Anda di halaman 1dari 22

Laporan Praktikum 9 Selasa, 1 Desember 2015

Mata Kuliah : Wisata Budaya

PERENCANAAN KONSEP EVENT BUDAYA


(Studi Kasus : Museum Wayang)

Disusun Oleh:
Kelompok 4 (Praktikum 2)
Annas Akbar Putranto J3B114016
Ika Mardiana J3B114034
Armein Kamal Lubis J3B114052
Davina Avissa J3B214064

Dosen:
Bedi Mulyana, S.Hut, M.Par, M.oT
Rini Untari, S.Hut, M.Si

Asisten Dosen:
Rima Pratiwi Batubara, S.Hut
Alvionita Ritawati, A.Md

PROGRAM KEAHLIAN EKOWISATA


PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2015
1

DAFTAR ISI

Halaman
1

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Keberagaman budaya yang dimiliki negeri ini merupakan suatu aset penting
yang harus dilestarikan. Pelestarian budaya di negeri ini bukan hanya melalui suatu
undang-undang atau peraturan tertulis saja melainkan dapat dalam bentuk suatu
kegiatan yang mengundang masyarakat untuk terlibat dalam hal pengadaan kegiatan
ataupun dalam hal menyaksikan. Pengadaaan kegiatan tersebut dapat berupa
perencanaan event budaya. Perencanaan merupakan sebuah usaha yang dilakukan
secara sadar untuk mempertemakan antara permintaan dan penawaran melalui
pendekatan yang objektif yang dirancang dengan sentuhan seni, selera, pengetahuan,
dan pengalaman berdasarkan pada argumen yang rasional (Avenzora 2008).
Sementara Event menurut Getz (1997) dalam UKP (2008;60) adalah fana, tidak abadi
dan setiap event merupakan suatu campuran unik dari durasi, pengaturan,
pengurusan, dan pelaksanaannya.
Dalam sebuah event perlu memperhatikan infrastruktur, akomodasi,
transportasi, atraksi, katering, pedagang pengecer, dan sarana rekreasi atau hiburan.
Ketujuh hal tersebut perlu dipersiapkan sebelum terselengarakannya event. Selain itu
mengenai lokasi akan berpengaruh terhadap ketujuh hal tersebut. pemilihan lokasi
haruslah sesuai dengan maksud dan tujuan event. Spenentuan jenis event pun yang
dilakukan pun harus jelas sehingga saat terlaksana tidak akan terjadi keslahan dalam
sasaran.
Jenis event terbagi menjadi dua yaitu private event dan public event. Kedua
jenis event tersebut akan membantu mengenai ketujuh hal penting dalam event.
Setelah itu penentuan lokasi dan sasaran pun dapat dilakukan. Museum Wayang
merupakan lokasi yang sesuai dengan adanya event budaya. Hal tersebut dikarenakan
Museum Wayang memiliki ketujuh hal tersebut sehingga dalam hal penentuan
sasaran akan mudah. Dengan membuat event berlokasi di Museum Wayang akan
membantu melestarikan apa saja yang terdapat di Museum Wayang maupun yang
tidak berada di Museum Wayang namun masih terdapat suatu kesamaan.

B. Tujuan

Tujuan praktuikum perencanaan event budaya ini yaitu :


1. Mengetahui keberagaman budaya yang ada di Indonesia khususnya yang
terdapat di Museum Wayang.
2. Memperkenalkan lebih dalam hal budaya yang dimiliki Indonesia khususnya di
Museum Wayang kepada masyarakat.
3. Mampu membantu melestarikan budaya yang ada di Museum Wayang maupun
diluar Museum Wayang namun masih terdapat suatu kesamaan.
2

II. KONDISI UMUM

Kondisi umum mencakup letak dan luas kawasan, kondisi fisik, aksesibilitas
dan objek wisata. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah dalam pemahaman
materi.
A. Karakteristik Museum
Museum adalah institusi permanen, nirlaba, melayani kebutuhan publik,
dengan sifat terbuka, dengan cara melakukan usaha pengoleksian, mengkonservasi,
meriset, mengomunikasikan, dan memamerkan benda nyata kepada masyarakat
untuk kebutuhan studi, pendidikan, dan kesenangan. Dalam pembahasan ini, saya
akan membahas tentang Museum Wayang. Museum Wayang merupakan Museum
yang berisi beraneka ragam wayang yang ada di Indonesia maupun boneka-boneka
yang berasal dari negara lain. Di museum ini, terdapat 2 bentuk wayang kulit dan
boneka. Di museum ini juga,ada koleksi boneka Unyil,wayang kulit, wayang golek
dan beberapa wayang dari daerah lain, ada juga boneka dari luar negeri seperti Rusia,
Belanda. Unyil menjadi ciri khas wayang yang disukai anak-anak. ada pula wayang
kulit dari berbagai daerah di Indonesia. namun, masyarakat lebih mengetahui wayang
kulit hanya berasal dari Jawa. Karena, pertunjukan Wayang Kulit lebih sering di-
iringi oleh gamelan atau instrumen musik Jawa.
B. Profil Museum
Terletak di kawasan kota Tua, De Oude Bataviasche Museum atau Museum
Batavia Lamaatau yang sekarang lebih di kenal dengan Museum Wayang adalah
salah satu tempat wisata yang ada di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Selain harga
tiketnya dapat dibilang murah meriah. Kita juga bisa mendapatkan wawasan lebih
mengenai dunia perwayangan yang mulai dilupakan terutama oleh generasi muda.
Di museum tersebut terdapat banyak jenis tokoh pewayangan yang berasal dari
Indonesia dan negara-negara asing.
Bangunan yang dibuat pada tahun 1640 oleh Jan Pieterszoon Coen atau yang
lebih dikenal dengan nama JP Coen mengalami beberapa kali perombakan. Pada
awalnya bangunan ini bernama De Oude Hollandsche Kerk (Gereja Lama Belanda)
dan dibangun pertamakali pada tahun 1640. Tahun 1732 diperbaiki dan berganti
nama De Nieuwe Hollandse Kerk (Gereja Baru Belanda) hingga tahun 1808 akibat
hancur oleh gempa bumi pada tahun yang sama. Di atas tanah bekas reruntuhan
inilah dibangun gedung museum wayang dan diresmikan pemakaiannya sebagai
museum oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pada 13 Agustus1975. Meskipun
telah dipugar beberapa bagian gereja lama dan baru masih tampak terlihat dalam
bangunan ini.
Museum Wayang memamerkan berbagai jenis dan bentuk wayang dari seluruh
Indonesia, baik yang terbuat dari kayu atau kulit maupun bahan-bahan lainya,
terdapat pula makam yang dulunya merupakan tokoh pembesar Belanda yang
meninggal pada masa colonial Belanda bernama Jan Pieter Zoon Coen.
Museum Wayang memiliki sekitar 5.147 koleksi. Selain wayang yang berasal
dari sejumlah daerah di tanah air seperti Sunda, Jawa, Bali, Lombok dan sumatra.
Terdapat pula wayang mancanegara seperti dari Malaysia, Suriname, Perancis,
3

Kamboja, India, Amerika. Inggris, Thailand dan Vietnam. Museum ini juga
dilengkapi oleh sarana pendukung. Misalnya alat musik pengiring gamelan,
panggung yang bisa digunakan untuk pertunjukan, alat penerang untuk pagelaran
wayang kulit dan sebagainnya. Selain itu untuk menarik minat pengunjung, secara
periodik disenggelarakan juga pagelaran wayang pada minggu 2 dan ke 3 setiap
bulannya. Seperti pertunjukan wayang, peragaan pembuatan wayang dan peragaan
karawitan atau lomba mewarnai serta melukis wayang bagi pelajar. Pada tanggal 7
November 2003, PBB memutuskan mengakui wayang Indonesia sebagai warisan
dunia yang patut dilestarikan.
C. Kegunaan Museum
Museum digunakan untuk menyimpan hasil budaya agar tetap terjaga rapi dan
dapat dinikmati oleh masyrakat tanpa harus mengunjungi daerah-daerah tempat
wayang berada dan dapat dinikmati secara terus menerus. Ada pula kegunaan dari
museum Wayang, yaitu kita dapat mengetahui jenis Wayang dari seluruh Nusantara
dan negara lain, dan kita juga dapat mengetahui lebih jelas pembuatan secara detail
suatu wayang dan asal-usul nya. Museum Wayang juga memberikan kita cara
mengetahui perbedaan dalam pembuatan anggota tubuh wayang dari satu wayang
dan wayang lainnya yang dibedakan dalam motif-motif tertentu. Di Museum Wayang
kita juga dapat mengetahui kisah dibalik masing-masing wayang yang ada di
museum wayang tersebut. Kita juga dapat mengetahui perbedaan antara Wayang dari
masing-masing daerah di Indonesia. Di museum wayang ini juga, kita dapat
mempelajari mengenai wayang dan karakteristik wayang yang ada di Nusantara.
Museum ini juga dapat menjadi jembatan untuk mengingat hasil karya berupa
Wayang dari masa ke masa. Museum ini juga dapat dijadikan sarana edukasi bagi
anak-anak agar mengetahui dan mencintai budaya Indonesia.
D. Biaya dan Waktu Buka Museum
Ada pula dengan tujuan pemeliharaan museum itu sendiri, maka untuk
mengunjungi Museum Wayang ini dikenakan dengan biaya sebagai berikut :
Dewasa : Rp. 5.000,-
Mahasiswa : Rp. 3.000,-
Anak-anak/ Pelaja : Rp. 2.000,-
Ada pula sekolah-sekolah yang mengadakan kunjungan atau turis-turis yang
mengunjungi Museum Wayang dari salah satu biro berjalanan, dan Museum Wayang
ini mengenakan biaya yang lebih murah untuk rombongan, yaitu :
Dewasa : Rp. 3.750,-
Mahasiswa : Rp. 2.250,-
Anak-anak/ Pelajar : Rp. 1.500,-

Dan untuk waktu buka Museum adalah :


Selasa s.d Minggu : 09.00 15.00
Senin dan Hari besar Libur : TUTUP
4

E. Akses Menuju Museum


Museum Wayang ini terletak di Jl. Pintu Besar Utara No. 27, Jakarta Barat.
Ada beberapa alternativ kendaraan untuk mencapai Museum Wayang tersebut, Yaitu:
Commuter Line : Dari arah Bogor, dapat mengambil arah ke Jakarta Kota. Jika
anda berasal dari jalur lain, bisa mengambil arah ke Manggarai
dan transit di Manggarai berpindah jalur kereta ke arah Jakarta
Kota.
Bus TransJakarta : Bisa naik dari halte busway mana saja, menuju halte
Harmoni. Lalu, tukar jurusan yang arah ke Kota, keluar
halte Kota jalan sedikit ke arah Kota Tua.
5

III. TINJAUAN PUSTAKA

Adapun tinjauan pustaka dalam kegiatan praktikum perencanaan konsep event


budaya di museum wayang ini meliputi perencanaan, konsep, event dan budaya.
Selanjutnya akan dipaparkan pada paragraf sebagai berikut :

A. Perencanaan

Perencanaan adalah proses dasar manajemen untuk menentukan tujuan dan


langkah-langkah yang harus dilakukan agar tujuan dapat tercapai. Perencanaan
memberikan informasi untuk mengkoordinasikan pekerjaan secara akurat dan efektif.
Suatu rencana yang baik harus berdasarkan sasaran, bersifat sederhana, mempunyai
standar, fleksibel, seimbang, dan menggunakan sumber-sumber yang tersedia dulu.
Berikut ini Pengertian Perencanaan yang dikemukakan oleh beberapa ahli:
1. Douglas: Perencanaan adalah suatu proses kontinu dari pengkajian, membuat
tujuan dan sasaran, dan mengimplementasikan serta mengevaluasi atau
mengontrolnya.
2. Alexander: Perencanaan adalah memutuskan seberapa luas akan dilakukakan,
bagaimana melakukannya, kapan melakukannya, dan siapa yang melakukannya.
3. Steiner: Perencanaan adalah suatu proses memulai dengan sasaran-sasaran,
batasan strategi, kebijakan, dan rencana detail untuk mencapainya, mencapai
organisasi untuk menerapkan keputusan, dan termasuk tinjauan kinerja dan
umpan balik terhadap pengenalan siklus perencanaan baru.
Robbins dan Coulter menjelaskan fungsi dari perencanaan sebagai berikut:
a. Perencanaan sebagai Pengarah
Perencanaan merupakan upaya untuk meraih atau mendapatkan sesuatu secara
lebih terkoordinasi. Dalam hal ini perencanaan adalah sebagai pengarah atau guide
dalam usaha untuk mencapai tujuan secara lebih terkoordinasi dan terarah.
b. Perencanaan sebagai Minimalisasi Ketidakpastian
Pada dasarnya di dunia ini tidak ada yang tidak mengalami perubahan.
Perubahan-perubahan yang terjadi membawa ketidakpastian bagi organisasi. Kadang
perubahan tersebut sesuai dengan apa yang kita inginkan akan tetapi tidak jarang
perubahan tersebut tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Ketidak pastian
inilah yang harus diminimalisasikan, dengan adanya perencanaan, ketidak pastian
yang akan terjadi di kemudian hari diantisipasi sebelumnya.
c. Perencanaan sebagai Minimalisasi Pemborosan Sumber Daya
Setiap organisasi pasti membutuhkan sumber daya, dengan adanya
perencanaan, sebuah organisasi di awal sudah melakukan perencanaan mengenai
penggunaan sumber daya sehingga diharapkan tidak terjadi pemborosan dalam hal
penggunaan sumber daya yang ada sehingga organisasi tersebut bisa meningkatkan
tingkat efisiensinya.
d. Perencanaan sebagai Penetapan Standar dalam Pengawasan Kualitas.
Perencanaan berfungsi sebagai penetapan standar dalam pengawasan kualitas
yang harus dicapai oleh organisasi dan diawasi pelaksanaannya dalam fungsi
6

pengawasan manajemen. Dalam perencanaan, perusahaan menentukan tujuan dan


rencana-rencana untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam pengawasan, perusahaan
berusaha membandingkan antara tujuan yang telah ditetapkan dengan realita di
lapangan, dan mengevaluasi penyimpangan-penyimpangan yang mungkin terjadi,
sehingga bisa mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan untuk memperbaiki
kinerja perusahaan.

B. Konsep

Pengertian Konsep Menurut Para Ahli :


Soedjadi (2000:14) menyatakan bahwa pengertian konsep adalah ide abstrak
yang dapat digunakan untuk mengadakan klasifikasi atau penggolongan yang pada
umumnya dinyatakan dengan suatu istilah atau rangkaian kata.
Bahri (2008:30) menyatakan bahwa pengertian konsep adalah satuan arti yang
mewakili sejumlah objek yang mempunyai ciri yang sama. Orang yang memiliki
konsep mampu mengadakan abstraksi terhadap objek-objek yang dihadapi, sehingga
objek-objek ditempatkan dalam golongan tertentu. Objek-objek dihadirkan dalam
kesadaran orang dalam bentuk representasi mental tak berperaga. Konsep sendiri pun
dapat dilambangkan dalam bentuk suatu kata (lambang bahasa).
Singarimbun dan Effendi (2009) menyatakan bahwa pengertian konsep adalah
generalisasi dari sekelompok fenomena tertentu, sehingga dapat dipakai untuk
menggambarkan barbagai fenomena yang sama. Konsep merupakan suatu kesatuan
pengertian tentang suatu hal atau persoalan yang dirumuskan. Dalam merumuskan
kita harus dapat menjelaskannya sesuai dengan maksud kita memakainya.

C. Event

Menurut Any Noor (2009:7) definisi dari event adalah suatu kegiatan yang
diselenggarakan untuk memperingati hal-hal penting sepanjang hidup manusia, baik
secara individu atau kelompok yang terikat secara adat, budaya, tradisi, dan agama
yang diselenggarakan untuk tujuan tertentu serta melibatkan lingkungan masyarakat
yang diselenggarakan pada waktu tertentu.
Jenis event dilihat dari tujuan yang diharapkan, terbagi menjadi duabagian :
1. Non komersial event
Non komersial event adalah event yang sifatnya tidak komersil, tidak
mengharapkan keuntungan berupa uang. Event seperti ini biasanya diadakan oleh
kelompok-kelompok atau komunitas tertentu yang lebih condong ke sifat sosial.
Contoh, kegiatan donor darah, bakti sosial, dan lainnya
2. Komersial event
Komersial Event adalah event yang diadakan suattu kelompok atau komunitas
tertentu yang diharapkan dapat menghasilkan keuntungan materi. Hal ini sah saja
dilakukan asal tidak bertentangan dengan orma yang berlaku di masyarakat. Contoh,
kegiatan pentas seni, lomba futsal, dan lainnya.
7

D. Budaya

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitubuddhayah, yang


merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal)diartikan sebagai hal-hal yang
berkaitan dengan budi dan akal manusia.Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut
culture, yang berasal dari kataLatin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa
diartikan juga sebagaimengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang
diterjemahkansebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat, beberapa definisi
tentang budaya yang dikemukakan oleh beberapa ahli, antara lain:
1. Menurut Koentjaraningrat, wujud kebudayaan ada tiga macam:
o Kebudayaan sebagai kompleks ide,gagasan, nilai, norma, dan peraturan.
o Kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola manusia dalam
masyarakat
o Benda-benda sebagai karya manusia
2. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakanbahwa segala
sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan olehkebudayaan yang dimiliki
oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untukpendapat itu adalah Cultural-Determinism.
3. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurundari satu
generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
4. Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian,nilai, norma,
ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain,
tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas
suatu masyarakat.
5. Edward B. Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di
dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat
istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota
masyarakat.
6. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya,
rasa, dan cipta masyarakat.
7. Tylor, kebudayaan adalah keseluruhan aktivitas manusia, termasuk pengetahuan,
kepercayaan, seni, moral, hukum, adat-istiadat, dan kebiasaankebiasaan lain.
8. Marvin Harris, yaitu seluruh aspek kehidupan manusia dalam masyarakat, yang
diperoleh dengan cara belajar, termasuk pikiran dan tingkah laku.
9. Parsudi Suparlan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan pengetahuan manusia
sebagai makhluk sosial, yang digunakan untuk menginterpretasi dan memahami
lingkungan yang dihadapi, dan untuk menciptakan serta mendorong terwujudnya
kelakuan.
10. Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai
sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial,
religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang
menjadi ciri khas suatu masyarakat.
8

IV. METODE PRAKTIKUM

Metode yang digunakan dalam praktikum ini meliputi tempat dan waktu
penelitian, alat dan bahan, serta tahapan kerja yang dilakukan. Metode-metode
tersebut ditempuh guna memperlancar kegiatan praktikum. Adapun metode
praktikum adalah sebagai berikut.

A. Tempat dan Waktu Penelitian

Penugasan di berikan pada hari Selasa, 17 November 2015 di Gedung


Cilibende A dalam Praktikum Wisata Budaya dan Spiritual pertemuan ke-9. Tempat
yang menjadi lokasi observasi adalah Museum Wayang, data yang diperoleh
memalui observasi lapang secara langsung pada hari Jumat, 27 November 2015.

B. Alat dan Bahan

Alat yang digunakan saat praktikum, di antaranya peralatan tulis menulis yang
berguna untuk mencatat informasi yang di dapatkan dari internet, selanjutnya
laptop/notebook yang berfungsi sebagai alat penyusunan dan pembuatan laporan.
Adapun bahan yang diperlukan dan digunakan dalam mengerjakan tugas praktikum
ini adalah data hasil observasi yang diperoleh dari observasi lapang secara langsung.
Semua alat dan bahan tersebut sangat bermanfaat dalam pelaksanaan praktikum dan
penyelesaian laporan.

E. Tahapan Kerja

Adapun tahapan kerja yang dilakukan dalam praktikum ini adalah secara
sistematis. Tahapan kerja yang dilakukan, mendukung kegiatan pengambilan data
yang dilakukan secara observasi lapang. Tahapan kerja dalam praktikum ini adalah:
1. Menentukan lokasi yang akan dijadikan sebagai tempat observasi lapang dan
mendatanginya dengan semua anggota kelompok 4.
2. Mencari data melalui pengamatan dan wawancara dengan pihak pengelola.
3. Menganalisa data yang diperoleh dari hasil observasi dan mendeskripsikannya.
4. Mendeskripsikan masing-masing konsep yang diperoleh berdasarkan data hasil
observasi dan dibahas secara perorangan oleh setiap anggota kelompok.
5. Menyajikan data hasil analisa ke dalam bentuk laporan lengkap.
9

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil
Berdasarkan hasil dari observasi secara langsung ke Museum Wayang, terdapat
Objek dan Fasilitas yang tersedia di Museum tersebut, penjelasan secara rinci akan di
jelaskan pada paragraf selanjutnya.

1. Objek Wisata Museum Wayang

a. Wayang Kulit
Museum Wayang memiliki koleksi Wayang Kulit yang sangat beragam.
Wayang Kulit yang terdapat di Museum ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Wayang Kulit yang menjadi andalan di Museum ini adalah Wayang Kulit Purwa
Ngabean, Wayang Kulit Banjar, Wayang Kyai Intan dan Wayang Kulit Sadat. Teknik
pembuatan dari Wayang Kulit ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
b. Wayang Golek
Wayang Golek merupakan salah satu daya tarik andalan dari pihak pengelola.
Wayang Golek yang ada di MuseumWayang ini sangat beragam. Wayang Golek yang
menjadi daya tarik utama adalah pewayangan dari kisah Brahmana. Jumlah wayang
golek yang ada di museum ini juga sangat banyak.
c. Alat musik
Museum Wayang ini menampilkan beberapa alat musik tradisional yang ada di
Indonesia. Alat musik yang ada di Museum Wayang ini adalah gamelan, gambang
kromong, dan kecrek Bali. Pengunjung hanya dapat menikmati alat-alat musik
tersebut dan tidak boleh dimainkan.
d. Blencong
Blencong merupakan sebuah lampu pada pertunjukan wayang kulit pada masa
lalu. Blencong ini digunakan sebagai penerang pada layar. Bahan bakar yang
digunakan masih sangat sederhana yaitu minyak kelapa yang diberi sumbu dari lowe
atau benang kapas. Blencong yang ada di Museum Wayang ini merupakan
sumbangan dari perwira kerajaan yang berasal dari Den Haag, Belanda.
e. Boneka si Unyil
Boneka si Unyil ini merupakan salah satu yang menjadi daya tarik bagi
wisatawan yang datang. Pengunjung dapat meliha Boneka si Unyil ini ketika
pengunjung naik ke lantai dua. Koleksi Boneka si Unyil ini merupakan koleksi asli
milik penciptanya yaitu Alm. Pak Raden.
f. Boneka dari berbagai negara
Museum Wayang tidak hanya mempunyai koleksi pewayangan dari dalam
negeri saja. Museum Wayang ini juga memiliki koleksi Boneka dari beberapa negara
di dunia. Boneka-boneka tersebut ada yang berasal dari Inggris, India, Cina, dan
10

Amerika. Daya tarik dari boneka-boneka ini adalah bahan dan cara pembuatannya
yang berbeda dari wayang-wayang yang ada di Indonesia.
g. Wayang Revolusi
Wayang Revolusi merupakan salah satu koleksi terbaru dari Museum Wayang.
Wayang Revolusi ini dibuat dalam rangka menyambut HUT RI pada tanggal 17
Agustus 2015 kemarin. Wayang Revolusi ini juga sempat dipamerkan pada event
Pagelaran Wayang untuk memperingati ulang tahun Museum Wayang. Saat ini
Wayang Revolusi tersebut dipamerkan di Ruang Pagelaran.

2. Fasilitas Wisata Museum Wayang

a. Ruang Pagelaran
Ruang pagelaran merupakan ruangan yang terdapat di dalam museum wayang
dan terdapat di lantai dasar museum wayang. Ruang pagelaran biasa di gunakan
untuk melakuan suatu pagelaran akbar baik yang rutin di lakukan setiap minggunya
atau pagelaran tahunan dengan memainkan koleksi wayang di museum.
b. Ruang Tata Pamer
Ruang tata pamer terdapat di seluruh ruangan yang ada di museum wayang.
Ruang tata pamer dimulai dari pintu masuk sampai dengan ruang belakang
dilanjutkan dengan lantai dua museum dan turun kembali ke lantai dasar. Wayang
yang dipamerkan merupakan wayang dengan berbagai jenis bahan pembuatannya,
dan tidak hanya wayang tetapi terdapat juga boneka yang berasal dari negara lain.
c. Ruang Kantor
Ruang kantor berada di lantai dua museum, dan terdapat beberapa kursi untuk
pengunjung yang akan melakukan wawancara, serta terdapat beberapa berkans
penting museum yang terdapat di sana.
d. Fasilitas lainya
Museum wayang juga memiliki beberapa fasilitas lain yang menunjang wisata
di museum wayang. Fasilitas tersebut antara lain, musholla yang tedapat di lantai
satu, lalu toilet yang berada di dekat pintu keluar museum, perpustakaan yang
memiliki beberapa koleksi buku dengan cerita berbagai macam serial pewayangan,
tempat duduk dan tempat sampah yang tedapat di sepanjang lorong museum.

3. Event Budaya Museum Wayang

Terdapat beberapa event yang pernah dilakukan di museum wayang, even-


event tersebut dilakukan untuk memamerkan koleksi dari wayang yang ada di
museum, baik wayang kulit atau wayang golek. Event juga dilakukan untuk memberi
edukasi kepada para pengujung tentang cerita pewayangan dan juga makna bagi
kehidupan dari setiap cerita pewayangan. Event tersebut diantaranya :
a. Pagelaran Rutin Mingguan
b. Pagelaran Wayang Outdoor
c. Pementasan Wayang Nusantara
11

d. Festival Dalang Cilik

B. Pembahasan

Adapun pembahasan yang sajikan adalah ulasan dari hasil observasi yang
selanjutnya akan dijelaskan berupa objek, fasilitas dan event budata sebagai berikut :

1. Pagelaran Wayang Nusantara (Ika Mardiana/J3B114034)


Museum wayang terkenal karena di dalamnya terdapat wayang dari seluruh
Indonesia dengan berbagai bahan dasar pembuatan yang berbeda dan juga dengan
berbagai bentuk yang menarik. Museum wayang tidak hanya menampilkan wayang
dari Indonesia saja tetapi juga terdapat wayang dari luar negeri seperti India,
Polandia, Thailand, China, Amerika dan masih banyak lagi. Setiap tahunnya museum
wayang mengadakan suatu pagelaran akbar yang menampilkan beberapa koleksi
wayang yang terdapat di museum tersebut. Berbagai macam jenis wayang dari
berbagai daerah di Indonesia akan ditampilkan, antara lain wayang golek, wayang
kulit, wayang refolusi ataupun wayang orang dari betawi.
a. Tujuan
Perencanaan event budaya ini membutuhkan suatu konsep sesuai dengan
pengembangan peta dan jalur, objek yang dan fasilitas yang ada. Perencanaan ini
bertujuan untuk memudahkan wisatawan melewati jalur yang ada dan mengelilingi
objek wisata budaya di museum wayang. Perencanaan ini untuk memudahkan
memahami jalur yang ada di kawasan museum wayang bagi wisatawan dan
mengetahui setiap objek yang ada di kawasan museum wayang. Perencanaan yang
dibuat dapat memanfaatkan kebudayaan berjalan kaki bagi para pengunjung.
Pengunjung dapat berjalan kaki dari stasiun Jakarta Kota menuju lapangan kota tua
dan berkumpul di depan Museum Wayang. Selama perjalanan menuju lapangan,
pengunjung dapat melihat keramaian jalanan di Ibu Kota Jakarta.
Selanjutnya pengunjung akan dibawa mengikuti jalur yang sudah tersedia di
Museum Wayang. Jalur dimulai dari pintu masuk museum wayang yaitu tempat
pembelian tiket atau karcis retribusi sebesar Rp.3000,- untuk pelajar/mahasiswa dan
Rp.5000,- untuk dewasa/umum. Pengunjung akan di suguhkan berbagai macam
tokoh pewayangan di kanan dan kiri ruangan di dalam museum wayang. Peletakan
letak tata pamer diganti setiap 6 bulan sekali dan pada kunjungan di bulan November
ini, letak tata pamer di mulai dengan koleksi wayang golek Lung Bandung
dilanjutkan oleh Wayang kulit gaya Surakarta, Wayang kulit Cirebon, Wayang kulit
Gaya Jogja, boneka dari berbagai negara dan alat gamelan untuk pementasan.
Pengunjung yang masuk kedalam museum pada 1 rombongan di batasi yaitu 30
orang.
Pengunjung akan dipandu untuk mengelilingi museum wayang sambil di
terangkan mengenai makna, sejarah dan awal keberadaan wayang di museum.
Museum yang di kelilingi tidak hanya 1 ruangan tetapi terdapat beberapa ruangan
dengan koleksi macam-macam wayang dan museum juga terdapat 2 lantai yang
keduanya memiliki letak tata pamer yang berbeda. Setelah selesai berkeliling,
pengunjung akan di sambut oleh dua ondel-ondel besar yang berada di pintu keluar
12

dan pengunjung juga dapat membeli berbagaimacam souvenir seperti gantungan


kunci wayang dengan berbagai tokoh yang terbuat dari kulit kerbau asli.
e. Sasaran
Sasaran dalam event pagelaran Wayang Nusantara adalah adalah anak berusia
12 sampai dengan 17 tahun. Hal itu bertujuan agar para pengunjung anak-anak dapat
mengerti dan paham mengenai cerita pewayangan yang memiliki banyak nilai
positif. Cerita pewayangan banyak menceritakan keseharian para pejuang jaman
dahulu dan tokoh tokoh terkenal dengan kekuatan, kesabaran, ketampanan dan
kecantikannya.
f. Tema
Pagelaran Wayang Nusantara merupakan event yang dapat di gelar di museum
wayang dengan m emanfaatkan wayang-wayang koleksi museum untuk di mainkan
dan menarik banyak perhatian masyarakat. Pagelaran dilakukan di suatu ruangan
khusus yaitu ruangan yang bernama Ruang Pagelaran dimana di ruangan itu dapat
menampung kurang lebih 200 penonton. Pagelaran tidak hanya di lakukan di dalam
ruangan tetapi pagelaran juga dilakukan di luar ruangan, yaitu di lapangan depan
museum wayang dan di buat layar dengan blencong sebagai lampu sorotnya.
Hal yang dilakuakan agar kegiatan yang sudah direncanakan dapat bejalan
dengan lancar dan baik, di buatlah perencanaan pembangunan fasilitas yang
mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Fasilitas yang dapat di tambahkan berupa
gazebo dan tempat duduk. Agar kegiatan dapat berjalan dengan baik dan terarah
dengan baik maka perlu di buat itinerary atau jadwal untuk melakukan kegiatan.
Itinerary yang sudah di buat dapat mempermudah pengunjung untuk datang
berkunjung dan mengikuti kegiatan dengan baik dan lancar. Itinerary kegiatan Wisata
Budaya di Museum Wayang dapat dilihat pada tabel 1:
Tabel 1 Pagelaran Wayang Nusantara
No Kegiatan Waktu Keterangan
Berkumpul di Lapangan
1 Berkumpul 09:00 09:30
depan Museum Wayang
Penjelasan museum secara Sejarah yang dijelaskan oleh
2 09:30 10:00
singkat pemandu
Berkeliling museum yang di
3 Memasuki museum 10:00 11:30
pandu oleh pemandu
Peserta dapat istirahat,
makan, sholat dan berfoto di
4 Istirahat 11:30 13:00 area Museum wayang, serta
peserta juga dapat membeli
souvenir wayang di museum
Pagelaran di dalam ruang
pagelaran dengan wayang
yang dimainkan adalah
Pagelaran wayang
5 13:00 16:00 wayang kulit kombinasi
In door
dengan wayang golek yang
menceritakan serial
Mahabarata
6 Acara bebas 16:00 17:00 Peserta dapat bermain di area
13

No Kegiatan Waktu Keterangan


museum wayang atau di
lapangan depan museum
Peserta akan di ajak
berkeliling kota tua dan
7 Pemanduan 18:00 20:00
istirahat, mandi, sholat
Magrib dan sholat Isya
Pagelaran di luar ruangan
yaitu di lapangan depan
museum wayang denga
Pagekaran wayang wayang yang dimainkan
8 8 20:00 22:00
Out Door adalah wayang golek
komninasi wayang kulit
dengan serial Ramashinta
sebagai ceritanya

2. Explore the Puppet (Davina Avissa/J3B214064)


Museum wayang merupakan salah satu museum yang
menyimpan banyak potensi untuk menjadi salah satu tujuan utama
dalam wisata, termasuk untuk event wisata budaya. Museum
Wayang ini terletak di Kawasan Kota Tua. Museum Wayang ini
memiliki sejatah yang sangat unik. Sebelum menjadi Museum
Wayang, bangunan tersebut merupakan bangunan dari sebuah
gereja. Objek-objek yang terdapat di dalam Museum Wayang ini
tidak hanya berasal dari daerah-daerah di Indonesia saja. Museum
ini juga menampilkan wayang yang berasal dari luar negeri seperti
Inggris, Amerika, India, Cina, dan lain-lain.
a. Tujuan
Perencanaan mengenai event budaya ini membutuhkan suatu konsep sesuai
dengan pengembangan peta, objek dan fasilitas yang ada. Perencanaan ini bertujuan
untuk memudahkan wisatawan dalam melewati jalur yang ada dan mengelilingi
objek wisata budaya di Museum Wayang. Perencanaan jalur yang dibuat dapat
memanfaatkan kebudayaan berjalan kaki bagi para pengunjung. Pengunjung dapat
berjalan kaki dari Stasiun Jakarta Kota menuju Kawasan Kota Tua dan berkumpul di
depan Museum Wayang. Selama perjalanan menuju Kawasan Kota Tua, pengunjung
dapat melihat keramaian jalanan di Ibu Kota Jakarta dan berbagai macam souvenir
yang dijual di sekitar Kawasan Kota Tua. Program yang dirancang adalah
Explore the Puppet. Explore the Puppet merupakan wisata
pendidikan dimana para pengunjung dapat menelusuri museum
untuk melihat macam-macam wayang ada besera uraian singkat
dari wayang tersebut.
Pengunjung akan dibawa ke Museum Wayang dan mengikuti jalur yang sudah
tersedia. Jalur dimulai dari pintu masuk Museum Wayang yaitu tempat pembelian
karcis retribusi. Harga karcis untuk setiap golongan berbeda-beda. Pengunjung
dengan golongan anak-anak/pelajar seharga Rp.2000,-/ Kemudian, Rp.3000,- untuk
mahasiswa dan Rp.5000,- untuk dewasa/umum. Pengunjung akan disuguhkan
14

dengan berbagai macam tokoh pewayangan di sepanjang perjalanan di dalam


museum wayang.

b. Sasaran
Sasaran dalam event Explore the Puppet adalah adalah anak berusia 15 tahun
sampai 17 tahun. Hal itu dikarenakan mengingat durasi dari kegiatan
wisata tersebut. Hal ini juga bertujuan agar para pengunjung dapat
mengerti dan paham mengenai cerita pewayangan. Jumlah sasaran pengunjung
adalah maksimal sebanyak 30 orang.
c. Tema
Event yang bertemakan Explore the Puppet ini merupakan sebuah konsep event
yang bertujuan memperkenalkan pewayangan yang ada di Indonesia. Selain
memperkenalkan pewayangan yang ada di Indonesia pengunjung akan diajarkan
bagaimana cara membuat wayang dan cara merawat wayang. Hal ini dilakuakn
dengan tujuan agar para generasi muda memiliki rasa tertarik dengan pewayangan.
Kemudian pengunjung juga akan diajarkan mengenai alat musik tradisional yang ada
di Indonesia.
Program wisata ini berdurasi 2 hari 1 malam. Keberangkatan dimulai dari jam
07.00 menuju Museum Wayang. Kemudian pengunjung akan berkumpul di depan
Museum Wayang pada pukul 09.00 WIB. Saat pengunjung sedang berkumpul di
depan Museum Wayang pengunjung akan diberikan sedikit briefing atau arahan
mengenai kegiatan yang akan berlangsung. Kegiatan dilanjutkan dengan program
pemanduan Museum Wayang. Setelah pemanduan pengunjung akan diberikan waktu
untuk beristirahat. Ittenarry dari program wisata Explore the Puppet ini
dapat dilihat di tabel 1 berikut:
Tabel 2 Explore the Puppet
No
. Kegiatan Waktu Uraian Kegiatan
1. Berkumpul dan 09.00-10.00 Peserta berkumpul di
Briefing halaman Kawasan
Kota Tua atau depan
Museum Wayang
2. Pemanduan 10.00-11.30 Peserta diajak
berkeliling Museum
Wayang dan dibeikan
penjelasan mengenai
objek yang ada.
15

3. Games dan Foto-foto 11.30-12.00 Peserta diberikan


games berupa
pertanyaan mengenai
kegiatan pemanduan
yang baru dilakukan.
Kemudian peserta
akan berfoto bersama
di Museum Wayang.
4. ISOMA 12.00-13.30 Peserta dapat istirahat,
makan, dan sholat serta
peserta juga dapat membeli
souvenir wayang di
museum
5. Praktek memainkan 13.30-15.30 Peserta akan
alat musik gambang diajarkan bagaimana
kromong dan cara memainkan
workshop pembuatan gambang kromong
wayang. dan bagaimana
proses pembuatan
wayang.
6. Pagelaran Wayang 15.30-17.00 Peserta akan disajikan
Revolusi pagelaran Wayang
Revolusi yang
bertemakan sejarah
Perjuangan
Kemerdekaan
Indonesia.
7. Acara Bebas 17.00-19.00 Peserta diizinkan
untuk berkeliling
Kawasan Kota Tua,
berfoto-foto, sholat,
dan istirahat di Hotel.
8. Makan malam 19.00-20.00 Peserta akan
bersama dijamukan makan
malam di Hotel
dengan menu
makanan khas
Jakarta.
9. Persiapan Pagelaran 20.00-20.30 Peserta menuju
Kawasan Kota Tua
16

untuk bersiap-siap
menonton Pagelaran.
10 Pagelaran Wayang 20.30-22.00 Penampilan Pagelaran
. Orang semalam Wayang Orang yang
suntuk bertemakan kisah
Mahabrata.
11 Istirahat(Tidur) 22.00-06.00 Peserta diizinkan
. untuk kembali ke
Hotel Batavia dan
beristirahat.
12 Senam Pagi 06.00-06.30 Perserta diajak untuk
. senam pagi di sekitar
hotel.
13 Mandi dan Sarapan 06.30-07.30 Peserta diizinkan
. untuk bersiap-siap,
mandi, dan sarapan
pagi di hotel.
14 Pembelajaran cara 07.30-09.00 Peserta diajarkan cara
. memainkan wayang memainkan wayang
di Ruang Pagelaran
Museum Wayang.
15 Workshop 09.00-10.00 Peserta diajarkan
. pemeliharaan wayang bagaimana cara
merawat wayang
dengan benar.
16 Games 10.00-11.00 Peserta akan
. diberikan
permainanyang
berhubungan dengan
tokoh-tokoh
pewayangan.
17 Pembagian Souvenir 11.00-12.00 Pembagian hadiah
. dan Penutupan kepada peserta yang
memenangkan
permainan dan
penutupan.
18 Persiapan pulang 12.00 Peserta melakukan
. persiapan pulang.
17

Kegiatan dimulai dengan pemanduan mengelilingi Museum


Wayang yang dipandu oleh seorang guide. Selama pemanduan
pengunjung akan diberikan penjelasan mengenai wayang-wayang
yang terdapat di Museum Wayang tersebut. Setelah pemanduan,
pengunjung akan diberikan games berupa pertanyaan mengenai
kegiatan pemanduan. Selanjutnya, pengunjung akan diberikan
kesempatan untuk foto bersama. Setelah itu, pengunjung akan
diberikan waktu untuk beristirahat dan makan siang.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian workshop mengenai
cara pembuatan wayang dan belajar memainkan gambang
kromong. Peserta akan diajarkan apa saja alat dan bahan yang
dibutuhkan dan bagaimana tahapan dalam proses pembuatan
wayang. Setelah itu, peserta akan disuguhkan Pagelaran Wayang
Revolusi yang akan diselenggarakan di Ruang Pagelaran.
Kemudian, peserta akan dibebaskan untuk berkeliling Kawasan Kota
Tua.
Setelah peserta makan malam, peserta akan bersiap-siap
untuk pagelaran wayang. Kegiatan dilannjutkan dengan Pagelaran
Wayang Orang semalam suntuk. Tema dari pagelaran tersebut
adalah Kisah Mahabrata. Pagelaran tersebut dilaksanakan di
halaman depan Museum Wayang. Setelah menonton pagelaran,
peserta diizinkan untuk kembali ke hotel dan beristirahat.
Kegiatan pada hari ke dua dimulai dengan kegiatan senam
pagi. Kemudian peserta akan diberikan waktu untuk bersiap-siap
dan sarapan. Setelah sarapan, peserta akan diberikan
pembelajaran mengenai cara memainkan wayang dan cara
pemeliharaan wayang. Setelah kegiatan workshop selesai pemain
akan diberikan games berupa pertanyaan mengenai kegiatan-
kegiatan yang sudah dilakukan. Pada acara terakhir akan dilakukan
pembagian hadiah kepada peserta yang memenangkan games
sebelumnya dan dilanjutkan dengan penutupan.

3. Wayang Lestari (Armein Kamal Lubis/J3B114052)

Perencanaan event yang berjudul Wayang Lestari merupakan sebuah acara


untuk memberikan pelestarian terhadap wayang. Memberikan sajian wayang yang
cocok untuk seluruh kalangan dan mempertahankan budaya wayang yang merupakan
budaya asli negara Indonesia. Jenis wayang berasal dari banyak daerah, Jawa Timur,
Sunda, Jakarta, maupun luar negeri.

a. Tujuan

Event yang diadakan bertujuan untuk mengenalkan wayang kepada masyarakat


umum. Kegiatan akan dilakukan diluar ruangan berupa halaman depan Musium
18

Fatahillah. Dilakukannya kegiatan diluar ruangan akan memberikan daya tarik bagi
orang-orang yang lewat. Kegiatan juga dapat mempermudah pengunjung sebagai
edukasi.

b. Sasaran

Kegiatan didalam event akan berupa acara tarian, pertunjukkan, dan


perlombaan. Keseluruhan kegiatan akan dilakukan oleh anak-anak kelas 5-6 SD.
Anak-anak yang diajak untuk mengikuti kegiatan event akan memberikan nilai
positif sejak dini. Anak SD yang sudah diajarkan budaya wayang akan melestarikan
budaya hingga dewasanya.

c. Tema

Musium Wayang memiliki banyak jenis wayang yang berasal dari beberapa
daerah. Setiap wayang pada suatu ruangan memiliki tema tertentu. Tema yang akan
digunakan untuk perencanaan event adalah Mahabarata. Mahabarata merupakan
perwayangan yang menceritakan
19

KESIMPULAN

Museum Wayang memiliki objek-objek budaya yang sangat menarik dan masih
terpelihara dengan baik hingga sekarang. Museum Wayang ini menyajikan berbagai
macam jenis wayang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar
negeri. Nilai-nilai budaya yang memberikan semangat dan pengaruh yang besar
kepad pengunjung. Kawasan ini tergolong cukup terawat dan memiliki fasilitas yang
cukup baik.
Perancangan event yang dilakukan dengan tujuan memperkenalkan kepada
pengunjung mengenai kebudayaan yang ada di Indonesia. perencanaan tersebut juga
memiliki tujuan untuk menciptakan rasa tertarik generasi muda dengan kisah
pewayangan. Perencanaan event budaya ini memudahkan pengunjung untuk
menikmati suasana Museum Wayang dan mendapatkan kepuasan atas kebudayaan
yang ada.

.
20

DAFTAR PUSTAKA

Direktorat Jendral Kebudayaan Republik Indonesia. 2014.


http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/872/sasando-alat-musik-
tradisional-dari-rote . [Minggu, 29 November 2015]
Anonim. 2015. Di akses di http://avin.ngeblogs.com/2009/10/08/pengertian-
perencanaan/. [Minggu, 29 November 2015]
Anonim. 2015. Di akses di . googleweblight.com/?
lite_url=http://www.kuliah.info/2015/05/konsep-adalah-apa-itu-konsep-
ini.html?m%. [Minggu, 29 November 2015]