Anda di halaman 1dari 75

STRUKTUR DAN FUNGSI

KARBOHIDRAT
Sumber karbohidrat
Rumus umum: (CH2O)n
Foto sintesis:
nCO2 + nH2O (energi cahaya)
(CH2O)n + nH2O
Pada tanaman karbohidrat
disimpan sebagai tepung
atau selulosa.
Pada hewan karbohidrat
disimpan dalam sebagai
glikogen.
Fungsi karbohidrat

Oksidasi karbohidrat merupakan sumber


energi utama dalam metabolisme.
nO2 + (CH2O)n nCO2 + nH2O
Sebagai material struktural. Contoh
selulosa pada tanaman, dinding sel pada
bakteri dan rangka luar serangga.
Sebagai molecular recognition.
Monosakarida
Triosa: Monosakarida berkarbon-3
Molekul monosakarida terkecil
adalah (CH2O)3, yaitu
gliseraldehid dan
dihidroksiaseton.
Gliseraldehid adalah suatu
aldehid, dan merupakan kelas
monosakarida aldosa.
Dihidroksiaseton adalah suatu
keton, dan merupakan kelas
monosakarida ketosa.
Akhiran osa diberikan untuk
senyawa sakarida.
Gliseraldehid dan
dihidroksiaseton adalah
tautomer. Interkonversi dapat
berlangsung via intermediet
enediol.
Enansiomer
Atom karbon kedua gliseraldehid
adalah karbon kiral.

Gliseraldehid memiliki dua


enansiomer: L-Gliseraldehid
dan D-gliseraldehid.

L = laevo dan D = dextro


Sistem D-L bukan konfigurasi
stereokimia absolut
Sistem stereokimia L dan D didasarkan pada
kemiripan orientasi gugus disekitar atom
karbon kiral dengan molekul standar, tetapi
arah putaran molekulnya belum tentu sesuai
dengan simbol stereokimia tersebut.

Contoh: D-fruktosa memutar bidang polarisasi


ke kiri bukan ke kanan, dan juga L-fruktosa
memuta bidang polarisasi ke kanan bukan ke
kiri.
Sistem RS: Konfigurasi stereokimia absolut

Pada sistem R-S, setiap gugus


yang terikat pada atom karbon
kiral diberi prioritas menurut
konvensi.
Urutan prioritas gugus yang
umum ditemukan dalam
karbohidrat:
OR > OH > NH2 > CO2H >
CHO > CH2OH > CH3 > H.
Tempatkan gugus dengan
prioritas terendah menjauh dari
kita.
Bila prioritas ketiga gugus lainnya
menurun searah jarum jam, maka
konfigurasi absolutnya adalah R
(rectus = kanan), bila sebaliknya
berarti S (sinister = kiri)
Tetrosa: monosakarida berkarbon-4
Rumus empiris tetrosa: (CH2O)4
Bentuk aldotetrosa memiliki dua karbon kiral, sehingga
akan ada 4 stereoisomer.
Secara umum jumlah stereoisomer untuk n karbon kiral
dinyatakan dengan 2n.
Konfigurasi D dan L merujuk pada orientasi disekitar
karbon kiral terjauh dari gugus karbonil, yaitu karbon ketiga.
Diastereoisomer aldotetrosa

Molekul tetrosa dengan


orientasi gugus2 berbeda
pada karbon-2 diberi
nama berbeda, yaitu
threosa dan erithrosa.

Threosa dan eritrosa


adalah dua stereosiomer
aldotetrosa yang bukan
enansiomer atau disebut
diastereoisomer.
Ketotetrosa: ketosa empat karbon

Penamaan ketosa
diperoleh dari nama
bentuk aldosa dengan
menambahkan sisipan ul.
Contoh eritrosa menjadi
eritrulosa.

Eritrulosa hanya memiliki


satu karbon kiral,
sehingga hanya memiliki
sepasang enansiomer.
Pentosa

Rumus empiris: (CH2O)5.


Aldopentosa memiliki tiga karbon kiral, sehingga
memiliki 23 = 8 stereoisomer (empat pasang
enansiomer).
Ketopentosa
Hemiasetal dan hemiketal
Struktur cincin aldopentosa
Molekul aldopentosa memiliki tendensi
kuat untuk membentuk cincin via reaksi
hemiasetal internal.
Ada dua reaksi yang mungkin:
1. Pembentukan cincin segi lima yang
disebut furanosa. Nama ini diberikan
karena ada kemiripan dengan struktur
furan.
2. Reaksi pembentukan cincin segi enam
atau disebut piranosa, bila reaksi
berlangsung dengan hidroksil C-5.
Nama piranosa diambil karena
kemiripan struktur dengan piran.
Pada kondisi fisiologis, monosakarida dg
karbon 5 atau lebih biasanya 99% berada
dalam bentuk cincin.
Struktur cincin aldopentosa
Distribusi bentuk furan dan piran

Distribusi bentuk furan dan piran bergantung pada struktur gula, pH,
komposisi pelarut dan temperatur.
Ketika monomer bergabung pada polisakarida, struktur polimer akan
mempengaruhi struktur cincin yang dipilih. Contoh pada RNA mengandung
esklusif ribofuranosa.
Konformasi cincin furanosa

5 5

4 4
3
2
3
2 1 1
Heksosa: Monosakarida berkarbon-6
Proyeksi Haworth struktur heksosa
Anomer
Siklisasi monosakarida menciptakan pusat
asimetrik baru pada karbon 1.
Konfigurasi disekitar karbon 1 menciptakan
dua stereosimer baru, yaitu dan .
Stereosiomer ini disebut anomer.
Bentuk dan memutar bidang polarisasi
dengan arah yang berbeda.
Monosakarida dapat mengalami interkonversi
antara dan , dengan struktur terbuka
sebagai intermediet. Proses ini dikenal
sebagai mutarotasi. Enzim yang
mengkatalisis interkonversi ini adalah
mutarotase.
Anomer Glukopiranosa


mutarotasi

Proyeksi Haworth
Anomer Fruktofuranosa
Konformasi cincin piranosa
Sumbu Sumbu
Oksidasi monosakarida

Larutan Fehling

-D-Glukopiranosa
Asam D-Glukonat
Ikatan glikosida antara monosakarida
dan molekul lain

Modifikasi monosakarida
dapat berlangsung
melalui pembentukan
ikatan glikosida.

Ada dua tipe ikatan


glikosida: O-Glikosidia
dan N-Glikosida
Varian monosakarida
Oligosakarida dan polisakarida
Ikatan glikosida antar monosakarida
Ikatan glikosida (14) dan (16)

-1,4-Glycosidic bond
Ikatan glikosida (14)
Stabilitas ikatan glikosida
Ikatan glikosida antara dua monomer terbentuk
melalui eliminasi molekul air. Sehingga sintesis
laktosa diharapkan berlangsung sebagai berikut

Akan tetapi secara termodinamika reaksi di atas tidak


disukai. Reaksi kebalikannya, yaitu hidrolisis
oligasakarida merupakan reaksi yang disukai. Go
(hidrolisis oligosakarida ) = -15 kJ/mol
Stabilitas ikatan glikosida
Meskipun reaksi pembentukan
ikatan glikosida tidak favorable,
tetapi oligo(poli)sakarida bersifat
metastabil sehingga dapat
bertahan dalam waktu yang lama,
kecuali hidrolisis dikatalisis oleh
enzim atau asam.

Sintesis oligo(poli)sakarida in vivo


berlangsung melalui aktivasi
monosakarida. Sebagai contoh
pada reaksi sintesis laktosa
Nomenkaltur Oligosakarida
Konvensi untuk mendeskripsikan struktur oligosakarida:
1. Urutan ditulis dimulai dari ujung non-pereduksi (ujung kiri).
2. Anomer dan enansiomer diberi awalan, misalnya -, D-
3. Konfigurasi cincin dinyatakan dengan akhiran p untuk piranosa dan f
untuk furanosa.
4. Atom-atom yang terlibat dalam pembentukan ikatan glikosida
dituliskan posisinya dalam kurung, dan ditulis diantara residu yang
disambung. Contoh (14) artinya ikatan dari karbon 1 dari residu kiri
pada karbon 4 residu kanan.
Contoh: Sukrosa ditulis -D-Glcp(12)--D-Fruf
Nomenklatur di atas seringkali disingkat lebih lanjut dengan
menghilangkan D/L, kecuali untuk kasus dimana enansiomer L ada.
Juga akhiran p/f diabaikan bila monomer memiliki struktur bentuk
cincin biasa. Dengan demikian sukrosa dapat ditulis menjadi
Glc (12) Fru
Bila dua residu gula yang berikatan merupakan dua residu anomer,
konvensi di atas dapat lebih disingkat lagi.
Contoh: Maltosa = -D-Glcp(14)--D-Glcp disingkat menjadi
Glc (14) Glc
Peran dan karakteristik struktur
Polisakarida
Peran polisakarida:
Sebagai cadangan gula pada tanaman (tepung) dan
hewan (glikogen).
Sebagai material struktur, contoh: selulosa dan kitin.
Sebagai signal pengenalan spesifik.

Karakteristik struktur polisakarida:


Berbeda dengan protein, pertumbuhan ukuran
polisakarida tidak dapat ditentukan.
Hanya polisakarida yang berperan sebagai signal
pengenalan spesifik yang memiliki urutan dan panjang
spesifik.
Struktur polisakarida
Storage Polysaccharides
Storage polysaccharide
tanaman adalah
amilosa dan amilopektin.
Storage polysaccharide
hewan adalah glikogen.
Baik pada tanaman dan
hewan storage
polysccharide disimpan
dalam bentuk granula.
Glukan = polimer glukosa
Struktur amilosa
Glikogen

Struktur glikogen mirip dengan


amilopektin, tetapi glikogen memiliki
cabang lebih banyak (setiap 8-12 residu)
dan lebih kompak.
Glikogen banyak terdapat di liver (7%
berat liver) dan otot.
Mengapa glukosa tidak disimpan dalam
bentuk monomer?
Struktur 3-D amilosa

Satu putaran heliks memerlukan 6 residu


Stabilitas struktur heliks amilosa
Struktur helis amilosa tidak
begitu stabil, sehingga amilosa
lebih banyak ditemukan dalam
keadaan random coil.
Iod dapat menstabilkan struktur
heliks amilosa. Atom-atom iod
dapat menstabilkan rongga
nonpolar dari struktur helix.
Kompleks iod dan amilosa
berwarna biru sehingga sering
digunakan dalam tes kualitatif
untuk tepung.
Struktur cabang dari amilopektin
dan glikogen menyulitkan
pembentukan heliks.
Yod
Selulosa
Selulosa adalah polisakarida utama dalam tanaman.
Selulosa memiliki struktur yang mirip dengan amilosa, tetapi antar
residu gula terhubung dengan ikatan (14).
Efek ikatan (14) pada selulosa

Antar monomer glukosa


dapat membentuk
jaringan ikatan hidrogen.
Jaringan ikatan hidrogen
ini menyebabkan selulosa
memiliki kekuatan
mekanis yang tinggi.
Enzim yang digunakan
untuk mencerna amilosa
tidak dapat digunakan
untuk selulosa.
Organisasi dinding sel tanaman
kitin
Kitin adalah homopolisakarida linier yang terdiri dari
residu N-asetilglukosamin yang terhubung dengan
ikatan (14).
Kitin merupakan komponen utama dari kerangka luar
antropoda, seperti serangga, lobster, dan kepiting.
Kitin merupakan polisakarida terbanyak kedua setelah
selulosa.
Glikosaminoglikan
Glikosaminoglikan adalah salah satu kelompok polisakarida yang berperan
sebagai material struktural dalam vertebrata.
Glukosaminoglikan merupakan polimer dari unit disakarida dimana salah
satu residunya selalu N-asetilgalaktosamin atau N-asetilglukosamin.
Contoh unit disakarida glikosaminoglikan:
Fungsi glikosaminoglikan
Fungsi utama glikosaminoglikan adalah untuk pembentukan
matriks yang berperan dalam menahan komponen protein dari
kulit dan jaringan.
Dinding sel bakteri
Berdasarkan struktur dinding sel, bakteri
dibagi ke dalam dua kelas utama:
1. Bakteri Gram-positif: Bakteri yang memiliki
peptidoglikan berlapis pada permukaan luar
dari membran lipid sel. Pada bakteri tipe ini
zat warna Gram dapat terikat kuat pada
peptidoglikan.
2. Bakteri Gram-negatif: Bakteri yang hanya
memiliki satu lapis peptidoglikan yang diapit
oleh membran lipid luar dan dalam. Pada
bakteri tipe ini zat warna Gram mudah dicuci.
Dinding sel bakteri gram positif

N-acetylglucosamine (NAG)
N-acetylmuramic acid (NAM)
Dinding sel bakteri Gram-negatif
Struktur peptidoglikan
Struktur kimia dari peptidoglikan
bakteri Gram positif terdiri dari rantai
polisakarida yang panjang
(perulangan dari kopolimer N-
asetilglukosamin dan asam N-
asetilmuramat) yang dihubungkan
satu sama lain melalui peptida
pendek.
Komponen peptida memiliki urutan
yang unik dan terikan pada gugus
laktat dari asam N-asetilmuramat.
Peptida ini terdiri dari empat residu
dengan urutan: (L-Ala)-(D-Glu)-(L-
Lys)-(D-Ala)
Gugus amino- dari L-Lys terikat
pada pentapeptida Glisin, dimana
ujung lain dari pentapeptida ini juga
terikat pada residu D-Ala dari rantai
tetrapeptida yang berdekatan.
Struktur peptidoglikan
Tetrapeptida

Polisakarida
Pentaglisin
Glikoprotein
Glikoprotein
Klasifikasi glikoprotein
Rantai sakarida (glikan) terikat pada protein
dengan dua cara:
O-linked glikan: glikan terikat pada protein
melalui ikatan glikosida antara N-
asetilgalaktosamin dan gugus hidroksil dari
Thr atau Ser.
N-linked glikan: glikan terikat pada protein
melalui ikatan glikosida antara N-
asetilglukosamin dengan gugus amida dari
residu Asn.
Tipe ikatan proteoglikan
N-linked Glycans

Tipe glikan ini sering ditemui pada ovalbumin dan immunoglobulin


Struktur oligoskarida pada human
immunoglobulin
Immunoglobulin (Ig)
selalu memiliki
komponen
oligosakarida yang
terikat pada domain
tertentu.
Berbagai tipe protein
Ig dapat dibedakan
dari komponen
oligosakarida yang
terikat.
Kompleks protein IgG dengan oligosakarida
O-linked Glycans

Salah satu fungsi penting dari O-linked


glycoprotein adalah sebagai antigen
golongan darah.
Komponen oligosakarida yang
menentukan tipe golongan darah
manusia.
Ada lebih dari 100 tipe antigen, tetapi
yang umum dikenal adalah tipe A, B, AB,
dan O.
Oligosakarida pada sistem ABO
Hubungan transfusi antar golongan darah
Oligosakarida sebagai penanda sel
Soal Quiz Karbohidrat

1. Tetrosa
a. Berapa jumlah stereoisomer dari tetrosa
b. Gambarkan seluruh struktur
diastereoisomer dari bentuk aldosa.
c. Gambarkan seluruh diastereosiomer dari
bentuk ketosa
d. D-treosa adalah salah satu dari
aldotetrosa. Tuliskan konfigurasi absolut
D-treosa didasarkan pada karbon kiral 2
dan 3.
Tetrosa

a. Jumlah stereoisomer aldotetrosa = 22 = 4


Jumlah stereoisomer ketotetrosa = 21 = 2
Jumlah total stereoisomer = 6
b. Struktur diastereoisomer aldotetrosa
Tetrosa

c. Struktur ketotetrosa

d. Konfigurasi absolut aldotetrosa berdasarkan


karbon kiral-2 dan 3
HO H H OH
C C
OHC CHOH HOH2C CHOH

CH2OH CHO

C2: Konfigurasi S C3: Konfigurasi R


Soal Quiz Karbohidrat

2. Heksosa
a. Berapakah jumlah stereoisomer, enansioner dan
diastereosomer dari heksosa.
b. Gambarkan proyeksi Haworth dari -D-
Galaktopiranosa.
c. Tuliskan reaksi hemiasetal internal untuk D-
Galaktosa beserta dua produk anomernya.
d. Gambarkan konformasi dari bentuk perahu dan
kursi dari -D-Galaktopiranosa
Heksosa
a. Jumlah stereoisomer aldoheksosa = 24 = 16
Jumlah stereoisomer ketoheksosa = 23 = 8
Jumlah total stereoisomer = 24

Jumlah diastereoisomer aldoheksosa = 8


Jumlah diastereoisomer ketoheksosa = 4
Jumlah total diastereoisomer = 12

Jumlah pasangan enansiomer = 12 pasang


Heksosa
c. Reaksi hemiasetal internal D-galaktopiranosa
CH2OH
OH O
H
H
OH H
H OH
H O H OH
C
-D-Galaktosa
CH2OH
H C OH
OH OH
O
HO C H H
C
OH H
HO C H H H
CH2OH
H C OH H OH
OH O
OH
CH2OH H
OH H
H H

H OH

-D-Galaktosa
Heksosa
d. Konformasi -D-galaktopiranosa

OH H
OH H2COH
H2C OH H
O OH
H H O
H H H
HO HO H
OH
H OH H OH
Soal Quiz Karbohidrat

3. Laktosa dan sukrosa merupakan


disakarida.
a. Gambarkan struktur dari Latosa (-D-Gal
(14) -D-Glc)
b. Gambarkan struktur dari Sukrosa (-D-Glc
(14) -D-Fru)
c. Mengapa pada sukrosa tidak ditemui
adanya anomer?
Disakarida

(a)

(b)