Anda di halaman 1dari 2

Peninggalan Sejarah Yang Ada Di Kepulauan Seribu

Indonesia adalah negara yang terdiri dari pulau kepulauan dan berada di antara dua benua
besar yaitu benua asia dan australia. Kecamatan Kepulauan Seribu yang merupakan bagian
dari Kotamadya Jakarta Utara ditingkatkan statusnya menjadi Kabupaten Administrasi
Kepulauan Seribu dengan maksud untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan
masyarakat, serta pengelolaan Kepulauan Seribu segala aspek antara lain kelestarian
lingkungan, konservasi sumber daya alam, ekonomi, kesejahteraan rakyat dan sosial budaya.
Pulau Seribu memiliki pulau yang sering di kunjungi turis asing maupun lokal seperti: pulau
ayer, pulau bidadari, pulau sepa, pulau putri, pulau pantara, pramuka, pulau tidung, pulau
kotok, pulau macan. Pulau Resort di kepulauan seribu, tidak seberapa luas seperti pulau
penduduk ( pulau tidung, pulau pramuka, pulau pari, pulau untung jawa).
Pulau Kahyangan disebut juga Pulau Cipir atau Pulau Kuipir, pulau ini terdapat peninggalan
sejarah yang masih berdiri kokoh dengan tegap, dan masih berbentuk benteng meskipun
sebagian benteng tersebut ada yang runtuh, yaitu sebuah benteng yang dibangun oleh Belanda
pada zaman VOC. Di Pulau ini terdapat sumber air tawar yang jernih dan bersih. Pulau
kahyangan merupakan salah satu pulau di Kelurahan Untung Jawa, yang sudah mulai ditata
untuk tujuan wisata.
Pulau bidadari, memiliki sejarah waktu penjajahan jaman belanda, di pulau tersebut terdapat
peninggalan sebuah benteng, nama benteng tersebut menara Martello yang di bangun sekitar
abad XIX, benteng tersebut di bangun untuk mengawasi dan melindingi pulau onrust, karena
antara tahun 1800-1810, penyerangan inggris terhadap pulau onrust yang mengakibat benteng
di pulau bidadari hancur.Di Pulau ini terdapat peninggalan Portugis, yaitu sebuah benteng
yang terbuat pada abad ke 17. Pulau ini, pada zaman Belanda, dijadikan sebagai pulau
karantina.Dan ada juga andong dan bom meriam peninggalan jaman belanda yang di
tinggalkan di pulau bidadari.
Pulau Onrust disebut juga Pulau Kapal, Pulau Onrust juga merupakan lokasi tempat
pemberangkatan jemaah haji Indonesia menuju Arab Saudi melalui jalur laut pada masa
penjajahan Belanda atau kita kenal sebagai embarkasi. Onrust dalam bahasa Belanda berarti
tidak tenang, atau rusuh. Pada tahun 1911, Pulau Onrust telah berpindah fungsi menjadi
penjara dan pos karantina penyakit lepra. Konon pulau ini juga merupakan tempat karantina
penyakit menular yang terbawa jemaah haji. Pulau Onrust sudah terkenal sejak tahun 1618,
ketika Belanda menjadikannya sebagai basis penting. Di pulau ini terdapat tempat
penggergajian kayu serta benteng pertahanan Belanda. Tentara Inggris pernah menyerbu pulau
ini pada tanggal 8 November 1800 dan membakar habis semua bangunan.
Pulau Kelor pulau kecil yang menyimpan sejarah yang tak terlupakan pada zaman penjajahan
belanda pulau kelor dulu dikenal sebagai Pulau Kherkof, Di pulau ini terdapat peninggalan
Belanda berupa galangan kapal dan benteng yang dibangun VOC untuk menghadapi serangan
Portugis di abad ke 17. pulau kelor juga terdapat kuburan peninggalan para pejuang yang telah
gugur di medan perang, Disini juga terdapat kuburan Kapal Tujuh atau Sevent Provincien serta
awak kapal berbangsa Indonesia yang memberontak dan akhirnya gugur di tangan Belanda.
Pulau Rambut pertama kali diusulkan sebagai kawasan konservasi disampaikan oleh Direktur
Kebun Raya Bogor kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda di Jakarta, Pulau Rambut
terkenal juga dengan nama Pulau Kerajaan Burung, pada tahun 1937 Pulau Rambut ditetapkan
secara resmi sebagai cagar alam melalui Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda
No.7 tanggal 3 Mei 1937. Pulau ini ditumbuhi hutan bakau yang rimbun serta terumbu karang
yang sangat indah. Orang Belanda menyebut pulau ini dengan nama Nidelberg.
Pulau Ayer dijuluki sebagai Mutiara Kepulauan. Pada tahun 1950 pulau ayer sudah di kunjungi
banyak orang. mantan Presiden Sukarno menjadikan Pulau Ayer ini sebagai tempat
peristirahatannya semasa hidupnya, Mantan Presiden Sukarno juga pernah mengajak mantan
Presiden Tito dari Yugoslavia dan mantan Sekretaris Jenderal PBB, U Nu, berkunjung ke pulau
ini. Pulau Ayer mempunyai Cottage apung di atas air dengan gaya etnik Papua.
Pada jaman Belanda Pulau Sabira disebut Noord Wachter yang berarti penjaga utara. Di sebut
Pulau Sabira karena Pulau Sabira merupakan pulau yang terletak paling utara di antara pulau-
pulau lain yang ada di Kepulauan Seribu. Pulau Sabira merupakan pulau yang di kelilingi batu
karang yang berwarna putih, dan banyak sekali Tanaman yang ada di pulau sabira seperti
kelapa dan sukun. Di pulau tersebut terdapat juga sebuah mercusuar setinggi 60 meter.
Mercusuar itu dibangun atas perintah Raja ZM Willem III pada tahun 1869. Di pintu mercusuar
itu terdapat prasasti yang bertuliskan Onder de regering van Z.M Willem III Koning der
Nederlander enz. opgericht voor draailicht 1869.
Pulau Tidung merupakan pulau terbesar dalam gugusan pulau-pulau yang ada di Kepulauan
Seribu. Pada masa dulu ada seorang Raja suku Tidung yang berasal dari Kalimantan timur
yang diusir oleh colonial belanda pada jaman penjajah karena beliau tidak mau diajak
bekerjasama. Raja ini memiliki nama Raja Pandita atau lebih dikenal dengan sebutan Kaca.Pada
masa itu nama Pulau Tidung berasal dari kata Tidung, yang artinya tempat berlindung, karena
pulau ini sering dijadikan sebagai tempat untuk berlindung dari bajak laut atau
perompak,Maka Pulau ini dinamakan Pulau Tidung yaitu pulau untuk tempat berlindung.
Pulau Tidung terhampar membujur panjang dari barat ke timur dan menjadi 2 bagian Tidung
Besar & Tidung kecil.