Anda di halaman 1dari 25

GBPP DAN SAP

PENELITIAN OPERASIONAL II
Oleh :
Ir. Muhammad, MT
Cut Ita Erliana, ST., MT
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MALIKUSSALEH
2016

| RISET OPERASI II I-1


GARIS GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP)

Mata Kuliah : Penelitian Operasional II


Kode Mata Kuliah : TI 453
Semester : 5
SKS : 3
Dosen : Ir. Muhammad, MT / Cut Ita Erliana, ST.,MT
Referensi:
1. Hamdy A. Taha. Operation Research.:An Introduction , MacMillan, 2004.
2. Hillier, Frederich S. and Lieberman. Introduction to Operation Research, McGraw-Hill, 1990.
3. Schaum series
4. Hoover, Stewart V. Dan Perry, Ronald F. Simulation : A Problem Solving Approach. Addison-Wesley Publishing-Company, Massachusetts.
1989.

Minggu
Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Tujuan Instruksional Khusus (TIK) Kegiatan Evaluasi Acuan
Ke-

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Memahami permasalahan
probabilistik dan stokastik
Kuliah tatap
1 Pendahuluan Lingkup Penelitian Operasional II Memahami kasus-kasus nyata Diskusi Taha, Bronson
muka
Permasalahan Probabilistik dan yang dapat dipecahkan
Stokastik dengan metoda penelitian
Aplikasi kasus nyata operasional

I-2 | PENELITIAN OPERASI II |


Memahami konsep
pengambilan keputusan Kuliah tatap
dalam kondisi lingkungan muka
2 Teori Keputusan Certainity, uncertainity and risk Diskusi Taha, Bronson
yang pasti, tidak pasti dan
situations
beresiko
Memahami kriteria-kriteria
pengambilan keputusan
Memahami proses
Kuliah tatap
pengambilan keputusan
muka, Tugas Diskusi,
3 Teori Keputusan dengan multi alternatif Bronson
Metoda Decision Tree Latihan Soal
Memahami metoda pohon
keputusan untuk solusi
alternatif pilihan
Memahami konsep
Kuliah tatap
pengambilan keputusan multi
alternatif skala subyektif muka Saaty
4 Teori Keputusan Diskusi
Analitical Hierarchy Process (AHP)
Memahami metoda AHP
sebagai pengambilan
keputusan multi kriteria
Memahami proses Taha,
perencanaan, pelaksanaan Kuliah tatap Latihan, soal
5 Manajemen Proyek Network Diagram
dan evaluasi proyek muka Diskusi Bronson
CPM/PERT
Memahami konsep jaringan
CPM/PERT
Memahami permasalahan- Kuliah tatap
Pemrograman Dinamik Proses Keputusan Bartahap Ganda permasalahan programa muka
6 Diskusi Taha, Bronson
Deterministik Deterministik dinamik deterministik
Prinsip Optimalitas Memahami konsep stages,
decision dan policy

| RISET OPERASI II I-3


Memahami metoda Foreward
dan Backward
Memahami permasalahan- Kuliah tatap
Pemrograma Dinamik Proses Keputusan Bartahap Ganda permasalahan programa muka
7 Diskusi Taha, Bronson
Stokastik Stokastik dinamik stokastik
Tabel Kebijaksanaan Memahami konsep tabel
kebijaksanaan

8 Ujian Tengah Semester

Memahami proses
Kuliah tatap
pengambilan keputusan
Game Teori muka, Tugas Diskusi,
9 Teori Keputusan dengan multi alternatif Bronson
Latihan Soal
Memahami game teorin untuk
solusi alternatif pilihan

Memahami pengertian proses
stokastik
Proses Stokastik Memahami proses Markov Kuliah tatap
10 Rantai Markov Diskusi Taha, Bronson
Proses Markov Memahami konsep matriks muka
Matriks Stokastik stokastik
Memahami vaktor eigen dan
matriks ergodic
Pertumbuhan Populasi Memahami konsep
Proses Kelahiran Kematian Proses Kelahiran Kematian Markov pertumbuhan populasi Kuliah tatap Diskusi,
11 Taha, Bronson
Markov Linear Memahami proses muka Latihan soal
Proses Kelahiran/Kematian kelahiran/kematian Markov
Poison/Eksponensial

I-4 | PENELITIAN OPERASI II |


Memahami konsep distribusi
Poison/Eksponensial dalam
teori Markov
Memahami konsep dasar
teori antrian
Ciri Antrian Memahami dan mampu
Kuliah tatap
12 Sistem Antrian Pola Kedatangan mengukur waktu antar Diskusi Taha, Bronson
muka
Pola Pelayanan kedatangan dan waktu
Kapasitas Sistem layanan
Mampu mengukur kapasitas
sistem antrian
Memahami konsep disiplin
Kuliah tatap Diskusi,
13 Sistem Antrian Disiplin Antrian dan jenis antrian Taha, Bronson
muka Latihan Soal
Sistem M/M/1 Mampu memecahkan
permasaalahan antrian
Memahami konsep disiplin
dan jenis antrian pelayanan
Disiplin Antrian Kuliah tatap Diskusi,
14 Sistem Antrian ganda Taha, Bronson
Sistem M/M/S muka Latihan Soal
Mampu memecahkan
Simulasi Antrian
permasaalahan antrian
dengan pendekatan simulasi
Memahami karakteristik
sistem antrian sistem nyata
Tugas Besar, pengumpulan data Mampu mengidentifikasi
Tugas Lapang Diskusi,
lapangan dan melakukan simulasi permasalahan antrian dalam
15 Sistem Antrian Bronson
karakteristik sistem antrian objek sistem nyata Latihan Soal
yang diamati. Mampu mengaplikasikan teori
antrian dalam memecahkan
masalah sistem nyata

| RISET OPERASI II I-5


16 Ujian Akhir Semester

I-6 | PENELITIAN OPERASI II |


DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Satuan Acara Pengajaran
Pendahuluan 8
I. Analisis Keputusan... 12
II. Decision Tree 25
III. Teori Permainan 39
IV. Analytical Hierarchy Process............................................................ 52
V. Pemrograman Dinamika Deterministik............................................. 75
VI. Pemrograman Dinamika Stokastik/Probabilistik.............................. 106
VII. Manajemen Proyek........................................................................... 121
VIII. Rantai Markov.................................................................................. 147
IX. Sistem Antrian.................................................................................. 170
Referensi............................................................................................................. 193
PENDAHULUAN

Riset Operasional pertama sekali digunakan pada perang dunia II. Perang telah
menyebabkan alokasi sumber daya terbatas yang dimiliki angkatan bersenjata
Amerika Serikat dan Inggris menjadi masalah. Berbagai operasi menggunakan
sumber daya terbatas yang sama. Oleh karena itu, militer Amerika Serikat dan
Inggris memanggil para ilmuwan untuk mengaplikasikan pendekatan ilmiah untuk
permasalahan penggunaan sumber daya terbatas, strategi dan taktik perang lainnya.
Tim ilmuwan ini adalah tim riset operasional pertama yang terbentuk.

Dunia usaha juga berkembang semakin kompleks semakin hari. Perkembangan


dunia usaha ini sangat terlihat dengan jelas setelah revolusi industri. Industri
semakin kompleks, sumber daya yang dimiliki digunakan untuk berbagai kegiatan
atau aktivitas, organisasi industri semakin besar, dan semua itu sering
menggunakan sumber daya yang terbatas.

Model keputusan merupakan alat yang menggambarkan permasalahan keputusan


sedemikian rupa sehingga memungkinkan identifikasi dan evaluasi sistematik
semua alternatif keputusan yang tersedia.

Salah satu teknik yang digunakan untuk menganalisis alternatif keputusan adalah
Riset Operasional.

Riset Operasional merupakan metode pengoptimalan proses pengambilan


keputusan yang dibatasi ketersediaan sumber daya.

Penggunaan riset operasional sangat luas, pendekatannya menggunakan metode


ilmiah. Proses pengoptimalan mulai dengan pengamatan yang mendalam dan
formulasi masalah lalu diikuti dengan pembentukan model ilmiah (khususnya
model matematik) yang menggambarkan inti sistem nyata. Model yang dibentuk
harus mencukupi sebagai representasi tepat sifat-sifat penting situasi, sehingga
kesimpulan yang ditarik dari model valid untuk permasalahan nyata.

Kontribusi riset operasional berasal dari :

1. Penstrukturan situasi dunia nyata ke model matematik, menggambarkan elemen


penting sehingga penyelesaian yang relevan ke tujuan pengambil keputusan
diperoleh, termasuk mencari permasalahan dalam konteks keseluruhan sistem.

I-8 | PENELITIAN OPERASI II |


2. Mengeksplor struktur setiap penyelesaian dan mengembangkan prosedur
sistematis untuk mendapatkannya.

3. Mengembangkan suatu penyelesaian, termasuk teori matematik jika perlu,


yang menghasilkan nilai optimal ukuran sistem yang diinginkan (atau
mungkin membandingkan alternatif tindakan dengan mengevaluasi ukuran
yang diinginkan).

Dilihat dari data yang digunakan untuk memfasilitasi, pengambilan keputusan


dapat dibedakan menjadi keputusan pasti, berisiko dan tidak pasti.

Keputusan pasti didukung oleh data-data pasti.

Diantara keputusan pasti dan tidak pasti ada keputusan beresiko.

Pengambilan keputusan berisiko didukung oleh data yang tidak pasti, tetapi
ketidakpastian itu dapat dinyatakan dalam bentuk peluang.

Optimasi adalah proses pencarian solusi yang terbaik; tidak selalu keuntungan
paling tinggi yang bisa dicapai jika tujuan pengoptimalan adalah memaksimumkan
keuntungan; atau tidak selalu biaya paling kecil yang bisa ditekan jika tujuan
pengoptimalan adalah meminimumkan biaya.

Tiga elemen permasalahan optimasi yang harus diidentifikasi, yaitu tujuan,


alternatif keputusan dan sumber daya yang membatasi.

Tujuan bisa berbentuk maksimisasi atau minimisasi. Bentuk maksimisasi


digunakan jika tujuan pengoptimalan berhubungan dengan keuntungan,
penerimaan dan sejenisnya. Bentuk minimisasi akan dipilih jika tujuan
pengoptimalan berhubungan dengan biaya, waktu, jarak dan sejenisnya.

Keputusan harus diambil untuk alternatif keputusan yang disediakan.

Pengambil keputusan dihadapkan pada beberapa pilihan untuk mencapai tujuan


yang ditetapkan.

Alternatif keputusan yang tersedia tentunya alternatif yang menggunakan sumber


daya terbatas yang dimiliki pengambil keputusan, merupakan aktifitas atau kegiatan
yang dilakukan untuk mencapai tujuan.

Alternatif keputusan disebut juga dengan aktivitas atau variabel keputusan.


Sumber daya merupakan pengorbanan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan
yang ditetapkan.

MODEL

Penyelesaian permasalahan keputusan pertama sekali dilakukan dengan


membentuk model.
Pada aplikasi riset operasional umumnya, tujuan dan sumber daya yang membatasi
dapat ditunjukkan secara kuantitatif atau matematik sebagai fungsi variabel
keputusan digunakan model matematik.
Meskipun dapat dimodelkan secara matematik, tidak jarang juga model matematik
yang diformulasikan terlalu kompleks untuk diselesaikan menggunakan metode
solusi yang ada.
Pendekatan lain yang digunakan untuk mengatasi permasalahan ini adalah
menggunakan model simulasi.
Model simulasi tidak menunjukkan secara eksplisit hubungan input dan output.

JENIS MODEL

Model statik memberikan informasi tentang peubah-peubah model hanya pada titik
tunggal dari waktu.
Model dinamik mampu menelusuri jalur waktu dari peubah-peubah model, lebih
sulit dan mahal pembuatannya namun memberikan kekuatan yang lebih tinggi pada
analisis dunia nyata.

I-10 | PENELITIAN OPERASI II |


SIFAT MODEL

Stokastik/Probabilistik:
Sering dipakai karena perihal yang dikaji umumnya mengandung
keputusan yang tidak tentu.
Biasanya mengkaji ulang data atau informasi terdahulu untuk menduga
peluang kejadian tersebut pada keadaan sekarang atau yang akan datang
dengan asumsi terdapat relevansi pada jalur waktu.

SIFAT MODEL

Deskriptif:
Dibuat hanya untuk semacam deskripsi matematis dari kondisi dunia nyata,
Untuk mempermudah penelaahan suatu permasalahan
Optimalisasi:
Perbandingan antar alternatif dilakukan,
Solusi dari model optimalisasi adalah merupakan nilai optimum yang
tergantung pada nilai input
Deterministik:
Model kuantitatif yang tidak mempertimbangkan peluang kejadian,
Memusatkan penelaahannya pada faktor-faktor kritis yang diasumsikan
mempunyai nilai eksak dan tertentu pada waktu yang spesifik

TAHAPAN STUDI RISET OPERASIONAL


1. Identifikasi Permasalahan
2. Pembangunan Model
3. Penyelesaian Model
4. Validasi Model
5. Implementasi

I. ANALISIS KEPUTUSAN
PENDAHULUAN

Pengambilan keputusan didasarkan pada dua kategori sesuai dengan kondisi yang
dihadapi yaitu:
a) Pengambilan keputusan berdasarkan kepastian.
b) Pengambilann keputusan berdasarkan ketidakkepastian.
Pokok bahasan pada materi Analisis Keputusan dititik beratkan pada
pengambilan keputusan berdasarkan ketidakpastian.

TUJUAN INSTRUKSIONAL
UMUM

Setelah mempelajari materi ini mahasiswa dapat membuat keputusan dalam


menganalisis masalah-masalah dengan bermacam-macam pilihan tindakan-
konsekuensi dan kemudian menentukan pilihan terbaik .

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS

1. Mahasiswa dapat memahami konsep dasar pengambilan keputusan


keputusan dalam setiap organisasi ataupun individu
2. Mahasiswa akan dapat mngetahui berbagai macam ilustrasi dalam
penyelesaian masalah keputusan manajemen
3. Mahassiswa diharapkan dapat mengidentifikasi terhadap masalah yang
dihadapai perusahaan

1.
2.
SKENARIO PEMBELAJARAN
3.
4.

I-12 | PENELITIAN OPERASI II |


Kegiatan perkuliahan dilaksanakan dengan skenario sebagai berikut:
1. Perkenalan
2. Penjelasan tentang concept map (tunjukkan di peta konsep dimana posisi
materi yang akan di bahas), pokok bahasan , dan kompetensi yang akan
dicapai (TIU dan TIK).
3. Tes pendahuluan
4. Ringkasan materi disampaikan dengan metode ceramah, critical incident,
diskusi dan tanya jawab.
5. Test akhir materi yang disampaikan
6. Evaluasi pencapaian
7. Penutup
RINGKASAN MATERI

Pengambilan keputusan pada umumnya didasarkan pada empat kategori sesuai


dengan kondisi yang dihadapi yaitu: Certainty, Riskan , Uncertainty dan Conflict.
Suasana dikatakan certainty jika semua informasi yang diperlukan untuk membuat
keputusan diketahui secara sempurna dan tidak berubah. Kasus ini dapat ditemui
pada model-model keputusan yang deterministic. Sebagai contoh, dalam
merumuskan model masalah program linier dan transportasi, semua parameter
model diasumsikan diketahui dengan pasti. Dalam suasana certainty solusi model
dan hasil keputusan dapat dijamin atau terkendali.
Jika informasi yang diperlukan tidak sempurna maka kasusnya disebut riskan dan
uncertainty.
Suasana dikatakan Riskan: Jika informasi sempurna tak tersedia, tetapi
seluruh peristiwa yang akan terjadi beserta probabilitasnya diketahui.
Suasana dikatakan Uncertainty : Jika seluruh peristiwa yang mungkin
terjadi diketahui, tetapi tanpa mengetahui probabilitasnya masing-masing
Suasana dikatakan Conflict : Jika kepentingan dua atau lebih pengambil keputusan
berada dalam pertarungan. Satu pihak pengambil keputusan tidak hanya
memikirkan pada tindakannya sendiri, tetapi juga tertarik pd tindakan pesaingnya.

1.1 KONSEP-KONSEP DASAR


Model keputusan umum terdiri atas komponen-ko mponen sebagai berikut:
1. Keadaan dasar. Sekumpulan peristiwa atau kejadian acak yang mungkin
mempengaruhi hasil keputusan.
2. Probabilitas. Probabilitas berkaitan dengan keadaan dasar .
3. Keputusan. Sekumpulan kegiatan (tindakan) yang mungkin diambil oleh
pengambil keputusan.
4. Payoff. Sekumpulan laba (benefits) atau biaya yang mungkin dihasilkan
(diakibatkan) dari atau oleh kombinasi suatu keputusan dan suatu keadaan
dasar yang acak.

1.2 KEPUTUSAN DALAM UNCERTAINTY (KETIDAK PASTIAN)

I-14 | PENELITIAN OPERASI II |


Pengambil keputusan sadar akan hasil-hasil alternatif dalam bermacam-
macam peristiwa, namun tak dapat menetapkan probabilitas peristiwa.
Contoh:
Pengambil keputusan memiliki dana Rp. 100 jt untuk di investasikan pada
salah satu dari tiga rencana investasi alternatif: saham, tanah atau
tabungan.
Pay-off dari ketiga investasi didasarkan pada tiga kondisi ekonomi : cerah,
sedang dan lesu.
Keputusan mana myang harus diambil apakah investasi di saham, tanah
atau tabungan??????

Matriks pay-off hasil investasi (jutaan Rp)


ALTERNATIF PROSPEK EKONOMI
INVESTASI CERAH SEDANG LESU
SAHAM 10 6,5 -4
TANAH 8 6 1
TABUNGAN 5 5 5

Terdapat beberapa kriteria pengambilan keputusan dalam ketidak pastian,


diantaranya kriteria Maximin (Wald), kriteria Maximax, kriteria Regret dan
kriteria Hurwicz.

1.2.1 KRITERIA MAXIMIN (WALD)


Didasarkan pada asumsi bahwa pengambil keputusan adalah pesimistik atau
konservatif atau riskan avoider tentang masa depan.
Menurut kriteria ini, pilih alternatif maksimum dari alternatif minimum.
Contoh investasi: pay off terkecil untuk setiap alternatif investasi adalah:
INVESTASI PAY-OFF TERKECIL
SAHAM -4
TANAH 1
TABUNGAN 5
Berdasarkan kriteria maximin, dipilih tbungan karena menghasilkan nilai maksimum
dari hasil yang minimum sebesar Rp.5 juta.
1.2.2 KRITERIA MAXIMAX
Didasarkan pada asumsi optimisme pengambil keputusan , yaitu dipilih
alternatif yang maksimum dari pay-off yang maksimum.
INVESTASI PAY-OFF MAXIMUM
SAHAM 10
TANAH 8
TABUNGAN 5
Berdasarkan kriteria maximax , dipilih alternatif saham karena memberikan
nilai maksimum dari hasil yang maksimum, yaiti Rp. 10 juta.

1.2.3 KRITERIA REGRET (MINIMAX)


Didasarkan pada konsep opportunity loss atau regret.
Prinsip:
Pengambil keputusan mengalami kerugian jika suatu peristiwa terjadi,
menyebabkan altrnatif yang dipilih kurang dari pay off maksimum.
Jumlah regret atau opportunity lost ditentukan dengan mengurangkan pay off
alternatif itu untuk peristiwa tertentu dari pay off maksimum, pilih nilai
minimum dari regret maksimum.
ALTRNATIF PROSPEK EKONOMI
INVESTASI CERAH SEDANG LESU
SAHAM 10-10 0 6,5-6,5 0 5-(-4) 9
TANAH 10-8 2 6,5-6 0,5 5-1 4
TABUNGAN 10-5 5 6,5-5 1,5 5-5 0

Nilai regret maksimum untuk setiap altrnatif adalah:

INVESTASI REGRET MAKSIMUM

Saham 9
Tanah 4*
Tabungan 5

Karena kriteria regret menghendaki pemilihan altrnatif yang minimum dari


regret maksimum, maka tanah (4juta) yang dipilih.

I-16 | PENELITIAN OPERASI II |


1.2.4 KRITERIA HURWICZ (KOEFISIEN OPTIMISTIS)
Suatu kompromi antara kriteria maximin dan maximax.
Menggunakan coefficient optimism (a), dimana 0<=a<=1
Dimana 0= menunjukan pesimisme sempurna dan 1 menunjukan
optimisme sempurna.
Koefisien pesimisme adalah 1 a.
Setiap alternatif pay-off yang maksimum dikalikan a dan pay-off
minimum dikalikan 1-a.
Pilih alternatif yang tertinggi.

Pada contoh investasi, pay off maksimum dan minimum adalah:

INVESTASI PAY-OFF PAY-OFF


MAKSIMUM MINIMUM

Saham 10 -4
Tanah 8 1
Tabungan 5 5

Jika koefisien optimisme a= 0,6, nilai tertimbang setiap alternatif :


Saham = 10 (0,6) + [-4 (0,4)] = 4,4
Tanah = 8 (0,6) + [1 (0,4)] = 5,2
Tabungan = 5 (0,6) + [5 (0,4)] = 5
Karena tanah memiliki nilai tertinggi, maka pilih Tanah sebagai alternatif
terbaik.

1.2.5 KRITERIA LAPLACE (KEMUNGKINAN SAMA)


Asumsi bahwa semua peristiwa mempunyai kemungkinan yang sama untuk
terjadi.
Cari nilai untuk setiap alternatif dengan cara mengalikan setiap pay off
dengan probabilitynya.
Pilih alternatif yang tertinggi.
Contoh:
Misalkan prob. Peristiwa = 1/3. Maka hasil investasi dari ketiga pilihan
adalah:
Saham = 1/3(10) + 1/3(6,5)+1/3(-4) = 4,167
Tanah = 1/3(8) + 1/3(6)+1/3(1) = 5
Tabungan = 1/3(5) + 1/3(5)+1/3(5) = 5
Karena nilai tanah dan tabungan tertinggi, maka pilih Tanah atau Tabungan.

RINGKASAN KRITERIA KEPUTUSAN


Keputusan yang dibuat pada contoh investasi untuk masing-masing kriteria
keputusan dapat diringkas seperti berikut:

KRITERIA KEPUTUSAN

1. Maximin Tabungan
2. Maximax Saham
3. Regret(minimax) Tanah
4. Hurwicz(a=0,6) Tanah
5. Laplace Tanah(Tabungan)

Kriteria dan keputusan yang ahirnya dipilih tergantung pada kepribadian dan
philosofi pengambil keputusan.

1.3 KEPUTUSAN DALAM SUASANA RISKAN (EXPECTED VALUE)


Prosedurnya:
1. Mengidentifikasi bermacam tindakan yang tersedia dan layak.
2. Peristiwa-peristiwa yang mungkin dan probabilitas terjadinya harus
diduga.
3. Pay-off untuk suatu tindakan dan peristiwa tertentu ditentukan.
Contoh:
Seorang pedagang asongan sedang mempertimbangkan dua alternatif
kegiatan. A dan B yang memiliki kondisi yang berbeda. Setiap kondisi
memiliki probabilitas kejadian yang sama (p1=0,5 dan p2 = 0,5)

I-18 | PENELITIAN OPERASI II |


Pay-off Matriks Keputusan Dalam Suasana Riskan:

Cuaca
Alternatif Tindakan
Mendung (P=0,5) Cerah (P= 0,5)

A(Menjual minuman) -1000 1060


B(Menjual payung) 20 30

Expected Value = E = pi(xi)


E(A) = -1000(0,5)+1060(0,5) = 30
E(B) = 20(0,5)+30(0,5) = 25
Karena expected value menjual minuman lebih tinggi maka pilih Jual
minuman.

1.4 KRITERIA UTILITY DALAM SUASANA RISKAN

Dalam praktek sering dijumpai bhw keputusan tidak didasarkan pd expected


value tertinggi atau expcted cost terendah. Ini terjadi karena :
1. Orang lebih memilih terhindar dari musibah potensial dibanding
mewujudkan keuntungan dlm jangka panjang. Kepribadian seerti ini dinamakan
riskan averse.

Contoh: 1. keputusan membeli berbagai polis asuransi.


Mis diket tabel payoff asuransi kecelakaan

PERISTIWA

KEPUTUSAN SELAMAT KECELAKAAN


P1=0,98 P2=0,02
BELI POLIS -3000.000 -3000.000-
100.000.000
+100.000.000

TIDAK BELI 0 -100.000.000

EXPECTED VALUE UNTUK SETIAP PILIHAN:


E(beli polis)=-3.000.000(0,98)-3.000.000(0,02)=-3000.000
E(tdk beli)=0(0,98)-100.000.000(0,02)=-2.000.000
Berdasarkan kriteria expected value, keputusannya seharusnya tdk membeli
polis karena expected valuenya lebih tinggi. Tetapi kenyataannya menunjukan
bhw jasa asuransi cukup diminati.

2. Orang lebih memilih mendapatkan rezeki nomplok potensial dibanding


memprtahankan relatif sedikit yang telah dimiliki, kepribadian seperti ini
dinamakan riskan seeking.

Contoh: keputusan berjudi buntut SDSB.

Tabel Payoff judi buntut SDSB 2 digit

KEPUTUSAN PERISTIWA

KALAH MENANG

P1=0,99 P2=0,01

JUDI -1.000 -1.000+60.000

TDK JUDI 0 0

E(judi)=-1.000(0,99)+59.000(0,01)=-400

E(tdk judi)=0

Berdasarkan kriteria expected value, keputusannya seharusnya tdk berjudi buntut,


tetapi kenyataannya menunjukan bhw berjudi cukup diminati.

I-20 | PENELITIAN OPERASI II |


EVALUASI

LATIHAN SOAL
1. A recreational facility must decide on the level of supplies it must stock
to meet the needs of its customers during one of the holidays. The exact
number of customers is not known, but it is expected to be in one of four
categories: 200, 250, 300, or 350. customers. Four levels of supplies are
thus suggested, with level i being ideal if the number of customers falls
in category i. Deviation from the ideal level results in additional costs
either because extra supplies are stocked needlessly or because demand
cannot be satisfied. The following table provides these costs in
thousands of dollars.

CUSTOMER CATEGORY
A1 5 10 18 25
SUPPLY A2 8 7 8 23
LEVEL A3 21 18 12 21
A4 30 22 19 15

a. Apply : Laplace, Maximin, Maximax, Regret(minimax),


Hurwicz(a=0,7) criterians to determine optimal supply.
b. If probability each category is: 0,2, 0,4, 0,3, 0,1, apply expected value
method to determine optimal supply.

I-22 | PENELITIAN OPERASI II |


2. Diketahui data pay off pendapatan dari perusahaan dan kondisi
perekonomian yang mungkin terjafdi sbb:

Perusa Kondisi Perekonomian


Boom Normal Krisis
BAT 1.180 488 250
BATA 2.000 1.356 300
MLBI 4.463 1.666 185

a. Gunakan metoda : Laplace, Maximin, Maximax, Regret(minimax),


Hurwicz(a=0,7) untuk menentukan alternatif yang terbaik.
b. Jika probability Boom = 0,3, Normal = 0,4 dan Krisis = 0,3, carilah
alternatif terbaiknya.

3. Waren Bufy adalah seorang investor yang sangat kaya, yang


mendapatkan keberuntungan dengan investasnya. Saat ini ia sedang mendapat tiga
penawaran investasi dan akan memilih salah satu. Investasi yang pertama adalah
investasi yang konservatif yang memberikan suatu keuntungan ekonomi pada
keadaan ekonomi yang baik dan risiko kehilangan yang kecil pada saat keadaan
ekonomi buruk. Investasi kedua merupakan investasi spekulatif yang akan
memberikan keuntungan yang sangat ekstrim pada saat keadaan ekonomi baik,
tetapi merupakan investasi yang buruk pada saat ekonomi buruk. Investasi ketiga
merupakan investasi yang berkebalikan; saat keadaan ekonomi baik maka tidak
memberikan keuntungan, akan tetapi pada saat keadaan ekonomi buruk akan
memberikan keuntungan. Waren percaya bahwa ada tiga skenario untuk ketiga
investasi, yaitu (1) keadaan ekonomi membaik, (2) keadaan ekonomi stabil, dan
keadaan ekonomi memburuk. Ia merasa pesimis tentang bagaimana keadaan
ekonomi akan berlangsung sehingga memilih menggunaan peluang lampau untuk
ketiga scenario tersebut masing-masing 0,1; 0,5; dan 0,4. Ia juga mengestimasikan
bahwa keuntungan yang dapat diperoleh untuk masing-masing scenario tersebut
adalah :
Ekonomi

Membaik Stabil Memburuk

Investasi konservatif 30 5 -10

Investasi Spekulatif 40 10 -30

Investasi berkebalikan -10 0 15

Peluang lampau 0,1 0,5 0,4


Tentukan:
1. Kriteria maksimin
2. Kriteria maksimum
3. Aturan keputusan bayes

I-24 | PENELITIAN OPERASI II |

Anda mungkin juga menyukai