Anda di halaman 1dari 4

Nama : Siti Salsabilla Azzahra

Kelas : IX F
Mapel : Pendidikan Agama Islam

RISALAH QURBAN

Landasan Historis Qurban

Asal usul ibadah qurban bermula dari peristiwa qurban Nabi Ibrahim
bersama anaknya Ismail AS. Peristiwanya bermula dari mimpi Ibrahim. Dalam
mimpinya ia memperoleh perintah Allah untuk menyembelih anak
kesayangannya. Menurut keyakinan Ibrahim, mimpi itu benar adanya.

Ibrahim lalu membicarakan perintah Allah tersebut dengan anaknya. Hai


anakku, aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah
apa pendapatmu? (QS 37:102). Mendengar perintah ayahnya, Ismail dengan
yakin dan santun menjawab : Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan
Allah kepadamu, Insya Allah, kamu akan mendapatiku termasuk orang yang
sabar (QS 37:102).

Nabi Ibrahim lalu membawa ke satu tempat sepi di Mina. Sebelum acara
penyembelihan,Ismail mengajukan tiga permohonan : Pertama, ia meminta
menajamkan pisaunya agar ia cepat mati dan tak timbul lagi rasa kasihan dan
penyesalan dari ayahnya. Kedua, Ismail meminta mukanya ditutup agar tak timbul
rasa ragu dan kasihan di hati ayahnya. Ketiga, setelah dirinya disembelih, Ismail
meminta pakaiannya yang berlumuran darah dibawa kehadapan ibunya, sebagai
saksi bahwa qurban telah dilaksanakan.

Dengan berserah diri kepada Allah SWT, Ismail berbaring. Meski sempat
dihalang-halangi iblis, Ibrahim lantas mnghentakkan pisau dan mengarahkannya
ke leher Ismail. Tapi Allah mengganti Ismail dengan seekor domba besar (QS
37:107).
Peristiwa qurban itu kemudian diabadikan oleh Allah SWT menjadi salah
satu unsur syariat Islam yang hingga kini dilaksanakan oleh setiap muslim yang
mampu.

Pengertian Qurban

Kata qurban berasal dari Qaruba-Yaqrubu-qurbanan, artinya dekat.


Berusaha mendekatkan diri kepada Allah Swt. Qurban menurut istilah agama
disebut Udhiyah, dari kata dhuha pada hari Idul Adha dan hari Tasyrik yaitu
tanggal 11, 12 dan 13 bulan Dzulhijah.

Hukum Berqurban

Hukum berqurban adalah sunnah muakkad (sangat dianjurkan).

Amalan-Amalan Menyambut Iedul Adha

1. Melaksanakan puasa/shaum sunat pada tanggal 9 Dzulhijjah. Berdasarkan


hadist sebagai berikut :Dari Abi Qatadah, Rasulullah SAW bersabda : Shaum
hari Arafah akan menghapus dosa-dosa selama dua tahun yang silam dan tahun
yang akan datang dan shaum Asyura (10 Muharam) akan menghapus dosa-
dosa yang silam.
2. Membaca takbir, mulai dari ba'da Subuh hari Arafah, dan setiap selesai sholat
fardhu sampai dengan ba'da Ashar akhir hari Tasyrik (tanggal 13 Dzulhijjah).
3. Melaksanakan sholat Ied dan mendengarkan khutbah.
4. Menyembelih hewan qurban

Firman Allah : Maka sholatlah kamu karena Tuhanmu dan berqurbanlah


(QS 108:2)

Hadist Rasulullah : Aku diperintahkan menyembelih binatang qurban


yang disunatkan bagi kamu sekalian (HR Turmuzi).
Jenis Dan Persyaratan Hewan Qurban Menurut Syariat Islam.

Jenis binatang qurban : kambing, domba, sapi, kerbau dan unta.


Persyaratan hewan qurban :
1. Hewan sehat, tidak cacat misalnya tidak pincang, tidak buta, telinganya
tidak rusak dan tidak kurus serta ekornya tidak terpotong (HR Turmudzi)
2. Umur hewan untuk qurban. Kambing berumur dua tahun lebih, domba satu
tahun lebih, sapi/kerbau dua tahun lebih, unta lima tahun lebih(yang telah
berganti gigi) (Kifayatul Akhyar : 236) Penentuan umur kambing/domba
dapat dilakukan dengan memperhatikan pergantian gigi gigi pertama
menjadi gigi terasah.
3. Waktu berqurban: Hewan qurban disembelih sesudah shalat Idul Adha
tanggal 10 Dzulhijah sampai dengan 3 hari sesudahnya (hari-hari Tasyrik
tanggal 11, 12, 13 Dzulhijah), jadi ada 4 hari kesempatan kita untuk
menyembelih hewan qurban.
4. Tata cara menyembelih hewan qurban :
- Menghadapkan kepala hewan qurban kearah kiblat.
- Yang berqurban dianjurkan menyembelih sendiri atau sekurang-kurangnya
melihat pada waktu penyembelihan
- Pada waktu menyembelih membaca Basmalah/Tasmiyah, membaca
sholawat kepada Nabi , menghadap kiblat, mengucapkan takbir dan
membaca doa : Robbanaa Taqobbal minnaa innaka antassamiiul aliim.
Ya Allah, ini perbuatan dari perintahMu saya kerjakan karenaMu,
terimalah olehMu amalku ini

Tempat Penyembelihan Hewan Qurban


Tempat penyembelihan hewan qurban yang utama adalah sebagai berikut:

- Di lapangan tempat sholat Iedul Adha

- Di Musholla/Masjid
- Di rumah orang yang berqurban
Syarat-Syarat Berqurban:

- Islam

- Merdeka (bukan hamba sahaya)

- Baligh lagi berakal

- Mampu untuk berqurban

Kadar Berqurban

Kadar berqurban untuk satu orang adalah seekor kambing, sedangkan sapi,
kerbau dan unta untuk tujuh orang.

Hadist Nabi, dari Jabir r.a :Kami telah menyembelih qurban bersama-
sama Rasulullah pada tahun Hudaibiyah seekor unta untuk tujuh orang dan seekor
sapi untuk tujuh orang.

Pembagian Daging Qurban

Daging qurban dibagikan kepada fakir miskin, tetangga yang non Muslim
boleh diberi. Yang berkurban boleh mengambil 1/3 bagiannya, tetapi tidak untuk
dijual. Kalau sedang nazar tidak boleh memakannya.