Anda di halaman 1dari 7

KEPUTUSAN

KETUA SEKOLAH TINGGI PESANTREN DARUNNAIM (STPDN)


RANGKASBITUNG LEBAK BANTEN
Nomor : TAHUN 2017

Tentang

TENTANG PENGGUNAAN KODE NASKAH/SURAT DINAS


SEKOLAH TINGGI PESANTREN DARUNNAIM (STPDN)
TAHUN AKADEMIK 2017/2018

DENGAN RAHMAT ALLAH SWT

KETUA SEKOLAH TINGGI PESANTREN DARUNNAIM,

Menimbang : a. bahwa Tahun Akademik 2017/2018 di Sekolah Tinggi Pesantren


Darunnaim (STPDN) Rangkasbitung Lebak Banten telah dimulai.
b. Bahwa untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana penunjang
kegiatan akademik di Sekolah Tinggi Pesantren Darunnaim (STPDN) perlu
ditetapkan tentang penggunaan Kode Naskah/Surat Dinas Sekolah Tinggi
Pesantren Darunnaim (STPDN) Tahun akademik 2017/2018.
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf b
perlu menetapkan Keputusan Ketua Sekolah Tinggi Pesantren Darunnaim
(STPDN) Rangkasbitung Lebak Banten tentang pembuatan Kode
Naskah/Surat Dinas di Sekolah Tinggi Pesantren Darunnaim (STPDN)
Rangkasbitung Banten Tahun Akademik 2017/2018;

Mengingat : 1. Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;


2. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
3. Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan
5. Peraturan Pemerintah RI Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan
Pendidikan dan Pengelolaan Perguruan Tinggi;
6. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam No. 7223 Tahun 2016
tertanggal 22 Desember 2016 tentang Izin Pendirian Sekolah Tinggi
Pesantren Darunnaim Lebak Banten ;
MEMUTUSKAN

Menetapkan : PERATURAN KETUA SEKOLAH TINGGI PESANTREN DARUNNAIM


TENTANG PENGGUNAAN KODE NASKAH/SURAT DINAS DI
LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI PESANTREN DARUNNAIM
(STPDN)

BAB I
KETENTUAN UMUM
Dalam Peraturan Ketua ini yang dimaksud dengan :
1. Sekolah Tinggi Pesantren Darunnaim, yang selanjutnya disingkat STPDN, adalah
Perguruan Tinggi Swasta yang berbadan hukum.
2. Naskah/Surat Dinas adalah informasi tertulis sebagai alat komunikasi kedinasan yang
dibuat dan/atau dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang dilingkungan Sekolah Tinggi
Pesantren Darunnaim (STDPN).
3. Surat naskah/eloktrik merupakan naskah yang berupa komunikasi dan informasi yang
dilakukan secara elektronik atau yang direkam dalam multimedia elektronik.
4. Ketua adalah organ Sekolah Tinggi Pesantren Darunnaim yang memimpin
penyelenggaraan dan pengelolaan Sekolah Tinggi Pesantren Darunnaim
5. Yayasan Darunnaim adalah organ Sekolah Tinggi Pesantren Darunnaim yang
menetapkan, memberikan pertimbangan pelaksanaan kebijakan umum, dan melaksanaan
pengawasan dibidang non akademik.
6. Senat akademik, yang selanjutnya adalah organ Sekolah Tinggi Pesantren Darunnaim
yang menetapkan kebijakan dan pertimbangan dan melaksanakan pengawasan dibidang
akademik.
7. Fakultas adalah himpunan sumber daya pendukung yang menyelenggarakan dan
mengelola pendidikan akademik, pendidikan profesi, atau pendidikan vokasi dalam satu
rumpun disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi.
8. Sekolah adalah unsur pelaksana akademik setingkat fakultas yang bertugas
menyelenggarakan dan/atau mengkoordinasikan program studi.
9. Ketua Prodi adalah pimpinan fakultas atau sekolah dilingkungan
10. Program Studi adalah kesatuan kegiatan pendidikan dan pembelajaran yang memiliki
kurikuluk dan motedo pembelajaran tertentu dalam satu jenis pendidikan akademik,
pendidikan profesi, dan/atau pendidikan vokasi.
11. Labaratorium adalah perangkat penunjang pelaksanaan pendidikan, riset, dan pengabdian
kepada masyarakat di lingkungan Perguruan Tinggi.
12. Pusat Penelitian adalah kelompok keilmuan dan kepakarann yang mempunyai minat
terhadap kajian ilmu yang berada di lingkungan Perguruan Tinggi.
13. Unit Pelaksana Teknis, yang selanjutnya disingkat UPT adalah unsur pengelola yang
melaksanakan tugas teknis dan/atau penunjang tertentu yang diperlukan untuk
penyelanggaraan kegiatan tridharma perguruan tinggi di lingkungan Sekolah Tinggi
Pesantren Darunnaim (STPDN)
14. Dosen adalah pendidik professional dan ilmusan di Sekolah Tinggi Pesantren
Darunnaim dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan
menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui oendidikan, riset dan
pengambdian kepada masyarakat.
15. Tenaga pendidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat
dengan tugas utama menunjang penyelenggaraan pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi
Pesantren Darunnaim.
BAB II
JENIS, KODE, TATA CARA PENULISAN
NASKAH/SURAT DINAS
Pasa 1
Naskah/Surat Dinas Terdiri atas:
1. Keputusan;
2. Intruksi;
3. Prosedur Operasional Standar;
4. Surat Edaran;
5. Surat Tugas;
6. Nota Dinas
7. Memo;
8. Surat Dinas;
9. Surat Undangan;
10. Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU)
11. Surat Perjanjian
12. Surat Kuasa;
13. Surat Keterangan;
14. Berita acara;
15. Surat Pengantar;
16. Surat Pernyataan;
17. Pengumuman;
18. Laporan
19. Telaah staf; dan
20. Notula rapat.
Bagian kedua
Kode
Pasal 2
Kode/Surat atau naskah dinas berlaku dilingkungan Sekolah Tinggi Pesantren Darunnaim
adalah sebagaimana tercantum dalam limparan 1 berlaku bagi unit kerja Perguruan Tinggi,
dan Lampiran II berlaku bagi unit kerja tingkat Fakultas dan/atau seklah, adalah merupakan
satu kesatuan aturan yang tidak terpisahan dengan peraturan Ketua ini.
Bagian Ketiga
Tata Cara
Pasal 3
Tata cara penulisan nomor kode surat/naskah Dinas sebagaimana tercantum dalam Lampiran
III adalah merupakan sau kesatuan aturan yang tidak terpisahkan dengan peraturan Ketua
ini.
Pasal 4
(1) Tata cara penulisan nomor dank ode Memorandum of Understanding (MoU) dan
perjanjian kerjasama (PKS) sebagaimana tercantum dalam lampiran V adalah merupakan
satu kesatuan tidak terpisahkan dengan Peraturan Ketua ini.
(2) Penomoran dan Kode setiap MoU dan PKS dilakukan secara terpusat oleh Direktorat
Kerjasama Sekolah Tinggi Pesantren Darunnaim (STPN)
(3) Setiap unit kerja di Lingkungan Sekolah Tinggi Pesantren Darunnaim yang membuat
naskah MoU dan PKS, mengajukan penomoran kode ke Direktorat kerjasama Sekolah
Tinggi Pesantren Darunnaim (STPDN).
Pasal 5

Penandatanganan surat/naskah dinas dilakukan oleh masing-masing pejabat yang berwenang


menandatangani, sebagaimana dimaksud dalam matriks kewenangan yang tercantu, dalam
lamiran V adalah merupakan satu kesatuan aturan yang tidak terpisahkan dengan Peraturan
Ketua ini.

Pasal 6

(1) Surat/naskah elektronik mencakup surat-menyurat elektronik, arsip, dan dokumentasi


elektronik, transaksi elektronik, serta naskah elektronik lainnya.
(2) Surat/naskah elektronik memiliki keabsahan yang sama dengan naskah dinas non-
elektektronik/manual.

BAB III

Ketentuan Penutup

Pasal 7

(1) Seluruh keputusan dan ketentuan mengenai surat/naskah dinas dan tata cara penulisan nomor
dank de surat/naskah dinas yang telah ada dilingkungan Sekolah Tinggi Pesantren
Darunnaim (STPDN) disesuaikan dengan Peraturan Ketua ini secara bertahap paling lambat
1 (Satu) bulan setelah peraturan Rektor ini ditetapkan atau berlaku.
(2) Pada saat peraturan Ketua ini mulai berlak Peraturan Ketua Sekolah Tinggi Pesantren
Darunnaim (STPDN) nomor 21 Tahun 2017 tentang penggunaan kode Surat Menurat Dinas
di Lingkungan Sekolah Tinggi Pesantren Darunnaim (STPDN)

Pasal 8

Peraturan Ketua ini Berlaku mulai tanggal 02 Okober 2017

Ditetapkan di Lebak
Pada Tanggal 23 September 2017
Ketua,
Sekolah Tinggi Pesantren Darunnaim (STPDN)

Eka Wahyu Trenggana, S.Ag.,M.Pd


Lampiran I

Kode Surat/Naskah Dinas yang berlaku bagi Unit Kerja di Tingkat Perguruan Tinggi

No Unit Kerja Kode


1. Ketua A-Ket

No Unit Kerja Kode


1 Puket I A-1
2 Puket II A-2
3 Puket III A-3
4 LPPM A-LP2M
5 Ka. Perpustakaan A-Perspus
6 Prodi PAI A-PAI
7 Prodi BKI A-BKI
8 Ka. Bag. Umum A-BAUM
9 Ka. Bag. AUK A-KEU
LAMPIRAN II

TATA CARA PENULISAN NOMOR SURAT DAN NASKAH

KODE PERIHAL

NO PERIHAL DALAM NASKAH/SURAT DINAS KODE


Akreditasi AK
2. Beasiswa BW
3. Dokumentasi DO
4 Dosen dan Tenaga Kependidikan DK
5. Evaluasi Pendidikan EP
6. Hubungan Masyarakat HM
7. Kelembagaan KL
8. Kemahasiswaan KM
9. Kepegawaian KP
10. Kerjasama KS
11. Ketatausahaan TU
12. Keuangan KU
13. Kurikulum KR
14. Media Informasi MI
15. Organisasi dan Tata Laksana OT
16. Pelaporan LP
17. Pendidika dan Pelatihan DL
18. Penelitian LT
19 Pengabdian kepada Masyarakat PM
20. Pengawasan PW
21. Pengembangan PG
22. Penyetaraan Ijazah Luar Negeri IL
23. Perencanaan PR
24. Perizinan PI
25. Perlengkapan PL
26. Perpustaakan PK
27. Publikasi Ilmiah PB
28. Sarana Pendidikan SP
29. Sertifikasi SE
30. Teknologi Informasi TI
31. Lain-Lain LL