Anda di halaman 1dari 4

No 4A 3B 3A

1. Kejang demam Koma Neuralgia trigeminal


2. Tetanus Meningitis AIDS dengan komplikasi
3. HIV AIDS tanpa komplikasi Ensefalitis Spondilitis TB
4. Tension headache Malaria serebral Cluster headache

5. Migren Tetanus neonatorum Meniere's disease

6. Vertigo (Benign paroxysmal Poliomielitis Demensia


positional vertigo)
7. Bells palsy Rabies Epilepsi
8. Gangguan somatoform Ensefalopati Parkinson
9. Insomnia Koma Radicular syndrome
10. Benda asing di konjungtiva Ensefalopati hipertensi Adiksi/ketergantungan Narkoba
11. Konjungtivitis Perdarahan subarakhnoid Delirium yang tidak diinduksi oleh
alkohol atau zat psikoaktif lainnya
12. Perdarahan subkonjungtiva TIA Delirium yang diinduksi oleh alkohol
atau zat psikoaktif lainnya
13. Mata kering Infark serebral Skizofrenia
14. Blefaritis Hematom intraserebral Gangguan waham
15. Hordeolum Kejang Gangguan psikotik
16. Trikiasis Guillain Barre syndrome Gangguan skizoafektif
17. Episkleritis Miastenia gravis Gangguan bipolar, episode manik
18. Hipermetropia ringan Amnesia pascatrauma Gangguan bipolar, episode depresif
19. Miopia ringan Acute medulla compression Baby blues (post-partum
depression)
20. Astigmatism ringan Complete spinal transaction Gangguan panik
21. Presbiopia Status epileptikus Gangguan cemas menyeluruh
22. Buta senja Intoksikasi akut zat psikoaktif Gangguan campuran cemas depresi
23. Otitis eksterna Laserasi kelopak mata Neurogenic bladder
24. Otitis media akut Glaukoma akut Post traumatic stress disorder
25. Serumen prop Trauma aurikular Hernia nucleus pulposus (HNP)
26. Mabuk perjalanan Acute Respiratory distress Reffered pain
syndrome (ARDS)
27. Furunkel pada hidung SARS Nyeri neuropatik
28. Rhinitis akut Flu burung Carpal tunnel syndrome
29. Rhinitis vasomotor Difteria (THT) Tarsal tunnel syndrome
30. Rhinitis alergika Bronkiolitis akut Neuropati
31. Benda asing Status asmatikus (asma akut Peroneal palsy
berat)
32. Epistaksis Aspirasi Trikotilomania
33. Influenza Pneumonia aspirasi Retardasi mental
34. Pertusis Efusi pleura masif Transient tics disorder
35. Pneumonia, bronkopneumonia PPOK eksaserbasi akut Gangguan keinginan dan gairah
seksual
36. Faringitis Edema paru Gangguan orgasmus, termasuk
gangguan ejakulasi (ejakulasi dini)
37. Tonsilitis Haematothorax Sexual pain disorder (termasuk
vaginismus, diparenia)
38. Laringitis Syok (septik, hipovolemik, Hipersomnia
kardiogenik, neurogenik)
39. Tuberkulosis paru tanpa Angina pektoris Chalazion
komplikasi
#10to5

40. Asma bronkial Infark miokard Pterigium


41. Bronkitis akut Gagal jantung akut Anisometropia pada dewasa
42. Hipertensi esensial Cardiorespiratory arrest Dakrioadenitis
43. Kandidiasis mulut Takikardi: supraventrikular, Dakriosistitis
ventrikular
44. Ulkus mulut (aptosa, herpes) Fibrilasi ventrikular Skleritis
45. Parotitis Atrial flutter Keratitis
46. Infeksi pada umbilikus Kor pulmonale akut Xerophtalmia
47. Hemoroid grade 1-2 Lesi korosif pada esofagus Hifema
48. Disentri basiler, disentri amuba Hernia (inguinalis, femoralis, Hipopion
skrotalis) strangulata,
inkarserata
49. Gastritis Peritonitis Iridosisklitis, iritis
50. Gastroenteritis (termasuk kolera, Apendisitis akut Glaukoma lainnya
giardiasis)
51. Refluks gastroesofagus Abses apendiks Inflamasi pada aurikular
52. Demam tifoid Perdarahan gastrointestinal Herpes zoster pada telinga
53. Intoleransi makanan Botulisme Fistula pre-aurikular
54. Alergi makanan Kolesistitis Otitis media serosa
55. Keracunan makanan Intususepsi atau invaginasi Otitis media kronik
56. Penyakit cacing tambang Torsio testis Mastoiditis
57. Strongiloidiasis Ruptur uretra Miringitis bullosa
58. Askariasis Ruptur kandung kencing Benda asing
59. Skistosomiasis Ruptur ginjal Perforasi membran timpani
60. Taeniasis Priapismus Otosklerosis
61. Hepatitis A Abses tubo-ovarium Presbiakusis
62. ISK Torsi dan ruptur kista Trauma akustik akut
63. Gonore Retensi plasenta Rhinitis kronik
64. Pielonefritis tanpa komplikasi Inversio uterus Rhinitis medikamentosa
65. Parafimosis Perdarahan post partum Sinusitis
66. Fimosis Endometritis Sinusitis kronik
67. Sindrom duh (discharge) genital Subinvolusio uterus Abses Bezold
(gonore dan nongonore)
68. ISK bagian bawah Infeksi pada kehamilan: Tortikolis
TORCH, hepatitis B, malaria
69. Vulvitis Aborsi mengancam Abses peritonsilar
70. Vaginitis Aborsi spontan inkomplit Pseudo-croop acute epiglotitis
71. Vaginosis bakterialis Hiperemesis gravidarum Bronkiektasis
72. Salpingitis Hipertensi pada kehamilan Tuberkulosis dengan HIV
73. Kehamilan normal Preeklampsia Pneumothorax ventil
74. Aborsi spontan komplit Distosia Pneumothorax
75. Anemia defisiensi besi pada Partus lama Emfisema paru
kehamilan
76. Ruptur perineum tingkat 1-2 Prolaps tali pusat Abses paru
77. Abses folikel rambut atau Hipoksia janin Gagal jantung kronik
kelenjar sebasea
78. Mastitis Ruptur serviks Fibrilasi atrial
79. Cracked nipple Ruptur perineum tingkat 3-4 Ekstrasistol supraventrikular,
ventrikular
80. Inverted nipple Ketoasidosis diabetikum Kor pulmonale kronik
nonketotik
81. DM tipe 1 Hiperglikemi hiperosmolar Glositis
82. DM tipe 2 Hipoglikemia berat Angina Ludwig
83. Hipoglikemia ringan Tirotoksikosis Karies gigi
84. Dislipidemia Cushing's disease Esofagitis refluks
#10to5

85. Hiperurisemia Krisis adrenal Hernia umbilikalis


86. Obesitas Sindrom metabolik Prolaps rektum, anus
87. Malnutrisi energi-protein Bakteremia Ulkus (gaster, duodenum)
88. Defisiensi vitamin DSS Malabsorbsi
89. Defisiensi mineral Sepsis Hemoroid grade 3-4
90. Anemia defisiensi besi Fraktur terbuka, tertutup Divertikulosis/divertikulitis
91. Reaksi anafilaktik Osteomielitis Kolitis
92. Limfadenitis Toxic epidermal necrolysis Irritable Bowel Syndrome
93. Demam dengue, DHF Sindrom Stevens-Johnson Proktitis
94. Malaria Angioedema Abses (peri)anal
95. Leptospirosis (tanpa komplikasi) Vulnus perforatum, Hepatitis B
penetratum
96. Ulkus pada tungkai Luka bakar derajat 3, 4 Abses hepar amoeba
97. Lipoma Luka akibat bahan kimia Perlemakan hepar
98. Veruka vulgaris Luka akibat sengatan listrik Glomerulonefritis akut
99. Moluskum kontagiosum Kematian mendadak Glomerulonefritis kronik
100. Herpes zoster tanpa komplikasi Kolik renal
101. Morbili tanpa komplikasi Batu saluran kemih (vesika urinaria,
ureter, uretra ) tanpa kolik
102. Varisela tanpa komplikasi Prostatitis
103. Herpes simpleks tanpa komplikasi Chancroid
104. Impetigo Sifilis
105. Ektima Kondiloma akuminatum
106. Folikulitis superfisialis Servisitis
107. Furunkel, karbunkel Penyakit radang panggul
108. Eritrasma Infertilitas
109. Erisipelas Kista dan abses kelenjar bartolini
110. Skrofuloderma Corpus alienum vaginae
111. Lepra Infeksi intra-uterin: korioamnionitis
112. Sifilis stad 1 dan 2 Janin tumbuh lambat
113. Tinea kapitis Kista Gartner
114. Tinea barbe Kista Nabotian
115. Tinea fasialis Polip serviks
116. Tinea korporis Prolaps uterus, sistokel, rektokel
117. Tinea manus Persalinan preterm
118. Tinea unguium Bayi post matur
119. Tinea kruris Ketuban pecah dini (KPD)
120. Tinea pedis Diabetes melitus tipe lain (intoleransi
glukosa akibat penyakit lain atau obat-
obatan)
121. Pitiriasis vesikolor Hipoparatiroid
122. Kandidosis mukokutan ringan Hipertiroid
123. Cutaneus larva migran Goiter
124. Filariasis Anemia hemolitik
125. Pedikulosis kapitis Anemia makrositik
126. Pedikulosis pubis Limfadenopati
127. Skabies Toksoplasmosis
128. Reaksi gigitan serangga Artritis reumatoid
129. DKI Demam reumatik
130. Dermatitis atopik (kecuali SLE
recalcitrant)
131. Dermatitis numularis Polimialgia reumatik
132. Napkin eczema Artritis, osteoarthritis
133. Dermatitis seboroik Fraktur klavikula
#10to5

134. Pitiriasis rosea Osteoporosis


135. Akne vulgaris ringan Tenosinovitis supuratif
136. Hidradenitis supuratif Trauma sendi
137. Dermatitis perioral Ruptur tendon Achilles
138. Miliaria Lesi meniskus, medial, dan lateral
139. Vulnus laseratum, punctum Kondiloma akuminatum
140. Luka bakar derajat 1, 2 Vitiligo
141. Urtikaria akut Melasma
142. Exanthematous drug eruption, Hiperpigmentasi pascainflamasi
fixed drug eruption
143. Kekerasan tumpul Hipopigmentasi pascainflamasi
144. Kekerasan tajam Kista epitel
145. Reaksi lepra
146. Urtikaria kronis
147. Ichthyosis vulgaris
148. Dermatitis kontak alergika
149. Liken simpleks kronik/neurodermatitis
150. Psoriasis vulgaris
151. Akne vulgaris sedang-berat
152. Trauma kimia
153. Luka tembak
154. Asfiksia
155. Tenggelam
156. Pembunuhan anak sendiri
157. Pengguguran kandungan
158. Toksikologi forensik

#10to5