Anda di halaman 1dari 6

HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT TERHADAP

TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP


DI RSUD KLUNGKUNG

AA. Komp. Ngurah Darmawan


Program Studi S1 Keperawatan
STIKES Bina Usada Bali

ABSTRACT
Caring behavior is a universal phenomenon which affects the way of man thinking, feeling, and
having fellow relationship. Caring behavior in nursing sector plays an important role because it is
the core of professional practical nursing which can produce own satisfaction to the patients and
health service users. Caring behavior was obtained through questionnaire based on ten care
active factors meanwhile the patients satisfaction was measured based on five satisfaction factors.
This study used analytical correlation research design and cross sectional design with the number
of sample was 126 respondents which were chosen in inclusion and exclusion criteria. The data
was analyzed using Rank Spearman Test in order to measure the level or close relations between
two ordinal scale variables and also showed the correlation. The result of this study showed that
there was significant relations between nurse caring behavior towards patients satisfaction in
inpatients ward of RSUD Klungkung with p value was 0,001 (p<0,05). Based on the results of this
study, it is suggested to give more attention and enhance the caring behavior in implementing
nursing care.

Keywords: Caring behavior, patients satisfaction, inpatient

PENDAHULUAN
Rumah Sakit adalah salah satu sarana senang mendapatkan pelayanan
pelayanan kesehatan yang sering (Purwoastuti, 2015).
dimanfaatkan oleh masyarakat luas dalam
mencari bantuan pengobatan. Kualitas Salah satu tindakan yang diharapkan adalah
pelayanan rumah sakit sebagai institusi yang tenaga perawat dapat membina hubungan
menghasilkan produk teknologi jasa baik dengan pasien yaitu dapat melalui
kesehatan khususnya sangat tergantung pada teknik dan sikap komunikasi serta
kualitas pelayanan keperawatan yang berperilaku caring selama memberikan
diberikan kepada masyarakat. Dengan cara asuhan keperawatan kepada pasien agar
pendekatan mutu pelayanan dan kepuasan kebutuhan pasien dapat terpenuhi. Salah
konsumen menjadi salah satu strategi satu cara mengatasi masalah tersebut yaitu
penting yang tidak bisa diabaikan (Suryani, dengan sikap caring. Perilaku caring
2008). merupakan salah satu standar asuhan
keperawatan yang wajib dilaksanakan oleh
Di Indonesia pelayanan kesehatan yang seorang tenaga perawat (Paramastri, 2008).
diberikan oleh rumah sakit terus
berkembang dan selalu memberikan Perilaku caring merupakan fenomena
perubahan yang cepat karena arus era universal yang mempengaruhi cara manusia
globalisasi yang sedang kita hadapi berpikir, merasa dan mempunyai hubungan
dibidang kesehatan. Hal tersebut juga dengan sesama (Patricia A. Potter & Anne
berdampak dan berpengaruh penting dalam G. Perry, 2009).
bidang kesehatan. Petugas kesehatan
terutama perawat adalah kunci utama dalam Perilaku caring dalam keperawatan
keberhasilan pencapaian tujuan dipelajari dari berbagai macam filosofi
pembangunan kesehatan. Hal terpenting artinya bukan hanya perawat saja yang
agar pasien tetap menggunakan jasa rumah berperilaku caring tetapi sebagai manusia
sakit tersebut adalah tergantung pada kita juga bisa memperhatikan sesama.
bagaimana pasien tersebut merasa puas dan Perilaku caring dari perawat dan pelayanan

Jurnal Dunia Kesehatan, Volume 5 nomor 1 48


secara komprehensif serta holistik, tersebut, sehingga pasien merasa kurang
membantu memberikan kenyamanan dan mendapatkan informasi.
ketenangan bagi pasien (Kotler, 2008).
Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang
Seorang perawat harus memiliki perilaku telah diuraikan, masih banyak pasien yang
caring dalam pelayanannya terhadap pasien, merasa tidak puas dengan pelayanan dalam
karena hubungan antara pemberi pelayanan hal perilaku caring perawat, untuk itu perlu
kesehatan dengan pasien merupakan faktor dilakukan penelitian yang lebih mendalam
yang mempengaruhi proses kepuasan dan untuk mendapatkan hasil yang lebih valid /
kesembuhan pasien tersebut (Watson, 2007 akurat.
dalam Nursalam, 2011 : 215).
Tujuan umum penelitian ini adalah untuk
Penilaian kepuasan pasien dilihat dari bagian mengetahui hubungan perilaku caring
mutu pelayanan karena upaya mutu terhadap kepuasan pasien. Sedangkan tujuan
pelayanan harus dapat memberikan khusus dari penelitian ini adalah untuk
kepuasan, bukan semata mata untuk mengidentifikasi : 1) karakteristik
kesembuhan pasien saja. Selain itu tingkat responden. 2) angka kepuasan pasien. 3)
kepuasan pasien juga merupakan hal yang angka perilaku caring dan 4) hubungan
penting dalam mengevaluasi kualitas perilaku caring perawat terhadap tingkat
pelayanan yang telah diberikan dari kepuasan pasien.
(Sabarguna, 2008).
LANDASAN TEORI
Kepuasan pasien tergantung pada kinerja Perilaku caring sebagai suatu proses yang
dalam memberikan suatu pelayanan, bila berorientasi pada tujuan membantu orang
kinerja jauh lebih rendah daripada harapan lain bertumbuh dan mengaktualisasikan diri,
pasien, pasien tidak puas dan bila kinerja dengan sifat-sifat caring seperti sabar, jujur
pelayanan sesuai dengan harapan maka dan rendah hati (Nursalam, 2011 : 215).
pasien merasa sangat puas atau dapat Teori Watson (2007) mengemukakan bahwa
diartikan sebagai perbandingan antara dalam sikap berperilaku caring harus terdapat
harapan yang dimiliki oleh pasien dengan sepuluh caratif yang berasal dari perpaduan
kenyataan yang diterima oleh pasien pada nilai-nilai humanistik dengan ilmu
saat menerima pelayanan (Kotler, 2008). pengetahuan dasar. Faktor caratif membantu
seorang tenaga perawat untuk lebih
Berdasarkan hasil wawancara yang menghargai manusia dari dimensi pekerjaan
dilakukan peneliti di RSUD Klungkung 8 sebagai seorang perawat.
dari 10 responden menyatakan bahwa tidak
puas terhadap pelayanan yang diberikan Perilaku caring tidak hanya mampu
sedangkan 2 responden menyatakan cukup meningkatkan kepuasan pasien namun juga
puas dengan pelayanan yang diberikan. dapat menghasilkan keuntungan bagi rumah
Dimana 4 orang mengatakan ketidakpuasan sakit, dimana perilaku staf kesehatan
pasien disebabkan karena kurangnya mempunyai nilai ekonomi bagi rumah sakit
keramah tamahan, respon yang lambat dari yang akan berdampak pada kepuasan pasien
perawat, dan ketidakjelasan informasi yang (Watson, 2007).
diberikan perawat. Sedangkan 2 orang lagi
mengatakan tidak puas disebabkan oleh cara Kepuasan adalah perasaan senang atau
berbicara perawat yang ketus, kurang sabar kecewa seseorang yang dirasakan setelah
menghadapi keluhan pasien dan kurangnya membandingkan antara kinerja (hasil) yang
keramah tamahan dari perawat. Untuk diharapkan, jika kinerja berada dibawah
sisanya 2 orang lagi mengatakan harapan maka pelanggan tidak puas, namun
ketidakpuasannya disebabkan karena saat sebaliknya jika memenuhi harapan
perawat melakukan tindakan asuhan pelanggan merasa puas dan jika kinerja
keperawatan perawat hanya diam saja dan melebihi harapan pelanggan merasa amat
langsung pergi setelah melakukan tindakan puas dan merasa senang (Kotler, 2008).

Jurnal Dunia Kesehatan, Volume 5 nomor 1 49


Menurut (Nursalam, 2011) yang an
menentukan komponen kualitas mutu Total 126 100
pelayanan atau dimensi kepuasan yaitu Pada tabel diatas distribusi frekuensi
meliput : Reliability (kepercayaan), responden berdasarkan jenis kelamin
Responsiveness (kemampuan reaksi), didapatkan yaitu laki-laki sebanyak 49
Assurance (jaminan), Emphaty dan responden dengan persentase (39%) dan
Tangibles (kenyataan). perempuan sebanyak 77 responden dengan
persentase (61%).
METODE
Penelitian ini menggunakan desain 3. Pendidikan
penelitian analitik korelasi yang bertujuan N Tingkat Frekuensi Persenta
untuk mengetahui hubungan antara dua o Pendidikan (F) se (%)
variabel atau lebih yaitu erat atau tidaknya 1 Sekolah 4 3
hubungan, arah hubungan dan berarti atau Dasar (SD)
tidaknya hubungan (Hidayat, 2011). Serta 2 Sekolah 115 91
melalui rancangan cross sectional yang Menengah
menekankan waktu pengukuran atau (SMP, SMA,
observasi data variabel independen dan SMK)
dependen hanya satu kali pada satu saat. 3 Perguruan 7 6
Tinggi
Besarnya sampel dalam penelitian ini (Diploma,
ditentukan berdasarkan rumus (Nursalam, Sarjana)
2011) maka didapatkan n = 126 responden. Total 126 100
Sampel yang telah memenuhi syarat kriteria
inklusi dan eksklusi akan langsung dijadikan Pada tabel diatas distribusi frekuensi
responden dengan persetujuan menggunakan responden berdasarkan tingkat pendidikan
inform concent. didapatkan yaitu tingkat Sekolah Dasar (SD)
4 responden dengan persentase (3%), tingkat
Analisa data yang digunakan yaitu analisa Sekolah Menengah (SMP, SMA, SMK)
univariat untuk mengetahui persentase serta sebanyak 115 responden dengan persentase
frekuensi dan analisa bivariat untuk (91%) dan tingkat Perguruan tinggi
mengetahui adanya hubungan antara dua (Diploma dan Sarjana) sebanyak 7
variabel yang diuji menggunakan uji Rank responden dengan persentase (6%).
Spearman.
4. Lama Hari Rawat
HASIL DAN PEMBAHASAN No Lama Frekuensi Persentase
A. Analisis Univariat Hari (F) (%)
1. Usia Rawat
Me St. Min- Ci % 1 2 hari 79 63
an Deviation Max 2 3 hari 34 27
Usia
34 7,29 18- 32,81- 3 4 hari 13 10
47 35,38 Total 126 100
Pada tabel diatas distribusi frekuensi Pada tabel diatas distribusi frekuensi
responden berdasarkan usia dengan jumlah responden berdasarkan lama hari rawat
126 responden didapatkan usia yang didapatkan yang sudah mendapatkan
terendah yaitu 18 tahun dan yang tertinggi perawatan selama 2 hari sebanyak 79
47 tahun. responden dengan persentase (63%), selama
3 hari sebanyak 34 responden dengan
2. Jenis Kelamin persentase (27%) dan selama 4 hari
No Jenis Frekuens Persentas sebanyak 13 responden dengan persentase
Kelamin i (F) e (%) (10%).
1 Laki-laki 49 39
2 Perempu 77 61 5. Perilaku Caring

Jurnal Dunia Kesehatan, Volume 5 nomor 1 50


N Perilaku Frekuensi Persentase
o Caring (F) (%) Hasil analisis data menggunakan uji
1 Tidak 61 48 statistik Rank Spearman diperoleh nilai p
Caring value sebesar 0,001 (p<0,05) yang berarti
2 Caring 65 52 ada hubungan yang signifikan antara
Total 126 100 perilaku caring perawat dengan kepuasan
pasien di ruang rawat inap RSUD
Pada tabel diatas distribusi frekuensi Klungkung.
responden berdasarkan perilaku caring
perawat didapatkan yang berperilaku tidak Penelitian ini sejalan dengan penelitian
caring sebanyak 61 responden dengan yang dilakukan oleh Nonoy Royanti (2011),
persentase (48%) dan yang berperilaku meneliti tentang Hubungan Perilaku Caring
caring sebanyak 65 responden dengan Perawat dan Tingkat Kepuasan Klien, data
persentase (52%). diperoleh dari 41 responden dengan
menggunakan kuesioner di Ruang Rawat
6. Kepuasan Pasien Inap Rumah Sakit Anak dan Bunda
N Kepuasan Frekuensi Persentas Harapan Kita Jakarta Barat tahun 2011
o Pasien (F) e (%) menyatakan bahwa ada hubungan yang
1 Tidak Puas 74 59 bermakna antara perilaku caring perawat
2 Puas 52 41 dengan tingkat kepuasan klien dengan uji
Total 126 100 Chi-Square nilai (p = 0,000 ).

Pada tabel diatas distribusi frekuensi SIMPULAN DAN SARAN


responden berdasarkan kepuasan pasien Berdasarkan hasil penelitian mengenai
didapatkan yang merasa tidak puas 74 hubungan perilaku caring perawat terhadap
responden dengan persentase (59%) dan tingkat kepuasan pasien rawat inap di
yang merasa puas sebanyak 52 responden RSUD Klungkung, maka dapat disimpulkan
dengan persentase (41%). bahwa: ada hubungan yang signifikan
antara perilaku caring perawat dengan
B. Analisis Bivariat kepuasan pasien di ruang rawat inap RSUD
Perilak Kepuasan Pasien Klungkung dengan diperoleh nilai p value
P sebesar 0,001 (p<0,05).
u Tidak Puas T
va
Caring Puas ot %
lu Saran yang dapat diberikan oleh peneliti
Perawa N % N % al
e yaitu : bagi pelayanan kesehatan dapat
t
Tidak 49 38,9 12 9,5 61 48 dijadikan sebagai suatu masukkan serta
0, untuk dapat meningkatkan pelayanan
Caring ,4
00 kesehatan dalam berperilaku caring
Caring 25 19,8 40 31,7 65 51
1 terhadap pasien di RSUD Klungkung. Bagi
,6
pendidikan keperawatan dapat dijadikan
Total 74 58,7 52 41,3 12 10
salah satu bahan pendidikan keperawatan
6 0
yang dapat diberikan kepada mahasiswa
kesehatan khususnya keperawatan untuk
Pada tabel diatas tentang hasil analisis
lebih memperhatikan serta melatih perilaku
hubungan perilaku caring perawat terhadap
caring saat memberikan praktik asuhan
tingkat kepuasan pasien menunjukkan
keperawatan. Bagi peneliti selanjutnya
bahwa yang tidak berperilaku caring
dapat dijadikan bahan bacaan dan mampu
sebanyak 61 responden yaitu 49 orang
menambah wawasan mahasiswa kesehatan
menyatakan tidak puas (38,9%) dan yang
khususnya ilmu keperawatan dan bagi
menyatakan puas sebanyak 12 orang
masyarakat yaitu agar masyarakat
(9,5%), sedangkan yang berperilaku caring
mengetahui serta memahami pelayanan
sebanyak 65 responden yaitu 25 orang
yang baik diberikan.
menyatakan tidak puas (19,8%) dan yang
menyatakan puas sebanyak 40 orang
(31,7%).

Jurnal Dunia Kesehatan, Volume 5 nomor 1 51


DAFTAR PUSTAKA
Akbar, Patricia. (2013). Gambaran Kozier, dkk. (2007). Praktek
Kepuasan Pasien Terhadap Pelaksanaan keperawatan professional Konsep dan
Komunikasi Terapeutik Perawat Di perspektif. Jakarta: EGC
Instalasi Rawat Inap RSUD Labuang Laila, Hafsyah. (2011). Hubungan Perilaku
Baji Makassar. Caring Yang Dilakukan Perawat
http://repository.unhas.ac.id/handle/1234 Dengan Tingkat Kepuasan Klien Di
56789/5451. Diakses 22 Juli 2013 Ruangan Penyakit Dalam RSUD
Anggel. (2009). Pedoman Kepuasan Pariaman. http:// repository.
Pelanggan, Jakarta: Salemba Medika unand.ac.id/17991/1/PENELITIAN. pdf
Asmadi. (2008). Konsep Dasar Keperawata diakses tanggal 02 Maret 2013 pukul
n. Jakarta: EGC. 12.00 WIB.
Azwar, A, (2007). Menuju Pelayanan Laili, Durrotul. (2010). Perilaku Perawat
Kesehatan Yang Lebih Bermutu, Dan Kepuasan Terhadap Pelayanan
Yayasan Penerbit Ikatan Dokter Keperawatan.
Indonesia. Jakarta http://skripsistikes.wordpress.com.(Skri
Creasia, J.L. & Parker, B. (2006). Co psi) diakses tanggal 05 Juli 2013 pukul
nceptual foundation : the Bridge to 12.00 WIB.
Professional nursing practice, Martiningtyas, et al. (2013). Hubungan
St Louis : Mosby, Inc. Caring Perawat Pelaksana dengan
Departemen Kesehatan RI. (2005). Sistem Kepuasan Pasien Di Rawat Inap RSUD
Kesehatan Nasional. Dr. H Soewondo Kendal.
Depkes RI. (2008). Indikator kinerja http://ejournal.stikestelogorejo.ac.id.
Rumah Sakit. Jakarta: Depkes RI Diperoleh 31 Januari 2015 jam 11: 00
http.VAvww.environmental- wib.
auditing.org / Portals / AuditFiles / Muninjaya, A.A, (2009). Survey Kepuasan
Audit Hospital Waste Pengguna Jasa Pelayanan Kesehatan
Management1.pdf. Diakses 15 Maret Notoatmodjo, (2010). Metodologi
2013. Penelitian Kesehatan, Rineka Cipta,
Dwiyanti. (2010). Konsep Caring. Diakses Jakarta.
tanggal 10 April 2012. Nurachmah, E. (2006). Asuhan
http://staff.undip.ac.id/psikfk/meidiana/2 Keperawatan Bermutu di Rumah Sakit.
010/06/04/konsep-caring/ Disajikan pada Seminar keperawatan RS
Hardi, Jon. (2010). Analisis Tingkat Islam Cempaka Putih Jakarta. Jakarta, 2
Kepuasan Pasien Umum Dan Pasien Juni 2009. Dibuka pada 12 April 2012
Jamkesmas Terhadap Mutu Pelayanan dari: www.pdpersi.co.id/show=article
Rawat Inap Di RSUD Pasaman Barat. Nursalam. (2011). Konsep dan Penerapan
http://repository.unand.ac.id/17291/. Metodelogi Penelitian Ilmu
Diakses 3 Februari 2010 Keperawatan Pedoman Skripsi, Tesis
Hidayat, A. (2011). Pengantar Konsep dan Instrumen Penelitian Keperawatan.
Keperawatan. Edisi 2. Jakarta: Salemba Jakarta: Salemba Medika
Medika. Nursalam. (2011). Manajemen
Keperawatan: Aplikasi dalam Praktek
Keperawatan Profesional. Edisi 3.
Keputusan Menteri Kesehatan RI. (2008). Jakarta: Salemba Medika.
Pedoman Nasional Etika Penelitian opini/ekonomi/1920-konsep-caring-
Kesehatan. menurut-jean-watson.
Keputusan Menteri Kesehatan RI. (2011). Paramastri, Ira. (2008). Komunikasi dan
Standar Pelayanan Minimal Rumah Hubungan Terapeutik Perawat-Klien
Sakit. Terhadap Kecemasan Pra Bedah
Kotler, P. (2008). Marketing Management: Mayor. Berita Kedokteran Masyarakat
Analysis, Planning, Implementation And Volume 24 Nomor 3, September 2008.
Control. New Jersey: Prentice Hall.

Jurnal Dunia Kesehatan, Volume 5 nomor 1 52


Perjan RS Sanglah Denpasar. Jurnal Pekalongan. http://digilib.un
Manajemen Pelayanan Kesehatan 07 imus.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=re
(03) addi=jtptunimus-yayah(skripsi) diakses
Potter & Perry, (2009). Buku Ajar tanggal 16 Maret 2013 pukul 11.00
Fundamental Keperawatan: Konsep, WIB.
Proses, dan Praktik Edisi 4 Volume 2. Watson, J. (2007). Theory of Human
Alih Bahasa: Renata Komalasari,dkk. Caring, Danish Clinical Nursing
Jakarta: EGC. Journal. Available from
Potter & Perry, (2009). Fundamental of www.uchsc.edu/nursing/caring. Diakses
Nursing Fundamental keperawatan, pada tanggal 5 januari 2011.
Buku 1 Edisi 7, Editor Dripa sjabana, Wijono. (2009). Pengukuran Tingkat
Salemba Medika, Jakarta Kepuasan Pelanggan, Jakarta: EGC
Purwoastuti. (2015). Perilaku dan Softskills Wulan & Hastuti, M. (2011). Pengantar
Kesehatan Panduan Untuk Tenaga Etika Keperawatan. Jakarta: Prestasi
Kesehatan (Perawat dan Bidan). Pustaka.
Yogyakarta: Pustakabarupress
Riwidikdo. (2007). Metodelogi Penelitian
Kesehatan. Jakarta: Bina Pustaka
Riwidikdo. (2009). Statistik Kesehatan.
Yogyakarta: Mitra Cendikia Pres
Royanti, Nonoy. (2011). Hubungan Perilaku
Caring Perawat dan Tingkat Kepuasan
Klien di Ruang Rawat Inap RSAB
Harapan Kita Jakarta Barat.
http://digilib.esaunggul.ac.id/hubungan-
perilaku-caring-perawat-dantingkat
kepuasan-klien-di-ruang-rawat-inaprsab-
harapan-kita-jakarta-barat
4413.html?bclgtkufuvhvhoce. Diakses
19 Desember 2014 pukul 10:30:19
Sabarguna, B.S (2008), Quality Assurance
Rumah Sakit, Sagung Seto, Jakarta.
Sartika, N. (2011) . Konsep caring menu
rut Jean Watson. Diakses tanggal 13
April2012 dari
http://www.pedomannews.com/opini/ber
ita-
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian.
Bandung: Alfa Beta.
Supranto. (2006). Pengukuran Tingkat
Kepuasan Pelanggan, Jakarta: PT
Rinika Cipta
Suryani, Nunuk. (2010). Hubungan Antara
Sikap dan Perilaku dengan Kepuasan
Pasien Rawat Inap di RSU Anwar
Medika Sidoarjo. http://pasca. uns.
ac.id/?p=1316 diakses tanggal 14 Maret
2013 pukul 13.00 WIB.
Suryani. (2008). Pedoman Komunikasi
dalam Aplikasi Praktik Keperawatan,
Jakarta: EGC
Waskiyah, Yayah. (2011). Hubungan
Motivasi Kerja Dengan Perilaku Caring
Perawat Di RSUD Kraton Kabupaten

Jurnal Dunia Kesehatan, Volume 5 nomor 1 53