Anda di halaman 1dari 41

LAPORAN AKHIR

KULIAH KERJA NYATA (KKN)


SMT. GENAP T.A 2014/2015

TEMA
MELALUI KULIAH KERJA NYATA (KKN) KITA TINGKATKAN
PENGABDIAN MAHASISWA DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
MENUJU MASYARAKAT YANG BERSIH DAN SEHAT DALAM BINGKAI
NASIONALISME YANG TERDIDIK

OLEH :

DESA/KEL. : LAKARAMA
KECAMATAN : TOWEA
KAB./KOTA : MUNA

NO NAMA STB P.STUDI/ JURUSAN FAKULTAS


1 MERLIN AGRI C1A113230 ADM. NEGARA FISIP
2 FAATHIR A1D212016 PEND. BHS. INGG. FKIP
3 GUSRIANDA BIN RAJAB A1D212003 PEND. BHS. INGG. FKIP
4 ISTAR FEBRIANTI F1F112036 FARMASI FARMASI
5 NUR AFIFA MUTHIA B1C112073 AKUNTANSI FEB
6 MUH. EKO ARIF PENJASKES. REK. FKIP
7 RAHMAWATI B1C112150 AKUNTANSI FEB
8 STEPHAN PADANG MANAJEMEN FEB
9 MARIANI A1C310101 PEND. FISIKA FKIP

UNIT PELAKSANA TEKNIS MATA KULIAH UMUM (UPT-MKU)


UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
TAHUN 2015
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan ini Telah Diperiksa dan Dinyatakan Sah sebagai Laporan Akhir Kuliah Kerja Nyata
(KKN) Universitas Halu Oleo pada Semester Genap Tahun Akademik 2014/2015 yang
Dilaksanakan sejak 6/8/2015 sampai dengan 18/9/2015 di Desa Lakarama Kecamatan Towea
Kabupaten Muna

Oleh :

NO NAMA STB P.STUDI/ JURUSAN FAKULTAS


1 MERLIN AGRI ADM. NEGARA FISIP
2 FAATHIR A1D212016 PEND. BHS. INGG. FKIP
3 GUSRIANDA BIN RAJAB A1D212003 PEND. BHS. INGG. FKIP
4 ISTAR FEBRIANTI F1F112036 FARMASI FARMASI
5 NUR AFIFA MUTHIA B1C112073 AKUNTANSI FEB
6 MARIANI PEND. FISIKA FKIP
7 RAHMAWATI AKUNTANSI FEB
8 STEPHAN PADANG MANAJEMEN FEB
9 MUH. EKO ARIF PENJASKES. REK. FKIP

Telah disetujui oleh Dosen Pembimbing Lapangan:

1. La Tarifu, S.Pd., M.Si. Nip. 19711231 200604 1 002 (....)

2. Jahada, S. Ag., M. PdI. Nip. 19681010 199803 1 001 (....)

3. Yamin, S.Pd., M.Sc. Nip. 19751019 201409 1 003 (....)

Mengetahui:
Kepala UPT. MKU UHO,

Syahbudin, SH.,M.Hum
NIP: 19710522 200312 1 001

ii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL..i
LEMBAR PENGESAHAN .......................................................................................... ii
DAFTAR ISIiii
DAFTAR TABEL ......................................................................................................... v
DAFTAR GAMBAR ................................................................................................... vi
KATA PENGANTAR ................................................................................................ vii
BAB I ............................................................................................................................ 1
PENDAHULUAN ........................................................................................................ 1
1.1 Dasar Pemikiran ............................................................................................. 1
1.2 Tema Kegiatan ............................................................................................... 2
1.3 Kompetensi Anggota Kelompok KKN .......................................................... 2
1.4 Bentuk dan Program Kegiatan........................................................................ 5
1.5 Tujuan dan Target Kegiatan ........................................................................... 6
1.6 Sasaran Kegiatan ............................................................................................ 6
1.7 Tempat dan Waktu Pelaksanaan Kegiatan ..................................................... 7
BAB II ........................................................................................................................... 8
GAMBARAN LOKASI KKN ...................................................................................... 8
2.1 Sejarah Singkat Lokasi KKN ......................................................................... 8
2.2 Letak Geografis .............................................................................................. 9
2.3 Struktur Penduduk dan Keadaan Penduduk ................................................... 9
2.4 Sarana dan Prasarana .................................................................................... 11
BAB III ....................................................................................................................... 13
IDENTIFIKASI POTENSI DAN PERMASALAHAN LOKASI KKN .................... 13
3.1 Potensi Masyarakat ....................................................................................... 13
3.2 Permasalahan ................................................................................................ 14
BAB IV ....................................................................................................................... 16
PELAKSANAAN DAN KEGIATAN PROGRAM ................................................... 16
4.1 Program Kerja Kegiatan KKN di Desa Lakarama ....................................... 16

iii
4.2 Deskripsi Pelaksanaan Program Kerja ......................................................... 17
A. Tema Pendidikan .......................................................................................... 17
B. Tema Kesehatan ........................................................................................... 19
C. Tema Sosial .................................................................................................. 21
D. Tema Kelautan ............................................................................................. 23
BAB V......................................................................................................................... 25
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI ................................................................... 25
A. Kesimpulan ...................................................................................................... 25
B. Rekomendasi .................................................................................................... 25
LAMPIRAN-LAMPIRAN.......................................................................................... 26

iv
DAFTAR TABEL

No. Tabel Keterangan Halaman


1 Tabel 2.1 Keadaan Penduduk Menurut Jenis Kelamin
2 Tabel 2.2 Keadaan Penduduk Menurut Agama
3 Tabel 2.3 Keadaan Penduduk Menurut Mata
Pencaharian
4 Tabel 2.4 Keadaan Penduduk Menurut Tingkat
Pendidikan
5 Tabel 3.1 Sarana Transportasi Darat Desa
6 Tabel 3.2 Prasarana dan Sarana Kebersihan
7 Tabel 3.3 Prasarana dan Sarana Air Bersih
8 Tabel 3.4 Sarana Umum Lainnya
9 Tabel 4.1 Kegiatan KKN reguler UHO desa Lakarama

v
DAFTAR GAMBAR

No. Gambar Keterangan Halaman

1 Gambar 1 Program Goes to School


2 Gambar 2 Program Pelatihan Komputer
3 Gambar 3 Program TPA
4 Gambar 4 Program UKS
5 Gambar 5 Sosialisasi PHBS, Penggolongan Obat, dan
Bahaya Narkoba
6 Gambar 6 Program Pembuatan Papan Nama KK
7 Gambar 7 Program Lomba Semangat 45
8 Gambar 8 Program Observasi Panen Rumput Laut

vi
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum WR.WB
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan
karunia-Nya sehingga kegiatan hingga penyusunan laporan Kuliah Kerja Nyata
(KKN) ini dapat diselesaikan dengan baik dan tepat pada waktu yang telah
ditentukan. Sholawat serta salam senantiasa kami haturkan kepada junjungan Nabi
Besar Muhammad SAW dan para sahabatnya, yang telah memberikan tauladan baik
sehingga akal dan fikiran penyusun mampu menyelesaikan Laporan Kuliah Kerja
Nyata (KKN) ini, semoga kita termasuk umatnya yang kelak mendapatkan syafaat
dalam menuntut ilmu.
Melalui kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak
yang telah banyak membantu dalam pelaksanaan dan penyusunan laporan Kegiatan
Kuliah Kerja Nyata (KKN), yaitu:
1. Prof. Dr. Ir. H. Usman Rianse, M.S. selaku rektor Universitas Halu Oleo,
2. Syahbudin, SH.,M.Hum. selaku kepala UPT.MKU Universitas Halu Oleo,
3. La Tarifu, S.Pd., M.Si., Jahada, S. Ag., M. PdI., dan Yamin, S.Pd., M.Sc. selaku
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang telah memberikan bimbingan serta
arahan selama KKN berlangsung,
4. Selaku Kepala Desa Lakarama yang telah membiarkan kami ikut terlibat dalam
setiap program desa selama KKN,
5. Selaku Sekretaris desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama,
pengurus karang taruna dan seluruh masyarakat desa Lakarama atas
kerjasamanya sehingga seluruh program kerja yang telah direncanakan dapat
berjalan,
6. Keluarga Bapak Syukur Ahlawan, S.Pd. yang senantiasa menerima dan merawat
kami selama masa KKN dengan kehangatan dan penuh kasih sayang layaknya
orangtua kepada anaknya,

vii
7. Kepala sekolah PAUD, SDN 1 Towea, SMPN 3 Napabalano, dan MAS Al-Asif
Towea beserta dewan guru yang telah mengizinkan kami berbagi sedikit ilmu
yang kami miliki kepada siswa-siswi peserta didik,
8. Adik-adik SD, SMP, dan MAS Towea yang setiap harinya selalu meramaikan
posko kami, sehingga suasana posko penuh keceriaan, meskipun terkadang
menimbulkan kegaduhan,
9. Mamanya Rahmat, Mamanya Jihan, Mamanya Dian, Mamanya Angko,
Mamanya Opi, Ibu Sekdes, Wa Isma, dan Wa Isra atas banyaknya undangan
makan gorengan dan hidangan makanan khas Muna, sehingga kami tak pernah
merasa terlantar, menjadi orang asing, dan kelaparan selama KKN,
10. Seluruh pihak yang telah membantu pelaksanaan setiap program kerja hingga
pembuatan laporan KKN.

Laporan KKN ini, kami susun berdasarkan apa yang telah kami kerjakan
selama melaksanakan KKN di desa Lakarama Kec. Towea Kab. Muna yang
dilaksanakan selama 45 hari. Dalam penyusunan laporan ini, kami menyadari masih
banyak kekurangan baik dari segi susunan serta cara penulisan laporan ini, karenanya
saran dan kritik yang sifatnya membangun demi kesempurnaan laporan ini sangat
kami harapkan. Semoga laporan ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-
besarnya bagi pembaca pada umumnya dan juga bermanfaat bagi penyusun pada
khususnya. Terima kasih.
Wassalamualaikum WR.WB

Kendari, 19 Oktober 2015

Penulis

viii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Dasar Pemikiran


Mahasiswa sebagai Agent of change yang diharapkan mampu membentuk
suatu perubahan di lingkungan masyarakat yang identik sebagai sosok yang idealis
dan menjunjung tinggi nilai-nilai keilmuan. Pola pemikiran mahasiswa yang kreatif,
inovatif dan penuh inisiatif disertai kesadaran yang tinggi untuk pengabdian kepada
masyarakat akan memberikan sikap aktif, progresif, dan dinamis sehingga tradisi
pemikiran berlandaskan keilmiahan pun menjadi suatu ciri khas yang kental bagi
mahasiswa.
Sebagai mahasiswa Universitas Halu Oleo-Sulawesi Tenggara, yang
menjunjung tinggi asas Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian,
dan Pengabdian. Hal ini berkaitan erat dengan Misi Universitas Halu Oleo :
menjadi perguruan tinggi yang maju, bermartabat, berbudaya akademik dalam
membentuk SDM yang cerdas, komprehensif secara berkelanjutan. Oleh karena
itu, Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan kegiatan intrakurikuler mahasiswa
dalam bentuk pengabdian ke masyarakat sesuai dengan disiplin ilmu yang ditekuni
oleh setiap mahasiswa dengan maksud mengembangkan kepribadian mahasiswa
(Personality development), yaitu pengembangan toleransi, amanah dan kognisi
sosial mahasiswa.
Melalui program KKN, kami selaku mahasiswa Universitas Halu Oleo
berusaha menggali, mengembangkan potensi masyarakat dan juga membantu pada
berbagai kegiatan perihal kegiatan pendidikan, keagamaan dan sosial, baik yang
bersifat formal maupun non formal. Sehingga akan melahirkan masyarakat yang
tidak hanya cerdas secara Iman dan Taqwa (IMTAQ), namun secara Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).
KKN-Reguler Universitas Halu Oleo yang berlokasi di Desa Lakarama
Kecamatan Towea Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara yang terdiri dari 9

1
Mahasiswa berasal dari empat fakultas yang berbeda berusaha untuk membantu
masyarakat dalam menyelesaikan beberapa masalah sosial yang ada di desa
Lakarama, seperti; permasalahan sosial, lingkungan, agama, dan pendidikan. Karena
begitu banyaknya masalah yang ada di desa Lakarama dan kurangnya penggerak
masyarakat di desa tersebut, diharapkan mahasiswa KKN-reguler mampu menjadi
penggerak di tengah-tengah masyarakat dan membantu pemerintah dalam kemajuan
pembangunan.
Desa Lakarama juga terletak jauh dari pusat pemerintahan dan pusat kota
yang bisa dikatakan desa ini terisolir. Identifikasi masalah dan prioritas masalah
akan dijelaskan pada sub-bab berikutnya.

1.2 Tema Kegiatan


Melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) kita tingkatkan pengabdian mahasiswa
dalam pemberdayaan masyarakat menuju masyarakat yang bersih dan sehat dalam
bingkai nasionalisme yang terdidik..

1.3 Kompetensi Anggota Kelompok KKN


Kelompok KKN-reguler desa Lakarama terdiri dari 9 orang dengan rincian,
4 orang mahasiswa FKIP, 3 orang mahasiswa FEB, 1 orang mahasiswa FISIP, dan 1
orang mahasiswa Farmasi. Berikut adalah rincian kompetensi anggota KKN-
Reguler desa Lakarama.
Ketua kelompok adalah Merlin Agri, mahasiswa fakultas Fisip jurusan
administrasi negara. Kompetensi akademik yang digeluti berhubungan dengan ilmu
sosial dan politik. Pengetahuannya yang sangat baik dibidang politik membuatnya
memiliki jiwa kepemimpinan, sehingga dapat memberi contoh yang baik bagi setiap
anggota.
Sekretaris kelompok adalah Gusrianda Bin Rajab, mahasiswa Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan jurusan Bahasa Inggris. Kompetensi Akademik
adalah hal-hal yang berhubungan dengan proses pengajaran khususnya Bahasa
Inggris. Kompetensi keahliannya adalah membakar ikan dan memarut kelapa.

2
Kepribadiannya sangat lucu sehingga banyak digemari oleh kalangan ibu-ibu dan
anak-anak. Posko akan sangat terasa sepi tanpa kehadirannya, khususnya ketika jam
makan malam.
Bendahara adalah Nur Afifa Muthia, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan
Bisnis jurusan Akuntansi. Kompetensi Akademik adalah hal-hal yang berkaitan
dengan ekonomi bisnis dan pemasaran. Kepribadiannya sangat religius dan sopan,
pintar mengaji, dan penyayang. Kemampuan dan kejujurannya dalam mengelola
keuangan membuatnya sangat cocok menjadi bendahara.
Anggota kelompok yakni Muhammad Eko Arif, Faathir, Stevan Padang,
Istar Febrianti, Mariani, dan Rahmawati. Muhammad Eko Arif adalah mahasiswa
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan Penjaskes.rek. Kompetensi
Akademiknya adalah hal-hal yang berhubungan dengan olahraga. Meskipun
kepribadiannya pendiam dan sedikit pemalu, tak mengurangi kharismanya sehingga
tak jarang anak-anak SMP kalangan wanita jatuh hati dan kagum padanya. Dia
sangat patuh dan sangat menghormati orang yang lebih tua darinya. Dia sangat
paham tempat penjualan ikan disetiap sudut desa Lakarama, sehingga tanpanya
kami tidak bisa makan ikan yang selalu menjadi menu makan utama kami selama
KKN.
Anggota lainnya yakni Faathir, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu
pendidikan jurusan Bahasa Inggris. Kemampuan akademiknya berhubungan dengan
pengajaran khususnya Bahasa Inggris. Kebiasaan yang tak pernah bisa dihilangkan
adalah menyanyi pada saat berada di kamar mandi. Kepribadiannya sangat
penyayang, hal ini dibuktikan dengan rasa sayangnya terhadap binatang-binatang
peliharaan yang berada di posko, seperti kucing dan monyet. Tak pernah absen
dalam setiap harinya untuk memberi makan kucing-kucingnya. Dengan penuh
perhatian, kucing-kucing di posko dimandikannya. Hidupnya akan sangat hampa
tanpa adanya kucing-kucing yang selalu setia menemani tidur disetiap malamnya.
Anggota berikutnya adalah Stephan Padang, mahasiswa Fakultas Ekonomi
dan Bisnis jurusan Manajemen. Kemampuan akademiknya berhubungan dengan

3
manajemen perekonomian. Pengetahuannya yang banyak di bidang musik menjadi
suatu pembeda dengan para anggota lain. Kebiasaannya bermain gitar sambil
menyanyikan lagu-lagu lawas eranya dengan nada yang kurang lebih false adalah
hiburan kami disaat-saat lelah dan letih seusai melaksanakan tugas. Namun tak
hanya itu, dia juga tidak jarang menjadi pemecah kebuntuan dalam mencari ide-ide
kreatif untuk program kami.
Selanjutnya, Istar Febrianti mahasiswa calon apoteker, Fakultas Farmasi,
yang pastinya memiliki kemampuan akademik di bidang obat-obatan adalah
anggota dengan keahlian memasak yang ciamik. Ikan yang digorengnya sangat
renyah terasa di mulut. Bahkan saking renyahnya, tulangnya pun bisa kami nikmati
dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Dia memang orang
yang paling paham mengenai asupan gizi yang harus kami konsumsi. Pengetahuan-
pengetahuan itu sangat berarti bagi kami para anggota KKN Desa Lakarama. Kami
tidak akan pernah melupakannya. Karenanya kami tumbuh ke samping dengan
bahagia.
Mariani, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan jurusan
Pendidikan Fisika adalah anggota yang akan kami bahas selanjutnya. Sosoknya
terlihat tegas namun periang, tak pernah lepas dari tawa kecilnya, membuat suasana
posko tak pernah terasa hambar. Hormon adrenalin yang secara otomatis terpacu
ketika mendengar musik-musik daerah Muna serta keahliannya mempraktekan
goyangan-goyangan khas Kabupaten Muna menjadi ciri khas lainnya yang juga
terkadang dalam waktu-waktu tertentu bisa kami andalkan untuk bersaing dengan
para dancer tradisional di desa itu.
Sebagai penutup pembahasan ini akan dibahas anggota terakhir, Rahmawati,
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Dia adalah anggota posko kami yang
memiliki ukuran tubuh yang paling mungil. Sekalipun ukuran tubuhnya yang
mungil, tidak tergambar dengan suaranya yang nyaring. Suara tawanya selalu
menghiasi hari-hari kami di posko. Dia sangat senang begadang hanya untuk
mengobati kerinduannya dengan internet. Hampir disetiap malam dia habiskan

4
dengan duduk sendiri di kursi dapur sementara yang lain sudah sangat pulas tertidur.
Meskipun dia bukan berasal dari FKIP, dia sangat bersemangat untuk mengisi mata
pelajaran ekonomi di SMA. Bagaikan guru yang tak pernah kenal lelah, seusai
mengajar, ia selalu menyempatkan untuk bermain voli bersama anak-anak SMA,
karena tujuan utamanya ke SMA adalah bermain voli.
Nama-nama diatas tidak kami susun berdasarkan urutan kinerja masing-
masing anggota, karena secara keseluruhan semua anggota sudah melakukan kerja
yang maksimal. Seluruh anggota sudah memberikan yang terbaik untuk penuntasan
abdi yang bukan kami landaskan hanya atas dasar pemenuhan tugas yang diberikan
universitas kami UHO, namun semata-mata ikhlas untuk Desa Lakarama yang telah
memberikan kami yang terbaik pula.

1.4 Bentuk dan Program Kegiatan


Dalam rangka mengatasi permasalahan yang ada di Desa Lakarama, maka
kami mahasiswa KKN-reguler UHO yang berasal dari berbagai kejuruan bersama-
sama menyusun beberapa program kerja yang diharapkan dapat memecahkan
permasalahan di desa tersebut sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing.
Adapun program kerja yang kami susun adalah :
1. Program Kerja Fisik
Program kerja fisik ini melibatkan kekuatan fisik, yang meliputi:
a) Pembuatan papan nama KK (Kepala Keluarga) di setiap rumah warga
b) Perlombaan Semangat 45
c) Observasi panen rumput laut
2. Program Kerja Non-Fisik
Program ini meliputi :
a) Program Goes To School
b) Program pelatihan komputer
c) Program TPA (Tempat Pembelajaran Al-Quran)
d) Program UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)

5
e) Sosialisasi PHBS, Dokter cilik, penggolongan obat, dan bahaya narkoba
Seluruh rancangan program kerja yang kami susun sangat membutuhkan dan
melibatkan partipasi seluruh masyarakat, khususnya dalam pembuatan papan nama,
perlombaan semangat 45, dan observasi rumput laut.

1.5 Tujuan dan Target Kegiatan


Tujuan dan target utama kelompok KKN Desa Lakarama adalah untuk
menggali dan meningkatkan potensi sumber daya manusia melalui pemberdayaan
masyarakat agar tercipta masyarakat yang bersih dan sehat dalam bingkai
nasionalisme yang terdidik.

1.6 Sasaran Kegiatan


Sasaran dan target perencanaan program kerja yang telah dibahas
sebelumnya meliputi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga
dewasa. Program kerja dibidang pendidikan (program TPA, pelatihan komputer,
dan goes to school) dan kesehatan (sosialisasi PHBS, dokter cilik, penggolongan
obat, dan bahaya narkoba) ditargetkan di kalangan anak-anak, khususnya anak-anak
sekolah, baik SD, SMP, dan juga SMA. Sedangkan yang menjadi sasaran pada
program kerja yang bersifat fisik adalah masyarakat pada umumnya.
Program Goes to School ditargetkan pada siswa SMP dan juga SMA, pada
program TPA, yang menjadi sasaran adalah anak sekolah SD, SMP, dan SMA,
program pelatihan komputer kami tujukan pada siswa-siswi SMP mulai dari kelas
VII hingga kelas IX, program UKS ditargetkan kepada siswa SD, SMP, dan juga
SMA, sosialisasi PHBS dan dokter cilik ditargetkan pada siswa SD, sedangkan
penggolongan obat dan bahaya narkoba ditargetkan pada siswa SMP dan SMA.
Program lainnya yang diharapkan dapat bermanfaat di tengah-tengah
masyarakat adalah pembuatan papan nama KK di setiap rumah warga, pengadaan
lomba semangat 45, dan observasi rumput laut. Sasaran dan target dari program-
program tersebut adalah seluruh masyarakat desa Lakarama. Melalui program-
program tersebut, selain mengatasi masalah desa, diharapkan pula dapat menjadi

6
jembatan keakraban bagi mahasiswa KKN dan masyarakat desa, sehingga
mahasiswa juga dapat belajar bersosialisasi.

1.7 Tempat dan Waktu Pelaksanaan Kegiatan


Kelompok kerja KKN reguler UHO berangkat ke tempat lokasi KKN pada
tanggal 6 Agustus 2015 yang bertempat di desa Lakarama Kecamatan Towea
Kabupaten Muna dan selesai pada tanggal 18 September 2015.

7
BAB II
GAMBARAN LOKASI KKN

2.1 Sejarah Singkat Lokasi KKN


Lakarama adalah nama desa yang terletak di kecamatan Towea Kabupaten
Muna Provinsi Sulawesi Tenggara. Di desa Lakarama terdapat tiga dusun yaitu
Dusun Kalandea, Dusun Lakarama dan Dusun Tangkalalo. Pada awalnya nama dari
Kecamatan Towea yaitu Tobea Besar. Di kecamatan Towea/Tobea Besar ini terdapat
5 desa yaitu Desa Lakarama, Desa Wangkolabu, Desa Moasi, Desa Bahari dan Desa
Renda.
Asal usul masyarakat yang mendiami Pulau Tobea Besar yaitu berasal dari
daratan Muna yakni daerah Lawa, Guali, Loghia dan Duruka yang mendiami
wilayah darat Pulau Tobea, serta berasal Bajoe (Bone), Kepulauan Buton,
Kepulauan Tiworo, Pasi Pandangan, Pulau Katela, Pulau Bangko, Tapi-Tapi, Pulau
Maginti serta pesisir Rumbia yang mendiami wilayah pesisir Pulau Tobea.
Latar belakang kedatangan masyarakat di Pulau Tobea disebabkan oleh
dorongan sosial dan ekonomi dimana Pulau ini cukup strategis dalam mendukung
kegiatan perikanan serta kegiatan bercocok tanam oleh masyarakat terdahulu karena
memiliki kekayaan laut dan tanah yang cukup subur. Kemudian dipengaruhi oleh
masuknya Kolonialisme Belanda yang membuka usaha perkebunan kelapa dan karet
dengan memberikan kebebasan sistem pajak dan upah bagi masyarakat yang bekerja
pada perusahaan tersebut, sehingga masyarakat dari berbagai daerah yang tidak
mampu membayar pajak di daerah asalnya memilih untuk pindah ke Pulau Tobea.
Proses kedatangan masyarakat di Pulau Tobea dilakukan secara bertahap
dimana sebelum tahun 1911 masyarakat sudah mendiami Pulau Tobea yang terdiri
dari 5 suku bangsa yaitu Muna, Bajo, Bugis, Buton, dan Maluku dengan tujuan
untuk menangkap ikan, mutiara dan hasil laut lainnya serta bercocok tanam. Setelah
masuknya perusahaan Belanda banyak kelompok masyarakat dari daerah lain datang
untuk bekerja dan sebagian menetap di Pulau Tobea. Sedangkan yang terakhir

8
setelah berakhirnya masa kontrak perusahaan Belanda masyarakat yang datang di
Pulau Tobea disebabkan oleh faktor perdagangan
Perkembangan kehidupan masyarakat dalam bidang ekonomi cukup tinggi pada
subsektor perikanan yang ditandai dengan peningkatan jumlah nelayan, hasil
perikanan tangkap serta perkembangan budidaya sampai saat ini berupa kepiting
bakau, udang, lobster dan rumput laut yang pada akhirnya mempengaruhi
perkembangan kehidupan budaya terutama pendidikan serta unsur-unsur sosial
lainnya dalam kehidupan bermasyarakat.

2.2 Letak Geografis


Desa Lakarama terletak di Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Muna
Kecamatan Towea. Wilayah Lakarama merupakan wilayah pesisir pantai. Desa
Lakarama ini bersentuhan langsung dengan pantai oleh karena itu kegiatan perikanan
menjadi sangat lancar dikarenakan desa Lakarama khususnya dusun Tangkalalo
sangat dekat dari pantai dan memiliki kekayaan laut yang melimpah.
Desa Lakarama disebelah utara berbatasan dengan desa Moasi, sebelah timur
berbatasan desa Wangkolabu. Disebelah selatan berbatasan dengan Desa Bahari. Dan
sebelah barat berbatasan dengan desa atau Pulau Renda. Desa Lakarama ini
merupakan dataran rendah dan sebagian wilayahnya terdiri dari lahan pertanian dan
lahan peternakan.

2.3 Struktur Penduduk dan Keadaan Penduduk


1. Keadaan Penduduk Menurut Jenis Kelamin
Tabel 2.1
Keadaan Penduduk Menurut Jenis Kelamin
Uraian Keterangan
Jumlah Laki-laki
Jumlah Perempuan
Total

9
2. Keadaan Penduduk Menurut Agama
Tabel 2.2
Keadaan Penduduk Menurut Agama
Agama Jumlah Penduduk
Islam

3. Keadaan Penduduk Menurut Mata Pencaharian


Tabel 2.3
Keadaan Penduduk Menurut Mata Pencaharian
Jenis Pekerjaan Jumlah
Nelayan
Petani
Pegawai Negeri Sipil (PNS)
TNI
POLRI
Dokter/Bidan
Guru TK,SD,SMP,SMA

4. Keadaan Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan


Tabel 2.4
Keadaan Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan
Tingkat Pendidikan Jumlah Penduduk
Sarjana
SMA Sederajat
SMP Sederajat
SD Sederajat
Jumlah

10
2.4 Sarana dan Prasarana
1. Sarana Transportasi Desa
Tabel 3.1
Sarana Transportasi Darat Desa
Angkot Tidak Ada
Ojek Ada
Perahu/Katinting Ada

2. Prasarana dan Sarana Kebersihan


Tabel 3.2
Prasarana dan Sarana Kebersihan
Tempat Pembuangan Sementara Tidak Ada
Tempat Pembuangan Akhir Tidak Ada
Jumlah Gerobak Sampah Tidak Ada
Tempat Pengolahan Sampah Tidak Ada

3. Prasarana dan Sarana Air Bersih.


Tabel 3.3
Prasarana dan Sarana Air Bersih
Jumlah Sumur Pompa Tidak Ada
Jumlah Sumur Gali 8 Unit

4. Sarana Umum Lainnya.


Tabel 3.4
Sarana Umum Lainnya
Masjid 3 Unit
Lapangan Olahraga 1 Unit
Posyandu 1 Unit

11
SDN 1 Unit
SMP 1 Unit
SMA 1 Unit

12
BAB III
IDENTIFIKASI POTENSI DAN PERMASALAHAN LOKASI KKN

3.1 Potensi Masyarakat


Desa Lakarama yang berpenduduk 404 Kepala Keluarga yang terbagi dalam
3 dusun, yakni Kalandea, Tangkalalo, dan Lakarama itu sendiri merupakan desa
yang tenang dengan kondisi lingkungan yang masih natural serta masyarakat
pedesaan yang masih kental dengan adat istiadat serta kultur budayanya. Sikap
gotong royong serta rasa hormat yang tinggi satu sama lain yang dilakukan dengan
ikhlas menciptakan satu persatuan yang kokoh dalam menjaga desa tersebut.
Terkhusus untuk penghormatan serta penghargaan yang mereka berikan kepada
kami anak KKN memberikan kami motivasi untuk melahirkan karya-karya positif.
Penghargaan tinggi yang mereka berikan merupakan satu hal positif yang sangat
berharga yang kami bawa sebagai cerita indah tak terlupakan karena jarangnya lagi
kondisi seperti itu kami dapatkan di lingkungan modern perkotaan.
Pulau ini mayoritas didiami oleh masyarakat yang sehari-hari bekerja
sebagai nelayan dan petani jambu. Pekerjaan tersebut cukup untuk memberi
penghidupan bagi mereka, sekalipun untuk menyekolahkan anaknya sampai ke
perguruan tinggi. Pohon jambu di sepanjang jalan Desa Lakarama sampai
kecamatan serta perahu-perahu berukuran kecil hingga besar atau yang sering
disebut Bodi memberi ciri khas tertentu bagi desa tersebut yang sekaligus memberi
gambaran secara langsung kepada para pendatang tentang pekerjaan apa yang
menjadi tumpuan hidup mereka.
Desa Lakarama yang berada di pulau yang cukup jauh untuk dijangkau
menyebabkan desa tersebut sedikit terisolir dari pusat kota. Akibatnya, kemajuan
pembangunan di desa Lakarama berjalan lambat. Kondisi jalanan yang sempit dan
berlubang menghambat masyarakat desa Lakarama menuju pusat kecamatan. Selain
itu, kekurangan lainnya yakni belum adanya bangunan-bangunan pertokoan yang
menyediakan seluruh keperluan yang dibutuhkan masyarakat. Dengan kondisi

13
infrastruktur yang masih sangat jauh dari kata perkembangan kearah modern atau
dengan kata lain masih dalam kategori kurang membuat tidak sedikit masyarakat
yang harus menyebrang pulau untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan.
Kondisi perekonomian Desa Lakarama masuk dalam kategori cukup baik
karena selain masyarakat Desa Lakarama itu sendiri, sudah cukup banyak pedagang
dari luar daerah yang berdagang di desa tersebut. Masyarakat Toli-Toli yang berada
di seberang pulau selalu menjajakan barang dagangannya tiap kamis dan minggu di
pasar Lakarama.
Pada bidang pendidikan, meskipun sudah terdapat PAUD, SD, SMP, dan
SMA, namun kualitas pendidikan di desa ini masih sangat kurang. Sangat
terbatasnya jumlah pendidik dan sarana prasarana yang tidak menunjang proses
belajar mengajar di setiap sekolah, seperti sarana bermain di PAUD dan kursi yang
tidak mencukupi, tidak adanya ruang perpustakaan, laboratorium, UKS, dan ruang
penunjang lainnya baik di SMP maupun di SMA. Sarana yang tidak memadai ini
meyebabkan peserta didik kurang memiliki pengetahuan, khususnya dibidang
teknologi informasi. Listrik yang hanya tersedia pada malam hari, mulai pukul
18.00-22.00 menjadi faktor utama kurangnya sarana yang dibutuhkan untuk proses
belajar mengajar di sekolah. Peserta didik tidak memiliki pengetahuan yang
memadai seputar komputer. Hal inilah yang mendorong kami untuk berbagi ilmu
kepada seluruh peserta didik khususnya siswa-siswi SMP dengan membuka suatu
program les privat komputer sebagai wadah untuk menjembatani pengenalan
komputer.

3.2 Permasalahan
Berdasarkan data kondisi umum tempat KKN-reguler dan hasil survey yang
telah kami lakukan, permasalahan-permasalahan yang sangat penting untuk
ditangani antara lain dibidang pendidikan, infrastruktur, dan kesehatan. Yang
menjadi masalah utama dalam bidang pendidikan yakni kurangnya sumber daya
manusia, bangunan yang sudah tak terawat, serta sarana dan prasarana penunjang

14
proses pembelajaran lainnya yang masih perlu diperbarui dan bahkan perlu
diadakan lagi.
Untuk infrastruktur desa, nampaknya layak dikategorikan kurang baik.
Seperti yang telah digambarkan pada poin pembahasan sebelumnya, masih
kurangnya bangunan-bangunan ruko serta kondisi jalanan yang kurang memadai
merupakan kelemahan utama infrastruktur pedesaan ini.
Selain sarana infrastruktur pedesaan, sarana penunjang kesehatan di desa
Lakarama juga masih sangat terbatas. Alat-alat kesehatan, persediaan obat-obatan,
hingga tenaga medis yang masih sangat terbatas menjadi penyebab utama
pelayanan kesehatan yang tidak optimal. Petugas kesehatan yang bertugas di Pustu
(Puskesmas Pembantu) hanya seorang bidan tanpa didampingi petugas kesehatan
lainnya seperti dokter, perawat, atau pun apoteker yang seharusnya ada di setiap
puskesmas. Aktivitas pelayanan kesehatan di desa tersebut juga belum cukup
banyak. Masih banyak masyarakat desa yang tidak memeriksakan diri saat sakit
karena kurangnya kepercayaan terhadap tenaga medis. Kebiasaan hidup bersih pun
masih belum terlihat pada masyarakat desa Lakarama, misalnya MCK yang belum
ada disetiap rumah warga. Kebiasaan hidup bersih ini sebaiknya sudah ditanamkan
sejak dini agar anak senantiasa menjaga kesehatan dan hidup bersih.

15
BAB IV
PELAKSANAAN DAN KEGIATAN PROGRAM

4.1 Program Kerja Kegiatan KKN di Desa Lakarama


Jadwal kegiatan KKN reguler UHO desa Lakarama secara umum adalah
sebagai berikut.
Tabel 4.1
Kegiatan KKN reguler UHO desa Lakarama
No. Nama Program Waktu / Tempat Sasaran Program PJ Program
A Program Pendidikan
1 Program Goes to Siswa SMP dan Kelompok
School SMA
2 Pelatihan Siswa SMP Kelompok
komputer
B Program Kesehatan
1 Program TPA Anak-anak SD, Nur Afifa
Muthia
SMP, dan SMA
2 Program UKS Siswa SD, SMP, Istar Febrianti
dan SMA
3 Sosialisasi PHBS Siswa SD Istar Febrianti
4 Sosialisasi dokter Siswa SD Istar Febrianti
cilik
5 Sosialisasi Siswa SMP dan Istar Febrianti
penggolongan obat SMA
6 Sosialisasi bahaya Siswa SMA Istar Febrianti
narkoba
C Program
1 Papan nama KK Seluruh Merlin Agri
masyarakat

16
2 Lomba semangat Seluruh Muh. Eko Arif
45 masyarakat
3 Observasi rumput Nelayan Kelompok
laut

4.2 Deskripsi Pelaksanaan Program Kerja


A. Tema Pendidikan
1. Program Goes to School
Program goes to school adalah sebuah bentuk pelayanan masyarakat
mahasiswa KKN reguler UHO 2014.2 di desa Lakarama kecamatan Towea,
dimana sejumlah mahasiswa melakukan kegiatan proses belajar mengajar di
salah satu SMP (SMPN 3 Napabalano) dan SMA/MAS (MAS Al-Asif)
menurut bidang keahliannya masing masing dengan tujuan berbagi ilmu yang
dimiliki kepada siswa(i) SMP dan SMA/MAS. Karena kami berasal dari
berbagai bidang studi yang berbeda-beda maka kami dapat berbagi banyak
ilmu kepada adik-adik kami di SMP dan SMA/MAS khususnya mahasiswa
FKIP.
Bidang studi yang di ajarkan di SMP 3 Napabalano diantaranya:
bidang studi IPA yang diajarkan oleh mariani, bidang studi penjaskes yang
diajarkan oleh Muhamad Eko Arif, bidang studi bahasa inggris oleh Faathir
dan Gusrianda bin Rajab, serta TIK yang di ajarkan oleh seluruh mahasiswa
KKN. Sedangkan bidang studi yang diajarkan di MAS Al-Asif yaitu bidang
studi Ekonomi yang diajarkan oleh Nur Afifa Mutiah dan Rahmawati.
Program goes to school mulai dilaksanakan setelah kegiatan 17 Agustus dan
selesai seiring masa kerja KKN berakhir.
2. Program Pelatihan Komputer
Program pelatihan komputer merupakan sala satu program prioritas
yang kami jalankan kurang lebih 45 hari di SMPN 3 Napabalano, kami

17
menyebutnya program prioritas karena kami merasa prihatin dengan kondisi
siswa(i) SMPN 3 Napabalano yang hampir sama sekali belum mengetahui
cara pengoperasian komputer secara langsung karena kurangnya fasilitas
serta sarana dan prasarana pendukungnya, sehingga kami berinisiatif untuk
mengadakan program pelatihan komputer.
Program pelatihan komputer ini diajarkan pada semua kelas di
SMPN 3 Napabalano dengan menggunakan Laptop sehingga siswa(i) dapat
mempraktikannya secara langsung. Metode pembelajaran yang kami lakukan
yakni membagi para siswa menjadi beberapa kelompok (5 s/d 6 kelompok)
kemudian dibimbing oleh satu atau dua mahasiswa dengan menggunakan
masing masing satu laptop.
Program ini awalnya di lakukan pada malam hari diposko tempat
kami menginap , namun karena kekhawatiran akan keselamatan siswa(i)
bimbingan kami maka kami melanjutkan program ini kesekolah mengikuti
jam mata pelajaran TIK hingga masa KKN berakhir.
3. Program TPA (Tempat Pembelajaran Al-quran)
Program TPA (Tempat Pembelajaran Al-Quran) ini merupakan
program pengabdian kepada masyarakat di bidang keagamaan yang kami
jalankan di desa Lakarama dimana kami mengajar anak-anak TPA mengaji,
mempelajari tajwid dan menghafal surat-surat pendek. Tujuan kami
menjalankan program ini yakni untuk membudayakan anak akan pentingnya
membaca Al-quran dengan baik dan benar, memahami hukum-hukum
bacaan Al-Quran dan agar anak-anak dapat menambah referensi hafalan
surat surat pendeknya. Program ini dilakukan dua kali semingu (kamis dan
minggu sore) di masing masing masjid yang berbeda secara bergantian yang
berada di tiga dusun di desa Lakarama yaitu di dusun lakarama, dusun
kalandea, dan dusun tangkalalo.
Pada akhir Program TPA kami mengadakan beberapa lomba bagi
anak anak dengan harapan agar mereka lebih tertarik mengikuti kegiatan

18
TPA. Lomba tersebut diantaranya; lomba azan, hafalan surat surat pendek,
membaca Al-Quran dan Saritilawah, dan busana muslim. Lomba tersebut
berlangsung meriah karena diikuti oleh beberapa anak TPA.
B. Tema Kesehatan
1. Program UKS
UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) adalah upaya terpadu lintas
program dan lintas sektoral dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan
serta membentuk perilaku hidup sehat anak usia sekolah yang berada di
sekolah dan perguruan. Menurut UU RI no. 23 tahun 1992 tentang kesehatan
Bab V bagian ketiga belas pasal 45 ayat 1 : Kesehatan sekolah
diselenggarakan untuk meningkatkan ketidakmampuan hidup sehat peserta
didik dalam lingkungan hidup sehat sehingga peserta didik dapat belajar,
tumbuh dan berkembang secara harmonis dan optimal menjadi sumber daya
yang lebih berkualitas. Melihat pentingnya UKS diatas perlu adanya suatu
tindakan untuk mengoptimalkan keberadaan UKS sehingga mampu menjadi
sarana kesehatan yang tepat bagi warga sekolah. Dalam hal ini UKS yang
perlu dioptimalkan keberadaannya adalah UKS yang berada di seluruh
Kecamatan Towea, Kabupaten Muna.
Berdasarkan observasi awal sarana kesehatan dalam hal ini UKS di
sekolah-sekolah Kecamatan Towea terasa kurang teroptimalkan
sebagaimana mestinya. Hal yang paling terlihat mencolok adalah dengan
tidak layaknya ruangan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) yang seharusnya
menjadi poin penting diseluruh sekolah sebagai sarana kesehatan bagi siswa.
UKS yang seharusnya dijaga justru terlihat kurang terawat dikarenakan
ketiadaan anggota yang bersedia piket di UKS mereka. Selain itu kurangnya
pengetahuan siswa tentang kesehatan dan UKS menjadi penyebab tidak
terawatnya UKS yang ada di sekolah tersebut. Untuk itu mahasiswa peserta
KKN-Reguler Universitas Halu Oleo Desa Lakarama menyusun program
kerja yang bisa mengatasi permasalahan tersebut diatas.

19
Kami bermaksud untuk menyusun program kerja untuk
mengaktifkan kembali UKS di sekolah-sekolah di Kecamatan Towea. Hal
tersebut merupakan wujud tanggung jawab mahasiswa sebagai agent of
change untuk memperbaiki kualitas khususnya dibidang kesehatan siswa.
Program ini kami laksanakan di seluruh sekolah, baik SD, SMP, maupun
SMA yang ada di Kecamatan Towea dan bekerja sama langsung dengan
pihak Dinas Kesehatan Towea. Kegiatan tersebut diawali dengan sosialisasi
mengenai pengertian UKS hingga pentingnya keberadaan UKS dalam
sekolah. Untuk mendukung kelancaran program UKS tersebut secara
berkelanjutan, kami juga memberikan pelatihan terkait prosedur pertolongan
pertama kepada beberapa kelompok siswa yang kami tunjuk. Selain itu,
kami mencoba melengkapi keperluan UKS yaitu kotak P3K dan sertifikat
sebagai tanda kerjasama kami bersama sekolah tersebut.

2. Sosialisasi PHBS, Penggolongan Obat, dan Bahaya Narkoba


Selain UKS, program kerja dibidang kesehatan lainnya yang kami
lakukan adalah sosialisasi mengenai PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat), pelatihan dokter cilik, sosialisasi penggolongan obat, dan sosialisasi
bahaya narkoba. Pada program PHBS dan dokter cilik, yang menjadi sasaran
adalah siswa-siswi sekolah dasar. Sosialisasi tersebut terkait dengan
indikator penilaian PHBS yaitu mencuci tangan dengan air yang mengalir
dan menggunakan sabun, mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah,
menggunakan jamban yang bersih dan sehat, olahraga yang teratur dan
terukur, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok di sekolah, menimbang
berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan, membuang sampah
pada tempatnya. Selain itu, kami juga turut serta dalam program Puskesmas
Kecamatan Towea dalam penjaringan siswa-siswi, meliputi pengukuran
tinggi dan berat badan, periksa kebersihan gigi, kuku, dan telinga.

20
Sosialisasi mengenai penggolongan obat dan bahaya narkoba kami
tujukan pada siswa-siswi SMP dan SMA, mengingat pada usia mereka yang
remaja sangat rentan terhadap bahaya peyalahgunaan obat-obatan terlarang.
Sebagai langkah awal, kami memperkenalkan obat beserta
penggolongannya, khususnya berdasarkan Undang-Undang. dari pengenalan
obat ini diharapkan siswa-siswi, baik SMP maupun SMA dapat memahami
pentingnya penggunaan obat, sehingga mereka tidak sembarang dalam
menggunakan obat-obatan. Setelah siswa-siswi memehami obat dan
penggolongannya, kami mencoba menjelaskan kepada para siswa mengenai
narkoba berikut bahaya yang ditimbulkannya. Dari program ini, diharapkan
siswa memahami bahaya dari penyalahgunaan obat-obatan terlarang seperti
narkoba dan psikotropika dalam kehidupan sehari-hari.
C. Tema Sosial
1. Pembuatan Papan Nama KK (Kepala Keluarga)
Program pembuatan papan nama merupakan program pengabdian
kepada masyarakat dalam bentuk fisik yang dilakukan oleh mahasiswa KKN
UHO 2014.2 selama masa kerja 45 hari di desa Lakarama Kecamatan Towea.
Program ini merupakan fokus dan prioritas kerja kami selama masa KKN dan
program ini disambut baik oleh masyarakat desa Lakarama. Alasan kami
membuat program ini adalah melihat permasalahan masih banyak masyarakat
dan pendatang baru khusunya kami mahasiswa KKN yang masih
kebingungan mencari rumah dan tempat-tempat umum yang ingin di tuju
karena seluruh rumah masyarakat di desa Lakarama tidak memiliki tanda
pengenal dan sebagian tempat tempat umum seperti sekolah dan Pustu belum
memiliki tanda pengenal atau tanda pengenalnya telah usang/rusak sehingga
kami berinisiatif untuk memecahkan permasalahan tersebut.
Pembuatan papan nama yang kami lakukan diantaranya;
Pembuatan papan nama seluruh kepala keluarga yang ada di desa
Lakarama kurang lebih 250 kepala keluarga

21
Membuat papan nama Sekolah MAS AL-Asif
Membuat papan nama Pustu desa Lakarama
Program ini tidak semata mata dikerjakan oleh mahasiswa tetapi ada
keikutsertaan dan partisipasi masyarakat didalamnya dimana masyarakat
menyediakan sarana berupa papan yang telah di bentuk dan diperhalus , dan
mahasiwa mengecat dan melukis nama masing masing kepala keluarga.
Sedangkan untuk tanda pengenal Sekolah dan Pustu masing masing di
sediakan oleh instansi yang bersangkutan. Kegiatan ini memakan waktu
kurang lebih 20 hari mulai dari awal proses pengecetan hingga proses
pemasangan selesai.
2. Lomba Semangat 45
Lomba semangat 45 merupakan program yang kami rumuskan dalam
program kerja yang bergerak di bidang keolahragaan. Lomba semangat 45
adalah lomba dimana seseorang tidak gampang menyerah, tetap berusaha, dan
tetap bersemangat menjalani perlombaan maupun pertandingan dengan
menjujung tinggi nilai sportifitas pada setiap team maupun individu. Lomba
semangat 45 ini merupakan salah satu program kerja dari sekian program
kerja kkn yang telah terlaksana di Desa Lakarama Kec, Towea Kab. Muna
yang mempertandingkan dan memperlombakan berbagi macam jenis-jenis
olahraga yang bersifat tradisional maupun yang telah mendunia. Dimana
pesertanya mulai dari kalangan anak-anak, remaja maupun orang tua.
Dalam Lomba semangat 45, kami selaku mahasiswa selain menjadi
panitia pertandingan dan perlombaan kami juga turut memeriakan
pertandingan dan perlombaan selaku peserta yang bertujuan untuk menjalin
keakraban peserta kkn reguler UHO dengan penduduk di kecamatan Towea,
khususnya para penduduk Desal Lakarama. Tujuan utama dari program ini
adalah bagaiman kami sekolompok mahasiswa dapat mengolahragakan
masyarakat dan memasyarakatkan olahraga.

22
Program ini dilaksanakan pada saat menyambut hari kemerdekaan RI
yang ke-70 dan di lanjutkan sebagai program kerja kegiatan sore kami selama
berada di desa Lakarama . Adapun beberpa pertandingan dan perlombaannya
yang tercantum dalam lomba 45 antara lain : permaian bola (Futsal), volly
ball, bola keranjang, lari karung, lari tiga kaki, lari gendong kelapa, tarik
tambang dan masih banyak lagi pertandingan dan perlombaan lainnya.
Setelah berakhirnya bebagai macam jenis olahraga yang telah di
pertandingakn dan di pelombakan, kami selaku peserta KKN Reguler
menutup acara tersebut dengan lomba karaoke di malam harinya sebagai
pelepas kelelahan atas berbagai macam jenis olahraga yang telah di
laksanakan beberapa hari sebelumnya.

D. Tema Kelautan
1. Observasi Panen Rumput Laut
Observasi rumput laut adalah salah satu program kami yang bergerak
dibidang kelautan. Meskipun diantara kami tidak ada yang mempunyai ilmu
di bidang perikanan, tetapi rasa ingin tahu kami terhadap rumput laut sangat
tinggi. Sehingga, kami memutuskan untuk melakukakan observasi yang
bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara panen rumput laut, cara
perawatan rumput laut dan bagaimana memilih rumput laut yang baik.
Rumput laut merupakan salah satu penghasilan masyarakat desa
lakarama. Sebagian masyarakat desa lakarama memilih untuk bertani rumput
laut karena penghasilannya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga
mereka. Harga rumput laut perkilonya adalah Rp 4000/kilo. Namun, harga
tersebut bisa berubah tergantung pada kebutuhan rumput laut itu sendiri.
Untuk memanen rumput laut, kita membutuhkan waktu 40 hari untuk
mendapatkan hasil yang terbaik. Selama kurun waktu 40 hari, para petani
melakukan perawatan-perawatan untuk menjaga agar rumput laut tersebut
tetap tumbuh. Salah satu perawatan yang dilakukan adalah dengan memasang

23
tali sebagai wadah tumbuhnya rumput laut. Namun, tidak menutup
kemungkinan, pasti ada hal-hal yang membuat rumput laut menjadi rusak.
Salah satu faktor yang membuat rusaknya rumput laut tersebut adalah hujan.
Air hujan dapat mempengaruhi prtumbuhan rumput laut, karena ketika hujan
turun, bibit rumput laut akan jatuh dari tempat/tali yang mengakibatkan
rumput laut tersebut tidak dapat tumbuh/mati.
Setelah kami melakuan wawancara dengan salah seorang petani rumput
laut di desa lakarama, dia mengatakan bahwa kami selalu merasa resah
terhadap nelayan yang menangkap ikan dengan menggunakan bom. Hal ini
sangat mengganggu para petani rumput laut karena radiasi dari bom tersebut
dapat merusak pertumbuhan rumput laut. Para petani rumput laut desa
lakarama berharap agar para nelayan yang menangkap ikan dengan
menggunakan bom diberikan teguran untuk tidak melakukan hal tersebut.
Karena, selain merusak rumput laut, pengaruh bom juga dapat merusak
terumbu karang yang merupakan tempat berkembang biak ikan-ikan.
Sehingga, ini akan membuat banyak dampak buruk bagi nelayan itu sendiri
dan para petani rumput laut.
Menanggapi keluhan dari para petani rumput laut, kami mencoba untuk
berbicara kepada pemerintah desa lakarama untuk bagaimana agar para
nelayan yang melakukakan hal-hal yang membuat rusaknya terumbu karang
dapat diperhatikan demi kenyamanan bersama.

24
BAB V
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Kesimpulan

B. Rekomendasi

25
LAMPIRAN-LAMPIRAN

A. Kesan-Kesan
B. Peta Lokasi KKN

26
C. Dokumentasi
Gambar 1
Program Goes to School

Gambar 2.
Program Pelatihan Komputer

27
Gambar 3.
Program TPA (Tempat Pembelajaran Al-Quran)

28
Gambar 4.

29
Program UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)

Gambar 5.
Sosialisasi Penggolongan Obat dan Pemeriksaan Kesehatan

30
Gambar 6.
Program Pembuatan Papan Nama KK

31
Gambar 7.
Program Semangat 45

32
33