Anda di halaman 1dari 10

Soal Simulasi KBS UKOM Ners 001:

Perawat pada unit ruang nifas merawat klien yang baru saja melahirkan dengan riwayat plasenta
privia. Manakah resiko yang muncul terkait plasenta privia yang perlu diperhatikan perawat
ketika meninjau rencana keperawatan dan mempersiapkan melakukan pengawasan pada klien?
A. Infeksi
B. Perdarahan
C. Hipertensi Kronis
D. Disseminated intravascular coagulation (kelainan pembekuan darah intravena)
E. Gagal ginjal akut

Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Ners 001:


Jawaban : B
Rasional: Pada plasenta privia, plasenta terletak pada segmen bawah uterus. Segmen bawah
uterus tidak mempunyai struktur otot yang sama seperti kepunyaan uterus, dan bagian ini lebih
rentan terjadi perdatahan. Pilihan A, C, D dan E bukan resiko spesifik yang terkait dengan
plasenta privia.

Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek, resiko yang terkait plasenta privia. Pikirkan
tentang patofisiologi yang berhubungan dengan kelainan ini dan mengingat bahwa perdarahan
merupakan perhatian utama pada klien yang dapat dengan mudah mengarahkan anda pada
jawaban yang benar.
Review: Plasenta privia
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Maternitas
Proses Keperawatan: Evaluasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Oksigenasi
Sistem Tubuh: Repropduksi
Daftar pustaka: Lowdermilk et al (2012), p. 52.

Soal Simulasi KBS UKOM Ners 002:


Seorang anak mengalami kekurangan cairan. Data apakah yang ditemukan perawat saat
pengkajian dan memutuskan bahwa kondisi anak menglami peningkatan serta kekurangan cairan
teratasi ?
A. Anak tidak mengeluarkan air mata
B. Berat jenis urine 1.030
C. Pengeluaran urine kurang dari 1 mL/kg/jam
D. Capillary refill time (CRT) kurang dari 2 detik
E. Anak lemah

Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Ners 002:


Jawaban : D
Rasional: Indikator bahwa kekurangan volume cairan teratasi adalah Capilarry refill time (CRT)
kurang dari dua detik, berat jenis urin antara 1,002 sampai 1,025, pengeluaran urine sekurang-
kurangnya 1 mL/kg/jam dan anak dapat mengeluarkan air mata. CRT kurang dari dua detik
adalah satu-satunya indikator bahwa kondisi anak mengalami peningkatan. Pengeluaran urin
kurang dari 1 mL/kg.jam, berat jenis urine 1,030 dan anak tidak mengeluarkan air mata
mengindikasikan bahwa kekurangan volume cairan belum membaik. Kondisi lemah merupakan
indikasi lain daria adanya kekurangan cairan.

Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek, data pengkajian mengindikasikan bahwa
kekurangan volume cairan teratasi. Ingat parameter yang mengindikasikan status hidrasi adekuat.
Satu-satunya pilihan yang mengindikasikan peningkatan keseimbangan cairan adalah pilihan D.
Pilihan jawaban lain mengindikasikan keseimbangan volume cairan.
Review: Kekurangan volume cairan dan kelebihan volume cairan
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Anak
Proses Keperawatan: Evaluasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Cairan dan elektrolit
Sistem Tubuh: Endokrin dan metabolisme
Daftar pustaka: Hockenberry, Wilson (2011), p. 1059.

Soal Simulasi KBS UKOM Ners 003:


Perawat menjelaskan perubahan sistem kardiovaskuler yang terjadi selama kehamilan pada klien
dan memahami penemuan anggapan normal untuk klien pada trimestes kedua yaitu :
A. Peningkatan nadi
B. Peningkatan tekanan darah
C. Sering buang air
D. Penurunan produksi sel darah merah
E. Peningkatan motilitas gastro intestinal

Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Ners 003:


Jawaban : A
Rasional: Pada masa antara 14 dan 20 minggu kehamilan, nadi meningkat antara 10 sampai 15
detak/ menit, yang akan berlanjut sampai akhir kehamilan. Pilihan B, C, dan D benar. Selama
kehamilan, tekanan darah biasanya sama seperti sebelum kehamilan, namun secara bertahap
menurun sampai 20 minggu kehamilan. Selama trimester 2 tekanan diastol dan sistol menurun
sekitar 5 hingga 10 mmHg. Konstipasi dapat timbul akibatpenurunan motilitas pada sistem
pencernaan atau tekanan dari uterus. Selama masa kehamilan, terjadi juga peningkatan produksi
sel darah merah.

Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek pertanyaan, penemuan normal untuk klien pada
trimester 2 kehamilan. Pikirkan tentang perubahan psikologis yang muncul selama kehamilan
dan ingat bahwa antar minggu ke 14 sampai minggu 20 kehamilan, nadi meningkat antara 10
sampai 14 kali per menit.

Daftar pustaka: Lowdermilk et al (2012), p. 296-297.


Soal Simulasi KBS UKOM Ners 004:
Perawat manajer melakukan rapat pertamanya. Ia menyapa staf dan menyampaikan bahwa ia
ditunjuk untuk meningkatkan mutu. Manajer menunjukkan rencana yang ia buat dan menyusun
daftar tugas dan aktifitas mana tiap staf harus melaksanakannay. Sebagai tambahan, ia meminta
seluruh staf untuk melaporkan adanya masalah secara langsung. Apa tipe kepemimpinan dan
pendekatan yang dilakukan oleh perawat manajer tersebut?
A. Autokratik
B. Situasional
C. Demokratis
D. Laissez-free
E. Kombinasi otokratik dan demokratik

Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Ners 004:


Jawaban : A
Rasional: Seorang pemimpin aurokratik mengontrol dengan kuat, dan membuat keputusan dan
menyelesaikan semua masalah. Seorang autokrat cenderung mendominasi dalam kelompok dan
memerintah, daripada mencari saran atau masukan. Pada situasi ini, manajer menyampaikan
masalah (peningkatan kualitas) pada staf, merancang rencana tanpa masukan dan meminta setiap
masalah dilaporkannya pada dia secara langsung. Pemimpin sotuasional akan megombinasikan
gaya kepemimpinan, tergantung pada kebutuhan kelompok untuk memvalidasi informasi yang
diperoleh pemimpin adalah sesuatu yang akurat dan bahwa masalah tersebut memang terjadi.
Dan pemimpin akan meluangkan waktu untuk mengenal kelompok dan menentukan perubahan
pendekatan (jika diperlukan) yang akan berhasil terkait kebutuhan kelompok dan sifat serta
bentuk peribahan yang dibutuhkan. Pemimpin demokratis cenderung partisipatif dan ingin
mengenal tiap staf secara individual untuk mengetahui persepsi mereka pada masalah. Pemimpin
demokratis juga akan berbicara dengan staf tentang beberapa isu dan meminta masukan pada staf
untuk rencana yansedang disusun. Seorang pemimpin laissez-free cenderung pasif dan tidak mau
mengarahkan. Seorang pemimpin laissez-free akan mengtakan masalahnya dan
menginformasikan bahwa staf harus membuat suatu rencana untuk memperbaikinya.

Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek, pemimpin dan pendekatan manajer. Perhatikan
data pada pertanyaan dan kalimat menunjukkan rencana yang ia buat dan menyususn daftar tugas
dan aktifitas di mana tiap staf harus melaksanakannya. Sebagai tambahan, ia meminta seluruh
staf untuk melaporkan adanya masalah secara langsung. Ingat bahwa manajer yang autokratik
melakukan kontrol dan dominasi.
Review: Kepemimpinan dan pendekatan manajer
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal, dan peka budaya
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Manajemen
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Belajar
Sistem Tubuh: Pelayanan kesehatan
Daftar pustaka: Huber (2010), p. 223; Yoder-Wise (2013), p. 101.
Soal Simulasi KBS UKOM Ners 005:
Perawat di ruang gawat darurat diberitahu bahwa banyak korban selamat dari kecelakaan
pesawat akan dikirim ke rumah sakit. Korban mengalami kedinginan karena pesawat jatuh ke
sungai. Apa tindakan awal yang harus dilakukan perawat ?
A. Memanggil perawat supervisor untuk mengaktifkan prosedur respons bencana
B. Menambah suplai air steril dan normal saline di ruang triage
C. Memanggil ICU untuk mengirim perawat ke ruang gawat darurat
D. Memanggil departemen laundry dan meminta agar disediakan banyak selimut hangat di ruang
gawat darurat
E. Melakukan rapat dengan tim kesehatan
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Ners 005:
Jawaban : A
Rasional: Pada bencana eksternal banyak orang dibawah ke ruang gawat darurat untuk
menfdapatkan perawatan. Tindakan awal yang harus dilakukan perawat adalah mengaktifakan
prosedur respon bencana. Meskipun pilihan B, C, D, dan Eadalah tindakan lain yang akan
diambil ileh perawat, tindakan awal adalah mengaltifkan prosedur respon bencana.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kalimat strategis Awal. Perhatikan bahwa pilihan
jawaban benar adalah payung. Sebagai tambahan, ingat bahwa prosedur respon bencan harus
diaktifkan sebelum intervensi lainnya.
Review: Prosedur terkait manajemen bencana
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal, dan peka budaya
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Gadar
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Promotif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pelayanan kesehatan
Daftar pustaka: Ignatavicius, Worman (2013), p. 159-160

Soal Simulasi KBS UKOM Ners 006:


Perawat day care sedang mengobservasi seorang anak berusia 2 tahun dan mencurigai adanya
strabismus. Hasil observasi mana yang mengindikasikan kondisi tersebut ?
A. Anak mengalami gangguan pendengaran
B. Anak selalu memiringkan kepala untuk melihat
C. Anak tidak memberikan respons saat diajak berbicara
D. Anak selalu menggerakkan kepala untuk mendengar
E. Anak tidak dapat memgokuskan pandangan pada perawat
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Ners 006:
Jawaban : B
Rasional: Strabismus merupakan kondisi di mana mata tidak simetris karena kurangnya
koordinasi dari otot ekstra okular. Perawat dapat mencurigai adanya strabismus pada anak ketika
anak mengeluh sakit kepala yang berulang, pegerakan mata yang asimetris, memiringkan kepala
ketika melihat. Manifestasi lain termasuk mata asimetris, menutup satu mata untuk melihat,
diplopia, fotopobia, kehilngan pandang binokular, atau kelainan persepsi pandangan. Pilihan A,
C, D dan E, tidak mengindikasikan kondisi ini.
Strategi Mengerjakan Soal: Abaikan pilihan A dan D terlebih dahulu karena pilihan tersebut
serupa dan berkaitan dengan pendengaran. Untuk memilih sisa pilihan, ingat bahwa kondisi ini
adalah kondisi di mana mata tidak berada pada titik yang seimbang karena kurangnya koordinasi
dari otot ekstra okular.
Review: Strabismus
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Anak
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Promotif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pengindraan
Daftar pustaka: Hockenberry, Wilson (2013), p. 930.

Soal Simulasi KBS UKOM Ners 007:


Apa panduan yang harus digunakan oleh perawat saat berencana memberikan delegasi dan tugas
?
A. Mengutamakan keselamatan klien
B. Sesuai dengan permintaan staf
C. Pembagian ruangan dalam unit
D. Jumlah klien yang direncanakan pulang
E. Klien dengan disabilitas

Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Ners 007:


Jawaban : A
Rasional: Terdapat panduan saat perawat akan memberikan delegasi atau akan merencanakan
tugas. Hal ini termasuk, mengutamakan keselamatan klien, mengetahui variasi kemampuan
keterampilan seseorang, menentukan tugas mana yang dapat didelegasikan dan pada siapa;
sesuaikan tugas dengan orang yang menerima delegasi berdasarkan aturan praktik keperawatan
dan sesuai dengan posisi pekerjaannya, lengkapi dengan arahan yang jelas, ringkas, akurat, dan
lengkap; memvalidasi pemahaman staf yang diberikan delegasi; berikan percaya diri pada staf
yang diberikan delegasi dan berikan feedback yang sesuai setelah tugas dikerjakan; dan jaga
keberlanjutan perawatan sebaik mungkin saat melakukan perawatan pada klien. Permintaan staf,
aspek kenyamanan seperti pembagian ruangan, dan mengantisispasi perubahan jumlah klien di
unit bukan panduan yang spesifik untuk pendelegasian dan perencanaantugas.

Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek, panduan yang digunakan saat memberikan
delegasi dan merencanakan suatu tugas. Baca setiap pilihan jawaban dengan hati-hati, dan
gunakan teori Hierarki Kebutuhan Maslow. Perhatikan bahwa pilihan jawaban benar berkaitan
dengan kebutuhan klien dan keselamatan klien.
Review: Prinsip dan panduan pendelegasian dan penugasan
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal, dan peka budaya
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Manajemen
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Belajar
Sistem Tubuh: Pelayanan kesehatan
Daftar pustaka: Alfaro-LeFevre (2012), p.111-112; Huber (2010), p. 244-247; Potter et al (2013),
p. 263, 282-283.

Soal Simulasi KBS UKOM Ners 008:


Klien dengan sindrom Guillain-Barre mengalami paralisis pada tubuh bagian atas, sudah
diintubasi dan diberikan ventilasi mekanik. Manakah strategi yang harus dimasukkan perawat
pada perencanaan keperawatan untuk menbantu klien menghadapi penyakitnya ?
A. Memberikan klien kontrol penuh atas keputusan perawatan dan membatasi pengunjung
B. Memberikan umpan balik positif dan mendorong ROM aktif
C. Memberikan informasi, memberikan umpan balik yang positif, dan mendorong relaksasi
D. Memberikan obat penenang melalui intravena
E. Mengurangi distraksi dan membatasi pengunjung

Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Ners 008:


Jawaban : C
Rasional: Klien dengan sindrom Guillain-Barre mengalami ketakutan dan kecemasan akibat
paralisis tubuh bagian atas, serta munculnya gangguan yang tiba-tiba. Perawat dapat mengurangi
ketakutan dengan memberikan informasi yang akurat tentang kondisi klien, memberikan
perawatan lanjut, dan umpan balik positif pada klien, mendorong relaksasi, serta distraksi.
Keluarga bisa dilibatkan pada aktifitas tertentu dan memberikan hiburan untuk klien juga.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata penanda membantu klien menghadapi
penyakitnya. Pilihan A harus dieliminasi terlebih dahulu karena tidak tepat jika berpikir bahwa
klien ingin kontrol penuh atas semua keputusan perawatan. Klien yang mengalami paralisis tidak
dapat berpartisipasi dalam ROM aktif, maka pilihan B harus dieliminasi. Dari pilihan yang
tersisa, pilihan yang paling tepat adalah yang lebih menguntungkan dalam membantu klien
menghadapi penyakitnya.
Review: Perawatan klien dengan sindrom Guillain-Barre
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Perencanaan
Upaya Kesehatan: Rehabilitatif
Kebutuhan Dasar: Komunikasi
Sistem Tubuh: Saraf dan perilaku
Daftar pustaka: Ignatavicius, Worman ((2013), p. 990-991; Swearingen (2012), p. 265-266

Soal Simulasi KBS UKOM Ners 009:


Perawat sedang merawat klien remaja yang sakit terminal. Saat merawat klien ini, perawat
seharusnya melaksanakan intervensi yang mana?
A. Patuhi keinginan klien setiap saat
B. Dorong klien untuk tergantung pada staf RS
C. Tolak untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan RS
D. Dorng klien untuk mempertahankan kontrol diri yang maksimal
E. Patuhi semua keinginan keluarga setiap saat
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Ners 009:
Jawaban : D
Rasional: Intervensi yang tepat saat merawat remaja yang menderita penyakit terminal meliputi
menghindari aliansi baik dengan orang tua atau anak, penataan rumah sakit yang mendorong
kemandirian dan konrol diri klien yang maksimal, dan menjawab pertanyaan remaja tersebut
dengan jujur. Mematuhi keinginan klien setiap saat tidak terapeutik.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan subjek, perawatan remajayang menderita penyakit
terminal. Abaikan pilih B. Ingat bahwa remaja harus di dorong untuk mempertahankan
kemandirian dan kontrol dirinya secara maksimal. Sisihkan pilihan C, karena ada kata tolak,
pertanyaan remaja harus dijawab dengan jujur. Abaikan juga pilihan E karena konteksnya bukan
remaja.
Review: Prinsip perawatan menjelang kematian bagi remaja yang menderita penyakit terminal
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Keluarga
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Komunikasi
Sistem Tubuh: Saraf dan perilaku
Daftar pustaka: Hockenberry, Wilson (2013), p. 559

Soal Simulasi KBS UKOM Ners 010:


Seorang anak berusia 6 tahun dengan HIV telah dirujuk ke RS untuk mendapatkan penanganan
nyeri. Anak tersebut bertanya pada perawat apakah nyerinya akan hilang. Apa reapons yang
palinb tepat untuk diberikan oleh perawat ?
A. Nyerinya akan hilang jika kamu berbaring dan membiarkan obatnya bekerja.
B. Cobalah untuk tidak berpikir tentang itu. Semakin kamu memikirkannya maka akan semakin
terasa sakit.
C. Aku tahu pasti terasa sakit, tapi jika kamu mengatakannya padaku ketika itu terjadi, aku akan
mencoba dan membuat nyerinya berkurang.
D. Setiap saat terasa nyeri, tekan tombol panghilan dan aku akan memberikan sesuatu untuk
membuat nyerinya hilang.
E. Nyerinya akan hilang jika kamu membiarkanku melakukan semua penatalaksanaan yang
kamu butuhkan.

Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Ners 010:


Jawaban : C
Rasional: Banyak komplikasi yang berhubungan dengan HIV disertai denga nyeri berat.
Manajemen nyeri yang agresif sangat penting sehingga anak mempunyai kualitas hidup yang
wajar. Perawat harus memberitahukan adanya nyeri pada anak dan membiarkan anak untuk
mengetahui segala hal yang akan dilakukan untuk mengurangi nyeri. Memberitahu anak bahwa
dengan membatasi pergerakan akan menghilangkan nyeri adalah sesuatu yang salah. Membirkan
anak untuk berpikir bahwa ia bisa mengontrol nyerinya dengan berpikir atau tidak berpikir
tentang nyeri termasuk mermehkan siklus nyeri yang terkait HIV. Memberi harapan palsu
dengan memberitahu anak bahwa nyeri akan menghilang seluruhnya bukan hal yang jujur
maupun ralistis.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata kunci yang paling tepat. Ingat kembali konsep
umum tentang nyeri dan pertumbuhan serta perkembangan anak berusia 6 tahun. Memberikan
informasi pada anak tentang nyeri dengan kalimat yang dipahami oleh anak, namun tanpa
memberi harapan palsu atau tidak mengatakan sebenarnya, seharusnya membimbing anak pada
jawaban yang benar. Pilihan A dan B memberikan informasi yang tidak akur tentang manajemen
nyeri. Pilihan D dan E memberikan harapan palsu bahwa nyeri bisa dihilangkan sepenuhnya.
Review: Konsep yang berhubungan dengan manajemen nyeri pada anak
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Anak
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Darah dan sitem kekebalan imun
Daftar pustaka: Hockenberry, Wilson (2011), p. 1456
#Sebenarnya uji kompetensi tidak harus ditakutkan oleh siapapun, mengapa ? Karena soal ukom
semua mengacu kepada kurikulum.

#Soal jangan dihafalkan jawabannya tapi dipelajari soalnya. Misal soal menanyakan leopold.
Maka anda harus menghafalkan proses dan teknik leopold 1 sampai 4. Jika ada soal yang
menanyakan derajad luka maka anda harus mempelajari keseluruhan derajad luka. Jangan hanya
menghafal jawabannya saja pada soal tertentu tapi cari materinya dan pelajari.

#Apapun soal ukomnya, kita pasti bisa menjawabnya. Karena kita sudah belajar memahami
logika berpikir si pembuat soal.

#Soal-soal ukom yang disuguhkan KBS mantap banget, kita selalu didorong setiap
MENJAWAB SOAL harus DENGAN ALASAN (alias pakai Rasional), itulah salah satu kunci
sukses kami pada Uji Kompetensi ini.

#Yang penting juga, adalah hati hati dengan distraktor: semua jawaban dibuat seakan benar
semua.

#Baca soal dengan hati hati, jangan membuat interpretasi sendiri, jangan gunakan pengetahuan
yang dimiliki, fokus ke data yang ada di soal.

#Pahami tindakan 10 besar yang paling sering dilakukan oleh perawat, selain itu berdoa dan
belajar dengan sungguh sungguh itu kuncinya.

#Jawaban yang paling banyak di dukung Data, itu jawaban prioritas.

#Untuk soal SOP, coba buka SOP. Di pelajari sopnya yang benar seperti apa
Misal pemasangan infus, urutannya di hafalkan. Karna praktek belum tentu sesuai dengan SOP.

#Untuk soal kasus. Dalam menegakkan diagnosa jangan hanya melihat Data O. Lihat keluhan
utama dan data S nya. Karna diagnosa tidak bisa di tegakkan tanpa di dukung data S. Misal data
S: pasien mengeluh demam, dan batuk Data O: suhu 39 C, RR: 22x/mnt. TD 120/80, N: 80,
widal + 1/80. Trombosit 149.000. Diagnosa yang diangkat : peningkatan suhu tubuh. Karna data
S didukung dengan O. Dan peningkatan suhu tubuh harus segera terselesaikan. Saya dulu
diberitahu oleh tim penilai ukom dari Jakarta kalau jangan pernah menyepelekan keluhan utama.
Karna Keluhan utama adalah penyebab pasien mencari pertolongan ke RS.

#Soal ukom itu gampang, yang penting bagaimana kita belajar memahami logika berpikir si
pembuat soal, itu jauh lebih penting.

#Untuk soal kasus, jangan lupa baca NANDA. Baca kriteria mayor dan kriteria minornya. Misal
kasus: demam pasien mengeluh tidak nafsu makan sejak 1 minggu,dan nyeri perut. Data O: suhu
37,RR 20x/i, IMT: 20 . Skala nyeri 7. Meskipun pasien mengeluh tidak nafsu makan tapi kita
tidak bisa menegakkan dx kurang nutrisi. Karna kalau anda baca di NANDA, penegakan
diagnosa kurang nutrisi harus didukung dengan kriteria mayor penurunan BB >20% dr BB awal.
Jadi kalo di data O tidak mendukung dan IMT masih dalam katagori normal maka diagnosa yang
diangkat lebih ke masalah nyerinya.

#Pelajari penyakit yang sering muncul di soal. Seperti DHF, typoid, TB, pelajari tanda
gejalanya.

#Gunakan kebutuhan dasar manusia dan prinsip gawat darurat, tidak gawat tapi darurat, darurat
tapi tidak gawat.

#supermantap soal-soal ukom yang disuguhkan di KBS karena kita didorong bagaimana
menjawab soal-soal ukom termasuk memahami blue print ukom & cara berpikir para pembuat
soal.

#Walaupun soal ukom yang diujikan tidak persis sama dengan soal-soal latihan yang di buku,
tapi karena kami sudah belajar & mengerti bagaimana membaca soal, maka soal apapun kami
bisa menjawabnya.

Tips#Cerita KBS

Kebanyakan soal mengecoh dan jawabannya menjebak, perbanyak belajar materi dan belajar
mengerjakan soal.

Dengan memperbanyak belajar materi dan soal kita akan terbiasa dengan soal soal yang
dihadapkan saat ujikom. Jadi saat ujikom kita tidak kaget lagi dengan bentuk soal nya lagi. Saat
akan mengahadapi ujian kita beristirahat karna kita mempersiapkan nya dari jauh jauh hari.
Sehingga saat ujikom kita bisa fokus menjawabnya.

Kalau kita paham dengan apa yang diminta atau dimaksud pada soal pasti kita tidak akan
kehabisan waktu dalam menjawabnya. Seandainya kita kehabisan waktu dan ada jawaban yang
belum kita jawab silahkan jawab dengan jawaban yang sama.
Misal 20 lagi soal belum dikerjakan silahkan isi dengan jawaban asemua/b semua/ c semua/ d
semua atau e semua. Mustahil diantara 20 jawaban yang kita jawab tidak ada satupun jawaban
yang benar.

Kemarin saya banyak bertemu dengan soal soal yang disajikan di kbs, saya kehabisan waktu di
soal maternitas karna saya kurang suka dengan maternitas. Di soal kep maternitas saya kasih
jawaban a semua sebanyak 30 buah. Saya mengerjakan soal dari yang mudah duluan.
(Sunadi, A / lulus ukom periode maret-april 2017)