Anda di halaman 1dari 8

Pengertian Emisi Surat Berharga

Emisi surat berharga adalah penerbitan surat yang oleh penerbitnya sengaja
diterbitkan sebagai pelaksanaan pemenuhan suatu prestasi untuk dijual oleh
perusahaan kepada umum.

Jenis dan Tujuan Sifat Instrumen yang Diterbitkan Di Pasar Modal

SIFAT JENIS KETERANGAN


1. Equity Saham dengan berbagai - Public Offering
variasinya - Private Placement
2. Debt - Obligasi - Public Offering
- Notes - Private Placement
- Jenis-jenis surat
hutang lainnya.
3. Derivatives - Convertible Bonds Biasanya dikaitkan dengan
- Exchangeable Bonds instrumen equity atau debt.s
- Opsi
- Waran
- Depository Receipts.

Tujuan Emisi Efek (Surat Berharga)

1. Memperbaiki Struktur Modal

Bagi perusahaan yang sudah maju, baik dalam bidang produksi maupun
penjualan, tetapi struktur modalnya buruk karena memiliki utang yang lebih
besar daripada modal sendiri, maka perusahaan itu dapat menawarkan saham
kepada masyarakat luas.

Perusahaan yang ingin menekan beban bunga pinjaman dapat mengubah


bentuk pinjaman dari pinjaman bank menjadi pinjaman obligasi, karena tingkat
bunga pinjaman obligasi, atau biasa disebut kupon, selalu lebih rendah daripada
pinjaman bank jangka panjang. Selisih tingkat bunga antara pinjaman obligasi
dengan pinjaman bank jangka panjang adalah sekitar 3% sampai 5%. Selain itu,
dana hasil penjualan obligasi di pasar modal juga dapat digunakan untuk
melunasi sebagian atau seluruh bentuk pinjaman dari bank.

2. Meningkatakan Kapasitas Produksi

Bagi perusahaan yang kewalahan melayani order penjualan karena


kapasitas produksinya terbatas, maka terbuka kesempatan untuk mencari
tambahan modal melalui pasar modal. Perusahaan yang sedang berada dalam
kondisi seperti ini sahamnya sangat diminati oleh investor, karena di mata
investor hasil emisi akan digunakan untuk hal yang produktif. Bagi perusahaan,
tindakan emisi saham lebih menguntungkan daripada mengambil kredit jangka
panjang yang harus menanggung beban bunga.

3. Memperluas Pemasaran

Apabila perusahaan membutuhkan tambahan modal untuk memperluas


daerah pemasaran dan modal yang dibutuhkan itu kecil, perusahaan cukup
mencari kredit modal kerja. Namun jika modal tambahan yang dibutuhkan
cukup besar dan waktu pengembaliannya cukup panjang, maka emisi saham
dapat menjadi pilihan. Apabila memilih obligasi, persayaratan yang harus
dipenuhi adalaah kestabilan pendapatan harus terjamin.

4. Memperluas Hubungan Bisnis

Perusahaan yang masuk pasar modal selalu diberitakan setiap hari


melalui televisi, radio, dan media cetak lainnya sehingga menjadi terkenal,
perusahaan yang berhasil dengan baik akan memiliki nama baik yang tersebar di
seluruh dunia. Apabila suatu ketika perusahaan ingin mencari tambahn modal,
maka dengan mudah dapat memperolehnya melalui pasar modal. Perusahaan
yang sudah go public lebih mudah mengembangkan perusahaan melalui merger,
konsolidasi, akuisisi, ataupun aliansi, apalagi harga saham perusahaan
bersangkutan di pasar dapat dipertahankan atau selalu meningkat. Emiten dapat
menjaga harga saham di pasar tetap berada dalam posisi yang baik apabila
mampu menjaga kinerja keuangan secara terus-menerus.

5. Meningkatkan Kualitas Manajemen


Peningkatan kualitas manajemen ini berasal dari dorongan pihak
Bapepam atau Bursa Efek atau peraturan perundangan yang mewajibkan emiten
untuk melakukan good corporate governance, keterbukaan informasi
(transparancy), dan larangan melakukan tindakan yang bersifat conflict of
interest. Emiten diwajibkan untuk menjalankan perusahaan dengan sebaik-
baiknya, dimulai pada jajaran organisasi paling atas, yaitu top management.
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, dan Dewan Direksi
merupakan 3 lapisan organisaasi top management di mana mekanisme kerja dan
hubungan di antara ketiga organisasai itu diatur secara khusus dalam Anggaran
Dasar Perusahaan.

Tipe Emisi Surat Berharga

1. Penawaran Terbatas (Private Placement)


Pembiayaan selain utang adalah dengan cara menjual saham atau
kepemilikan badan usaha. Metode penjualan ini bisa dilakukan dengan berbagai
cara, antara lain melalui private placement dan public offering (PO). Pada
metode private placement, perusahaan menawarkan sahamnya kepada pihak-
pihak tertentu dengan persentase kepemilikan yang signifikan. Pihak tertentu
tersebut biasanya adalah investor institusi yang bertujuan untuk mendapatkan
kepemilikan, kendali dan akses pada manajemen internal badan usaha. Pada
metode ini, penentuan harga dilakukan berdasarkan negosiasi, sedangkan
penawar yang dipilih adalah penawar yang memberikan harga dan keuntungan
yang paling baik bagi pemilik lama. Harga saham per lembar yang dihasilkan
dari proses negosiasi ini tidak selalu sama dengan harga di pasar.

Kelebihan private placement :

a. Biaya emisi relatif kecil.


b. Kontrak sekuritas dirancang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
c. Waktu Kontrak Fleksibel.

Kelemahan Private Placement :

a. Investor tidak mendapatkan garansi dari Pasar jika akan menjual lagi emisi.
b. Sebelum kontrak dibuat di perlukan penyelidikan untuk perusahaan yang
bersangkutan.
c. Pembayaran Deviden akan lebih tinggi dibandingkan dengan penawaran
Umum.

2. Penawaran Umum (Public Issue)

Penawaran umum sering disebut dengan istilah go public. Secara mudah,


go public merupakan penawaran saham atau obligasi kepada masyarakat umum
untuk pertama kalinya atau biasanya disebut sebagai pasar perdana. Selanjutnya
pemegang saham ini dapat mentransaksikannya di pasar sekunder. Pasar
sekunder ini dilakukan di bursa efek.

Perusahaan yang sudah melakukan penawaran umum disebut perusahaan


publik. Besarnya kepemilikan tergantung dari besarnya persentase saham yang dimiliki
oleh investor. Perusahaan yang sudah go publik di belakang nama perusahaan
ditambahkan istilah Tbk (terbuka). Kegiatan dalam rangka penawaran umum
penjualan saham perdana disebut dengan IPO (Initial Public Offering). Dalam rangka
IPO, ada yang disebut prospektus, yaitu salah satu media informasi yang digunakan
untuk penyebaran informasi ke masyarakat.

Kelebihan public Issue :

a. Investor mendapatkan informasi yang cukup memadai.


b. Terdapat garansi dari lembaga Otorisasi Pasar Modal.
c. Waktunya fleksibel.

Kelemahan Public Issue :

a. Biaya yang dibutuhkan relatif mahal.


b. Proses penerbitan Emisi yang cukup lama.
c. Adanya tuntutan kepada emiten untuk menjaga kepercayaan publik.
d. Emiten harus memberikan laporan berkala kepada Otorisasi pasar
modal.

Manfaat dan Konsekuensi Go Public


Untuk perusahaan yang sudah go public, tuntutan untuk meningkatkan
pertumbuhan perusahaan akan semakin kuat, sehingga akan berpengaruh
terhadap besarnya dividen yang akan dibagikan. Disamping itu, dengan
pertumbuhan dan perkembangan yang bagus akan meningkatkan citra dari
perusahaan, sehingga harga saham di pasar sekunder juga akan semakin
meningkat.

Dengan melakukan penawaran umum, (saham) perusahaan akan


memperoleh dana yang relative besar dan diterima sekaligus. Proses go public
relatif lebih mudah dan biasanya juga relatif lebih murah. Konsekuensinya
hanyalah kerelaan untuk memberikan kepemilikan perusahaannya kepada
masyarakat luas. Bagi perusahaan yang melakukan penawaran umum saham,
tidak ada keharusan untuk pembayaran bunga sebagai beban tetap, tetapi hanya
membagi dividen yang didasarkan pada keuntungan yang diperoleh.

Melalui go public, emiten sebagai penerbit saham akan dikenal oleh


masyarakat, sehingga proses ini bisa dianggap promosi tidak langsung bagi
perusahaan maupun bagi produk dan jasa yang dihasilkannya. Dampak lain
yang diperoleh adalah meningkatnya citra perusahaan.Pengelolaan yang
profesional didukung dengan tambahan modal yang memadai, akan
menjadikan perusahaan tumbuh dan berkembang dengan struktur organisasi
yang kuat.

Rencana Go Public

Rencana Go Public membutuhkan waktu yang cukup berkaitan dengan


kondisi internal perusahaan, seperti:

1. Rapat gabungan pemegang saham, dewan direksi, dan dewan komisaris.


2. Kesiapan mental personel.
3. Perbaikan organisasi.
4. Perbaikan sistem informasi.
5. Perbaikan aspek hukum.
6. Perbaikan struktur permodalan.
7. Persiapan dokumen.
Persiapan Go Public
Persiapan menuju go public meliputi :
1. Penunjukkan Lembaga Penunjang dan Lembaga Profesi
Setelah rincian rencaan go public diselesaikan, calon emiten akan menunjuk
perusahaan penjamin emisi efek, akuntan publik, notaris, konsultan hukum, dan
perusahaan penilai yang terdaftar di Bapepam.
2. Uji Tuntas (Due Diligence Meeting)
Untuk memperoleh gambaran awal ,mengenai kekuatan pasar, emiten
memerlukan due diligence meeting yang di koordinasi oleh underwriter, yaitu
pertemuan antara emiten, underwriter dan lembaga profesi lainnya di satu sisi
dengan para pialang dan para analis keuangan serta investor kelembagaan di sisi
lainnya.
3. Pernyataan Pendaftaran ke Bapepam
Pernyataan pendaftaran adalah dokumen yang wajib disampaikan kepada
Bapepam oleh emiten dalam rangka penwaran umum. Kemudian emiten
menunggu tanggapan dari Bapepam. Apabila Bapepam meminta data tambahan
emiten wajib memenuhinya. Bapepam akan menanggapi dalam waktu 45 hari
setelah tanggal pernyataan atau setelah tanggal penyerahan data tambahan. Jika
dalam 45 hari tersebut tidak ada tanggapan yang disampaikan Bapepam maka
pendaftaran dinyatakan efektif.

Sebelum melakukan Go Public ada syarat-syarat bagi perusahaan yang


harus dipenuhi, yaitu:
a. Emiten berkedudukan di Indonesia.
b. Pemegang saham minimal 300 orang.
c. Modal disetor penuh sekurang-kurangnya tiga milyar rupiah.
d. Setelah diaudit, Selama dua tahun buku terakhir berturut-turut memperoleh laba.
e. Laporan keuangan telah diperiksa akuntan public untuk dua tahun terakhir berturut-
turut dengan pernyataan wajar tanpa pengecualian untuk tahun terakhir.
f. Untuk perbankan harus memenuhi criteria sebagai bank sehat dan memenuhi
kecukupan modal sesuai ketentuan Bank Indonesia.
Proses dan Tahapan Go Publik
Setelah pemasaran dilakukan serta pernyataaan pendaftaraan dinyatakan
efektif oleh Bapepam, maka perushaan bisa melakukan go public. Penawaran
umum ini dilakukan di pasar perdana atau sering disebut dengan periode pasar
perdana dimana efek ditawarkan kepada masyarakat pemodal oleh penjamin
emisi melalui para agen penjual yang sudah ditunjuk. Masyarakat bisa mulai
membeli saham yang ditawarkan pada harga perdana yang sudah ditetapkan.
Harga perdana ini merupakan harga kesepakatan antara penjamin emisi ( lead
underwritwers ) dan calon emiten dengan mempertimbangkan factor-faktor
tertentu, seperti permintaan masyarakat pemodal, kebutuhan emiten, pesaing
dalam industry yang sama, dan lain-lain.

Proses penjatahan saham, ini dilakukan untuk menghindari kekecewaan


dari masyarakat karena tidak mendapatkan saham yang diinginkannya.
Penjatahan ini dilakukan oleh sindikasi penjamin emisi dan emiten. Setelah itu
efek bisa diserahkan kepada pemodal.

Untuk tahap berikutnya emiten dapat mencatat sahamnya di bursa efek


dengan mengajukan pedaftaraan, sebagai kelanjutan dari kontrak pendahuluan
yang telah dilakukan sebelumnya. Setelah pencatatan saham-saham emiten di
bursa efek, maka perdagangan di pasar sekunder bisa dmulai, dan saham
tersebut dapat mulai ditransaksikan.

Pencatatan saham yang ditawarkan kepda public pada saat IPO (sering
disebut dengan first issue) jumlahnya sekitar 10%-40%. Saham inilah yang
dicatatkan di bursa efek (listed), sedangkan sisanya masih milik
pendiri/pemegang saham lama. Selama belum dicatatkan, saham sisa ini belum
bisa diperdagangkan di bursa. Pencatatan saham bisa pada satu bursa disebut
dengan single listing atau bisa pada dua bursa disebut dengan dual listing.

Untuk selanjutnya , jika sisa saham ini kemudian dicatatkan di bursanya


secara sekaligus, maka cara ini disebut dengan company listing. Sedangkan jika
sisa saham dicatatkan secara sebagian-sebagian (partial), cara ini disebut
dengan partial listing.

Menurut lampiran I Keputusan Direksi PT Bursa Efek Surabay No. KEP-


01/BEJ/1992, untuk dapat mencatatkan sahamnya di bursa, emiten wajib
memenuhi ketentuan sebagai berikut:
a. Pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umummaupun sebagai
perusahaan public telah dinyatakan efektif oleh Bapepam.
b. Laporan keuangan perusahaan untuk tahun buku terakhir diaudit dengan wajar
tanpa syarat.
c. Saham yang dicatatkan minimal berjumlah 1.000.000 (satu juta ) saham.
d. Jumlah pemegang saham, baik perorangan maupun lembaga minimal 200, dan
pemegang saham masing-masing memiliki minimal1 (satu) satuan perdagangan.
e. Wajib mencatatkan seluruh saham yang telah disetro penuh, sepanjang tidak
bertentangan dengan ketentuan tentang persentase pemilikan sahm oleh pemodal
asing.
f. Perusahaan telah berdiri dan beroperasi sekurang-kurangnya3 (tiga) tahun.
g. Dalam dua tahun terakhir mendapat laba operasi, tidak terdapat saldo kerugian
pada posisi keuangan yang terakhir.

Dalam perdagangan di bursa efek, nama perusahaan emiten tidak ditulis secara
lengkap, tetapi menggunakan kode yang terdiri dari 4 karakter alfabetik. Kode ini
disebut dengan ticker symbol. Karakter terakhir Q digunakan untuk warrant,
sedangkan karakter Z digunakan untuk bukti right. Setelah masuk ke bursa efek, maka
harga saham akan ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran yang terjadi di
pasar.

Kewajiban Emiten Setelah Go Public

1. Tidak melakukan tindakan yang menjatuhkan harga saham di pasar.


2. Selalu member informasi secepat mungkin kepada investor.
3. Menyampaikan laporan keuangan yang sudah diaudit langsung ke alamat
pemegang saham.
4. Menyampaikan laporan berkala yang sudah diwajibkan oleh Bapepam/Bursa.
5. Menyampaikan laporan insidentil atas suatu peristiwa yang terjadi dan dapat
mempengaruhi harga saham di pasar, misalnya kebakaran pabrik, gudang, atau
mesin, dan demo buruh yang merusak pabrik.