buruk pada anak dapat
mengganggu tumbuh kembang anak dan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh sehingga
meningkatkan risiko infeksi.

2. Kebutuhan Gizi pada Anak

Informasi mengenai pentingnya ASI eksklusif (hanya memberikan ASI saja) sampai
dengan usia bayi 6 bulan serta informasi mengenai waktu yang tepat untuk memberikan
makanan pendamping ASI (MPASI), yakni setelah usia 6 bulan, serta jenis dan tekstur
MPASI yang berjenjang sesuai usia. Makanan lunak dapat mulai diberikan pada usia
6-9 bulan, diikuti makanan lembik pada usia 9-12 bulan, dan makanan keluarga pada
usia 12 bulan.
Informasi mengenai komponen kebutuhan gizi pada anak beserta contoh sumber
pangannya yang meliputi karbohidrat (nasi, jagung, umbi-umbian, roti, terigu), protein
(hewani dan nabati dari tempe), mineral, vitamin (buah-buahan), lemak (hewani dan
nabati), serta serat.

3. Perilaku SADAR GIZI

Peserta mengetahui dan menerapkan perilaku SADAR GIZI yang meliputi:


1. Memantau berat badan secara teratur
2. Makan beraneka ragam
3. Hanya mengkonsumsi garam beryodium
4. Memberikan hanya ASI saja kepada bayi sampai usia 6 bulan
5. Memberikan suplementasi gizi pada anggota keluarga yang membutuhkan