Anda di halaman 1dari 5

RINGKASAN

BAB 5
USAHA

Standar Kompetensi :
5. Memahami peranan usaha, gaya, dan energi dalam kehidupan sehari-hari
Kompetensi Dasar :
5.4. Menjelaskan hubungan bentuk energi dan perubahannya, prinsip usaha dan energi serta
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
5.5. Melakukan percobaan tentang pesawat sederhana dan penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari

Usaha dapat diartikan sebagai banyaknya energi yang diubah dari satu bentuk ke bentuk
lainnya.
Rumus usaha :
W = usaha (joule)
W=F.s
F = gaya (N)
s = perpindahan (m)

Usaha bernilai positif jika arah gaya sama dengan arah perpindahan
Usaha bernilai negatif jika arah gaya berlawanan dengan arah perpindahan.
Contoh : usaha oleh gaya gesek.
Usaha bernilai nol Jika :
a. F = 0 (tidak ada gaya yang dilakukan)
b. s = 0 (benda diam, tidak berpindah)
c. F dan S saling tegak lurus

Contoh Soal :
Pada sebuah balok bekerja dua buah gaya seperti pada gambar, sehingga balok berpindah
sejauh 12 meter ke kanan.

F2 = 15 F1 = 40
N N
12 m

http://pakgurufisika.blogspot.com
k2310088@gmail.com
Hitunglah:
a. usaha oleh gaya F1
b. usaha oleh F2
c. usaha total yang dialami balok

Penyelesaian :
Dari persamaan W = F.s diperoleh :
a. W1 = F1 . s
= 40 N x 12 m
= 480 Nm atau 480 joule
b. W2 = F2 . s
= -15 x 12
= - 180 joule
(negatif karena arah gaya berlawanan dengan arah perpindahan)
c. W total = F . s
= (40-15) x 12
= 25 N x 12 m
= 300 J
Usaha total dapat juga diperoleh dengan cara menjumlahkan usaha oleh masing-masing gaya

W total = W1 + W2
= 480 j 180 j
= 300 j

Daya
Daya adalah besar usaha yang dilakukan setiap satu satuan waktu
P = daya (watt)
W
P = W = usaha ( joule)
t
t = waktu (detik)

Satuan daya lainnya :


1 kilowatt (1 kw) = 1000 watt
1 daya kuda (1 hp) = 746 watt

http://pakgurufisika.blogspot.com
k2310088@gmail.com
Pesawat Sederhana
Pesawat adalah alat yang digunakan untuk mempermudah melakukan usaha.
1. Tuas (pengungkit)

T F

w Fx = wx

F = gaya kuasa (N)


W = berat beban (N)
= lengan kuasa (m)
= lengan beban (m)
T = titik tumpu

Keuntungan mekanik (KM) merupakan ukuran kemudahan yang diperoleh dari pesawat
sederhana
Untuk pengungkit/tuas :

w
KM = F atau KM =
Berdasarkan letak titik tumpunya, tuas dikelompokkan menjadi tiga macam :
a. Tuas kelas pertama

beban kuasa
T

Titik tumpu terletak antara beban dan kuasa. Contoh: tang, gunting, dan jungkat jungkit
b. Tuas kelas ke dua
beban kuasa
T

Beban terletak antara titik tumpu dan kuasa. Contoh : pembuka tutup botol dan steppler
c. Tuas kelas ke tiga

kuasa beban
T

Kuasa terletak antara titik tumpu dan beban seoerti pinset, sendok, dan otot lengan.

http://pakgurufisika.blogspot.com
k2310088@gmail.com
2. Katrol
a. Katrol tetap
A O B

KM = 1
atau
F w

F = w

b. Katrol tunggal bergerak

F
A = titik tumpu
AO = lengan beban
A O B
AB = lengan kuasa

Perhatikan bahwa jarak AB = 2 OA, sehingga :


w
w

W AB
KM = F AO
= = 2

c. Sistem katrol (takal)


Secara umum, untuk sistem katrol berlaku :

W
F = n

n = jumlah tali
Perhatikan gambar sistem katrol

F F F
1 2 3
23 2 4
1 1

w w

KM = 2 KM = 3 KM = 4

http://pakgurufisika.blogspot.com
k2310088@gmail.com
3. Bidang Miring
S
h
F

W S
KM = F = h

atau :

h
F = w x S

S = panjang bidang miring (m)


h = tunggi bidang miring (m)

Contoh bidang miring misalnya: sekrup, mata kapak (baji), pisau, pahat, tangga, bor, dan
sebagainya.

http://pakgurufisika.blogspot.com
k2310088@gmail.com