Anda di halaman 1dari 42

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I

FLUID FLOW

Grup T

1. Siti Muthoharoh (1531010141)


2. Siti Khumairoh (1531010146)

Tanggal Percobaan : 21 Februari 2017

LABORATORIUM RISET DAN OPERASI TEKNIK KIMIA


PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAWA TIMUR
SURABAYA
2017
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I
FLUID FLOW

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN TUGAS PRAKTIKUM

OPERASI TEKNIK KIMIA I

FLUID FLOW

GRUP T :

1. SITI MUTHOHAROH ( 1431010141 )


2. SITI KHUMAIROH ( 1431010146 )

Telah diperiksa dan disetujui oleh:

Kepala Laboratorium

Operasi Teknik Kimia I Dosen Pembimbing

( Ir. Caecilia Pujiastuti, MT ) ( Ir. Sani, MT )

NIP. 19630305 198803 2 001 NIP. 19611112 199103 2 001

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


UPN VETERAN JAWA TIMUR ii
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I
FLUID FLOW

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan
rahmat-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Resmi Operasi Teknik
Kimia I ini dengan judul FLUID FLOW.
Laporan Resmi ini merupakan salah satu tugas mata kuliah praktikum Operasi
Teknik Kimia I yang diberikan pada semester IV. Laporan ini disusun berdasarkan
pengamatan hingga perhitungan dan dilengkapi dengan teori dari literatur serta
petunjuk asisten pembimbing yang dilaksanakan pada tanggal 21 Februari 2017 di
Laboratorium Operasi Teknik Kimia 1.
Laporan hasil praktikum ini tidak dapat tersusun sedemikian rupa tanpa
bantuan baik sarana, prasarana, pemikiran, kritik dan saran. Oleh karena itu, tidak
lupa kami ucapkan terima kasih kepada:
1. Ir. Caecilia Pujiastuti, MT selaku Kepala Laboratorium Operasi Teknik Kimia 1
2. Ir. Sani, MT selaku Dosen pembimbing praktium.
3. Seluruh asisten dosen yang membantu dalam pelaksanaan praktikum
4. Rekan rekan mahasiswa yang membantu dalam memberikan masukan-
masukan dalam praktikum.
Dalam penyusunan laporan ini kami menyadari bahwa masih banyak
kekurangannya. Maka dengan rendah hati, kami mengharapkan kritik dan saran dari
seluruh asisten dosen yang turut membantu dalam pelaksanaan kesempurnaan
laporan ini. Penyusun mengharapkan semua laporan praktikum yang telah disusun ini
dapat bermanfaat bagi mahasiswa Fakultas Teknik, khususnya mahasiswa jurusan
Teknik Kimia.

Surabaya, 24 Februari 2017

Penyusun

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


UPN VETERAN JAWA TIMUR iii
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I
FLUID FLOW

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL.......................................................................................... i

LEMBAR PENGESAHAN .................................................................................. ii

KATA PENGANTAR .......................................................................................... iii

DAFTAR ISI ......................................................................................................... iv

INTISARI .............................................................................................................. vi

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1

I.2 Tujuan....................................................................................................... 1

I.3 Manfaat ................................................................................................... 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Secara Umum......................................................................................... 3

II.2 Sifat Bahan............................................................................................ 8

II.3 Hipotesa .................................................................................................. 8

II.4 Diagram Alir ........................................................................................... 9

BAB III PELAKSANAAN PRAKTIKUM

III.1 Bahan yang Digunakan........................................................................ 10

III.2 Alat yang Digunakan ........................................................................... 10

III.3 Gambar Alat......................................................................................... 10

III.4 Rangkaian Alat .................................................................................... 10

III.5 Prosedur Percobaan ............................................................................. 10

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1 Tabel Pengamatan ............................................................................... 12

IV.2 Tabel Hasil Perhitungan ...................................................................... 13

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


UPN VETERAN JAWA TIMUR iv
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I
FLUID FLOW

IV.3 Grafik ................................................................................................... 26

IV.4 Pembahasan ......................................................................................... 28

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

V.1 Kesimpulan ........................................................................................... 29

V.2 Saran...................................................................................................... 29

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 30

APPENDIX ............................................................................................................ 31

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


UPN VETERAN JAWA TIMUR v
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I
FLUID FLOW

INTISARI

Praktikum Fluid Flow ini mempunyai tujuan antara lain untuk mencari
nilai-nilai eksperimen head loss dalam pipa dan fitting dalam ekspansi maupun
kontraksi, untuk membandingkan nilai eksperimental dari fanning friction factor dan
koefisien kontraksi dengan nilai yang dikalkulasikan dari persamaan yang ada dalam
lieratur, serta untuk mengetahui hubungan antara tekanan dengan kecepatan aliran
didalam pipa.

Prosedur pada praktikum Fluid Flow adalah dengan mengisikan fluida pada
tangki C dan membuka kran F serta menutup kran A,B,C,D, dan E. Kemudian,
pompa dinyalakan dan tungu sampai fluida yang mengalir konstan, lalu kran dibuka
pada pipa yang telah ditentukan yaitu pipa B dan E. Lalu mengamati adanya
perbedaan tekanan dengan menggunakan manometer. Lalu, air yang keluar dari kran
yang terbuka ditampung selama 5 detik dan ukur volume airnya sehingga didapatkan
debit air yang pengalir pada pipa.

Berdasarkan percobaan yang dilakukan pada pipa B dan pipa F didapatkan


grafik antara Q (debit) versus bukaan dimana semakin besar bukaan pada gate valve
maka debit air maupun kecepatan linear suatu fluida juga semakin besar. Selain itu
didapatkan pula grafik antara hf(gesekan) versus bukaan dimana garis yang terbentuk
menanjak sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin besar bukaan maka gesekan
juga semakin besar. Dan, pada grafik hf(gesekan) versus Q(debit) menunjukkan
bahwa semakin besar debit maka factor friksi yang terjadi juga semakin besar.

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


UPN VETERAN JAWA TIMUR vi
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I
FLUID FLOW

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Fluida merupakan zat yang tidak dapat menahan perubahan bentuk secara
tetap. Fluida mencakup zat cair dan gas karena zat-zat tersebut dapat mengalir dari
satu satu tempat ke tempat lain. Aliran fluida pada suatu media yang berbeda akan
menghasilkan aliran yang berbeda pula, baik dilihat dari alirannya maupun energi
yang dihasilkan akibat perubahan tersebut. Aliran fluida dapat ditemukan dalam
kehidupan sehari -hari maupun dalam industri. Aliran fluida mengalir melewati suatu
media, biasanya berupa pipa. Aliran fluida melalui pipa terdapat 3 jenis aliran yaitu
aliran laminar, aliran turbulen, dan aliran transisi. Seperti pada aliran di saluran
pembuangan, pompa angin, dan proses pengeboran minyak lepas pantai.
Kecepatan dan kapasitas fluida berbeda-beda. Aliran tersebut dibedakan menjadi
beberapa golongan sesuai sifat fluida pada aliran.
Prosedur percobaan fluid flow dilakukan dengan mengisi tangki C dengan air,
tutup kran A,B,C,D, dan E sedangkan kran F dalam keadaan terbuka, lalu pompa
dinyalakan dan ditunggu sampai aliran pada kran F tetap konstan. Selanjutnya mulai
percobaan dengan membuka kran pada pipa yang telah ditentukan sesuai dengan
variabel bersaam dengan ditutupnya kran F. Amati beda tekanan pada manometer,
sedangkan air yang keluar ditampung selama 5 detik, setelah itu ukur volume air
yang keluar dari pipa dengan menggunakan gelas ukur.
Tujuan dari percobaan fluid flow ini adalah mencari nilai-nilai eksperimen
head loss dalam pipa, mencari nilai fitting dalam ekspansi dan konstraksi, dan
membandingkan nilai eksperimental dari fanning friction factors dan koefisien
kontraksi dengan nilai yang dikalkulasikan dari persamaan dan didapatkan dari
literatur.

I.2 Tujuan

1. Mencari nilai-nilai eksperimen head loss dalam pipa.


2. Mencari nilai fitting dalam ekspansi dan konstraksi.
3. Membandingkan nilai eksperimental dari fanning friction factors dan koefisien
kontraksi dengan nilai yang dikalkulasikan dari persamaan dan didapatkan dari
literature.

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


UPN VETERAN JAWA TIMUR 1
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I
FLUID FLOW

I.3 Manfaat

1. Agar praktikan dapat menentukan beda tekanan dengan menggunakan


manometer.
2. Agar praktikan mengetahui macam - macam aliran fluida.
3. Agar praktikan dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi aliran
fluida.

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


UPN VETERAN JAWA TIMUR 2
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I
FLUID FLOW

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
II.1 Secara Umum
Fluida adalah suatu zat yang bisa mengalami perubahan-perubahan
bentuknya secara continue bila terkena tekanan/gaya geser walaupun relatif kecil
atatu bisa juga dikatakan suatu zat yang mengalir, fluida mencakup zat cair, gas, air,
dan udara karena zat-zat ini dapat mengalir. Sebaliknya batu dan benda-benda keras
tidak dapat dikategorikan sebagai fluida karena zat-zat tersebut tidak bisa mengalir
secara continue. Fluida merupakan gugusan yang tersusun atas molekul-molekul
dengan jarak pisah yang cukup besar untuk gas dan jarak pisah yang cukup kecil
untuk zat cair. Molekul-molekul tersebut tidak dapat terikat pada suatu sisi,
melainkan zat-zat tersebut saling bergerak bebas terhadap satu dengan yang lainnya.
Fluida termasuk salah satu zat yang bisa mengalir dan mempunyai partikel
kecil yang mudah bergerak serta berubah-ubah bentuk tanpa pemisahan massa.
Ketahanan fluida terhadap perubahan bentuk sangat kecil sehingga fluida dapat
dengan mudah mengikuti bentuk ruang. Fluida mengalami perubahan bentuk secara
terus menerus karena gaya gesek yang bekerja terhadapnya.

( Suryani, 2013 )

Macam-macam Aliran Fluida

1. Aliran 1D, 2D, dan 3D


Aliran 1 D artinya aliran hanya terjadi pada satu dimensi saja. Aliran 2D
hanya terjadi pada bidang 2 dimensi saja. Sedangkan aliran 3D terjadi pada
ruang 3 dimensi.
2. Compressible and Incompressible Flow
Compressible flow adalah aliran dimana densitas fluidanya tidak berubah
didalam medan aliran (flow field), misalnya aliran air. Sedangkan
incompressible flow adalah aliran dimana densitas fluidanya berubah didalam
medan aliran, misalnya aliran udara.
3. Steady and Unsteady Flow
Steady flow adalah aliran yang mana kondisi alirannya (kecepatan,
tekanan, densitas, dan sebagainya) tidak berubah dengan waktu. Sebaliknya,
unsteady flow adalah aliran dimana kondisi alirannya berubah dengan waktu.
Sebagai contoh, pada saat kita memutar penutup kran maka air yang mengalir

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


UPN VETERAN JAWA TIMUR 3
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I
FLUID FLOW

adalah unsteady flow. Namun ketika bukaan kran tidak berubah maka alirannya
adalah steady flow. Dengan demikian, steady flow adalah aliran yang
kecepatannya tidak berubah dengan waktu, sedangkan unsteady flow adalah
aliran yang kecepatannya berubah dengan waktu.
4. Fully Developed Flow
Merupakan aliran yang vektor kecepatannya tidak lagi berubah terhadap
koordinat.
5. Laminar and Turbulent Flow
Aliran viscous fluid bisa dibedakan menjadi aliran laminar dan aliran
turbulent. Pada aliran laminar, partikel-partikel fluida mengalir lembut bagikan
lapisan-lapisan laminar. Sebaliknya, pada aliran turbulen, partikel-partikel fluida
saling bercampur dan mengalir secara tidak beraturan. Kecepatan fluida pada
saat terjadi transisi antara laminer dan turbulent disebut dengan kecepatan kritis.

( Rosyid, 2014 )

Bilangan Reynolds

Reynolds mempelajari kondisi di mana perubahan satu jenis aliran ke yang lain dan
mentukan kecepatan kritis. Dimana perubahan aliran laminar ke aliran turbulen,
tergantung diameter tabung, viskositas, densitas, dan kecepatan linier rata-rata cairan.
Dari 4 faktor tersebut digabungkan menjadi sebuah persamaan yaitu:

Dimana, NRe : Bilangan Reynolds


D : Diameter pipa (m)
V : Kecepatan rata-rata fluida (m/s)
: Massa jenis (Kg/m3)
: Viskositas (Kg/m.s)

Didalam pipa, aliran laminar mempunyai Nre < 2100, tetapi aliran laminar dapat
bertahan hingga Nre = 1000. Dalam kondisi biasa, aliran dalam pipa atau tabung
adalah aliran turbulen dengan Nre > 4000. Untuk aliran transisi berada pada NRe
antara 2100 sampai 4000 di mana aliran bisa laminar atau turbulen, tergantung pada
kondisi pintu masuk tabung dan pada jarak dari pintu masuk.
( McCabe, 1993 )

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


UPN VETERAN JAWA TIMUR 4
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I
FLUID FLOW

Viskositas Fluida
Fluida adalah benda yang dapat mengalami perubahan bentuk secara terus
menerus karena gaya gesek yang bekerja terhadapnya. Sifat yang erat hubungannya
dengan definisi ini adalah viskositas. Harga viskositas fluida mungkin dipengaruhi
oleh besar dan lama aksi gaya yang bekerja terhadapnya.Viskositas fluida juga
dipengaruhi oleh tekanan dan temperatur.

Densitas Fluida
Selain viskositas, sifat fluida yang lain adalah densitas. Seperti viskositas,
karakteristik gas dan cairan dalam sifat densitas ini bebeda satu dengan
lainnya. Densitas gas sangat dipengaruhi oleh tekanan dan temperaturnya, karena itu
gas juga disebut fluida termampatkan (compressible fluid). Densitas cairan sedikit
sekali dipengaruhi oleh tekanan dan temperatur, karena itu cairan disebut juga fluida
tak termampatkan (incompressible fluid). Bedasarkan sifat kemampatan ini, aliran
fluida dibagi menjadi dua, yaitu aliran fluida termampatkan dan tak termampatkan.

Energi Hilang Gesekan


Energi hilang gesekan dapat terjadi antara elemen fluida dan antara fluida
dengan dinding sepanjang saluran. Energi hilang gesekan disebut skin friction atau
frictional resistance. Peranan gesekan antar elemen dan gesekan antara elemen
dengan dinding tergantung pada pola aliran. Pada laju alir relatif rendah, gesekan
antar elemen (viscous section) sangat berperan. Bila laju alir meningkat, adanya arus
gejolak (eddy current) menambah besarnya energi hilang gesekan. Gesekan antara
elemen fluida dan dinding pun sangat berperan pada laju alir tinggi.
( Kholifah, 2010 )

Head Loss

Head loss merupakan kerugian energi per satuan berat fluida dalam
pengaliran cairan dalam sistem perpipaan. Head loss terdiri dari :

1. Mayor head loss merupakan kerugian energi sepanjang saluran pipa yang
dinyatakan dengan rumus :

Dimana, hlp : Mayor losses (J/Kg)


f : Faktor gesekan

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


UPN VETERAN JAWA TIMUR 5
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I
FLUID FLOW

L : Panjang pipa (m)


V : Kecepatan rata-rata cairan dalam pipa (m/s)
D : Diameter dalam pipa (m)
g : Percepatan gravitasi (m/s2)

2. Minor head loss merupakan kerugian head pada fitting dan valve yang terdapat
sepanjang sistem perpipaan dinyatakan dengan rumus :

= .
2

Dimana, hlf : Mayor losses (J/Kg)


n : Jumlah fitting/valve untuk diameter yang sama
k : koefisien gesekan
V : Kecepatan rata-rata cairan dalam pipa (m/s)
g : Percepatan gravitasi (m/s2)

3. Total losses merupakan kerugian total sistem perpipaan, yaitu :


hls = hlp + hlf

Dimana, hls : Total losses (J/Kg)


hlp: Mayor losses (J/Kg)
hlf : Minor losses (J/Kg)
( Anonim, 2011Head Tekanan Lanjutan Head Pompa )

Sistem Perpipaan

1. Sudden Enlargment
Suatu sudden enlargment pada daerah alir fluida membesar tiba-tiba
sehingga kecepatannya menurun. Saat fluida memasuki pipa besar, suatu
pancaran terbentuk disaat fluida terpisah dari dinding tabung kecil. Karena tidak
ada dinding pipa yang mengendalikan pancaran fluida yang dihasilkan dari pipa
kecil, maka pancaran itu akan berekspansi sehingga mengisi seluruh permukaan.
Sebagian kecil fluida terpisah dari pancarannya dan bersirkulasi diantara dinding
dan pancaran. Pengaruh pusaran dan expansi fluida sesuai dengan tiga
perubahan pada profil kecepatan.

2. Sudden Contraction
Suatu pengecilan tiba-tiba sering juga disebut reduksi. Fenomena aliran
pada kasus kontraksi sangat berbeda dari pada ekspansi. Profil kecepatan adalah
profil fluida yang mengalir pada bagian yang besar. Kontraksi menyebabkan
fluida berakselerasi saat memasuki daerah yang lebih kecil.

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


UPN VETERAN JAWA TIMUR 6
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I
FLUID FLOW

3. Fitting dan Valve


Valve dan fitting dapat meningkatkan penurunan tekanan pada sistem
perpipaan aliran fluida bila dibandingkan dengan pipa lurus tanpa valve dan
fitting. Bahkan suatu sambungan ynag menggabungkan dua pipa yang panjang,
mengganggu profil kecepatan pada aliran turbulen sehingga cukup untuk
meningkatkan penurunan tekanan.
( Kholifah, 2010 )

Debit Aliran

Untuk mengukur debit aliran menggunakan rumus sebagai berikut :

V A t
Q= = =A
t t
Dimana, Q : Debit aliran (m3/s)
V : Laju aliran fluida (m/s)
A : Luas penampang (m2)
v : volume (m3)
t : selang waktu (s)

Persamaan Bernoulli
Pada fluida yang mengalir dalam pipa, dari neraca massa diperoleh
persamaan kontinuitas yang intinya kapasitas massa atau debit tetap, sedang dari
neraca tenaga diperoleh persamaan tenaga yaitu persamaan Bernaulli, dengan rumus
sebagai berikut:

= + + +
2

Dimana,

Wp = Persamaan Bernaulli (ft lbf/lbm)


P/p = Perbedaan tekanan (ft lbf/lbm)
Z g/gc = Energi potensial (ft lbf/lbm)
V2/2gc= Energi kinetic (ft lbf/lbm)
hf = friction loss (ft lbf/lbm)
( McCabe, 1993)

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


UPN VETERAN JAWA TIMUR 7
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I
FLUID FLOW

II.2 Sifat Bahan

1. Air
Sifat Fisika
a. Rumus Molekul : H2O
b. Berat Molekul : 18,016 gr/mol
c. Titik Didih : 1000C
d. Titik Lebur : 00 C
e. Densitas (cair) : 1 gr/cm3
f. Densitas (padat) : 0,915 gr/cm3
g. Tidak berwarna
h. Bentuk kristal hexagonal

Sifat Kimia

a. pH sebesar 7
b. Larut dalam 95 % etil alkohol
c. Larut dalam etil eter
d. Reaksi dengan logam besi menghasilkan Fe3O4
( Anwar, 2009 )

II.3 Hipotesa
Hipotesa dari percobaan fluid flow ini adalah ketika bukaan kran besar maka
volume juga semakin besar. Jika nilai pressure drope besar maka head loss juga akan
semakin besar.

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


UPN VETERAN JAWA TIMUR 8
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I
FLUID FLOW

II.4 Diagram Alir

Tangki C diisi air

Menutup kran A,B,C,D,E dan membuka


kran F

Menyalakan pompa dan menunggu aliran


sampai konstan

Membuka kran yang telah ditentukan


bersamaan ditutupnya kran F

Mengamati beda tekanan pada manometer

Menampung air yang keluar selama 5 detik

Mengukur volume air

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


UPN VETERAN JAWA TIMUR 9
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I
FLUID FLOW

BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIKUM

III.1 Bahan yang Digunakan

1. Air

III.2 Alat yang Digunakan

1. Serangkaian Alat Fluid Flow


2. Stopwatch
3. Penggaris
4. Gelas Ukur

III.3 Gambar Alat

Stopwatch Penggaris Gelas Ukur

III.4 Rangkaian Alat

III.4 Prosedur

1. Isi tangki C dengan air, lalu tutup kran A,B,C,D, dan E sedangkan kran F dalam
keadaan terbuka.
2. Pompa dinyalakan dan ditunggu sampai aliran pada kran F tetap konstan.
3. Mulai percobaan dengan membuka kran pada pipa yang telah ditentukan sesuai
dengan variabel bersaam dengan ditutupnya kran F.

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


UPN VETERAN JAWA TIMUR 10
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I
FLUID FLOW

4. Amati beda tekanan pada manometer.


5. Air yang keluar ditampung selama 5 detik.
6. Ukur volume air dengan menggunakan gelas ukur.

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


UPN VETERAN JAWA TIMUR 11
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I
FLUID FLOW

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1 Tabel Pengamatan

1. Pipa B

Manometer (lbf/ft2) Debit =


Waktu Volume
Bukaan volume/waktu
(s) (ft3) Hijau Hitam (ft3/s)
0.0663828 22.276 228.329 0.01327656
0.0663828 25.0605 231.1135 0.01327656
1/8 5 0.0667359 25.0605 236.6825 0.01334718
0.0663828 25.0605 231.1135 0.01327656
0.0667359 27.845 231.1135 0.01334718
rata-rata 0.06652404 25.0605 231.6704 0.013304808
0.067089 44.552 258.9585 0.0134178
0.0667359 47.3365 272.881 0.01334718
3/8 5 0.067089 47.3365 264.5275 0.0134178
0.0681483 50.121 264.5275 0.01362966
0.0677952 27.845 261.743 0.01355904
rata-rata 0.06737148 43.4382 264.5275 0.013474296
0.0699138 55.69 300.726 0.01398276
0.0692076 55.69 297.9415 0.01384152
5/8 5 0.0702669 58.4745 297.9415 0.01405338
0.0699138 52.9055 297.9415 0.01398276
0.0709731 55.69 300.726 0.01419462
rata-rata 0.07005504 55.69 299.0553 0.014011008
0.0762696 58.4745 303.5105 0.01525392
0.0769758 55.69 300.726 0.01539516
7/8 5 0.0762696 58.4745 303.5105 0.01525392
0.0773289 58.4745 303.5105 0.01546578
0.077682 58.4745 303.5105 0.0155364
rata-rata 0.07690518 57.9176 302.9536 0.015381036

2. Pipa E

Manometer (lbf/ft2) Debit =


Waktu Volume
Bukaan volume/waktu
(s) (ft3) Biru Hitam Ungu Kuning (ft3/s)
0.0462561 25.0605 161.501 5.569 19.4915 0.00925122
0.0466092 22.276 167.07 2.7845 22.276 0.00932184
1/8 5 0.0451968 22.276 164.2855 2.7845 22.276 0.00903936
0.045903 19.4915 158.7165 2.7845 25.0605 0.0091806
0.0466092 22.276 161.501 2.7845 22.276 0.00932184

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


UPN VETERAN JAWA TIMUR 12
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I
FLUID FLOW

rata-rata 0.04611486 22.276 162.6148 3.3414 22.276 0.00922297


0.0469623 47.3365 164.2855 5.569 30.6295 0.00939246
0.0473154 47.3365 167.07 5.569 33.414 0.00946308
3/8 5 0.0462561 44.552 167.07 8.3535 30.6295 0.00925122
0.0466092 44.552 167.07 8.3535 30.6295 0.00932184
0.0469623 47.3365 169.8545 8.3535 30.6295 0.00939246
rata-rata 0.04682106 46.2227 167.07 7.2397 31.1864 0.00936421
0.0480216 52.9055 175.4235 11.138 33.414 0.00960432
0.0480216 50.121 175.4235 8.3535 36.1985 0.00960432
5/8 5 0.0487278 52.9055 172.639 8.3535 36.1985 0.00974556
0.0476685 50.121 175.4235 11.138 30.6295 0.0095337
0.0483747 50.121 175.4235 11.138 33.414 0.00967494
rata-rata 0.04816284 51.2348 174.8666 10.024 33.9709 0.00963257
0.0487278 52.9055 178.208 11.138 36.1985 0.00974556
0.0490809 52.9055 178.208 13.923 38.983 0.00981618
7/8 5 0.0490809 55.69 180.9925 13.923 36.1985 0.00981618
0.0487278 52.9055 180.9925 16.707 38.983 0.00974556
0.0490809 55.69 180.9925 13.923 38.983 0.00981618
rata-rata 0.04893966 54.0193 179.8787 13.923 37.8692 0.00978793

IV.2 Tabel Hasil Perhitungan


1. Pipa B
a. Energi Tekanan

P/p
Bukaan Rata-rata Manometer (lbf/ft2) p (lbm/ft3)
(ft lbf/lbm)
1/8 128.36545 62.4 2.057138622
3/8 153.98285 62.4 2.467673878
5/8 177.37265 62.4 2.842510417
7/8 180.4356 62.4 2.891596154

b. Energi Potensial

g/gc Ep= Z g/gc


Bukaan Z2 (ft) Z1 (ft) Z (ft)
(lbf/lbm) (ft lbf/lbm)
1/8 3.9042 1.90289 2.00131 1 2.00131
3/8 3.9042 1.90289 2.00131 1 2.00131
5/8 3.9042 1.90289 2.00131 1 2.00131
7/8 3.9042 1.90289 2.00131 1 2.00131

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


UPN VETERAN JAWA TIMUR 13
14
c. Energi Kinetik
2 gc 2
3 P 2 V1 V1 2 2 2 Ek= V /2gc
Bukaan Q (ft /s) 3 ID (ft) A (ft ) V2 (ft/s) V2 (ft/s) V (ft/s) (lbm/ft.s) Nre=(ID Vp)/ (ft/s .lbm/l
(lbm/ft ) (ft/s) (ft/s) (ft lbf/lbm)
bf)
1/8 0.013304808 62.4 0.087 0.005996427 0 2.218789437 0 4.923026566 4.923026566 0.000576 21008.23799 1 32.174 0.076506287
3/8 0.01355904 62.4 0.087 0.005996427 0 2.261186687 0 5.112965235 5.112965235 0.000576 21409.66929 1 32.174 0.079458029
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I

5/8 0.01419462 62.4 0.087 0.005996427 0 2.367179813 0 5.603540269 5.603540269 0.000576 22413.24753 1 32.174 0.087081809

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


7/8 0.015381036 62.4 0.087 0.005996427 0 2.565033649 0 6.579397618 6.579397618 0.000576 24286.5936 1 32.174 0.102247119

UPN VETERAN JAWA TIMUR


FLUID FLOW
15
d. hf Teori
Hf (teori)=
2 gc 2 hf (ft
Bukaan Gesekan k Nre=(ID Vp)/ F L (ft) V (ft/s) 2 D (ft) S (f.L.V )/(2 gc D)
(ft/s .lbm/lbf) lbf/lbm)
(ft lbf/lbm)
Gate Valve 4.5 0.164042 1 0.344278292
1/8 Elbow 90
0
0.75 21008.23799 0.22446 7 0.401658008 2.971223764
4.923026566
Pipa Lurus 1" 0.006573034 30.3806 1 8.167734992
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I

Gate Valve 4.5 0.164042 1 0.357561129


0
3/8 Elbow 90 0.75 21409.66929 0.22446 5.112965235 7 0.417154651 3.072420397

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


Pipa Lurus 1" 0.006541796 30.3806 1 8.442545409
32.174 1 0.007482

UPN VETERAN JAWA TIMUR


Gate Valve 4.5 0.164042 1 0.065311357
FLUID FLOW

0
5/8 Elbow 90 0.75 22413.24753 0.22446 5.603540269 7 2.743076995 3.985047743
Pipa Lurus 1" 0.006466972 30.3806 1 9.146754876
Gate Valve 4.5 0.164042 1 0.076685339
0
7/8 Elbow 90 0.75 24286.5936 0.22446 6.579397618 7 3.220784251 4.60791211
Pipa Lurus 1" 0.006338473 30.3806 1 10.52626674
16
e. Hp
-wf = (P/p).(Z g/gc).
Power Hp = Power
P/p Z g/gc V2/2gc hf 2 P
Bukaan (V2/2gc).( hf) V (ft/s) A (ft ) 3 = A.V.p Pompa=-wf. Power Pompa Pompa/550
(ft lbf/lbm) (ft lbf/lbm) (ft lbf/lbm) (lbm/ft )
(lbm/s) (ft lbf / s) ((ft lbf / s)
(ft lbf/lbm)
(ft lbf/lbm) (Hp)
1/8 2.057138622 0.076506287 2.971223764 7.106178673 2.21878944 0.830220076 5.899692196
2.26118669 0.846084153 6.447890831
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I

3/8 2.467673878 0.079458029 3.072420397 7.620862304


2.00131 0.005996427 62.4
7.365408452 0.013391652

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


5/8 2.842510417 0.087081809 3.985047743 8.915949969 2.36717981 0.885744346 7.897252273

UPN VETERAN JAWA TIMUR


7/8 2.891596154 0.102247119 4.60791211 9.603065383 2.56503365 0.959776711 9.216798509
FLUID FLOW
17
f. Hf Percobaan
Power Pompa -wf
Z g/gc Power Pompa hf percobaan=-
P/p V2/2gc Effesiensi Percobaan= Power (lbm/s) percobaan=Power
Bukaan (ft Teori wf -P/p-Ek-Ep-hf
(ft lbf/lbm) (ft lbf/lbm) 65% p. teori/efesiensi P. Percobaan/
lbf/lbm) (ft lbf / s) (ft lbf/lbm)
(ft lbf / s) (ft lbf/lbm)
1/8 2.057138622 0.076506287 5.899692196 9.076449532 0.830220076 10.93258257 6.797627661
3/8 2.467673878 0.079458029 6.447890831 9.919832048 0.846084153 11.72440355 7.175961644
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I

2.00131
0.65
5/8 2.842510417 0.087081809 7.897252277 12.14961889 0.885744346 13.71684611 8.785943885

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


7/8 2.891596154 0.102247119 9.216798509 14.17969001 0.959776711 14.77394674 9.77879347

UPN VETERAN JAWA TIMUR


FLUID FLOW
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I
FLUID FLOW

2. Pipa E
a. Energi Tekanan

Rata-rata Manometer P/p (ft


Bukaan p(lbm/ft3)
(lbf/ft2) lbf/lbm)
1/8 52.62705 62.4 0.843382212
3/8 62.9297 62.4 1.008488782
5/8 67.524125 62.4 1.082117388
7/8 71.422425 62.4 1.144590144

b. Energi Potensial

g/gc Ep =Z g/gc
Bukaan Z2 (ft) Z1 (ft) Z (ft)
(lbf/lbm) (ft lbf/lbm)
1/8 2.06693 1.90289 0.16404 1 0.16404
3/8 2.06693 1.90289 0.16404 1 0.16404
5/8 2.06693 1.90289 0.16404 1 0.16404
7/8 2.06693 1.90289 0.16404 1 0.16404

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


UPN VETERAN JAWA TIMUR 18
c. Energi Kinetik

19
Jenis 2 Ek=
3 P 2 V1 V1 2 2 2 2 Nre=(ID gc Jumlah Ek
Pipa Bukaan Q (ft /s) 3 ID (ft) A (ft ) V2 (ft/s) V (ft /s ) V (ft/s) (lbm/ft.s) 2 V2/2gc
(lbm/ft ) (ft/s) (ft/s) 2 Vp)/ (ft/s .lbm/lbf) (ft lbf/lbm)
(ft lbf/lbm)
1/8 0.009223 62.4 0.0518 0.00210634 4.37866399 19.1726984 19.1726984 24571.6028 32.174 0.297953291 0.334717184
3/8 0.0093642 62.4 0.0518 0.00210634 4.44571859 19.7644137 19.7644137 24947.8908 32.174 0.307148843 0.345047358
pipa 0.5"
5/8 0.0096326 62.4 0.0518 0.00210634 4.57312421 20.9134651 20.9134651 25662.8487 32.174 0.325005673 0.365107509
7/8 0.0097879 62.4 0.0518 0.00210634 4.64688237 21.5935157 21.5935157 26076.7549 32.174 0.335573999 0.376979841
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I

0.000576
0 0 1
1/8 0.009223 62.4 0.0874 0.00599643 1.53807769 2.36568299 2.36568299 14563.0323 32.174 0.036763893
3/8 0.0093642 62.4 0.0874 0.00599643 1.56163177 2.43869364 2.43869364 14786.0497 32.174 0.037898515

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


pipa 1"
5/8 0.0096326 62.4 0.0874 0.00599643 1.60638504 2.78047291 2.78047291 15209.7891 32.174 0.040101835
7/8 0.0097879 62.4 0.0874 0.00599643 1.63229381 2.66438307 2.66438307 15455.1019 32.174 0.041405841

UPN VETERAN JAWA TIMUR


FLUID FLOW
20
d. hf Teori
gc Hf (teori)=
2 2 2 2 2
Bukaan k Nre=(ID Vp)/ f L (ft) V (ft /s ) (ft/s .lbm D (ft) S (f.L.V )/(2 gc D) hf (ft lbf/lbm)
Gesekan
/lbf) (ft lbf/lbm)
Pipa Lurus 1" - 14563.0323 0.0072166 16.10892388 2.365682994 1 0.0874 - 0.19560025
Pipa Lurus 0.5" - 24571.60277 0.00632007 1.000656168 19.17269835 1 0.0518 - 0.145507438
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I

Kontraksi 0.35949343 - - - 19.17269835 - - 1 0.107112249

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


ekspansi 3.401 - - - 16.80701536 - - 1 0.888305141
0
1/8 Elbow 90 1" 0.75 - - 2.622047244 19.17269835 32.174 1 0.0874 6 1.340789808 0.767583513

UPN VETERAN JAWA TIMUR


FLUID FLOW

0
Elbow 90 0.5" 0.75 - - 2.622047244 19.17269835 - - 8 1.787719744
0
Elbow 45 0.35 - - 2.622047244 19.17269835 - - 2 0.208567303
Gate Valve 1/4 4.5 - - 0.164041995 19.17269835 1 0.0518 1 1.340789808
Long Bend 1.5 - - 5.244094488 19.17269835 - - 2 0.893859872
21
14786.0496
Pipa Lurus 1" - 0.00718838 16.10892388 2.438693637 32.174 1 0.0874 - 0.200848475
9
24947.8907
Pipa Lurus 0.5" - 0.0062962 1.000656168 19.76441374 32.174 1 0.0518 - 0.14943163
9
kontraksi 0.35949343 - - - 19.76441374 32.174 - - 1 0.11041799
ekspansi 3.401 - - - 17.3257201 32.174 - - 1 0.915720365
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I

Elbow 900 1" 0.75 - - 2.622047244 19.76441374 32.174 1 0.0874 6 1.382169793


3/8 0.791122425

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


Elbow 900 0.5" 0.75 - - 2.622047244 19.76441374 32.174 - - 8 1.842893057

UPN VETERAN JAWA TIMUR


Elbow 450 0.35 - - 2.622047244 19.76441374 32.174 - - 2 0.21500419
FLUID FLOW

Gate Valve 1/4 4.5 - - 0.164041995 19.76441374 32.174 1 0.0518 1 1.382169793


Long Bend 1.5 - - 5.244094488 19.76441374 32.174 - - 2 0.921446529
22
Pipa Lurus 1" - 15209.78905 0.00713628 16.10892388 2.580472905 1 0.0874 - 0.210984923
Pipa Lurus 0.5" - 25662.8487 0.00625213 1.000656168 20.91346505 1 0.0518 - 0.157012443
kontraksi 0.35949343 - - - 20.91346505 - - 1 0.116837403
ekspansi 3.401 - - - 18.33299215 - - 1 0.968957952
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I

5/8 0.75 - - 2.622047244 20.91346505 32.174 1 0.0874 6 1.462525529 0.83682209


Elbow 900 1"

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


Elbow 900 0.5" 0.75 - - 2.622047244 20.91346505 - - 8 1.950034038

UPN VETERAN JAWA TIMUR


Elbow 450 0.35 - - 2.622047244 20.91346505 - - 2 0.227503971
FLUID FLOW

Gate Valve 1/4 4.5 - - 0.164041995 20.91346505 1 0.0518 1 1.462525529


Long Bend 1.5 - - 5.244094488 20.91346505 - - 2 0.975017019
23
Pipa Lurus 1" - 15455.10186 0.00710699 16.10892388 2.664383071 1 0.0874 - 0.216951335
Pipa Lurus 0.5" - 26076.75487 0.00622735 1.000656168 21.59351571 1 0.0518 - 0.161475545
kontraksi 0.35949343 - - - 21.59351571 - - 1 0.120636647
ekspansi 3.401 - - - 18.92913264 - - 1 1.000465906
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I

7/8 0 0.75 24286.5368 - 2.622047244 21.59351571 32.174 1 0.0874 6 1.510082997 0.86386258


Elbow 90 1"

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


0
Elbow 90 0.5" 0.75 40977.6701 - 2.622047244 21.59351571 - - 8 2.013443996

UPN VETERAN JAWA TIMUR


Elbow 45
0 0.35 40977.6701 - 2.622047244 21.59351571 - - 2 0.2349018
FLUID FLOW

Gate Valve 1/4 4.5 40977.6701 - 0.164041995 21.59351571 1 0.0518 1 1.510082997


Long Bend 1.5 40977.6701 - 5.244094488 21.59351571 - - 2 1.006721998
24
e. Hp
-wf = (P/p).(Z Power Pompa Rata-rata
Z g/gc 2 HP= Power
P/p V /2 gc Hf g/gc).(V2/2gc).( 2 P = A.V.p Percobaan= power Power Pompa
Pipa Bukaan (ft V(ft/s) A(ft ) 3 Pompa/550
(ft lbf/lbm) (ft lbf/lbm) (ft lbf/lbm) hf) (ft /s) (lbm/s) wf. pompa ((ft lbf / s)
lbf/lbm) (ft lbf/lbm) (Hp)
(ft lbf / s) ( ft lbf/s)
1/8 0.843382212 0.504854484 0.767583513 2.279860209 5.37756569 0.00210634 62.4 0.70680467 1.611415833
3/8 1.008488782 0.698038947 0.791122425 2.661690154 6.32328043 0.00210634 62.4 0.83110544 2.212145172
pipa 0.5" 2.324647988
5/8 1.082117388 0.772457698 0.83682209 2.855437176 6.65181186 0.00210634 62.4 0.87428623 2.496469415
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I

7/8 1.144590144 0.930905425 0.86386258 3.103398149 7.30222812 0.00210634 62.4 0.95977422 2.978561531

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


0.16404
2.324648286 0.004226633
1/8 0.843382212 0.504854484 0.767583513 2.279860209 1.88895833 0.00599643 62.4 0.70680485 1.611416247

UPN VETERAN JAWA TIMUR


3/8 1.008488782 0.698038947 0.791122425 2.661690154 2.22115618 0.00599643 62.4 0.83110566 2.21214574
pipa 1" 2.324648584
FLUID FLOW

5/8 1.082117388 0.772457698 0.83682209 2.855437176 2.33655824 0.00599643 62.4 0.87428646 2.496470056
7/8 1.144590144 0.930905425 0.86386258 3.103398149 2.56502765 0.00599643 62.4 0.95977446 2.978562295
25
f. hf Percobaan
hf
wf percobaan=
percobaan=-
P/p (ft
2
Z g/gc(ft V /2 gc (ft Power Pompa efisiensi
Power Power P.
Bukaan Percobaan (ft Pipa Percobaan/ -wf rata-rata -wf wf -P/p-Ek-
lbf/lbm) lbf/lbm) lbf/lbm) (teori)(ft lbf / s) 65% Ep-hf
lbf / s) (lbm/s)
(ft lbf/lbm)
(ft lbf/lbm)
0.843382212 0.16404 0.504854484 0.65 2.479101281 0.7068 3.507477245 7.014954489 5.502677793
1/8 1.611415833
1.008488782 0.16404 0.698038947 0.65 3.403300265 0.83111 4.094907929 8.189815858 6.319248129
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I

3/8 2.212145172
Kecil 8.384912068
1.082117388 0.16404 0.772457698 0.65 3.840722177 0.87429 4.392980271 8.785960542 6.767435456
5/8 2.496469415

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


1.144590144 0.16404 0.930905425 0.65 4.582402355 0.95977 4.774458691 9.548917382 7.309381813
7/8 2.978561531

UPN VETERAN JAWA TIMUR


1.611416247 0.65 2.479101918 0.7068 3.507477245
FLUID FLOW

2.21214574
0.65 3.403301139 0.83111 4.094907929
Besar
2.496470056
0.65 3.840723163 0.87429 4.392980271
2.978562295
0.65 4.582403531 0.95977 4.774458691
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I
FLUID FLOW

IV.3 Grafik
1. Pipa B
a. Q vs Bukaan

Q Vs Bukaan
0.0155

0.015
Q (ft3/s)

0.0145

0.014

0.0135

0.013
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1
Bukaan

b. hf vs Bukaan

hf vs Bukaan
12
10
hf (ft lbf/lbm)

8
6
hf teori
4
2 hf percobaan
0
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1
Bukaan

c. hf vs Bukaan

hf vs Q
12
10
hf (ft lbf/lbm)

8
6
hf teori
4
2 hf percobaan
0
0.013 0.0135 0.014 0.0145 0.015 0.0155
Q (ft3/s)

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


UPN VETERAN JAWA TIMUR 26
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I
FLUID FLOW

2. Pipa E
a. Q vs Bukaan

Q Vs Bukaan
0.0099
0.0098
0.0097
0.0096
Q (ft3/s)

0.0095
0.0094
0.0093
0.0092
0.0091
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1
Bukaan

b. hf Vs Bukaan

hf Vs Bukaan
8
7
6
hf (ft lbf/lbm)

5
4
3 hf teori
2 hf percobaan
1
0
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1
Bukaan

c. hf Vs Q

hf Vs Q
8

6
hf (ft lbf/lbm)

4
hf teori
2 hf percobaan

0
0.009 0.0092 0.0094 0.0096 0.0098 0.01
Q

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


UPN VETERAN JAWA TIMUR 27
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I
FLUID FLOW

IV.4 Pembahasan

Pada percobaan fluid flow ini, digunakan pipa B dan pipa E dengan variabel
bukaan yang berbeda yaitu 1/8, 3/8, 5/8 dan 7/8. Pada percobaan terhadap pipa B,
saat bukaan 1/8 didapat debit air sebesar 0.01330481 ft3/s, hf teori sebesar
2.97122376 ft lbf/lbm, dan hf percobaan sebesar 6.797627661 ft lbf/lbm. Untuk
bukaan 3/8 didapat debit air sebesar 0.01355904 ft3/s, hf teori sebesar 3.0724204 ft
lbf/lbm, dan hf percobaan sebesar 7.175961644 ft lbf/lbm. Untuk bukaan 5/8 didapat
debit air sebesar 0.01419462 ft3/s, hf teori sebesar 3.98504774 ft lbf/lbm, dan hf
percobaan sebesar 8.785943885ft lbf/lbm. Sedangkan untuk bukaan 7/8 didapat debit
air sebesar 0.01538104 ft3/s, hf teori sebesar 4.60791211 ft lbf/lbm, dan hf percobaan
sebesar 9.77879347 ft lbf/lbm. Pada pipa E hasil yang didapat yaitu untuk bukaan 1/8
didapat debit air sebesar 0.00922297 ft3/s, hf teori sebesar 0.767583513 ft lbf/lbm, dan
hf percobaan sebesar 5.502677793 ft lbf/lbm. Untuk bukaan 3/8 debit air yang didapat
sebesar 0.00936421 ft3/s, hf teori sebesar 0.791122425 ft lbf/lbm, dan hf percobaan
sebesar 6.319248129 ft lbf/lbm. Untuk bukaan 5/8 didapat debit air sebesar
0.00963257 ft3/s, hf teori sebesar 0.83682209 ft lbf/lbm, dan hf percobaan sebesar
6.767435456 ft lbf/lbm. Sedangkan untuk bukaan 7/8 didapat debit air sebesar
0.00978793 ft3/s, hf teori sebesar 0.86386258 ft lbf/lbm, dan hf percobaan sebesar
7.309381813 ft lbf/lbm. Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa semakin besar
pipa dan bukaan valve maka debit aliran fluida semakin cepat. Hal ini dikarenakan
bahwa debit aliran suatu fluida dapat dipengaruhi oleh luas penampang pipa dan
bukaannya. Sedangkan nilai hf percobaan lebih besar dari hf teori. Adapun
perbedaan tersebut dapat dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya kurang telitinya
praktikan dalam mengukur tinggi manometer dan mengukur volume air yang keluar
dari pipa pada waktu yang telah ditentukan.

Pada data yang diperoleh dari grafik Q (debit aliran) versus bukaan pada pipa
B maupun pipa E, diperoleh grafik yang menanjak. Yang dapat diartikan bahwa
semakin besar bukaan pada gate valve maka kecepatan linier suatu fluida semakin
tinggi. Dan grafik hf versus bukaan pada pipa B maupun pipa E, diperoleh grafik
yang menanjak juga. Hal ini disebabkan karena semakin besar bukaan pada gate
valve yang diberikan, maka head loss pada pipa juga semakin besar. Untuk grafik Q
(debit aliran) versus Hf, grafik yang didapat juga mengalami kenaikan. Hal ini dapat
diartikan semakin besar debit aliran, maka head loss pada pipa juga akan semakin
besar.

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


UPN VETERAN JAWA TIMUR 28
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I
FLUID FLOW

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

V.1 Kesimpulan
1. Semakin besar bukaan kran, maka volume air yang keluar dari pipa B dan E
juga semakin besar.
2. Semakin besar bukaan kran, debit air yang mengalir dalam pipa semakin besar,
hal ini dikarenakan tekanan yang ada didalam pipa pada saat air mengalir juga
semakin besar.
3. Semakin besar bukaan kran, maka semakin besar pula nilai hf, hal ini
dikarenakan bahwa gaya gesekan yang terjadi antara air yang mengalir dan
pipa semakin besar.
4. Semakin besar nilai Q maka semakin besar pula nilai hf, hal ini dikarenakan
semakin besar tekanan yang mempengaruhi maka debit aliran air semakin
besar dan menyebabkan gaya gesek dalam pipa juga akan semakin besar.

V.2 Saran

1. Sebelum melakukan percobaan Fluid Flow pastikan peralatan yang digunakan


dalam keadaan baik.
2. Sebaiknya praktikan lebih teliti dan cermat dalam mengukur tinggi tekanan
pada manometer agar tidak terjadi kesalahan dalam perhitungan dan
pembuatan grafik.
3. Sebaiknya praktikan memperhatikan dengan seksama dan teliti, pada waktu
kran akan dibuka dan ditutup, karena jika tidak akurat dan tepat waktu, nilai
yang didapat dalam perhitungan tidak akan sesuai.
4. Untuk efisiensi waktu, alangkah baiknya tempat penampung untuk mengukur
debit air yang keluar adalah alat penampung yang langsung memiliki ukuran
sehingga tidak harus menuangnya kembali ke alat ukur yang lain.

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


UPN VETERAN JAWA TIMUR 29
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I
FLUID FLOW

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2011.Head Tekanan Lanjutan Head Pompa.(http://macammakati.blogspot.


com/2011/02/head-tekanan-lanjutan-head-pompa.html).Diakses pada tanggal
14 Februari 2017 pukul 07.01 WIB.

Anwar, Dedy.2009.Analisa Air.(http:// dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/


2009/10/bab-i-pendahuluan-1.html).Diakses pada tanggal 14 Februari 2017
pukul 06.30WIB.

Kholifah, Dewi.2010.Mekanika Fluida-fluida.( https://reggaenita.wordpress.com/


2010/03/07/mekanika-fluida-fluida/).Diakses pada tanggal 14 Februari 2017
pukul 08.35 WIB.

McCabe,Warren L,dkk.1993.Unit Operations Of Chemical Engineering fifth


Edition.Singapore:McGraw-Hill chemical engineering series.

Rosyid, Abdur.2014.Macam-macam Aliran Fluida.(https://mechanicals.wordpress.


com/2014/03/23/macam-macam-aliran-fluida/).Diakses pada tanggal 14
Februari 2017 pukul 07.45 WIB.

Setiawan, Toni.2015.Fluida Dinamis.(https://tonisetiawann.wordpress.com/2015/


02/25/fluida-dinamis/).Diakses pada tanggal 15 Februari 2017 pukul 08.05
WIB.

Suryani, Irma.2013.Pengertian atau Definisi Fluida serta Contoh dan Aplikasi


Fluida.(irma-teknikkimia.blogspot.com/2013/02/pengertian-atau-definisi-
fluida-serta.html).Diakses pada tanggal 14 Februari 2017 pukul 07.25 WIB.

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


UPN VETERAN JAWA TIMUR 30
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I
FLUID FLOW

APPENDIX

UNTUK PIPA B BUKAAN 1/8 :

1. Volume air yang didapat dalam waktu 5 detik sebanyak 5 kali


- 1880 ml = 1880 x 0.00003531 = 0.0663828 ft3
- 1880 ml = 1880 x 0.00003531 = 0.0663828 ft3
- 1890 ml = 1890 x 0.00003531 = 0.0667359 ft3
- 1880 ml = 1880 x 0.00003531 = 0.0663828 ft3
- 1890 ml = 1890 x 0.00003531 = 0.0667359 ft3
Rata-rata volume
. . . . .
=

= 0.06652404 ft3
2. Tinggi Manometer dalam 5 kali percobaan
a. Hijau
- 0.8 cmHg = 0.8 x 27.845 = 22.276 lbf/ft2
- 0.9 cmHg = 0.9 x 27.845 = 25.0605 lbf/ft2
- 0.9 cmHg = 0.9 x 27.845 = 25.0605 lbf/ft2
- 0.9 cmHg = 0.9 x 27.845 = 25.0605 lbf/ft2
- 1 cmHg = 1 x 27.845 = 27.845 lbf/ft2
Rata-rata tinggi manometer hijau
. / . / . / . / . /
=

= 25.0605 /
b. Hitam
- 8.2 cmHg = 8.2 x 27.845 = 228.329 lbf/ft2
- 8.3 cmHg = 8.3 x 27.845 = 231.1135 lbf/ft2
- 8.3 cmHg = 8.5 x 27.845 = 236.6825 lbf/ft2
- 8.3 cmHg = 8.3 x 27.845 = 231.1135 lbf/ft2
- 8.3 cmHg = 8.3 x 27.845 = 231.1135 lbf/ft2
Rata-rata tinggi manometer hijau
. / . / . / . / . /
=

= 231.6704 /
3. Debit = Rata-rata Volume Air/ waktu
= 0.06652404 ft3 / 5 s
= 0.013304808 ft3/s

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


UPN VETERAN JAWA TIMUR 31
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I
FLUID FLOW

4. Menghitung P, didapatkan data sebagai berikut :


Rata-rata tekanan manometer hijau = 25.0605 lbf/ft2
Rata-rata tekanan manometer hitam = 231.6704 lbf/ft2
Rata-rata tekanan manometer hijau dan hitam

. .
P = = 128.36545 lbf/ft2

p = 62.4 lbm/ft3
.
P/p = .
= 2.057138622 ft lbf/lbm

5. Menghitung Z g/gc :
Z1 = 1.90289 ft
Z2 = 3.9042 ft
Z = Z2- Z1
= 3.9042 ft - 1.90289 ft

= 2.00131 ft

g/gc = 1 lbf/lbm
Z g/gc = 2.00131 ft x 1 lbf/lbm = 2.00131 ft lbf/lbm

6. Menghitung V2/2gc
V = 0.06652404 ft3
t =5s
.
Q= = 0.013304808 ft3/s

ID = 0.0874 ft
A = x 3.14 x 0.0874 ft x 0.0874 ft = 0.002106343 ft2
V1 = 0
V2 = Q/A

. /
= .
= 2.218789437 ft/s

V2 2 = (2.218789437 ft/s)2 = 4.923026566 ft2/s2


V = V2 2- V12

= 4.923026566 ft2/s2 0 =4.923026566 ft2/s2

= 0.000576 lbm/ft.s

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


UPN VETERAN JAWA TIMUR 32
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I
FLUID FLOW

Nre =

. . . /
= .
=21008.23799

Didapat nilai Nre 4000, maka aliran tersebut adalah turbulen, sehingga
nilai = 1

gc = 32.174 ft/s2.lbm/lbf
. /
V2/2gc = . . /
= 0.076506287 ft lbf/lbm

7. Menghitung Friction Factor


Didapat data :

Elbow 90o, k = 0.75


Gate Valve 1, k = 4.5
Untuk menghitung nilai f pada pipa lurus

0.125
f = 0.0014 +
Nre .

.
= 0.0014 + . .
= 0.006573034

8. Menghitung nilai hf
a. Pipa lurus 1
L = 30.3806 ft
V 2 = 4.923026566 ft2/s2
gc = 32.174 ft/s2.lbm/lbf
=1
D = 0.007482 ft
Jumlah pipa lurus = 1

hf = 4f

30.3806ft 4.923026566 ft /s
= 4 0.006573034
0.007482 ft 2 32.174 ft lbmlbf s

= 8.167734992 ft lbf/lbm

hf teori = 1 8.167734992ft lbflbm = 8.167734992 ft lbflbm

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


UPN VETERAN JAWA TIMUR 33
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I
FLUID FLOW

b. Elbow 90o
k = 0.75
V 2 = 4.923026566 ft2/s2
gc = 32.174 ft lbmlbf s
Jumlah elbow 90o = 7

hf = k

4.923026566 ft /s
= 0.75 = 0.057379715 ft lbflbm
2 32.174 ft lbmlbf s

hf teori = 7 0.057379715 ft lbflbm =0.401658008 ft lbflbm


c. Gate Valve 1
k = 0.45
gc = 32.174 ft lbmlbf s
V 2 = 4.923026566 ft2/s2
Jumlah gate valve = 1

hf = k

. /
= 4.5 .
= 0.344278292 ft lbflbm

hf teori = 1 0.344278292 ft lbflbm =0.34427829 ft lbflbm

. . .
hf rata-rata =

=2.971223764 ft lbflbm

9. Menghitung -Wf Percobaan



= 2.057138622 ft lbflbm

Ep = Z = 2.00131 ft lbflbm

Ek = = 0.076506287 ft lbflbm

hf Rata-rata = 0.1268 ft lbflbm



-Wf = + Ep + Ek + Hf Rata rata =7.106178673 ft lbflbm

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


UPN VETERAN JAWA TIMUR 34
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I
FLUID FLOW

Diketahui :

A =0.005996427ft
v = 2.971223764 fts
= 62.4 lbmft

Maka :

m = A v
= 0.005996427ft 2.971223764 fts 62.4 lbmft

= 0.830220076 lbm/s

Power Pompa = Wf m

= 7.106178673 ft lbflbm 0.830220076 lbm/s

= 5.899692196 ft lbf/s

Power Pompa rata rata = 7.365408452 ft lbfs

1 Hp
= 7.365408452 ft lbfs
550 ft lbfs

= 0.013391652 Hp

10. Menghitung Hf percobaan


P =2.057138622 ft lbflbm
Ep =2.00131 ft lbflbm
Ek = 0.076506287 ft lbflbm
Power Pompa Teori = 7.365408452 ft lbfs
Efisiensi 65% = 0.65

Power Pompa Percobaan=

.
= .
=11.33139762 ft lbfs

Diketahui :

m =1.842083532
.
- Wf = . /
= 6.151402703 ft lbflbm

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


UPN VETERAN JAWA TIMUR 35
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM OTK I
FLUID FLOW

hf percobaan = Wf P Ep Ek
= ( 6.151402703 ft lbflbm -2.057138622 ft lbflbm -
2.00131 ft lbflbm - 0.076506287 ft lbflbm)
= 2.016447794 ft lbflbm)

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1


UPN VETERAN JAWA TIMUR 36