Anda di halaman 1dari 3

ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN

MEMANDIKAN PASIEN DIATAS TEMPAT TIDUR

Nama klien : Ny.D


Diagnosa Medis : Ketoasidosis Diabetikum
No Register : 10 34 65

1. Diagnosa keperawatan,pengkajian dan data fokus


a. Diagnosa keperawatan
Intoleransi aktivitas b.d kelemahan, tirah baring (imobilisasi)
b. Pengkajian/ Data fokus
Data Subjektif : Klien mengatakan lemah untuk beraktivitas
Data Objektif : Tanda-tanda vital dengan TD: 109/90 mmHg, RR: 40 x/menit, HR: 110
x/menit teraba lemah dan T: 37,5C.

2. Dasar Pemikiran
Penyakit Diabetes Mellitus disebabkan oleh karena gagalnya hormon insulin.
Akibat kekurangan insulin maka glukosa tidak dapat diubah menjadi glikogen sehingga
kadar gula darah meningkat dan terjadi hiperglikemi. Ginjal tidak dapat menahan
hiperglikemi ini, karena ambang batas untuk gula darah adalah 180 mg% sehingga
apabila terjadi hiperglikemi maka ginjal tidak bisa menyaring dan mengabsorbsi sejumlah
glukosa dalam darah. Sehubungan dengan sifat gula yang menyerap air maka semua
kelebihan dikeluarkan bersama urine yang disebut glukosuria. Bersamaan keadaan
glukosuria maka sejumlah air hilang dalam urine yang disebut poliuria. Poliuria
mengakibatkan dehidrasi intra selluler, hal ini akan merangsang pusat haus sehingga
pasien akan merasakan haus terus menerus sehingga pasien akan minum terus yang
disebut polidipsi.
Produksi insulin yang kurang akan menyebabkan menurunnya transport glukosa
ke sel-sel sehingga sel-sel kekurangan makanan dan simpanan karbohidrat, lemak dan
protein menjadi menipis. Karena digunakan untuk melakukan pembakaran dalam tubuh,
maka klien akan merasa lapar sehingga menyebabkan banyak makan yang disebut
poliphagia.pasien dengan DM biasanya akan mengalami intoleransi aktivitas disebabkan
sel2 tubuhnya tidak mendapat energi karena kekurangan insulin.
Beberapa pasien DM mungkin harus dimandikan di tempat tidur. Sikap baring
pasien sebaiknya diusahakan yang menyenangkan baginya. Pasien yang tidak dapat
bergerak aktif sendiri karena lumpuh atau pingsan harus diubah sikap baringnya 2 sampai
3 jamkarena daerah yang tertekan terus menerus dapat terganggu aliaran darahnya
sehingga mudah timbul dekubitus.Pasien lain dengan izin dokter diperbolehkan untuk
mandi tub atau mandi shower. Perawatann mandi dengan air hangat dan sabun yang
lembut diberikan untuk menghilangkan kotoran dan keringat, meningkatan sirkulasi dan
memberikan latihan ringan pada pasien.Mandi parsial atau mandi sebagian di tempat tidur
termsuk memandikan hanya bagian badan yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan
atau bau jika tidak mandi (misalnya tangan, muka, daerah perineal dan axilla).Kamar
pasien tanpa melihat tempat tidurnya adalah rumah bagi pasien selama ia berada di
Rumah sakit. Tempat tidur yang rapi memberikan keamanan dan kenyamanan yang
sangat berperan penting bagi kesejahteraan pasien.
3. Tindakan keperawatan yang dilakukan
Membantu ADLs mandi klien (memandikan klien diatas tempat tidur)

4. Prinsip-prinsip tindakan
a. PERSIAPAN
1) Persiapan Alat : Air, waslap, sabun, handuk, kamper, spritus dan bedak, baju,
tempat pakaian kotor, kapas atau kasa, sisir, sikat dan pasta gigi, gelas kumur dan
bengkok
2) Persiapan Pasien :
Jelaskan prosedur yang akan di lakukan
Pasien di atas tempat tidur
3) Persiapan Tempat :
Ruang atau tempat yang sesuai

b. PELAKSANAAN
1) Jaga prevcy (pasang sampiran )
2) Cuci tangan
3) Lepaskan alat2 bedsite monitor pada pasien dan buka pakaian pasien bawah dan
atas, taruh di tempat yang sudah di sediakan
4) Bagian dada di tutup dengan handuk dan selimut di tarik sampai pusar
5) Bersihkan muka, mulai dari mata, telinga,hidung dan leher
6) Membersihkan lengan: Bentangkan handuk di bawah lengan kiri yang terjauh
(yang terjauh), basahi mulai dari jari-jari dan sela-selanya sampai ketiak kemudian
keringkan. Setelah selesai letakkan tangan ke atas, angkat handuk dan pindahkan
ke tangan yang satunya.
7) Mencuci dada dan perut: Basahi dan sabuni daerah dada dan perut kemudian
keringkan. Bedaki daerah leher, ketiak, dada, dan perut, ratakan dengan kapas.
8) Mencuci punggung, miringkan pasien, bentangkan handuk dibawah punggung.
Basahi dan sabuni daerah tengkuk, bahu dan punggung, pantat, keringkan dengan
handuk. Gosok dengan minyak pada otot tulang belikat, leher dan sepanjang bahu.
Bedaki tipis-tipis, lakukan pukulan kecil dan pelan dengan pinggir tangan yang di
mulaai dari bawah ke dua sisi tulang belakang.
9) Terlentangkan pasien dan bahu untuk memakai baju bagian atas
10) Turunkan selimut sampai habis.
11) Mencuci kaki, bentangkan handuk di bawah kaki yg terjauh, basahi dan sabuni
dari telapak kaki dan jari-jari serta sela-sela, lalu keringkan. Lakukan untuk kaki
yg satu dengan cara yang sama.
12) Mencuci bagian bawah. Bentangkan handuk di bawah bokong. Bersihkan daerah
kemaluan, beri bedak di antara lipatan paha dan di antara penis dan skrotum,
ratakan dengan kapas.
13) Bantu pasien untuk memakai pakaian bagian bawah.
14) Rapikan tempat tidur pasien.
15) Pakaikan kembali alat-alat bedsite monitor dan rapikan alat-alat.

c. EVALUASI
1) Dokumentasikan hasil tindakan.
2) Merapikan pasien.
3) Cuci tangan.
5. Analisa tindakan keperawatan
Cara perawatan diri menjadi rumit dikarenakan kondisi fisik atau keadaan
emosional klien.Pemeliharaan hygiene perorangan diperlukan untuk kenyamanan
individu, keamanan dan kesehatan. Seperti pada orang sehat memenuhi kebutuhan
kesehatannya sendiri, pada orang sakit atau tantangan fisik memelukan bantuan perawat
untuk melakukan praktek kesehatan yang rutin. Selain itu, beragam faktor pribadi dan
sosial budaya mempengaruhi praktek hygiene klien. Perawat menentukan kemampuan
klien untuk melakukan perawaan diri dan memberikan perawatan hygiene menurut
kebutuhan dan pilihan klien.Memandikan klien merupakan bagian perawatan hygiene
total. Mandi dapat dikategorisasikan sebagai pembersihan atau terapetik. Mandi adalah
salah satu cara mempertahakan kebersihan kulit. Mandi akan membantu menciptakan
suasana rileks, menstimulasi sirkulasi pada kulit, meningkatkan rentang gerak selama
mandi, meningkatkan citra diri dan menstimulasi kecepatan maupun kedalaman respirasi.
Ketika klien tidak mampu mandi atau melakukan perawatan kulit pribadi maka
perawat memberikan bantuan penting atau mengajarkan keluarga atau temannya
bagaimana memberikan hygiene dengan cara dan pada waktu yang tepat. Interaksi antara
perawat dan klien selama mandi atau perawatan kulit akan memberi perawat kesempatan
untuk mengembangkan hubungan yang berarti dengan klien.Mengganti alat tenun (bad
making) atau yang lebih dikenal dengan merapikan tempat tidur merupakan bagian
personal hygiene karena tempat tidur yang bersih dan rapi memberikan keamanan dan
kenyamanan untuk peningkatan kesejahteraan pasien.
Tujuan Tindakan :
1) Tujuan Tindakan memandikan pasien di tempat tidur
2) Membersihkan badan
3) Memberikan perasaan segar
4) Merangsang peredaran darah, otot-otot, dan urat saraf bagian periver (saraf tepi)
5) Sebagai pengobatan
6) Mencegah timbulnya luka dan komplikasi pada kulit
7) Mendidik penderita dalam kebersihan perorangan
8) Tujuan Tindakan membereskan tempat tidur (bad making)
9) Agar kamar tidur pasien terlihat lebih bersih dan rapi
10) Menciptakan rasa aman bagi pasien
11) Agar tidak menimbulkan cidera pada pasien yang harus berbaring total (bedrest)

6. Bahaya yang mungkin muncul


Bahaya yang dapat terjadi adalah resiko jatuh dan cedera jika perawat tidak
memperhatikan kondisi dan keadaan pasien saat dimandikan diatas tempat tidur.

7. Hasil yang di dapat dan maknanya


S: Klien mengatakan lebih segar dan bersih
O: Klien tampak nyaman,bersih,rambut rapi,tempat tidur bersir dan rapi

8. Daftar Pustaka
Brunner& Suddarth, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, edisi 8, 2001, EGC,
Jakarta.
Doenges E. Marlynn, Rencana Asuhan Keperawatan , 2000, EGC, Jakarta.
Gallo & Hudak, Keperawatan Kritis, edisi VI, 2007, EGC, Jakarta