Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PENDAHULUAN PADA KLIEN DENGAN

DENGUE HAEMORRHAGIC FEVER (DHF)


DI RUANG ANAK SEDAP MALAM

Tanggal 30 April s/d 5 Mei 2012

Oleh :
DEWI IRIANTI
NIM I1B108209

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
2012
LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN PENDAHULUAN PADA KLIEN DENGAN


DENGUE HAEMORRHAGIC FEVER (DHF)
DI RUANG ANAK SEDAP MALAM

Tanggal 30 April s/d 5 Mei 2012

Oleh :
DEWI IRIANTI
NIM I1B108209

Banjarmasin, 30 April 2012


Mengetahui,
Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan

Naya Ernawati,S.Kep,Ns Wiwik Winarsih, S.Kep., Ners


19690228 198911 2 001
DENGUE HAEMORRHAGIC FEVER ( DHF )

1. Definisi
Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) atau Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah
suatu penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dengue yang termasuk golongan
Arthtropod Boon Virus Grup B yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti. Mayoritas
kasus-kasus DBD terjadi pada kelompok usia antara 5 9 tahun.

2. Patofisiologi & Web of Caution


Virus hanya dapat hidup dalam sel hidup sehingga harus bersaing dengan sel
manusia terutama dalam kebutuhan protein. Persaingan tersebut sangat tergantung pada
daya tahan manusia. Reaksi tubuh terhadap infeksi virus, maka terjadi :
a. Aktivasi sistem komplemen sehingga dikeluarkan zat anafilaktoksin yang
menyebabkan peningkatan permeabilitas kapiler dan terjadi perembesan plasma
dari ruang intravaskuler ke ruang ekstraseluler.
b. Agregasi trombosit menurun, apabila kelainan ini berlanjut akan menyebabkan
kelainan fungsi trombosit sebagai akibat mobilisasi sel trombosit muda dari
sumsum tulang.
c. Kerusakan sel endotel pembuluh darah akan merangsang/mengaktivasi faktor
pembekuan.
Ketiga faktor diatas menyebabkan :
a. Peningkatan permeabilitas kapiler.
b. Kelainan hemostatis, yang disebabkan oleh vaskulopati, trombositopenia, dan
koagulopati.
Infeksi Virus Dengue

Trombositopenia

Hepatomegali
Demam
Anoreksia
Muntah Permeabilitas
Manifestasi vaskular
perdarahan meningkat

Kebocoran
Dehidrasi Plasma :
Hemokon
sentrasi
Hipovolemi Hipoprot
eineia
Syo Efusi
ck Pleura A
DIC Asites si
Anoksia
do
si
s
Perdarahan
saluran cerna Meninggal
3. MANIFESTASI KLINIK
a. Demam tinggi selama 5 7 hari
b. Mual, muntah, tidak ada nafsu makan, diare, konstipasi.
c. Perdarahan terutama perdarahan bawah kulit, ptechie, echymosis, hematoma.
d. Epistaksis, hematemisis, melena, hematuri.
e. Nyeri otot, tulang sendi, abdoment, dan ulu hati.
f. Sakit kepala.
g. Pembengkakan sekitar mata.
h. Pembesaran hati, limpa, dan kelenjar getah bening.
i. Tanda-tanda renjatan (sianosis, kulit lembab dan dingin, tekanan darah menurun,
gelisah, capillary refill lebih dari dua detik, nadi cepat dan lemah).

4. Komplikasi
a. Pendarahan pada semua organ tubuh, seperti pendarahan ginjal, otak, jantung, paru
paru, limpa dan hati, sehingga tubuh kehabisan darah dan cairan serta menyebabkan
kematian.
b. Ensepalopati.
c. Gangguan kesadaran yang disertai kejang.
d. Disorientasi.

5. Pemeriksaan khusus dan pemeriksaan penunjang


Pemeriksaan diagnostik pasien dengan DHF adalah:
a. Darah
1) Trombositopenia (100.000 /mm3 atau kurang)
2) Hb meningkat lebih 20%.
3) HT meningkat lebih 20%.
4) Leukosit menurun pada hari ke 2 dan ke 3.
5) Protein darah rendah.
6) Ureum PH bisa meningkat.
7) NA dan CL rendah
b. Serology : HI (Hemaglutination Inhibition Test).
1) Rontgen thorax : Efusi pleura.
2) Uji test tourniket (+).

6. Masalah Keperawatan
a. Pengkajian
1) Keluhan Utama
Pasien mengeluh panas, sakit kepala, lemah, nyeri ulu hati, mual dan nafsu
makan menurun.
2) Riwayat penyakit sekarang
Riwayat kesehatan menunjukkan adanya sakit kepala, nyeri otot, pegal seluruh
tubuh, sakit pada waktu menelan, lemah, panas, mual, dan nafsu makan menurun.
3) Riwayat penyakit terdahulu
Tidak ada penyakit yang diderita secara specifik.
4) Riwayat penyakit keluarga
Riwayat adanya penyakit DHF pada anggota keluarga yang lain sangat
menentukan, karena penyakit DHF adalah penyakit yang bisa ditularkan melalui
gigitan nyamuk Aedes aegipty.
5) Riwayat Kesehatan Lingkungan
Biasanya lingkungan kurang bersih, banyak genangan air bersih seperti kaleng
bekas, ban bekas, tempat air minum burung yang jarang diganti airnya, bak mandi
jarang dibersihkan.
6) Pengkajian Per Sistem
a) Sistem Pernapasan
Sesak, perdarahan melalui hidung, pernapasan dangkal, epistaksis,
pergerakan dada simetris, perkusi sonor, pada auskultasi terdengar ronchi,
krakles.
b) Sistem Persyarafan
Pada grade III pasien gelisah dan terjadi penurunan kesadaran serta pada
grade IV dapat trjadi DSS
c) Sistem Cardiovaskuler
Pada grde I dapat terjadi hemokonsentrasi, uji tourniquet positif,
trombositipeni, pada grade III dapat terjadi kegagalan sirkulasi, nadi cepat,
lemah, hipotensi, cyanosis sekitar mulut, hidung dan jari-jari, pada grade IV nadi
tidak teraba dan tekanan darah tak dapat diukur.
d) Sistem Pencernaan
Selaput mukosa kering, kesulitan menelan, nyeri tekan pada epigastrik,
pembesarn limpa, pembesaran hati, abdomen teregang, penurunan nafsu makan,
mual, muntah, nyeri saat menelan, dapat hematemesis, melena.
e) Sistem perkemihan
Produksi urine menurun, kadang kurang dari 30 cc/jam, akan
mengungkapkan nyeri sat kencing, kencing berwarna merah.
f) Sistem Integumen.
Terjadi peningkatan suhu tubuh, kulit kering, pada grade I terdapat positif
pada uji tourniquet, terjadi pethike, pada grade III dapat terjadi perdarahan
spontan pada kulit.
7) Pemeriksaan Fisik
a. Inspeksi : ruam makulopapular ; petikie. Ekimosis, perdarahan gusi,
epistaksis, hematemisis, melena, hematuri.
b. Palpasi : demam, ruam makulopapular yang bila ditekan tidak hilang,
perubahan denyut nadi ; cepat dan lemah.
c. Auskultasi : periksa tekanan darah ( menurun / tidak )
d. Perkusi : -
b. Diagnosa Keperawatan
1) Defisit volume cairan b.d kegagalan mekanisme regulasi
2) Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh b.d faktor biologis
(DHF)
3) Hipertermi b.d peningkatan laju metabolisme, dehidrasi
4) Resiko perdarahan dengan faktor resiko koagulopati inheren (trombositopenia)
5) Nyeri akut b.d agen injuri biologi
6) Kurang pengetahuan b.d kurang pajanan, tidak familiar dengan sumber
informasi.
c. Rencana Keperawatan
NO DIAGNOSA KEPERAWATAN NOC NIC
1 Defisit Volume Cairan 1. Fluid balance Fluid management
2. Hydration 1. Monitor status hidrasi (kelembaban membran
Definisi : Penurunan cairan intravaskuler, 3. Nutritional Status : Food and Fluid mukosa, nadi adekuat, tekanan darah ortostatik),
interstisial, dan/atau intrasellular. Intake jika diperlukan
Kriteria Hasil : 2. Monitor vital sign
Batasan Karakteristik : 1. Mempertahankan urine output sesuai 3. Monitor masukan makanan/cairan dan hitung
1. Kelemahan dengan usia dan BB, BJ urine intake kalori harian
2. Penurunan turgor kulit/lidah normal, HT normal 4. Kolaborasi pemberian cairan IV
3. Membran mukosa/kulit kering 2. Tekanan darah, nadi, suhu tubuh 5. Monitor status nutrisi
4. Peningkatan denyut nadi, penurunan dalam batas normal 6. Berikan diuretik sesuai intruksi
tekanan darah, penurunan volume/tekanan 3. Tanda-tanda dehidrasi tidak 7. Kolaborasi dengan dokter jika tanda kekurangan
nadi ditemukan, Elastisitas turgor kulit cairan berlebih semakin parah
5. Temperatur tubuh meningkat baik, membran mukosa lembab, rasa 8. Atur kemungkinan tranfusi
6. Hematokrit meningkat haus yang berlebihan tidak 9. Persiapan untuk tranfusi
ditemukan
Faktor yang berhubungan: kegagalan mekanisme
regulasi
2 Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari 1. Nutritional Status : food and Fluid Nutrition Management
kebutuhan tubuh Intake 1. Timbang BB setiap hari
2. Nutritional Status : nutrient Intake 2. Kaji adanya alergi makanan
Definisi : Intake nutrisi tidak cukup untuk 3. Weight control 3. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan
keperluan metabolisme tubuh. jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien.
Batasan karakteristik : Kriteria Hasil : 4. Monitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori
1. Berat badan 20 % atau lebih di bawah ideal 1. Adanya peningkatan berat badan Nutrition Monitoring
2. Dilaporkan adanya intake makanan yang sesuai dengan tujuan 1. BB pasien dalam batas normal
kurang dari RDA (Recomended Daily 2. Berat badan ideal sesuai dengan 2. Monitor lingkungan selama makan
Allowance). tinggi badan 3. Jadwalkan pengobatan dan tindakan tidak selama
3. Membran mukosa dan konjungtiva pucat 3. Penurunan berat badan yang berarti jam makan
4. Nyeri abdominal dengan atau tidak ditemukan 4. Monitor turgor kulit
tanpa patologi 5. Monitor mual dan muntah
5. Kurang berminat terhadap 6. Monitor kadar albumin, total protein, Hb, dan
makanan kadar Ht
7. Monitor makanan kesukaan
Faktor yang berhubungan : faktor biologis 8. Monitor pertumbuhan dan perkembangan
(DHF)
3 Hipertermia Thermoregulation Fever treatment
1. Monitor tekanan darah, nadi dan RR
Definisi : suhu tubuh naik diatas rentang normal Kriteria Hasil : 2. Monitor penurunan tingkat kesadaran
1. Suhu tubuh dalam rentang normal 3. Monitor WBC, Hb, dan Hct
Batasan Karakteristik: 2. Nadi dan RR dalam rentang normal 4. Selimuti pasien
1. kenaikan suhu tubuh diatas rentang 3. Perubahan warna kulit dan pusing 5. Kolaborasi pemberian cairan intravena
normal tidak ditemukan 6. Kompres pasien dengan kompres hangat pada
2. kulit kemerahan leher, lipat paha, dan aksila
3. RR meningkat
4. Tangan terasa hangat Temperature regulation
1. Monitor suhu minimal tiap 2 jam
Faktor yang berhubungan : peningkatan laju 2. Kolaborasi dalam pemberian antipiretik
metabolisme, dehidrasi
4 Resiko perdarahan Risk Kontrol Environment Management (Manajemen
Kriteria Hasil : lingkungan)
Definisi: berisiko mengalami penurunan volume 1. Klien terbebas dari cedera 1. Identifikasi kebutuhan keamanan pasien, sesuai
darah yang dapat mengganggu kesehatan 2. Menggunakan fasilitas kesehatan dengan kondisi fisik dan fungsi kognitif pasien
yang ada 2. Memasang side rail tempat tidur ketika pasien
Faktor resiko: koagulopati inheren tidur
(trombositopenia) 3. Menyediakan tempat tidur yang nyaman dan
bersih
4. Menganjurkan keluarga untuk menemani pasien.
5. Memindahkan barang-barang yang dapat
membahayakan pasien.
5 Nyeri akut 1. Pain Level, Pain Management
2. Pain control, 1. Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif
Definisi : 3. Comfort level (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas
Sensori yang tidak menyenangkan dan Kriteria Hasil : dan faktor presipitasi nyeri)
pengalaman emosional yang muncul secara 1. Melaporkan bahwa nyeri 2. Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan
aktual atau potensial dengan durasi kurang dari 6 berkurang. 3. Evaluasi pengalaman nyeri masa lampau
bulan. 2. Menyatakan rasa nyaman. 4. Kurangi faktor presipitasi nyeri k/p
3. Tanda-tanda vital dalam 5. Pilih dan lakukan penanganan nyeri (farmakologi
Batasan karakteristik : rentang normal dan non farmakologi)
1. Laporan secara verbal atau non verbal. 6. Kaji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan
2. Fakta dari observasi. intervensi
3. Gangguan tidur (mata sayu, tampak capek, 7. Ajarkan tentang teknik non farmakologi
sulit atau gerakan kacau, menyeringai). 8. Kolaborasi dalam pemberian analgetik
4. Fokus menyempit (penurunan interaksi Analgesic Administration
dengan orang dan lingkungan). 1. Cek instruksi dokter tentang jenis obat, dosis, dan
5. Respon autonom (seperti diaphoresis, frekuensi
perubahan tekanan darah, perubahan nafas, 2. Cek riwayat alergi
nadi dan dilatasi pupil) 3. Pilih rute pemberian secara IV atau IM untuk
6. Tingkah laku ekspresif (gelisah, merintih, pengobatan nyeri secara teratur.
menangis, waspada, iritabel, nafas panjang). 4. Monitor vital sign sebelum dan sesudah pemberian
7. Perubahan dalam nafsu makan dan minum analgesik pertama kali.
5. Evaluasi efektivitas analgesik, tanda dan gejala
Faktor yang berhubungan : Agen injuri (biologi) (efek samping)
6 Kurang pengetahuan 1. Kowlwdge : disease process Teaching : disease Process
2. Kowledge : health Behavior 1. Gambarkan tanda dan gejala yang biasa muncul
Definisi : Kriteria Hasil : pada penyakit dengan cara yang tepat
Tidak adanya atau kurangnya informasi kognitif 1. Pasien dan keluarga menyatakan 2. Gambarkan proses penyakit, dengan cara yang
sehubungan dengan topik spesifik. pemahaman tentang penyakit, tepat
kondisi, dan program pengobatan 3. Diskusikan perubahan gaya hidup yang mungkin
Batasan karakteristik : memverbalisasikan 2. Pasien dan keluarga mampu diperlukan untuk mencegah komplikasi di masa
adanya masalah melaksanakan prosedur yang yang akan datang dan atau proses pengontrolan
dijelaskan secara benar penyakit
Faktor yang berhubungan : kurang pajanan, 3. Pasien dan keluarga mampu 4. Instruksikan keluarga pasien mengenai tanda dan
tidak familiar dengan sumber informasi. menjelaskan kembali apa yang gejala untuk melaporkan pada pemberi perawatan
dijelaskan perawat/tim kesehatan kesehatan, dengan cara yang tepat
lainnya.
7. Masala Kolaborasi
Penatalaksanaan pasien dengan DHF adalah sebagai berikut:
a. Tirah baring.
b. Pemberian makanan lunak.
c. Pemberian cairan melalui infus.
d. Pemberian cairan intra vena (biasanya RL, NaCl).
e. Pemberian obat-obatan : antibiotic, antipiretik,antikonvulsi jika terjadi kejang.
f. Monitor tanda-tanda vital.
g. Monitor adanya tanda-tanda renjatan.
h. Monitor tanda-tanda perdarahan lebih lanjut
i. Periksa HB,HT, dan Trombosit setiap hari.

8. Daftar Pustaka
Wong DL, Eaton MH, Wilson D, Winkelstein ML, Schwartz P. Buku ajar
keperawatan pediatrik volume 1. Jakarta: EGC, 2008.
Blackwell W. Nursing Diagnosis Definition and Classification 2009-2011. USA :
NANDA International. 2009.
Moorhead S, et all. Nursing Outcomes Classification (NOC). USA : Mosby
Elsevier. 2004.
Bulechek GM, Howard KB, and Joanne MC. Nursing Interventions Classification
(NIC). USA : Mosby Elsevier. 2004.