Anda di halaman 1dari 37

BAB I

PENDAHULUAN

Pusat Kesehatan Masyarakat yang dikenal dengan sebutan Puskesmas adalah Fasilitas
Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bertanggung jawab atas kesehatan masyarakat di wilayah
kerjanya pada satu atau bagian wilayah kecamatan. Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor75
Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat dinyatakan bahwa. Puskesmas berfungsi
menyelenggarakan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP)
tingkat pertama. Puskesmas merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dinas kesehatan
kabupaten/kota, sehingga dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, akan mengacu pada kebijakan
pembangunan kesehatan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota bersangkutan, yang tercantum dalam
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Lima Tahunan dinas
kesehatan kabupaten/kota.

Agar Puskesmas dapat mengelola upaya kesehatan dengan baik dan berkesinambungan dalam
mencapai tujuannya, maka Puskesmas harus menyusun rencana kegiatan untuk periode 5 (lima) tahunan
yang selanjutnya akan dirinci lagi ke dalam rencana tahunan Puskesmas sesuai siklus perencanaan
anggaran daerah. Semua rencana kegiatan baik 5 (lima) tahunan maupun rencana tahunan, selain
mengacu pada kebijakan pembangunan kesehatan kabupaten/kota harus juga disusun berdasarkan pada
hasil analisis situasi saat itu (evidence based) dan prediksi kedepan yang mungkin terjadi. Proses
selanjutnya adalah penggerakan dan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana kegiatan/program
yang disusun, kemudian melakukan pengawasan dan pengendalian diikuti dengan upaya-upaya
perbaikan dan peningkatan (Corrective Action) dan diakhiri dengan pelaksanaan penilaian hasil
kegiatanmelalui penilaian kinerja Puskesmas.
Sebagai dokter dan dokter gigi PTT di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor, perlu
memiliki pengetahuan tentang puskesmas untuk bekal memulai tugas di wilayah kerja masing-masing.
Untuk itu diperlukan Praktek Kerja Lapangan ke puskesmas yang sudah ditunjuk, dalam hal ini adalah
Puskesmas Gunung Putri.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Profil Puskesmas


2.1.1 Identitas Puskesmas
Puskesmas Gunung Putri merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang terletak di Jl. Raya
Cikuda, Wanaherang. Saat ini UPT Puskesmas Gunung Putri dikepalai oleh dr. Prima Artha.

2.1.2 Wilayah kerja Puskesmas


Wilayah Kerja UPT Puskesmas Gunung Putri meliputi 10 desa di wilayah Kecamatan Gunung
Putri yaitu Desa Wanaherang, Desa Cicadas, Desa Cikeas, Desa Bojong Kulur, Desa Ciangsana, Desa
Nagrag, Desa Kranggan, Desa Gunung Putri, Desa Bojong Nangka, dan Desa Tlajung Udik. Untuk
menangani masalah kesehatan di wilayah tersebut, UPT Puskesmas Gunung Putri dibantu oleh 3 UPF
(UPF Bojong Nangka, UPF Cicadas, dan UPF Ciangsana) dan 1 pustu.

2.2 Data UKM Esensial


2.2.1 KIA dan KB
Berdasarkan target pencapaian puskesmas dalam UKM KIA dan KB, Puskesmas Gunung Putri
belum memiliki bentuk fisik mengenai poin kebijakan, SK, SOP, serta jadwal kegiatan.
Permasalahannya bisa jadi Karena penatalaksanaan administratif yang kurang baik dan rapi. Sebagai
rekomendasi ke depannya perlu dilakukan evaluasi guna pengkajian ulang mengenai hal tersebut di atas
sehingga segera dilakukan rencana tindak lanjut berupa pengesahan indikator tersebut di atas.
Target pencapaian yang telah tercantum antara lain Pedoman KIA dan KB Puskesmas berupa
buku pedoman sesuai pelayanan kesehatan dasar sesuai dengan standar pelayanan minimal kesehatan
yang meliputi 10 pedoman yaitu:
1. Pelayanan Antenatal
2. Pertolongan persalinan oleh nakes
3. Deteksi dini faktor risiko dan komplikasi kebidanan
4. Penanganan komplikasi kebidanan
5. Pelayanan kesehatan ibu nifas
6. Pelayanan kesehatan neonatus
7. Pelayanan neonatus dengan komplikasi
8. Pelayanan kesehatan bayi
9. Pelayanan kesehatan anak balita
10. Pelayanan KB berkualitas
Bentuk implementasi kegiatan yang bisa dilihat dari program KIA dan KB adalah melalui data
Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) yang telah mencakup poin-poin pedoman KIA dan KB. Dari
sana dapat diketahui secara angka maupun grafik cakupan PWS dari masing-masing desa wilayah kerja
puskesmas. Selain itu indikator lain yang dapat digunakan adalah laporan identifikasi masalah serta
rencana tindak lanjut yang bisa dijadikan bahan evaluasi oleh puskesmas sehingga ke depannya mampu
meningkatkan kinerja puskesmas terutama dalam fungsinya sebagai faskes tingkat pertama di
masyarakat yang tertulis dalam Rencana Usulan Kerja (RUK) sehingga dicapai target yang diharapkan.

Gambar 1. Data PWS KIA-KB Puskesmas Gunung Putri

Gambar 2. Data RUK KIA-KB Puskesmas Gunung Putri


Gambar 3. Data Identifikasi Masalah dan RTL KIA-KB Puskesmas Gunung Putri

2.2.2 Gizi
2.2.2.1 Kebijakan
Kebijakan ada, namun masih dalam proses.
Permasalahan:
- Petugas menyerahkan secara penuh urusan mengenai kebijakan-kebijakan yang berhubungan
dengan bagiannya (gizi) kepada bagian tata usaha
- Petugas tata usaha mengatakan bahwa kebijakan secara lisan ada namun baru akan dibuatkan secara
tertulis, jadi petugas tata usaha tidak bisa menjelaskan dengan baik
Rekomendasi:
- Tidak seharusnya petugas menyerahkan secara penuh urusan mengenai kebijakan-kebijakan yang
berhubungan dengan bagiannya (gizi) kepada bagian tata usaha
- Petugas tata usaha seharusnya bisa menjelaskan dan memahami dengan baik mengenai kebijakan-
kebijakan yang ada di semua program di Puskesmas Gunung Putri secara umumnya dan bagian gizi
secara khususnya
2.2.2.2 Pedoman

Gambar 4. Pedoman-pedoman yang digunakan di bagian gizi UPT Puskesmas Gunung Putri
2.2.2.3 Surat Keputusan (SK)
Ada, namun masih dalam proses.
Permasalahan:
- Petugas menyerahkan secara penuh urusan mengenai surat-surat keputusan yang berhubungan
dengan bagiannya (gizi) kepada bagian tata usaha
- Petugas tidak bisa memperlihatkan surat-surat keputusan yang dimilikinya yang berkaitan dengan
bagiannya (gizi)
Rekomendasi:

- Tidak seharusnya petugas menyerahkan secara penuh urusan mengenai surat-surat keputusan yang
berhubungan dengan bagiannya (gizi) kepada bagian tata usaha
- Petugas harus bisa memperlihatkan surat-surat keputusan yang dimilikinya dengan baik dan benar
karena ini merupakan landasan atau dasar hukum untuk nya dalam melaksanakan semua tugas dan
kewajibannya.

2.2.2.4 Standar Operasional Prosedur (SOP)


Ada, namun masih dalam proses
Permasalahan:
- Petugas tidak bisa memperlihatkan SOP apa saja yang ada di bagiannya (gizi)
Rekomendasi:
- Petugas harus bisa memperlihatkan SOP apa saja yang ada di bagiannya (gizi) karena itu yang akan
menjadi acuan dalam melakukan kegiatan-kegiatan

2.2.2.5 Implementasi Kegiatan

Gambar 5. Cakupan D/S Bulan Februari 2016 UPT Puskesmas Gunung Putri
Berdasarkan data yang didapat di atas, dapat dilihat bahwa cakupan balita yang datang dan
ditimbang di posyandu di wilayah kerja Puskesmas Gunung Putri per proyeksi yang diberikan dari
Dinas Kesehatan ialah sebagai berikut:
- Cikeas Udik, terdapat peningkatan di bulan ini dibandingkan dengan bulan lalu
- Cicadas, terdapat penurunan di bulan ini dibandingkan dengan bulan lalu
- Wanaherang, terdapat peningkatan sedikit di bulan ini dibandingkan dengan bulan lalu
Permasalahan:
- Data yang diberikan kurang lengkap
Rekomendasi:
- Melengkapi data agar bisa dilakukan evaluasi.

2.2.2.6 Perencanaan

Gambar 6. RUK Program Gizi UPT Puskesmas Gunung Putri Tahun 2018
2.2.2.7 Jadwal dan Pelaksanaan Kegiatan

Gambar 7. Rencana Kerja Kegiatan Program Gizi di UPT Puskesmas Gunung Putri
2.2.2.8 Hasil Kegiatan

Gambar 8. Identifikasi Masalah Program Gizi di UPT Puskesmas Gunung Putri

Gambar 9. Penetapan Prioritas Masalah Program Gizi di UPT Puskesmas Gunung Putri
2.2.2.9 Analisis Hasil
Gambar 10. Diagram Sebab Akibat Fish Bone Tahun 2016 Program Gizi UPT Puskesmas Gunung
Putri
2.2.2.10Rencana Tindak Lanjut

Gambar 11. Identifikasi Masalah Rencana Tindak Lanjut Program Gizi Berdasarkan Indikator Kerja
di UPT Puskesmas Gunung Putri Tahun 2016

2.2.3 IMUNISASI
Imunisasi merupakan salah satu upaya promotif dan preventif yang meningkatkan kekebalan
seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit. Upaya imunisasi diselenggarakan di Indonesia sejak
tahun 1956.
Target imunisasi ( 2015 2019)
- Tercapainya cakupan imunisasi dasar lengkap (IDL) kepada 93 % bayi 0-11bulan
- Tercapainya 95% Kab/Kota yang mencapai 80% IDL pada bayi

Indikator Program imunisasi

Target Capaian
Indikator
2015 2016 2017 2018 2019
% Kab/ Kota yang
mencapai 80% IDL pada 75 80 85 90 95
bayi
% anak usia 0 11 bulan
yang mendapat 91 91,5 92 92,5 93
imunisasi dasar lengkap
Sasaran
- Bayi
- Ibu Hamil, Wanita Usia Subur (WUS)
Jenis Vaksin
- HB0
- BCG
- DPT/HB/Hib
- Polio
- Campak
- TT

Program imunisasi di Puskesmas Gunung Putri


UKP : Kegiatan imunisasi di dalam Gedung Puskesmas.
Jadwal imunisasi di Puskesmas Gunung Putri di lakasanakan pada hari Senin dan Jumat pukul 08.00
11.00.
Kegiatan dimulai dari pasien melakukan pendaftaran di loket pendaftaran kemudian menuju ruang
imunisasi menunggu dipanggil. Setelah nama bayi dipanggil kemudian dilakukan pemeriksaan dan
penimbangan bayi untuk menetukan status tumbuh kembang bayi dan dalam kondisi sehat atau tidak,
Bila sudah dinyatakan sehat dilakukan imunisasi sesuai dengan jadwal imunisasinya , tapi sebelumnya
diberikan penjelasan tentang vaksinnya dan informed consent. Setelh penyuntikan pasien dibekali obat
analgetik-antipiretik puyer.
Kegiatan imuisasi ibu hamil dan WUS (wanita usia subur) dilakukan di KIA

UKM : Kegiatan yang dilakukan di luar gedung dan lebih ke masyarakat baik lintas program maupun
lintas sektor , antara lain BIAS, Posyandu, sweeping, dan saat ini sedang pendataan untuk Kampanye
MR serentak secara nasional pada bulan Agustus dan September 2017.

Gambar 12. Identifikasi masalah


Gambar 13. Penetapan prioritas masalah

Gambar 14. Diagram sebab akibat


Gambar 15. Identifikasi masalah dan RTL UKM berdasarkan indikator kinerja

Gambar 16. RUK UKM

Permasalahan yang ditemukan saat dalam kegiatan program imunisasi di Puskesmas Gunung Putri
antara lain :
- Belum tertib administrasi seluruhnya seperti SK, SOP yang masih dalam progres walaupun kegiatan
sudah berjalan dari dulu.
- Ruangan imunisasi belum ada yang tetap, saat ini di ruang jaga perawat
- Kulkas untuk khusus penyimpanan Vaksin sedang rusak
- Masih ada masyarakat yang menolak untuk imunisasi terutama para orang tua
- Kunjungan Ibu hamil mash kurang
Rekomendasi yang diberikan pada Puskesmas Gunung Putri
- Perlu di lakukan kajian ulang untuk SK, SOP dan segera disahkankan. Karena ini merupakan sebagai
landasan hukum dan acuan kerja bagi petugas
- Disiapkan ruangan untuk tindakan vaksinasi dan biasanya di ruang KIA
- Perbaikan kulkas agar segera selasi dan diberi tegat waktu
- Lakukan penyuluhan lebih intens lagi dan dilakukan sweeping

2.2.4 P2P
Berdasarkan target yang harus dicapai dalam tabel instrumen praktek lapangan dokter dan dokter gigi
PTT, kondisi program P2P di UPT Puskesmas Gunung Putri dapat dilihat sebagai berikut:
1. Kebijakan
Kebijakan yang diperlukan dalam pelaksanaan program P2P sedang dalam proses penyusunan.
2. Pedoman
Pedoman yang mendasari pelaksanaan program P2P sedang dalam proses penyusunan.
3. SK
Kebijakan yang diperlukan dalam pelaksanaan program P2P sedang dalam proses penyusunan.
4. SOP
SOP yang diperlukan dalam pelaksanaan program P2P sedang dalam proses penyusunan.
5. Implementasi Kegiatan
Implementasi kegiatan tercantum dalam laporan C1 campak, STP terpadu, laporan mingguan W2
yang telah dibuat secara rutin oleh penanggung jawab program
6. Perencanaan
Berikut adalah rancangan usulan kerja dari program P2P Surveilans untuk tahun 2017 (detail
terlampir)
a. Penyuluhan tentang penyebab faktor DBD
b. Sosialisasi linsek tentang DBD
c. Pelatihan petugas surveilans
d. Mengaktifkan surveilans di RS
e. Melengkapi sarana untuk periksa jentik dan penyuluhan
f. Penambahan volume PE dan PJB
7. Jadwal Kegiatan
Berikut adalah jadwal kegiatan (bulanan dan tahunan) program P2P
8. Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan yang dilakukan program P2P adalah sebagai berikut:
a. Mengikuti rapat pembinaan program
b. Mengikuti briefing staff UPT/lokbul
c. Penyelidikan Epidemiologi Penyakit Potensial Wabah
d. Lokmin
e. Melakukan pengamatan epid, mengumpulkan dan merekap laporan Ewars
f. Melaksanakan Kewaspadaan dini dan penanggulangan KLB
g. Pertemuan linsek
h. Membantu melaksanakan pemeriksaan Calhaj

9. Hasil Kegiatan
a. Pembuatan Laporan
- Laporan mingguan w2
- Laporan w1
- Laporan C1 campak
- Laporan STP
b. Pembuatan Grafik SKD Bulanan & Mingguan Penyakit Potensial Wabah
c. Grafik max-min Penyakit Potensial Wabah
10. Analisis Hasil

Kesimpulan: Case finding DBD masih kurang


Hal ini dikarenakan oleh keterlambatan penyerahan laporan S0 dari RS wilayah Gunung Putri
ke puskesmas.

11. Rencana Tindak Lanjut


12. Dokumentasi Kegiatan

2.2.5 Promosi Kesehatan

PENYULUHAN KESEHATAN Penyuluhan


dalam gedung
Penyuluhan luar
gedung

UKBM Pembinaan
Posyandu
Pembentukan
pembinaan desa
siaga
Penggerakan
masyarakat
CTPS & HTTS
Pembinaan
pesantren sehat
Pembinaan
sekolah sehat
Refreshing kader
Sosialisasi tingkat
korwil

PENYEDIAAN MEDIA PROMKES Leaflet


Poster
Spanduk
Banner baliho
Roll banner
Laptop
Dst


Ada / tidak Masalah Rekomendasi Rencana tindak
lanjut
KEBIJAKAN -

PEDOMAN ADA
UU No. 36 2009
PP No. 66 th 2014
PMK No. 13 Tentang
Pelayanan Kesling di
Puskesmas
SK ADA , on progress masih softcopy butuh kajian segera disahkan
ulang
SOP ADA, on progress, masih softcopy butuh kajian segera disahkan
misal ulang
Pemantauan
Prosedur Penanganan
Limbah Berbahaya,

Gambar 17 Kegiatan promkes puskesmas Gunung Putri


Gambar 18 RUK Promkes puskesmas Gunung Putri

2.2.6 Kesehatan Lingkungan


Kesehatan lingkungan sebagai salah satu upaya kesehatan ditujukan untuk mewujudkan
kualitas lingkungan yang sehat, baik fisik, kimia, biologi, maupun sosial yang memungkinkan setiap
orang mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, sebagaimana tercantum dalam Pasal 162
Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
Ketentuan mengenai penyelenggaraan kesehatan lingkungan selanjutnya diatur dalam
Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan, yang pengaturannya
ditujukan dalam rangka terwujudnya kualitas lingkungan yang sehat tersebut melalui upaya pencegahan
penyakit dan/atau gangguan kesehatan dari faktor risiko kesehatan lingkungan di permukiman, tempat
kerja, tempat rekreasi serta tempat dan fasilitas umum.
Sampai saat ini penyakit yang terkait kualitas lingkungan masih merupakan masalah kesehatan
masyarakat, antara lain Malaria pada tahun 2012 sebanyak 417.819 kasus dan Anual Parasite Incident
Malaria di Indonesia sebesar 1,69 per1.000 penduduk. Demam Berdarah Dengue pada tahun
2012 sebanyak 90.245 kasus dengan jumlah kematian 816 (IR= 37,11 dan CFR= 0.9). Sedangkan
penemuan Pneumonia Balita pada tahun 2012 cakupannya sebesar 22,12 %. Angka kesakitan diare pada
semua umur menurun tidak signifikan dari 423 per 1000 penduduk pada tahun 2006 menjadi 411 per
1000 penduduk pada tahun 2010, hasil survey morbiditas tahun 2006 dan tahun 2010 memperlihatkan
bahwa tidak ada perubahan episode diare pada balita sebesar 1,3 kali (Hasil kajian morbiditas diare,
Depkes, 2012).
WHO melaporkan sementara ini Indonesia pada peringkat 5 dunia jumlah penderita TB Paru
(WHO Global Tuberculosis Control 2010).
Disamping itu perubahan iklim (climate change) diperkirakan akan berdampak buruk terhadap
lingkungan sehingga dapat terjadi peningkatan permasalahan terhadap penyakit. Hal lain yang
menyebabkan meningkatnya permasalahan penyakit juga diakibatkan oleh keterbatasan akses
masyarakat terhadap kualitas air minum yang sehat sebesar 63 % dan penggunaan jamban sehat
sebanyak 69% (sekretariat STBM, Bappenas, Tahun 2012).
Untuk mengatasi permasalahan kesehatan masyarakat terutama karena meningkatnya penyakit
dan/atau gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh Faktor Risiko Lingkungan, Pemerintah telah
menetapkan Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan terdepan yang menyelenggarakan upaya
kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan tingkat pertama dengan lebih mengutamakan
upaya promotif dan preventif untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di
wilayah kerjanya. Dalam pengaturan Puskesmas ditegaskan bahwa salah satu upaya kesehatan
masyarakat yang bersifat esensial adalah berupa Pelayanan Kesehatan Lingkungan. Upaya kesehatan
masyarakat esensial tersebut harus diselenggarakan oleh setiap Puskesmas untuk mendukung
pencapaian standar pelayanan minimal kabupaten/kota bidang kesehatan.

Untuk memperjelas lingkup penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan


Lingkungan di Puskesmas perlu diatur mengenai uraian kegiatan Pelayanan Kesehatan Lingkungan
sebagai acuan bagi petugas Puskesmas dan masyarakat yang membutuhkan pelayanan tersebut.
2.2.6.1 Tujuan
1. Umum
Dengan terselenggaranya Pelayanan Kesehatan Lingkungan di Puskesmas diharapkan dapat
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya preventif, promotif, dan kuratif yang
dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan.
2. Khusus
a. Menurunkan angka penyakit dan/atau gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh Faktor Risiko
Lingkungan dan meningkatnya kualitas kesehatan lingkungan.
b. Meningkatnya pengetahuan, kesadaran, kemampuan, dan perilaku masyarakat untuk mencegah
penyakit dan/atau gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh Faktor Risiko Lingkungan, serta untuk
mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat.
c. Terciptanya keterpaduan kegiatan lintas program dan lintas sektor dalam pengendalian penyakit dan
penyehatan lingkungan dengan memberdayakan masyarakat.
ALUR KEGIATAN PELAYANAN KESEHATAN LINGKUNGAN PUSKESMAS
Kegiatan Pelayanan Kesehatan Lingkungan Puskesmas dilaksanakan di dalam gedung dan luar gedung
Puskesmas, meliputi:
1. Konseling;
2 Inspeksi Kesehatan Lingkungan
3. Intervensi/tindakan kesehatan lingkungan.

Alur kegiatan Pelayanan Kesehatan Lingkungan Puskesmas dapat dilihat pada skema dengan uraian
berikut:
1. Pelayanan Pasien yang menderita penyakit dan/atau gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh
Faktor Risiko Lingkungan
- Pasien mendaftar di ruang pendaftaran.
- Petugas pendaftaran mencatat/mengisi kartu status.
- Petugas pendaftaran mengantarkan kartu status tersebut ke petugas ruang pemeriksaan umum.
- Petugas di ruang pemeriksaan umum Puskesmas (Dokter, Bidan, Perawat) melakukan
pemeriksaan terhadap Pasien.
- Pasien selanjutnya menuju Ruang Promosi Kesehatan untuk mendapatkan pelayanan Konseling.
- Untuk melaksanakan Konseling tersebut, Tenaga Kesehatan Lingkungan mengacu pada Contoh
Bagan dan Daftar Pertanyaan Konseling (terlampir).
- Hasil Konseling dicatat dalam formulir pencatatan status kesehatan lingkungan dan selanjutnya
Tenaga Kesehatan Lingkungan memberikan lembar saran/tindak lanjut dan formulir tindak lanjut
Konseling kepada Pasien.
- Pasien diminta untuk mengisi dan menandatangani formulir tindak lanjut Konseling.
- Dalam hal diperlukan berdasarkan hasil Konseling dan/atau hasil surveilans kesehatan
menunjukkan kecenderungan berkembang atau meluasnya penyakit atau kejadian kesakitan
akibat Faktor Risiko Lingkungan, Tenaga Kesehatan Lingkungan membuat janji Inspeksi
Kesehatan Lingkungan.
- Setelah Konseling di Ruang Promosi Kesehatan, Pasien dapat mengambil obat di Ruang Farmasi
dan selanjutnya Pasien pulang.
2. Pelayanan Pasien yang datang untuk berkonsultasi masalah kesehatan lingkungan (dapat disebut
Klien) - Pasien mendaftar di Ruang Pendaftaran.
- Petugas pendaftaran memberikan kartu pengantar dan meminta Pasien menuju ke Ruang Promosi
Kesehatan.
- Pasien melakukan konsultasi terkait masalah kesehatan lingkungan atau penyakit dan/atau
gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh Faktor Risiko Lingkungan.
- Tenaga Kesehatan Lingkungan mencatat hasil Konseling dalam formulir pencatatan status
kesehatan lingkungan, dan selanjutnya memberikan lembar saran atau rekomendasi dan formulir
tindak lanjut Konseling untuk ditindak lanjuti oleh Pasien.
- Pasien diminta untuk mengisi dan menandatangani formulir tindak lanjut Konseling.
- Dalam hal diperlukan berdasarkan hasil Konseling dan/atau kecenderungan berkembang atau
meluasnya penyakit atau kejadian kesakitan akibat Faktor Risiko Lingkungan, Tenaga Kesehatan
Lingkungan membuat janji dengan Pasien untuk dilakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan dan
selanjutnya Pasien dapat pulang.

Gambar 19 Contoh SOP UPT Puskesmas Gunung Putri (masih on progress)


Gambar 20 Implementasi Kegiatan Kesling UPT Puskesmas Gunung Putri

Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) dilakukan tiap bulan

Gambar 21 Jadwal Petugas Pelaksana Program Kesling UPT Puskesmas Gunung Putri
Gambar 22 Rencana Kerja Program Kesehatan Lingkungan Puskesmas Gunung Putri

Pelaksanaaan Kegiatan di lapangan (contoh)


Laporan Hasil Kegiatan Inspeksi Sanitasi Dasar UPT Puskesmas Gunung Putri

Analisis Hasil
Rencana Tindak Lanjut
2.3 Data UKP
Upaya Kesehatan Perorangan
2.3.1 Definisi
Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) adalah pelayanan kesehatan dengan saranan
perorangan dan keluarga yang bertujuan memberikan pelayanan pengobatan dan pemulihan tanpa
mengabaikan upaya peningkatan dan pencegahan, termasuk di dalamnya pelayanan kebugaran
dan gaya hidup sehat (healthy life style).

2.3.2 Ruang Lingkup UKP


Upaya atau kegiatan pelayanan kesehatan perseorangan dan kesehatan masyarakat
primer/tingkat pertama yang penyelenggaraannya di dalam dan atau di luar gedung Puskesmas
dan jejaringnya yang penyelenggaraannya sesuai kebutuhan spesifik masing-masing daerah,
kemampuan sumber daya manusia, sarana, prasarana dan peralatan yang dimiliki adalah sebagai
berikut :
a. Pengobatan
b. Kesehatan Ibu dan Anak
c. Keluarga Berencana
d. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
e. Kesehatan Jiwa
f. Kesehatan Gigi dan Mulut
g. Kesehatan Sekolah
h. Keperawatan Kesehatan Masyarakat
i. Kesehatan Kerja
j. Kesehatan Mata
k. Kesehatan Usia Lanjut
l. Perbaikan Gizi Masyarakat
m. Promosi Kesehatan
n. Kesehatan Lingkungan
o. Kesehatan Olah Raga
p. Pembinaan Kesehatan Tradisional

Upaya atau kegiatan pelayanan kesehatan perseorangan dan kesehatan masyarakat primer/tingkat
dapat dikembangkan oleh Puskesmas sesuai kebutuhan dalam upaya peningkatan derajat kesehatan
masyarakat.

2.3.3 Program Upaya Kesehatan Perorangan (UKP)


Dalam rangka memenuhi salah satu fungsi Puskesmas yaitu sebagai pusat pelayanan kesehatan
strata I, maka UPT. Puskesmas Gunung Putri memiliki fasilitas untuk Upaya Kesehatan Perorangan
yaitu :
Poliklinik rawat jalan

Rawat Jalan Tingkat Pertama adalah pelayanan kesehatan perorangan yang meliputi observasi
diagnosa pengobatan rehabilitasi medik tanpa tinggal di ruang rawat inap di sarana kesehatan strata
pertama.
Poliklinik Rawat Jalan Puskesmas Gunung Putri melayani pasien rawat jalan setiap hari kerja
antara lain Senin sampai dengan Sabtu, dengan jam pelayanan dari pukul 8.00 WIB sampai pukul 12.00
WIB. Poliklinik Rawat jalan memiliki beberapa unit antara lain :
a. Loket
Pasien saat datang untuk berobat, mengambil nomor antrian terlebih dulu, kemudian dipanggil
sesuai urutan antrian untuk dicatat datanya dan jenis tanggungan jaminan kesehatan (umum, BPJS) serta
dicarikan rekam mediknya, selanjutnya diarahkan ke poliklinik tertentu sesuai keluhannya.
b. Poliklinik Umum
Tempat periksa pasien yang didukung oleh 2 orang dokter PNS serta tenaga paramedis.

c. Poliklinik Gizi
Menangani pasien anak-anak umur 1 bulan sampai dengan umur 5 tahun sesuai protap.
Didukung oleh dokter dan paramedis.
d. Poliklinik KIA
Menangani pasien Antenatal care, pasien kebidanan dan penyakit kandungan, neonatus (bayi 0
1 bulan ) dan imunisasi. Didukung oleh tenaga bidan.
e. Poliklinik Gigi dan Mulut
Menangani penyakit gigi dan mulut dengan didukung oleh 1 orang dokter gigi PNS serta
perawat gigi.
f. Laboratorium :
Didukung oleh analis. Laboratorium puskesmas mampu melayani pemeriksaan darah,
Hemoglobin Sahli, Gula Darah, Malaria, Widal Test, Urine Lengkap, Tes Kehamilan dan pemeriksaan
BTA.
g. Instalasi Farmasi
Pasien yang sudah mendapat resep dokter selanjutnya menyerahkan ke apotek untuk
pengambilan obat.
h. Unit gawat darurat
Puskesmas Gunung Putri memiliki pelayanan gawat darurat level 1 yaitu tempat pelayanan
gawat darurat yangmemiliki Dokter Umum on site 24 jam dengan kualifikasi GELS dan/atau ATLS +
ACLS, serta memiliki alat trasportasi dan komunikasi.Didukung oleh dokter jaga, serta perawat jaga.
i. Unit persalinan
Puskesmas Gunung Putri merupakan Puskesmas PONED yaitu Rawat Inap yang
memilikikemampuan serta fasilitas PONED siap 24 jam untuk memberikancpelayanan terhadap ibu
hamil, bersalin dan nifas dan bayi baru lahircdengan komplikasi baik yang datang sendiri atau atas
rujukan kader/ masyarakat, bidan di desa, Puskesmas dan melakukan rujukan ke Rumah sakit pada
kasus yang tidak mampu ditangani. Didukung oleh bidan jaga dengan dokter jaga.
2. Unit rawat inap
Rawat Inap Tingkat Pertama adalah pelayanan kesehatan perorangan yang meliputi observasi
diagnosa pengobatan rehabilitasi medik tinggal di ruang rawat inap di sarana kesehatan strata pertama.
Puskesmas Gunung Putri merupakan puskesmas perawatan yang memiliki unit rawat inap.
2.3.4 Hasil Observasi

Tahun 2017, Puskesmas Gunung Putri akan melaksanakan proses akreditasi untuk Puskesmas,
hingga saat dilakukan observasi Tim dari Puskesmas sedang menyelesaikan proses

penyusunan dokumen instrument akreditasi Puskesmas. Pada kelompok UKP, SOP dari tiap
unit kerja telah dibuat, menunggu pengesahan dari pihak administrasi. Selain itu, Tim akan melakukan
uji coba penerapan SOP, dan melakukan evaluasi untuk mengatasi kendala-kendala yang dihadapi.
Diharapkan pada bulan September 2017, Puskesmas Gunung Putri siap melaksanakan akreditasi.

2.4 Program Unggulan/Inovasi


UKS(usaha kesehatan sekolah)
kebijakan : Ada(dalam proses)
pedoman : permenkes nomor 44 tahun 2016
sk : ada
sop : ada(dalam proses)
implementasi kegiatan : sesuai
perancanaan : ada
jadwal kegiatan : ada
- setiap bulan mei diadakan pelatihan dokcil dan pemberian obat cacing untuk SD kelas 1
dan 6
- penjaringan kesehatan anak sekolah di lakukan setiap bulan 8,9 dan 10 di semua sekolah
TK,SD,SMP dan SMA.
- setiap tahun ajaran baru diadakan pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan
gigi berkala.
- pembagian vitamin Fe buat siswi smp setiap seminggu sekali.

MASALAH PENYEBAB RTL


MASALAH
Cakupan sekolah Kurangnya perhatian Sosialisa kegiatan
dengan UKS atau sekolah akan UKS disekolah
PKPR rendah pentingnya
UKS/PKPR
Kader remaja dan Pelatihan dan
guru uks belum pembinaan kader
terlatih remaja disetiap awal
tahun ajaran baru
Kurang koordinasi Pertemuan lintas
petugas dengan lintas sektoral
sektoral
Kinerja petugas Pelatihan pemegang
belum optimal program UKS

BAB III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Puskesmas Gunung Putri memiliki program UKM yang mampu memberikan pelayanan kesehatan bagi
masyarakat namun pengolahan dan pengarsipan beberapa data indikator pencapaian kurang baik tata
kelolanya

3.2 Saran

Puskesmas Gunung Putri memperbaiki tata kelola puskesmasnya dan melengkapi beberapa elemen
indikator prncapaian sehingga bisa menjadi salah satu puskesmas yang terakreditasi dan memberikan
pelayanan kesehatan maksimal bagi masyarakat.
KUNJUNGAN ORIENTASI PUSKESMAS DI UPTD PUSKESMAS
GUNUNG PUTRI

Oleh:

Suhaili Amri

Adinda Putri Amanda

Efa Amalia Amani

Muminah

Achmad Arif

Rahmatilah Nur Anwar

Belinda Chandra Hapsari

Agatha Rufina Putriyanti

KABUPATEN BOGOR

TAHUN 2017