Anda di halaman 1dari 13

MENGENAL LAPISAN KULIT

Secara anatomi kulit wajah dan seluruh tubuh kita terbagi dalam 3 lapisan:
1. LAPISAN EPIDERMIS
Lapisan terluar kulit yang menyelimuti permukaan tubuh kita, terus menerus mengalami pergantian sel,
diperkirakan setiap hari kita mengalami kehilangan sel kulit sebanyak 250 gr tapi selalu diimbangi
dengan terjadi pembentukan sel kulit baru dengan proses mulai dari pembelahan sel sampai dengan
pelepasan sel diperlukan waktu 14-28 hari, dengan rincian 14 hari untuk proses pembelahan sel serta
diferensiasi (pematangan) dan 14 hari lagi untuk proses pelepasan sel. Pada lapisan ini tidak terdapat
pembuluh darah, sehingga kiriman nutrisi untuk sel di lapisan ini sangat tergantung dari kiriman
darah di lapisan dermis (lapisan di bawahnya), di lapisan epidermis juga tidak terdapat serabut-serabut
syaraf, namun banyak terdapat sel-sel langerhans yang berfungsi sebagai perlawanan kulit terhadap
berbagai mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi, Lapisan epidermis itu sendiri terbagi dalam
4 lapisan (dimulai dari lapisan terbawah kelapisan atas)
a. Lapisan germinatum / lapisan basal (pada gambar dengan kode SG)
Lapisan terbawah dari lapisan epidermis yang bergerak secara terus menerus menuju keatas
memisahkan antara lapisan epidermis dengan lapisan dermis, gambaran dari lapisan ini adalah :

Disusun oleh sel basal aktif yang terus menerus membelah diri, seperti terlihat pada gambar,
sel di bagian ini mempunyai inti (berwarna gelap) yang sangat penting dalam proses
pembelahan sel, sehingga bagian inilah yang terus menerus membuat sel-sel kulit baru untuk
mengantikan bagian sel-sel yang tua dan rusak, oleh karena itu disebut juga sel induk. Proses
pembelahan sel atau istilah medis di sebut mitosis, aktif terjadi pada malam hari antara jam
12.00 -0.400 pagi, itulah mengapa kulit wajah kita memerlukan cream malam, salah satunya
untuk memberi nutrisi bagi metabolisme sel kulit. sehingga proses metabolisme kulit berjalan
lancar. Proses mitosis ini sendiri dapat dipicu dengan bahan Natrium Lauril sulfat sehingga
terjadi peremajaan sel secara terus menerus, namun kortikoid danflusinolon asetonida
dapat menganggu proses regenerasi sel dengan menghambat proses mitosis, nah silahkan amati
kandungan bahan kosmetik anda, apakah mengandung bahan-bahan seperti di atas???
Bagian ini juga cikal bakal terbentuknya keratinocit baru (akan lebih diperjelas pada sel lapisan
kulit berikutnya)
Terdapat melanocyt yaitu sel yang memproduksi melanin untuk memberi warna pada kulit, dan
yang paling penting fungsi melanocyt untuk melindungi DNA di inti sel kulit agar tidak
bermutasi karena radiasi sinar matahari. Mutasi DNA di inti sel kulit karena sinar matahari
dapat menyebabkan kerusakan sel sehingga terlihat lebih cepat menua dan dapat
menyebabkan kanker. Harus dipahami oleh teman-teman semua jenis kulit putih mempunyai
resiko lebih besar menderita kanker kulit, itulah mengapa saudara-saudara kita yang ada di Irian
Jaya atau dibelahan Benua Afrika jarang sekali kita mendengar berita mereka mengalami
kanker kulit (salah satunya adalah kanker sel basal seperti terlihat pada gambar dibawah)

Paparan sinar matahari yang sering pada kulit wajah menyebabkan produksi melanin makin
meningkat dan sel-sel melanocyt yang memproduksi melanin menggandakan diri lebih cepat
yang sebenarnya bertujuan melindungi sel kulit dari kerusakan tapi menjadikan warna kulit
lebih gelap dan terbentuk flek. Disinilah sangat diperlukan pemakaian sunscreen yang tepat,
mempunyai daya kerja bertahan lama dilapisan tanduk/stratum corneum dan mempunyai efek
depo yang lama (mampu menahan zat aktif lebih lama dikulit dan dikeluarkan secara perlahan-
lahan sesuai kebutuhan saat aktivitas kita yang lama dibawah matahari) serta mampu
memantulkan kembali radiasi sinar matahari dengan kandungan SPF yang sesuai (gambar
dibawah dengan jelas menunjukkan perbandingan antara kulit yang terlindung dari matahari
mis : pemakaian sunscreen yang tepat dengan kulit yang terpapar matahari menyebabkan warna
kulit lebih gelap dan terjadi kerusakan sel-sel kulit)
Jumlah produksi melanin secara genetik di turunkan dari orang tua, pada orang albino terdapat
gangguan genetik di mana enzim untuk memproduksi melanin tidak di wariskan dari orang tua
pada anaknya sehingga keturunannya berwarna putih atau bule. Penyebab lainnya terbentuk
flek (bila berukuran kecil) atau melasma (bila berukuran besar) selain dari paparan sinar
matahari, adalah pengaruh hormonal, contoh yang paling gampang terlihat pada sebagian
besar ibu-ibu hamil di mana saat kehamilan plasenta yang kita kenal dengan tali pusat juga
menghasilkan melanocyte-stimulating hormone yaitu hormon yang merangsang pembentukan
melanin, menyebabkan kulit berwarna lebih gelap dan terbentuk flek yang melebar di pipi, bila
tidak dilakukan perawatan maka melasma ini tidak akan sembuh bahkan bisa semakin melebar.
Faktor berikutnya yang menyebabkan timbul flek diwajah adalah : penggunaan
obat kontrasepsi, konsumsi obat-obat antibiotik, obat antiepilepsi dan obat antiperadangan
dalam waktu yang lama juga dapat memicu aktivitas hormon melanocyt. Bisa juga akibat sering
mencuci muka dengan air dingin setelah terkena sengatan matahari dimana saat aktivitas
tersebut dilakukan terjadi perubahan suhu dari panas ke dingin secara tiba-tiba membuat kulit
kaget (ibaratnya sedang panas langsung tersiram air dingin maka sel seperti terbakar dan
rusak) Setelah 3-7 hari maka timbullah titik-titik hitam tersebut. Penuaan juga menjadi
penyebab munculnya flek bukan hanya pada kulit wajah tapi juga pada kulit seluruh tubuh,
karena dengan menua sel kulit kita dan sel-sel tubuh yang lain berkurang kemampuannya dalam
membuang atau mengeluarkan sisa hasil metabolisme, padahal setiap hari sel memproduksi
sisa hasil metabolisme, akibatnya sisa metabolisme akan menumpuk di dalam kulit dan
terlihatlah kehitam-hitaman. Selain itu penuaan juga menyebabkan gangguan hormonal salah
satunya keseimbangan hormon melanin, akibatnya saat kulit terpapar matahari, maka melanin
sudah tidak mampu lagi mengatur penyebaran pigmen secara merata, sehingga terjadi
penumpukan secara brelebihan pada bagian tertentu, terutama di pipi. Produk pemutih
umumnya berbahan dasar hidrokuinon dalam kosmetik yang menjanjikan kulit lebih putih, serta
menghilangkan flek-flek, bekerja dengan cara menghambat pembentukan melanin tapi yang
terjadi kemudian justru sebaliknya adalah hiperpigmentasi bila digunakan dalam jangka waktu
yang lama dan saat di bawah matahari langsung mengakibatkan noda hitam dan benjolan
kekuningan pada kulit yang disebut Okrosinosis bersifat permanen. Badan Pengawasan Obat
dan Makanan (BPOM) menetapkan ambang batas hidrokuinon kurang dari 2% dan harus
dibawah pengawasan dokter. Lebih parah lagi zat mercury dan asam salisilat dalam krim
pemutih meskipun memang menjadikan kulit tampak mulus, namun membuat kulit lebih
sensitif terhadap sinar matahari pemakaian yang bertahun-tahun dapat mengendap di kulit
menyebabkan kulit tampak biru kehitaman dan dapat memicu timbulnya kanker melanocyt
(seperti gambar dibawah)

Masihkan anda tertarik untuk memutihkan wajah anda ? penggunakan produk pemutih justru
menghalangi mekanisme perlindungan kulit yang dilakukan oleh melanin untuk melawan
kerusakan akibat paparan matahari, hal terbaik anda harus lakukan adalah memilih produk
pemutih yang TIDAK menghilangkan melanin, tapi produk yang dapat mengatur produksi dan
penyebaran melanin, sehingga dapat mencerahkan kulit wajah seperti kandungan vitamin C
misalnya. Memilih dan menggunakan sunscreen dengan kandungan SPF tepat serta mempunyai
kemampuan secara baik memantulkan kembali cahaya matahari sehingga radiasinya tidak
masuk ke kulit jadi melanin tidak perlu ektra di produksi, tapi kita dapat beraktivitas dengan
aman dibawah sinar matahari, itu adalah pilihan yang bijak.
b. Lapisan Stratum soinosum/prickle-cell layer (pada gambar kode SS)

Adalah lapisan di atas sel basal tersusun dari sel keratinocyt bertugas mengisi sel-sel dengan protein
keratin yang bersifat bahan keras sehingga dapat melindungi lapisan sel basal yang aktif membelah agar
terhindar dari subtansi yang dapat merusak dan dari infeksi mikroorganisme serta mengurangi
kehilangan kelembaban sel kulit. Keratinocyt yang ada dilapisan ini juga memproduksi lemak perekat
dilapisan tanduk. Sel-sel dibagian ini ada sebagian yang masih hidup dan aktif membelah diri terutama
sel yang paling dekat dengan lapisan sel basal. Sel-sel yang sudah penuh terisi keratin secara berangsur-
angsur akan mati dan naik kepermukaan. Lapisan keratin ini tidak semua dapat di tembus oleh
kandungan produk kosmetik atau perawatan wajah, hanya yang dapat bersenyawa dengan protein
keratin saja yang dapat melewati lapisan ini, itulah mengapa banyak produk perawatan wajah maupun
kosmetik hanya mampu bekerja di permukaan kulit. Pada bagian kulit, kita tidak dapat melihat lapisan
keratin ini dengan kasat mata tapi anda dapat dengan jelas melihat zat keratin yang menjadi kuku mapun
rambut, itulah dia protein keratin.

Ciri lain dari lapisan ini adalah terdapatnya hubungan antar sel dengan sel lain disebut intercellular
brigdes untuk proses pengisian keratin dan cairan yang membawa nutrisi dan oksigen kelapisan ini
(terlihat pada gambar diatas bagian hitam sel yang sudah terisi keratin disekelilingnya berwarna putih
dan saling berhubungan disebut intercellular bridges)
c. Stratum Granulosum (pada gambar kode SGR)

Sel dilapisan ini sudah merupakan sel mati dan tidak dapat membelah diri tersusun dari sel-sel keratin
atau sel yang sudah berisi bahan protein dan mengeras, dan banyak terdapat filaggrin merupakan bahan
penghubung sel keratin dengan bagian luar sel untuk tetap memberikan nutrisi bagi sel keratin melalui
cairan antar sel karena bagian sel ini semakin jauh dari aliran darah. Pada orang kekurangan filaggrin
dapat menyebabkan kulit kering bersisik dan mengelupas secara terus menerus. Karena letak lapisan ini
makin jauh dari aliran darah maka sedkit saja pembuluh darah yang ada di lapisan dermis mengalami
gangguan aliran darah, maka akan sangat mempengaruhi lapisan ini, sehingga sel kulit di lapisan ini
akan menjadi semakin pipih dan mati sebelum waktunya, itulah yang menyebabkan kondisi kulit kita
terlihat kusam dan tidak sehat, bila aliran darah kepermukaan kulit tidak lancar, padahal sering sekali
pada kenyataannya pembuluh kapiler darah di lapisan dermis yang memberi nutisi pada kulit mudah
sekali mengalami hambatan dan gangguan salah satunya disebabkan oleh diding pembuluh kapiler dan
struktur jaringan kolagen di lapisan dermis tidak adekuat, hal itu juga yang menyebabkan mengapa
walaupun sudah mencuci muka dengan bersih tapi wajah tidak terlihat bersinar.

d. Stratum Lucidum (pada gambar dibawah dengan kode SL)


Adalah lapisan tebal sel berbentuk gepeng yang tidak berwarna dan bening, banyak terdapat zat
eleidin (lapisan mengeras) yang ditemukan hanya pada lapisan telapak kaki dan tangan sehingga
terlihat pada bagian tersebut lebih tebal, tentusaja ketebalan ini berfungsi sebagai pelindung. Nah
sekarang lihatlah lapisan kulit di telapak tangan dan telapak kaki anda cukup tebal bukan???
e. Stratum corneum /lapisan Horny/ lapisan tanduk/lapisan bersisik (pada gambar kode
SC) Merupakan lapisan paling atas tersusun dari 15 -20 lapisan sel, diantara sel-selnya terdapat lemak
yang berfungsi sebagai perekat antara sel-sel, ibarat seperti susunan batu bata dengan semen (pada
gambar terlihat no.1 sel tanduk, no.2 lemak).

Selain itu lemak antar sel juga untuk menstabilkan lapisan tanduk, menjaga kesediaan air untuk
kelembaban dengan kemampuan tinggi menyerap air , mencegah kulit dari kekeringan dan dehidrasi
saat penguapan akibat panasnya matahari, menjaga elastisitas dan kekenyalan kulit, dan sebagai lapisan
yang menyaring serta mencegah sel-sel kontak dengan mikroorganisme, toksin, bahan-bahan
kimia atau zat alergen yang dapat merusak. Lemak yang ada di lapisan ini di buat oleh sel keratinocyt
di lapisan stratum granulosum seperti yang sudah di jelaskan di atas (terlihat gambar dibawah, no.1
tempat pembuatan lemak, no.2 lapisan stratum granulosum, no.3 celah antar sel, no.4 lemak, no.5
lapisan tanduk)

Semua sel dilapisan ini juga sudah berisi keratin, semakin ke permukaan lapisan-lapisan sel ini akan
mati dan terus menerus terlepas dan mengelupas (dapat jelas terlihat dari gambar bagian tengah dan
paling bawah, foto asli kulit yang di ambil dengan menggunakan mikroskop elektron).
Adanya lemak yang merekatkan sel tanduk satu dengan yang lainnya juga penting artinya untuk proses
penyerapan kandungan bahan-bahan yang ada dalam kosmetik dan produk perawatan tubuh dalam
artiaan untuk bisa suatu kandungan zat dalam produk perawatan kulit meresap kedalam dan bekerja
haruslah bahan yang dapat larut dalam lemak dan sedikit larut dalam air contoh yang paling penting
adalah penyerapan vitamin A & E dimana sifat kimia kedua vitamin ini hanya dapat larut dalam lemak.
Mungkin anda pernah menemukan suatu produk perawatan wajah dimana sebelum aplikasikan, wajah
harus dibasahi/ dibasuh terlebih dahulu dengan air hangat, hal tersebut disebabkan karena adanya
kandungan bahan lemak dalam produk tersebut, biasanya dari lemak hewani, selain itu juga
menunjukkan ketidak mampuan kandungan bahan yang tersedia dalam produk tersebut untuk
menembus lapisan lemak yang banyak terdapat dilapisan ini, sehingga dengan membilas air hangat
dapat membantu mengemulsi (melarutkan) lemak. Belum lagi kandungan alkohol dan eter yang juga
sering di jumpai dalam produk perawatan kulit ikut andil besar merusak sel-sel lemak di lapisan ini.
Penggunaan produk sabun atau pembersih wajah yang berbusa banyak juga berbahaya dapat merusak
serta mengangkat lemak. Dan yang terakhir PH asam(PH kulit normal 4,2-6,2), itulah yang disebut PH
seimbang, bila di bawah 4,2 akan sangat asam dan bila di atas 6,20 bersifat alkali. Keseimbangan PH
pada rentang tersebut sangat di perlukan untuk meningkatkan permeabilitas kulit agar dapat menyerap
zat-zat yang terkandung dalam suatu produknah bagaimanakah dengan produk perawatan wajah anda
saat ini silahkan amati sendiriapakah anda harus membasuh wajah dengan air hangat terlebih
dahulu sebelum memakai produk perawatan wajah anda saat ini? ataukah kulit terlihat sangat kering
setelah menggunakan sabun atau toner karena kandungan alkohol dan eter ??, atau selama ini anda
sangat puas bila membersihkan wajah dengan produk yang berbusa banyak ??? atau menggunakan
produk yang PH nya tidak tepat ???? mungkin andalah yang paling tahu.

2. LAPISAN DERMIS

Lapisan yang mempunyai ketebalan 4x lipat dari lapisan epidermis (kira-kira 0.25-2.55mm
ketebalannya) tersusun dari jaringan penghubung dan penyokong lapisan epidermis dan
mengikatkannya pada lapisan dalam hipodermis. Lapisan ini terbagi atas :

a. Lapisan papilari, merupakan lapisan tipis dan terdiri dari jaringan penghubung yang longgar
menghubungkan lapisan epidermis kelapisan subcutis, banyak terdapat sel mast dan sel
makrofag yang diperlukan untuk menghancurkan mikroorganisme yang menembus lapisan
dermis, tentu saja berfungsi sebagai pelindung. Di lapisan ini juga terdapat sejumlah kecil
elastin dan kolagen. Lapisan ini berbentuk gelombang yang terjulur kelapisan epidermis untuk
memudahkan kiriman nutrisi kelapisan epidermis yang tidak mempunyai pembuluh darah.
b. Lapisan Retikular, Merupakan lapisan tebal dan terdiri dari jaringan penghubung padat dengan
susunan yang tidak merata, disebut lapisan retikular karena banyak terdapat serat elastin dan
kolagen yang sangat tebal dan saling berangkai satu sama lain menyerupai jaring-jaring. Dengan
adanya serat elastin dan kolagen akan membuat kulit menjadi kuat, utuh kenyal dan meregang dengan
baik. Komponen dari lapisan ini berisi banyak struktur khusus yang melaksanakan fungsi kulit. Terdiri
dari :

Kelenjar sebaceous menghasilkan sebum, zat semacam lilin, asam lemak atau trigliserida
bertujuan untuk melumasi permukaan kulit dikeluarkan melalui folikel rambut yang
mengandung banyak lipid, pada orang yang jenis kulit berminyak maka sel kelenjar sebaseanya
lebih aktif memproduksi minyak, dan bila lapisan kulitnya tertutup oleh kotoran,debu atau
kosmetik menyebabkan sumbatan kelenjar sehingga terjadi pembengkakan. Kelenjar sebasea
ini juga dapat berfungsi untuk proses difusi (pemindahan) kandungan bahan dalam suatu
produk kelapisan lebih dalam (pada gambar dibawah terlihat kelenjar sebasea yang berwarna
kuning dan disebelah kanannya terdapat kelenjar keringat)
Gambar diatas menunjukkan terjadi penyumbatan kelenjar sebasea sehingga terbentuk jerawat (acne)
dari sini jelas terlihat bahwa asal usul jerawat bersumber dari lapisan dermis.

Eccrine sweat glands atau kelenjar keringat mengatur penguapan untuk mendinginkan
tubuh saat suhu lingkungan meningkat yang kita kenal dengan keringat dan membuang sisa
metolisme tubuh sebagian besar terdiri dari garam dan urea, bahkan bila kita mengalami
gangguan pencernaan seperti obstipasi & konstipasi yang menyebabkan pengeluaran feces atau
BAB terganggu maka tubuh akan berupaya membuang sisa-sisa metabolisme tubuh melalui
kelenjar keringat yang ada di permukaan kulit, akibatnya kulit wajah kita tidak tampak segar
justru cenderung kusam. Berdasarkan kondisi inilah juga mengapa sesekali kita perlu
membersihkan saluran pencernaan atau istilah yang sedang in sekarang cuci perut cara yang
paling simpel adalah dengan rajin mengkonsumsi pepaya setiap malam hari, karena bahan
dalam kandungan pepaya dapat mengangkat dan membersihkan kotoran-kotoran yang mungkin
sudah bertahun-tahun menempel dan menjadi kerak divili-vili usus yang menganggu proses
penyerapan makanan, wahternyata pencernaan ada hubungan yang kuat ya dengan wajah
kita. Kembali lagi ke produksi kelenjar keringat rata-rata 10 liter perhari keringat di produksi
oleh tubuh dan dikeluarkan melalui 2-3 juta pori-pori yang ada dipermukaan tubuh.
Pembuluh darah Dilapisan dermis sangat kaya dengan pembuluh darah yang memberi nutrisi
penting untuk kulit, baik vitamin, oksigen maupun zat-zat penting lainnya untuk metabolisme
sel kulit, selain itu pembuluh darah juga bertugas mengatur suhu tubuh melalui
mekanisme proses pelebaran atau dilatasi pembuluh darah bila kita berada dilingkungan yang
hangat, agar tubuh dapat kehilangan panas, bayangkan bila anda berada dilingkungan yang
panas bersuhu 35C padahal hasil metabolisme tubuh anda sendiri dapat menghasilkan panas
sampai dengan 37, bila tidak ada mekanisme pengaturan oleh pembuluh darah sudah pasti kita
akan terbakar. Sebaliknya bila kita berada dilingkungan dingin maka pembuluh darah akan
mengerut atau vasokonstriksi, sehingga panas tubuh tidak keluar atau untuk menahan panas,
dan tentu saja membuat kita tetap bertahan dicuaca dingin. Sering sekali pembuluh darah yang
ada dilapisan dermis mengalami gangguan atau hambatan hal ini tentu saja sangat berpengaruh
terhadap suplay nutrisi untuk sel kulit dan pasti akan mempengaruhi regenerasi sel kulit,
pemilihan produk perawatan wajah dan kosmetik yang paling baik harus mempunyai
kemampuan menembus lapisan kulit sampai kelapisan dermis, karena disinilah banyak
pembuluh darah yang memberi nutrisi dan menjaga keseimbangan proses regenerasi kulit, bila
kosmetik hanya mampu bekerja dilapisan epidermis maka itu tidak banyak memperbaiki
keadaan kulit wajah, karena bekerja dilapisan sel kulit mati yang sudah pasti akan terangkat
dalam hitungan hari sehingga dengan cepat kulit wajah terlihat kembali kusam, dan jangan lupa
sifat kulit terutama lapisan tanduk impermeable artinya selektif dalam memilih senyawa-
senyawa tertentu untuk dapat masuk kelapisan lebih dalam, tidak semua produk perawatan
wajah memiliki senyawa yang mampu menembus lapisan ini.
Serat elastin dan kolagen, Semua bagian pada kulit harus diikat menjadi satu, dan pekerjaan
ini dilakukan oleh sejenis protein yang ulet yang dinamakan kolagen. Kolagen merupakan
komponen jaringan ikat yang utama dan dapat ditemukan pada berbagai jenis jaringan serta
bagian tubuh yang harus diikat menjadi satu. Protein ini dihasilkan oleh sel-sel dalam jaringan
ikat yang dinamakan fibroblast. Kolagen diproduksi dalam bentuk serabut yang menyusun
dirinya dengan berbagai cara untuk memenuhi berbagai fungsi yang spesifik. Pada kulit serabut
kolagen tersusun dengan pola rata yang saling menyilang. Kolagen merupakan protein yang
paling berlimpah di dalam tubuh dan komponen utama jaringan tubuh serta tulang. Protein yang
kaya silicon merupakan mineral yang membentuk molekul-molekul kompleks yang panjang
dan cocok bagi bagian-bagian tubuh yang harus kuat tetapi lentur. Kolagen bekerja bersama
serabut protein lainnya yang dinamakan elastin yang memberikan elastisitas pada kulit. Kedua
tipe serabut ini secara bersama-sama menentukan derajat kelenturan dan tonus pada kulit.
Bahan utama pembentuk kolagen adalah sulfur (sumber utama dari makanan produk pangan
dari laut) dan vitamin. Apasih perbedaan serat Elastin dan kolagen, serat elastin yang membuat
kulit menjadi elastin dan lentur sementara kolagen yang memperkuat jaring-jaring serat
tersebut. Serat elastin dan kolagen itu sendiri akan berkurang produksinya karena penuaan
sehingga kulit mengalami kehilangan kekencangan dan elastisitas kulit. Ketika kulit menjadi
kurang elastis, maka kulit juga menjadi lebih kering, jaringan lemak dibawah kulit mulai
berkurang, akibatnya kulit menjadi kendor. Kulit mungkin menjadi gatal ketika kulit bertambah
kering. Kecepatan dan saat terjadinya proses ini pada berbeda pada seseorang bila dibandingkan
dengan orang lain. Karena elastin dan kolagen berada dilapisan dermis maka produk perawatan
wajah yang kita gunakan dipastikan yang mampu masuk kelapisan dermis dan mampu
merangsang pembentukan elastin dan kolagen baru atau mampu memperbaiki struktur kolagen,
antara lain dengan kandungan vitamin C.

Folikel Rambut, Merupakan tempat pangkal tumbuhnya rambut


Syaraf nyeri dan reseptor sentuh, Syaraf-syaraf yamg membuat kita peka dan dapat
merasakan nyeri atau sakit bila ada sesuatu yang mencederai kulit juga syaraf-syaraf yang
berfungsi memberi rasa sentuhan pada kita sehingga kita dapat merasakan panas, dingin,
meraba benda dan lain-lain.

3. LAPISAN SUBCUTIS

Merupakan lapisan dibawah dermis yang etrsusun dari sel koalgen dan lemak tebal untuk menyekat
panas sehingga kita dapat beradaptasi dengan perubahan temperatur luar tubuh kita karena perubahan
cuaca, selain itu juga lapisan subcutis dapat menyimpan cadangan nutrisi bagi kulit.