Anda di halaman 1dari 9

Makalah Pemulian Tanaman

SELEKSI GALUR MURNI TANAMAN MENYERBUK SENDIRI

OLEH :

KELOMPOK 3

UTARI EKA SETIANI ( G111 16 052 )

KUSDINI ( G111 16 053 )

ISLAH NOVIARNI ( G111 16 058 )

ANDI RISNA ( G111 16 066 )

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR

2017
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seleksi sangat penting artinya dalam pemuliaan, baik untuk


membuat/membentuk galur-galur yang akan menjadi varietas atau calon varietas
atau untuk mempertahankan suatu varietas. Seleksi keturunan tanaman penyerbuk
sendiri pada tanamanan atau sering disebut sebagai seleksi galur murni (pure line
breeding). Tanaman yang terpilih secara individual akan dipanen secara terpisah
dan dipilah untuk bahan pertanaman berikutnya. Turunan yang diperoleh dari
hasil penyerbukan sendiri dari suatu tanaman yang homozigot, bilamana tanaman
terpilih secara homozigot maka keturunannya juga akan homozigot seperti
tetuanya.
Galur murni dapat dibuat dengan cara penyerbukan atau pembuahan sendiri
(selfing), biasanya pada generasi ke-6 atau ke-7 setelah selfing berulang-ulang.
Tanaman yang heterozigot apabila di-'selfing' terus menerus sampai 6 - 7 generasi
akan menjadi homozigot untuk semua gennya. Semakin dekat hubungan
kekerabatannya, semakin cepat galur-galur terbentuk. Seleksi galur murni hanya
digunakan untuk mendapatkan varietas baru pada tanaman penyerbuk sendiri.
Seleksi ini tidak dapat dilakukan pada tanaman penyerbuk silang. Hal itu
disebabkan karena pada tanaman penyerbuk silang diperlukan banyak tenaga
dalam pelaksanaan penyerbukan sendiri. Selain itu, galur-galur murni bersifat
inbred yaitu bersifat lemah. Pada seleksi galur murni tidak ada kemungkinan
memperbaharui sifat karakteristik yang baru secara genetis.
1.2 Rumusan masalah
1. Apa yang dimaksud dengan seleksi dan seleksi galur murni ?
2. Bagaimana metode terjadinya seleksi galur murni pada tanaman
menyerbuk sendiri ?
3. Apa saja tujuan adanya seleksi galur murni dan kelebihan dan
kekurangannya ?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui apa itu seleksi dan seleksi galur murni
2. Untuk mengetahui metode terjadinya seleksi galur murni
3. Untuk mengetahui tujuan, kelebihan dan kekurangan dari seleksi galur
murni
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Seleksi

Seleksi pada dasarnya merupakan suatu proses untuk mempertahankan


frekuensi gen-gen yang diinginkan dari suatu populasi yang beragam. Seleksi
merupakan suatu kegiatan memillih atau menyeleksi suatu tanaman yang
diinginkan dalam suatu populasi.
Seleksi adalah suatu kegiatan pemilihan tanaman baik secara individu
maupun populasi berdasarkan karakter target yang diinginkan untuk diperbaiki.
Banyak metode seleksi yang dapat diterapkan, penggunaan masing-masing
ditentukan oleh berbagai hal, seperti moda reproduksi (klonal, berpenyerbukan
sendiri, atau silang), heritabilitas sifat yang menjadi target pemuliaan, serta
ketersediaan biaya dan fasilitas, serta jenis kultivar yang akan dibuat. Tanaman
yang dapat diperbanyak secara klonal merupakan tanaman yang relatif mudah
proses seleksinya. Keturunan pertama hasil persilangan dapat langsung diseleksi
dan dipilih yang menunjukkan sifa-sifat terbaik sesuai yang diinginkan.
Penggunaan penanda genetik sangat membantu dalam mempercepat proses
seleksi. Apabila dalam pemuliaan konvensional seleksi dilakukan berdasarkan
pengamatan langsung terhadap sifat yang diamati, aplikasi pemuliaan tanaman
dengan penanda (genetik) dilakukan dengan melihat hubungan antara alel penanda
dan sifat yang diamati. Agar teknik ini dapat dilakukan, hubungan antara
alel/genotipe penanda dengan sifat yang diamati harus ditegakkan terlebih dahulu.
Dalam pemuliaan tanaman dikenal ada dua seleksi menurut cara
penyerbukannya, antara lain:
1. Seleksi untuk pemuliaan tanaman menyerbuk sendiri
Seleksi galur murni
Seleksi massa
Seleksi bulk
Seleksi Single Seed Descent
Seleksi pedigri/silsilah
2. Seleksi untuk pemuliaan tanaman menyerbuk silang
2.2 Seleksi Galur Murni
2.2.1 Defenisi Seleksi Galur Murni
Seleksi galur murni adalah seleksi tanaman tunggal yg homozigot dari
populasi beragam untuk kemudian diperbanyak sebagai galur murni dan
merupakan dasar dari seleksi pedigree pada populasi bersegregasi.
Seleksi Galur Murni dilaksanakan untuk mendapatkan individu homosigot.
bahan seleksi adalah populasi yang sudah mempunyai tanaman homosigot di
dalamnya. Pemilihan berdasarkan fenotipe tanaman, sehingga penyeleksi sering
kesulitan untuk membedakan pasangan gen yang homosigot dan heterosigot, jika
ada faktor dominan. Seleksi galur murni dilakukan terhadap tanaman yang
melakukan penyerbukan sendiri dan tanaman yang dikembangkan dengan cara
vegetatif. Seleksi galur murni dilaksanakan untuk memperoleh individu
homosigot yang dipilh dari bahan seleksi yang memang sudah mempunyai
tanaman homosigot di dalam populasinya. Populasi bahan seleksi dapat berupa:
1. Varietas lokal yang telah beradaptasi baik pada suatu daerah dan merupakan
campuran berbagai galur, dan
2. Populasi tanaman bersegregasi yang merupakan keturunan dari persilangan
yang melakukan penyerbukan sendiri sampai beberapa generasi.
Keberhasilan seleksi tergantung keragaman genetik tanaman homosigot
pada populasi bahan seleksi. makin banyak atau makin beragam tanaman
homosigot populasi bahan seleksi, makin besar kemungkinan memperoleh
individu tanaman yang diharapkan hasil seleksi berupa galur murni. Kemurnian
galur dapat berubah karena beberapa sebab:
a. Tercampur dengan biji varietas lain
b. Terjadi persilangan secara alami
c. Terjadi mutasi, sehingga penyeleksian perlu dilaksanakan lagi setelah
beberapa tahun galur murni tersebut ditanam.
Seleksi galur murni (pure line breeding) berasal dari seleksi individu
keturunan tanaman penyerbuk sendiri. Pada cara ini sudah dilakukan seleksi atau
pengujian terhadap keturunanan tanaman terpilih, sehingga metode ini merupakan
seleksi tanaman yang sudah berdasarkan pada genetik tanamannya. Keberhasilan
seleksi tergantung pada ragam tanaman homosigot pada suatu populasi bahan
seleksi. Makin banyak atau makin beragam tanaman tanaman homosigot pada
populasi itu , maka akan semakin beragam tanaman-tanaman homosigot pada
populasi itu dan juga akan semakin besar kemungkinan memperoleh individu
tanaman yang diharapkan.
2.2.2 Tujuan Seleksi Galur Murni
Berikut adalah beberapa tujuan dilakukannya seleksi galur murni pada
tanaman menyerbuk sendiri:
1. Untuk mendapatkan individu homosigot
2. Bahan seleksi dipilih dari populasi yang tanamannya sudah homosigot
3. Pemilihan berdasarkan penotip
4. Keberhasilan tgt ragam tan homosigot
5. Hasil seleksi berupa galur murni
6. Populasi campuran bahan seleksi dapat berupa :
a. Varietas lokal
b. Populasi tanaman segregasi
2.2.3 Kelebihan dan Kekurangan Seleksi Galur Murni
Setiap seleksi pada suatu tanaman pasti memiliki kelebihan maupun
kekurangan, begitupun pada seleksi galur murni. Adapun beberapa kelebihan dan
kekurangan dari seleksi galur murni yaitu sebagai berikut :
a. Kelebihan seleksi galur murni
1. Lebih beradaptasi pada lingkungan beragam / perubahan lingkungan yang
cukup besar, sehingga produksi menjadi lebih baik.
2. Produksi lebih stabil bila lingkungan berubah / beragam.
3. Ketahanan lebih baik terutama pada penyakit.
b. Kekurangan dari seleksi lini murni.
1. Kurang menarik, pertumbuhan tanaman tak seragam.
2. Sulit diidentifikasi benih dalam pembuatan sertifikasi benih.
3. Produksi lebih rendah dibanding produksi galur terbaik dari campuran
tersebut
2.3 Metode Seleksi Galur Murni
Berikut metode pelaksanaan seleksi galur murni antaralain sebagai berikut :
1. Melalukan seleksi terhadap individu tanaman dengan fenotip yang
dikehendaki dari populasi heterogen/ landrace.
2. Menanam benih dari satu tanaman dalam baris untuk diamati
3. Melakukan uji galur-galur yang terbentuk (uji projeni)
4. Memilih galur-galur murni yang unggul
5. Perbanyakan benih untuk dilepas sebagai varietas galur murni.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan yaitu :
1. Seleksi galur murni adalah seleksi tanaman tunggal yg homozigot dari
populasi beragam untuk kemudian diperbanyak sebagai galur murni dan
merupakan dasar dari seleksi pedigree pada populasi bersegregasi.
2. Kemurnian galur dapat berubah karena beberapa sebab yaitu Tercampur
dengan biji varietas lain, Terjadi persilangan secara alami, dan terjadi mutasi,
sehingga penyeleksian perlu dilaksanakan lagi setelah beberapa tahun galur
murni tersebut ditanam.
B. Saran
Dalam melakukan persilangan, sebaiknya harus lebih teliti terutama dalam hal
memiih varietas yang akan di tanam.
DAFTAR PUSTAKA

Arya Widura, 2010. Pemuliaan untuk Tanaman Menyerbuk Sendiri.


Agrotekoteknologi , Universitas Trilogi.

Pengertian-kelebihan-dan-kelemahan-seleksi-galur-murni-pada-tanaman/
http://agroteknologi.web.id. Tanggal akses 25 September 2017
Seleksi galur murni. himitsu-himitsu-himitsu.blogspot.com tanggal akses 25
September 2017.